Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

RENUNGAN POSITIF

ForumInspirasi

276 – 300 dari 638    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 11  12  13 ... 26  Selanjutnya Topik ditutup

  • LADYRULY248

    15 Juni 2016

    s19.postimg.org/t1plo43df/Screenshot_2016_06_10_05_01_19_com_android_chrom.jpg

  • LADYRULY248

    16 Juni 2016

    Doa bagi Orang Lain

    1 Timotius 2:1-7

    Martin Luther pernah berkata: "Menjadi orang Kristen tanpa doa adalah sama tidak mungkinnya dengan hidup tanpa bernafas" (To be a Christian without prayer is no more possible than to be alive without breathing). Dalam doa kita berkomunikasi secara pribadi dengan Allah.

    Dalam suratnya kepada Timotius, nasihat pertama yang Paulus berikan kepadanya adalah tentang doa (1). Ia mendorong Timotius menggerakkan jemaat untuk menaikkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur (1). Semua itu dipanjatkan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk semua orang dan para pemimpin (1-2). Alasan pertama yaitu agar jemaat di Efesus dapat hidup tenteram dalam kesalehan dan kehormatan (2). Dengan mendoakan, umat Allah sesungguhnya sedang mewujudkan kepedulian dan kesaksian yang baik. Selain itu, alasan kedua adalah karena itu dipandang baik dan berkenan kepada Allah (3). Doa-doa yang kita panjatkan berisi tentang Allah yang rindu untuk menyelamatkan manusia berdosa melalui karya Kristus Yesus sehingga dapat menjadi kesaksian bagi banyak orang yang belum mengenal Allah (4-6). Paulus menegaskan bahwa untuk alasan yang sama itulah ia ditetapkan sebagai pemberita dan rasul Allah (7). Artinya, ketika kita berdoa bagi orang lain dan para pemimpin, doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah itu pun dapat menjadi kesaksian dan pemberitaan keselamatan dan kasih Allah. Betapa dahsyatnya kuasa doa itu.

    Jika kita memahami pentingnya doa dari sudut pandang ini, percayalah bahwa kehidupan doa Anda tidak akan pernah membosankan lagi sebab kita paham betul seberapa besar dampaknya bagi orang lain. Mulai hari ini, luangkanlah waktu khusus untuk mendoakan orang lain (anggota keluarga, rekan sekerja, rekan pelayanan, sahabat, kolega, tetangga, dll) dan para pemimpinmu (pemimpin gereja, pemimpin di tempat Anda bekerja, maupun pemimpin bangsa kita). Nantikan dan saksikanlah Allah bekerja di dalam kehidupan mereka.

  • LADYRULY248

    17 Juni 2016

    Sikap dalam Beribadah

    1 Timotius 2:8-15

    A da beberapa sikap yang harus dimiliki dalam beribadah kepada Allah. Pertama, berdoa dengan ketulusan tidak dengan kebencian (8, band. Mat 5:23-24; 1Yoh 4:20). Hampirilah Allah dengan ketulusan, bukan dengan kepura-puraan apalagi kebencian terhadap orang lain. Kedua, berpenampilan sopan dan sederhana (9-10). Paulus menekankan agar para wanita menjaga kesopanan dan kesederhanaan penampilan mereka agar penampilan mereka dapat menjadi teladan dan kesaksian yang baik bagi orang-orang di sekitar mereka yang belum percaya. Ketiga, berdiam diri dan patuh dalam menerima ajaran (11).

    Pada masa itu, kebanyakan kaum perempuan tidak mendapatkan pengajaran yang cukup dalam bidang keilmuan termasuk pengetahuan akan firman TUHAN. Sementara pengajaran sesat telah berkembang dan memanfaatkan kekurangpemahaman kaum perempuan ini untuk menyebarkan beritanya. Akibatnya, tidak sedikit perempuan yang tidak bertindak dan berbicara benar, sesukanya tanpa penghargaan dan ketundukan termasuk kepada laki-laki . Berdiam diri dan patuh dalam hal ini bukan larangan total bagi perempuan untuk hadir dalam pertemuan jemaat atau mengajar (12). Perempuan pada masa itu disarankan untuk berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan menanyakan sesuatu hal tentang pengajaran kepada suaminya di rumah, sebagai kepala keluarga (1Tim 3:4; 1Kor 14: 34-35). Bagaimanapun, laki-laki memegang otoritas yang lebih tinggi sebagai manusia yang pertama diciptakan dan mendengarkan penugasan dari Allah (13-15). Di kemudian hari, setelah perempuan lebih terpelajar, beberapa wanita ikut memberitakan Injil (Fil 4:2-3).

    TUHAN mengingatkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan ketulusan, tanpa keinginan jahat; berpenampilan yang sopan, tetapi sederhana. Orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah harus memiliki pemahaman yang benar dan menghormati ordinasi yang telah TUHAN tetapkan sejak awalnya. Lakukanlah ibadah seturut kehendak TUHAN, bukan kehendak atau motivasi pribadi.

  • LADYRULY248

    17 Juni 2016

    ⛔ *SAY NO TO HORROR MOVIE* ⛔

    Renungan oleh : Angelo Paul Baan

    Matius 6:22-23 : “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu..”

    Bagaimana saudara dapat berkata dengan bangga “aku adalah anak Tuhan” tetapi mata saudara masih gemar menyaksikan tayangan horror atau tayangan yang berbau mistis?

    Saudara, jika kita benar mau mengikut Yesus dengan sungguh artinya kita harus menguduskan seluruh hidup kita dari segala hal yang bertolak belakang dengan FirmanNya. Jadi mata, telinga, pikiran, hati, perkataan dan perbuatan kita patutnya hanya untuk memuliakan Tuhan Yesus, bukan diisi dengan hal yang sia-sia lagi, salah satunya menyaksikan film horror atau tontonan sejenisnya yang mendukakan hati Tuhan.

    Imamat 19:31: “janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; JANGANLAH KAMU MENCARI MEREKA dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.”

    Apalagi film yang saat ini sedang heboh, The Conjuring 2, garapan sutradara James Wan. Tahukah saudara setiap menit dalam film itu ada _transfer spirit_, ada roh yang keluar dan menarik ke dalam seperti tarik ulur. Setiap film garapan sutradara James Wan selalu _based on true story_ atau dari kisah nyata, mengapa? Karena kuasa kegelapan yang dulu pernah ada mau dihadirkan kembali kepada saudara saat menyaksikannya. Jangan heran film buatan James Wan seperti INSIDIOUS, ANABELLE dan THE  CONJURING selalu ada sensasi horror yang berbeda, mulai dari musiknya, bahkan adegan per adegannya, karena setiap detail pada film itu telah dipersembahkan bagi setan.

    Dan yang mendukakan hati Tuhan, banyak anak-anak Tuhan yang justru terjerat dengan rasa penasaran untuk menyaksikan film tersebut, apalagi yang sudah sering ke gereja dan tahu tentang Firman, bahkan sudah menjadi seorang pendoa namun di luar gereja sering menghabiskan waktu di bioskop untuk menonton film horror dan sebagainya. Sekalipun setelah menonton serasa sama dengan film horror lainnya tetapi Roh saudara telah saudara berikan pada roh yang ada pada film itu, sehingga terkadang teringat kembali akan adegan dan biasanya sering menakuti diri sendiri karena pikiran saudara telah dipenuhi oleh kuasa kegelapan. KUDUSKAN TUBUH, JIWA dan ROHMU!!

    --------------------

    Sebetulnya bukan hanya horror saja, tetapi beberapa tontonan dunia saat ini mulai dipakai iblis untuk menjerat umat pilihan Tuhan, bahkan tanpa disadari sinetron pun terkadang membuat orang terikat, yang laki-laki di saat melihat tontonan pornografi akhirnya terjebak pada roh najis yang keluar dari tontonan itu membuat banyak anak Tuhan semakin rusak dan jatuh binasa ke dalam dosa.

    --------------------

    1 Yohanes 2:15-17: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya..”

    TAKUTLAH AKAN TUHAN SEKALI LAGI SAYA KATAKAN “TAKUTLAH AKAN TUHAN!!”

    Note:

    Lucunya lagi, banyak yang sudah terlanjur menonton dan merasa tertuduh dengan postingan ini, yang pada akhirnya tidak sepaham dengan postingan ini, berusaha kompromi dengan pemikirannya sendiri: “santai aja kali, lebay deh..kan cuma film hanya hiburan..” Sangat miris sebenarnya, dimana anak Tuhan yang seharusnya menjadi pelaku Firman justru saat ini banyak yang sudah dibutakan oleh ilah zaman, mendorong anak Tuhan berusaha berkompromi dengan Firman Tuhan. “halaah kan cuma nonton..” Saudara, banyak hal yang kelihatannya sepele, sebetulnya mendukakan hati Tuhan.. salah satunya yah ini….

    GBU

  • VITA884

    17 Juni 2016

    Setuju sista jgn anggap remeh apa yg kt tonton , semua boleh kt lakukan tp apakah semua yg kt lakukan membangun iman kt kl tdk lbh baik tinggalkan trmsk nonton film yg tdk bermanfaat , tks sist utk sharingnya krn Firman adlh firman yg tdk bs dikompromikan dgn akal budi atau pengertian kt sendiri, semua yg disharingkan didasarkan pd Firman dan sy sgt setuju , krn kt hrs hidup didlm firman Tuhan dan melakukannya ..God bless...

  • LADYRULY248

    17 Juni 2016

    Amin sis

    VITA884 tulis:

    Setuju sista jgn anggap remeh apa yg kt tonton , semua boleh kt lakukan tp apakah semua yg kt lakukan membangun iman kt kl tdk lbh baik tinggalkan trmsk nonton film yg tdk bermanfaat , tks sist utk sharingnya krn Firman adlh firman yg tdk bs dikompromikan dgn akal budi atau pengertian kt sendiri, semua yg disharingkan didasarkan pd Firman dan sy sgt setuju , krn kt hrs hidup didlm firman Tuhan dan melakukannya ..God bless...

  • LADYRULY248

    18 Juni 2016

    Pemimpin Rohani

    1 Timotius 3:1-16

    Pada zaman ini terjadi krisis di berbagai bidang, termasuk krisis kepemimpinan rohani. Banyak pemimpin gereja yang mahir membuat program, organisatoris yang hebat, pengkhotbah hebat, tetapi hidup pribadi dan rumah tangganya, bahkan karakternya menjadi batu sandungan bagi orang lain.

    Paulus mengajarkan kepada Timotius agar tidak sembarangan dalam menentukan pemimpin-pemimpin rohani di tengah jemaat, baik itu penilik jemaat maupun diaken. Ada kualifikasi-kualifikasi yang perlu dipenuhi sebelum orang-orang tersebut ditetapkan sebagai pemimpin jemaat. Pertama, kualifikasi dalam kehidupan pribadi (2-3, 6, 8-10). Calon pemimpin itu perlu memiliki karakter dan kepribadian yang baik dan teruji, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kedua, kualifikasi dalam kehidupan keluarga (2, 4-5, 11-12). Hal ini sangat penting, sebab jika calon pemimpin itu tidak dapat memimpin keluarganya dengan baik, bagaimana mungkin ia mampu memimpin jemaat Tuhan. Ketiga, kualifikasi dalam kehidupan sosial (7), yaitu si calon pemimpin haruslah merupakan orang yang punya nama baik di luar jemaat.

    Mengapa Paulus perlu menekankan kualifikasi-kualifikasi tersebut? Pertama, karena jabatan sebagai pemimpin jemaat adalah pekerjaan yang indah (1) yang berasal dari Allah. Sebab itu, si pemangku jabatan tersebut haruslah orang-orang yang punya keteladanan hidup yang baik, yang menghormati Allah sebagai pemberi jabatan itu dan menghormati sesamanya, yang dilayaninya. Kedua, agar kehidupan dan kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin rohani tersebut dapat menjadi kesaksian yang baik di tengah masyarakat yang belum mengenal Allah (7, 13).

    Jabatan kepemimpin rohani bukan sekadar status di hadapan manusia, tetapi suatu keindahan di hadapan Allah. Kepemimpinan rohani bukan sekadar keahlian atau kehebatan secara manusiawi. Pilihlah orang yang memiliki hati yang takut akan TUHAN dalam segala hal dan dapat membimbing keluarganya di dalam kasih dan kekudusan Allah.

  • LADYRULY248

    18 Juni 2016

    s19.postimg.org/n5vo6o043/Screenshot_2016_06_16_18_13_04_com_android_chrom.jpg

  • LADYRULY248

    18 Juni 2016

    s19.postimg.org/4rl52ontf/Screenshot_2016_06_15_07_27_40_jp_naver_line_and.jpg

  • LADYRULY248

    18 Juni 2016

    Barangkali belum ada yg sempet baca: Sangat inspiring ...baca... Baca

    ???? KEAJAIBAN BERBUAT BAIK ????

    Kisah nyata yg terjadi pada thn 1892 di Stanford University USA

    Ada seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun yg berjuang utk membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu, dan tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang. Akhirnya dia dapat ide yg cemerlang.

    Bersama seorang temannya, ia memutuskan utk menggelar konser musik di kampus guna mengumpulkan uang utk biaya pendidikan mereka.

    Konser itu mereka adakan dgn mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewski.

    Manajer sang pianis meminta biaya sebesar $ 2.000 untuk konser piano.

    Sebuah kesepakatan pun terjadi. Dua anak muda itu pun mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

    Hari besar tiba.

    Paderewski akan melaksanakan konser piano di Stanford University.

    Tapi sayangnya, kedua mahasiswa tsb tidak berhasil menjual tiket sesuai target.

    Total tiket yg terjual hanya $ 1,600. Keduanya kecewa, Mereka lalu pergi ke Paderewski dan menjelaskan kondisi keadaan mereka.

    Mereka memberikan seluruh uang $1,600, ditambah dgn cek sebesar $ 400. Kedua mahasiswa tsb berjanji utk melunasi cek secepatnya.

    "Tidak" kata Paderewski. "Aku tidak dapat menerima." Dia menyobek cek, mengembalikan uang $1,600 sambil berkata kpd kedua mahasiswa, "Ini uang $1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian.

    Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar!" Kedua mahasiswa terkejut, dan mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya.

    Bagi Padwrewski, yg dilakukannya adalah tindak KEBAIKAN yg KECIL. Tapi jelas itu menunjuk kan bhw Paderewski seorang manusia yang BESAR. Mengapa ia harus MEMBANTU kedua mahasiswa tsb yg bahkan dia TIDAK KENAL sama sekali ? .....

    Kita semua juga sering menemukan situasi seperti ini dalam hidup kita.

    Dan kebanyakan dari kita hanya berpikir "Jika saya MEMBANTU mereka, apa yang akan terjadi PADAKU ?"

    Kalau seseorang itu benar2 BAIK dan BIJAK, dia akan berpikir, "Jika saya TIDAK MEMBANTU mereka, apa yang akan terjadi dgn MEREKA ?".

    Orang2 yg BAIK dan BIJAK tidak akan melakukannya dengan mengharapkan balasan.

    Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yg BENAR yg HARUS dilakukan.

    Sebagaimana diketahui, Paderewski kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia. Dia seorang pemimpin yg besar, tapi sayangnya ketika Perang Dunia I dimulai, Polandia dilanda kelaparan.

    Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang utk memberi makan mereka.

    Paderewski tidak tahu ke mana harus berpaling utk minta bantuan.

    Dia mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk minta bantuan.

    Presiden AS saat itu, Herbert Hoover, setuju utk MEMBANTU dan CEPAT dikirim berton-ton bahan makanan utk rakyat Polandia yg kelaparan. Akhirnya sebuah bencana dapat dihindari.

    Paderewski lega. Dia memutuskan utk pergi bertemu dgn Hoover secara pribadi guna BERTERIMA KASIH kpdnya.

    Ketika Paderewski mengucap kan terima kasih kpd Hoover atas sikap mulianya, Hoover cepat menyela dan berkata,

    "Anda tidak harus berterima kasih kpd saya, Pak Perdana Menteri. Anda mungkin sudah lupa, tetapi SAYA TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MELUPAKANNYA.

    Beberapa tahun yg lalu, Anda MEMBANTU biaya kuliah dua mahasiswa muda di Stanford University.

    Saya adalah salah satu dari mereka...."

    Dunia adalah tempat yg INDAH.

    Apa yg terjadi di sekitar kita biasanya datang dari apa yg telah kita LAKUKAN, ....

    BERBUAT BAIKLAH ....

    ❤ God Loves You ????

  • VITA884

    18 Juni 2016

    Amaziing...wonderfull story...kitapun bs melakukannya menjadi org baik dan bijaksana ...

  • LADYRULY248

    18 Juni 2016

    Amin sis

    VITA884 tulis:

    Amaziing...wonderfull story...kitapun bs melakukannya menjadi org baik dan bijaksana ...

  • LADYRULY248

    19 Juni 2016

    Penolong dan Pelindung yang Setia

    Mazmur 71:17-24

    Bagi banyak orang, masa tua diharapkan menjadi masa istirahat dan menikmati hasil kerja keras selama ini, masa di mana hidup dengan santai dan tanpa banyak pergumulan. Namun tidak demikian bagi Daud.

    Pada masa tuanya, Daud masih mengalami pergumulan yang berat, di mana ada orang-orang yang masih menginginkan kecelakaannya (24). Meski hal itu menyusahkan hati Daud, namun ia tetap yakin Allah tidak melupakannya. Mengapa? Karena ada begitu banyak bukti dari pengalaman Daud bersama dengan Tuhan yang membuktikan bahwa Allah menolong dan melindunginya melewati berbagai kesusahan dan malapetaka (17, 19-21). Jejak-jejak pengalaman Daud ditolong dan dilindungi Allah itu membuat Daud meyakini bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang setia (22).

    Dalam pandangan Daud, Allah itu penolong dan pelindung yang setia. Oleh karena itu, kepada Allah yang demikianlah Daud memohon perlindungan di masa tuanya. Sebagaimana Allah telah memelihara hidupnya dari sejak kecil (17), Daud percaya sampai masa tuanya pun Allah tidak meninggalkannya (18). Karena itu, Daud punya alasan untuk tetap bersorak-sorai dan memuji kesetiaan Allah dalam hidupnya, meski di tengah pergumulan sekalipun (23).

    Bagaimana pengenalan kita terhadap Allah? Pengenalan itu mempengaruhi cara pandang dan cara kita menyikapi segala persoalan yang terjadi di dalam hidup kita. Daud mengenal Allah sebagai penolong dan pelindung yang setia melalui perjalanan hidupnya bersama Allah. Karena itu, meski di tengah pergumulan, keyakinannya kepada Allah tidak goyah. Daud bahkan dapat selalu memuji Allah dan kebesaran-Nya di tengah-tengah pergumulannya.

    Bagaimana dengan kita? Mari memperdalam pengenalan kita akan Allah. Semakin dalam kita mengenal Allah, semakin dalam pula kita mengenal diri kita. Semakin dalam kita mengenal Allah kita, semakin kuat pula iman kita; sebab kita tahu benar bahwa hidup kita dipelihara dan dilindungi oleh Allah yang setia. [MFS]

  • LADYRULY248

    20 Juni 2016

    Menghadapi Pengajar Sesat

    1 Timotius 4:1-16

    Sejak gereja mula-mula terbentuk, umat Allah diperhadapkan dengan pengajar-pengajar sesat, sebagaimana dihadapi oleh Timotius dalam pelayanannya di jemaat Efesus. Paulus memperingatkan Timotius agar berhati-hati dalam mengambil sikap terhadap hal tersebut (6).

    Paulus memberitahukan kepada Timotius mengenai ciri-ciri dari para pengajar sesat dan ajarannya (1-3). Pengaruh ajaran askese pada masa itu membuat orang-orang menjauhkan diri dari makanan tertentu, kewajiban selibat, mendengarkan cerita-cerita yang tidak berasal dari Allah (Rm 14:1-4). Lalu Paulus menegaskan apa yang benar menurut firman Tuhan (4-5, 9) dan menasihati Timotius agar memagari dirinya dan jemaat Efesus dengan ajaran yang benar (6), rajin beribadah dan melayani sesuai karunia (7-9, 14), tetap berjuang dalam kebenaran Allah (10), bertekun dalam firman dan pengajaran (11, 13, 15-16), dan menjadi teladan (12).

    Paulus mengingatkan bahwa semua itu perlu dilakukan untuk menangkal pengajaran sesat dan adanya pengharapan yang kita miliki di dalam Allah yang hidup (10b). Tradisi pada masa itu mengajarkan bahwa seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun belum layak untuk suatu posisi pimpinan (band. 1Sam 17:33). Tetapi Paulus meminta Timotius untuk melakukan peran seorang pemimpin yang dewasa, dan bertindak sebagai teladan dalam komunitas. Ketika Timotius dapat melakukan peran itu melalui karunia yang ia miliki, maka dia tidak akan dipandang rendah oleh siapapun; pemberitaannya akan didengarkan sehingga menyelamatkan semua orang yang mendengarkannya (16, band. 2Tim 3:15).

    Umat dan hamba TUHAN harus mempersiapkan diri menghadapi pengajar atau ajaran sesat yang menyusup ke dalam kehidupan persekutuan umat Allah. Bertekunlah dalam pengajaran firman Allah yang benar, beribadah, dan layanilah Allah dengan sungguh, berjuanglah dalam kebenaran dan kekudusan. Jadilah teladan bagi orang-orang di sekitar kita.

  • SASHA251

    20 Juni 2016

    LADYRULY248 tulis:

    Barangkali belum ada yg sempet baca: Sangat inspiring ...baca... Baca

    ???? KEAJAIBAN BERBUAT BAIK ????

    Kisah nyata yg terjadi pada thn 1892 di Stanford University USA

    Motivasi yg sangat bagus sis..

  • LADYRULY248

    20 Juni 2016

    ya sis

    smoga bisa termotivasi hehe

    SASHA251 tulis:

    Motivasi yg sangat bagus sis..

  • LADYRULY248

    21 Juni 2016

    Memperlakukan Saudara Seiman

    1 Timotius 5:1-16

    Paulus memberikan nasihat praktis kepada Timotius tentang bagaimana memperlakukan saudara seiman. Secara khusus, Paulus menyoroti tentang etika menegur (1-2) dan menghormati serta memelihara (3-16). Paulus menasihati Timotius agar menegor orang tua sebagai bapa, orang muda sebagai saudara, wanita tua sebagai ibu, dan perempuan muda sebagai adik (1-2). Timotius diharapkan menegur mereka dengan kasih yang murni sebagaimana ia memperlakukan anggota keluarganya.

    Paulus menasihati Timotius agar menghormati dan mengurus para janda, khususnya mereka yang sudah tua dan tidak mempunyai sanak keluarga (3-5, 9-10). Sedangkan bagi janda-janda yang sudah tua tetapi masih punya anak atau kerabat untuk mengurus, hendaknya diurus oleh anak atau kerabatnya itu (4, 16). Kemudian bagi janda-janda yang masih muda disarankan untuk menikah lagi agar terhindar dari prasangka dan perbuatan yang buruk di kemudian hari (6-7, 11-15).

    Timotius sebagai seorang pemimpin memiliki otoritas untuk mengajar dan menegur jemaat, terlebih yang melakukan kesalahan. Tetapi Allah ingin agar teguran yang diberikan kepada masing-masing kelompok usia dalam jemaat, dilakukan sebagaimana hubungan dalam keluarga. Meskipun mereka membutuhkan koreksi, teguran harus dilakukan di dalam kasih yang penuh kemurnian. Pemeliharaan terhadap janda-janda merupakan perintah TUHAN yang tidak dapat diabaikan oleh umat TUHAN (Ul 10:17-18; Kel 22:22). Tetapi gereja dan umat harus peka dan mengenali janda yang mana yang sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan, menegaskan tanggungjawab keluarga terhadap para janda, dan menetapkan tindakan gereja terhadap janda yang tidak perlu ditolong secara finansial atau masih muda.

    Gereja dan umat TUHAN harus belajar untuk menjalin hubungan termasuk menegur sesama dalam persekutuan dengan kasih dan dalam kemurnian. Pelihara atau berikan teguran kepada janda-janda seturut dengan perintah TUHAN.

  • LADYRULY248

    21 Juni 2016

    Renungan pagi

    Talenta

    "Org malas tdk akan menangkap buruannya, tetapi org rajin akan memperoleh harta yg  berharga" Ams 12:27

    Daun sirih merupakan tanaman obat dan tentu saja semua org mengetahui hal itu.

    Awalnya daun sirih merupakan daun biasa, namun krn keahlian seseoranglah yg bisa menemukan khasiat dlm daun sirih tersebut sehingga dpt ditetapkan sebagai tanaman obat.

    Setiap org memiliki potensi krn Tuhan selalu menciptakan setiap manusia sesuai dgn rancangan-Nya dan tdk ada seorang pun yg tercipta dgn sia-sia.

    Sama halnya dgn daun sirih, jika tdk ada org yg mencoba utk menelitinya, maka daun sirih tetaplah menjadi daun biasa.

    Kita hrs tetap berusaha utk menggali potensi yg ada di dlm diri kita.

    Setiap org memiliki talentanya masing-2 dan jgn mengingini talenta org lain/menjadi sama dgn org lain.

    Belajarlah utk mulai melihat diri sendiri krn sesungguhnya diri kita ini merupakan pribadi yg luar biasa.

    Org-2 disekitar kita hanya mampu memberi dukungan dan semangat.

    Mrk juga akan mendoakan kita.

    Namun segala sesuatu itu kembali kpd diri kita sendiri, apakah kita memiliki niat utk bisa menjadi lebih baik.

    Saat kita mulai menggali potensi dan terus mengasahnya dgn tekun, maka tiba waktunya Tuhan akan memberkati usaha kita.

    Selamat pagi

    Selamat beraktivitas

    Tuhan Yesus Memberkati

  • LADYRULY248

    22 Juni 2016

    Memperlakukan Pemimpin Rohani

    1 Timotius 5:17-6:2

    Mendekati akhir dari suratnya kepada Timotius, Paulus memberikan beberapa petunjuk praktis tentang perlakuan terhadap pemimpin rohani atau penatua. Paulus menasihati Timotius agar menghormati para penatua yang berkhotbah dan mengajar dengan benar dua kali lipat (17-18). Paulus mengajarkan agar penghormatan kepada penatua bukan hanya diberikan melalui sikap, tetapi juga dengan mencukupi kebutuhan mereka. Ada pembandingan dengan perintah untuk memberikan makanan yang cukup untuk binatang yang bekerja bagi kita, apalagi seorang pelayan Firman harus memperoleh kecukupan dalam pelayanannya (Ul 25:4 band. 1Kor 9:14).

    Penghormatan terhadap penatua ini ditunjukkan melalui dukungan ketika ada yang menuduhnya. Tuduhan itu hanya layak diterima apabila jumlah saksi cukup (19, bdk. Ul 19:5). Reputasi para penatua sangat penting dan menjadi kesaksian gereja, bahkan dapat menjadi alat serangan setan untuk merendahkan gereja. Oleh karena itu, penatua yang terbukti melakukan kesalahan harus mendapatkan teguran di depan umum (20-21, band. 3:7; Titus 2: 5, 8, 10).

    Paulus juga menasihatkan Timotius sebagai pemimpin jemaat untuk bersikap bijak dan menjaga kekudusan hidupnya serta berani mengingatkan kesalahan orang lain (22, 24-25), serta menjaga kesehatannya (23). Timotius juga harus mengingatkan jemaat agar tetap menghargai tuan mereka, bahkan melayaninya lebih baik lagi karena kesamaan status sebagai orang percaya (6:1-2). Kemajuan pesat yang dialami oleh jemaat Efesus dan adanya serangan bertubi-tubi dari pengajar-pengajar sesat membutuhkan pemimpin rohani yang menghormati orang lain; bertindak tanpa memihak dan tetap memelihara kekudusan serta kesehatan fisiknya.

    Sebagai jemaat, hormatilah pemimpin rohani kita. Jangan sembarang menuduhnya dan cukupi kebutuhannya. Sebagai pemimpin rohani, jaga kekudusan hidup, sampaikan ajaran yang benar dengan benar, jangan berpihak terhadap kejahatan, dan jaga kesehatan fisik! [MFS]

  • LADYRULY248

    23 Juni 2016

    Belajar Mencukupkan Diri

    1 Timotius 6:2-10

    Paulus memperingatkan Timotius tentang orang-orang yang menyesatkan di tengah umat, yaitu orang yang mengajarkan ajaran atau doktrin yang berbeda dengan kebenaran firman Tuhan (3). Isi pengajarannya bukan hanya tidak setuju dengan kebenaran yang disampaikan langsung oleh TUHAN, khususnya tentang materi (Mat 6:19-34). Mereka memecah-belah persatuan di tengah jemaat (4-5) dan mencari keuntungan dalam ibadah (5b, 9-10). Orang-orang seperti ini menyusup secara perlahan ke tengah komunitas umat Allah dan menimbulkan perpecahan dari dalam dengan saling memfitnah, mencari-cari kesalahan orang lain, mencurigai, dan berlagak tahu segalanya. Mereka menipu dan mencari keuntungan di tengah perpecahan.

    Tuhan memberkati orang-orang yang beribadah dengan sungguh dalam kesalehan, namun Tuhan tidak ingin kita beribadah karena motivasi demi meraih keuntungan atau demi kekayaan. Sebab, cinta uang adalah akar kejahatan dan dapat membuat seseorang menyimpang dari iman (10). Oleh karena itu, Paulus mengingatkan Timotius dan jemaat Efesus agar mereka setia dalam pengajaran firman (2b) dan mencukupkan diri di dalam segala perkara (6, 8). Karena, kita lahir dan mati tanpa membawa apa-apa (7). Ungkapan "asal ada makanan dan pakaian" merupakan ukuran kebutuhan mendasar yang ada dalam literatur kuno dan pengajaran firman TUHAN (Mat 6:25). Dengan kesetiaan dalam firman dan rasa cukup dalam segala keadaan, maka umat Allah akan terhindar dari penyimpangan dan kedukaan (10), serta tetap teguh di dalam iman kepada Tuhan.

    Banyak orang menjadi Kristen bukan karena sungguh-sungguh ingin ikut Tuhan, melainkan karena ingin menjadi kaya dan sukses. Ketika mereka tidak mengalami seperti yang mereka inginkan (menjadi kaya), dengan mudah mereka meninggalkan kekristenan. Apakah kekristenan kita seperti demikian? Semoga tidak. Marilah kita sama-sama belajar untuk mencukupkan diri di dalam segala keadaan dan tetap setia dalam pengajaran firman Tuhan.

  • LADYRULY248

    23 Juni 2016

    Renungan pagi

    Menghadapi Tantangan dengan Iman

    Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan tantangan. Tidak ada orang yang bisa menghindar dari tantangan. Tantangan-tantangan tersebut berusaha mengalihkan perhatian kita dari keyakinan iman terhadap hal-hal yang tidak kita lihat dan dari pengharapan yang belum terwujud kepada kenyataan dunia yang terlihat dengan jelas.

    Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, kita perlu mengingat bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

    Dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup kita, kita perlu menyadari beberapa hal:

    Pertama, kita memerlukan iman karena pengharapan kita umumnya belum terwujud. Sandaran kita bukanlah mata kita, melainkan Pribadi Tuhan yang tidak dapat kita lihat dengan mata.

    Kedua, kita harus beriman terhadap pengharapan yang kita miliki agar kita bisa menyadari bahwa apa yang ditawarkan dunia ini tidak berarti bila dibandingkan dengan pengharapan yang kita miliki. So, Jangan biarkan diri Anda terpesona oleh kenyamanan yang semu yang nampaknya dimiliki oleh orang-orang yang tidak beriman.

    Ketiga, tantangan yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Hal ini terlihat jelas dari kepelbagaian tantangan yang dihadapi dan kepelbagaian respons—berupa sikap dan tindakan.

    So, Jangan mengasihani diri dan beranggapan bahwa diri anda adalah orang yang paling menderita.

    1 Petrus 5:8-9

    "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama."

    Akhir kata.. Milikilah Iman dan Pengharapan di dalam Tuhan agar kita di kuatkan dalam menghadapi berrbagai tantangan dan Percayalah Pengharapan di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan.

    Selamat pagi

    Selamat beraktivitas

    Tuhan Yesus Memberkati

  • LADYRULY248

    24 Juni 2016

    Manusia Allah

    1 Timotius 6:11-21

    Kita mengenal sebutan manusia super, manusia setengah dewa, manusia robot, manusia serigala, dan lain sebagainya. Kata yang ditambahkan setelah kata "manusia" itu memberikan keterangan atau sifat dari manusia tersebut. Menarik sekali cara Paulus menutup suratnya kepada Timotius. Pada perikop terakhir dari suratnya, Paulus menyebut Timotius sebagai manusia Allah. Sebutan ini bukan menunjukkan bahwa Timotius manusia setengah dewa, yang memiliki kekuatan adidaya. Sebutan "manusia Allah" ini dipakai Paulus kepada Timotius untuk menunjukkan bahwa ia adalah abdi Allah atau manusia yang dimiliki Allah. Sebutan yang sama juga diberikan kepada Musa (Ul 33:1) dan Samuel (1Sam 9:6).

    Sebagai manusia Allah atau hamba Allah, Timotius diingatkan oleh Paulus akan beberapa hal penting, yakni: Pertama, agar Timotius mengejar karakter-karakter ilahi dan menjauhi hal-hal yang fana (11-13). Kedua, agar Timotius menaati perintah Allah senantiasa (14-16). Ketiga, agar Timotius menjaga hidup sesuai dengan kebenaran (20-21). Dengan kata lain, Paulus menasihati Timotius untuk mengejar keteladanan rohani dalam menjalankan kepemimpinannya.

    Selain itu, ada tugas lain yang diminta oleh Paulus kepada Timotius. Sebagai hamba Allah, Paulus meminta Timotius untuk memperingatkan orang-orang kaya untuk tidak mengejar kekayaan duniawi dengan kesombongan, melainkan mengejar kekayaan rohani dengan kerendahan hati dan perbuatan baik (17-19). Peringatan ini terkait dengan persoalan yang telah diungkapkan Paulus pada bagian sebelumnya. Karena cinta uang, ada beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri sendiri (1Tim 6:10).

    Ketika kita percaya Kristus, kita adalah manusia Allah dan bukan manusia duniawi. Kita milik Allah dan mengabdi kepada Dia, sang Pemilik hidup kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mengejar hal-hal yang rohani, bukan hal-hal yang duniawi; mengejar karakter dan kekayaan rohani, bukan kekayaan duniawi. [MFS]

  • LADYRULY248

    24 Juni 2016

    Renungan pagi

    Kekuatan Dari Tuhan Untuk Mengatasi Segala Masalah

    Kita tidak bisa membandingkan apa yang orang lain rasakan dan apa yang kita rasakan, karena setiap manusia memiliki anggapan sendiri atas masalahnya masing-masing. Jika kita bertanya kepada si A : apakah masalahmu begitu berat? si A pasti akan menjawab bahwa masalah dialah yang paling berat, dan jika kita juga bertanya juga kepada si B, si B pun akan menjawab demikian. Maka dari itu, kita tidak dapat membandingkan beratnya masalah kita dengan masalah orang lain.

    Ketika kita membanding-bandingkan masalah kita dengan orang lain, berarti kita mulai mengecilkan kekuatan Allah dan kita sedang meragukan kekuatan Allah. Apakah kamu kurang begitu percaya kepada Tuhan, sehingga kamu merasa masalahmu adalah yang paling sulit? Tidak ada masalah yang paling sulit dan tidak ada masalah yang mudah. Karena Tuhan pasti sudah memberikan bagian masing-masing kepada setiap orang.

    Mungkin hari ini kita merasa bahwa masalah kita adalah masalah yang sangat sulit bagi, mungkin juga kita sudah tidak sanggup lagi mengatasi masalah ini dan sering kali kita ingin menyerah kepada keadaan.

    Tapi satu hal yang harus kita pahami adalah, bagi Tuhan masalah itu tidaklah serumit dan sesulit yang kita pikir. Memang bicara itu sangatlah mudah, tapi satu hal bahwa Tuhan pernah berada dalam masalah yang sangat berat sehingga Dia harus mempertaruhkan nyawa-Nya di atas kayu salib. Dia rela difitnah dan dikecilkan, Dia rela dipaku dan dicambuk serta kepala-Nya dimahkotai duri demi kita”.

    Apakah Dia pernah mengeluh dan mengatakan masalahnya adalah yang paling sulit? Dan apakah Dia pernah menyerah dengan keadaannya? Tidak!

    Dia tetap pada pendirian-Nya untuk taat kepada Allah, sampai mati di kayu salib dan bangkit pada hari ketiga. Dia menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang hidup yang ada dalam setiap hatimu.

    Jika anda sedang berbeban berat, dan dalam masa-masa kritismu, menyerahlah kepada Allah dan percayalah bahwa Dia mampu memulihkan anda, hidup anda dan seluruh yang ada pada anda yang anda rasa sulit sekalipun dan yang mustahil sekalipun di hadapan manusia.

    So, Perbaikilah hubunganmu dengan Allah, maka masalahmu akan diselesaikan-Nya. Tetaplah bertahan, Sebab Yesus, Tuhan Allahmu bertahta atas hidupmu dan akan selalu ada bagimu. Keep faith! Jesus will give you strength!

    “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Filipi 4 : 6.

    “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filpi 4 : 13.

    Selamat pagi

    Selamat beraktivitas

    Tuhan Yesus Memberkati

  • LADYRULY248

    25 Juni 2016

    Anugerah dan Kekuatan dari Allah

    2 Timotius 1:1-10

    Orang Kristen tidak kebal dari penderitaan, termasuk juga rohaniwan. Kekristenan tidak menjamin umat Allah akan kebal dan bebas dari penderitaan. Sebaliknya, kekristenan mengajarkan kekuatan yang kita miliki sebagai anak-anak Allah untuk menanggung penderitaan yang Ia izinkan terjadi di dalam hidup kita.

    Mengawali suratnya yang kedua kepada Timotius, pertama-tama Paulus menyampaikan salam kasihnya kepada Timotius (1-2), anak rohani yang dikasihinya. Paulus menyebutkan kehendak Allah yang telah menjadikannya sebagai pemberita janji tentang hidup dalam Kristus Yesus. Kesadaran akan kehendak Allah ini memampukan Paulus untuk mengucap syukur kepada-Nya karena keberadaan Timotius dalam pelayanannya (3-5). Paulus tahu, pelayanan Timotius di Efesus tidak mudah. Dengan usia Timotius yang tergolong muda dan peliknya persoalan yang diakibatkan oleh para pengajar sesat yang menyusup di tengah jemaat Efesus, tentu tidak mudah menghadapi semua itu. Paulus tahu betapa berat kesedihan yang dialami oleh Timotius dalam pelayanannya (4). Karena itu, Paulus menguatkan Timotius.

    Dasar penguatan pertama yang Paulus berikan adalah karena kasih karunia yang telah dimiliki oleh Timotius dari Allah (6, 9). Paulus mengingatkan bahwa hanya karena kasih karunia Allah saja, maka Timotius beroleh keselamatan dan panggilan pelayanan (9-10). Dasar penguatan kedua yang Paulus berikan kepada Timotius, yaitu bahwa Allah yang telah menyelamatkannya, juga memberikan kekuatan kepadanya (7). Berdasarkan pada anugerah dan kekuatan dari Allah yang telah ia terima, Paulus menasihati Timotius agar tidak malu bersaksi dan tidak takut untuk menderita bagi Kristus (8).

    Bila Tuhan mengizinkan kita mengalami penderitaan atau pun kesulitan dalam pelayanan, ingatlah bahwa ada anugerah dan kekuatan dari Allah yang diberikan bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. Apapun situasi hidup kita, jangan malu bersaksi demi Kristus dan jangan takut untuk menderita bagi-Nya.

  • LADYRULY248

    25 Juni 2016

    Renungan pagi

    Makin kenal makin sayang

    Jika kita belum mengenal seseorang maka biasanya kita akan bersikap kaku kepada orang tersebut. Berbincang bincang seadanya, tanpa basa-basi.

    Namun, lain hal apabila kita sudah mengenal baik seseorang. Kita bisa membicarakan banyak hal denganya, termasuk hal hal pribadi.

    Mengapa? Karna kita percaya kepadanya. Semakin dalam kita mengenal seseorang, semakin kta dekat dan percaya kepada orang tersebut.

    Dengan kata lain "semakin kenal, semakin sayang" atau bisa juga dengan kata kata seperti ini: "tak kenal, maka tak sayang".

    Banyak orang Kristiani sulit untuk percaya kepada Tuhan. Mengaku percaya benar benar itu mudah.

    Namun, banyak orang masih sulit untuk hidup dengan iman bahwa Tuhan memelihara dalam hidup sehari hari. Sukar untuk percaya bahwa Dia memperdulikan setiap pergumulan yang di hidupi.

    Bukti nyatanya adalah banyak anak Tuhan mudah menyerah pada ketakutan dan kekhawatiran hidup ini. Masalah yang datang menjadi tampak lebuh besar daripada Kuasa Tuhan.

    Lalu bagaimana kita dapat percaya penuh kepada Allah? Pemazmur mengungkapkan kuncinya. "Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu" (Mazmur 9:11). Ya, kuncinya adalah pengenalan.

    Ada beberapa cara bagi kita untuk mengenal Tuhan.

    Pertama, melalui firman-Nya.

    Kedua, melalui pengalaman kita berjalan bersama Tuhan.

    Ketika kita melakukan firman-Nya dalam kehidupan sehari hari, kita pasti akan melihat tangan Tuhan menyertai. Ketika kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya, kuasa-Nya akan makin nyata terasa.

    Lewat firman dan pengalaman kita berjalan dengan Dia, kita akan semakin mengenal Dia hari demi hari.

    Pertanyaannya, sudahkah Anda menghidupi dua hal ini?

    So, jika belum, mari kita mulai sejak sekarang (Setelah baca renungan ini) luangkan sedikit waktu untuk Bersyukur, Memuji, Memuliakan namaNya.

    Sehingga kita bisa semakin dalam kita mengenal Tuhan dan semakin dalam kita bisa percaya kepada-Nya.

    Selamat pagi

    Selamat beraktivitas

    Tuhan Yesus Memberkati

276 – 300 dari 638    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 11  12  13 ... 26  Selanjutnya Topik ditutup