Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Lebih baik single atau berpacaran dengan orang yang tidak seiman

ForumPersahabatan dan hubungan

151 – 167 dari 167    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 5  6  7Kirim tanggapan

  • MARIA506

    6 Mei 2016

    haxxx haxxx haxxx

    lbh mns gulali atau madu murni kyk nya brother ;)

  • YUDI139

    6 Mei 2016

    MARIA506 tulis:

    haxxx haxxx haxxx

    lbh mns gulali atau madu murni kyk nya brother ;)

    Wakakaka. Bisa juga neh si Bro Muwardy. Tapi dia baik dan berwawasan, so tidak ada salahnya, kalian cocok kok. Hehe.

  • SASHA251

    7 Mei 2016

    Single aja dl,

    Cobaan jomblo kan gitu hehehhe..

    Tetap Percaya aja,nanti pasti ada..

  • FERRY557

    7 Mei 2016

    SASHA251 tulis:

    Single aja dl,

    Cobaan jomblo kan gitu hehehhe..

    Tetap Percaya aja,nanti pasti ada..

    Hahaha,..

    Siap"

  • KARLINA273

    7 Mei 2016

    wah, yang seiman aja belom tentu cocok masbro...pemicu pertengkarannya masih banyak, apalagi yang tidak seiman....uuuggghhhhh!!! CAPEK!

    FERRY557 tulis:

    JKerz, menurut kalian lebih baik kita single atau berpacaran dengan pasangan yang tidak seiman, kebetulan kerja saya di MALL, dengan jam kerja yang tidak normal, pada hari Sabtu minggu tetap masuk,..

    Saya di sini sedang di dekati oleh seorang SPG yang tidak seiman dengan saya, awalnya saya diam saja, tetapi semakin lama dia semakin mendekati saya,..

    Saya binggung, harus menolak atau bagaimana,

    Saya telah single selama kurang lebih 4-5 tahunan, saya binggung,..

    Tolong kasih masukannya donk kawan",..

    Saat saya single, saya ingin sekali dekat dengan seseorang yang akan menjadi teman curhat saya, tetapi saat saya didekati seseorang tersebut (beda agama) saya malah binggung,..

    Tolong di bantu,..

    Thanks,..

    Jesus Bless us,..

  • ANWAR886

    7 Mei 2016

    Hmm..

    Dasar alkitabnya kan: Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab, persamaan apakah yang ada antara kebenaran dan kejahatan? Atau, persamaan apakah yang terdapat antara terang dengan gelap?

    Arti implisitnya menjadi: menikah dengan pasangan yg seiman.

    Bisa setuju atau tidak setuju, tergantung setiap individu mengartikan 'seiman'.

    Apakah seiman ini diartikan asal Kristen - Kristen?

    Menurut saya, cakupannya lebih luas dari sekedar agama. Kata kuncinya adalah 'seimbang dengan orang2 percaya'. Permasalahan mendasar yg kita hadapi adalah:

    sama2 orang Kiristen, tapi yang dipercayai setiap individu bisa sangat beragam. Itu sebabnya dalam perkembangan kekristenan, meskipun merujuk pada kitab yang sama, interpretasinya bisa berlainan (lain di sini bisa signifikan / tidak signifikan, bertentangan / beda dikit),

    Hal lainnya, tidak semua yg klaim kristen itu terang. Kembali, terang disini disini diartikan menjadi hanya seorang kristen secara ktp atau terang diartikan sebagai perbuatan2 seseorang yg sesuai ajaran Yesus

    Kalau melihat perbuatan, faktanya yg terjadi dlm masy, sangat2 beragam. Non Kristen bisa lebih terang dari yang kristen.

    Sebagai kesimpulan, menurut saya, arti seiman disini harus diterjemahkan menemukan pasangan yg seimbang dan sama2 dlm terang Yesus.

    Ttg lebih baik single / pacaran, itu tergantung individu, seberapa penting aspek rohani / religi dlm kehidupan pribadi / rumah tangga. Kalau penting, secara otomatis akan merindukan hubungan timbal balik yg setara dalam (processs) pacaran, dan mengambil sikap lebih baik single.

    Sebaliknya, kalau individu menganggap aspek rohani tidak penting, secara otomatis gak akan terlalu peduli dgn perbedaan agama. Ini yg terjadi di negara2 yg telah terjadi post modernisme, seperti eropa. Kasus cerai/pertengkaran tidak ada korelasinya dgn pernikahan yg seiman / tidak.

  • FERRY557

    7 Mei 2016

    Hmmm,..

    Sekarang udah berubah, aku padahal nggak Ngapai" malah aku di jauhin,..

    anaknya sekarang malah lebih sering menghindar dari aku, padahal aku cuman bilang kalau kita nggak bisa lebih, kita bisa jadi teman curhat satu sama lain, and bisa jadi sahabat yang saling SUPPORT.

    Efeknya, dia malah menghindar, and mengincar junior ku (Anak trainingan ku), mungkin sifatnya seperti itu sih,..

    Sekarang dampaknya BBM ku menjadi sangat sepi, hanya BC" saja yang menemani hari ku,..

    Ngenes banget yaa,..

    Tapi aku yakin, Tuhan mempersiapkan yang terbaik,..

  • YUDI139

    8 Mei 2016

    FERRY557 tulis:

    Hmmm,..

    Sekarang udah berubah, aku padahal nggak Ngapai" malah aku di jauhin,..

    anaknya sekarang malah lebih sering menghindar dari aku, padahal aku cuman bilang kalau kita nggak bisa lebih, kita bisa jadi teman curhat satu sama lain, and bisa jadi sahabat yang saling SUPPORT.

    Efeknya, dia malah menghindar, and mengincar junior ku (Anak trainingan ku), mungkin sifatnya seperti itu sih,..

    Sekarang dampaknya BBM ku menjadi sangat sepi, hanya BC" saja yang menemani hari ku,..

    Ngenes banget yaa,..

    Tapi aku yakin, Tuhan mempersiapkan yang terbaik,..

    Kalau cerita anda seperti itu, mungkin anda yang ke GR an (Maaf ya kita perluas dan berpikir dari sudut pandang lain bro Ferry), sehingga dia ilfeel, mungkin anda salah mengintepretasikan maksudnya?

    Mungkin sebagai SPG dia akrab dengan anda karena jadi SPG capek berdiri di booth, belum poles make up berulang kali kalau kena sorot lampu lama, bisa panas, keringetan.

    Atau dia mendekati anda karena mengincar stand anda yang adem ac nya, dan nyaman tempat duduknya?

    Dia tahu agama yang anda anut tidak? Kok rasanya ini masalahnya salah paham saja, coba bayangkan routines dia ketika mendekati anda, apa yang dia lakukan?

    Kalau seorang spg deket2 stand kita, ramah tamah terus duduk ngobrol, itu bukan berarti suka sama kita loh, tapi niatnya tempat duduk ini sama2 penjual side ya (SPG menjual, saya juga menjual), kalau sama customer ya tentu nawarin produk. Saya pernah ikut pameran, SPG itu kerjanya berat n kasihan loh.

    Dulu ada SPG juga dekati saya, cakep, 2 juga. Tiap hari pameran selalu datang dan ngobrol2 tanya ke stand saya banyak, terus saya juga GR. Tapi suatu ketika saya sadari ada yang aneh.

    Routinesnya :

    1. Pameran dibuka.

    2. Ngobrol di stand saya.

    3. Setelah basa basi, saya ngobrol sama calon customer.

    4. Pas balik meja loh kok ada 2 gelas plastik di meja saya.

    5. Dia benahi lipstick.

    Ternyata o ternyata, bukan dia tertarik dengan saya, tetapi dia tertarik dispenser air dingin dan panas free refill di stand saya. Bilang to mbak, ambil sudah ambil. Gitu pake ngerayu2. Hehehe.

    Pada kasus bro Ferry, setelah incar bro Ferry, sekarang incar Juniornya? Sebagai junior tempat kerja sama dengan senior kan? Coba dipikir ada apa yang menarik di tempat kerja anda? Sehingga si SPG mendekat ke sana bagaikan semut mencari gula? Hehehe.

    8 Mei 2016 diubah oleh YUDI139

  • FERRY557

    8 Mei 2016

    Bisa jadi aku yang GR sih bro Yudi, atau memang pada dasarnya anaknya gitu,..

    Istilah di kalangan umum aku looh di sepik(Gomblalin) gitu bro, eh ternyata banyak orang yang di gitu in,..

    Hahaha,..

    Junior ku sendiri yang bilang gitu, sok deket sih anaknya,..

    Hahahaha,.. Ya sudah lah,..

    Tutup topik ini, karena saya terlalu GR,..

  • DENI824

    8 Mei 2016

    Sebelum topiknya ditutup Admin, mau ikutan tertawa ah.. hahahahaha..

    Ternyata oh ternyata... Ge-erR..

  • 8 Mei 2016

    Tetap semangat Bro Ferry..  Selalu bisa ada pelajaran yg  diambil  dr setiap pengalaman..  

  • FINSYABEL527

    8 Mei 2016

    Saya juga pernah mengalami seperti Ferry. Menjadi single sekian lama saya merasa kesepian dan dalam keadaan demikian pria yg mendekati dan perhatian sama saya adalah seorang yg bukan seiman...wah bener2 godaan yg sangat berat..saya hampir saja mengkompromikan prinsip saya bhw pacaran harus dgn yg seiman..dengan berbagai argumen tentu saja..

    Tapi dalam keadaan demikian tiba2 saya teringat dgn satu hal. Saya kembali bertanya pada diri saya sendiri, "Sebenarnya untuk apa saya menikah? Apa sih tujuan saya menikah?" Apakah hanya utk menepis rasa kesepian atau ada alasan lain yg lebih besar? Jika saya menikah, bisa saja nanti saya kesepian lagi kalau suami saya tiba2 dipanggil Tuhan duluan..So, masalah kesepian tidak bisa jadi tujuan...

    Nah dari sini saya jadi sadar bahwa menikah harusnya menjadi sarana utk kita bisa bertumbuh secara rohani dan bisa berpartisipasi dalam misi Allah (ada tujuan yg lebih besar dari sebuah pernikahan). Maka saya bertanya pada diri saya sendiri..dapatkah saya mencapai tujuan itu jika saya menikah dengan seorang yg tidak seiman...sekalipun orangnya mungkin baik? Satu hal lagi yg jadi pertimbangan saya adalah kerinduan saya utk bisa beribadah bersama dalam keluarga. Ketika saya single saya ke gereja sendiri, ibadah sendiri nah kalo nanti saya sdh menikah tetap ibadah sendiri krn pasangan saya beribadah menurut keyakinannya ya apa gunanya..belum lagi ttg pendidikan rohani anak ketika masih kecil...Nah, karena pertimbangan itulah saya akhirnya mengambil keputusan untuk mengatakan dari awal kepada pria tersebut bahwa saya tidak bisa menjalin relasi serius dengan orang yang berbeda keyakinan dengan saya. Saya sampaikan saja kepada beliau bahwa setelah menikah nanti saya ingin merasakan pergi ibadah ke gereja bersama keluarga saya dan bertumbuh secara rohani bersama-sama.

  • FERRY557

    8 Mei 2016

    FINSYABEL527 tulis:

    Saya juga pernah mengalami seperti Ferry.

    ...

    Saya sampaikan saja kepada beliau bahwa setelah menikah nanti saya ingin merasakan pergi ibadah ke gereja bersama keluarga saya dan bertumbuh secara rohani bersama-sama.

    Hehehe,.. Blom saatnya,..

    Aku menunggu aja yang terbaik yang disiapkan,..

    6 Juni 2016 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 6 Juni 2016

    FERRY557 tulis:

    Dekati nya, malam" waktu sudah selesai kerja, dia tlpon" gitu,..

    Waktu off, dia BBMtrus, sesekali dia masak, trus di bekal kan buat aku,..

    Ya kayak gitu,..

    O,,,ok. kira2 berani engga kamu bilang bhw kamu ingin pacaran serius dan utk menikah si wanita diharapkan ikut agama Kristen? Menurutku keuntungannya adalah:1). dia tau kamu juga serius suka sama dia, 2). apa yg selama ini mengganjal sdh langsung kamu sampaikan SECEPATNYA.

    Itu aja dulu.

    Sorry Ferry, aku tipe org yg memilih bicara to the point jika ada masalah agar bisa cpt diselesaikan. Semoga berkenan atau bisa dimodifikasi deh sesuai adat istiadat daerahmu.

    6 Juni 2016 diubah oleh ANITA089

  • EKO789

    6 Juni 2016

    Ngapain bingung..pacarin ajalah lae. Nanti kl udah mau merid baru tanyain soal

    Keprcyaan..repot amat

  • 18 Juni 2016

    jangan main2 sama hati klo uda jatuh cinta sangat sulit untuk melepaskan & melupakan susah move on-nya hehe klo uda tau gak seiman jangan di terusin..

  • ANDRIANNA771

    18 Juni 2016

    Pacaran atau single...

    Dari pacaran lebih baik dibicarakan terlebih dahulu. Tidak mudah menjalani kehidupan rumah tangga dengan 2 keyakinan.  Awalnya mungkin sepele bagi kita hanya sekedar pacaran tapi apakah hubungan itu hanya sampai pacaran. Setelah menjalani pacaran kesepakatan menikah tetap menjalani keyakinan masing2 tp apakah terpikirkan kita mau menikah digereja atau di KUA, setelah pernikahan terjadi anak kita mau diajak kemana nih? Terjadi keributan kembali untuk keyakinan anak.

    Lebih baik dipikirkan terlebih dahulu walaupin ga semua orang bisa bertahan untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan dua keyakinan tapi alangkah baiknya memilih yg memiliki keyakinan yg sama seperti kita.

151 – 167 dari 167    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 5  6  7Kirim tanggapan