Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Kisah Sebuah Biola

ForumInspirasi

1 – 5 dari 5Kirim tanggapan

  • JONY310

    27 November 2015

    Sebuah keluarga yang kaya raya, memesan sebuah biola dari seorang pembuat bahkan pemain biola terbaik dikota itu. Biola itu dipesan khusus untuk anak laki-lakinya yang sangat temperamental, dengan harapan musik dapat merubah anak itu.

    Biola itu sangat indah, pembuatnya memilih kayu terbaik yang didapat dari negeri yang jauh, dibentuk, dihaluskan,dipoles selama beberapa waktu hingga mengkilap, di bagian kepala diukir dengan teknik seni yang tinggi, hingga biola itu merupakan biola terbaik yang pernah dibuat olehnya. Semua orang yang
    melihatnya apalagi menyentuhnya pasti akan terkagum-kagum dengan karyanya.

    Segera biola itu ditangan sang anak. Guru yang didatangkan khusus oleh orangtuanya tak mampu berbuat banyak untuk membuat anak itu bisa bermain dengan benar. Tak lama kemudian, biola yang sangat indah itu hanya teronggok di sudut gudang yang gelap, berdebu dan sangat kotor itu.

    Tahun demi tahun segera berlalu, tak terasa anak laki-laki tadi sudah dewasa, menikah kemudian memutuskan untuk pindah mengikuti orang tuanya yang telah lebih dulu meninggalkan kota itu. Segera juru lelang mempersiapkan semua barang-barang yang ada di dalam rumah itu untuk acara lelang yang akan diadakan.

    Ketika satu demi satu barang diangkut ke pelelangan, tinggallah sebuah biola yang kusam, kotor tak terawat, dengan tali-tali senar yang sudah tidak lengkap lagi. Juru taksir lelang tidak mau membawa biola tersebut karena pasti tidak akan ada harganya di pelelangan, namun karena masih ada tempat kosong dibagasi, maka jadilah biola itu dibawa juga.

    Satu demi satu barang yang ada laris terjual, mulai dari meja, kursi, jam dinding, lampu hias, lukisan, lemari, berbagai hiasan, keramik, alat-alat dapur hingga ke berbagai jenis kendaraan antik sampai yang terbaru dilelang. Maklum, keluarga ini memiliki barang-barang terbaik dan berkelas, sehingga setiap barang yang dibelinya pasti akan diincar juga oleh para kolektor lainnya.

    Setelah semua barang terjual, tinggallah sebuah biola yang rusak tadi. Melihat barang yang tersisa cuma biola tak berharga, maka satu demi satu peserta meninggalkan ruangan. Dengan ragu-ragu, panitia lelang mengumumkan harga pembukaan, 10 dollar. Tidak ada respon, berbeda dengan barang yang lain, ketika ditawarkan maka harga akan naik. Tetapi karena tidak ada peminatnya, maka biola ini ditawarkan dengan harga makin rendah. 8dollar. 5dollar. Hingga akhirnya 1dollar, sebuah harga yang tanpa harga. Semua tidak mempedulikan lagi barang itu, mereka sibuk untuk bersiap pulang.

    Tiba-tiba seorang pria tua berjalan dari antara peserta, tanpa perintah dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, dia naik keatas panggung, mengambil biola yang tidak ada harganya itu, mengeluarkan saputangan dari kantongnya dan mulai membersihkan biola itu. Dia mengelap biola itu dari ujung ke ujung, hingga warna asli dari biola itu keluar. Biola itu sangat mengkilap. Kemudian dia memasangkan kembali senar-senarnya yang sudah tak terpasang, kemudian dia mengeluarkan sebuah dawai dari pinggangnya dan mulai menggesek-gesekkannya pada senar sambil menyesuaikan nada-nadanya.

    Mendadak semua orang yang hendak pulang terpaku, melihat tingkah aneh pria tua itu. Ketika akhirnya pria tua itu memainkan sebuah lagu, semua orang yang mendengarnya terdiam, ternganga mulutnya, terhanyut menyaksikan sebuah pertunjukkan seni tingkat tinggi.

    Orang-orang yang tadinya ada diluar kembali memasuki ruangan untuk mendengarkan suara yang sangat indah, bahkan seumur hidup mereka belum pernah mendengar suara seindah itu, yang keluar dari sebuah biola yang diabaikan sebelumnya. Ternyata pria tua itu adalah pembuat dari biola itu sendiri, sehingga ia tahu bagaimana membuat biola itu menjadi berharga.

    Melihat situasi yang begitu mengharu biru,panitia lelang langsung mengoreksi harga yang tadi sempat diangka 1dollar. Tidak tanggung-tanggung, ketua lelang membuka harga 100dollar, 400dollar, 1.000dollar, 10.000dollar hingga akhirnya biola itu menjadi barang termahal yang berhasil dijual pada acara lelang yang sangat dramatis itu, mengalahkan harga mobil paling mahal yang ada disitu.

    Guys, apakah anda merasa tidak berharga? Diabaikan? Dicampakkan? Hanya sebagai sampah yang tidak ada artinya? Datanglah kepada Pembuat anda, Penciptamu, maka Ia akan membersihkanmu, memoles hidupmu dan memperbaiki setiap kekuranganmu, hingga akhirnya engkau akan menjadi harta yang terindah yang pernah diciptakan-Nya.

  • BASS306

    27 November 2015

    bagus skali, sangat mengharukan :up:

  • 27 November 2015

    Pernah lihat versi video klipnya di youtube :)

  • HANA914

    28 November 2015

    JONY310 tulis:

    Guys, apakah anda merasa tidak berharga? Diabaikan? Dicampakkan? Hanya sebagai sampah yang tidak ada artinya? Datanglah kepada Pembuat anda, Penciptamu, maka Ia akan membersihkanmu, memoles hidupmu dan memperbaiki setiap kekuranganmu, hingga akhirnya engkau akan menjadi harta yang terindah yang pernah diciptakan-Nya.

    Pernah ....baru2 saja ...sebulan yg lalu ... di PHP in ...tanpa tahu saya salah apaa ... prasaan udah memperlakukannya dgn baik ... nggak ada perkataan yg menyinggung ... duhh sakit rasanya ....

    Namun saya bangun confidence dgn confess kebenaran setiap hari .... sekarang sudah menjadi biola yang indah ... hehehe

  • JONY310

    28 November 2015

    @hana: Nice sharing. Semoga biola yg indah skrg jatuh ke tangan maestro yg tepat ya sis... hehe..

    @brass: Thx u bro

    @Tjahjadia: Yupp. waktu bikin tulisan ini, sy belum pernah liat video dan cerita aslinya, hanya mendramatisir cerita seorg teman yg telah membaca duluan. Thx u

1 – 5 dari 5Kirim tanggapan