Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Kolom Esai Part 1

ForumGaya hidup Kristen

1 – 19 dari 19Kirim tanggapan

  • SATRIA261

    12 November 2015

    hello guys or para member JK yang terkasih, gimana kabar-nya, pasti tetap on fire dong ;-),,, oh iya guys, sebelumnya gw minta maaf ya kalau topic gw ini berpotensi kontroversi (ciee ileeh bahasanya kagak mampu dah hahaha ),    

    gw buat topik ini gak ada bermaksud apa-apa kok, suweer demi pancasila  yg pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,, hehe just kidding guys ;-),, tapi beneren kok gw gak ada maksud apa-apa selain tujuannya untuk fun and  open minded saja. ok deh guys kalau gitu gw langsung saja ya :-)

    jd ceritanya begini guys , gw sering memperhatikan kolom esai para member JK, disini yg membuat gw tertarik adalah dibagian Idelias Pasangan, ada yang menulis *mapan bertanggung jawab, seiman, takut akan Tuhan,  pekerjaan tetap, setia, tulus menerima apa adanya*, dan jujur saja nih guys,, saat itu gw berfikir #Gila.. nih orang sempurna banget idaman-nya :'/. tapi  it's oklah guys kalau loe pengennya seperti itu, tapi coba deh loe mikir lagi, kalau seandainya loe dihadapkan beberapa pertanyaan, apa loe yakin bs menjawab dan mempertanggungjawabkan dari jawaban loe?

    =============================================================

    * loe ingin dapat yg mapan bertanggung jawab, pertanyaannya seberapa canggih loe mengatur keuangan ? udah secanggih Samsung Galaxy S6 Edge belom :-D

    * ingin dapat yang seiman:-Z, skrg seberapa besar iman loe ? apa udah sebesar kapal titanic atau masih sebesar perahu kertas :-p

    * takut akan Tuhan. haduw, kalau loe ditanya balik gimana hayo ;-), apa loe mau jawab * iya gw takut * ( jujur gw  ragu ) %-/,,  yakin loe bisa pastikan gak akan pernah ngelakukan dosa sepanjang hidup loe ? loe mau jawab *iya gw yakin !! hadeeew...., kalau itu jawaban loe, sini deketin telinga loe,, gw  mau bisikin sesuatu !! apaan ? gw mau bilang [Edit admin: harap pergunakan kata-kata yang tidak menyinggung] PLaaaaaak #Tepok jidad :-#

    *  ingin dapat yang punya pekerjaan tetap:-Z, skrg pertanyaan-nya seberapa besar dukungan loe atas pekerjaan pasangan loe nanti ? loe mau jawab *gw pasti akan dukung pekerjaan pasangan gw kok, tapi kalau dia pulang gak bawa duit yaah kagak bakal gw kasih jatah !! PLaaaaak #Tepok jidad lagi

    * setia :up:, ya iyalah... semua orang pasti pengen-nya bisa dapatkan yang setia, tapi yakin loe bener' bisa setia? yakin loe gak akan ngelirik yg lain? apalagi kalau lirikan loe itu lebih ok dari pasangan loe:-D !! apa loe bakal jawab *Tenang aje, gak akan kok, suweeeeer deeeh !! gw cm mikir apa yg loe omongin itu beneran, apalagi pakai sumpah segala, jangan-jangan arti Gak Akan maksudnya GAK AKAN RAGU-RAGU !!  PLAAAAAAk #one again tepok jidad

    * tulus menerima apa adanya :-Z,, loe yakin bisa tulus menerima balik pasangan loe apa ada-nya? gimana kalau loe baru tau sifat pasangan loe yang selama ini gak loe ketahui? apa loe masih mau bertahan? apa ini jawaban loe * tentu dong gw akan bertahan !! yupz gw percaya dengan jawaban loe yaitu bertahan pada keinginan loe untuk ninggalin dia kan:-# Gebruuuuk #jedodtin jidad kedinding

    ==============================================================

    jadi nih guys.,dengan mencantumkan semua-nya itu , kalau menurut gw pribadi malah terkesan munafik bonus naif :-p , bukankah lebih baik kita menghindari dari dua kesan tersebut :-D. gw kasih contoh yg sederhana saja, kalau kita mau ngelamar kerja diperusahaan pasti syarat utama-nya adalah kita harus berpendidikan, gak adakan yg namanya perusahaan minta anda harus orang baik atau anda harus tulus bisa menerima perusahaan apa ada-nya, kalau seandainya ada, waah ciee.ciee.. so sweet...:-Dhahahaha ,, untuk poin yg terakhir just kidding yah :-*, ok back to topic, jd kenapa perusahaan menerapkan seperti itu, yah alasannya karena itu sudah menjadi suatu kebijakan dari perusahaan tersebut dan syarat utama yg sudah mutlak adalah harus berpendidikan. Masalah karakter, sifat, skill, dll itu akan dinilai saat sudah berjalan nanti.

    begitu juga dengan soal idealis pasangan, sekarang  gimana mau bs dapat pasangan kalau ngeliat syarat-nya saja udah bisa buat tepok jidad  ( banyak banget ) :-Z.

    nah guys,,  begitulah menurut gw secara pribadi guys, tapi guys, gw sadar kalau setiap orang pasti punya hak idealisnya sendiri dan gw sangat menghargai itu. :up: good jobs guys

    jadi guys pada intinya adalah seberapa besar kualitas yg kita miliki, maka sebesar itulah yang akan kita dapatkan ;-)

    ok guus,, tetap semangat dalam berkarya ya O:), yakin dan percaya satu dari seribu orang pasti ada yg lolos semua persyaratan loe :-),,

    yaaah berharap saja yg lolos ntar jangan sampai nunggu loe udah kadar luasa alias udah berumur !! ( temen-temen angkatan loe udah punya cucu, eh loe baru dapat pasangan, itupun belum tentu jadi married :-# ) #ngeneees

    Syaloom, Tuhan Yesus Memberkati kita semua O:)

    12 November 2015 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • WIJI286

    12 November 2015

    Well, namanya juga pasangan.yang ideal,

    Sadly, there is no ideal in this world nor there is.perfection.

    But if we realize the imperfections of our mate and still accept them despite those things. That is Love.

  • CHRISTOPEL185

    12 November 2015

    Hmmmm.. Klo aq pribadi kok kurang setuju ya Bro dngan semua pendapat anda..  

    Panjang klo aq jelasin pendapatku... Males ketik...

    Tapi intinya adalah... Semua hal itu bagiku wajar saja (namanya juga harapan)

    Yg tidak wajar adalah klo qta tidak ada usaha ato itikat sprti yg qta harapkan kpada orang lain

    Trus siapa yg tau usaha mereka? Ya mereka sendiri n Tuhan kan? biarlah itu menjadi urusan Dia dan Tuhan.

    Dan jangan sama kan "Mencari" pasangan dengan cari/ngelamar kerja bro...

    Oklah klo smisal ente mau umpamakan sprti cari kerja... Skrng aq tnya sama ente pribadi "pekerjaan yang seperti apa yg ente inginkan dan brp gaji yg di dapat?" pasti ingin dapatkan gaji ato penghasilan yg gede kan??? dan itu wajar bagiku... Yg ga wajar adalah klo ente ingin kerjaan dpet gaji gede tapi usaha Nol...  Cuma malas2an dll... Dan perluh anda ketahui ya bro, hnya sekedar share... Suatu perusahaan besar pertama yg dia liat bukan pendidikan.... Tpi Attitude ente dulu bro... Cara bicara, sikap, tingkah laku dll pada waktu inter view...

    And 1 lagi aq tnya "dari mana anda tau bahwa orang tersebut berpendidikan?" Apa hanya di liat dari kertas yg di peroleh di tempat kuliah? S1, S2, S3 Jawabnya "no" aq bukan meremehkan orang2 yg bergelar tersebut.. Tetapi qta jngn sampai hanya melihat ijazah itu menjadi "tolak ukur" bahwa orang itu berpendidikan sesuai dngan ijazahnya.

    Jadi kesimpulannya adalah wajar orang menulis kriteria pasangan yg dia harapkan sperti itu... Namanya juga harapan...  Krn secara general Harapan(dalam arti baik)  itulah yg buat "dunia" qta berputar dan karena harapan itu juga manusia bisa memperoleh semangat hidup dan berkembang menjadi lebih baik...

    "Manusia berharap/berencana/bercita-cita tpi Tuhan yg menentukan"

    "Iman/Harapan/Kasih/Cinta/sayang kalau tanpa Pembuktian/perbuatan/act/Usaha itu adalah Nol"

    Itu aja Bro...

    Btw maaf ya Bro klo ada yg kurang nyaman di anda hehehehehe aq kan hnya menyampaikan pendapat dan qta saling share...

    Salam kenal ya Bro...

    X~eN ^_^

  • SATRIA261

    12 November 2015

    yaaah kok gak setuju sih, setuju doong, hehehe just kidding :-D
    sy akan coba menanggapi argumen mas bro christopel, tp sebelumnya salah kenal juga ya mas bro chirstopel :-D

    CHRISTOPEL185 tulis:

    Hmmmm.. Klo aq pribadi kok kurang setuju ya Bro dngan semua pendapat anda..  

    Panjang klo aq jelasin pendapatku... Males ketik...

    Tapi intinya adalah... Semua hal itu bagiku wajar saja (namanya juga harapan)

    Yg tidak wajar adalah klo qta tidak ada usaha ato itikat sprti yg qta harapkan kpada orang lain

    Trus siapa yg tau usaha mereka? Ya mereka sendiri n Tuhan kan? biarlah itu menjadi urusan Dia dan Tuhan.

    tanggapan saya :
    sy setuju dengan anda, memang benar apa yg anda katakan kalau semua-nya itu wajar-wajar saja, tp seperti yg sudah sy katakan sebelumnya tujuan sy disini adalah open minded, sy mengajak kita untuk berfikir kembali sebelum menuliskan dr apa yg kita harapkan, maka dari itu sy memberikan gambaran dari apa yg sudah kita harapkan seperti yg sudah sy terangkan diatas ;-)

    ==================================================================

    Dan jangan sama kan "Mencari" pasangan dengan cari/ngelamar kerja bro...

    Oklah klo smisal ente mau umpamakan sprti cari kerja... Skrng aq tnya sama ente pribadi "pekerjaan yang seperti apa yg ente inginkan dan brp gaji yg di dapat?" pasti ingin dapatkan gaji ato penghasilan yg gede kan??? dan itu wajar bagiku... Yg ga wajar adalah klo ente ingin kerjaan dpet gaji gede tapi usaha Nol...  Cuma malas2an dll... Dan perluh anda ketahui ya bro, hnya sekedar share... Suatu perusahaan besar pertama yg dia liat bukan pendidikan.... Tpi Attitude ente dulu bro... Cara bicara, sikap, tingkah laku dll pada waktu inter view...

    And 1 lagi aq tnya "dari mana anda tau bahwa orang tersebut berpendidikan?" Apa hanya di liat dari kertas yg di peroleh di tempat kuliah? S1, S2, S3 Jawabnya "no" aq bukan meremehkan orang2 yg bergelar tersebut.. Tetapi qta jngn sampai hanya melihat ijazah itu menjadi "tolak ukur" bahwa orang itu berpendidikan sesuai dngan ijazahnya.

    Jadi kesimpulannya adalah wajar orang menulis kriteria pasangan yg dia harapkan sperti itu... Namanya juga harapan...  Krn secara general Harapan(dalam arti baik)  itulah yg buat "dunia" qta berputar dan karena harapan itu juga manusia bisa memperoleh semangat hidup dan berkembang menjadi lebih baik...

    "Manusia berharap/berencana/bercita-cita tpi Tuhan yg menentukan"

    "Iman/Harapan/Kasih/Cinta/sayang kalau tanpa Pembuktian/perbuatan/act/Usaha itu adalah Nol"

    Tanggapan saya :
    sebelumnya sy mohon maaf, mungkin disini sy kurang begitu detail dalam menyampaikan sesuatu. sy akan tegaskan kembali maksud sy dr kata berpendidikan disini adalah mengenyam pendidikan formal. jadi tentu saja syarat utama dalam melamar kerja diperusahaan adalah anda harus lulus mengenyam berpendidikan formal, soal attitude yg anda sampaikan pada dasarnya sy sudah sangat mengerti dalam hal itu, tp kembali lg disini penekanan sy adalah di syarat utamanya. sy akan coba menjelaskan kembali dari persamaan yg sudah sy terangkan diatas, mungkin ini bs membantu mas bro chirstopel untuk memahami kembali dari apa yang saya maskud-kan.


    syarat utama dalam melamar pekerjaan adalah anda harus lulus mengenyam pendidikan formal., dan tentu itu adalah syarat yg mutlak, karena sejauh yang sy ketahui belum ada yg namanya perusahaan apalagi sebuah perusahaan besar dalam menerima karyawan-nya mengabaikan syarat utama ini, bahkan untuk posisi paling bawah sekalipun didalam perusahaan harus melewati syarat utamanya.

    dalam mencari pasangan tentu seseorang yg kita inginkan harus melewati syarat utama, sekarang apa syarat utamanya? apakah kita akan mengatakan syaratnya seseorang itu harus mencintai , setia, tulus ? jika ada yg berfikir demikian, sy rasa kita sudah salah memulai langkah diawal, karena seperti yg sudah diketahui syarat utama dalam hal ini adalah seseorang yg kita inginkan itu harus Menyukai kita.  mungkin ada yg akan mengatakan syarat utamanya adalah orang itu harus harus mencintai kita, helooo .. hari gini... diawal loe udah ngomongin cinta.. please deh... guys.., atau mungkin ada yg akan mengatakan orang itu harus setia, tulus !!!  aduuh guys... udah deh... jngn nambah buat loe jadi semakin terlihat naif. sekarang apakah loe bakal langsung tau kalau orang yg loe inginkan itu mencintai, tulus sm loe? jawabannya udah pasti enggak-kan, begitu juga sama halnya dengan posisi loe, saat loe pertama kali menyukai seseorang, apakah loe akan langsung mencintai, tulus, setia sm orang itu ? udah pasti loe bakal jawab enggak-kan,, lho kenapa ? ya karena itu butuh proses !! yupz, gw setuju dengan omongan loe yg terakhir, semua itu adalah proses dan kita akan tau hasilnya setelah melewati proses tersebut ;-).  Lalu kalau ada yg mengatakan menyukai belum tentu bs mencintai, bisa saja menyukai dalam arti teman !! haduw.. kalau ini mah pembahasannya sudah panjang lagi, disini sy mengajak kita fokus pada arah pembicaraan  yg saya maksud-kan;-)

    jd mas bro christopel, semuanya itu adalah proses /  kondisi disaat sudah berjalan, sama hal seperti dalam melamar pekerjaan dan mencari pasangan, syarat utama adalah mengenyam pendidikan formal /  Menyukai anda.  soal mencintai, setia, tulus. karakter, sifat, skill dan anda juga menambahkan attitude, itu adalah proses / kondisi disaat sudah berjalan.

    seperti yg mas bro christopel simpulkan harapan  itu sesuatu yg wajar, tetapi jika itu terlalu mengumbar, apakah itu masih akan dikatagorikan sesuatu yg wajar / baik ?? kalau sy pribadi itu malah akan menambah terkesan munafik bonus naif seperti yg sudah sy terangkan sebelumnya:-D .

    naah.. mas bro christopel, jadi seperti itulah yg saya maksud. dan sekali sy tegaskan sy sadar kalau setiap orang pasti punya hak idealisnya sendiri dan sy sangat menghargai itu, dan sy mohon maaf jika penjelasan sy masih bisa kurang begitu dimengerti :-D

    ==================================================================

    Itu aja Bro...

    Btw maaf ya Bro klo ada yg kurang nyaman di anda hehehehehe aq kan hnya menyampaikan pendapat dan qta saling share...

    Salam kenal ya Bro...

    X~eN ^_^

    mas bro christopel tidak perlu khawatir, karena sy sama sekali tidak merasakan seperti yg anda katakan, dan itu bisa sy pastikan tidak akan ada dan tidak akan pernah terjadi, karena sy sangat sadar betul dalam membuat topik ini pasti ada pro dan kontra. seperti yg anda katakan ini hanya untuk kita saling share, dan itu adalah sesuatu yg baik.

    terima kasih mas bro christopel sudah mau meluangkan waktunya untuk sekedar sharing , dan ngomong-ngomong gimana nih mas bro christopel selama di JK, apa sudah nemukan yg cocok apa belum.. hehehe.

    syalom, Tuhan Memberkati kita semua O:)

    ==================================================================

  • MEY072

    12 November 2015

    kriteria artina dalam KBBI itu ukuran yg menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu

    naahh disini khn ga dijelaskan dasar yg diambil dr mn..klo di kontak jodoh kyk gini dasar na yach diambil dr personal na masing2, terus kenapa muluk2 dan ga realistis itu yg km tnyain klo dirangkum dr semua yg km tulis..wajar sifat manusia itu ga pernah puas dan selalu ingin lebih..tanyakan diri km pasti jg begitu khn..bkn masalah naif ato tdkna tetapi sifat dasar manusia khn gt..impact jika tdk sesuai dgn kenyataan jg balik ke phsikology personalna sanggup ga? biasa yg ga sanggup yach jd desperate ato gila mungkin tp yg ttp bertahan yg ga mslh..

    sdh siklus kehidupan masbro..jika km bs dapatakan sesuai yg km inginkan pasti akan minta lebih lagi dan itu berulang2 bkn hny soal kriteria jodoh..

    naahh disini campur tangan TUHAN utk membalance kan semua keinginan yg muluk2 tuch agar tdk salah kaprah dan sombong..jd ntr klo yg nemu ga sesuai dgn harapan km tp km nyaman trz gmn? mo di kick out gt:-D

    btw aku liat jg km cari pasangan yg cerdas krn km jenius di essay so tuch bukti khn klo km jg minta lebih:-p

  • 12 November 2015

    setiap orang memiliki gambaran ideal ttg pasangannya masing2.  Seberapa ideal masing2 jg berbeda2. Seberapa mapan, seberapa setianya, dan seberapa tulusnya masing2 jg punya ukurannya sendiri. Dan kl itu berdampak pd belum bertemu dgn pasangan ya itu menjadi konsekuensi yg hrs diterima. Setiap pilihan punya konsekuensinya masing2. Menjadi tanggungjawab masing2.

    b]SATRIA261 tulis:

    yaaah berharap saja yg lolos ntar jangan sampai nunggu loe udah kadar luasa alias udah berumur !! ( temen-temen angkatan loe udah punya cucu, eh loe baru dapat pasangan, itupun belum tentu jadi married :-# ) #ngeneees

    Syaloom, Tuhan Yesus Memberkati kita semua O:)

  • MERMAN459

    12 November 2015

    ;-)

    MEY072 tulis:

    kriteria artina dalam KBBI itu ukuran yg menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu

    naahh disini khn ga dijelaskan dasar yg diambil dr mn..klo di kontak jodoh kyk gini dasar na yach diambil dr personal na masing2, terus kenapa muluk2 dan ga realistis itu yg km tnyain klo dirangkum dr semua yg km tulis..wajar sifat manusia itu ga pernah puas dan selalu ingin lebih..tanyakan diri km pasti jg begitu khn..bkn masalah naif ato tdkna tetapi sifat dasar manusia khn gt..impact jika tdk sesuai dgn kenyataan jg balik ke phsikology personalna sanggup ga? biasa yg ga sanggup yach jd desperate ato gila mungkin tp yg ttp bertahan yg ga mslh..

    sdh siklus kehidupan masbro..jika km bs dapatakan sesuai yg km inginkan pasti akan minta lebih lagi dan itu berulang2 bkn hny soal kriteria jodoh..

    naahh disini campur tangan TUHAN utk membalance kan semua keinginan yg muluk2 tuch agar tdk salah kaprah dan sombong..jd ntr klo yg nemu ga sesuai dgn harapan km tp km nyaman trz gmn? mo di kick out gt:-D

    btw aku liat jg km cari pasangan yg cerdas krn km jenius di essay so tuch bukti khn klo km jg minta lebih:-p

  • VERONICA724

    12 November 2015

    setuju bgt sama kak mey :-D

    MEY072 tulis:

    kriteria artina dalam KBBI itu ukuran yg menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu

    naahh disini khn ga dijelaskan dasar yg diambil dr mn..klo di kontak jodoh kyk gini dasar na yach diambil dr personal na masing2, terus kenapa muluk2 dan ga realistis itu yg km tnyain klo dirangkum dr semua yg km tulis..wajar sifat manusia itu ga pernah puas dan selalu ingin lebih..tanyakan diri km pasti jg begitu khn..bkn masalah naif ato tdkna tetapi sifat dasar manusia khn gt..impact jika tdk sesuai dgn kenyataan jg balik ke phsikology personalna sanggup ga? biasa yg ga sanggup yach jd desperate ato gila mungkin tp yg ttp bertahan yg ga mslh..

    sdh siklus kehidupan masbro..jika km bs dapatakan sesuai yg km inginkan pasti akan minta lebih lagi dan itu berulang2 bkn hny soal kriteria jodoh..

    naahh disini campur tangan TUHAN utk membalance kan semua keinginan yg muluk2 tuch agar tdk salah kaprah dan sombong..jd ntr klo yg nemu ga sesuai dgn harapan km tp km nyaman trz gmn? mo di kick out gt:-D

    btw aku liat jg km cari pasangan yg cerdas krn km jenius di essay so tuch bukti khn klo km jg minta lebih:-p

  • YUNITA814

    12 November 2015

    Setujuuuu...:up::-)

    CHRISTOPEL185 tulis:

    Hmmmm.. Klo aq pribadi kok kurang setuju ya Bro dngan semua pendapat anda..  

    Panjang klo aq jelasin pendapatku... Males ketik...

    Tapi intinya adalah... Semua hal itu bagiku wajar saja (namanya juga harapan)

    Yg tidak wajar adalah klo qta tidak ada usaha ato itikat sprti yg qta harapkan kpada orang lain

    Trus siapa yg tau usaha mereka? Ya mereka sendiri n Tuhan kan? biarlah itu menjadi urusan Dia dan Tuhan.

    Dan jangan sama kan "Mencari" pasangan dengan cari/ngelamar kerja bro...

    Oklah klo smisal ente mau umpamakan sprti cari kerja... Skrng aq tnya sama ente pribadi "pekerjaan yang seperti apa yg ente inginkan dan brp gaji yg di dapat?" pasti ingin dapatkan gaji ato penghasilan yg gede kan??? dan itu wajar bagiku... Yg ga wajar adalah klo ente ingin kerjaan dpet gaji gede tapi usaha Nol...  Cuma malas2an dll... Dan perluh anda ketahui ya bro, hnya sekedar share... Suatu perusahaan besar pertama yg dia liat bukan pendidikan.... Tpi Attitude ente dulu bro... Cara bicara, sikap, tingkah laku dll pada waktu inter view...

    And 1 lagi aq tnya "dari mana anda tau bahwa orang tersebut berpendidikan?" Apa hanya di liat dari kertas yg di peroleh di tempat kuliah? S1, S2, S3 Jawabnya "no" aq bukan meremehkan orang2 yg bergelar tersebut.. Tetapi qta jngn sampai hanya melihat ijazah itu menjadi "tolak ukur" bahwa orang itu berpendidikan sesuai dngan ijazahnya.

    Jadi kesimpulannya adalah wajar orang menulis kriteria pasangan yg dia harapkan sperti itu... Namanya juga harapan...  Krn secara general Harapan(dalam arti baik)  itulah yg buat "dunia" qta berputar dan karena harapan itu juga manusia bisa memperoleh semangat hidup dan berkembang menjadi lebih baik...

    "Manusia berharap/berencana/bercita-cita tpi Tuhan yg menentukan"

    "Iman/Harapan/Kasih/Cinta/sayang kalau tanpa Pembuktian/perbuatan/act/Usaha itu adalah Nol"

    Itu aja Bro...

    Btw maaf ya Bro klo ada yg kurang nyaman di anda hehehehehe aq kan hnya menyampaikan pendapat dan qta saling share...

    Salam kenal ya Bro...

    X~eN ^_^

  • 12 November 2015

    ane paham mksd ente bro, intinya sih qta hrs sepadan dgn yg qta harapkan jd biar balance. klo liat yg bgtu ya pikir positif aja brrti dia ada pada level yg sama dgn kriteria2 yg d buat... hehe

  • 12 November 2015

    SATRIA261 tulis:

    1. mapan bertanggung jawab + punya pekerjaan tetap
    2. seiman + takut akan Tuhan
    3. setia
    4. tulus menerima apa adanya

    Ane ambil summarynya aja yah bro....

    1. Tanggung Jawab + Punya Pekerjaan Tetap

    Ini mah wajib buat co yang bakalan jadi suami, jadi bapak, jadi kepala keluarga. Pun kalo pekerjaannya ndak tetap gimana? wiraswasta? buka toko? freelance? tapi apapun itu, co yang tanggung jawab akan sudah memikirkan semuanya, pun yang ndak punya apa, akan berusaha sekuat2nya, bahkan cari tambahan buat memenuhi keb keluarga. Kebutuhan primer pastinya. Namun adakah co yang tidak bertanggung jawab? kujawab ada... pernah nemu buktinya... tapi overall dari hasil kulihat di lapangan adalah lebih banyak yang bertanggung jawab. Dan saking tanggung jawabnya, maybe ada beberapa profesi yang tidak benar pun dilakukan demi dapur ngebul. Yang pasti itu co bertanggung jawab, pun penjara jadi taruhan nya. Jadi lebih pastinya co bertanggung jawab, apapun dilakukan, cari tambahan gojek juga mengapa tidak? tinggal si co mau pilih yang mana saja kan?

    2.  Seiman + Takut akan Tuhan

    Pastinya, sama aja kutanya, mau pada ngapain sih kalian disini? di situs ini? kalo ke gereja mau ngapain? pun notabene gereja bukan, bukan dan bukan tempat ajang cari jodoh, tapi lokasi menjadi menentukan untuk memperbesar peluang itu. Ada ndak gereja yang co semua atau ce semua? IMHO, saya mungkin blum nemu kalo pun ada, kalo skul sih ada, tapi kalo gereja, sejauh ini saya blum pernah kunjungi yang satu gender doang. Alhasil dari lokasi itu akan memperbesar peluang ketemuan dan kenalan. Dimana ketemu dan kenalan, disanalah yang akan berlanjut. Ketemu di tempat dugem yah besar kemungkinan akan dugem bareng. Ketemu nya di gereja yah besar juga kemungkinannya ke gereja bareng. Mau nemu yang single di gereja yah coba aja ke gereja di malam minggu.Dan saya pernah mengalaminya. Itu juga yang menjadikan tidak perlu ditanya lebih detil mengenai agama di KTP apaan, yah ke gereja, tempat ibadah. Buatku ini menjadikan dasar biar ndak ribet. Selama masih salib, monggo saja.

    3.Setia

    Apa sih arti kesetiaan? setia karena si dia punya A, punya B, punya C? atau ditanyakan, apakah kamu pasangan setia? setia itu ndak bisa terukur, semuanya blas, jawabannya waktu. Apakah ada co dan ce yang tidak setia? banyak juga... rentetan masa lalu saya bisa menjawabnya, tinggal ditanyakan balik bagaimana rentetan masa lalu si lawan gender? kayak kutu loncat? apa kayak pohon bambu yang lama tumbuhnya sampe bertahun2? Tidak ada jawaban yang pasti, setia hanya bisa dijawab oleh waktu. Saat posisi di atas punya semuanya setia, saat ndak punya apa2? Bullshit kalo bilang langsung saya pria/wanita setia.... oh yah? r u sure? seberapa kuat kau setia? wanna know? mari menjalaninya... jangan lihat yang manisnya saat mengukur kesetiaan, apakah yang dilakukan saya atau pasangan saat ada kejadian tak terduga? dipecat? ortu atau mertua kenapa2? saya atau pasangan yang kenapa? mengalami kejadian tidak direncanakan? sakit berkepanjangan? dll? Ini konek ama istilah Till Death Do Us Part... n thats not just some word to say....

    4. Tulus menerima apa adanya

    Yakin? gimana caranya? simple... ketemuan dan obrol... kenalin ke keluarga masing2... kenalin ke teman masing2... menerima apa adanya itu besar banget. Mungkin ketemuan pertama sih masih pada jaim. Tapi BUMP, saat sudah dalam 1 rumah, alakazam dah... bisa ribut gara2 salah naro gulungan tissue, dudukan closet, abis makan ndak dibereskan, dll, dan itu saya dapatkan info dari sohib2 yang sudah berkeluarga. Menerima apa adanya? kalo kentut sembarangan? ga akan kejadian saat masa perkenalan atau pacaran kan? dan masih banyak lagi kasus yang tidak perlu saya sebutkan lagi. Intinya sih, mirip 1 paket. Ambil 1 paket itu, terima semuanya, ndak bisa pilih2 karena sudah the whole package. Same as me. I am smoker. Anda tidak suka co perokok? Dont closer to me. Saya 1 paket, lawan gender juga 1 paket. Se simple itu... Bisa berubah saya menjadi tidak merokok? bisa, tapi menjadi tantangannya, maukah menerima 1 paket ini? Perubahan pasti akan terjadi, saya juga mikir kok plus minusnya perokok yang tidak perlu disebutkan disini. Udah dibahas di thread terkait.

    Summary

    Point 1 s/d 4 adalah sekedar point yang teoritis. Tidak ada cara lain untuk mengenal satu sama lain, visi nya apa, blue print hidup apa? Lakukan saja, praktekan, dengan ketemuan, komunikasi, ketemuan lagi, sharing satu sama lain, jalani bersama, dan lama2 setiap insan akan memahami masing2 pasangannya. Kriteria hanyalah sekedar kriteria, dalam dunia nyata akan ada beberapa kriteria yang harus ditolerir. Pilihan di tangan masing2. Maksa sesuai kriteria? monggo perjuangkan, mau menerima bbrp hal yang ditolerir, terimalah untuk selama2nya.

    12 November 2015 diubah oleh YOSSIE472

  • 12 November 2015

    namanya juga harapan bang.. masa minta yg susah, melarat, kerja serabutan, seimam..

    SATRIA261 tulis:

    hello guys or para member JK yang terkasih, gimana kabar-nya, pasti tetap on fire dong ;-),,, oh iya guys, sebelumnya gw minta maaf ya kalau topic gw ini berpotensi kontroversi (ciee ileeh bahasanya kagak mampu dah hahaha ),    

    gw buat topik ini gak ada bermaksud apa-apa kok, suweer demi pancasila  yg pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,, hehe just kidding guys ;-),, tapi beneren kok gw gak ada maksud apa-apa selain tujuannya untuk fun and  open minded saja. ok deh guys kalau gitu gw langsung saja ya :-)

    jd ceritanya begini guys , gw sering memperhatikan kolom esai para member JK, disini yg membuat gw tertarik adalah dibagian Idelias Pasangan, ada yang menulis *mapan bertanggung jawab, seiman, takut akan Tuhan,  pekerjaan tetap, setia, tulus menerima apa adanya*, dan jujur saja nih guys,, saat itu gw berfikir #Gila.. nih orang sempurna banget idaman-nya :'/. tapi  it's oklah guys kalau loe pengennya seperti itu, tapi coba deh loe mikir lagi, kalau seandainya loe dihadapkan beberapa pertanyaan, apa loe yakin bs menjawab dan mempertanggungjawabkan dari jawaban loe?

    =============================================================

    * loe ingin dapat yg mapan bertanggung jawab, pertanyaannya seberapa canggih loe mengatur keuangan ? udah secanggih Samsung Galaxy S6 Edge belom :-D

    * ingin dapat yang seiman:-Z, skrg seberapa besar iman loe ? apa udah sebesar kapal titanic atau masih sebesar perahu kertas :-p

    * takut akan Tuhan. haduw, kalau loe ditanya balik gimana hayo ;-), apa loe mau jawab * iya gw takut * ( jujur gw  ragu ) %-/,,  yakin loe bisa pastikan gak akan pernah ngelakukan dosa sepanjang hidup loe ? loe mau jawab *iya gw yakin !! hadeeew...., kalau itu jawaban loe, sini deketin telinga loe,, gw  mau bisikin sesuatu !! apaan ? gw mau bilang [Edit admin: harap pergunakan kata-kata yang tidak menyinggung] PLaaaaaak #Tepok jidad :-#

    *  ingin dapat yang punya pekerjaan tetap:-Z, skrg pertanyaan-nya seberapa besar dukungan loe atas pekerjaan pasangan loe nanti ? loe mau jawab *gw pasti akan dukung pekerjaan pasangan gw kok, tapi kalau dia pulang gak bawa duit yaah kagak bakal gw kasih jatah !! PLaaaaak #Tepok jidad lagi

    * setia :up:, ya iyalah... semua orang pasti pengen-nya bisa dapatkan yang setia, tapi yakin loe bener' bisa setia? yakin loe gak akan ngelirik yg lain? apalagi kalau lirikan loe itu lebih ok dari pasangan loe:-D !! apa loe bakal jawab *Tenang aje, gak akan kok, suweeeeer deeeh !! gw cm mikir apa yg loe omongin itu beneran, apalagi pakai sumpah segala, jangan-jangan arti Gak Akan maksudnya GAK AKAN RAGU-RAGU !!  PLAAAAAAk #one again tepok jidad

    * tulus menerima apa adanya :-Z,, loe yakin bisa tulus menerima balik pasangan loe apa ada-nya? gimana kalau loe baru tau sifat pasangan loe yang selama ini gak loe ketahui? apa loe masih mau bertahan? apa ini jawaban loe * tentu dong gw akan bertahan !! yupz gw percaya dengan jawaban loe yaitu bertahan pada keinginan loe untuk ninggalin dia kan:-# Gebruuuuk #jedodtin jidad kedinding

    ==============================================================

    jadi nih guys.,dengan mencantumkan semua-nya itu , kalau menurut gw pribadi malah terkesan munafik bonus naif :-p , bukankah lebih baik kita menghindari dari dua kesan tersebut :-D. gw kasih contoh yg sederhana saja, kalau kita mau ngelamar kerja diperusahaan pasti syarat utama-nya adalah kita harus berpendidikan, gak adakan yg namanya perusahaan minta anda harus orang baik atau anda harus tulus bisa menerima perusahaan apa ada-nya, kalau seandainya ada, waah ciee.ciee.. so sweet...:-Dhahahaha ,, untuk poin yg terakhir just kidding yah :-*, ok back to topic, jd kenapa perusahaan menerapkan seperti itu, yah alasannya karena itu sudah menjadi suatu kebijakan dari perusahaan tersebut dan syarat utama yg sudah mutlak adalah harus berpendidikan. Masalah karakter, sifat, skill, dll itu akan dinilai saat sudah berjalan nanti.

    begitu juga dengan soal idealis pasangan, sekarang  gimana mau bs dapat pasangan kalau ngeliat syarat-nya saja udah bisa buat tepok jidad  ( banyak banget ) :-Z.

    nah guys,,  begitulah menurut gw secara pribadi guys, tapi guys, gw sadar kalau setiap orang pasti punya hak idealisnya sendiri dan gw sangat menghargai itu. :up: good jobs guys

    jadi guys pada intinya adalah seberapa besar kualitas yg kita miliki, maka sebesar itulah yang akan kita dapatkan ;-)

    ok guus,, tetap semangat dalam berkarya ya O:), yakin dan percaya satu dari seribu orang pasti ada yg lolos semua persyaratan loe :-),,

    yaaah berharap saja yg lolos ntar jangan sampai nunggu loe udah kadar luasa alias udah berumur !! ( temen-temen angkatan loe udah punya cucu, eh loe baru dapat pasangan, itupun belum tentu jadi married :-# ) #ngeneees

    Syaloom, Tuhan Yesus Memberkati kita semua O:)

    12 November 2015 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • YUNITA814

    12 November 2015

    Saya suka ...saya suka ma .... Setuju Bro Yosie472 sependapat bgt sm sama saya ...:up:untung cowonya ngerti n positif thinking ...dibawah ini yg di jelasin pasangan ideal semua cewe ...

    YOSSIE472 tulis:

    Ane ambil summarynya aja yah bro....

    1. Tanggung Jawab + Punya Pekerjaan Tetap

    Ini mah wajib buat co yang bakalan jadi suami, jadi bapak, jadi kepala keluarga. Pun kalo pekerjaannya ndak tetap gimana? wiraswasta? buka toko? freelance? tapi apapun itu, co yang tanggung jawab akan sudah memikirkan semuanya, pun yang ndak punya apa, akan berusaha sekuat2nya, bahkan cari tambahan buat memenuhi keb keluarga. Kebutuhan primer pastinya. Namun adakah co yang tidak bertanggung jawab? kujawab ada... pernah nemu buktinya... tapi overall dari hasil kulihat di lapangan adalah lebih banyak yang bertanggung jawab. Dan saking tanggung jawabnya, maybe ada beberapa profesi yang tidak benar pun dilakukan demi dapur ngebul. Yang pasti itu co bertanggung jawab, pun penjara jadi taruhan nya. Jadi lebih pastinya co bertanggung jawab, apapun dilakukan, cari tambahan gojek juga mengapa tidak? tinggal si co mau pilih yang mana saja kan?

    2.  Seiman + Takut akan Tuhan

    Pastinya, sama aja kutanya, mau pada ngapain sih kalian disini? di situs ini? kalo ke gereja mau ngapain? pun notabene gereja bukan, bukan dan bukan tempat ajang cari jodoh, tapi lokasi menjadi menentukan untuk memperbesar peluang itu. Ada ndak gereja yang co semua atau ce semua? IMHO, saya mungkin blum nemu kalo pun ada, kalo skul sih ada, tapi kalo gereja, sejauh ini saya blum pernah kunjungi yang satu gender doang. Alhasil dari lokasi itu akan memperbesar peluang ketemuan dan kenalan. Dimana ketemu dan kenalan, disanalah yang akan berlanjut. Ketemu di tempat dugem yah besar kemungkinan akan dugem bareng. Ketemu nya di gereja yah besar juga kemungkinannya ke gereja bareng. Mau nemu yang single di gereja yah coba aja ke gereja di malam minggu.Dan saya pernah mengalaminya. Itu juga yang menjadikan tidak perlu ditanya lebih detil mengenai agama di KTP apaan, yah ke gereja, tempat ibadah. Buatku ini menjadikan dasar biar ndak ribet. Selama masih salib, monggo saja.

    3.Setia

    Apa sih arti kesetiaan? setia karena si dia punya A, punya B, punya C? atau ditanyakan, apakah kamu pasangan setia? setia itu ndak bisa terukur, semuanya blas, jawabannya waktu. Apakah ada co dan ce yang tidak setia? banyak juga... rentetan masa lalu saya bisa menjawabnya, tinggal ditanyakan balik bagaimana rentetan masa lalu si lawan gender? kayak kutu loncat? apa kayak pohon bambu yang lama tumbuhnya sampe bertahun2? Tidak ada jawaban yang pasti, setia hanya bisa dijawab oleh waktu. Saat posisi di atas punya semuanya setia, saat ndak punya apa2? Bullshit kalo bilang langsung saya pria/wanita setia.... oh yah? r u sure? seberapa kuat kau setia? wanna know? mari menjalaninya... jangan lihat yang manisnya saat mengukur kesetiaan, apakah yang dilakukan saya atau pasangan saat ada kejadian tak terduga? dipecat? ortu atau mertua kenapa2? saya atau pasangan yang kenapa? mengalami kejadian tidak direncanakan? sakit berkepanjangan? dll? Ini konek ama istilah Till Death Do Us Part... n thats not just some word to say....

    4. Tulus menerima apa adanya

    Yakin? gimana caranya? simple... ketemuan dan obrol... kenalin ke keluarga masing2... kenalin ke teman masing2... menerima apa adanya itu besar banget. Mungkin ketemuan pertama sih masih pada jaim. Tapi BUMP, saat sudah dalam 1 rumah, alakazam dah... bisa ribut gara2 salah naro gulungan tissue, dudukan closet, abis makan ndak dibereskan, dll, dan itu saya dapatkan info dari sohib2 yang sudah berkeluarga. Menerima apa adanya? kalo kentut sembarangan? ga akan kejadian saat masa perkenalan atau pacaran kan? dan masih banyak lagi kasus yang tidak perlu saya sebutkan lagi. Intinya sih, mirip 1 paket. Ambil 1 paket itu, terima semuanya, ndak bisa pilih2 karena sudah the whole package. Same as me. I am smoker. Anda tidak suka co perokok? Dont closer to me. Saya 1 paket, lawan gender juga 1 paket. Se simple itu... Bisa berubah saya menjadi tidak merokok? bisa, tapi menjadi tantangannya, maukah menerima 1 paket ini? Perubahan pasti akan terjadi, saya juga mikir kok plus minusnya perokok yang tidak perlu disebutkan disini. Udah dibahas di thread terkait.

    Summary

    Point 1 s/d 4 adalah sekedar point yang teoritis. Tidak ada cara lain untuk mengenal satu sama lain, visi nya apa, blue print hidup apa? Lakukan saja, praktekan, dengan ketemuan, komunikasi, ketemuan lagi, sharing satu sama lain, jalani bersama, dan lama2 setiap insan akan memahami masing2 pasangannya. Kriteria hanyalah sekedar kriteria, dalam dunia nyata akan ada beberapa kriteria yang harus ditolerir. Pilihan di tangan masing2. Maksa sesuai kriteria? monggo perjuangkan, mau menerima bbrp hal yang ditolerir, terimalah untuk selama2nya.

  • SATRIA261

    12 November 2015

    Aseek my best friend ikut nimbrung, pucuk....pucuk.. hahaha :-D

    baca dulu !! bukan bearti menyampaikan semua harapan itu adalah seuatu yg salah, dan bagi yg menyampaikan semua harapannya, gw anggap mereka bisa mengimbangi semuanya. yg gw maksud dari statment awal gw diatas adalah loe menyampaikan semua harapan loe tapi gak ada satupun tindakan yg bisa loe lakukan untuk mengimbangi harapan loe itu, dan itu sama saja artinya TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. makanya gw mengajak untuk BERFIKIR lagi dalam menyampaikan sebuah harapan.


    kalau ada yg berfikir gw Menghakimi, itu salah dan itu tidak benar :'/ karena sudah jelas distatment awal gw menyebutkan disini gw tidak ada bertujuan apa-apa selain open minded:-)
    seperti yg sudah gw kemukakan tentang pandangan gw dalam hal ini, dan seperti itulah pendapat gw. maka dari itu gw menyebutkan diawal kalau gw sangat menghargai hak idealis para member, jd gw sadar betul akan satu hal :  kita boleh menafsirkan / berpendapat apa yang kita pikirkan, tapi kita tidak bisa memaksakan orang untuk mengikuti pemikiran kita :-D

    MEY072 tulis:

    kriteria artina dalam KBBI itu ukuran yg menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu

    naahh disini khn ga dijelaskan dasar yg diambil dr mn..klo di kontak jodoh kyk gini dasar na yach diambil dr personal na masing2, terus kenapa muluk2 dan ga realistis itu yg km tnyain klo dirangkum dr semua yg km tulis..wajar sifat manusia itu ga pernah puas dan selalu ingin lebih..tanyakan diri km pasti jg begitu khn..bkn masalah naif ato tdkna tetapi sifat dasar manusia khn gt..impact jika tdk sesuai dgn kenyataan jg balik ke phsikology personalna sanggup ga? biasa yg ga sanggup yach jd desperate ato gila mungkin tp yg ttp bertahan yg ga mslh..

    tanggapan gw :

    ciee ileh si mey ternyata sedikit  banyak udah mengenali  gimana cara gw berfikir , hahah seneng banget dah mey gw sm loe,,i love u mey, hehe.. ok back to topic.

    dalam hal ini gw sudah menjelaskan diatas dengan mas bro christopel alasan gw berfikir seperti itu.  mungkin loe bs baca diatas, dan gw yakin loe tipe orang yg sangat top dalam soal mencermati/ memahami sesuatu. malas gw ngetik lg, capeek, banyak kerjaan juga nih, wkwkwk..

    ==================================================================

    sdh siklus kehidupan masbro..jika km bs dapatakan sesuai yg km inginkan pasti akan minta lebih lagi dan itu berulang2 bkn hny soal kriteria jodoh..

    tanggapan gw :

    yupz gw setuju lagi dengan pendapat loe yg ini, cuma disini gw mau nambahin saja kalau dalam hal seperti ini untuk dampak tindakan yg akan terjadi masih dapat dikatakan angkanya 50 : 50, bisa jd kita akan meninggalkan yg sudah kita miliki dan bisa jadi kita akan tetap bertahan alias puas dengan yg sudah kita miliki. jd dalam  hal seperti ini adalah hal yg wajar.

    sebenernya gak ribet kok dalam memahami maksud gw, apalagi loe kan udah tau bagaimaca cara berfiikir gw, dan gw udah jelasin kalau disini gw bukan menganggap yg nama Harapan itu adalah suatu yg salah, tp gw cm ingin mengajak kita untuk berfikir kembali sebelum mengutarakan sebuah harapan, apakah sudah cukup pas, pas, atau masih perlu dikurangi sedikit lagi. kalau mau bicara harapan sih jujur saja gw pribadi dalam hal ini banyak banget, tp disini  dalam penyampainnya gw batasi, kalau gw sebutin semuanya bisa jd masalah buat gw, karena  jujur saja gw belum tentu bisa mengimbangi itu semua, maka dari itu lebih baik gw menyampaikan sesuatu harapan yg menurut gw bisa gw imbangi.

    =================================================================

    naahh disini campur tangan TUHAN utk membalance kan semua keinginan yg muluk2 tuch agar tdk salah kaprah dan sombong..jd ntr klo yg nemu ga sesuai dgn harapan km tp km nyaman trz gmn? mo di kick out gt:-D

    btw aku liat jg km cari pasangan yg cerdas krn km jenius di essay so tuch bukti khn klo km jg minta lebih:-p

    untuk menanggapi komentar loe yg ini kembali pada pesan yg sudah gw sampaikan di statment awal :

    seberapa besar kualitas yg kita miliki, maka sebesar itulah yang akan kita dapatkan ;-)

  • SATRIA261

    12 November 2015

    nice sekali mas bro Yossie, dan terima kasih atas penjelasannya :-)

    mungkin mas bro yossie bisa membaca kembali dari tanggapan saya dengan saudara kita Christople dan saudari kita Mey. siapa tau disini mas bro yosie bs memahami apa yang saya maksud.

    dan kalau sy tidak salah menyimpulkan pesan dari yg sudah mas bro yosiie jelaskan  disini adalah sama seperti yg sudah sy jelaskan diawal sebelumnya :-)

    *seberapa besar kualitas yg kita miliki, maka sebesar itulah yang akan kita dapatkan*

    YOSSIE472 tulis:

    Ane ambil summarynya aja yah bro....

    1. Tanggung Jawab + Punya Pekerjaan Tetap

    Ini mah wajib buat co yang bakalan jadi suami, jadi bapak, jadi kepala keluarga. Pun kalo pekerjaannya ndak tetap gimana? wiraswasta? buka toko? freelance? tapi apapun itu, co yang tanggung jawab akan sudah memikirkan semuanya, pun yang ndak punya apa, akan berusaha sekuat2nya, bahkan cari tambahan buat memenuhi keb keluarga. Kebutuhan primer pastinya. Namun adakah co yang tidak bertanggung jawab? kujawab ada... pernah nemu buktinya... tapi overall dari hasil kulihat di lapangan adalah lebih banyak yang bertanggung jawab. Dan saking tanggung jawabnya, maybe ada beberapa profesi yang tidak benar pun dilakukan demi dapur ngebul. Yang pasti itu co bertanggung jawab, pun penjara jadi taruhan nya. Jadi lebih pastinya co bertanggung jawab, apapun dilakukan, cari tambahan gojek juga mengapa tidak? tinggal si co mau pilih yang mana saja kan?

    2.  Seiman + Takut akan Tuhan

    Pastinya, sama aja kutanya, mau pada ngapain sih kalian disini? di situs ini? kalo ke gereja mau ngapain? pun notabene gereja bukan, bukan dan bukan tempat ajang cari jodoh, tapi lokasi menjadi menentukan untuk memperbesar peluang itu. Ada ndak gereja yang co semua atau ce semua? IMHO, saya mungkin blum nemu kalo pun ada, kalo skul sih ada, tapi kalo gereja, sejauh ini saya blum pernah kunjungi yang satu gender doang. Alhasil dari lokasi itu akan memperbesar peluang ketemuan dan kenalan. Dimana ketemu dan kenalan, disanalah yang akan berlanjut. Ketemu di tempat dugem yah besar kemungkinan akan dugem bareng. Ketemu nya di gereja yah besar juga kemungkinannya ke gereja bareng. Mau nemu yang single di gereja yah coba aja ke gereja di malam minggu.Dan saya pernah mengalaminya. Itu juga yang menjadikan tidak perlu ditanya lebih detil mengenai agama di KTP apaan, yah ke gereja, tempat ibadah. Buatku ini menjadikan dasar biar ndak ribet. Selama masih salib, monggo saja.

    3.Setia

    Apa sih arti kesetiaan? setia karena si dia punya A, punya B, punya C? atau ditanyakan, apakah kamu pasangan setia? setia itu ndak bisa terukur, semuanya blas, jawabannya waktu. Apakah ada co dan ce yang tidak setia? banyak juga... rentetan masa lalu saya bisa menjawabnya, tinggal ditanyakan balik bagaimana rentetan masa lalu si lawan gender? kayak kutu loncat? apa kayak pohon bambu yang lama tumbuhnya sampe bertahun2? Tidak ada jawaban yang pasti, setia hanya bisa dijawab oleh waktu. Saat posisi di atas punya semuanya setia, saat ndak punya apa2? Bullshit kalo bilang langsung saya pria/wanita setia.... oh yah? r u sure? seberapa kuat kau setia? wanna know? mari menjalaninya... jangan lihat yang manisnya saat mengukur kesetiaan, apakah yang dilakukan saya atau pasangan saat ada kejadian tak terduga? dipecat? ortu atau mertua kenapa2? saya atau pasangan yang kenapa? mengalami kejadian tidak direncanakan? sakit berkepanjangan? dll? Ini konek ama istilah Till Death Do Us Part... n thats not just some word to say....

    4. Tulus menerima apa adanya

    Yakin? gimana caranya? simple... ketemuan dan obrol... kenalin ke keluarga masing2... kenalin ke teman masing2... menerima apa adanya itu besar banget. Mungkin ketemuan pertama sih masih pada jaim. Tapi BUMP, saat sudah dalam 1 rumah, alakazam dah... bisa ribut gara2 salah naro gulungan tissue, dudukan closet, abis makan ndak dibereskan, dll, dan itu saya dapatkan info dari sohib2 yang sudah berkeluarga. Menerima apa adanya? kalo kentut sembarangan? ga akan kejadian saat masa perkenalan atau pacaran kan? dan masih banyak lagi kasus yang tidak perlu saya sebutkan lagi. Intinya sih, mirip 1 paket. Ambil 1 paket itu, terima semuanya, ndak bisa pilih2 karena sudah the whole package. Same as me. I am smoker. Anda tidak suka co perokok? Dont closer to me. Saya 1 paket, lawan gender juga 1 paket. Se simple itu... Bisa berubah saya menjadi tidak merokok? bisa, tapi menjadi tantangannya, maukah menerima 1 paket ini? Perubahan pasti akan terjadi, saya juga mikir kok plus minusnya perokok yang tidak perlu disebutkan disini. Udah dibahas di thread terkait.

    Summary

    Point 1 s/d 4 adalah sekedar point yang teoritis. Tidak ada cara lain untuk mengenal satu sama lain, visi nya apa, blue print hidup apa? Lakukan saja, praktekan, dengan ketemuan, komunikasi, ketemuan lagi, sharing satu sama lain, jalani bersama, dan lama2 setiap insan akan memahami masing2 pasangannya. Kriteria hanyalah sekedar kriteria, dalam dunia nyata akan ada beberapa kriteria yang harus ditolerir. Pilihan di tangan masing2. Maksa sesuai kriteria? monggo perjuangkan, mau menerima bbrp hal yang ditolerir, terimalah untuk selama2nya.

  • FTN749

    12 November 2015

    ga sanggup nyimak nya panjang bener kata katanya jadi numpang lewat8-o8-o8-o

  • JEFRY058

    13 November 2015

    Idealisme adalah hak setiap individu dan tidak bisa diperdebatkan. Namun, seandainya pun kita tetap pada idealisme kita dalam hal kriteria pasangan hidup, percayalah, sampai kiamat pun takkan kita dapatkan. Dan satu lagi, kalaupun kita bertemu dengan seseorang yg sempurna sesuai kriteria kita, saya yakin orang tersebut takkan memilih kita karena dia juga mencari yg lebih sempurna dari dirinya. Thanks.. :-)

  • LEA602

    13 November 2015

    Yang sabar yaa bro Satria261..liat harapan harapannya temen temen JK...namanya juga kita semua manusia..keep smiling and stay positive..God BLess

  • 18 November 2015

    namanya juga promosi = pilih yang bagus
    baik buruk pasangan diketahui setelah menikah

1 – 19 dari 19Kirim tanggapan