Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Beranikah ikut polling menjawab soal kemapanan ?

ForumGaya hidup Kristen

101 – 125 dari 377    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6 ... 16  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 28 Februari 2016

    XEON501 tulis:

    sy tau beliau... tpi ga kenal.. yg aktif di gereja dulu itu almh mama & kk sy. Sy cm pengunjung tetap saja he he.

    btw maaf bro tjahja, jdi off-topic nih.

    Ga papa. cuek aja. tjahjadia baek kok. :-D

  • 28 Februari 2016

    UCI245 tulis:

    Kalau dlm lembaga keuangan dikenal 5 C Principles, untuk menjawab definisi kemapanan hanya diperlukan 3 C.

    Seseorang disebut mapan bila memenuhi syarat sbb:

    1. Capital, dlm arti memiliki asset pribadi / modal spt: rumah, mobil, uang,dll.

    2. Collateral, dlm arti memiliki jaminan pribadi, jadi kalaupun memiliki sejumlah hutang dia memiliki jaminan yang mencukupi.

    3. Capasity/capability, dlm. arti memiliki kemampuan/kecakapan untuk bekerja atau berusaha yang sifatnya udh stabil dan bukan sekedar coba-coba.

    Sis, menyangkut no 1 etis ga kalo kita tanya apakah rumah tsb memang atas nama dia dan kita minta diperlihatkan suratnya?

    Menyangkut no 2, etis tdk jika kita bertanya apakah org tsb punya hutang dan apakah ada jaminan yg mencukupi?

    Saya kebetulan awam sekali soal beginian...

    28 Februari 2016 diubah oleh ANITA089

  • LISTON872

    28 Februari 2016

    ANITA089 tulis:

    Sis, menyangkut no 1 etis ga kalo kita tanya apakah rumah tsb memang atas nama dia dan kita minta diperlihatkan suratnya?

    Menyangkut no 2, etis tdk jika kita bertanya apakah org tsb punya hutang dan apakah ada jaminan yg mencukupi?

    Saya kebetulan awam sekali soal beginian...

    Etis lah kak kalo kakak surveyor bank mau ngasih kredit ke debitur...

    Gak etis mungkin kalo mau cari pasangan hidup...

    Tapi gak tau juga lah, tergantung caranya juga mungkin.

  • LISTON872

    28 Februari 2016

    ANITA089 tulis:

    Sis, menyangkut no 1 etis ga kalo kita tanya apakah rumah tsb memang atas nama dia dan kita minta diperlihatkan suratnya?

    Menyangkut no 2, etis tdk jika kita bertanya apakah org tsb punya hutang dan apakah ada jaminan yg mencukupi?

    Saya kebetulan awam sekali soal beginian...

    Etis lah kak kalo kakak surveyor bank mau ngasih kredit ke debitur...

    Gak etis mungkin kalo mau cari pasangan hidup...

    Tapi gak tau juga lah, tergantung caranya dan orangnya juga mungkin.

  • CARLASA741

    28 Februari 2016

    Wah ,, mantap nih pembahasanx..  Kereeeenn ..

  • YURI615

    16 Maret 2016

    Menurut "Saya", pria mapan itu minimal sudah punya kerja tetap (karyawan) / punya usaha (walaupun kecil2an). Kerjaan apapun itu yg penting halal dan diax tekun. Menurut "Saya", pria mapan dalam materi itu adalah pria yg bertanggung jawab pada pasangannya karena pada dasarx memang tugas utama seorang pria adalah sebagai pencari nafkah dalam keluarga.

    Kalaupun ada saatnya kondisi keuangan sang pria menurun yg mungkin di sebabkan oleh kerjaan si pria, disinilah tugas seorang wanita yang di tempatkan disisi si pria sebagai penolongnya. Baik menolong dalam doa, usaha, tenaga, maupun materi. Tapi ini kondisi u/ yg sudah berumah tangga.

    Nah kalo baru niat mau ngambil anakx org dlm kondisi "pengangguran", bukan mikir lg, saya mah sudah say no. Bukannya mau berlagak cewek matre ato apaapalah. Tapi SAYA sebagai seorang wanita menganggap pernikahan itu bukan hanya berlandaskan atas cinta semata. Apa CINTA bisa di pakai untuk beli beras ikan sayur ato biaya pendidikan anak2? :p

    Dan coba banyangkan jika anda (PRIA=AYAH) memiliki anak perempuan yang dilamar oleh pria yang belum punya penghasilan tetap, apa anda dengan senang hati menerima  begitu saja?

    Berusahalah dulu mencari kerjaan tetap. Kalaupun anda (pria) tidak berbakat jadi karyawan, yah jadi boslah :D ... Buka usaha biar kecil2an jg gpp. Kamu akan terlihat mapan di mata "Saya" Wanita saat melihatmu bertekun dengan kerjaan yang telah di percayakan Tuhan kepadamu. "Saya" Wanita nggak terlalu melihat apa kerjamu/usahamu sudah "sukses" yang entalah menurut anda nilai kesuksesan itu seperti apa. Karena menurut "Saya" wanita, akan lebih bahagia jika SAYAlah sang Wanita yang selalu berada di sisimu hingga kamu merasa sudah mencapai kesuksesan itu. :)

  • LISBETH921

    16 Maret 2016

    Setuju banget :-):up:

    YURI615 tulis:

    Menurut "Saya", pria mapan itu minimal sudah punya kerja tetap (karyawan) / punya usaha (walaupun kecil2an). Kerjaan apapun itu yg penting halal dan diax tekun. Menurut "Saya", pria mapan dalam materi itu adalah pria yg bertanggung jawab pada pasangannya karena pada dasarx memang tugas utama seorang pria adalah sebagai pencari nafkah dalam keluarga.

    Kalaupun ada saatnya kondisi keuangan sang pria menurun yg mungkin di sebabkan oleh kerjaan si pria, disinilah tugas seorang wanita yang di tempatkan disisi si pria sebagai penolongnya. Baik menolong dalam doa, usaha, tenaga, maupun materi. Tapi ini kondisi u/ yg sudah berumah tangga.

    Nah kalo baru niat mau ngambil anakx org dlm kondisi "pengangguran", bukan mikir lg, saya mah sudah say no. Bukannya mau berlagak cewek matre ato apaapalah. Tapi SAYA sebagai seorang wanita menganggap pernikahan itu bukan hanya berlandaskan atas cinta semata. Apa CINTA bisa di pakai untuk beli beras ikan sayur ato biaya pendidikan anak2? :p

    Dan coba banyangkan jika anda (PRIA=AYAH) memiliki anak perempuan yang dilamar oleh pria yang belum punya penghasilan tetap, apa anda dengan senang hati menerima  begitu saja?

    Berusahalah dulu mencari kerjaan tetap. Kalaupun anda (pria) tidak berbakat jadi karyawan, yah jadi boslah :D ... Buka usaha biar kecil2an jg gpp. Kamu akan terlihat mapan di mata "Saya" Wanita saat melihatmu bertekun dengan kerjaan yang telah di percayakan Tuhan kepadamu. "Saya" Wanita nggak terlalu melihat apa kerjamu/usahamu sudah "sukses" yang entalah menurut anda nilai kesuksesan itu seperti apa. Karena menurut "Saya" wanita, akan lebih bahagia jika SAYAlah sang Wanita yang selalu berada di sisimu hingga kamu merasa sudah mencapai kesuksesan itu. :)

  • 16 Maret 2016

    Menurut saya seseorang yang mapan itu kalau si orang tersebut secara pribadi sudah mandiri. Mandiri bisa mencukupkan kebutuhan dirinya sehari-hari (tidak meminta bantuan lagi kepada kedua orang tua dan keluarga) dan bisa membanggakan kedua orang tua / keluarga terdekatnya. Termasuk mandiri dalam membiayai pesta pernikahannya kelak.

    Happy blessed Wednesday...:)

  • ANDRI150

    20 Maret 2016

    Inilah jawaban yg dinantikan para pria di JK,,,salut untuk ka anita

    ANITA089 tulis:

    1. engga berani. soalnya takutnya aku disuruh kerja juga pdhl aku paling tertekan klo mesti kerja dan berumahtangga sekaligus. justru tujuanku cari suami ya supaya aku bisa berhenti kerja.

    2. pria mapan itu: untuk ukuran jakarta sih penghsilan sekurang2nya rp 5.000.000,- per bulan di mana dia tdk lagi menanggung anak/orgtua dan anggota keluarganya yg lain, dan istri mendapat pertanggungan medislah.

  • DOSMA165

    20 Maret 2016

    pekerja/ entrepreneur yg mncintai pekerjaannya, berusaha agar yg dikerjakan demi kemuliaan Tuhan, bijak mengelola keuangan, jg berbagi rezeki sbrp kmampuan.

  • RIIVALDO924

    20 Maret 2016

    Aduh.. Soal kemapanan saya gak ikut2 dah.

    soal nya saya kelas Low End bangat, tak punya apa2. tapi soal menjalin Hubungan saya yakin saya sudah mapan..

  • ARFIAN017

    20 Maret 2016

    Saya jaga warumg.

    Jadi tidak mapan.

  • BROWNIEZ982

    20 Maret 2016

    :up::up:

    banyak org menaruh masa depannya pd hal materi.. namun mereka lupa TUHAN lah yg memberkati....

    STEFANY387 tulis:

    OK saya jawab ya....

    Untuk yg no.1 : Saat ini saya sedang menjalin hubungan dg seorg hamba Tuhan yg full timer waktunya hanya diladangNya Tuhan & tdk ada kerjaan lain. Diawal kami sebelum sepakat jadian, sempat terlontar pertanyaan darinya spt ini: "Sdh siapkah menjadi pendamping seorg hamba Tuhan yang tdk menentu hasil uangnya? & Sdh siapkah kamu ketika qta disuruh Tuhan melayani dipedalaman daerah dan ada kemungkinan yg terjadi sampe qta harus menahan lapar berhari2?"

    Saya jawab dg tegas wkt itu, "Saya siap". Alasannya saya kerja buat Tuhan itu salah satu kerinduan saya terdalam dan mmg ingin bisa melayani bareng2 dg suami. Dan ketika qta sdh membuat keputusan MAU, saya percaya Tuhan pasti buka jalan apapun rintangan ketika qta tulus bekerja demi kemulyaan nama Tuhan. Ya spt bunga bakung dipadang, burung2 diudara aja Tuhan pelihara apalg qta yg bnr2 melayani sesama untuk kemulyaan nama Tuhan. Jd tdk ada kata KUATIR bagiku meskipun aku harus meninggalkan dunia bisnisku dan menerima calon pendamping yg tdk tentu gajinya. Semua sdh Tuhan atur.

    Untuk yg no.2 : Saya milih kemapanan hati thd pasangan. Ketika hubungan diantara qta terjalin muncul ketenangan, damai sejahtera dan jauh dr nafsu disitu saya merasakan ini dari Tuhan. Baru kali ini saya menjalin hubungan dg seseorg merasakan damai sejahtera, terlebih bisa menjaga kekudusan meskipun saya seorg single parents.

    Ok sdh saya jawab untuk kedua pertanyaan yg bung Tjahjadia118 lontarkan. Makasih.

  • LISTON872

    20 Maret 2016

    Maaf aku blm mapan...

  • ETI697

    20 Maret 2016

    Cowok* JK spertinya banyak juga yg blom mapan heheheee...yg penting rajin dan tekun itu modal buat berhasil. Syukuri pekerjaan yg skarang ini dan rajinlah nabung buat modal. Bisa buat modal usaha lain, modal nikah, modal apa kek terserah. Tuhan itu ga merem, Tuhan melihat kesetiaanmu dalam melakujan hal/pekerjaan kecil. Jika tiba waktunya Tuhan akan beri tanggung jawab/pekerjaan lebih besar lagi. Yang blom mapan, yg jaga warung, operator, OB/OG, kuli, karyawan,  Semangat teman teman yaaa....GBU all

  • BROWNIEZ982

    20 Maret 2016

    idem ;-);-)

    LISTON872 tulis:

    Maaf aku blm mapan...

  • CHRISTIN016

    20 Maret 2016

    Setuju. Tidak semua perempuan melihat materi (penghasilan) / karir (pekerjaan / pebisnis). Para pria bisa bertanggung jawab dlm hidupnya sendiri, dan berusaha, utk bisa dilirik.

    DONNYSAM914 tulis:

    .....

    Jika cewe nya bekerja logikanya dia berharap dapat pasangan yang punya penghasilan dalam rentang sedikit dibawa gajinya atau sama, klo lebih besar gaji cowonya ngak usah dipertanyakan.

    Jika cewenya tidak bekerja kemungkinan tergantung kondisi ekonomi keluarga. Jika dari ekonomi menengah biasanya mengharapkan cowo punya gaji di atas UMR. .....

    Ini bukan hasil survey, tapi pemikiran saya pribadi hehehe

    .....

    Tidak selalu faktor ekonomi nomor satu di mata wanita,dia lihat juga karakter pasangannya yg baik, pekerja keras dan takut akan Tuhan

    20 Maret 2016 diubah oleh CHRISTIN016

  • NIEKA858

    20 Maret 2016

    Saya suka pria pekerja keras, syukur mampu bekerja cerdas juga, tentunya juga dgn cara yg baik, sebab pria seperti itu membawa aura positif.

    Mapan?

    Yah kehidupan itu pasang surut, krn itu mudah2an saya dipertemukan dgn pria yang berani menghadapi tantangan kehidupan dgn semangat bekerjanya.

  • YUDI139

    3 Mei 2016

    Wah terlalu privasi pollingnya, memang setiap orang mau yang terbaik di dalam hidupnya.

  • 11 Agustus 2016

    ANDRI150 tulis:

    Inilah jawaban yg dinantikan para pria di JK,,,salut untuk ka anita

    ANITA089 tulis:

    1. engga berani. soalnya takutnya aku disuruh kerja juga pdhl aku paling tertekan klo mesti kerja dan berumahtangga sekaligus. justru tujuanku cari suami ya supaya aku bisa berhenti kerja.

    2. pria mapan itu: untuk ukuran jakarta sih penghsilan sekurang2nya rp 5.000.000,- per bulan di mana dia tdk lagi menanggung anak/orgtua dan anggota keluarganya yg lain, dan istri mendapat pertanggungan medislah.

    O makasih deh, kalo begitu Andri. Mengenai jawaban no 1, aku memang sangat tdk nyaman utk ninggalin rumah kalo aku bersuami. Jawaban no 2 itu aku dapatkan dari temanku wanita juga yg kerjanya akuntan (lulusan S1 Fak. ekonomi). Jadi mungkin itu jawaban yg tepat krn ada referensi dari pakarnya.

  • 11 Agustus 2016

    Buat Tjahjadia, postingan kamu ini ini posting favoritku. Ada 1 hal yg aku ingin sampaikan ke kamu sbg seorang wanita yg tulus:

    seandainya aku menjadi cewek yg mencintaimu itu aku akan menunggumu dan ga menuntut scr keuangan krn:

    1. di usiaku ini toh aku engga ingin punya anak, jd aku ga tergesa2 nikah lg.

    2. di usiaku ini aku toh harus jaga tensi, kolesterol dan kadar gula jadi hanya bisa makan sedikit nasi dng tahu tempe kangkung sayur asem (makanan murah meriah). Jadi utk apa aku minta kamu sering2 ngeluarin duit buat makan di resto.

    3.aku sadar pesta pernikahan yg mewah cuma buang2 uang. aku lbh memilih ga pesta. cukup pencatatan sipil dan pemberkatan nikah.

    4.aku brsedia tinggal bersamamu di tempat sederhana.

    Aku dulu cerai bukan krn faktor ekonomi. Aku hargai berapapun penghasilan suami. Penyebab perceraian itu faktor lain. Nah, Tjahjadia... jadi bagaimana pun juga tetap ada wanita yg tulus.

    Lalu....sbg wanita yg tulus tsb, apa yg aku inginkan darimu seandainya kamu pria yg sdg pdkt ke aku?

    1. kejujuran ttg total penghasilanmu dan tabungan per bulan.

    2. rencanamu mengenai berapa tahun yg kamu butuhkan tuk menabung. Misalnya, 4 th lg setelah anak sulungmu selesai lulus D3. (misalnya loh), sehingga tanggunganmu berkurang.

    3. rencanamu mau tinggal di mana setelah menikah. tunjukkan lokasinya.

    4.gambaran ttg apa aja rekreasi kita setelah menikah. Seandainya  kamu hanya sanggup membayari makan di luar dan nonton sebulan sekali terus terang sj.

    Brother Tjahjadia,,, cewek engga hanya terkagum2 dng pria mapan. Aku sbg cewek tetap bisa mengagumi pria sederhana selama dia tegas dan punya gambaran2 masa depan di nomer 1-4 di atas tsb.

    11 Agustus 2016 diubah oleh ANITA089

  • 11 Agustus 2016

    mapan kalau bahasa jawanya selain bermakna stabil dalam keuangan/ekonomi juga bermakna meletakkan sesuatu pada tempatnya dalam kondisi stabil, atau arti yang lain merujuk pada makna tidur, akan lebih lengkap jika digabungkan dengan kata turu.

    Misal : bocahe wes mapan?

               anaknya sudah tidur?, atau kalimat lebih lengkap dan lebih bermakna

               bocahe wes mapan turu?

              anaknya sudah tidur?

    Jadi kalau wanita Jawa bertanya pada wong lanang/pria yang mapan artinya bisa bermakna ganda pria yang sudah tidur atau stabil dalam keuangan/ekonomi.

  • ELISA859

    11 Agustus 2016

    Bagus banget nih topiknya,,

    Untuk merespon topik ini,aku berusaha untuk menjawab,

    Hidup bahagia itu dambaan semua wanita termasuk aku,dan semua penjelasan saudara Tjahjadia itu benar sekali,

    Namun aku lebih suka mencari pendamping hidup bukan yang sudah mapan,tetapi laki-laki yang mau di ajak berjuang untuk hidup yang lebih baik,tujuan hidupku untuk mencari laki-laki yang memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi saksi Tuhan Yesus,dan menjadi saksi Nya itu perlu waktu dan keseriusan sebab membutuhkan kedekatan dgn Tuhan dan iman yang matang,sebab pekerjaan ini menyangkut kekekalan,

    Aku berusaha untuk mencukupkan segala kebutuhanku dan tanggungjawabku sebagai ortu bagi anak2ku,membuat mereka bisa hidup mandiri dan pendidikan yang layak itu sudah cukup untuk modal masa depan mereka,

    Adakah member JK yang bersedia hidup menjadi saksiNya,dan mau berjuang bersama-sama demi kemulyaan Tuhan????

    Adakah laki-laki yang mau hidup sederhana dan jauh dari kemewahan??

    Itu saja responku,,

    Biar mereka pria yang blom mapan tidak minder,dan bisa menjadi trobosan baru untuk di pikirkan,,,

    Menurutku hidup menjadi saksi Tuhan Yesus,lebih mulya daripada naik BMW,

    TJAHJADIA118 tulis:

    (Polling khusus wanita)

    Dalam mencari pasangan hidup para pria sering mendengar kata2 yg dilontarkan oleh kaum hawa yaitu "Mencari pasangan hidup yang sudah mapan". Apakah sebenarnya kemapanan itu sehingga banyak orang ramai menggunjingkannya ? Sebenarnya kata mapan sendiri mengandung arti kata yaitu mantap / stabil / tidak tergoyahkan kehidupannya. Jika sesederhana itu pengertian yang dimaksudkan dalam KBBI, kenapa hal ini malah membuat sebagian pria menjadi dilema sehingga ada rasa kuatir & takut yang berlebihan untuk mendekati wanita idamannya ?

    Kemapanan sendiri sebenarnya mengandung banyak arti buat setiap orang & tidak sesederhana seperti yang ada di KBBI. Tidak ada standar yang pasti untuk mengukur tingkat kemapanan seseorang. Pola hidup tiap orang biasanya disesuaikan dengan situasi & kondisi di lingkungan yang pernah mereka jalani. Beberapa wanita berpendapat mengenai pria mapan itu adalah "Yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan istri & anak kelak dengan TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN PENURUNAN GAYA HIDUP YANG TERLALU DRASTIS".

    Ada juga yang beranggapan bahwa tingkat kemapanan ini lebih penting dibandingkan dengan hal2 yang lainnya sehingga secara terang2an menanyakannya langsung di awal hubungan mereka. Dengan berbagai macam alasan yang sengaja disangkut pautkan dengan realitas bahwa hidup ini perlu uang, kecantikan perlu uang, makan perlu uang, biaya anak perlu uang & kebahagiaan juga perlu uang.

    Biasanya di awal hubungan / saat PDKT mereka akan sering menanyakan hal2 mengenai:

    - Jabatan di pekerjaannya & gaji yang dihasilkannya

    - Berapa besar jumlah tabungan / investasi yg dimiliki

    - Kendaraan yang dipakai

    - Tingkat pendidikan

    - Visi / misi saat berumah tangga nanti

    Hanya sebagian kecil wanita yang mengatakan bahwa kebahagiaan bukan didapat dari kemapanan, melainkan dari perhatian & kasih sayang yang diberikan pasangannya. Sedangkan pendapat publik mengatakan untuk mencapai kebahagiaan hidup pernikahan itu haruslah satu paket antara perhatian, kasih sayang & kemapanan.

    Karena yang menjadi tolak ukur wanita dalam menilai pria adalah tingkat kemapanannya dengan melihat berapa banyak materi yang bisa dihasilkan pria itu selama hidupnya, sehingga hal ini sering membuat depresi sebagian pria yang belum mapan. Pada akhirnya menimbulkan polemik di kalangan pria yang mempertanyakan : Apakah masih ada wanita yang bisa menjalani hidup susah & tidak meminta cerai saat kesusahan itu datang ? Bagaimana cara membahagiakan wanita, apakah dengan materi / non materi ? Apakah kebahagiaan wanita hanya diukur dari tingkat kesuksesan / kemapanan pria saja ?

    Bila kemapanan disejajarkan dengan realitas hidup yang ada, sebenarnya kita juga tidak bisa memungkiri bahwa tidak setiap orang hidup dalam kelimpahan / berkelebihan secara materi. Masih ada banyak orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Lalu apakah selama ini mereka dianggap tidak berusaha keras untuk membahagiakan kehidupan keluarganya, mereka tidak memiliki potensi untuk sukses memperbaiki hidupnya sehinggap dianggap hanya menerima keadaan saja ? Tentunya setiap orang dipastikan ingin hidup lebih layak / mapan, hanya saja kita tidak lepas dari kehendak Tuhan yang menetapkan dimana kita dilahirkan, apakah menjadi kaya / miskin, sukses / bangkrut. Memulai hidup dari nol (0) itu adalah hal yang sudah biasa & merupakan keharusan bagi semua orang. Tidak mungkin tiba2 orang tersebut langsung sukses tanpa melalui saat2 ia masih bayi, menempuh pendidikan, memulai karir maupun hidup berumah tangga. Janganlah karena tidak mapan sehingga menimbulkan stigma pada sebagian orang yang menyama-ratakan bahwa "ORANG MISKIN DILARANG KAWIN".

    Jika diperhatikan ukuran kemapanan seseorang bisa dilihat dari hal2 di bawah ini :

    - Sudah memiliki pekerjaan

    - Gaji besar yang dihasilkannya setiap bulan

    - Tidak memiliki hutang / pinjaman yang besar

    - Memiliki tabungan / investasi berupa aset2 berharga

    - Sudah memiliki motor sendiri

    - Sudah memiliki rumah sendiri

    - Sudah memiliki mobil sendiri

    - Sudah memiliki usaha / perusahaan sendiri

    - DLL

    Akhir kata saya hanya ingin mengajukan pertanyaan kepada semua wanita yang ada disini mengenai :

    1. Apakah anda bersedia menikah dengan buruh / pegawai kecil dengan gaji lebih kecil atau setara UMR (Upah minimum regional daerah), dimana tentunya kalian bisa menilai sendiri nantinya tingkat kemapanan yang akan bisa dicapai bersama pasangannya kelak. Jawab ya / tidak & berikan alasannya ?

    2. Berdasarkan kriteria kemapanan yg disebutkan diatas apakah anda berani menyebutkan kemapanan seperti apa yg anda inginkan ? Berapa gaji yg diharapkan, berapa nilai tabungan / investasi, apakah berharap sudah memiliki motor, rumah, mobil atau berharap sudah memiliki perusahaan sendiri ?

    11 Agustus 2016 diubah oleh ELISA859

  • ELISA859

    11 Agustus 2016

    Weleh-weleh mas bro bisa aja,

    Mapan itu sudah siap jasmani dan rohani,sebab pernikahan kristen untuk seumur hidup,hehe,

    Bisa saling menerima soal banyaknya materi itu relatif,g ada ukurannya,

    TORO617 tulis:

    mapan kalau bahasa jawanya selain bermakna stabil dalam keuangan/ekonomi juga bermakna meletakkan sesuatu pada tempatnya dalam kondisi stabil, atau arti yang lain merujuk pada makna tidur, akan lebih lengkap jika digabungkan dengan kata turu.

    Misal : bocahe wes mapan?

               anaknya sudah tidur?, atau kalimat lebih lengkap dan lebih bermakna

               bocahe wes mapan turu?

              anaknya sudah tidur?

    Jadi kalau wanita Jawa bertanya pada wong lanang/pria yang mapan artinya bisa bermakna ganda pria yang sudah tidur atau stabil dalam keuangan/ekonomi.

  • 11 Agustus 2016

    :up:jempol tangan

101 – 125 dari 377    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6 ... 16  Selanjutnya Kirim tanggapan