Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Trinitas dalam Ajaran Kristen

ForumAlkitab

351 – 359 dari 359    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 13  14  15Kirim tanggapan

  • 12 februari

    ALBERTHS562 tulis:

    Hal yang mudah dipersulit. Sedangkan hal yang sulit dibuat semakin rumit.

    Banyak yang berkutat soal doktrin trinitas.

    Saya sangat setuju sekali dengan komen Anda di atas.

    Oleh karena itulah, ketimbang membuat tafsir-tafsir baru, alangkah baiknya setiap orang Kristen kembali kepada formula asli Trinitas yang dirumuskan oleh Tertulianus, seorang bapa Gereja, pada awal abad 3 M.

    Bahkan agama sebelah menjadikan doktrin trinitas ini sebagai alat untuk membenarkan ajaran tauhid mereka. Dan mengolok-olok ke-ekhad-an Yeshua.

    Itu karena dalam kitab suci mereka, ada tertulis "rumusan Trinitas yang salah".

    Dan karena tidak mau cek dan ricek ke Alkitab (dan atau ahli-ahli Alkitab) akhirnya mereka menjustifikasi bahwa rumusan Trinitas yang diyakini oleh orang Kristen adalah sama dengan yang tertulis dalam kitab suci mereka.

  • 12 februari

    benar  mas, hehehe

    VIRUSKASIH805 tulis:

    Mungkin maksudnya anak-anak Tuhan ?

  • 12 februari

    Soal Trinitas  memang  mudah bagi  mereka  yang  sudah  mempelajari  dan  telah paham, tetapi sulit  bagi  mereka  yang  belom  paham.

    Bahkan  yang sudah paham  sekalipun  akan  sulit  menjelaskan bagi  mereka  yang blom  paham.

  • 10 mei

    Apa ajaran Alkitab mengenai Tritunggal?

    Hal yang paling sulit dalam konsep Kristiani mengenai Tritunggal adalah tidak adanya penjelasan yang cukup untuk itu. Tritunggal adalah konsep yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia apalagi untuk dijelaskan. Allah jauh lebih besar dan agung dari kita karena itu jangan berharap bahwa kita dapat memahami Dia secara penuh. Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi dalam Tritunggal, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara keseluruhan. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal tidak benar atau bukan berdasarkan ajaran Alkitab.

    Ketika mempelajari topik ini kita perlu ingat bahwa kata “Tritunggal (Trinitas)” tidak digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal atau Trinitas walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” atau “Trinitas” daripada mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.” Jikalau Anda keberatan dengan ini, coba pertimbangkan: kata kakek juga tidak ada dalam Alkitab walaupun kita tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak kakek. Abraham adalah kakek dari Yakub. Jadi jangan kandas pada istilah “Tritunggal” itu sendiri. Apa yang penting adalah bahwa konsep yang DIWAKILI oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab. Setelah pendahuluan ini, kita akan melihat ayat-ayat Alkitab yang mendiskusikan Tritunggal.

    1) Allah itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5

    2) Tritunggal terdiri dari tiga Pribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. Untuk ayat-ayat dari Perjanjian Lama, pemahaman Bahasa Ibrani sangatlah menolong. Dalam Kejadian 1:1, kata “Elohim” adalah dalam bentuk jamak. Dalam Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Yesaya 6:8, kata jamak “kita” yang digunakan. Dalam Bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, tunggal dan jamak. Dalam Bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dual HANYA digunakan untuk dua. Dalam Bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan. Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” adalah dalam bentuk jamak- jelas lebih dari dua – dan menunjuk pada tiga atau lebih dari tiga (Bapa, Anak, Roh Kudus).

    Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1 sang Anak berbicara dan merujuk pada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 untuk melihat bahwa yang berbicara adalah Anak. Matius 3:16-17 menggambarkan peristiwa pembaptisan Yesus. Dalam peristiwa ini kelihatan bahwa Allah Roh Kudus turun ke atas Allah Anak sementara pada saat bersamaan Allah Bapa menyatakan bagaimana Dia berkenan dengan sang Anak. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh mengenai tiga Pribadi berbeda dalam Tritunggal.

    3) Pribadi-Pribadi dalam Tritunggal dibedakan dari satu dengan yang lainnya dalam berbagai ayat. Dalam Perjanjian Lama, “TUHAN” berbeda dari “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). TUHAN memiliki “Anak” (Mazmur 2:7; 12; Amsal 30:2-4). Roh Kudus dibedakan dari “TUHAN” (Bilangan 27:18) dan dari “Allah” (Mazmur 51:12-14). Allah Anak dibedakan dari Allah Bapa (Mazmur 45:7-8; Ibrani 1:8-9). Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 14:16-17, Yesus berbicara kepada Bapa tentang mengutus Sang Penolong, yaitu Roh Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang diriNya sebagai Bapa atau Roh Kudus. Perhatikan pula saat-saat lain dalam kitab-kitab Injil ketika Yesus berbicara kepada Bapa. Apakah Dia berbicara kepada diri sendiri? Tidak. Dia berbicara kepada Pribadi lainnya dalam Tritunggal, - Sang Bapa.

    4) Setiap Pribadi dalam Tritunggal adalah Allah. Bapa adalah Allah: Yohanes 6:27; Roma 1:7; 1 Petrus 1:2. Anak adalah Allah: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Kolose 2:9; Ibrani 1:8; Yohanes 5:20. Roh Kudus adalah Allah: Kisah Rasul 5:3-4; 1 Korintus 3:16 (Yang mendiami adalah Roh Kudus – Roma 8:9; Yohanes 14:16-17; Kisah Rasul 2:1-4).

    5) Subordinasi dalam Tritunggal: Alkitab memperlihatkan bahwa Roh Kudus tunduk (subordinasi) kepada Bapa dan Anak, dan Anak tunduk (subordinasi) kepada Bapa. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau membatalkan keillahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal. Ini mungkin adalah bagian dari Allah yang tidak terbatas yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas. Mengenai Anak, lihat Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. Mengenai Roh Kudus lihat Yohanes 14:16; 14:26; 15:26; 16:7, dan khususnya Yohanes 16:13-14.

    6) Pekerjaan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari a) alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (Yohanes 3:16-17); dan d) pekerjaan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Bapa MEMULAI semua ini.

    Anak adalah agen yang melaluiNya Bapa melakukan karya-karya sbb: 1) penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); 3) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42). Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berfungsi sebagai Agen Allah.

    Roh Kudus adalah alat yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya berikut ini: 1) penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26:13; Mazmur 104:30); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan 3) keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1 Petrus 1:2); dan pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 10:38). Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.

    Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang sering dipakai yang dapat dengan akurat menjelaskan Tritunggal. Telur (atau apel) tidak tepat karena kulit telur, putih telur dan kuning telur, semua adalah bagian dari telur dan bukan secara sendirinya telur. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah bagian dari Allah namun setiap mereka adalah Allah. Ilustrasi yang menggunakan air sedikit lebih bagus dalam menjelaskan Tritunggal, namun tetap tidak cukup. Cairan, uap dan es adalah bentuk-bentuk dari air. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah bentuk-bentuk dari Allah, setiap Pribadi itu adalah Allah. Dengan demikian, walaupun ilustrasi-ilustrasi ini memberi gambaran mengenai Tritunggal, gambaran yang diberikan tidak selalu akurat. Allah yang tidak terbatas tidak dapat digambarkan secara penuh dengan ilustrasi yang terbatas. Daripada menfokuskan diri pada Tritunggal, cobalah fokuskan diri pada kebesaran Allah dan bahwa Dia jauh lebih agung dari kita. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34).

    (Sumber: Got Questions)

    Saya sangat terberkati terkait pertanyaan saya selama ini tentang Trinitas. Got Questions memberikan jawaban yang sangat rinci. Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran buat kita.

  • 10 mei

    Daripada membahas soal Trinitas, lebih baik kita terus menerus berdoa, meminta dengan Kerendahan hati Hikmat dari Yesus langsung, sehingga kita dapat mengerti Kehendak-Nya yang sebenarnya, mengerti tentang cara pandang-Nya, makna teladan hidup-Nya, makna ajaran yang ditulis-Nya di dalam Alkitab....Hikmat dari-Nya akan membuat kita merasa Damai Sejahtera dan semakin kecil/rendah hati serta semakin peka terhadap Kasih...

    Salam Damai Temans...

    Tuhan Memberkati...

  • 11 mei

    Trinitas itu pokoknya  3 dlm  1,dan 1 dlm  3.

  • 31 mei

    Alkitab tidak pernah membahas eksplisit mengenai tritunggal, tetapi lebih kepada tunggaltri. Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus.

  • 31 mei

    Memang istilah tritunggal itu diciptakan dalam rangka mengkomunikasikan siapa Allah kita.
    Allah mengenalkan diriNya dalam beragam wujud, mungkin banyak wujud, namun kita pahami melalui KS ada tiga wujud.

    Sama seperti manusia yang adalah gambaran Allah. Seorang manusia bisa dikatakan tunggal atau satu. Tapi kita mengenal satu orang itu dalam berbagai wujud yang berbeda.
    Ada yang bisa mengenal melalui suara, ada yang mengenal melalui wajah dll.
    Saya sering menganalogikan .
    Ketika saya berada di Bandung saya menelpon sesorang yang berada di Jakarta.
    Apakah yang di Jakarta berinteraksi dengan saya atau HP ?
    Ataukah saya banyak, sebab saat yang sama saya bisa berinteraksi dengan orang di Bandung dan juga orang di Jakarta ?.

    Demikian pula dengan pendekatan matematik.
    0rang sering mempertanyakan : 1+1+1=1 ?.

    Kalau pribadi didefinisikan sebagai kumpulan sifat atau keseluruhan sifat.
    Maka 1+1+1=1 adalah benar.
    Kumpulan berapapun banyaknya, kalau disatukan atau dikumpulkan lagi akan tetap menjadi satu kumpulan.

    Kebenaran matematik itu relatif terhadap kasus.
    Kalau anak SMP belajar persamaan linear. A= A+ 5, itu salah, tidak logis.

    Tapi kalau orang belajar programing. A=A+A+5, itu benar.

  • 1 juni

    👏👏👏

351 – 359 dari 359    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 13  14  15Kirim tanggapan