Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Bohong putih..( berbohong demi kebaikan)

ForumGaya hidup Kristen

26 – 50 dari 143    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3 ... 6  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • RARA477

    7 Juli 2015

    okay :0 adek2 Yanpieter & Zoro :

  • DKBALI312

    7 Juli 2015

    Seorang pendeta top bahas menilai Rahab bohong tetap dosa, dosa kecil ktnya. Rahab dibenarkan krn imannya, itu penilaian Tuhan sendiri.

    Jogja istimewa, Tuhan Yesus Maha Kasih..gak nyambung ya?... :-)

  • RARA477

    8 Juli 2015

    Tentang Kisah Rahab,,,, dan ada bbrp kisah yg lain tentang Sebuah Tujuan yang diperkenan-kan TUHAN itu Baik adanya,,, Bagaimana dgn Kisah Yakub membohongi/menipu ayahnya krn posisi bungsu namun mendapatkan berkat kesulungan dari ayahnya Iskhak karena sudah Takdir/Destiny si anak bungsu akan menjadi Pemimpin dan Menjadi Keturunan Besar yang diberkati TUHAN.

    Esau tidak menganggap Pentingnya Hak Kesulungan,,,, dia mengabaikan dan diakali serta ditipu oleh adiknya Yakub,,, pun Yakub berbohong namun toh Yakud mendapatkan upahan menuai dr sikap kebohongan yaitu dengan ditipu oleh Laban pamannya sebelum menikahi : Lea (7 tahun pertama) dan baru Rachel (7tahun berikutnya).

    JIka berbohong dengan alasan kebaikan SILAKAN Tanyakan Ke ROH KUDUS di hati kmu DK BALI,,, Tidak ada bohong besar atau kecil ataupun hitam dan putih, smua perbuatan akan MENUAI hasilnya kelak, Hidup itu Pilihan, Ada resikonya masing2 tapi  Tetap Ambil keputusan minta Hikmat TUHAN

    terkhusus (mas brow DK BALI 312 yg ternyata Bukan orang Bali..hehehe...hahaha...)

    Salam Cap Cus & Kalem Cuyy ^0^ <:)

    8 Juli 2015 diubah oleh RARA477

  • SIMON132

    17 Agustus 2015

    [Edit admin: Sebagian kalimat dihapus oleh admin. Harap posting hal-hal yang membangun. Formulasikanlah kalimat secara bijak sehingga tidak menyinggung anggota lain secara personal.]

    nabi dan rasul pun masih bisa berbuat salah.

    seorang pendusta....di mana pun ia akan (selalu) menjadi penipu dan menipu atau berbohong akan menjadi pola hidupnya....ini sudah karakternya

    berbeda dengan orang sekedar basa basi...atau dalam batas batas tertentu "tidak berkata benar" tidak berarti ia seorang pendusta, sehingga harus menanggung dosa. misalnya anak di perantauan (seperti komen) di atas...ditanya sama ortunya di kampungnya....bagaimana kondisinya di sana ...dijawab baik baik saja...padahal sedang berjuang dan mungkin badan sedang mriang dsb....jawaban si anak nih tentu bukan gambaran sosok karakter pendusta.

    beda dengan misalnya gasis bernama ruru yang sedang patah hati dan sempat mau bunuh diri... tiba tiba dapat telpon dari maminya....dia bilang baik baik saja....ini namanya dusta...sebab 3 hari kemudian si ruru benar benar bunuh diri...

    17 Agustus 2015 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • ANGGORO118

    17 Agustus 2015

    Di dlm alkitab ada ayat yg mengatakan u/ tdk berbohong entah itu u/ kebaikan & apapun itu alasannya ..

    Ulangan 5 : 20

    Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

  • 17 Agustus 2015

    Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Kata firman Tuhan, Jangan berdusta !

    Prakteknya emang rada susah, saya sendiri juga mengalami, tapi saya berusaha untuk jujur, terkadang berusaha utk mengelak menjawab atau menjawab dengan bahasa halus/ kiasan.

    Klo pasien tanya apa kata dokter, saya akan jawab apa adanya tapi saya akan juga bilang bagi Tuhan tiada yang mustahil sekalpun dokter berkata lain.

    Klo soal masakan, saya kurang sensitif lidahnya..bagi saya yg penting ada pedas atau manis itu sudah cukup hehe. Klo orangtua saya sensitif lidahnya pernah dia berkata  "coba tambahkan garam sedikit" . sambil tersenyum kepada ibu yg masakin.

    Klo soal baju saya kan jujur menjawab kecuali dia sudah terlanjur memakainya di dalam acara, saya akan coba alihkan pembicaraan.

    Soal pelacur Rahab dan juga mempunyai penginapan, saya yakin dia punya iman bahwa Allahnya Israel menyertai bangsa Israel dan akan menghancurkan kota Yerikho, karna imannya tsb makanya dia dibenarkan. Soal rahab berbohong itu wajar saja  karna pasti dia tidak tahu hukum taurat dan waktu itu konteknya lagi perang.

    Bangsa israel disuruh perang oleh Tuhan, padahal hukum taurat melarang membunuh orang tentu lain kasusnya. Dalam perang berbohong, menipu, membunuh diperbolehkan untuk menghancurkan musuh, apalagi  perangnya disuruh oleh Tuhan sendiri. Tentu yang dibohongi adalah musuh bukan kawan sendiri.

    kembali ke rahab saya yakin setelah Yerikho dikalah, dia bertobat dan menyembah Allahnya Israel dengan  baik dan benar klo tidak, ngak mungkin nama Rahab masuk dalam silsilah Tuhan Yesus.

    DKBALI312 tulis:

    Klo ada org sakit keras gbs sembuh, tunggu wkt kt dokter, trs pasien tanya ke kita: "apa aku akan mati ya?" Jwb: yah begitulah kt dokter

    Dimasakin sama tuan rumah repot2, dimakan kurang enak/hambar, trs ditanya enak gak?. Jwb: kyknya kurang bumbu

    Bos pake baju baru ngejreng, lg seneng, trs nanya ke kita bagus gak?. Jwb: emmm keliatan msh nyolok/norak bos...

    Apa lg ya? jujur apa sadis kok gak beda?......:-D

    17 Agustus 2015 diubah oleh DONNYSAM914

  • WINNIE059

    17 Agustus 2015

    apa bedanya bohong sama kompromi? yang bisa jawab aku kasih coklat hihihi

  • DKBALI312

    17 Agustus 2015

    Eh..muncul lg ini topik

    Klo tahu jwbannya tp tdk menjwb termasuk bohong apa tidak ya?

    Dlm prakteknya kita hanya berhrp jgn sering2 menghdpi situasi yg sulit spt itu. Sy kdg suka iseng bohong pas bercanda sama tmn dekat, buat lucu2an aja..tp kmdn jd gak dipercaya..butuh effort n wkt utk bs dipercaya lg. Di jln ngobrol2 sama org (ktm sekali itu aja), ditanya asalnya drmn?, kdg iseng sy jwb asal aja, pernah suatu kali aku jwb dr malang, celakanya org itu tahu malang, trs nanya2 daerah sana, aku gak tahu, mateng kowe!...hehe..kena batunya. Kebiasaan buruk jgn ditiru..kecuali buat biar ada seni aja..tp seni yg gek bener hehehe..

  • SIMON132

    17 Agustus 2015

    dalam Ialkitab ada ayat hendaklah kamu kudus sebab Aku Tuhan Allahmu kudus...

    atau hendaklah kamu sempurna seperti bapamu yang di sorga sempurna...

    di sinilah diperlukan landasan (cara) memahami kebenaran kitab suci....Tuhan tentu saja tidak akan berkata dengan bahasa implisit...ya atau tidak sebab Tuhan sempurna adanya...

    nah kebenaran yang eksplisit yg dari tuhan ketika sudah menjadi kebenaran praktika hidup manusia menjadi pergulatan....maka ada ilmu etika dalam bidang pendidikan termasuk pendidikan teologi...

    dalam etika inilah antara kebenaran eksplisit dan perilaku manusia coba diterjemahkan nilai rasionalitasnya...

    jadi bukan asal kutip ayat untuk menasehati orang...alkitab mempunyai konteks kebenaran yang menyeluruh....

    referensi ayat baca Roma 7:13-26....

    coba renungkan ayat 26....

  • FRANIR404

    17 Agustus 2015

    Jalani hidup seperti air mengalir aja dgn tetap berpatokan pada apa yg diyakini / diimani aja..

  • JENNY680

    17 Agustus 2015

    ONESE717 tulis:

    kadang manusia berbohong demi kebaaikan..

    walaupun.. jelas alkitab menulis..

    berkatalah ya di atas ya.. dan tidak di atas tidak..

    Siapa kah yang tak Pernah berbohong dalam Hidupnya???

    adakah yang mau membagikan pengalamanya  dalam hidup?.

    Tetang bohong putih.. dan bagaimana kita keluar dr dosa ini..

    Jesus Love u..

    saya pernah berbohong, di masa kecil berbohong kepada orang tua.

    tapi dimasa lalu, dimasa masih anak-anak saat takut mengatakan kejujuran. kalau setelah dewasa, apakah yang harus ditakuti dari berkata jujur?

    bangun kebiasaan utk selalu berkata jujur dan apa adanya :) kalau misalnya berada pada situasi yg sulit dan mengatakan hal yg sebenarnya terasa begitu berat, pilihlah utk bungkam, ganti topik, atau tinggalkan pembicaraan.

  • BETSY458

    18 Agustus 2015

    Mau nambahin dg mngutip dari apa yg aq baca:

    Atas dasar perintah Allah yang ke-8, yaitu jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu (lih. Kel 20:16; Ul 5:20), Katekismus Gereja Katolik mengajarkan agar kita tidak berbohong/ memutarbalikkan kebenaran dalam hubungan kita dengan orang lain, sebab ketidakjujuran merupakan satu ketidaksetiaan terhadap Tuhan yang adalah Kebenaran (lih. KGK 2464). Dengan demikian, berbohong, apapun bentuknya, tetap harus dihindari.

    St. Thomas Aquinas memberikan klasifikasi kebohongan menjadi tiga kelompok: 1) kebohongan demi maksud menghibur/ melucu; 2) kebohongan yang sering disebut ‘white lie‘ yang dilakukan demi kebaikan orang lain dan tidak melukai orang lain; 3) dan kebohongan yang melukai/ merugikan orang lain. Menurut prinsip yang diajarkan oleh St. Thomas Aquinas, kebohongan dengan maksud menghibur dan kebohongan yang dilakukan tanpa melukai orang lain (no. 1 dan 2) secara prinsip termasuk dosa ringan, sedangkan kebohongan yang merugikan/ melukai orang lain, termasuk dosa berat.

    Dalam 1 Yohanes 5:16-17 dinyatakan bahwa ada "dosa berat" (mortal sin) yang mendatangkan maut dan ada "dosa ringan" (venial sin) yang tidak mendatangkan maut.

    Dengan demikian, jika ditanya, apakah boleh melakukan kebohongan demi kebaikan? Jawabnya, sesungguhnya tetap tidak, sebab biar bagaimanapun, itu tetap perbuatan dosa, walaupun bobotnya tidak sama dengan kebohongan yang merugikan/ melukai orang lain. Dalam kondisi yang terpaksa, menurut para orang kudus, adalah lebih baik diam daripada mengatakan suatu kebohongan demi kebaikan (white lies), atau dapat pula dijawab dengan pertanyaan balik kepada orang yang bertanya.

    Sumber : www.katolistis.org

  • 18 Agustus 2015

    White lie tetaplah lie. Walau kadang sulit untuk menghindari nya. Sebisa mungkin untuk berperilaku jujur. Salah satu isi Firman Tuhan yang disampaikan Koko Yadi pada saat Kopdar 15 Agustus lalu di Ancol.

    Kalau dr saya pribadi, setiap akan memulai untuk berkata bohong even it is a white lie, there's a gentle sound will whisper to my heart supaya ndak melakukan nya. Tp kadang bandel, yah siap2 deh dpt sesuatu yg tidak mengenakkan sebagai imbalannya.

  • DEBORA588

    18 Agustus 2015

    Bukan kah seorang ibu juga pernah berbohong putih kepada anak-anak nya?

    Saat makanan hanya tersisa sedikit, bukankah ia akan berkata oh makan lah nak, mamak masih kenyang, padahal dy sendiri belum makan? saat anak tak mau makan, dy akan berkata nanti nasi nya nangis, supaya si anak mau menghabiskan makanan nya. Kalau anak tak mau tidur nanti kalau tidak bobo di gigit nyamuk, and other things. Saat bepergian jauh si anak bilang kapan kita akan sampai mah, pah? untuk mengurangi kegelisahan anak biasa nya akan di jawab sebentar lagi sampai, padahal masih 4 jam lagi.

    Sama hal nya saat akan kabur untuk interview ketempat lain, bilang sama atasan kalau kita sedang buang-buang air (buang-buang air = menguras bak mandi/ember) or bilang nya ke bank padahal pergi ketempat interview. Ntah itu bohong putih or bohong abu-abu or bohong hitam? ntah apapun warna kebohongannya, memang bohong putih ya tetap saja bohong

    Berani jujur itu HEBAT.

    #dulu iya sering boong kalau mau interview, tapi sekarang setiap ada interview saya pasti lapor ke SPV, as a good leader, pasti nya dy akan mendukung anak buah nya untuk lebih maju lagi dalam karir.

  • 18 Agustus 2015

    Saya tahu, klo bohong itu biasanya fakta yang dikurangi atau ditambahin

    Klo Kompromi biasanya mengurangi sesuatu utk mencapai sesuatu maksud/tujuan

    Mana coklatnya?

    WINNIE059 tulis:

    apa bedanya bohong sama kompromi? yang bisa jawab aku kasih coklat hihihi

    Dalam basa-basi juga kita sering berbohong, ini yg susah apalagi teman2 , saudara , keluarga juga sering basa-basi.  Saya sampai pernah bilang ama saudara yg datang," ngak makan dulu nih, hehe basa-basi saja...yg mau dimakan juga ngak ada hehe"

    apalagi di gereja terkadang ada beberapa hambanya bertanya  'Bagaimana kabar Anda semua". dan jawabnya harus "LUAR BIASA" dijawab semua jemaat.

    jawaban LUAR BIASA dianggap bukan berbohong , pendetanya tahu bahwa jemaat pasti punya masalah sendiri2. tapi jawabanya tsb dianggap jawaban IMAN kita.

    jadi klo ada yg  tanya "kabarmu bagaiamna" jawabnya saja baik2 saja. jika dilihatnya ternyata kita sakit, jawab lagi, bukan berbohong tapi baik2 saja itu JAWABAN IMAN hehehe

  • RARA477

    26 Agustus 2015

    Kejujuran itu barang mewah & mahal. Tidak setiap orang memiliki-nya apalagi mempertahankan-nya. Tidak stiap orang membutuhkan & menginginkan.
    @Pilihlah orang-orang dalam kehidupan Anda yg pantas & layak menerima-nya sbg Prioritas kerna terlibat langsung & penting di keseharian Anda.
    @Efektifkan waktu dengan bijak, kerna hari-hari ini adalah jahat.

  • SIMON132

    26 Agustus 2015

    Tetapi kita harus juga bisa membedakan antara SERIUS dan TIDAK SERIUS

    SERIUS.....segala sesuatunya harus dikatakan eksplisit apa adanya...

    TIDAK SERIUS .....orang bisa saja berpura pura....yang seharusnya perut lapar bilang belum lapar.

  • ONESE717

    26 Agustus 2015

    Terimakasih.. buat saran temen2 dan pendapatnya.. u all the best..

    dony sam 194: yuk kita angkat.. tpoik.. antara beriman dan membohongi diri sendiri..
    karena ini pernah di bahas dalam sebuah acara komsel dan PA.. dan berakhir.. dengan kata2: jadilah seperti Iman mu..

  • GEBBY502

    26 Agustus 2015

    Namanya bohong ya tetep bohong kak... apapun alasannya. Lebih baik jujur menyakitkan dari pada bohong tapi akhirnya kalau ketauan tetap saja menyakitkan..:-D

  • ATHY476

    27 Agustus 2015

    Klo ngakux jomblo trs akhrx kthuan trxta dah pux pacar it trmsuk bohong ap yaaa....

  • 27 Agustus 2015

    Gebby502 mirip dengan Bunga Citra Lestari, itu jujur hehe

    Soal jawaban IMAN tsb boleh2 saja khan...karna mengharapkan berkat / kesembuhan dari Tuhan apalagi kita lagi di Rumah Tuhan / Gereja. Bukan utk membohongi diri, karna kita tahu pasti situasi kita sendri bagaimana tp kita berharap Tuhan mendengar pernyataan iman kita dan mengabulkannya sesuai iman kita.

    ONESE717 tulis:

    Terimakasih.. buat saran temen2 dan pendapatnya.. u all the best..

    dony sam 194: yuk kita angkat.. tpoik.. antara beriman dan membohongi diri sendiri..
    karena ini pernah di bahas dalam sebuah acara komsel dan PA.. dan berakhir.. dengan kata2: jadilah seperti Iman mu..

  • NADIA176

    27 Agustus 2015

    Siapa sih yang gak pernah bohong....tp kebohongan tetap sj dosa...

  • ZEGA376

    5 Maret 2017

    kamu tahu ketika kamu berbohong, orang yang pertama kali harus kamu bohongi adalah diri kamu sendiri... setidaknya hati nuranimu :)

  • CHRISTIAN701

    5 Maret 2017

    Topik ini ada yang sama. Check it out

  • 5 Maret 2017

    Saya pernah bohong... Jadi ceritanya, saya ingin diterima oleh teman2 yg lulusan SMA. Jadinya saya ngakunya lulusan SMA juga. Maksudnya sih supaya mereka akrab sama saya dan komunikasi jadi enak. Padahal sebenarnya saya pernah kuliah. hehe...Nah, kalo teman itu S1 baru deh aku kasihtau yg sbnrnya.

    Rasanya sih ga dosa kali ya... malah kesannya rendah hati.

    5 Maret 2017 diubah oleh ANITA089

26 – 50 dari 143    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3 ... 6  Selanjutnya Kirim tanggapan