Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

[Diskusi Rohani Kelas Berat] Tentang Keselamatan

ForumAlkitab

176 – 200 dari 839    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 7  8  9 ... 34  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • JONY310

    18 Desember 2015

    Betul bgt bro.. memang perlu ada waktu utk merenungi segala sesuatu yg timbul dlm hati, dlm pikiran agar kt semakin hari semakin rendah hati, semakin bijak bgtu menyadari keterbatasan kita sbgai manusia.

    Nah kalo sdh menyangkut kemahatahuan Allah, otak sy mentok bro hahaa.. Takutnya salah menilai. Jadi seperti ini, Tuhan sdh menyiapkan skenario jauh sebelum manusia itu ada. Lalu semua dimulai. Dia ciptakan manusia, jatuh dlm dosa, Dia dtg sbgai juruselamat, manusia yg selamat sdh dipilih diawal. Kesannya malah negatif ya, bukan positif hehee... seolah2 semua itu hya sebuah permainan. Dtg sbgai Juruselamat sperti pahlawan kesiangan. Duuh otak sy nyerah kalo bhas topik yg ini hahaaa...

  • SETIADI628

    18 Desember 2015

    Kalau pun hidup ini dikatakan sbg sebuah sekenario dan itu Alkitabiah, itu adalah hak prerogatif Allah sendiri. Di dalam kemahatahuan-Nya segala sesuatu nampak dari awal dunia diciptakan sampai kedatangan Kristus ke 2.
    Kita buat sebuah kemungkinan-kemungkinan:
    a. Allah tidak tahu kalau Adam akan memilih makan buah itu. Dalam artian Allah kaget dan cepat-cepat membuat plan B dengan cara memberikan keselamatan melalui anak-Nya.
    b. Allah sudah tahu kalau Adam memilih makan buah itu. Darimana Allah tahu? Bukankah pengetahuan Allah itu pasti ? Berarti adam pasti akan tergoda oleh si Hawa. Karena pengetahuan Allah tidak mungkin salah dg kata lain pasti terjadi. Kalau begitu dosa memang sengaja ditentukan untuk masuk ke dalam dunia. Sehingga Allah dapat menyatakan rencana kekal-Nya.
    Yang mana yang lebih Alkitabiah? Kalau saya jelas poin B. Karena ada dukungan Alkitab, walaupun secara pikiran tidak logis dan menganggap itu sekenario atau sperti permainan tapi itu Alkitabiah.
    Ada satu ayat dimana Allah sudah membuat rencana dengan pasti sebelum ada Hawa bahkan sebelum dunia dijadikan.
    "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Efesus 1:4

  • SETIADI628

    18 Desember 2015

    JONY310 tulis:

    Betul bgt bro.. memang perlu ada waktu utk merenungi segala sesuatu yg timbul dlm hati, dlm pikiran agar kt semakin hari semakin rendah hati, semakin bijak bgtu menyadari keterbatasan kita sbgai manusia.

    Nah kalo sdh menyangkut kemahatahuan Allah, otak sy mentok bro hahaa.. Takutnya salah menilai. Jadi seperti ini, Tuhan sdh menyiapkan skenario jauh sebelum manusia itu ada. Lalu semua dimulai. Dia ciptakan manusia, jatuh dlm dosa, Dia dtg sbgai juruselamat, manusia yg selamat sdh dipilih diawal. Kesannya malah negatif ya, bukan positif hehee... seolah2 semua itu hya sebuah permainan. Dtg sbgai Juruselamat sperti pahlawan kesiangan. Duuh otak sy nyerah kalo bhas topik yg ini hahaaa...

    Kalau pun hidup ini dikatakan sbg sebuah sekenario dan itu Alkitabiah, itu adalah hak prerogatif Allah sendiri. Di dalam kemahatahuan-Nya segala sesuatu nampak dari awal dunia diciptakan sampai kedatangan Kristus ke 2.
    Kita buat sebuah kemungkinan-kemungkinan:
    a. Allah tidak tahu kalau Adam akan memilih makan buah itu. Dalam artian Allah kaget dan cepat-cepat membuat plan B dengan cara memberikan keselamatan melalui anak-Nya.
    b. Allah sudah tahu kalau Adam memilih makan buah itu. Darimana Allah tahu? Bukankah pengetahuan Allah itu pasti ? Berarti adam pasti akan tergoda oleh si Hawa. Karena pengetahuan Allah tidak mungkin salah dg kata lain pasti terjadi. Kalau begitu dosa memang sengaja ditentukan untuk masuk ke dalam dunia. Sehingga Allah dapat menyatakan rencana kekal-Nya.
    Yang mana yang lebih Alkitabiah? Kalau saya jelas poin B. Karena ada dukungan Alkitab, walaupun secara pikiran tidak logis dan menganggap itu sekenario atau sperti permainan tapi itu Alkitabiah.
    Ada satu ayat dimana Allah sudah membuat rencana dengan pasti sebelum ada Hawa bahkan sebelum dunia dijadikan.
    "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Efesus 1:4

    18 Desember 2015 diubah oleh SETIADI628

  • JONY310

    20 Desember 2015

    Hahaa... otak ogut kaga nyampe bro...

    Hati kecil saya tidak memilih a maupun b, karena dua2nya spertinya "merusak" image Allah yg maha bijaksana, maha adil, maha kasih, konsisten dgn hukum2Nya. Tapi sy sendiri ga punya jawabannya hahaaa..

    Kalo mengenai "dipilih sebelum dunia dijadikan" sy punya argumennya. Menurut sy, kata "dipilih" tdk berbicara ttg subjectnya, tapi role nya. Misal, para investor meeting hendak membangun sebuah perusahaan. Dibahas jg bhwa nanti akan ada 10 karyawan teladan yg berhak mendapatkan saham istimewa. Setelah perusahaan berjalan 5 tahun, 10 karyawan mendapatkan saham tsb. Nah para karyawan itu bs blg "ternyata kitalah karyawan pilihan itu yg telah ditentukan investor  jauh sebelum perusahaan ini dibangun utk mendapatkan saham istimewa" Jadi lebih ke bahasa penyampaian yg bisa ditafsirkan dr berbagai sisi. itu pemahamanku sih :-)

  • MARIO846

    20 Desember 2015

    kalau boleh ikut nimbrung,

    kalau ingin iseng bermain dengan logika untuk melogika kan kejadian nyata dengan teori konsep Tuhan baik yang alkitabiah dan nonalkitabiah saya cenderung melihatnya begini;

    Tuhan adalah sosok yang disebut maha segalanya dan saya dapat berpikir maka saya boleh berpikir ;

    1. apa yang dibutuhkan Tuhan dari kita?  Dia sudah maha segalanya berarti tak berkekurangan satu apapun. lalu untuk apa kita hidup dan bersusah payah menyimpan ideologi "pengikut Tuhan/berTuhan"??.

    2. Tuhan maha iseng, kita diciptakan dan diatur menurut cara dia memainkan setiap kita super multi tasking player karena dia maha segala-galanya. alam semesta beserta isinya adalah game buat Tuhan.

    3. Tuhan maha baik karena dia tahu kita ciptaannya yang diberi free will dan dapat terjatuh dalam dosa tetapi dia tetap menyelamatkan kita dengan kehadiran Yesus Kristus dan semua isi kitab beserta orang2 yang membatu menggembalakan domba2 nya.

    4. Tuhan maha jahat karena dia membiarkan manusia punya potensi berbuat dosa dan menyiapkan neraka sebagai wadah mereka yang berdosa.

    5. Tuhan itu seorang analis yang suka penasaran akhirnya dia menciptakan kita dan melakukan research atas setiap manusia, setiap keputusan yang diambil berdasarkan setiap sikon, maka dari itu dia menciptakan manusia tidak ada yang sama 100% untuk memperoleh hasil yang beragam.

    dan banyak lagi cara memandang dengan logika yang bebas tanpa menahan diri dari iman kita.

    saya kira jika kita iseng dengan pikiran kita di bebaskan untuk berpikir bebas maka harus memisahkan dulu iman kita dari pikiran kita agar dapat berpikir lebih logis dan obyektif.

    jika tidak ujung2 nya bisa menjadi bermasalah kejiwaan atau bermasalah pikirannya atau lebih parah iman kita yang menjadi goyah lantaran kemampuan berlogika yang terbatas untuk melogikakan yang tak terbatas/ abstrak/ supra irasional/dll. belum lagi memandang pola berpikir ; "pembenaran diri bukan kebenaran universal karena kebenaran yang universal pun hanya berlandaskan suara mayoritas"

    tapi berhubung Tuhan maha segalanya berarti dapat sangat simple juga ; "menjalani hidup dengan peta logika dan kompas hati nurani yang beritikat baik"

    maaf kalau OOT atau terlalu liar jalan pikiran saya.

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Kejadian 1:26..
    Pertanyaan:
    Mengapa pada ayat itu Allah berkata menggunakan kata "KITA" kenapa tidak menngunakan kata "AKU"

    Kejadian 1:26, Allah berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”.

    SETIADI628 tulis:

    Kalau pun hidup ini dikatakan sbg sebuah sekenario dan itu Alkitabiah, itu adalah hak prerogatif Allah sendiri. Di dalam kemahatahuan-Nya segala sesuatu nampak dari awal dunia diciptakan sampai kedatangan Kristus ke 2.
    Kita buat sebuah kemungkinan-kemungkinan:
    a. Allah tidak tahu kalau Adam akan memilih makan buah itu. Dalam artian Allah kaget dan cepat-cepat membuat plan B dengan cara memberikan keselamatan melalui anak-Nya.
    b. Allah sudah tahu kalau Adam memilih makan buah itu. Darimana Allah tahu? Bukankah pengetahuan Allah itu pasti ? Berarti adam pasti akan tergoda oleh si Hawa. Karena pengetahuan Allah tidak mungkin salah dg kata lain pasti terjadi. Kalau begitu dosa memang sengaja ditentukan untuk masuk ke dalam dunia. Sehingga Allah dapat menyatakan rencana kekal-Nya.
    Yang mana yang lebih Alkitabiah? Kalau saya jelas poin B. Karena ada dukungan Alkitab, walaupun secara pikiran tidak logis dan menganggap itu sekenario atau sperti permainan tapi itu Alkitabiah.
    Ada satu ayat dimana Allah sudah membuat rencana dengan pasti sebelum ada Hawa bahkan sebelum dunia dijadikan.
    "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Efesus 1:4


    Tahap 1

    -Artinya Allah merendah,
    ..kata "KITA" berarti bersama dengan Bala Tentara Surga..

    Tahap 2..

    -Bala Tentara surga masih ada peluang akan melakukan perbuatan dosa, akan tetapi Allah tidak akan pernah melakukan dosa..
    -Bala Tentara surga bukan "ROBOT" artinya Bala tentara Surga mampu berfikir dengan sendirinya.. yg dapat memilih.. mengetahui mana yg baik dan salah..

    Tahap 3..
    -Tuhan menciptakan manusia tidak disamakan seperti Robot yg bergerak hanya karena perintah atau pun karena Remot..
    -Jika Allah berkata "AKU" maka manusia yg diciptakan itu tidak ada bedanya dengan Tuhan yang tidak akan pernah berbuat dosa.. sementara Bala tentara surga masih saja berpeluang untuk berbuat dosa..

    Tahap Terakhir..
    -Mengapa kita manusia tidak tinggal di surga saja bersama Bala tentara surga..?

    Sudah siapkah kita untuk hidup tanpa berbuat dosa sedikitpun..?
    di surga itu tidak ada perbuatan dosa..mungkin saat ini Bala tentara surga sanggup tidak berbuat dosa sehingga Bala tentara surga itu tinggal di surga..

    Berbeda dengan kita manusia yg masih rapuh mudah jatuh kedalam dosa..

    Lantas apakah Allah Tahu bahwa Adam akan memakan buah itu..?
    Jelas YA.. sebab Allah tidak berkata "AKU" dan tidak menciptakan "Robot" artinya perbuatan dosa yg dilakukan Adam atau manusia lainnya itu bukan karena Allah memencet Remot atau bukan karena perintah Allah atau bukan karena kehendak Allah, melainkan karena Allah menciptakan kita sama dengan Bala Tentara surga yg masih berpeluang berbuat dosa karena memiliki pikiran yg dapat berpikir sendiri..
    Jadi,, perbuatan dosa manusia itu tidak ada hubungannya dengan Allah dan tidak ada hubungannya dosa dengan kesengajaan Allah membuat kita berdosa..

    Dan Allah juga tahu akan adanya Juru selamat yg akan membuat kita layak tinggal di surga kelak..

    Maaf jika tulisannya agak sulit dipahami..

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • JONY310

    20 Desember 2015

    Hahaa... liar gpp bro, tp sakit jiwa sih jgn sampe lah.. Alkitab blg jgn memikirkan perkara yg diluar jangkauan kita. Nah mlm ini spertinya sy dpt sesuatu hal yg baru... share ya moga ga bingung hahahaa..

    Diantaranya bejibun predikat atau sifat Tuhan, diantaranya : Maha Baik, Maha Pencipta. Artinya jika tidak mencipta, tdk melakukan kebaikan, itu pasti bukan Tuhan. Maka dari itu Tuhan selalu berkarya, dari dulu hingga selama2nya. Dan karya cipta paling istimewa-Nya adalah manusia. Jadi ini bukan soal mengapa Tuhan ciptain manusia, tp lebih kpd sifat Tuhan yg memang adalah Pencipta, selalu mencipta dan mencipta. Pasti yg diciptakan adalah kebaikan.

    Dalam ke Maha Segalanya, Ia bisa melakukan apa saja trmasuk hal2 yg jahat. Tapi Ia tdk melakukan itu (bukan tdk mau atau tdk bisa) tetapi dikarenakan Ia Maha Kasih. Jadi sifat ke Maha Segalanya itu rupanya saling merangkai membentuk satu pemahaman ttg sifat2 Tuhan yg kita ketahui saat ini. jd Tuhan bukan dikekang oleh ke Maha Segalanya yg saling kontradiksi, tapi justru menjalin satu kesatuan yg Maha Dahsyat. Sama sperti merangkai seutas tali, satu kekiri sau kekanan.

    Dalam ke Maha Tahuan-Nya, Ia pasti tahu bhwa manusia yg diciptakanNya akan jatuh dalam dosa. Tp Ia tdk melakukan itu (bukan tidak mau atau tidak bisa) tetapi karena Ia Maha Adil & Bijaksana, memberikan manusia kehendak bebas utk melakukan apa saja sperti diri-Nya. Contoh, apakah saya tahu bhwa saya akan mengedipkan mata 1 detik lagi? ya pasti tahu walaupun itu belum terjadi, tapi belum tentu kita mau melakukannya. Rumit ga ya hahaa...

    Manusia dgn kehendak bebasnya bisa melakukan apa saja termasuk dosa tetapi seharusnya manusia tidak melakukannya (bukan tdk mau atau tdk bisa) tetapi karena manusia juga memiliki kasih. Ini dimungkinkan karena manusia diciptakan sama & serupa dengan Allah. Tapi sifat2 ilahi yg diturunkan Allah dan kehendak bebas yg manusia miliki itu rupanya gagal membentuk satu rangkaian dahsyat sperti yg Allah miliki.

    Sifat Maha Pencipta dan Maha KasihNya kembali bekerja memberikan manusia solusi agar kembali ke rancangan semula. Apakah berarti Allah turut bertanggungjawab karena telah merancang manusia utk punya potensi jatuh dalam dosa? Disini jawaban Ya atau Tidak, tidak lagi menjadi penting karena Allah telah membuat karya keselamatan, walaupun sy menjawab Ya. Apakah Allah jahat jika akhirnya ada manusia yg tidak terselamatkan? Tidak. itu adalah pilihan dari manusia itu sendiri. Justru Allah dikatakan jahat jika tidak memberikan kehendak bebas kpd manusia, krna itu artinya Ia mengekang manusia, walaupun utk tujuan yg baik.

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    JONY310 tulis:

    Apakah berarti Allah turut bertanggungjawab karena telah merancang manusia utk punya potensi jatuh dalam dosa? Disini jawaban Ya atau Tidak, tidak lagi menjadi penting karena Allah telah membuat karya keselamatan, walaupun sy menjawab Ya. Apakah Allah jahat jika akhirnya ada manusia yg tidak terselamatkan? Tidak. itu adalah pilihan dari manusia itu sendiri. Justru Allah dikatakan jahat jika tidak memberikan kehendak bebas kpd manusia, krna itu artinya Ia mengekang manusia, walaupun utk tujuan yg baik.

    Yap betul.. karena Tuhan tidak berkata "Serupa dan segambar dengan AKU"
    Akan tetapi Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan KITA"
    Jika
    Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan AKU" maka kita manusia yg diciptakanNya tidak akan berpotensi melakukan dosa apapun..

    Namun Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan KITA"
    artinya kita manusia sama dengan Bala Tentara Surga yg dapat berpotensi melakukan perbuatan dosa.
    Dan Tuhan juga tidak menciptakan kita sama seperti ROBOT..
    Artinya Robot bergerak hanya karena ada suatu perintah atau kehendak operatornya..
    Artinya Segala perbuatan dosa kita itu bukan atas perintah atau kehendak Tuhan..
    Sebab manusia diciptakan sama dengan Bala Tentara surga yg dapat berfikir sendiri dan menentukan pilihannya sendiri..
    Di surga tidak ada perbuatan dosa..
    Dan Apakah kita manusia sudah sanggup untuk tidak melakukan perbuatan dosa..
    jelas jawabannya Belum sanggup,
    mangkanya kita tidak berada di surga seperti Bala Tentara Surga..
    Namun Tuhan ingin Kita manusia Tinggal di Surga dan Tuhan juga Tahu suatu saat akan ada Juru selamat yg akan membuat manusia layak tinggal di surga, dengan ketentuan tidak lg melakukan dosa..

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • INDIE598

    20 Desember 2015

    Maaf temen2 ak member baru mau ikut nimbrung di topic ini.. Slm kenal smua :)

    Tentang keselamatan ak sendiri pnya pendapat begini, ak melihat tentang manusia scara universal "ada tertulis, kasihilah sesamamu manusia, seperti kamu mengasihi dirimu sendiri" (dmn Allah menciptakan manusia tidak cm 1 golongan, ras, suku, agama tetapi beragam) ak sangat setuju dgn pendapat temen2 bahwa Allah memberi kehendak bebas kpd manusia mnurut iman nya masing2 untuk melanggar atau mengikuti perintah Nya. Krn itu Allah jg memberikan konsekuensi dgn menciptakan surga dan neraka.

    Kita beruntung dgn iman kekristenan kita d materaikan ada surga buat kita.. Tp balik lg kpd kehendak bebas manusia, jika manusia sudah d materaikan tetapi perbuatan nya di dunia tidak d landasi kasih apa konsekuensi nya?  Krn Yesus sendiri mengajarkan untuk bertindak berdasarkan kasih, ak pun tidak bisa menjawab apakah konsekuensinya krn  bahasan kita mnurut cara pandang kita sbgai manusia dmn manusia ada d dimensi ruang dan wktu (segala sesuatu hrs dgn logika yg masuk akal) sedangkan Allah berkehendak mnurut ke MAHA an Nya.

    Menelisik ke manusia ada d dimensi ruang dan wktu, ada pertanyaan "apakah Allah itu ada?  Pasti dari kita smua jawab ada, *ada dimana Allah?  Di surga, lalu dmn surga itu? Disini pasti kita sudah tidak bisa menjawab dgn logika, krn disini kita membahas dr sisi kita sbgai manusia yg terbatas, karena Allah sendiri lebih dari dimensi kita, dimensi yg tak terbatas.

    Oleh krn itu ak tidak bisa menjawab apakah keselamatan akan kita dapat hanya lewat iman kekristenan kita (belajar dr agama lain pun smua mngatakan hal serupa "akan ada keselamatan jika mengikuti agama misal islam) mohon maaf jika ada yg tidak spendapat dgn cara pandang aku yg terbatas blm bisa memaknai ayat2 Alkitab.

    Berkah Dalem :)

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Tidak ada salahnya juga mencoba belajar ttg keselamatan dari agama sebelah,, aku sendiri begitu, aku mempelajari keselamatan dari al-quran beserta hadis.. bahkan al-quran dan hadis dari luar pun aku pelajari..

    INDIE598 tulis:


    Oleh krn itu ak tidak bisa menjawab apakah keselamatan akan kita dapat hanya lewat iman kekristenan kita (belajar dr agama lain pun smua mngatakan hal serupa "akan ada keselamatan jika mengikuti agama misal islam) mohon maaf jika ada yg tidak spendapat dgn cara pandang aku yg terbatas blm bisa memaknai ayat2 Alkitab.

    Berkah Dalem :)

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Tapi keselamatan dari agama sebelah tidak masuk akal dan penuh perbuatan dosa.. jadi aku tak tertarik dan tak percaya keselamatan dari agama sebelah..

  • SETIADI628

    20 Desember 2015

    JONY310 tulis:

    Hahaa... otak ogut kaga nyampe bro...

    Hati kecil saya tidak memilih a maupun b, karena dua2nya spertinya "merusak" image Allah yg maha bijaksana, maha adil, maha kasih, konsisten dgn hukum2Nya. Tapi sy sendiri ga punya jawabannya hahaaa..

    Kalo mengenai "dipilih sebelum dunia dijadikan" sy punya argumennya. Menurut sy, kata "dipilih" tdk berbicara ttg subjectnya, tapi role nya. Misal, para investor meeting hendak membangun sebuah perusahaan. Dibahas jg bhwa nanti akan ada 10 karyawan teladan yg berhak mendapatkan saham istimewa. Setelah perusahaan berjalan 5 tahun, 10 karyawan mendapatkan saham tsb. Nah para karyawan itu bs blg "ternyata kitalah karyawan pilihan itu yg telah ditentukan investor  jauh sebelum perusahaan ini dibangun utk mendapatkan saham istimewa" Jadi lebih ke bahasa penyampaian yg bisa ditafsirkan dr berbagai sisi. itu pemahamanku sih :-)

    Kita perlu membedakan antara prestasi dengan anugerah.
    Prestasi berarti seorang karyawan yang teladan diberikan SAHAM.
    Anugerah berarti karyawan yang bodoh, jahat, curang diberikan kesempatan duduk di eksekutif (diangkat derajat dirinya dan dikasih SAHAM) Inilah yang dikerjakan Allah dlm Kristus Yesus.
    Prestasi orang itu berusaha melakukan sesuatu. Anugerah orang itu diberi belas kasihan.
    Inilah yang dimaksud Paulus:
    1. Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

    2. Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

    3. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

    4. Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

    5. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
    Roma 4:1-5


    Dalam ilustrasi bro Jony yang saya garis bawahi diatas, saya berpikir bahwa iman seperti itu adalah yang seperti Katolik. Yaitu iman + perbuatan baik. Inilah yang ditentang habis-habisan oleh reformator "Martin Luther" bahwa perbuatan baik tidak punya "andil" dlm keselamatan. Paulus dengan jelas mengatakan bahwa " Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9. Inilah esensi iman Kristen.
    Sekarang pertanyaannya? Kalau tidak ada manusia yang datang mencari Allah, kalau tidak ada manusia yang berinisiatif mencari Allah ? Bagaimanakah dikatakan bahwa oleh "teladan" manusia bisa "mencapai" keselamatan itu? Sedangkan bahwa dikatakan Alkitab, Allah lah yang mencari manusia. Semuanya adalah inisiatif Allah.
    Lalu sekarang kalau keselamatan hanya oleh iman (saya harap semua setuju), lalu dari mana iman itu datang? Darimana manusia bisa percaya / melembutkan hatinya untuk merendahkan diri mengakui Yesus adalah Tuhan?
    Bukankah itu semua dari Roh Kudus?
    "Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 1 Korintus 12:3

    Rasul Paulus sendiri mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran oleh Firman. Lantas siapa yang mengerjakan Firman itu kalau bukan Roh Kudus? Apakah kehendak manusia yang dikotori dosa mampu bangkit menjawab panggilan Tuhan kalau Roh Kudus tidak menjamah hidupnya?

    maka kita perlu kembali kepada peristiwa Yesus dan Nikodemus. Yesus mengatakan,  Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Yohanes 3:3.   Bukankah jika seseorang tidak dilahirkan kembali (tentunya oleh Roh Kudus) dia tidak dapat mengakui Yesus Tuhan dan mengenal Tuhan Yesus? Dan bukankan orang tersebut belum diselamatkan?

    lalu apakah perbuatan baik itu merupakan SYARAT untuk menerima keselamatan? Saya tidak percaya hal ini. Justru Perbuatan baik adalah konsekuensi atau buah dari keselamatan. Inilah yang dikerjakan oleh Roh Kudus dlm hidup orang2 pilihan atau yang telah menerima keselamatan dari Tuhan. Paulus sendiri juga masih bergumul dengan kelemahannya, apakah Paulus tidak yakin akan keselamatannya? Justru ia teguh bahwa keselamatan yang diberikan Tuhan itu kekal.

    Kalau begitu apakah kita masih dapat bermegah, bahwa perbuatan baik kita adalah syarat menerima KARCIS KESELAMATAN surga?  Alkitab justru berkata sebaliknya, hanya iman.
    Lalu apakah yang terjadi setelah manusia pilihan Allah diselamatkan?
    Apakah Allah meninggalkannya begitu saja ? Disinilah anugerah itu bukan hanya sekali hadir mengubah orang itu, tetapi juga mendidik, mendisiplin hingga orang tersebut  menunjukkan perubahan yang progresif menjadi serupa dengan Kristus. Kalau orang Kristen menolak Tuhan berarti dia bukan pengikut Kristus sejati. Karena ada domba dan kambing. Ada lalang dan gandum. Ada Kristen sejati ada KTP.

    Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh salah satu penulis terkenal ini:

    "Keselamatan tak terpisah dengan disiplin rohani. Anugerah yang menyelamatkan kita, mendisiplin kita juga. Tidak dilakukannya hal yang satu tanpa yang lain. Artinya, Allah tidak pernah menyelamatkan orang, lalu meninggalkan mereka untuk melanjutkan hidup yang tidak dewasa dan berdosa. Orang yang diselamatkan-Nya didisiplin-Nya pula - Jerry Bridges.

    20 Desember 2015 diubah oleh SETIADI628

  • SETIADI628

    20 Desember 2015

    Saya setuju belajar mengenai doktrin keselamatan dari berbagai agama itu bagus. Disana kita bisa membandingkan bahwa Alkitab yang adalah firman Allah jelas mengatakan iman Kristen punya keselamatan yang berbeda dari semua agama. Ada agama berkata perlu amal dan perbuatan baik, sehingga itu tidak membawa keyakinan akan keselamatannya karena belum tahu apakah dia nanti bisa mempertahankan perbuatan baiknya lebih banyak dari perbuatan dosanya. Ada agama yang berkata keselamatan merupakan lepasnya roh manusia dari perangkap tubuh/materi. Ini pun juga tidak jelas. Dan banyak lain cara-cara keselamatan menurut versi agama yang berbeda.
    namun mengapa Iman Kristen menjanjikan keselamatan yang sesungguhnya?
    Oleh karena Allah langsung datang mencari manusia untuk diselamatkan. Dan disni hendaknya pemahaman kita harus dikuatkan lebih dulu sehingga iman Kristen adalah yang paling unik, walau terkesan klaim sombong namun faktanya memang begitu kalau kita mempercayai Alkitab sebagai firman Allah yang tidak pernah salah.

    Ilustrasinya mungkin bisa digambarkan seperti ini:
    Kalau kita mau masuk gedung putih maka kita diharuskan memiliki persyaratan yang banyak. Tentunya saking banyaknya persyaratan itu dan karena salah satunya adalah harus mampu bertahan hidup dalam waktu 1 bulan :-D untuk dikubur dalam tanah. Mustahil lah.. Maka Presiden Obama pun berbelas kasihan dan mengirimkan langsung anaknya untuk mendatangi orang2 tersebut dan memberikan suatu anugerah agar diberikan karcis mengunjungi gedung putih bertemu dengan Presiden Obama.
    Demikianlah kurang lebihnya Allah datang kepada manusia karena tidak mampunya manusia itu untuk mendatangi Allah karena dosa-dosa-Nya.  Maka Allah lah yang berinisiatif sendiri cari manusia...what a wonderful Christian faith is !

    LAMSIHAR119 tulis:

    Tidak ada salahnya juga mencoba belajar ttg keselamatan dari agama sebelah,, aku sendiri begitu, aku mempelajari keselamatan dari al-quran beserta hadis.. bahkan al-quran dan hadis dari luar pun aku pelajari..

    20 Desember 2015 diubah oleh SETIADI628

  • SETIADI628

    20 Desember 2015

    Apa arti ‘Kita’ dalam Kej 1:26? Ada yang mengartikan ‘Kita’ sebagai ‘Allah + malaikat’. Tetapi ini tidak mungkin. Mengapa?

    * Kalau di artikan bahwa bisa berdosa seperti malaikat, tetapi mengapa pakai kata "KITA" ? bukankah KITA itu juga dimaksudkan seperti Allah? Nah gambar / rupa manusia itu seperti Allah atau Malaikat ? Mana yang benar? Masak Allah disamakan seperti Malaikat?

    * Tidak mungkin Allah berunding dengan ciptaanNya / minta nasehat dari ciptaanNya, karena kalau demikian maka akan bertentangan dengan ayat-ayat di bawah ini.

    Yes 40:13-14 - “Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?”

    Ro 11:34 - “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?”.

    * Kalau kata ‘Kita’ menunjuk kepada ‘Allah dan malaikat’, maka itu berarti bahwa:

    -- Allah adalah pencipta / creator dan malaikat adalah rekan pencipta (co creator).

    -- Manusia dicipta menurut gambar dan rupa malaikat.

    Kedua kesimpulan ini jelas tidak alkitabiah.

    * Kej 1:26 mengatakan ‘gambar dan rupa Kita’; Kej 1:27 mengatakan ‘gambarNya’ dan ‘gambar Allah’. Jadi jelas bahwa kata ‘Kita’ dan ‘Nya’ menunjuk kepada Allah sendiri.

    Kej 1:26 ini menjadi salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal. Karena kita mempunyai Allah Tritunggal, maka untuk diri Allah bisa digunakan kata ganti orang bentuk tunggal maupun bentuk jamak.

    Apa artinya manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah?
    Manusia adalah makhluk intelek.

    Manusia adalah makhluk bermoral. Ini berarti bahwa bagi manusia ada baik atau jahat, suci atau berdosa. Bagi binatang hal ini tidak ada, karena binatang bukanlah makhluk bermoral.

    Manusia adalah makhluk kekal. Manusia memang tidak kekal ke depan, karena ia mempunyai titik awal. Tetapi manusia mempunyai sifat kekal ke belakang, karena sesudah mati ia akan tetap ada, atau di surga atau di neraka.

    JADI bukan berarti bahwa manusia di cipta sesuai dengan gambar Allah itu maksudnya tidak bisa berdosa, bukan demikian. Tidak ada Alkitab menyatakan begitu. Malaikat itu kan juga dicipta, nah dicipta menurut gambar siapa? Bukankah gambar itu menyatakan perwakilan dan bukannya "MASTER" nya? Kalau masternya sempurna gambar tidaklah demikian. Ada beda antara Master dengan salinan/gambar. Ada beda juga antara Allah dengan malaikat dan manusia.

    Dalam Argumentasi saya diatas juga tidak mengatakan bahwa manusia adalah ROBOT. Tetapi justru karena kemahatahuan-Nya Allah maka Ia tahu segala sesuatu sebelum manusia itu berbuat sesuatu. Jadi ketika Allah tahu bahwa manusia itu akan melakukan sesuatu seperti itu maka itu bukan atas tindakan Aktif Allah. Oleh karena banyak sekali pengaruh - pengaruh dalam dunia ini termasuk hukum2 naturalNya, iblis, dan peristiwa -peristiwa yang terjadi disekitar manusia, dan itu semua mempengaruhi keputusan2 manusia.  Walaupun manusia tetap melakukan sesuatu dengan kehendak bebasnya ia tetap menggenapi rencana Allah. Saya beri contohnya:

    Dalam hal ini mengenai Tentara waktu penyaliban Yesus yang tidak mematahkan kaki Yesus tetapi menusuk tombak lambungnya. Perlu diketahui bahwa biasanya para orang yang disalib akan diremukkan kakinya supaya memastikan bawa mereka tidak lagi dapat berjalan ketika kemungkinan mereka pingsan dan hidup kembali.
    Jadi mereka melakukan itu pun sesuai dengan kehendak bebasnya dan disaat yang sama rencana Allah tergenapi.

    Charles Haddon Spurgeon: (tentang tentara yang tidak mematahkan kaki Kristus tetapi menusukNya dengan tombak - Yoh 19:33-34).

    “They acted of their own free will, and yet at the same time they fulfilled the eternal counsel of God. Shall we never be able to drive into men’s mind the truth that predestination and free agency are both facts? Men sin as freely as birds fly in the air, and they are altogether responsible for their sin; and yet everything is ordained and foreseen of God. The foreordination of God in no degree interferes with the responsibility of man. I have often been asked by persons to reconcile the two truths. My only reply is - They need no reconciliation, for they never fell out. Why should I try to reconcile two friends? Prove to me that the two truths do not agree. In that request I have set you a task as difficult as that which you propose to me. These two facts are parallel lines; I cannot make them unite, but you cannot make them cross each other” (= Mereka bertindak dengan kehendak bebas mereka, tetapi pada saat yang sama mereka menggenapi rencana yang kekal dari Allah. Apakah kita tidak akan pernah bisa menancapkan ke dalam pikiran manusia kebenaran bahwa predestinasi dan kebebasan agen / manusia dua-duanya merupakan fakta? Manusia berbuat dosa sebebas burung-burung yang terbang di udara, dan mereka semuanya bertanggung jawab untuk dosa mereka; tetapi segala sesuatu ditetapkan dan dilihat lebih dulu oleh Allah. Penetapan lebih dulu dari Allah sama sekali tidak mengganggu tanggung jawab manusia. Saya sering ditanya oleh orang-orang untuk mendamaikan dua kebenaran ini. Jawaban saya hanyalah - Mereka tidak membutuhkan pendamaian, karena mereka tidak pernah bertengkar. Mengapa saya harus mendamaikan 2 orang sahabat? Buktikan kepada saya bahwa dua kebenaran itu tidak setuju / cocok. Dalam permintaan itu saya telah memberimu suatu tugas yang sama sukarnya seperti yang kaukemu-kakan kepada saya. Kedua fakta ini adalah garis-garis yang paralel; saya tidak bisa membuat mereka bersatu, tetapi engkau tidak bisa membuat mereka bersilangan) - ‘A Treasury of Spurgeon on The Life and Work of Our Lord, vol VI - The Passion and Death of Our Lord’, hal 670-671.

    LAMSIHAR119 tulis:

    Yap betul.. karena Tuhan tidak berkata "Serupa dan segambar dengan AKU"
    Akan tetapi Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan KITA"
    Jika
    Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan AKU" maka kita manusia yg diciptakanNya tidak akan berpotensi melakukan dosa apapun..

    Namun Tuhan berkata "Serupa dan segambar dengan KITA"
    artinya kita manusia sama dengan Bala Tentara Surga yg dapat berpotensi melakukan perbuatan dosa.
    Dan Tuhan juga tidak menciptakan kita sama seperti ROBOT..
    Artinya Robot bergerak hanya karena ada suatu perintah atau kehendak operatornya..
    Artinya Segala perbuatan dosa kita itu bukan atas perintah atau kehendak Tuhan..
    Sebab manusia diciptakan sama dengan Bala Tentara surga yg dapat berfikir sendiri dan menentukan pilihannya sendiri..
    Di surga tidak ada perbuatan dosa..
    Dan Apakah kita manusia sudah sanggup untuk tidak melakukan perbuatan dosa..
    jelas jawabannya Belum sanggup,
    mangkanya kita tidak berada di surga seperti Bala Tentara Surga..
    Namun Tuhan ingin Kita manusia Tinggal di Surga dan Tuhan juga Tahu suatu saat akan ada Juru selamat yg akan membuat manusia layak tinggal di surga, dengan ketentuan tidak lg melakukan dosa..

    20 Desember 2015 diubah oleh SETIADI628

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    SETIADI628 tulis:

    Apa arti ‘Kita’ dalam Kej 1:26? Ada yang mengartikan ‘Kita’ sebagai ‘Allah + malaikat’. Tetapi ini tidak mungkin. Mengapa?

    * Kalau di artikan bahwa bisa berdosa seperti malaikat, tetapi mengapa pakai kata "KITA" ? bukankah KITA itu juga dimaksudkan seperti Allah? Nah gambar / rupa manusia itu seperti Allah atau Malaikat ? Mana yang benar? Masak Allah disamakan seperti Malaikat?

    * Tidak mungkin Allah berunding dengan ciptaanNya / minta nasehat dari ciptaanNya, karena kalau demikian maka akan bertentangan dengan ayat-ayat di bawah ini.

    Yes 40:13-14 - “Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?”

    Ro 11:34 - “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya?”.

    * Kalau kata ‘Kita’ menunjuk kepada ‘Allah dan malaikat’, maka itu berarti bahwa:

    -- Allah adalah pencipta / creator dan malaikat adalah rekan pencipta (co creator).

    -- Manusia dicipta menurut gambar dan rupa malaikat.

    Kedua kesimpulan ini jelas tidak alkitabiah.

    * Kej 1:26 mengatakan ‘gambar dan rupa Kita’; Kej 1:27 mengatakan ‘gambarNya’ dan ‘gambar Allah’. Jadi jelas bahwa kata ‘Kita’ dan ‘Nya’ menunjuk kepada Allah sendiri.

    Kej 1:26 ini menjadi salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal. Karena kita mempunyai Allah Tritunggal, maka untuk diri Allah bisa digunakan kata ganti orang bentuk tunggal maupun bentuk jamak.

    Apa artinya manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah?
    Manusia adalah makhluk intelek.

    Manusia adalah makhluk bermoral. Ini berarti bahwa bagi manusia ada baik atau jahat, suci atau berdosa. Bagi binatang hal ini tidak ada, karena binatang bukanlah makhluk bermoral.

    Manusia adalah makhluk kekal. Manusia memang tidak kekal ke depan, karena ia mempunyai titik awal. Tetapi manusia mempunyai sifat kekal ke belakang, karena sesudah mati ia akan tetap ada, atau di surga atau di neraka.

    JADI bukan berarti bahwa manusia di cipta sesuai dengan gambar Allah itu maksudnya tidak bisa berdosa, bukan demikian. Tidak ada Alkitab menyatakan begitu. Malaikat itu kan juga dicipta, nah dicipta menurut gambar siapa? Bukankah gambar itu menyatakan perwakilan dan bukannya "MASTER" nya? Kalau masternya sempurna gambar tidaklah demikian. Ada beda antara Master dengan salinan/gambar. Ada beda juga antara Allah dengan malaikat dan manusia.

    Dalam Argumentasi saya diatas juga tidak mengatakan bahwa manusia adalah ROBOT. Tetapi justru karena kemahatahuan-Nya Allah maka Ia tahu segala sesuatu sebelum manusia itu berbuat sesuatu. Jadi ketika Allah tahu bahwa manusia itu akan melakukan sesuatu seperti itu maka itu bukan atas tindakan Aktif Allah. Oleh karena banyak sekali pengaruh - pengaruh dalam dunia ini termasuk hukum2 naturalNya, iblis, dan peristiwa -peristiwa yang terjadi disekitar manusia, dan itu semua mempengaruhi keputusan2 manusia.  Walaupun manusia tetap melakukan sesuatu dengan kehendak bebasnya ia tetap menggenapi rencana Allah. Saya beri contohnya:

    Dalam hal ini mengenai Tentara waktu penyaliban Yesus yang tidak mematahkan kaki Yesus tetapi menusuk tombak lambungnya. Perlu diketahui bahwa biasanya para orang yang disalib akan diremukkan kakinya supaya memastikan bawa mereka tidak lagi dapat berjalan ketika kemungkinan mereka pingsan dan hidup kembali.
    Jadi mereka melakukan itu pun sesuai dengan kehendak bebasnya dan disaat yang sama rencana Allah tergenapi.

    Charles Haddon Spurgeon: (tentang tentara yang tidak mematahkan kaki Kristus tetapi menusukNya dengan tombak - Yoh 19:33-34).

    “They acted of their own free will, and yet at the same time they fulfilled the eternal counsel of God. Shall we never be able to drive into men’s mind the truth that predestination and free agency are both facts? Men sin as freely as birds fly in the air, and they are altogether responsible for their sin; and yet everything is ordained and foreseen of God. The foreordination of God in no degree interferes with the responsibility of man. I have often been asked by persons to reconcile the two truths. My only reply is - They need no reconciliation, for they never fell out. Why should I try to reconcile two friends? Prove to me that the two truths do not agree. In that request I have set you a task as difficult as that which you propose to me. These two facts are parallel lines; I cannot make them unite, but you cannot make them cross each other” (= Mereka bertindak dengan kehendak bebas mereka, tetapi pada saat yang sama mereka menggenapi rencana yang kekal dari Allah. Apakah kita tidak akan pernah bisa menancapkan ke dalam pikiran manusia kebenaran bahwa predestinasi dan kebebasan agen / manusia dua-duanya merupakan fakta? Manusia berbuat dosa sebebas burung-burung yang terbang di udara, dan mereka semuanya bertanggung jawab untuk dosa mereka; tetapi segala sesuatu ditetapkan dan dilihat lebih dulu oleh Allah. Penetapan lebih dulu dari Allah sama sekali tidak mengganggu tanggung jawab manusia. Saya sering ditanya oleh orang-orang untuk mendamaikan dua kebenaran ini. Jawaban saya hanyalah - Mereka tidak membutuhkan pendamaian, karena mereka tidak pernah bertengkar. Mengapa saya harus mendamaikan 2 orang sahabat? Buktikan kepada saya bahwa dua kebenaran itu tidak setuju / cocok. Dalam permintaan itu saya telah memberimu suatu tugas yang sama sukarnya seperti yang kaukemu-kakan kepada saya. Kedua fakta ini adalah garis-garis yang paralel; saya tidak bisa membuat mereka bersatu, tetapi engkau tidak bisa membuat mereka bersilangan) - ‘A Treasury of Spurgeon on The Life and Work of Our Lord, vol VI - The Passion and Death of Our Lord’, hal 670-671.

    Hahaha,, masak sih penjelasan sy dikatakan tidak Alkitabiah,,
    Bro,, pernyataan yg mengatakan KITA adalah pribadi Allah itu sendiri justru menurut sy yg tidak Alkitabiah bahkan tidak berdasarkan FAKTA.. maaf sebelumnya,, kita diskusi baik2,, sy tidak marah,, sy senang kalau membahas soal ini..

    Coba bro perhatikan

    Kej 1:26

    Ayat itu ada di YAhudi dan ada juga di Kristen..
    Simple kalau sy katakan penjelasan bro tidak sesuai FAKTA Sejarah..
    Ayat tersebut sudah ada 3500 tahun sebelum Masehi..

    Lantas apakah selama 3500 tahun sebelum masehi itu manusia telah menganut TRINITAS..?
    Bagaimana dengan Yahudi yg juga menggunakan ayat tsbut dlm kitab Tanakh mereka..?
    Apa Yahudi juga menganut Trinitas..?

    Next sy akan berikan beberapa bukti bahwa penjelasan sy itu lah yg Alkitabiah..

    Ibrani 2:7
    Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

    Mazmur 8:5
    Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (ini artinya kita manusia masih belum sama karena manusia masih berpotensi melakukan dosa)

    Kejadian 3:22
    Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, (apakah Tuhan Yesus saat itu sudah datang menjadi manusia, berarti bukan merujuk ke Pribadi Putra ataupun Tuhan Yesus) tahu tentang yang baik dan yang jahat, maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan s itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." (jelas disini Allah sedang berbicara dengan Bala tentara surga)

    Matius 25:31
    Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan "semua malaikat bersama-sama dengan Dia", maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Pernah nonton Koki masak Gulai ayam  di TV..

    Kokinya berkata seperti ini,,

    "Baiklah,, kita sekarang membuat Gulai Ayam"

    Sy yakin bro tidak mengatakan org2 disekitar koki itu menjadi pembuat Gulai ayam..
    Dan sy harap juga bro tdk mengatakan si Koki berunding dengan org2 disekitarnya untuk membuat gulai ayam..

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • SETIADI628

    20 Desember 2015

    Bro, tunggu dulu sblumnya saya ingin tahu bro dari gereja mana ya? Thanks before utk infonya.
    Kalau dari ayat - ayat yang dari bro kasihkan itu bukan sama sekali berbicara mengenai rupa manusia yang seperti malaikat. Konteks ayat itu bukan berbicara mengenai rupa manusia seperti malaikat. Tolong tidak ada sarjana Alkitab yang benar benar teliti memakai ayat ini sebagai pembenaran atas konsep/teori bahwa manusia mirip malaikat. Mari bro saya suguhkan ayatnya lengkap (jangan asal main comot bro nanti artinya bberubah) ulang untuk dibaca sungguh - sungguh :
    Ibrani 2

    1. Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

    2. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

    3. bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

    4. Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

    5. Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.

    6. Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

    7. Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

    8. segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

    9. Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

    Perhatikan ayat 9, terutama yang saya kasih garis bawah. Bukan ingin menunjukkan manusia seperti rupa malaikat. Namun menunjukkan bahwa Yesus yanga dalah Allah, yang punya kemuliaan di kekekalan bersama Allah,. waktu turun ke dunia, dijadikan sedikit lebih rendah kedudukannya dari Malaikat. Karena ia merendahkan diri-Nya sebagai manusia.
    Saya tidak habis pikir dengan penafsiran bro tadi.

    Argumentasi saya juga belum dijawab:
    Saya mengatakan mengapa kalau manusia itu mirip malaikat yang bisa berdosa, harus memakai kata KITA, Kita disitu siapa aja sih (yang pasti menurut bro adalah Allah dan Malaikat) ? Logikanya saya sederhanakan biar dimengerti oleh bro !
    Bro Jony, bro Lamsihar dan Saya adalah Anggota komunitas Jodoh Kristen. Lalu saya mengajak teman yang belum gabung, supaya bergabung dengan jodoh kristen. Saya berkata padanya, begini "Marilah kamu bergabung dengan KITA di jodoh kristen ini."
    Yang jadi pertanyaan? Siapa itu kita? Saya, Bro Jony, Bro Lamsihar. Bukankah ke 3 orang ini anggota jodoh Kristen? Mungkinkah kalau cuma saya saja yang  anggota JK berkata KITA (termasuk bro Jony dan Lam) sebagai kata ganti kepada orang baru tersebut? Kalau cuma saya yang anggota JK tentunya , Mari bergabung seperti Aku telah bergabung di JK).
    Misalkan saya ikuti logika bro tadi: Allah berunding dengan Malaikat (gak mungkin donk malaikat yang berunding sendiri hehe..), lalu kata Allah, " Marilah kita menjadikan manusia seperti gambar dan rupa kita."  Pertanyaannya siapa kita? Oke Allah dan Malaikat. (Dengan asumsi menurut bro kalau mirip Allah itu tidak mungkin berdosa, kalau mirip malaikat itu bisa berdosa).
    Oke kita pikir: Lalu kalau Allah mengatakan mirip seperti KITA itu ya berarti MIRIP kayak Allah dan Malaikat (kalau benar Allah berunding dengan malaikat tapi saya tidak percaya itu). Masakkan Allah mengatakan Mirip kayak kita, tapi jadinya mirip kayak malaikat ? Apa kata dunia? Allah tidak bisa membedakan kata ganti untuk menyebut "mirip hanya sebagai malaikat sebagai kamu" ??

    Dan bro berkata begini lagi ilustrasinya, ""Baiklah,, kita sekarang membuat Gulai Ayam"

    Sy yakin bro tidak mengatakan org2 disekitar koki itu menjadi pembuat Gulai ayam..
    Dan sy harap juga bro tdk mengatakan si Koki berunding dengan org2 disekitarnya untuk membuat gulai ayam..

    Emangnya gulai ayam mau mirip kayak siapa? Mirip kayak kokinya atau mirip kayak yang diajak ngobrol itu? hahahaha... maaf , ini cuma masalah logika sebenarnya.

    LAMSIHAR119 tulis:

    Hahaha,, masak sih penjelasan sy dikatakan tidak Alkitabiah,,
    Bro,, pernyataan yg mengatakan KITA adalah pribadi Allah itu sendiri justru menurut sy yg tidak Alkitabiah bahkan tidak berdasarkan FAKTA.. maaf sebelumnya,, kita diskusi baik2,, sy tidak marah,, sy senang kalau membahas soal ini..

    Coba bro perhatikan

    Kej 1:26

    Ayat itu ada di YAhudi dan ada juga di Kristen..
    Simple kalau sy katakan penjelasan bro tidak sesuai FAKTA Sejarah..
    Ayat tersebut sudah ada 3500 tahun sebelum Masehi..

    Lantas apakah selama 3500 tahun sebelum masehi itu manusia telah menganut TRINITAS..?
    Bagaimana dengan Yahudi yg juga menggunakan ayat tsbut dlm kitab Tanakh mereka..?
    Apa Yahudi juga menganut Trinitas..?

    Next sy akan berikan beberapa bukti bahwa penjelasan sy itu lah yg Alkitabiah..

    Ibrani 2:7
    Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

    Mazmur 8:5
    Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (ini artinya kita manusia masih belum sama karena manusia masih berpotensi melakukan dosa)

    Kejadian 3:22
    Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, (apakah Tuhan Yesus saat itu sudah datang menjadi manusia, berarti bukan merujuk ke Pribadi Putra ataupun Tuhan Yesus) tahu tentang yang baik dan yang jahat, maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan s itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." (jelas disini Allah sedang berbicara dengan Bala tentara surga)

    Matius 25:31
    Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan "semua malaikat bersama-sama dengan Dia", maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

    20 Desember 2015 diubah oleh SETIADI628

  • INDIE598

    20 Desember 2015

    Keep calm temen2 :)

    Bahasan kita bukan pd dimensi kita..dlm diskusi sperti ini hanya Allah lah sumber kebenaran Sejati,  meski argument kita bersumber dr Allah sendiri.. Yg notabene bisa kita artikan mnurut pandangan tiap individual manusia yg terbatas

    Yuks mending berdoa untuk kelayakan kita menyambut sang kristus juru slamat :)

  • DCH341

    20 Desember 2015

    Kejadian 1:26..
    Pertanyaan:
    Mengapa pada ayat itu Allah berkata menggunakan kata "KITA" kenapa tidak menngunakan kata "AKU"

    Mengapa menggunakan kata "kita", bukan "aku"? Bahasa Ibrani Tuhan disini adalah "Elohim" yang artinya Tuhan dalam bentuk jamak, bukann tunggal. Artinya Bapa, Yesus dan Roh Kudus bersama-sama menciptakan manusia.

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Berarti bro tidak mengerti,,

    sebagai contoh

    * Kalau di artikan bahwa bisa berdosa seperti malaikat, tetapi mengapa pakai kata "KITA" ? bukankah KITA itu juga dimaksudkan seperti Allah? Nah gambar / rupa manusia itu seperti Allah atau Malaikat ? Mana yang benar? Masak Allah disamakan seperti Malaikat?

    Yang bilang menyamakan Malaikat dengan Allah siapa bro..?
    Sebelumnya pada komen sy sebelumnya,, Allah merendah,, coba lihat komen sy diatas.. bukan berarti Allah sama dengan Bala Tentara Surga..

    Coba lihat komen bro berikutnya

    * Tidak mungkin Allah berunding dengan ciptaanNya / minta nasehat dari ciptaanNya, karena kalau demikian maka akan bertentangan dengan ayat-ayat di bawah ini.

    anda yg berfikiran sendiri dan menyimpulkan sendiri dan itu salah bro..
    saya tak mengatakan Allah berunding dengan Malaikat atau Bala tentara Surga..

    Mangkanya saya buat contoh seperti ini,, bayangkan yaa

    Bro Pernah nonton Koki masak Gulai ayam di TV..

    Katakanlah Kokinya berkata seperti ini,,contoh

    "Baiklah,, KITA sekarang membuat  Gulai Ayam"

    dari kalimat itu apakah bro juga mengatakan org2 disekitar koki itu menjadi pembuat Gulai ayam..
    Dan apakah bro juga mengatakan si Koki berunding dengan org2 disekitarnya untuk membuat gulai ayam..

    Lantas mengapa bro mengatakan Allah berunding..??

    Sepertinya bro tidak tenang,,

    Bro mengatakan tidak ada sarjana yg sama dengan penjelasan sy yaa.?

    Bagaimana dengan komen bro yg ini=>

    Kej 1:26 ini menjadi salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal. Karena kita mempunyai Allah Tritunggal, maka untuk diri Allah bisa digunakan kata ganti orang bentuk tunggal maupun bentuk jamak.

    Kita bicara realita dan Fakta aja bro,, mungkin bro belajar dari sarjana teo lulusan indonesia yaa..dan bro tidak pernah belajar dari sarjana Teo dari luar indo yakan bro..?

    Kita pakai Logika aja.. ayat Kej 1:26  sudah ada 3500 tahun sebelum masehi..
    Lantas apakah selama 3500 tahun sebelum masehi manusia sepaham dengan maksud bro dan sepaham dengan sarjana yg bro kenal itu..?

    Jika yaa maka sy rasa bro perlu belajar lagi bro untuk menggunakan Logika..

    Sebelum Masehi tidak ada konsep Trinitas.. ini Fakta..
    Jika benar konsep yg bro maksud itu adalah dasar doktrin Allah tritunggal.. Lantas kenapa selama Yesus ada di bumi tidak menjelaskan kepada org Yahudi bahwa ayat itu adalah konsep Allah tritunggal..? ada gak bukti bahwa ayat itu adalah Allah Tritunggal..? gak ada yakan.. cuma tafsir bro.. tapi sy tidak bicara dengan tafsir tapi Fakta yg trjadi selama 3500 tahun sebelum masehi..

    Bro belajar lagi lah,, pelajari apa itu kitab Tanakh yaa bro,, pelajari kitab kejadian itu apa ada ayat kejadian itu di Yahudi, dan apakah Yahudi jaman dahulu sekonsep dengan bro..

    coba belajar lagi yaa bro..

    simple aja bro,, bro gak usah pakai ayat2 segala,,

    dan satu lagi,, bro mengatakan sesuatu akan Alkitabiah hanya jika mengeluarkan ayat2 yaa..?

    Berarti Bro belum mengerti apa arti penjelasan secara Alkitabiah..

    Bicara secara Alkitabiah bukan berarti harus ngeluarin ayat ayat Alkitab.
    Tapi isi bicaranya sesuai dengan ALkitab..

    Dan penjelasan bro bukan hanya melenceng dari Alkitab melainkan melenceng dari FAKTA sejarah mulai dari Zaman Musa hingga Yesus datang ke Dunia,, termasuk komen bro tidak sesuai dengan Yahudi saat ini yg juga menggunakan Ayat kejadian..

    Demikian,, sy tetep hargai perbedaan pendapat. sy tidak bermaksud menyudutkan melainkan sy hanya menjawab sesuai kenyataan.. dan sesuai isi Alkitab..

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • SETIADI628

    20 Desember 2015

    Saya  buktikan bahwa ayat - ayat tersebut bukan bermaksud / menunjukkan bahwa manusia dicipta serupa dan segambar dengan malaikat. Tetapi berbicara tentang anak Manusia, Yaitu Yesus yang waktu jadi manusia kedudukannya memang sedikit lebih rendah daripada malaikat, karena kerendahan hatinya.
    Ini tafsiran Ibrani 2 sebenarnya yang anda comot tadi.
    Ini saya kutipkan dari Teolog, Reformator, dan Sarjana Alkitab terkemuka:

    John Calvin (bapak reformator gereja) : There is no doubt but that the expression is capable of being understood as "little" in degree, or as "little" in time; but in the Psalm the former is evidently the meaning, and there is no reason for a different meaning here: Christ, in becoming man, assumed a nature inferior to that of angels. Many of the fathers, indeed, and some moderns, have thought that time is what is intended "for a little while"; but this is not true, for Christ continues in the nature which has assumed, though it be now refined and perfected. The inferiority of nature is admitted, but that inferiority is as it were compensated by a superiority of honor and glory.

    Barnes's Commentary :  

    Who was made a little lower than the angels. That is, as a man, or when on earth. His assumed rank was inferior to that of the angels. He took upon himself, not the nature of angels, #Heb 2:16, but the nature of man. The apostle is probably here answering some implied objections to the rank which it was claimed that the Lord Jesus had, or which might be urged to the views which he was defending. Those objections were mainly two: first, that Jesus was a man; and, secondly, that he suffered and died. If that was the fact, it was natural to ask how he could be superior to the angels? How could he have had the rank which was claimed for him? This he answers by showing, first, that his condition as a man was voluntarily assumed — " he was made lower than the angels"; and, secondly, by showing that, as a consequence of his sufferings and death, he was immediately crowned with glory and honour. This state of humiliation became him in the great work which he had undertaken, and he was immediately exalted to universal dominion — and, as Mediator, was raised to a rank far above the angels.

    Adam Clarke :   Instead of χαριτι θεου, by the grace of God, some MSS. and the Syriac have χωρις θεου, without God, or God excepted; i.e. the manhood died, not the Deity. This was probably a marginal gloss, which has crept into the text of many MSS., and is quoted by some of the chief of the Greek and Latin fathers. Several critics contend that the verse should be read thus: "But we see Jesus, who for a little while was made less than angels, that by the grace of God he might taste death for every man, for the suffering of death crowned with glory and honour." Howsoever it be taken, the sense is nearly the same: 1. Jesus Christ was incarnated. 2. He suffered death as an expiatory victim. 3. The persons in whose behalf he suffered were the whole human race; every man- all human creatures. 4. This Jesus is now in a state of the highest glory and honour.

    John Gill : that he by the grace of God should taste death for every man; that is, Christ was made a little lower than the angels by becoming man, and assuming a body frail and mortal, that he might die for his church and people: to "taste death," is a Jewish phrase, often to be met with in Rabbinical writings; see Gill on "Mt 16:28" and signifies the truth and reality of his death, and the experience he had of the bitterness of it, it being attended with the wrath of God, and curse of the law; though he continued under it but for a little while, it was but a taste; and it includes all kinds of death, he tasted of the death of afflictions, being a man of sorrows all his days, and a corporeal death, and what was equivalent to an eternal one; and so some think the words will bear to be rendered, "that he by the grace of God might taste of every death"; which rendering of the words, if it could be established, as it is agreeable to the context, and to the analogy of faith, would remove all pretence of an argument from this place, in favour of the universal scheme: what moved God to make him lower than the angels, and deliver him up to death, was not any anger towards him, any disregard to him, or because he deserved it, but his "grace," free favour, and love to men; this moved him to provide him as a ransom; to preordain him to be the Lamb slain; to send him in the fulness of time, and give him up to justice and death: the Syriac version reads, "for God himself through his own grace tasted death for all"; Christ died, not merely as an example, or barely for the good of men, but as a surety, in their room and stead, and that not for every individual of mankind; for there are some he knows not; for some he does not pray; and there are some who will not be saved: the word "man" is not in the original text, it is only υπερ παντος, which may be taken either collectively, and be rendered "for the whole"; that is, the whole body, the church for whom Christ gave himself, and is the Saviour of; or distributively, and be translated, "for everyone"; for everyone of the sons God brings to glory, #Heb 2:10 for everyone of the "brethren," whom Christ sanctifies, and he is not ashamed to own, and to whom he declares the name of God, #Heb 2:11,12 for everyone of the members of the "church," in the midst of which he sung praise, #Heb 2:12 for every one of the "children" God has given him, and for whose sake he took part of flesh and blood, #Heb 2:13,14 and for everyone of the "seed" of Abraham, in a spiritual sense, whose nature he assumed, #Heb 2:16

    Wycliff Commentary (hampir banyak sekali gereja juga percaya tafsiran ini) :
    Sebuah kutipan dari #/TB Mzm 8:4-6* yang dimulai dengan subyek. Ada orang, yang tidak tentu. Kutipan ini merupakan bukti dari pernyataan mengenai "dunia yang akan datang." Kutipan ini menegaskan kemanusiaan sang Putra, yang telah dijadikan sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat, untuk mengalami maut bagi semua manusia. Kini Dia ditinggikan dan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat sebab di dalam keadaan sebagai manusia Dia telah merendahkan Diri-Nya sampai mati (#/TB Flp 2:5-8*). Karena penderitaan-Nya itu Dia kini ditinggikan. Karena Dia merendahkan diri-Nya untuk sesaat lamanya dengan keterbatasan manusia. kini Dia dimahkotai dengan kemuliaan.

    LAMSIHAR119 tulis:


    Next sy akan berikan beberapa bukti bahwa penjelasan sy itu lah yg Alkitabiah..

    Ibrani 2:7
    Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

    Mazmur 8:5
    Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (ini artinya kita manusia masih belum sama karena manusia masih berpotensi melakukan dosa)

    Kejadian 3:22
    Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, (apakah Tuhan Yesus saat itu sudah datang menjadi manusia, berarti bukan merujuk ke Pribadi Putra ataupun Tuhan Yesus) tahu tentang yang baik dan yang jahat, maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan s itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." (jelas disini Allah sedang berbicara dengan Bala tentara surga)

    Matius 25:31
    Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan "semua malaikat bersama-sama dengan Dia", maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    DCH341 tulis:

    Mengapa menggunakan kata "kita", bukan "aku"? Bahasa Ibrani Tuhan disini adalah "Elohim" yang artinya Tuhan dalam bentuk jamak, bukann tunggal. Artinya Bapa, Yesus dan Roh Kudus bersama-sama menciptakan manusia.

    Ayat Kejadian 1:26 ayat ini sudah ada 3500 tahun sebelum masehi..
    Apakah manusia zaman dahulu sepaham dengan maksud bro itu..?

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    SETIADI628 tulis:

    Saya  buktikan bahwa ayat - ayat tersebut bukan bermaksud / menunjukkan bahwa manusia dicipta serupa dan segambar dengan malaikat. Tetapi berbicara tentang anak Manusia, Yaitu Yesus yang waktu jadi manusia kedudukannya memang sedikit lebih rendah daripada malaikat, karena kerendahan hatinya.
    Ini tafsiran Ibrani 2 sebenarnya yang anda comot tadi.
    Ini saya kutipkan dari Teolog, Reformator, dan Sarjana Alkitab terkemuka:

    John Calvin (bapak reformator gereja) : There is no doubt but that the expression is capable of being understood as "little" in degree, or as "little" in time; but in the Psalm the former is evidently the meaning, and there is no reason for a different meaning here: Christ, in becoming man, assumed a nature inferior to that of angels. Many of the fathers, indeed, and some moderns, have thought that time is what is intended "for a little while"; but this is not true, for Christ continues in the nature which has assumed, though it be now refined and perfected. The inferiority of nature is admitted, but that inferiority is as it were compensated by a superiority of honor and glory.

    Barnes's Commentary :  

    Who was made a little lower than the angels. That is, as a man, or when on earth. His assumed rank was inferior to that of the angels. He took upon himself, not the nature of angels, #Heb 2:16, but the nature of man. The apostle is probably here answering some implied objections to the rank which it was claimed that the Lord Jesus had, or which might be urged to the views which he was defending. Those objections were mainly two: first, that Jesus was a man; and, secondly, that he suffered and died. If that was the fact, it was natural to ask how he could be superior to the angels? How could he have had the rank which was claimed for him? This he answers by showing, first, that his condition as a man was voluntarily assumed — " he was made lower than the angels"; and, secondly, by showing that, as a consequence of his sufferings and death, he was immediately crowned with glory and honour. This state of humiliation became him in the great work which he had undertaken, and he was immediately exalted to universal dominion — and, as Mediator, was raised to a rank far above the angels.

    Adam Clarke :   Instead of χαριτι θεου, by the grace of God, some MSS. and the Syriac have χωρις θεου, without God, or God excepted; i.e. the manhood died, not the Deity. This was probably a marginal gloss, which has crept into the text of many MSS., and is quoted by some of the chief of the Greek and Latin fathers. Several critics contend that the verse should be read thus: "But we see Jesus, who for a little while was made less than angels, that by the grace of God he might taste death for every man, for the suffering of death crowned with glory and honour." Howsoever it be taken, the sense is nearly the same: 1. Jesus Christ was incarnated. 2. He suffered death as an expiatory victim. 3. The persons in whose behalf he suffered were the whole human race; every man- all human creatures. 4. This Jesus is now in a state of the highest glory and honour.

    John Gill : that he by the grace of God should taste death for every man; that is, Christ was made a little lower than the angels by becoming man, and assuming a body frail and mortal, that he might die for his church and people: to "taste death," is a Jewish phrase, often to be met with in Rabbinical writings; see Gill on "Mt 16:28" and signifies the truth and reality of his death, and the experience he had of the bitterness of it, it being attended with the wrath of God, and curse of the law; though he continued under it but for a little while, it was but a taste; and it includes all kinds of death, he tasted of the death of afflictions, being a man of sorrows all his days, and a corporeal death, and what was equivalent to an eternal one; and so some think the words will bear to be rendered, "that he by the grace of God might taste of every death"; which rendering of the words, if it could be established, as it is agreeable to the context, and to the analogy of faith, would remove all pretence of an argument from this place, in favour of the universal scheme: what moved God to make him lower than the angels, and deliver him up to death, was not any anger towards him, any disregard to him, or because he deserved it, but his "grace," free favour, and love to men; this moved him to provide him as a ransom; to preordain him to be the Lamb slain; to send him in the fulness of time, and give him up to justice and death: the Syriac version reads, "for God himself through his own grace tasted death for all"; Christ died, not merely as an example, or barely for the good of men, but as a surety, in their room and stead, and that not for every individual of mankind; for there are some he knows not; for some he does not pray; and there are some who will not be saved: the word "man" is not in the original text, it is only υπερ παντος, which may be taken either collectively, and be rendered "for the whole"; that is, the whole body, the church for whom Christ gave himself, and is the Saviour of; or distributively, and be translated, "for everyone"; for everyone of the sons God brings to glory, #Heb 2:10 for everyone of the "brethren," whom Christ sanctifies, and he is not ashamed to own, and to whom he declares the name of God, #Heb 2:11,12 for everyone of the members of the "church," in the midst of which he sung praise, #Heb 2:12 for every one of the "children" God has given him, and for whose sake he took part of flesh and blood, #Heb 2:13,14 and for everyone of the "seed" of Abraham, in a spiritual sense, whose nature he assumed, #Heb 2:16

    Wycliff Commentary (hampir banyak sekali gereja juga percaya tafsiran ini) :
    Sebuah kutipan dari #/TB Mzm 8:4-6* yang dimulai dengan subyek. Ada orang, yang tidak tentu. Kutipan ini merupakan bukti dari pernyataan mengenai "dunia yang akan datang." Kutipan ini menegaskan kemanusiaan sang Putra, yang telah dijadikan sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat, untuk mengalami maut bagi semua manusia. Kini Dia ditinggikan dan dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat sebab di dalam keadaan sebagai manusia Dia telah merendahkan Diri-Nya sampai mati (#/TB Flp 2:5-8*). Karena penderitaan-Nya itu Dia kini ditinggikan. Karena Dia merendahkan diri-Nya untuk sesaat lamanya dengan keterbatasan manusia. kini Dia dimahkotai dengan kemuliaan.

    Bro mau cari pembenaran yaa..?
    Bro bisa gak memastikan bahwa manusia di 3500 tahun sebelum masehi yg lalu satu konsep dengan bro..? bisa gak bro..?

    Kalau tidak bisa, berarti semua komentar bro itu jadi mentah, kayaknya bakal jd mentah bro..

    20 Desember 2015 diubah oleh LAMSIHAR119

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Kecuali jika Ayat Kejadian itu baru ada di tahun Masehi,, maka saya bisa memikirkan komentar bro yg mengatakan konsep Allah Tritunggal..

  • LAMSIHAR119

    20 Desember 2015

    Jika Ayat Kejadian itu ditulis pada awal Masehi,, maka mungkin sy akan sependapat dengan Bro Setiadi dan bro Dch..

    Tuhan memberkati kita.. kita disini semuanya masih tahap belajar.. sy juga masih belajar.. tapi itulah pandangan sy terhadap ayat Kejadian itu..

176 – 200 dari 839    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 7  8  9 ... 34  Selanjutnya Kirim tanggapan