Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Living happily without children, thought?

ForumGaya hidup Kristen

201 – 225 dari 339    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 8  9  10 ... 14  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    BETSY458 tulis:

    8-oMaaf dg koment sy yg di anggap terkesan "mnjerumuskan", krn itu pun hasil pengamatan sy;(mngkin sm dg anda, sama" hasil pengamatan dr sisi yg brbeda); bhwa sy secara langsung melihat pasangan yg dikarunai seorang anak yg merasakan kebahagiaan, bila ada yang merasakan kebalikannya sy belom melihatnya secara langsung.

    Karena sy msh single mmg terus terang sy gak bisa mnjawab ttg "arti" dan "fungsi" anak di dalam kehidupan sy, mungkin lebih tepat nya yg bisa mnjawab & mngkomentari thread ini member yg sdh prnah mnikah. Klo bgitu sy slah masuk forum.:-)

    Mohon maaf jika diksi yang saya pakai "menjerumuskan" sepertinya terkesan tajam kepada anda.

    Mohon jangan lupakan, pasangan yang anda lihat bahagia itu kan anda tidak tinggal 24 jam bersama mereka. Anda ini cuma sesekali saja bertemu dengan mereka. Hehehe.

  • SISKA774

    5 Mei 2016

    Siapakah Tuhan dan siapakah Iblis menurut Yudi?

    YUDI139 tulis:

    Sista dengan anda bertanya seperti itu, anda sepertinya tidak tahu apa itu arti cinta di dalam kehidupan. Hehehe.

    Saya tahu anda menganggap saya ini orang yang materi is the first thing in my life. The should have one. Hehehe.

    Coba dijawab dulu, apa arti cinta menurut anda, kemudian berilah contoh. Dari sana nanti saya akan jelaskan kenapa kok urutan prioritas hidup adalah Tuhan, materi, baru family.

    Orang yang ngomong urutan pertama adalah Tuhan tapi tidak mengerti arti cinta adalah orang yang kebingungan arti hidup. Silahkan saya tunggu replynya dulu. Hehehe.

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    MUWARDY036 tulis:

    Saat pertama kali saya menanggapi trit ini, sejujurnya saya juga "sedikit" punya rencana childfree :)

    Masalahnya saat ini saya sudah 38. Paling cepet saya bisa merit dan punya anak, sudah 40. Agar tanggungjawab saya bisa sampai anak itu selesai kuliah secara normal (22 thn) saya sudah 62 thn. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada saya??

    Untuk itulah, saya punya plan mencari mama yg umurnya CUKUP MUDA jauh dari saya. Jadi bukan karena saya makin tua makin bandot. Jika terjadi sesuatu pd saya, minimal anak saya masih ada yg urus.

    hahahaa ....

    Namun saya akan tetap berusaha, minimal juga mama nya pasti mau punya anak. SUDAH DARI SONONYA, namanya cwe itu pengen pelihara anak (walau ada juga cwe jadi2an yg tidak suka), dan kebanyakan laki2 tidak mengharap anak yg banyak. Cwo hanya mau sex sehat saja.

    Jadi saya berserah saja pada Tuhan. Kalau percayakan saya, ya saya sediakan jalan supaya bisa keluar manusia. Semoga tidak merepotkan dalam arti sehat, tidak cacat, normal, pintar, baik, berbakti pd ortu, berguna bagi sesama, bisa bersaing dlm hal apapun, cakep, dsb. Memang bisa kita lihat kehidupan teman2 di sekitar kita. Jika sesuatu terjadi pd anaknya, pasti membuat nereka uring2an di kantor, tidak konsen kerja, ijin kerja yg lama, dsb.

    Bro Yudi, untuk masalah kebandelan anak2 lainnya spt yg sudah disebut, jaman sekarang banyak TIPS yg diberikan psikolog dari dalam/luar negeri, baik lgs maupun online.

    Memang, harus dicobakan mana yg cocok utk pribadi si anak. Ga bisa di generalisasi semua anak sama. Berkorban sedikit, supaya dana utk suster cantik wkt kita tua nanti, dipercepat realisasinya utk merawat anak saja. Hitung2 mata belum rabun tapi ada cucian matanya. hahahaa....

    Oh ya.  

    Satu hal lagi, mencari jodoh yg normal saja sudah sussaaahhhhnya minta ampun. Ibarat kuliah udah jadi mahasiswa abadi nih..  JANGANLAH DIPERSULIT LAGI DENGAN NAMBAHIN SATU KRITERIA, YAITU DOI JUGA GGA MAU ANAK (sama sekali).

    Anda sepertinya mengerti sekali diri anda. Tapi yang terjadi apa?

    Wong tuwo kok njaluk rabi perawan.

    Ya begitulah manusia hidup, gosip gosip, otak isi negatif. Lihat orang cuma lihat di permukaannya, tidak lihat secara dalam apa yang dipikirkan orang tersebut.

    Anda dari cerita di atas sangat aware, sangat care dengan kehidupan anda. Seharusnya anda bersyukur di usia sematang itu dengan karir (Saya believe ya dengan pola pikir seperti anda, anda pasti kecukupan secara materi bahkan berlebih).

    Dari 3 aspek hidup anda sudah memenuhi point 1 (Tuhan), point 2 (uang). Lalu point 3 family ini yang sedang anda kejar, saya yakin anda akan mendapatkan Jodoh yang baik.

    Untuk masalah anak, betul setiap anak adalah individu yang berbeda, banyak cara penanganan dan metodologi, tapi bukankah itu membutuhkan effort juga? Dan itu kembali lagi adalah pilihan hidup.

    Anda sudah berpikir matang jika punya anak nanti kalau anak umur 22 tahun, anda 62 tahun. Itu belum resiko yang mungkin terjadi kepada diri anda (ya siapapun pasti ingin hidup bahagia, sehat jasmani rohani, dan materi).

    Nah masalahnya dengan perbedaan umur anda dan pola pikir anda yang sudah surpass the real age seperti itu. Punya anak bukanlah pilihan yang bijak. Yang akan anda pertaruhkan tidak sepadan.

    Kembali ke pertanyaan saya yang lalu, siapa menjamin anak anda akan pintar, baik budi, luar biasa dalam segala aspek melebihi anda?

    Yang anda pertaruhkan di sini, karir, hidup yang sudah tertata, kemapanan, dan harmonisasi yang sudah tercipta. Anda siap itu? Jika siap ya lakukan saja buat anak. Hehehe.

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    SISKA774 tulis:

    Siapakah Tuhan dan siapakah Iblis menurut Yudi?

    Sista paling enak itu ya orang yang bertanya, jika ditanya balas dengan pertanyaan.

    Anda tanya itu sekalian jangan nanggung2, saya beri contoh ya gaya anda itu kalau saya tiru bisa lebih tajam.

    Contoh :

    A bertanya kepada saya : "Gajinya berapa kalau kerja di perusahaan bapak?"

    Saya : "Mintamu berapa?" (Arogansi membalas pertanyaan dengan pertanyaan -- sekalian aja loh gaya congkak kalau ga ngerti cara komunikasi yang baik).

    Saran saya anda lebih baik berpikir dulu apa sih arti diskusi sebelum tanya tanya dan tanya tanpa menjawab pertanyaan respon.

    Orang bahas childfree anda tanya saya jawab, sekarang anda ditanya apa sisi positif anak dalam hidup anda kalau tidak setuju? Kok balas tanya hal lain lagi. Belum juga anda jawab pertanyaan saya.

    Kok tanya makin ngawur seperti itu. Hehehe.

    Saya balas seperti ini soalnya gini sis, anda itu kalau orang ga sesuai pikiranmu anda anggap iblis, kerasukan, ga kenal Tuhan. Anda lupa anda bukan orang benar sekalipun anda mengaku mengenal Yesus. Realita saja anda kesampingkan, jawaban logis anda kesampingkan, anda itu maunya kaya gini loh.

    Kalau saya di kumpulan kambing saya harus dengar mbeeeeekkk.

    Kalau saya di kumpulan ayam saya harus dengar petok petok petok.

    Itu ya ga heran pola pikir anda tidak berkembang sis. Aturan diskusi sehat saja, anda disobeying the rules.

    Ya no hurt feeling ya, saya tegur anda begini karena saya peduli anda sesama kristiani. Walau ga kenal real.

    Kalau orang lain saya senyumin saya tinggal pergi sis. Ada idiom cocok untuk kita renungkan.

    Never wrestle with a pig.

    5 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • SISKA774

    5 Mei 2016

    ini apa?

    YUDI139 tulis:

    Sista dengan anda bertanya seperti itu, anda sepertinya tidak tahu apa itu arti cinta di dalam kehidupan. Hehehe.

    Saya tahu anda menganggap saya ini orang yang materi is the first thing in my life. The should have one. Hehehe.

    Coba dijawab dulu, apa arti cinta menurut anda, kemudian berilah contoh. Dari sana nanti saya akan jelaskan kenapa kok urutan prioritas hidup adalah Tuhan, materi, baru family.

    Orang yang ngomong urutan pertama adalah Tuhan tapi tidak mengerti arti cinta adalah orang yang kebingungan arti hidup. Silahkan saya tunggu replynya dulu. Hehehe.

  • SISKA774

    5 Mei 2016

    dari awal anda sudah tidak sinkron bikin judul dan content materi anda.

    YUDI139 tulis:

    Sista paling enak itu ya orang yang bertanya, jika ditanya balas dengan pertanyaan.

    Anda tanya itu sekalian jangan nanggung2, saya beri contoh ya gaya anda itu kalau saya tiru bisa lebih tajam.

    Contoh :

    A bertanya kepada saya : "Gajinya berapa kalau kerja di perusahaan bapak?"

    Saya : "Mintamu berapa?" (Arogansi membalas pertanyaan dengan pertanyaan -- sekalian aja loh gaya congkak kalau ga ngerti cara komunikasi yang baik).

    Saran saya anda lebih baik berpikir dulu apa sih arti diskusi sebelum tanya tanya dan tanya tanpa menjawab pertanyaan respon.

    Orang bahas childfree anda tanya saya jawab, sekarang anda ditanya apa sisi positif anak dalam hidup anda kalau tidak setuju? Kok balas tanya hal lain lagi. Belum juga anda jawab pertanyaan saya.

    Kok tanya makin ngawur seperti itu. Hehehe.

    Saya balas seperti ini soalnya gini sis, anda itu kalau orang ga sesuai pikiranmu anda anggap iblis, kerasukan, ga kenal Tuhan. Anda lupa anda bukan orang benar sekalipun anda mengaku mengenal Yesus. Realita saja anda kesampingkan, jawaban logis anda kesampingkan, anda itu maunya kaya gini loh.

    Kalau saya di kumpulan kambing saya harus dengar mbeeeeekkk.

    Kalau saya di kumpulan ayam saya harus dengar petok petok petok.

    Itu ya ga heran pola pikir anda tidak berkembang sis. Aturan diskusi sehat saja, anda disobeying the rules.

    Ya no hurt feeling ya, saya tegur anda begini karena saya peduli anda sesama kristiani. Walau ga kenal real.

    Kalau orang lain saya senyumin saya tinggal pergi sis. Ada idiom cocok untuk kita renungkan.

    Never wrestle with a pig.

  • 5 Mei 2016

    YUDI139 tulis:

    Wong tuwo kok njaluk rabi perawan.

    Saya sama sekali tidak ngerti bahasa jawa, artinya apa itu?

    Ya, dari diskusi yg sudah2 di atas, kayaknya saya ambil kesimpulan:

    Orang bikin anak, seperti orang menganut agama.

    Bikin anak, tidak jamin anaknya bakal berbakti, bakal hormat, bakal mau menolong bisnis/ pekerjaan ortunya, bakal merawat ortunya tua nanti, bakal membela/ buat ortunya bangga, dsb.

    Sama, orang beragama tidak jamin bakal masuk surga, tidak jamin hidupnya lancar tanpa masalah karena ditolong Tuhan, tidak jamin Tuhan membela dalam perkara2nya, dsb.

    Bahkan, sebaliknya punya anak sudah pasti kerepotan di awalnya, kesakitan melahirkan, anak bandel, nambah kekhawatiran kalau dia main, bergaul, dsb

    Sama, dgn beragama sudah bikin repot juga. Ntah aturan perpuluhan, mesti beribadah, belum lagi kalau harus puasa, harus potong kebo/ sapi, ritual2 yg makan biaya, dsb.

    TAPI....

    Ntah ada jawaban atau tidak, ntah ada rencana atau tidak, tetap saja orang bikin anak... dan tetap saja orang beragama ...

    Yang ada mungkin cuma HARAPAN!

    Kita tahu, harapan itu jiwa seseorang. Tanpa jiwa/ harapan, yg ada orang jadi bengong. Tidak ada keinginan utk berbuat lebih baik lagi, dsb. Kalau bekerja mungkin seperti robot, yg sudah diprogramkan oleh pihak lain.

    Anak, bisa jadi harapan, seperti agama yg menjadi harapan.

    Nice sharing bro, cukup menginspirasikan saya.

  • RYO288

    5 Mei 2016

    "orang tua kok cari perawan"
    itu artinya mas...

    MUWARDY036 tulis:

    Saya sama sekali tidak ngerti bahasa jawa, artinya apa itu?

    Ya, dari diskusi yg sudah2 di atas, kayaknya saya ambil kesimpulan:

    Orang bikin anak, seperti orang menganut agama.

    Bikin anak, tidak jamin anaknya bakal berbakti, bakal hormat, bakal mau menolong bisnis/ pekerjaan ortunya, bakal merawat ortunya tua nanti, bakal membela/ buat ortunya bangga, dsb.

    Sama, orang beragama tidak jamin bakal masuk surga, tidak jamin hidupnya lancar tanpa masalah karena ditolong Tuhan, tidak jamin Tuhan membela dalam perkara2nya, dsb.

    Bahkan, sebaliknya punya anak sudah pasti kerepotan di awalnya, kesakitan melahirkan, anak bandel, nambah kekhawatiran kalau dia main, bergaul, dsb

    Sama, dgn beragama sudah bikin repot juga. Ntah aturan perpuluhan, mesti beribadah, belum lagi kalau harus puasa, harus potong kebo/ sapi, ritual2 yg makan biaya, dsb.

    TAPI....

    Ntah ada jawaban atau tidak, ntah ada rencana atau tidak, tetap saja orang bikin anak... dan tetap saja orang beragama ...

    Yang ada mungkin cuma HARAPAN!

    Kita tahu, harapan itu jiwa seseorang. Tanpa jiwa/ harapan, yg ada orang jadi bengong. Tidak ada keinginan utk berbuat lebih baik lagi, dsb. Kalau bekerja mungkin seperti robot, yg sudah diprogramkan oleh pihak lain.

    Anak, bisa jadi harapan, seperti agama yg menjadi harapan.

    Nice sharing bro, cukup menginspirasikan saya.

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    MUWARDY036 tulis:

    Saya sama sekali tidak ngerti bahasa jawa, artinya apa itu?

    Ya, dari diskusi yg sudah2 di atas, kayaknya saya ambil kesimpulan:

    Orang bikin anak, seperti orang menganut agama.

    Bikin anak, tidak jamin anaknya bakal berbakti, bakal hormat, bakal mau menolong bisnis/ pekerjaan ortunya, bakal merawat ortunya tua nanti, bakal membela/ buat ortunya bangga, dsb.

    Sama, orang beragama tidak jamin bakal masuk surga, tidak jamin hidupnya lancar tanpa masalah karena ditolong Tuhan, tidak jamin Tuhan membela dalam perkara2nya, dsb.

    Bahkan, sebaliknya punya anak sudah pasti kerepotan di awalnya, kesakitan melahirkan, anak bandel, nambah kekhawatiran kalau dia main, bergaul, dsb

    Sama, dgn beragama sudah bikin repot juga. Ntah aturan perpuluhan, mesti beribadah, belum lagi kalau harus puasa, harus potong kebo/ sapi, ritual2 yg makan biaya, dsb.

    TAPI....

    Ntah ada jawaban atau tidak, ntah ada rencana atau tidak, tetap saja orang bikin anak... dan tetap saja orang beragama ...

    Yang ada mungkin cuma HARAPAN!

    Kita tahu, harapan itu jiwa seseorang. Tanpa jiwa/ harapan, yg ada orang jadi bengong. Tidak ada keinginan utk berbuat lebih baik lagi, dsb. Kalau bekerja mungkin seperti robot, yg sudah diprogramkan oleh pihak lain.

    Anak, bisa jadi harapan, seperti agama yg menjadi harapan.

    Nice sharing bro, cukup menginspirasikan saya.

    Gini maksudnya, anda berpikir kalau anda punya anak, dari istri yang range umurnya mirip2 anda. Nanti seiring perkembangan dan pertumbuhan anak anda akan kerepotan karena anda sudah tua, sedangkan anak masih muda, masih banyak kebutuhan. Karena itu anda cari pasangan yang beda umurnya agak jauh dari anda (Masih jauh lebih muda).

    Niat anda ini baik. Tapi namanya manusia itu ya mereka pasti mikirnya negatif (kita tidak generalisir).

    Lha itu perjaka tua kok mintanya gadis muda, (Wong tuwo kok njaluk rabi perawan). Hehehe.

    Kan tidak semua orang berpikiran luas dan panjang ke depan.

    Orang berharap boleh, tapi orang berharap harus berusaha, harus tahu diri, harus ngerti kemampuan diri. Kemampuan di sini bukan masalah materi saja. Tapi banyak aspek lain, psikologi, rutinitas, hobby, interests, responsibilities baik horizontal maupun vertikal. Ya macam2.

    Ya bro hehehe. Saya senang jika itu menginspirasi anda. Saya sangat welcome untuk tukar pikiran karena selain pengetahuan bertambah, juga teman bertambah. Hehehe.

    5 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    SISKA774 tulis:

    Yudi orang nya sangat sensitif sekali. Saking sensitifnya pikiran anda cenderung selalu salah mengartikan pertanyaan atau pernyataan lawan bicara

    Sek to mbak, seng tuenang ae lah. Anda ini loh dari yang lalu saya tanya

    YUDI139 tulis:
    Saya tanya nih, anda suka anak kecil kenapa? Coba deh gantian anda listing apa nilai positif anak di dalam hidup anda.

    Jawab opo sampeyan? Yang kalem, tarik napas dulu, dijawab dulu pertanyaannya, kalau mau lanjut diskusi, dan jangan nyerang pribadi orang. Secara implisit maupun eksplisit. Hargai lawan bicara berarti hargai diri sendiri.

    5 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • 5 Mei 2016

    RYO288 tulis:

    "orang tua kok cari perawan"

    itu artinya mas...

    wkwkwkw.... artinya lucu sekali yaa... hahahaa....

    Iyalah, soalnya SAYA MASIH PERJAKA TING TING!

    Dari sekian banyak ajaran dan larangan agama, hanya menjaga keperjakaan yg masih bisa saya kerjakan dengan baik. hahaaa.....

    Masa sih saya sengaja cari yg gga perawan? Ya kalau nasib kurang beruntung apa boleh buat. Mudah2an doi kayak  Sophia Latjuba atau Wulan Guritno, hahahaaaa....

    Yudi139

    Niat anda ini baik. Tapi namanya manusia itu ya mereka

    pasti mikirnya negatif (kita tidak generalisir).

    Lha itu perjaka tua kok mintanya gadis muda, (Wong tuwo

    kok njaluk rabi perawan). Hehehe.

    Kan tidak semua orang berpikiran luas dan panjang ke

    depan.

    Hahaa... iya sih... bahkan saya ingat pernah ada satu trit yg isinya cwe-cwe complain, lelaki lelaki yg ajak kenalan ke mereka sudah berumur, tapi kok masih cari daun muda. hahahaa....

    Cuma saat itu saya sih tidak mau posting pendapat. Biarkanlah mereka ber illfeel illfeel ria... hahaaa.... Saya yakin, yg menjadi masalah bagi cwe2 itu bukan hanya umur semata.

  • 5 Mei 2016

    Yuk, kembali ke topik...

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    SISKA774 tulis:

    selain super sensitif, anda sepertinya tipe orang yang ngotot. Lol

    mengapa saya harus menjawab anda?

    Iya sista, santai ya, calm down, take a deep breath.

    Inhale....

    Exhale...

    Haaaaa fiuuuuuu

    Haaaaaa fiuuuuuu

  • YUDI139

    5 Mei 2016

    KATHARINA781 tulis:

    Yuk, kembali ke topik...

    Oke sista Katharina <3

  • MEY072

    5 Mei 2016

    Yaa.. Coba 2 org itubaca blk lg yg hal seblmnya biar missed yg dtny bs dijwb.. Puyeng sy baca.. Yg satu ngotot tp ga jls yg satu jelasin tp ngotot.. Cocok ya:p

    KATHARINA781 tulis:

    Yuk, kembali ke topik...

    5 Mei 2016 diubah oleh MEY072

  • JODOHKRISTEN

    6 Mei 2016

    Shalom,

    Bersama ini kami kembali mengingatkan: marilah kita tidak mengedepankan emosi dan mungkin ketidaksenangan personal yang sayang sekali tumbuh karena kesalahpahaman atau hal lainnya.

    Mari gunakan forum untuk berdiskusi sesuai topik tanpa saling menyerang secara personal atau berdebat kusir.

    Apabila masih terjadi lagi perdebatan hanya karena sentimen personal, mohon maaf apabila kami harus memblokir anggota yang terlibat.

    Mari utamakan kepentingan dan kenyamanan bersama. Mari terapkan kasih dan bukan kebencian. Tuhan memberkati <3

    6 Mei 2016 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • ARIE835

    6 Mei 2016

    weh...mimin ampe 2x turun gunung #salut

  • RDYO883

    6 Mei 2016

    Puyengmbacanya

  • 6 Mei 2016

    mantappp.. semoga sukses dgn pilihan hidup mas yudi utk tidak memiliki anak sampai akhir usia. kembali ke topik "Ya sesuai judul, hidup tanpa anak itu bagaimana menurut member jk di sini?"

    sya selaku member JK, pingin sekali kelak menikah dan punya anak. seperti udh cita cita, menikah, punya anak, dan membesarkan anak. krn jika tanpa anak, seperti blm lengkap kebahagiannya.

    mengenai kekuatiran, jika kelak punya anak repot ini itu. sya hanya percaya Tuhan Yesus yang menjadi dasar dari rumah tangga kami. sya percaya Tuhan Yesus yang menjawab semua kekuatiran tsb.

  • YUDI139

    6 Mei 2016

    SURANTA247 tulis:

    mantappp.. semoga sukses dgn pilihan hidup mas yudi utk tidak memiliki anak sampai akhir usia. kembali ke topik "Ya sesuai judul, hidup tanpa anak itu bagaimana menurut member jk di sini?"

    sya selaku member JK, pingin sekali kelak menikah dan punya anak. seperti udh cita cita, menikah, punya anak, dan membesarkan anak. krn jika tanpa anak, seperti blm lengkap kebahagiannya.

    mengenai kekuatiran, jika kelak punya anak repot ini itu. sya hanya percaya Tuhan Yesus yang menjadi dasar dari rumah tangga kami. sya percaya Tuhan Yesus yang menjawab semua kekuatiran tsb.

    Terima kasih doanya, saya pasti childfree kok sampai akhir hidup saya. Hehehe. Tidak akan goyah soal ini. Saya sudah enjoying masa sekarang karena kemurahan Tuhan, saya ada tanggung jawab rawat ortu 2 (mama dan nenek). Ngurus orang dewasa saja susah apalagi ngurus anak kecil.

    Anda berkata ingin punya anak kalau boleh tahu apa arti dan fungsi anak di dalam hidup anda? Jika kebahagiaan, kebahagiaan seperti apa?

    Jika untuk pelengkap kebahagiaan, pelengkap bagaimana maksudnya?

    Anda percaya Tuhan Yesus menjawab segala kekuatiran tentang raising the children. Tapi sudahkah anda pikirkan matang2 tentang mau anda didik, dan besarkan seperti apa anak anda?

    Sudah anda siapkan biaya nanti kalau punya anak? Ini tidak semudah pola pikir kumaha engkeh (Dipikir nanti yang penting buat dulu).

    Dan yang paling terakhir, jadi anda sudah siap nih punya istri, tinggal bersama istri, buat anak. Lalu ortu anda, akan anda bagaimanakan?

    6 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • AGUS218

    6 Mei 2016

    Kalau gw fine² ajja coz hidup, mati, rezeki, pasangan, anak, dst..udh Tuhan yg mengatur. kalau gw cma hanya sebagai penikmat hdp yg udh Tuhan ksh pada diri gw.

    YUDI139 tulis:

    Ya sesuai judul, hidup tanpa anak itu bagaimana menurut member jk di sini?

    Anak itu forbidden fruits dari taman eden loh. Kita liat realita dulu.

    Anak bukan tanggung jawab, bukan buah cinta, anak itu trapped soul in human flesh, born without knowledges, and annoying. Children are made from men foolishness, a prison chain ball to your feet, ankle biter. Hehe.

    Anak sifatnya permanen, punya anak atau tidak itu pilihan hidup. Sekali punya anak harus tanggung jawab seumur hidup.

    Kita sederhanain aja deh bakal panjang soalnya. Member JK status janda dengan anak vs member JK status janda tanpa anak. Yang lebih susah cari pasangan yang mana? Hehe. Itu 1 contoh saja.

    Sedikit cerita, orang menikah happy waktu honeymoon, tapi begitu istri hamil, suami botak, anak lahir jadi kurang tidur, tiap hari teriak2, stressful, kerjaan morat marit, 1 sumber penghasilan dimakan ber 3 atau ber 4 atau lebih, laki dulu lajang keren naik mobil sedan, tambah tua naik wagon type. Atau medieval type (Baca : Motor bebek, jaket poncol, pelana kuda -- kotak bagasi kanan kiri, tambah tameng -- tas kerja). Edian, hehehe.

    Belum kebutuhan biologisnya, mau having sex sama istri, nanti dulu anak belum tidue, mau wisata? Mikir anak masih butuh biaya. 10 jt orang single makan di rooftop bintang 5 min 2x sebulan sama calon pacar, 10 jt orang berkeluarga, makan tahu tempe, kadang puasa melek merem. Hidup itu pilihan sekali lagi ini realita hidup.

    Istri dulu kurus sekarang gembrot. Melar sana sini, jangankan ke salon, biaya perawatan salon berubah jadi susu, sekolah, makanan, dll. Akhirnya suami selingkuh. (Salah 1 penyebab selingkuh).

    Anak, masih kecil merepotkan, balita tidak lancar komunikasi, tiap hari berisik, panggil ortu tunjukkan gambar coret2an ancur, nyanyi ora jelas, makan? Rewel. Ada keinginan harus dituruti, kemampuan cari uang? Nol.

    Masuk smp kenakalan remaja, SMA? Kenakalan cinta. Kuliah? Habiskan biaya, no return value. Mana ada orang mau investasi ratusan juta hasilnya individu kerja sorry gaji UMR. Bukti anak fragile investments. Belum makan, belum baju, belum hiburannya, belum hasil kenakalannya merusak barang.

    Lalu anak minta kawin, ortu gimana? Bayari kalau gak? Ya diumbar suruh ke KUA atau ala katholik, murah meriah hemat. Setelah itu? Tinggal berdua sama istri. Ortu? Dirawat babu. Naik kursi roda? Kredit aja, yang dorong? Pembantu, kalau pembantu cuti? Dorong sendiri.

    Anak ngeluh susu si cucu, biaya sekolah cucu, bla bla bla cucu, dll.

    Lingkaran setan, yang didapat apa? Menurunkan keturunan, jadi kalau kakek namanya Joni suparto, anak jono suparto, cucu joko suparto. Orang bilang itu suparto family, sudah puluhan tahun tinggal di kampung sini (stagnasi, duit abis biayai anak). Bangga? Ya silahken. Hehehe.

    Nah berdasarkan realita, bukankah lebih baik kerja, menabung dan investasi buat sewa jasa suster2 cantik buat kita di hari tua? Hehehe.

  • YUDI139

    6 Mei 2016

    AGUS218 tulis:

    Kalau gw fine² ajja coz hidup, mati, rezeki, pasangan, anak, dst..udh Tuhan yg mengatur. kalau gw cma hanya sebagai penikmat hdp yg udh Tuhan ksh pada diri gw.

    Betul, hidup itu harus dinikmati, pasangan Tuhan yang atur, tapi kita diberi kebebasan memilih pasangan, begitu juga anak, anak kita juga bisa pilih buat atau tidak. Kenyataan Romo Katholik tidak buat anak fine2 saja. Malah enjoying the life.

    Syarat enjoying the life = knowing what love is.

    Contoh :

    Saya lagi jalan kaki masuk cluster perumahan, ketemu satpam, say hi, ketemu bakul sayur, say hi.

    Ngobrol2, hati senang, eh ternyata si bakul sayur curhat butuh duit, nawarin sayur segar, kebetulan saya butuh sayur, ya saya beli sesuai kebutuhan saya. Itu LOVE.

    Bisa makan malam nikmat memesan menu sesuai selera, itu LOVE.

    Bisa hidup tenang, malam hari tidur nyenyak, itu LOVE.

    Karyawati sakit, saya obatkan, dia terima kasih. Ibunya datang bawa masakan banyak sebagai tanda terima kasih, itu LOVE.

    Malam hari bersantai, berkendara santai dengan mobil setel musik lagu kesukaan. Biar mobil jelek, Itu LOVE.

    Lagi sikat gigi, lha kok sikatnya ancur, telpon minta karyawati belikan sikat gigi baru. Ternyata karyawati sudah simpan sikat gigi cadangan membuat saya impressed, itu LOVE.

    Berkunjung ke rumah mama, eh si beagle bloon itu lagi mau makan, mama lagi aduk2 nasi, daging, dan makanannya. Lihat mama senang, anjingnya kibas2 ekor, Itu LOVE.

    Banyak kind of love. Tergantung bagaimana sudut pandang kita.

    6 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • AGUS218

    6 Mei 2016

    Banyak yg sok pintar, sok pandai, sok suci di forum JK nie yg padahal cma omong kosong doank,,mendingan intropeksi diri maluu udh pada tua dan berumur.

    "Menjenuhkan lama-lama di MedSos JK nie".

  • AGUS218

    6 Mei 2016

    Noo Comment & Intropeksi diri sendiri/masing² ajja.

    YUDI139 tulis:

    Betul, hidup itu harus dinikmati, pasangan Tuhan yang atur, tapi kita diberi kebebasan memilih pasangan, begitu juga anak, anak kita juga bisa pilih buat atau tidak. Kenyataan Romo Katholik tidak buat anak fine2 saja. Malah enjoying the life.

    Syarat enjoying the life = knowing what love is.

    Contoh :

    Saya lagi jalan kaki masuk cluster perumahan, ketemu satpam, say hi, ketemu bakul sayur, say hi.

    Ngobrol2, hati senang, eh ternyata si bakul sayur curhat butuh duit, nawarin sayur segar, kebetulan saya butuh sayur, ya saya beli sesuai kebutuhan saya. Itu LOVE.

    Bisa makan malam nikmat memesan menu sesuai selera, itu LOVE.

    Bisa hidup tenang, malam hari tidur nyenyak, itu LOVE.

    Karyawati sakit, saya obatkan, dia terima kasih. Ibunya datang bawa masakan banyak sebagai tanda terima kasih, itu LOVE.

    Banyak kind of love. Tergantung bagaimana sudut pandang kita.

  • YUDI139

    6 Mei 2016

    AGUS218 tulis:

    Banyak yg sok pintar, sok pandai, sok suci di forum JK nie yg padahal cma omong kosong doank,,mendingan intropeksi diri maluu udh pada tua dan berumur.

    "Menjenuhkan lama-lama di MedSos JK nie".

    Nah itu dia, kalau jenuh ya relaksasi, kalau tidak suka ya tidak usah main medsos.

    Hidup kok mengeluh terus bos? Hehehe.

201 – 225 dari 339    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 8  9  10 ... 14  Selanjutnya Kirim tanggapan