Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Lebih baik sendiri yg penting bahagia atau menikah?

ForumPersahabatan dan hubungan

126 – 150 dari 232    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 5  6  7 ... 10  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 11 November 2020

    Iya...aku jg sering melihat hal seperti ini. Jd ada plus minus.

    Ada staff di ktrku malah bilang, kok gue setelah menikah kok jadi babu ya...

    Dl, sblm nikah aku ga perlu bangun pagi masak siapin ini itu, sekarang dah bangun dari jam 5 pagi beres ini itu malah suami msh ga ngehargai. Blm lg setelah punya anak. Sdh ga ada wkt Me Time, mknya badan ga ke urus, kdg2 jg lupa pake bedak karna sdh repot urus suami, anak dan kerjaan rumah tangga...

    SAURIA580 tulis:

    Kadang tidak semua yang ditampilkan di medsos itu mengenakkan sist. Kadang ada yang hanya camouflage doang.  

    ....

    Oppss...akhirnya semakin memantapkan langkah saya untuk menikmati kesendirian saya dulu sebelum menemukan orang yang tepat dan pastinya jika Tuhan menghendaki suatu saat saya akan menikah. ;-):-D

    11 November 2020 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 11 November 2020

    Iya bener.. krn aku sudah lihat 'case' nya..(bukan dalam film lagi).. which will surely be a real threat to some gender..  so sad  :-Z  

    PURWANTO060 tulis:


    Kalau yg kedua ditambah penjelasan dibawah👇 dalam sebagian saya setuju dengan penjelasan bro christian, tapiii perlu diingat juga kalau bicara teknologi sekarang yg sudah banyak menggunakan "AI" dalam kontek relationship baik itu sebagai "wife function" atau pacar yg tidak "banyak" menuntut dan tidak "abuse" kita itu tetep bakal bisa terjadi.

    11 November 2020 diubah oleh CRISTIANO501

  • PURWANTO060

    11 November 2020

    CRISTIANO501 tulis:

    Iya bener.. krn aku sudah lihat 'case' nya..(bukan dalam film lagi).. which will surely be a real threat to some gender..  so sad  :-Z  

    yupd... I agree with you, we must be able to respond to technological advances wisely

  • 12 November 2020

    Real case nya emang pelik.. kultur yang sangat individualistik di negara2 maju menambah layers jenis pria yg 'memilih' itu...  They simply need a typical figure NOT other than an 'assistent'. who are not too much 'demanding'  (mrk butuh yg ga terlalu menuntut).. ( they are mostly working class. yg ckp mapan.. e,g ; mrk bekerja di pertambagan, perminyakan, and some other technical fields).

    Is 'AI' currently  being an irresponsible practice or just part of a New Normal coming..  O:):-Z    

    PURWANTO060 tulis:

    yupd... I agree with you, we must be able to respond to technological advances wisely

    12 November 2020 diubah oleh CRISTIANO501

  • SUSAN758

    12 November 2020

    Kl q seh sedang menikmati kesendirian...kl pnya suami ga sepaham ga sejln cape jg...kl pnya yg sepaham n sejln n yg tkt ma tuhan jauh lbh enak utk menikmati ms hdp smpe tua n smpe maut memisahkan

  • 12 November 2020

    Dan pada akhirnya bumi ini berkurang jumlah populasinya.

    Masing-masing orang sudah teramat sangat nyaman dengan masa single mereka. Tidak ada beban hidup yang harus dipikirkan, tidak ada yang mengatur-atur, tidak ada yang resek, tidak ada lagi sakit hati karena pasangannya. Semua berdiri di kakinya sendiri, tidak tergantung pada pasangannya.

    Kenapa? Karena si lawan jenis ada yang tidak bertanggung jawab dan mengerti perannya masing-masing, semau gw, tidak dewasa secara mental, dan finansial, dan kekurangan-kekurangan lain.

    Tidak salah menurut saya. Walau menjalani hidup rumah tangga dalam ajaran Kristen itu dianjurkan seumur hidup, tidak ada perceraian tapi balik lagi kalau dalam perjalanannya ada yang tidak beres ya sebaiknya divorce aja. Misal: kekerasan dalam rumah tangga, pelakor/pebinor, hutang ber-M tanpa diketahui oleh pasangan, dan keburukan-keburukan lainnya. Ngga mungkin men-sacrifice diri sendiri bagi orang yang sudah tidak sejalan lagi dengan komitmen mereka mula-mula, artiannya adalah sudah tidak ada harmonisasi walau sudah berusaha diperjuangkan.

    So lebih baik hidup sendiri (single) dibandingkan menikah dengan orang yang salah.

    I am very most happy as a single lady. 😍😊💃

  • 24 November 2020

    Menikah.

    Krna bs sling curhat g stress sendirian.

    Tp kalo memang dpt yg tepat🤧😭😭

  • 24 November 2020

    Ya sama aja untuk kaum anda pria juga akan berlaku begini. Sami mawon, mas bro. Kalau kek gini jiwa saya berteriak "Gender balance speaks." 😁

    Pria-pria juga ada yang banyak menuntut kok. Belum lagi pria-pria yang berlaku kasar terhadap istrinya (verbal abuse dan physical abuse). Yang bikin istrinya trauma akhirnya menceraikan suaminya. Belum lagi yang tidak tau perannya sebagai seorang suami, kepala keluarga dan imam, serta bapak yang benar dan baik bagi anak-anaknya. Jauh dari tipikal 'godly man'. Dan bikin perempuan ilfeel, dan berteriak dalam hati "Ya Tuhan masih adakah pria yang hidupnya benar dan baik buatku?"

    Duh kalau mau diteruskan ntar saya 'dibabat' lagi sama para pria yang merasa insecure dan saya akan dibilang wanita sombong lagi. Ulalala...baby...🙄😣

    Back to a/mentioned case, sebagian wanita pun jadinya berpikir udah ngga butuh pria lagi, dan akhirnya sudah lebih nyaman dan teramat nyaman dengan dirinya sendiri lewat pencapaian ini dan itu. Alhasil pria yang masih butuh wanita sebenarnya (manusia utuh bukan robot, AI), dan pastinya normal juga akan merasa kekurangan dan berkata "Apa iya, masih ada wanita yang bener dan baik?".

    So jadi sama aja ya mas bro, berlaku untuk pria dan wanita juga.

    Peace, love and gaul. 😇❤😁

    CRISTIANO501 tulis:

    Gak, bukan itu maksud ku.. koq arahnya kesana ya.:-). NO.. I meant,  there wil be less demand for them (like it or not.. )  jika mindset kebanyakan dari kedua gender masih 'primitif ' .. as I said.  You know what i mean...  Pahami mindset primitif dalam 'human relationship' as apposed to what God has created to be..   (dalam konteks topik ini)

    Jadi robot jaman now bkn hanya utk 'a disgusting lust' itu..  dia bisa merespon bkn hanya 'phisically' but she does  'psychologically...  the danger is... she can also be almost like a human.. representing a type of perfect beauty you want.. a bit like a wife functioning.. dan yang paling bahaya.. dia tidak banyak menuntut.. ga pernah akan abuse kamu.. (as many ; not all, real human ladies do..) Sifat tidak menuntut itu adalah kualitas yg sangat enchanting bagi kaum pria..    This is the point.. para ladies yg purely hanya bangga dgn kecantikanmu (which i found most modern  ladies are ..)  tdk mengembangkan aspek2 psikis, karakter, spiritual mu..  maka ku ragu saingan mu akan sangat berat nanti.. so sorry to say.. most likely.. km akan kalah  O:)    

    24 November 2020 diubah oleh SAURIA580

  • 24 November 2020

    Semua ada plus minusnya baik sendiri maupun menikah. Sendiri bebas mengatur diri sendiri alias harus bisa mandiri. Kalau menikah, tanggung-jawabnya makin banyak ada keluarga besar yang harus dipikirkan. Harus belajar menghargai dan menghormati pasangan dan keluarga pasangan juga. Pokoknya ada aturan keluarga yang harus diikuti dan ditaati. Semuanya kembali ke pribadi masing - masing. Kalau saya milih menikah dengan berbagai alasan, terutama saya gak bisa hidup sendirian butuh pasangan untuk berbagi cerita, berbagi susah dan senang, sakit dan sehat,dll. Harapan saya pasangan saya nantinya orangnya harus care ,tidak egois dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri.

  • 24 November 2020

    Kalau memang nyaman dgn pilihannya kenapa gak...toh di masa tua ada panti jompo dari yg murah sampai yg elit ..yg pasti tahan dgr omongan orng ya wkwkwk..

  • 24 November 2020

    Sampai hari ini aku masih merasa betah dengan kesendirian ku, bukan karena aku cukup finansial atau sibuk mengejar karir.

    Sejauh ini aku merasa cukup dengan keadaanku. Dan aku beruntung punya ortu yang menerima keputusan ku untuk belum menikah sampai saat ini. Aku nggak ambil pusing dengan omongan orang, yang penting bagiku adalah ortu dan keluarga besar ku dan selalu menjaga sikap yang baik agar tidak ada cela dan jadi batu sandungan buat orang-orang sekitar 😊😊

  • PRYHATMONO250

    24 November 2020

    Berdua lebih baik sendiri kurang komplit..😂😅😅

  • 24 November 2020

    Hmm.. aku tidak bisa menjawab mana yang lebih baik..

    Karena menurutku, tidak ada yang tahu atau bahkan menjamin saat kita memilih untuk hidup sendiri atau memilih untuk menikah, kita menjadi lebih bahagia.

    Namun jika disuruh memilih, aku lebih memilih utk memiliki pasangan hidup (menikah). Dalam harapku, aku dan kamu (masih didoakan) bisa melayani bersama, saling menguatkan, dan berjuang bersama.

    Semoga teman2 JK segera dipertemukan dengan jodohnya ya 😊😊

    Salam kenal guys 😁😁✌️

  • 24 November 2020

    Menarik

  • 24 November 2020

    Lebih baik menikah dan bahagia atau sendiri dan bahagia.

  • 10 Desember

    Aku siihhh...pilih :

    Lebih baik berkeluarga yang penting bahagia.

  • EBTA253

    10 Desember

    Melajang atau menikah merupakan hak tiap2 orang. Walaupun melajang bisa bebas kmna aja, gak ada yang diurusin tapi aku memilih menikah. Cuma belum nemu yg sefrekuensi.

    .

    .

    Rindu ngerawat anak, pengen ngurusin kebutuhan suami

  • 10 Desember

    jangan menikah kalau belum berdamai sama diri sendiri. ngga boleh bawa luka masa lalu, dan trauma2 di masa lalu kalo mau menikah. harus belajar dewasa dulu, kalo sudah membenahi diri dan sudah selesai dengan masa lalu yang ngga baik, bahagiain diri sendiri dulu, baru menikah.

  • 11 Desember

    Kalau sekarang sih cukup bahagia jadi single lady,  tapi jika menemukan yang sekiranya cocok ya gak nolak juga

    Sebagai orang yang pernah mempunyai pasangan dalam pernikahan, penting banget memilih calon pasangan,  apalagi akan kita dampingin seumur hidup,  ya kali "asal comot" karna sering digurui teman yang bilang "ah kamu terlalu milih,  ah kamu tampang segini minta begini,  ah kamu bla bla bla"

    Banyak pernikahan yang salah 1 pihak bertahan hanya karna anak saja,  miris dengernya,  ya apalagi memang hidup gak bisa ketebak,  ada yang berubahnya setelah menikah,  ada yang sifat buruk aslinya baru kelihatan setelah menikah dan bahkan sebelum menikah sudah kelihatan buruknya tapi tetep bertahan yanga katanya cinta tapi setelah menikah punya anak menyesal..

    Gak melulu juga sih jeleknya, ada kok bbrp pasangan di sekitarku bahagia dengan pasangannya,  bukan karna banyak duit atau sejenisnya, tapi rasa saling menerima dan saling memahami

    Ya berarti balik lagi,  pasangan juga menentukan hubungan pernikahan mau seperti apa,  gak bisa berpasangan tapi yang berjuang hanya salah 1

    Maka dari itu jangan lelah mencari yang tepat,  ya syukur syukur gak dicari ketmu gitu aja (senengnya)

  • 11 Desember

    👀

  • 11 Desember

    :up::up:

    DEDEK599 tulis:

    Kalau sekarang sih cukup bahagia jadi single lady,  tapi jika menemukan yang sekiranya cocok ya gak nolak juga

    Sebagai orang yang pernah mempunyai pasangan dalam pernikahan, penting banget memilih calon pasangan,  apalagi akan kita dampingin seumur hidup,  ya kali "asal comot" karna sering digurui teman yang bilang "ah kamu terlalu milih,  ah kamu tampang segini minta begini,  ah kamu bla bla bla"

    Banyak pernikahan yang salah 1 pihak bertahan hanya karna anak saja,  miris dengernya,  ya apalagi memang hidup gak bisa ketebak,  ada yang berubahnya setelah menikah,  ada yang sifat buruk aslinya baru kelihatan setelah menikah dan bahkan sebelum menikah sudah kelihatan buruknya tapi tetep bertahan yanga katanya cinta tapi setelah menikah punya anak menyesal..

    Gak melulu juga sih jeleknya, ada kok bbrp pasangan di sekitarku bahagia dengan pasangannya,  bukan karna banyak duit atau sejenisnya, tapi rasa saling menerima dan saling memahami

    Ya berarti balik lagi,  pasangan juga menentukan hubungan pernikahan mau seperti apa,  gak bisa berpasangan tapi yang berjuang hanya salah 1

    Maka dari itu jangan lelah mencari yang tepat,  ya syukur syukur gak dicari ketmu gitu aja (senengnya)

  • BANGBING530

    11 Desember

    pengen kayak yg di kalimat terkahir juga

    wkwkkwkwk.

    DEDEK599 tulis:

    Kalau sekarang sih cukup bahagia jadi single lady,  tapi jika menemukan yang sekiranya cocok ya gak nolak juga

    Sebagai orang yang pernah mempunyai pasangan dalam pernikahan, penting banget memilih calon pasangan,  apalagi akan kita dampingin seumur hidup,  ya kali "asal comot" karna sering digurui teman yang bilang "ah kamu terlalu milih,  ah kamu tampang segini minta begini,  ah kamu bla bla bla"

    Banyak pernikahan yang salah 1 pihak bertahan hanya karna anak saja,  miris dengernya,  ya apalagi memang hidup gak bisa ketebak,  ada yang berubahnya setelah menikah,  ada yang sifat buruk aslinya baru kelihatan setelah menikah dan bahkan sebelum menikah sudah kelihatan buruknya tapi tetep bertahan yanga katanya cinta tapi setelah menikah punya anak menyesal..

    Gak melulu juga sih jeleknya, ada kok bbrp pasangan di sekitarku bahagia dengan pasangannya,  bukan karna banyak duit atau sejenisnya, tapi rasa saling menerima dan saling memahami

    Ya berarti balik lagi,  pasangan juga menentukan hubungan pernikahan mau seperti apa,  gak bisa berpasangan tapi yang berjuang hanya salah 1

    Maka dari itu jangan lelah mencari yang tepat,  ya syukur syukur gak dicari ketmu gitu aja (senengnya)

  • 11 Desember

    ya kayak di Eptipi gitu yak?, lagi jalan trus gak sengaja kesenggol,  minta maaf,ngobrol lalu menikah 😂, kayaknya 1 : 10.000

    BANGBING530 tulis:

    pengen kayak yg di kalimat terkahir juga

    wkwkkwkwk.

    11 Desember diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 11 Desember

    Kalau dari judul Threadnya sih keliatan si TS tendensinya kemana. "Lebih baik sendiri yg penting bahagia atau menikah".

    Emang kalau sendiri sudah pasti lebih bahagia daripada menikah? Belum tentu. Apa kalau sudah menikah pasti lebih bahagia daripada sendiri? Belum tentu juga.

    Tapi satu hal yang pasti, disetiap stage kehidupan manusia, menikah atau belum menikah pasti ada yang namanya persoalan. Ngga ada manusia dimuka bumi ini yg ngga ada masalah. Persoalan yg bikin kita jadi stress atau kurang bahagia. Tapi tinggal bagaimana kita menyikapi, berkomunikasi sama pasangan, dan terutama melibatkan Tuhan.

    Kalau saya pribadi sih, berharapnya menikah. Krn saya tau, pada akhirnya kita semua akan menghadap Tuhan, ngga akan eternal selamanya hidup di bumi ini. Harapan saya bisa merasakan hidup dengan seseorang yg special yg jadi partner hidup saya, mengarungi kehidupan bersama dan punya keturunan. Dengan segala persoalan didalamnya. Makanya penting utk bisa menikah dengan orang yg dewasa, bijaksana, taat sama Tuhan (ini artinya bisa sangat luas). Supaya kalau ada persoalan, bebannya terasa mudah krn dipikul sama-sama.

    PIKTOR964 tulis:

    Bingung untuk menentukan pilihan cari pasangan kalau nanti berumahtangga semakin banyak tanggung jawab..,

    Disisi lain kalau masih lajang gini bebas dan tidak terikat..

    Bingung tuk nentukan pilihan mohon masukan dari teman2 semua nih..

  • 12 Desember

    "Rasa saling menerima, saling memahami, plus saling menghargai"

    "Easy to say but sooo really hard to find"...  💪😂😂😂

    DEDEK599 tulis:

    Gak melulu juga sih jeleknya, ada kok bbrp pasangan di sekitarku bahagia dengan pasangannya,  bukan karna banyak duit atau sejenisnya, tapi rasa saling menerima dan saling memahami

126 – 150 dari 232    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 5  6  7 ... 10  Selanjutnya Kirim tanggapan