Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Living happily without children, thought?

ForumGaya hidup Kristen

1 – 25 dari 339    Ke halaman:  1  2  3 ... 14  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    Ya sesuai judul, hidup tanpa anak itu bagaimana menurut member jk di sini?

    Anak itu forbidden fruits dari taman eden loh. Kita liat realita dulu.

    Anak bukan tanggung jawab, bukan buah cinta, anak itu trapped soul in human flesh, born without knowledges, and annoying. Children are made from men foolishness, a prison chain ball to your feet, ankle biter. Hehe.

    Anak sifatnya permanen, punya anak atau tidak itu pilihan hidup. Sekali punya anak harus tanggung jawab seumur hidup.

    Kita sederhanain aja deh bakal panjang soalnya. Member JK status janda dengan anak vs member JK status janda tanpa anak. Yang lebih susah cari pasangan yang mana? Hehe. Itu 1 contoh saja.

    Sedikit cerita, orang menikah happy waktu honeymoon, tapi begitu istri hamil, suami botak, anak lahir jadi kurang tidur, tiap hari teriak2, stressful, kerjaan morat marit, 1 sumber penghasilan dimakan ber 3 atau ber 4 atau lebih, laki dulu lajang keren naik mobil sedan, tambah tua naik wagon type. Atau medieval type (Baca : Motor bebek, jaket poncol, pelana kuda -- kotak bagasi kanan kiri, tambah tameng -- tas kerja). Edian, hehehe.

    Belum kebutuhan biologisnya, mau having sex sama istri, nanti dulu anak belum tidue, mau wisata? Mikir anak masih butuh biaya. 10 jt orang single makan di rooftop bintang 5 min 2x sebulan sama calon pacar, 10 jt orang berkeluarga, makan tahu tempe, kadang puasa melek merem. Hidup itu pilihan sekali lagi ini realita hidup.

    Istri dulu kurus sekarang gembrot. Melar sana sini, jangankan ke salon, biaya perawatan salon berubah jadi susu, sekolah, makanan, dll. Akhirnya suami selingkuh. (Salah 1 penyebab selingkuh).

    Anak, masih kecil merepotkan, balita tidak lancar komunikasi, tiap hari berisik, panggil ortu tunjukkan gambar coret2an ancur, nyanyi ora jelas, makan? Rewel. Ada keinginan harus dituruti, kemampuan cari uang? Nol.

    Masuk smp kenakalan remaja, SMA? Kenakalan cinta. Kuliah? Habiskan biaya, no return value. Mana ada orang mau investasi ratusan juta hasilnya individu kerja sorry gaji UMR. Bukti anak fragile investments. Belum makan, belum baju, belum hiburannya, belum hasil kenakalannya merusak barang.

    Lalu anak minta kawin, ortu gimana? Bayari kalau gak? Ya diumbar suruh ke KUA atau ala katholik, murah meriah hemat. Setelah itu? Tinggal berdua sama istri. Ortu? Dirawat babu. Naik kursi roda? Kredit aja, yang dorong? Pembantu, kalau pembantu cuti? Dorong sendiri.

    Anak ngeluh susu si cucu, biaya sekolah cucu, bla bla bla cucu, dll.

    Lingkaran setan, yang didapat apa? Menurunkan keturunan, jadi kalau kakek namanya Joni suparto, anak jono suparto, cucu joko suparto. Orang bilang itu suparto family, sudah puluhan tahun tinggal di kampung sini (stagnasi, duit abis biayai anak). Bangga? Ya silahken. Hehehe.

    Nah berdasarkan realita, bukankah lebih baik kerja, menabung dan investasi buat sewa jasa suster2 cantik buat kita di hari tua? Hehehe.

    2 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • DONY531

    2 Mei 2016

    Ijin komen bro...

    Saat ini saya hepi2 aja hidup tanpa istri tanpa anak (yaiyalah kan belom menikah). Tapi kalau sampai umur 30 saya blm jg menikah, mgkn saya akan lebih punya keinginan (plus keberanian dan modal) utk segera menikahi pasangan saya.

    Begitu jg setelah menikah nanti, mgkn sekali saya jadi begitu ingin punya anak. Dan rasaya wajar2 saja, pandangan ttg memiliki anak akan berubah di suatu waktu. Lagipula, kita semua adlh anak2 dr org tua kita masing2.

    Hmm.. kalau yg ttg jodohnya janda, no komen lah bro.. wong yg single aj susah laku, eh, ups, gak ding, gak boleh gitu, ralat, maksudnya yg single pun perlu perjuangan jg dalam mencari jodoh.

    2 Mei 2016 diubah oleh DONY531

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    Justru mantan selama ini ga mau diajak hidup childfree, takut lakinya selingkuh, ingin punya kenangan dari suami kalau meninggal / meninggalkan. Alasan aneh2 semua. Bahkan saya mau vasektomi saja tidak boleh. Katanya tunggu nanti kalau sudah married bakal ingin punya anak.

    Saya kenal n tau diri saya bukan pembenci anak2, saya hanya tidak suka pola pikir, dan tingkah lakunya, waktu saya juga berharga, saya ingin kerja impian saya, eman kalau dibuang untuk ajari anak kecil.

    Ps : Bukan model tipe bapak terharu ketika anak gadisnya mengumpulkan uang saku untuk membeli waktu bersama dengan si bapak.

    2 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • 2 Mei 2016

    Jujur, krn faktor usia  aku lebih suka utk engga hamil meskipun aku belum pernah punya anak sama sekali. Sdh berbahaya bagiku tuk hamil. Jika aku mendapat kesempatan menikah lagi, aku lebih suka hidup hanya berdua pasangan supaya bisa pacaran terus dan engga usah memikirkan masalah anak.

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    ANITA089 tulis:

    Jujur, krn faktor usia  aku lebih suka utk engga hamil meskipun aku belum pernah punya anak sama sekali. Sdh berbahaya bagiku tuk hamil. Jika aku mendapat kesempatan menikah lagi, aku lebih suka hidup hanya berdua pasangan supaya bisa pacaran terus dan engga usah memikirkan masalah anak.

    Ini salah satu alasan juga, karena usia rawan hamil.

    Lebih suka hidup berdua pacaran terus, romantisme, bagus sekali artinya anda tahu bahwa hidup berpasangan adalah urusan kita dan pasangan.

    2 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • TEREHALOHO803

    2 Mei 2016

    Wew....smpe sprti ituya pola pkirnya??? :)

  • 2 Mei 2016

    Pola pikirnya diluar alam nyata.......

    Merinding aq bacanya......

    Takut klo2 ketemu jodoh yg hopeless....

    Semoga itu cma ada didunia antahberantah......

    Kaburrrrr...... .

  • TEREHALOHO803

    2 Mei 2016

    Wkwkwwkwk jgan kabur dulu....sya td berpkir bhwa saudara yudi ini apakh prnah jd ank kecil atau langsung besar???

    Maaf klo tdak berkenan...itu trlintas dgn cepat dikpla saya haahaha

    LINDA299 tulis:

    Pola pikirnya diluar alam nyata.......

    Merinding aq bacanya......

    Takut klo2 ketemu jodoh yg hopeless....

    Semoga itu cma ada didunia antahberantah......

    Kaburrrrr...... .

  • 2 Mei 2016

    Terehaloho803@

    Klo didunia lain mana ada anak2......

    Lgsg dewasa2 semua.ada yg jatuh dri kayangan,jelmaan pangeran berkuda,turun dari syurga,turun dari bulan......

    Hahahaha

  • NOVALINA491

    2 Mei 2016

    Astaagaa...sy sech pengennya nikah itu punya anak(anak kandung atau tiri gpp)...walaupun repot, tp mengasyikkan lho bermain dgn anak2 dan memberikan cth yg baik utk mereka.. (kt jd smakin giat bekerja krn sdh ada yg harus ditanggungjawabi)..

  • 2 Mei 2016

    Topik yg menarik... komennya ntar ya...

  • MEY072

    2 Mei 2016

    ada yg befikir jika menikah punya anak ada generasi penerus dan bertanggungjwb merawat ketika masa tua senja..tp baru kli ini nemu pemikiran yg SPEKTAKULER menikah tp tdk mau ribet punya nak bhkan memilih vasektomi..

    #ini punya saudara ato ga ya keluarganya, maap jika bertanya sprti itu..ato ada kepahitan dalam keluarga example anak ditelantarkan masa kecil dgn pembantu/baby sister8-o

  • 2 Mei 2016

    Tidak byk yg  punya pandangan seperti Bro Yudi.  Mgkn akan membuat org heran krn terkadang malah ketiadaan anak menjadi pemicu konflik pada sebagian pasangan. Tetapi Setiap orang boleh memilih mau seperti apa hidup perkawinannya nanti.  Tentunya dgn pertimbangan2 masing2. Sejauh pasangan juga menerima cara pandang seperti itu rasanya sah2 saja.  Setiap pasangan berhak menentukan mau memiliki anak atau tetap berdua menghabiskan waktu bersama. Kalo boleh kasih saran ,  jangan dulu vasektomi kalo masih bujangan.  

    Saya pribadi memilih tidak memiliki anak krn usia sdh beresiko dan kemungkinan memiliki anak dgn kelainan bawaan menjadi lebih besar.

  • DONY531

    2 Mei 2016

    Waduh bro yudi tnyt merubah lg isi postingnya.. komen saya di awal2 itu kok jd agak kurang mengena.. yowislah saya tambah komen lg disini..

    Mnrt saya, yg bro yudi sampaikan itu bisa jd adalah fakta. Terutama yg tentang hal2 negatif setelah beranak. Ya pasti ada kok keluarga yg seperti itu hidupnya. Indonesia kan msh negara berkembang. Angka kemiskinan msh tinggi. Ya tentu saja hal2 tsb bs jadi adalah contoh nyata dr sebuah klrg di sekitar kita. Mgkn keluarga yg beranak itulah yg menjadi inspirasi penulisan bro yudi.

    Akan tetapi.... namun.... dari hal2 tsb, ada jg kok fakta positifnya, misalnya: dgn ada cucu, ortu kita pasti bahagia. dgn anak, kita bs bljr jd ibu bapak yg baik, kita mendapat pengalaman baru. Ya mslh biaya, pasti ada.

    Anak itu mmg investasi jangka panjang. Krn dia adlh aset, bukan beban. Semacam goodwill, manfaatnya tidak berwujid, sulit diukur scr finansial dan kapan terrealisasinya. Tp dia ada, dan nyata bagi pelaku usaha. Ini kalo masbro mau hitung2 scr ekonomis ya. Kalau bro yudi dianggap beban sm ortunya masbro, mgkn udh ditutup buku tuh pas akhir tahun kemarin.

    Btw, soal hal2 lain, ko agak kurang logis ya bro. Cthnya yg masbro tulis: istri dulu kurus, skrg gemuk, trus jd satu alasan suami selingkuh. Jujur aj, cowo jg semakin nambah usia, bs gemuk jg lho. Lha kalo dibalik, masak berat badan suami bs jd alasan si istri utk cari pria lain? Ini dlm kondisi ga beranak lho bro. (Ya mana ada cowo beranak).

    Terus, anak kemampuannya cr duitnya nol. Inget joey alexander? anak klo diajarin sesuai bakatnya sejak dini, hasilnya malah bs mengejutkan. (Si joey sih emg jenius). Tp ga nutup kemungkinan kan bro. Artis cilik kan bnyk bgt (dulu.. skrg udh pada gede2). Lagi2 ini krn anak adlh "aset", jd mmg hrs dipelihara & dikembangkan. Duh, ko kyk akuntansi ya. Klo mnrt saya, anak itu lebih dr aset. Ini krn bro td tulis untung rugi ttg beranak, jd saya cb pake kerangka pikiran masbro.

    Akhirnya, yg ttg suster2 cantik. Waw. Ya smoga pas lg tua, libido kita msh kuat ya bro. Sehingga bs merasa senang berada deket cewe2 cantik. Hmm... agak kurang logis sih ya. Krn klo saya udh jd kakekake, saya ngelihat wanita muda itu ky saya ngelihat & teringat cucu saya (amin...). Jd bukan seneng yg gmn, malah jd kangen pengen lihat cucu sendiri.

    Ya ini cm pendapat dr sisi yg lain bro. Sah2 aj sih bro ga mau istrinya beranak, aplg klo udh sepakat berdua. Ya monggo. Maunya pacaran terus, bs having sex anytime, thats cool. Tp kalo tiba2 suatu saat si bro tau istri bro udh lg hamil gmn? Selamat ya bro, smoga menjadi ayah yg baik, dan tetap kaya (rich dad).

    Btw, dari tadi pake kata beranak jd keinget film beranak dalam kubur. Sekian tanggapan saya. God bless us all.

  • LADYWEN496

    2 Mei 2016

    Baca TS nya menikah & punya anak itu rempong ya:-), tp kl sy  lbh senang menikah punya anak:-) sy sdh ikut konseling pra nikah semua yg di tulis Bro Yudi sdh dibahas lengkap solusinya.  Jd sy mantap menikah, skrg lg menghitung hari. Sekali layar terkembang kami pantang surut. GBU

  • 2 Mei 2016

    Saya kira TS umurnya >40 thn sehingga memiliki pemahaman seperti itu. Ternyata masih 30...

    Ya sudahlah

  • LADYWEN496

    2 Mei 2016

    Mungkin disekitar kehidupan bro Yudi ada yg begitu, Sis Angelina salam kenal:-)

  • 2 Mei 2016

    Bukannya orang nikah emang mau punya keturunan yah?kan buat penerus keluarga...kalo ortu punya usaha ya bearti generasi berikut penerus usaha kluarga....lah ini koq ga mau punya anak?piye toh?

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    LINDA299 tulis:

    Pola pikirnya diluar alam nyata.......

    Merinding aq bacanya......

    Takut klo2 ketemu jodoh yg hopeless....

    Semoga itu cma ada didunia antahberantah......

    Kaburrrrr...... .

    Mbak Linda saya tahu yang saya katakan sesuai realita tersebut itu mungkin menyakiti hati anda tanpa anda sadari, setelah saya baca status anda bercerai dengan anak 1, anda sepertinya keep struggling on sebagai single parent dan cari calon suami yang mau menerima anda beserta anak anda. Saya doakan anda dapat sesuai harapan anda.

    Tapi di pikiran dunia nyata, hal seperti itu sulit. Analoginya begini mbak Linda, ada seorang kuli beras berat memikul gendongannya, mencari partner untuk membantunya memperingan pekerjaan tersebut tentu saja jika itu calon kuli lain maka dia harus menerima upah sesuai pekerjaannya.

    Nah yang anda tawarkan kepada calon suami anda apa? Maaf agak vulgar, Sex? Materi? Kebahagiaan merawat keluarga dan menjadi rumah tempat untuk pulang? Jika penawaran anda maaf saya to the point, bisa ditawarkan orang lain lebih muda (baca gadis muda dengan pikiran matang dewasa juga). Maka janganlah anda heran jika yang mendekati anda seolah tidak memiliki komitmen untuk hubungan serius bersama anda.

    Coba anda tanyakan ke diri sendiri dulu sebelum mengutarakan ketidak setujuan anda dengan paparan realita yang saya jabarkan tersebut dengan cara yang kurang sopan dengan  hit n run do luar topik. Ini bukan sedangkal yang anda pikirkan seperti wah saya ini langsung dewasa, tidak pernah jadi anak kecil, dan dunia semua langsung dewasa. Mohon komentarnya dipikirkan lebih dalam sehingga jadi diskusi yang sehat. Salam.

    2 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    MEY072 tulis:

    ada yg befikir jika menikah punya anak ada generasi penerus dan bertanggungjwb merawat ketika masa tua senja..tp baru kli ini nemu pemikiran yg SPEKTAKULER menikah tp tdk mau ribet punya nak bhkan memilih vasektomi..

    #ini punya saudara ato ga ya keluarganya, maap jika bertanya sprti itu..ato ada kepahitan dalam keluarga example anak ditelantarkan masa kecil dgn pembantu/baby sister8-o

    Saya ada seorang Ibu sedangkan ayah sudah lama meninggal. Tidak ada kepahitan, everything is fine in my fam. Hanya mengutarakan apa yang sesuai fakta yang saya rasakan, sebagai anak tunggal usia dewasa dan sudah bekerja, hingga hari ini saya gendong orang tua baru saya sadari tidak semua anak seusia saya mampu melakukan hal yang saya lakukan, beberapa banyak yang sudah menikah dan tinggal di pondok mertua indah atau mencoba memulai dari awal bekerja dengan modal orang tua, dan orang tuanya tinggal sendiri atau ikut sharing rumah istilahnya dengan anak dan menantu, untung orang tuanya kuat secara finansial. Jika tidak?

    2 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    LADYWEN496 tulis:

    Baca TS nya menikah & punya anak itu rempong ya:-), tp kl sy  lbh senang menikah punya anak:-) sy sdh ikut konseling pra nikah semua yg di tulis Bro Yudi sdh dibahas lengkap solusinya.  Jd sy mantap menikah, skrg lg menghitung hari. Sekali layar terkembang kami pantang surut. GBU

    Selamat untuk pernikahan anda. Hehe. Wish u all the best ya.

  • MEY072

    2 Mei 2016

    sekilas dari cerita mas yudi kayaknya jg tdk kekurangan utk financial..jd yg paling mendasari mas Yudi utk mengambil keputusan tdk menginginkan anak apa??adakah yg lbh spesifik selain yg masbilank mungkin kerepotan dan benefit yg tdk ada..

    gpp mas sharing karena mungkin ada pemahaman laen yg bs mey pelajari juga..karena mey jg anak tunggal..dan dulu ortu beserta kluarga menginginkan anak saja sampe berjuang tetapi mas Yudi lgsng memutuskan sampe ingin vasektomi

    YUDI139 tulis:

    Saya ada seorang Ibu sedangkan ayah sudah lama meninggal. Tidak ada kepahitan, everything is fine in my fam. Hanya mengutarakan apa yang sesuai fakta yang saya rasakan, sebagai anak tunggal usia dewasa dan sudah bekerja, hingga hari ini saya gendong orang tua baru saya sadari tidak semua anak seusia saya mampu melakukan hal yang saya lakukan, beberapa banyak yang sudah menikah dan tinggal di pondok mertua indah atau mencoba memulai dari awal bekerja dengan modal orang tua, dan orang tuanya tinggal sendiri atau ikut sharing rumah istilahnya dengan anak dan menantu, untung orang tuanya kuat secara finansial. Jika tidak?

  • 2 Mei 2016

    Mungkin dia lelah..atau mungkin dia butuh aqua...wkwkwkwkk

  • LADYWEN496

    2 Mei 2016

    Trim bro Yudi, sy jg menghargai pendapat anda:-).GBU

  • YUDI139

    2 Mei 2016

    DONY531 tulis:

    Waduh bro yudi tnyt merubah lg isi postingnya.. komen saya di awal2 itu kok jd agak kurang mengena.. yowislah saya tambah komen lg disini..

    ....

    Sekian tanggapan saya. God bless us all.

    Memang betul yang dibahas adalah fakta dan realita, saya luruskan sedikit. Anak investasi jangka panjang, ini adalah Big NO. Jika mau punya anak maka mindset anda haruslah ikhlas seperti menyumbang kaum duafa, anak bukanlah investasi. Membesarkan anak dengan mindset seperti ini hanya akan membebani mental anak, jadi jangan heran jika banyak anak sampai usia 40 tahun juga masih belum bisa berbakti kepada orang tuanya.

    Jika diajari seperti Joey alexander. Wow good point, tapi anda lupa berapa probabilitas anda memiliki anak seperti Joey alexander? Bicara kuantitas sperma 1 : 2 milyar. Itu probabilitas anda memiliki anak seperti Joey si pianis.

    Istri dulu kurus sekarang gemuk, maaf agak vulgar. Yang dimaksud di sini adalah kecantikan butuh perawatan, lalu jika melahirkam normal, maaf elastisitas organ intim jadi berbeda, anda bisa tanyakan yang sudah menikah saja. Hehe.

    Lalu tua sewa perawat cantik karena investasi hal lain misal tanah dan emas, itu hanya jokes, hanya humor saja. Intinya begini, ketika kita tua, anak belum tentu urus kita kok. Yang urus ya pembantu, pembantu sekalian pilih yang top rank misal mantan perawat di RS skala internasional. Kan lebih bagus pelayanan, kepeduliannya, sama seperti kita naik mobil, jika ada berkat lebih why not beli mobil lebih bagus untuk kesenangan hidup. Bukan masalah tua, genit, libido tinggi cari pelayan untuk sex. Bukan seperti itu maksudnya. Hehehe.

    Anda lihat info lowongan pekerjaan, banyak dicari PRT untuk rawat orang sudah sepuh. Ini salah satu bukti anak bukanlah teman hidup sejati, teman hidup sejati adalah Tuhan, dan istri di dunia.

    Jadi jelas kan menikah tanpa anak seperti apa yang jadi versi saya ini?

    2 Mei 2016 diubah oleh JODOHKRISTEN

1 – 25 dari 339    Ke halaman:  1  2  3 ... 14  Selanjutnya Kirim tanggapan