Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1 – 25 dari 829    Ke halaman:  1  2  3 ... 34  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 6 september 2016

    Tergelitik Oleh gerakan #AyoPA secara online via media sosial.

    Mari kita Pendalaman Alkitab saling membagi berkat dan menguatkan. Bahan PA bisa bergantian. Perlu diingat disini kita saling membagikan berkat dan bukan berdebat.

    Bila saatnya nanti saya pensiun mohon diteruskan kebiasaan ini.

    Kiranya menjadi berkat bagi kita semua dan hanya nama Tuhan Yesus yg dipermuliakan.

  • 6 september 2016

    Sebelum memulai PA ada baiknya kita:

    1. Mengucap syukur kepada Allah atas segala hal yang boleh terjadi di dalam kehidupan kita.

    2. Meminta ampun. Mohon pengampunan dari Allah untuk setiap dosa, kesalahan dan pelanggaran kita. Meminta agar Allah melayakkan kita mendengar suara-NYA.

    3. Meminta bimbingan Roh Kudus. Biarlah Allah turut bekerja melalui Firman-NYA pada hari ini dan agar kita mampu mendengar suara-NYA. Biarlah kita diberikan hikmat dan pengertian sehingga kita dimampukan mengerti rancangan-NYA.

    4. Membaca bagian ayat Alkitab yang menjadi perenungan hari ini.

    5. Membaca renungan singkat yang menjadi bahan penjelasan.

    6. Merenungkan Firman Tuhan. Maksud dan kehendak Allah dalam hidup kita dan memunta Roh Kudus bekerja untuk memampukan kita melaksanakan kehendak-NYA.

    7. Mengucap syukur atas Firman-Nya. Menghapal bagian ayat emas yang sangat menyentuh hati kita dan mencoba melaksanakannya dalam kehidupan kita hari-lepas-hari dengan bimbingan Roh Kudus.

    Langkah-langkah ini mungkin jauh dari sempurna dan saudara/i bisa membantu berbagi cerita dalam melakukan Saat Teduh setiap harinya.

    6 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 6 september 2016

    Roma 5 :

    6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

    7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.

    8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

    9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

    10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

    11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

    Adam dan Kristus

    12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

    13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

    14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

    15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

    6 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 6 september 2016

    Karena Anugerah

    Oleh Jennifer Benson Schuldt

    Baca Roma 5:6-15

    Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. —Roma 5:8

    Mata putra saya bersinar-sinar ketika ia menunjukkan kepada saya selembar kertas yang dibawanya pulang dari sekolah. Kertas tersebut berisi ujian matematika, dan di atasnya tercantum tanda bintang berwarna merah dan nilai sempurna 100. Saat kami melihat lembar ujian itu, ia menceritakan bahwa masih ada tiga pertanyaan yang belum sempat dijawabnya ketika guru mengatakan waktu ujiannya sudah habis. Saya heran dan bertanya bagaimana ia bisa mendapatkan nilai sempurna. Ia menjawab, “Ibu guru memberiku anugerah. Aku boleh menyelesaikan ujian itu meskipun waktu sudah habis.”

    Saat saya dan putra saya membahas arti anugerah, saya menjelaskan bahwa Allah telah memberi kita lebih daripada yang layak kita terima melalui Kristus. Kita layak mati karena dosa-dosa kita (Rm. 3:23). Namun demikian, “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8). Kita tidak layak, tetapi Yesus yang tidak berdosa dan suci menyerahkan nyawa-Nya supaya kita terbebas dari hukuman atas dosa kita dan kelak hidup selamanya di surga.

    Hidup kekal adalah pemberian Allah. Itu bukanlah hasil usaha kita sendiri. Kita diselamatkan karena anugerah Allah, oleh iman dalam Kristus (Ef. 2:8-9).

    Ya Allah, anugerah-Mu yang tak layak kuterima telah membuatku diselamatkan dari dosaku. Engkau telah membuktikan keajaiban anugerah-Mu kepada kami. Terima kasih atas pemberian-Mu. Pakailah aku untuk menceritakan tentang Engkau dan perbuatan-Mu kepada sesamaku.

    Anugerah dan belas kasihan adalah berkat yang tak selayaknya kita terima.

    Wawasan

    Kata kunci dalam Roma 5 adalah oleh. Kata tersebut muncul belasan kali dalam pasal yang singkat ini. Dalam bagian Alkitab hari ini, kita membaca bahwa oleh Kristus kita telah diselamatkan dari murka Allah (ay.9), telah diperdamaikan dengan Allah (ay.10-11), dan dapat bermegah dalam Allah (ay.11). Kristus adalah pengantara keselamatan kita (1Tim. 2:5). J.R. Hudberg

    Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 148–150 ; 1 Korintus 15:29-58

    Anda dapat memberi dampak yang berarti

    Persembahan kasih seberapa pun memampukan Our Daily Bread Ministries untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubah hidup.

  • 6 september 2016

    Pertanyaan untuk perenungan bahan hari ini:

    1. Apakah kita sudah layak untuk memasuki kerajaan Allah?

    2. Kapan dan mengapa Kristus mau mati bagi kita? Kenapa DIA mau melakukannya? Untuk siapa dan agar apa?

    3. Apa pengertian anugerah bagi kita? Apakah kita pernah menerimanya? Kapankah hal itu terjadi? Bisakah saudara/i menceritakannya? Bisa saja hal itu sederhana bagi kita, atau malah sederhana bagi orang lain, tetapi lewat kejadian/peristiwa itu kita & orang lain bisa mendengar cerita kesaksian lawatan dan jamahan Allah dalam hidup kita.

    4. Bagaimana pernyataan sikap saudara/i lewat kejadian/peristiwa tersebut? Maukah saudara/i bersaksi mengenai Allah yg sudah turut bekerja lewat kejadian/peristiwa itu? Sanggupka kita untuk terus menjadi saksi-NYA dan dipakai-NYA lebih dan lebih lagi?

    Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi saksi-NYA sampai maranatha datang. Amin. Hosiana.

  • 6 september 2016

    Amin,,aku dah punya bukunya terbit 3 bulan sekali,,,

  • 6 september 2016

    ELISA859 tulis:

    Amin,,aku dah punya bukunya terbit 3 bulan sekali,,,

    Kerennn

    Ayat emas apa yg didapatkan dari bahan perenungan hari ini Elisa? Bersediakah Elisa berbagi anugerah yang didapatkan dari perenungan saat teduh hari ini? Anugerah apa yang paling berkesan dan membekas dalam hidup Elisa sehingga dapat menjadi kesaksian bagi saudara/i lainnya?

  • 6 september 2016

    TIADA MASA DEPAN TANPA PENGAMPUNAN

    [[Kebencian menimbulkan pertengkaran; cinta kasih mengampuni semua kesalahan. ]] (Amsal 10:12—BIS)

    No Future Without Forgiveness (Tiada Masa Depan Tanpa Pengampunan). Demikianlah judul buku karya Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan. Tutu memaparkan bahwa rekonsiliasi tidak dapat dilakukan dengan menyangkal masa lalu. Rekonsiliasi terjadi ketika fakta masa lalu diakui, permohonan maaf diucapkan, dan pengampunan diberikan. Pengampunanlah yang membuka jalan bagi kedua belah pihak yang pernah bertikai untuk menapaki masa depan dengan langkah yang mantap dan ketegaran hati.

    Kebencian menimbulkan pertengkaran; cinta kasih mengampuni semua kesalahan” (Amsal 10:12—BIS). Ada dua hal yang kontras yang dipaparkan oleh amsal ini. Kebencianlah yang melahirkan pertengkaran dan cinta kasihlah yang mengampuni kesalahan. Semua orang dapat bertengkar karena terbakar oleh kebencian, tetapi tidak semua orang dapat menyelesaikan pertengkaran. Hanya orang yang mempunyai cinta kasih yang mampu menyelesaikan pertengkaran melalui pengampunan. Pengampunan tidak berarti melupakan, tetapi memberikan makna yang baru. Pengampunan tidak berarti menghapus luka yang ada, tetapi membuka lembaran yang baru.

    Apakah pada saat ini kita sedang terlibat dalam pertengkaran? Bila kita merasa menang, ingatlah ada orang yang terluka. Bisa jadi pertengkaran akan terus berlanjut karena ada salah satu pihak yang belum merasa puas. Bila kita merasa kalah, jangan sampai dendam menyelinap di dalam kalbu. Dendam hanya akan memperpanjang masalah.

    Cinta kasih melahirkan pengampunan. Pengampunan membuka masa depan.

    Amsal Hari Ini -- ( 6 September 2016 )

    (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya

    7 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 7 september 2016

    Baca: 2 Tesalonika 3:1–15

    Kami katakan ini karena kami dengar bahwa ada orang di antara kamu yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. (2 Tesalonika 3:11)

    .

    alkitab.sabda.org
    2 Tesalonika 3:1-15
    Berdoa dan bekerja
    3:1 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3:3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 3:4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 3:5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus. 3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

    Sumber: alkitab.sabda.org/passage.php?passage=2Tes 3:1-15

  • 7 september 2016

    MENGERJAKAN HAL BERGUNA

    Diterbitkan hari Rabu, 07 September 2016 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi
    Dibaca: 1940 kali

    .

    Bacaan Alkitab Setahun:
    Yehezkiel 22-24

    Saat Mahatma Gandhi belajar di Inggris, kakaknya mengiriminya jam saku emas. Saat Gandhi memutuskan untuk tidak lagi berpakaian dan bergaya hidup ala Eropa, ia kembali memakai pakaian India yang sangat sederhana, tetapi ia tetap membawa jam itu. Tampaknya Gandhi paham bahwa waktu amat berguna dan ia menyimpan jam itu sebagai pengingat agar tidak membuang-buang waktu secara sia-sia.

    Kebanyakan orang mengaku sibuk dengan pekerjaannya. Pertanyaannya, ia sibuk mengerjakan hal-hal yang berguna atau yang tidak berguna? Waktu adalah aset yang tak ternilai harganya. Waktu hidup kita terbatas dan singkat sehingga perlu digunakan secara maksimal.

    Paulus menegur orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Paulus memperingatkan mereka agar tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. Kemajuan atau kemunduran seseorang ditentukan dari seberapa serius ia menghargai waktu. Kalau seseorang mengisi waktunya dengan kegiatan tak berguna, sekalipun ia orang Kristen, jangan salahkan siapa pun kalau hidupnya mengalami banyak kesusahan.

    Berapa pun usia kita sekarang, hargailah waktu dengan kita mengerjakan berbagai perkara yang berguna. Memiliki waktu khusus untuk keluarga, bekerja dengan rajin, mengenalkan Yesus kepada kawan-kawan yang belum mengenal Yesus, menolong tetangga, dan menengok orang sakit—itulah beberapa contoh kegiatan berguna yang bisa kita kerjakan.—RTG

    MARILAH KITA MENGGUNAKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA
    DENGAN MEMAKAINYA UNTUK MELAKUKAN BERBAGAI PERKARA YANG BERGUNA

    Sumber:www.renunganharian.net/2016/81 ... al-berguna.html

    7 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 7 september 2016

    Alkitab Mobile SABDA

    [VER] : [TB]     [PL]  [PB]

    <<  Yehezkiel 31 >>

    Firaun dilambangkan sebagai pohon aras yang ditebang

    1 Pada tahun kesebelas, dalam bulan yang ketiga, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku:

    2 "Hai anak manusia, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir dan kepada khalayak ramai yang mengikutinya: Di dalam kebesaranmu siapakah yang dapat menyamai engkau?

    3 Lihat, Aku menyamakan engkau dengan pohon aras di Libanon, penuh dengan cabang yang elok dan daun yang rumpun sekali; tumbuhnya sangat tinggi, puncaknya sampai ke langit.

    4 Sungai-sungai membuatnya besar samudera raya membuatnya meninggi; itu membuat sungainya mengalir mengelilingi bedengnya itu; dan menjulurkan saluran-saluran ke segala pohon yang ada di padang.

    5 Maka dari itu tumbuhnya lebih tinggi dari segala pohon di padang; ranting-rantingnya menjadi banyak, cabang-cabangnya menjadi panjang lantaran air yang melimpah datang.

    6 Pada rantingnya diam bersarang segala burung yang di udara, di bawah cabangnya segala binatang di hutan, melahirkan anaknya; dan semuanya bangsa besar duduk bernaung di bawahnya.

    7 Ia elok karena besarnya dan karena cabangnya yang panjang-panjang; karena akarnya julur-jalar sampai di air yang berlimpah-limpah.

    8 Pohon-pohon aras di dalam taman Allah tidak akan dapat menyainginya, juga pohon sanobar tidak akan dapat menyamai ranting-rantingnya, dan pohon berangan tidak dapat dibandingkan dengan cabang-cabangnya. Segala pohon-pohon yang di taman Allah tiada yang dapat disamakan dengan dia mengenai keelokannya.

    9 Aku membuat dia sungguh-sungguh elok dengan cabang-cabangnya yang sangat rapat. Di taman Eden, di taman Allah segala pohon cemburu padanya.

    10 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena ia tumbuh tinggi dan puncaknya menjulang sampai ke langit dan ia menjadi sombong karena ketinggiannya,

    11 maka Aku telah menyerahkan dia ke dalam tangan seorang berkuasa di antara bangsa-bangsa, supaya ia memperlakukannya selaras dengan kejahatannya; Aku menghalau dia.

    12 Orang-orang asing, yaitu yang paling ganas di antara bangsa-bangsa, akan menebang dia dan membiarkannya; di atas gunung-gunung dan di semua lembah cabang-cabangnya berjatuhan dan di semua alur sungai negeri itu ranting-rantingnya berpatahan dan semua bangsa di bumi pergi lari dari naungannya dan membiarkan dia.

    13 Di atas batangnya yang roboh itu berhinggapan segala burung di udara dan di antara cabang-cabangnya diam segala binatang di hutan.

    14 Semuanya ini terjadi supaya segala pohon yang di tepi air jangan meninggikan dirinya dan puncaknya jangan dijulurkan sampai ke langit dan supaya pohon-pohon besar, yaitu semua yang menghisap banyak air, jangan tetap berdiri di dalam kecongkakannya; sebab mereka semuanya telah diserahkan ke dalam maut, ke dalam bumi yang paling bawah, di tengah anak-anak manusia yang telah turun ke liang kubur.

    15 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari ia turun ke dunia orang mati, Aku membuat samudera raya berkabung karena dia. Aku mengempang sungai-sungainya, sehingga air banjirnya dibendung. Dan karena dia Aku membuat gunung Libanon berpakaian kabung dan membuat segala pohon di hutan layu lesu.

    16 Mendengar derum kejatuhannya Aku membuat bangsa-bangsa gemetar, pada saat Aku menurunkan dia ke dunia orang mati, menjumpai mereka yang telah turun ke liang kubur. Dan segala pohon taman Eden akan merasa terhibur di bumi yang paling bawah, yaitu pohon yang terpilih dan yang terindah dari Libanon, yang menghisap banyak air.

    17 Mereka juga turun bersama dia ke dunia orang mati, yaitu ke orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang, dan mereka yang bernaung di bawahnya di tengah bangsa-bangsa mati juga.

    18 Maka dengan siapakah engkau dapat disamakan di antara pohon-pohon di taman Eden dalam hal kemuliaan dan kebesaran? Engkau akan diturunkan ke bumi yang paling bawah bersama pohon-pohon di taman Eden dan engkau telentang di tengah orang-orang yang tak bersunat bersama orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang. Itulah Firaun dengan semua khalayak ramai yang mengikutinya, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

    <<  Yehezkiel 31 >>

    Alkitab.mobi

    © 2010-2016

    7 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 7 september 2016

    e-Santapan Harian

    Rabu, 7 September 2016

    KESOMBONGAN DAN PEKERJAAN BAIK

    Ayat : Yehezkiel 31:1-18

    Renungan

    Tuhan yang penuh anugerah mencurahkan banyak rahmat sehingga manusia yang lemah menjadi hebat dan bermanfaat bagi orang lain. Sayangnya, keterampilan yang dimiliki sering disalahartikan sebagai kehebatan diri; dan hal inilah yang membuat seseorang menjadi sombong. Lebih disayangkan lagi, pekerjaan baik yang dilakukannya ikut lenyap ketika Tuhan menghukumnya.

    Yehezkiel menggambarkan Firaun seperti pohon aras di Libanon (3) yang akarnya mendapatkan unsur basa dari sungai-sungai besar (4). Alhasil, pohon ini tumbuh lebih tinggi dari segala pohon di padang. Rantingnya menjadi sarang segala burung di udara dan di bawah cabangnya segala binatang di hutan melahirkan anaknya (5-6). Pohon besar ini bermanfaat karena menjadi naungan dan perlindungan dari banyak binatang. Singkatnya, Mesir menjadi lebih besar dari pohon-pohon yang ada di taman Allah (8).

    Perhatikan cara peninggian Firaun yang sama dengan Raja Tirus (28:13-14). Sayangnya, Firaun tidak mengerti bahwa Tuhan telah membuatnya menjadi pohon yang hebat dan objek kecemburuan dari semua pohon di Taman Eden (9). Sebab itu, ia menjadi sombong karena kehebatannya (10; bdk. dosa yang sama dengan dosa Raja Tirus, 28:17).

    Tuhan berfirman bahwa Mesir akan diserahkan ke tangan bangsa paling ganas. Segala bangsa di bumi pergi lari dari naungannya dan membiarkannya (12). Sebelumnya pohon itu sangat bermanfaat bagi burung dan binatang (5-6), namun sekarang sudah menjadi tempat hinggap segala burung di udara dan binatang hutan (13).

    Tuhan rindu memakai kita untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan-Nya sebelumnya (bdk. Ef. 2:10). Jika karena itu kita menjadi sombong, Ia akan merendahkan kita dan menarik berkat-Nya. Karena itu, saat Tuhan berkenan memakai kita, bersikaplah rendah hati supaya Ia memakai kita untuk perkara yang lebih besar. Jangan biarkan kesombongan menghancurkan pekerjaan baik yang telah direncanakan Tuhan dalam hidup kita! [IT]

  • 8 september 2016

    JAGALAH KEKUDUSAN HIDUP!


    [[Pelacur dapat disewa seharga makanan sepiring, tetapi berzinah dengan istri orang lain harus dibayar dengan nyawa. ]] (Amsal 6:26—BIS)


    Apa yang muncul di dalam benak Anda ketika mendengar atau membaca Amsal tadi? Apakah Amsal ini sedang mengajarkan bahwa lebih baik menyewa Pekerja Seks Komersial (PSK) daripada berzina dengan istri atau suami orang lain? Tentu bukan demikian.

    Mari kita perhatikan kembali Amsal ini. “Pelacur dapat disewa seharga makanan sepiring, tetapi berzinah dengan istri orang lain harus dibayar dengan nyawa” (Amsal 6:26—BIS). Amsal ini menggambarkan dua tindakan yang sama-sama berdosa: menyewa Pekerja Seks Komersial dan berzina. Keduanya melanggar hukum Tuhan tentang kekudusan hidup dan pernikahan. Amsal ini ingin menggambarkan bahwa walaupun hakikat dosa tetap sama, setiap dosa mempunyai konsekuensi sosial yang berbeda. Menyewa PSK memberi dampak pada rusaknya nama baik apabila ketahuan. Namun, berzina dengan istri orang akan memberi dampak pada rusaknya keluarga dan konflik yang bahkan dapat berujung pada lenyapnya nyawa.

    Pada dasarnya, dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Tuhan. Konsekuensi sosial untuk setiap dosa bisa berbeda-beda. Satu hal utama yang harus kita pikirkan sebelum melakukan tindakan penuh dosa bukanlah konsekuensi sosialnya, melainkan rusaknya hubungan dengan Tuhan. Konsekuensi sosial adalah salah satu cara yang Tuhan pakai untuk mengajarkan kepada kita untuk bertanggung jawab atas perbuatan kita.

    Hormatilah Tuhan dengan menjaga kekudusan. Hormatilah orang lain dengan hidup di dalam kejujuran.

    Amsal Hari Ini -- ( 8 September 2016 )
    (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya
    ( www.wahyupramudya.com )
    Dapatkan Aplikasi Renungan Harian "Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

  • 8 september 2016

    Mazmur 86:1-10

    Doa minta pertolongan

    86:1Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

    86:2Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

    86:3Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

    86:4Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

    86:5Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

    86:6Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.

    86:7Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.

    86:8Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.

    86:9Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.

    86:10Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.

    Kita sering kaliterbeban dengan pergumulan yang kita hadapi. Kadang masalah pekerjaan, baik itu dari beban kerja itu sendiri, atasan yg menekan, tidak pengertian, kasar, memberi beban lebih, dan lain-lain, teman sekerja yg kepo, tidak sopan, menyudutkan, mempergunjingkan, menyebarkan berita tidak benar dan tidak baik, dan sebagainya. Ataupun masalah di rumah yg kurang harmonis atau tidak peduli, anak, saudara, orang tua, tetangga dan lingkungan dan masih banyak lagi. Belum lagi masalah keuangan, pengeluaran yg kurang, pemasukan minim, pengeluaran/pembiayaan yg tiba-tiba/mendadak/tidak terencana sebelumnya, dan lain sebagainya...

    Di tengah masalah dan pergumulan yang kita hadapi, seringkali membuat kita fokus pada masalah dan seolah-olah tidak ada solusi atau jawaban keluar dari situasi dan kondisi tersebut. Acapkali kita dibuat lelah oleh masalah yang itu-itu juga atau seperti tidak pernah berhenti datang mengalir.

    Satu hal yang perlu kita ingat bahwa Yesus adalah jawaban atas setiap masalah dan pergumulan kita.

    Sama seperti nabi Daud yang pada bacaan kita hari ini, begitu berbeban berat. Dihadapi pada situasi dimana dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh. Dan masih banyak lagi masalah yg dihadapi Daud. Hidup dalam pengungsian, dikejar-kejar menjadi buronan penguasa negri, terhitung diantara pemberontak, pembunuh, dan orang-orang terpinggirkan yang juga bermasalah, menghadapi situasi yang kurang-lebih sama.

    Namun ada satu nama dan pribadi, tempat nabi Daud berkeluh-kesah memohon pertolongan. Tidak sedikitpun Daud meragukan dan menyangsikan kekuatan Allah, Tuhannya dalam menjawab dan memberikan jalan keluar. Dia pasti sanggup dan mampu menjawab setiap doa-doa yang kita panjatkan.

    Jangan lelah dan berhenti berharap. Tetaplah tekun berdoa sambil tidak henti-hentinya bersyukur atas setiap apapun yang boleh terjadi dalam kehidupan kita. Jangan berhenti atas pengharapan yang ada dan tersedia bagi kita. Dia yang berkuasa atas maut dan seluruh alam semesta ini mampu menyediakan (Jehova Jireh). Biarlah pernyataan iman dan sikap hati yang tegar tetap tertulis dan terpancar dalan sikap hidup kita sehari-hari sambil tidak henti-hentinya bersyukur.

    Apakah yang menjadi pergumulan saudara/i pada hari ini?

    Bila seandainya tidak ada bahu untuk bersandar, setidaknya masih ada lantai untuk bertelut. (DIA hanya sejauh doa).

    8 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 8 september 2016

    Yehezkiel 32:17-32

    32:17Pada tahun kedua belas, dalam bulan pertama, pada tanggal lima belas bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku:

    32:18"Hai anak manusia, perdengarkanlah suatu ratapan--engkau bersama kaum perempuan bangsa-bangsa yang hebat--mengenai khalayak ramai di Mesir dan turunkanlah mereka ke bumi yang paling bawah menjumpai mereka yang telah turun ke liang kubur.

    32:19Dari siapakah engkau lebih cantik? Turunlah dan berbaringlah bersama orang-orang yang tidak bersunat!

    32:20Mereka akan rebah di tengah orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang dan seluruh rakyatnya yang banyak akan telentang bersama dia.

    32:21Orang-orang berkuasa yang gagah perkasa beserta pembantu-pembantunya akan berbicara mengenai dia dari tengah dunia orang mati: Mereka telah turun dan telentang, orang-orang yang tidak bersunat itu, yang mati terbunuh oleh pedang.

    32:22Di situ Asyur dengan semua sekutunya, sekelilingnya terdapat kuburnya; mereka semuanya mati terbunuh, rebah oleh pedang.

    32:23Kuburnya ditentukan pada bagian yang terdalam dari liang dan kumpulan pengikutnya terdapat sekeliling kuburnya; mereka semuanya mati terbunuh, rebah oleh pedang, yaitu yang menimbulkan ketakutan di dunia orang-orang hidup.

    32:24Di situ Elam dan sekeliling kuburnya seluruh rakyatnya yang banyak; mereka semuanya mati terbunuh, rebah oleh pedang, yaitu yang tanpa disunat turun ke bumi yang paling bawah, yang dari pihaknya menimbulkan ketakutan di dunia orang-orang hidup. Mereka menanggung nodanya bersama orang-orang yang turun ke liang kubur.

    32:25Di tengah orang-orang yang mati terbunuh disediakan tempat tidur baginya dengan seluruh rakyatnya yang banyak sekeliling kuburnya; mereka semuanya orang-orang yang tidak disunat, mati terbunuh oleh pedang. Oleh sebab ketakutan terhadap mereka sudah ditimbulkan di dunia orang-orang hidup, dan mereka menanggung nodanya bersama orang-orang yang turun ke liang kubur; mereka ditempatkan di tengah orang-orang yang mati terbunuh.

    32:26Di situ Mesekh dan Tubal dengan seluruh rakyatnya yang banyak sekeliling kuburnya; mereka semuanya orang-orang yang tidak disunat, mati terbunuh oleh pedang, sebab mereka menimbulkan ketakutan di dunia orang-orang hidup.

    32:27Mereka tidak dibaringkan bersama pahlawan-pahlawan yang mati rebah pada zaman dahulu, yang turun ke dunia orang mati bersama segala senjata perangnya dan yang pedang-pedangnya ditaruh orang di bawah kepalanya serta perisai-perisainya terletak di atas tulang-tulangnya; sebab ketakutan terhadap pahlawan-pahlawan itu meliputi dunia orang-orang hidup.

    32:28Engkau akan telentang di tengah orang-orang yang tidak bersunat bersama orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang.

    32:29Di situ Edom, raja-rajanya dan semua pemimpinnya, yang ditempatkan dekat orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang, walaupun mereka kuat; mereka dibaringkan dekat orang-orang yang tidak disunat dan dekat orang-orang yang turun ke liang kubur.

    32:30Di situ pemimpin-pemimpin dari utara, semuanya mereka, dan semua orang Sidon, yang dengan malu turun dekat orang-orang yang mati terbunuh, walaupun dengan kekuatannya mereka sudah menimbulkan ketakutan terhadap mereka; mereka dibaringkan tanpa disunat dekat orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang dan mereka menanggung nodanya bersama orang-orang yang turun ke liang kubur.

    32:31Firaun akan melihat mereka semuanya dan ia akan merasa terhibur dengan nasib khalayak ramai yang mengikutinya. Firaun mati terbunuh oleh pedang dengan seluruh tentaranya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

    32:32Oleh karena ia menimbulkan ketakutan di dunia orang-orang hidup, maka ia dibaringkan di tengah orang-orang yang tidak disunat, dekat orang yang mati terbunuh oleh pedang. Firaun dengan seluruh khalayak ramai yang mengikutinya, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

  • 8 september 2016

    Yehezkiel 32:17-32 -- Jumat, 9 September 2016 (Minggu ke-17 sesudah Pentakosta)

    DINA IKI

    Judul: Menuai Apa yang Ditabur

    Bacaan: Yehezkiel 32:17-32

    alkitab.sabda.org/?Yehezkiel...

    alkitab.mobi/?Yehezkiel+32%3...

    Perjanjian Lama mengajarkan bahwa semua orang akan mati, baik yang percaya maupun tidak; turun ke dalam kerajaan maut (sheol). Akan tetapi, dalam Perjanjian Baru, sebagaimana kisah kematian Lazarus yang miskin dan orang kaya, sudah ada pemisahan di dunia orang mati antara yang percaya dan tidak (Luk. 16:19-31).

    Yehezkiel diminta menyanyikan suatu ratapan bagi Mesir yang akan dikubur (18) dan menjumpai bangsa-bangsa lain yang berada di dunia orang mati, seperti: Asyur, Elam, Mesekh dan Tubal, Edom, pemimpin-pemimpin dari Utara, dan Sidon. Perhatikan bahwa Mesir adalah urutan ketujuh dari bangsa-bangsa yang disebutkan. Hal itu menyiratkan bahwa Mesir adalah klimaks dari bangsa-bangsa yang ada dalam dunia orang mati yang akan diratapi. Perhatikan penekanan pada kalimat "orang-orang yang tidak bersunat" (19, 21, 25, 26, 28, 29, 32). Pernyataan "tidak bersunat" harus dipahami secara teologis yang berarti mereka bukan umat Allah. Sebelumnya, bangsa-bangsa ini banyak menyebarkan ketakutan di dunia orang hidup (23, 24, 25, 26, 32). Sekarang, mereka dibaringkan di dunia orang mati untuk menanggung noda mereka (24, 25).

    Betapa pun hebat seorang raja atau sebuah kerajaan, pada akhirnya mereka harus menyerahkan kekuasaannya dan masuk ke dunia orang mati untuk dihakimi seturut perbuatan jahat mereka. Ini menjadi peringatan serius bagi kita. Pada akhirnya, kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Seperti kata Paulus, "kita semua juga harus menghadap ke takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat" (2Kor. 5:10).

    Sering kali orang fasik terlihat hebat saat mereka hidup. Meskipun demikian, mereka tidak berdaya menghadapi kematian. Karena itu, jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh. Takutlah kepada Tuhan yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam `neraka (Mat. 10:28). [IT]

  • 10 september 2016

    Utang & Pengampunan

    Ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. (Matius 6:12)

    Ini doa yang sulit! Dalam terjemahan versi New International Version (NIV), kata yang dipakai untuk “kesalahan” adalah debt, sedangkan frasa “orang-orang yang bersalah kepada kami” diterjemahkan our debtors. Nah, debtitu secara harfiah berarti utang. Jadidebtors adalah orang-orang yang berutang. Bila terjemahan NIV ini diikuti, ayat 12 jadi berbunyi, “Hapuskanlah utang kami, sama seperti kami menghapuskan utang semua orang yang berutang kepada kami.” Nah, bagaimana? 

    Kita sering hanya mau menerima penghapusan utang, tetapi agak kurang senang menghapuskan utang orang. Apalagi kalau utang orang itu dapat kita manfaatkan sebagai senjata untuk “menguasai” dirinya. Demikian pula bila kita menerapkannya untuk dosa dan kesalahan. Kita cenderung lebih gampang meminta Tuhan mengampuni dosa dan kesalahan kita daripada kita sendiri bertindak seperti Tuhan.

    Kita perlu melihatnya dalam terang kemuliaan Allah. Tuhan Yesus hendak menyadarkan kita, bahwa mengampuni orang lain bukan terutama soal kehebatan pribadi, namun yang inti adalah soal memuliakan Tuhan. Bahkan konsekuensi timbangannya agak dibalik oleh Tuhan. Biasanya, kita mengampuni karena telah diampuni. Kali ini: Kita baru layak diampuni, dihapuskan “utang” kita, bila kita terlebih dahulu mengampuni dan menghapuskan “utang” orang lain. Berat? Ya. Memang tidak ringan. Tetapi di dalam hal yang tak gampang inilah justru terletak nilai kemuliaan Allah dalam hidup manusiawi kita.—DKL

    TUHAN, AJARI KAMI UNTUK MENGAMPUNI

    SEBAGAIMANA KAMI INGIN DIAMPUNI

  • 11 september 2016

    Kepahitan

    Kepahitan itu adalah kondisi hati yang menjadi pahit, biasanya karena banyak kekecewaan yang dialami atau hal-hal yang diharapkan tidak tercapai, kemarahan atau sakit hati yang berlarut-larut.

    Kalau diperhatikan salah satu cikal bakal atau sumber dari kepahitan adalah harapan-harapan yang tidak terpenuhi. Coba perhatikan: kekecewaan yang dialami dimulai dari harapan yang terbentuk. Hal yang tidak tercapai dimulai dari harapan yang dibentuk. Kemarahan atau sakit hati yang berlarut-larut awalnya bersumber dari harapan.

    Oleh karena itu hati-hati untuk berharap pada sesuatu atau seseorang. Ingat: harapan yang terbentuk dan tidak tercapai adalah sumber kekecewaan.

    Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    Kita boleh berharap dan wajar bagi kita untuk berharap. Harapan adalah sesuatu yang membuat kita dapat terus bertahan hidup. Akan tetapi, permasalahannya kepada siapa kita harus berharap? Jika kita menggantungkan harapan pada sesuatu yang kemarin ada dan sekarang tak ada, itu akan sia-sia belaka. Jika kita menggantungkan harapan pada seseorang, seseorang itu tidak sempurna dan dapat berubah.

    Berharaplah kepada Tuhan yang tidak pernah berubah: dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya, maka kita tidak akan kecewa.

    Ayub 23:13: Tetapi Ia tidak pernah berubah–siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.

    Ingat: harapan yang terbentuk adalah sumber kekecewaan bila tidak terpenuhi. Kekecewaan yang menumpuk dan tidak diselesaikan adalah sumber dari kepahitan. Jadi berharaplah kepada Tuhan senantiasa. Dengan demikian kita akan dihindarkan dari kepahitan.

    Yeremia 17:7: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

    Ayatnya mengenai kepahitan ada di

    Ibrani 12:15: Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

    Mengacu ke ayat Ibrani 12:15, sumber kepahitan lainnya selain kekecewaan adalah sejak orang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Apakah artinya menjauhkan diri dari kasih karunia Allah? Artinya sangat luas: Allah itu adalah kasih, saat orang menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya, berarti Ia menjauhkan diri dari pribadi Allah sendiri.

    Saat orang jauh dari Allah, maka segala macam dosa, kekacauan, kejahatan, kecemaran dapat terjadi; salah satunya adalah kepahitan.

    Galatia 5:19-21a: Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

    Kedagingan itu akan menjadi-jadi saat kita jauh dari Allah. Lihat di dalamnya terdapat beberapa hal yang berkaitan erat dengan kepahitan: perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat menutup juga ke arah percabulan, kecemaran, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya.

    Mari kita bahas. Saya akan mengambil satu contoh fiktif. Misalnya saat seorang pria ditolak oleh seorang wanita. Ini sebenarnya peristiwa yang sangat lumrah terjadi. Namun tidak semua orang bisa menerima penolakan dengan lapang dada.

    Ada sejumlah orang yang menerima penolakan dengan pahit dan jadi memandang semua orang seperti orang yang menolaknya. Dalam hal ini bila seorang pria menjadi kepahitan karena ditolak seorang wanita, biasanya dia menjadi pahit terhadap wanita lain pula.

    Karena kepahitan, ia menjadi berselisih dengan wanita itu atau pria yang mendekati atau mendapatkan wanita itu. Ia iri hati dan marah kepada pria yang mendapatkan wanita itu, bahkan kepada wanita itu dan setiap wanita lain yang menurutnya seperti wanita itu. Ia merasa dirinya yang paling benar.

    Setelah itu tidak menutup kemungkinan ia ingin melukai dan menciderai diri sendiri, wanita itu, atau bahkan pria yang mendapatkan wanita itu. Lalu dia berusaha membuat orang lain juga berpikiran yang sama dengan dirinya (roh pemecah). Ia merasa penuh kedengkian.

    Efek lebih lanjutnya karena kepahitan itu, ia dapat melakukan hal-hal yang di luar akal sehat. Misalnya: melakukan hal-hal yang cabul dan cemar untuk mengeluarkan kekecewaan hatinya, tetapi bukannya lega malah terpuruk semakin dalam. Terlibat dalam kemabukan dan pesta pora untuk melupakan kepahitannya, tetapi semakin ia berusaha, semakin ia jatuh ke dalam lubang yang dalam.

    Untuk mengecek kepahitan atau tidak, Anda dapat memperhatikan sejumlah ciri-ciri/tanda-tanda berikut ini:

    – Biasanya tingkat emosinya tinggi: mudah marah, mudah tersinggung, sangat sensitif, atau bahkan kalau sudah terlalu lama bisa terlihat seperti dua kepribadian (memakai topeng): sepertinya ceria tapi juga pada saat yang sama sedang sedih.

    – Mungkin juga jadi tidak peduli lagi (apatis), atau bahkan memberontak.

    – Sukar percaya kepada orang.

    – Senang sekali menggeneralisasi. Contoh menggeneralisasi: semua wanita itu tidak baik atau semua pria itu tidak baik.

    – Cenderung mengulang-ulang menceritakan hal yang membuat ia kepahitan.

    – Bicaranya tajam dan menusuk.

    – Memiliki kecenderungan untuk memprovokasi (mengajak), bahkan memaksa orang untuk mengikuti dan setuju dengan pendapatnya berkaitan kepahitannya itu.

    – Bahkan walaupun ia tidak menginginkannya, ia akan cenderung untuk melukai orang lain.

    Bila Anda memiliki sejumlah tanda-tanda di atas, waspada! Bisa jadi memang Anda sedang kepahitan tanpa Anda menyadarinya. Ingat orang yang luka akan cenderung melukai orang lain. Orang yang kepahitan merupakan orang yang luka. Orang kepahitan akan cenderung melukai orang lainnya.

    Untuk mencegah kita sudah bahas sebelumnya cara-caranya, yaitu dengan hanya berharap pada Tuhan dan tetap hidup dalam kasih anugerah Tuhan. Namun bagaimana bila kita sudah terjangkiti virus-virus kepahitan? Apakah obatnya?

    Secara singkat saya akan memberi analogi berikut: ibarat orang luka luar, maka luka itu perlu dibersihkan, diobati, lalu dibiarkan sampai mengering dan sembuh. Selama membiarkan mengering dan sembuh, jangan lupa diberi anti bakteri. Begitu pula dengan kepahitan.

    Untuk mengobati kepahitan, yang perlu dilakukan:

    1. Mengorek keluar sumber-sumber luka kepahitan (pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu).

    2. Membersihkan luka kepahitan itu (dengan menyadari bahwa setiap hal yang buruk yang terjadi itu hanya dapat mempengaruhi kita bila kita izinkan mempengaruhi kita).

    3. Mengobati luka kepahitan (dengan mengampuni setiap orang yang terlibat, yaitu diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan kepahitan).

    4. Membiarkan luka sampai mengering dan sembuh (dengan tidak mengingat-ingat, tidak mengasihani diri sendiri, tidak terus-menerus berperan sebagai korban).

    5. Jangan lupa, memberi anti bakteri (hidup dalam membaca, merenungkan, dan melakukan firman Tuhan setiap hari).

    Sejumlah orang mengatakan mereka bisa lepas dari kepahitan dengan mereka membiarkan luka mengering dan sembuh tanpa mereka mengobati, membersihkan, atau bahkan mengorek keluar sumber luka kepahitannya.

    Sebenarnya ini hanya semacam gunung es saja. Terlihat seolah-olah sembuh, padahal di bawahnya terdapat nanah dan kuman yang meradang, menunggu untuk pecah dan menjalar lebih parah lagi. Ini bahkan lebih berbahaya. Karena kita menyangka sudah sembuh, padahal justru di dalam diri kita berjangkit penyakit yang lebih parah.

    Setiap penyakit dan luka harus dibasmi sampai ke akar-akarnya, sampai ke penyebabnya. Tanpa mengampuni orang yang berkaitan dan tanpa menyadari bahwa kita sebenarnya juga bertanggung jawab, hal itu tidak akan dapat mengatasi kepahitan.

    Bahkan lebih jauh dari itu kepahitan akan membuat orang tidak dapat melihat diri kita yang sebenarnya.

    Keluaran 15:23: Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.

    Ibaratnya air di Mara, itulah orang yang kepahitan. Air seharusnya tawar dan dapat menghilangkan dahaga orang yang meminumnya. Begitu pula kita: hati kita seharusnya bersih dan bebas dari kepahitan.

    Bila kita kepahitan, kita akan sulit untuk bisa berinteraksi secara positif dengan orang lain. Akibatnya akan sedikit orang yang mau tetap bersama dengan kita. Salah siapa itu? Jelas salah kita, karena membiarkan kepahitan tetap bercokol dalam hati kita.

    Mari kita semua mulai mencegah dan mengobati penyakit kepahitan ini. Tuhan Yesus memberkati. (Sumber : Angela)

  • 11 september 2016

    MEMUJA TUHAN ATAU KEKAYAAN?

    [[Janganlah bersusah payah untuk menjadi kaya. Batalkanlah niatmu itu. ]] (Amsal 23:4—BIS)

    Dokter Richard Teo telah meraih apa yang menjadi impian banyak orang: kesuksesan, harta, dan popularitas. Pada usia muda, namanya telah tenar sebagai salah satu dokter bedah kosmetik di Singapura. Sayangnya, ia menderita kanker paru stadium empat. Sebelum ia tutup usia pada usia 40 tahun, di dalam sebuah pertemuan Richard Teo pernah berkata, “Saya telah mengalaminya, makin dalam lubang kita gali, makin terbenam kita di dalamnya, lalu makin hebat pula kita memuja kekayaan dan kehilangan fokus. Bukannya memuja Tuhan, kita malah memuja kekayaan. Itulah naluri manusia. Sangat sulit menghindarinya.”

    “Janganlah bersusah payah untuk menjadi kaya. Batalkanlah niatmu itu” (Amsal 23:4—BIS). Demikianlah peringatan yang jelas dari kitab Amsal ini. Nasihat ini kontras dengan semangat zaman sekarang yang di dalamnya orang didorong untuk mengumpulkan harta lebih banyak dan lebih banyak lagi. Mengapa kitab Amsal memberikan peringatan ini? Sang Guru Agung itu pernah bersabda bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kita harus memilih: mengabdi kepada Tuhan atau harta. Jika kita mengejar harta dan menjadi kaya, maka peringatan dalam kesaksian Dokter Richard Teo perlu kita renungkan, “Bukannya memuja Tuhan, kita malah memuja kekayaan.”

    Pengejaran kekayaan dapat menggelapkan mata sehingga kita tak lagi menyembah Sang Pencipta.

    Amsal Hari Ini -- ( 11 September 2016 )

    (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya

    ( www.wahyupramudya.com )

    Dapatkan Aplikasi Renungan Harian "Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

    11 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 11 september 2016

    Mazmur 78:32-55

    78:32Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

    78:33Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.

    78:34Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah;

    78:35mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.

    78:36Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia.

    78:37Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.

    78:38Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

    78:39Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.

    78:40Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara!

    78:41Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.

    78:42Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan,

    78:43ketika Ia mengadakan tanda-tanda di Mesir dan mujizat-mujizat di padang Zoan.

    78:44Ia mengubah menjadi darah sungai-sungai mereka dan aliran-aliran air mereka, sehingga tidak terminum;

    78:45Ia melepaskan kepada mereka lalat pikat yang memakan mereka, dan katak-katak yang memusnahkan mereka;

    78:46Ia memberikan hasil tanah mereka kepada ulat, dan hasil jerih payah mereka kepada belalang;

    78:47Ia mematikan pohon anggur mereka dengan hujan batu, dan pohon-pohon ara mereka dengan embun beku;

    78:48Ia membiarkan kawanan binatang mereka ditimpa hujan es, dan ternak mereka disambar halilintar;

    78:49Ia melepaskan kepada mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kegeraman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka;

    78:50Ia membiarkan murka-Nya berkobar, Ia tidak mencegah jiwa mereka dari maut, nyawa mereka diserahkan-Nya kepada penyakit sampar;

    78:51dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham;

    78:52disuruh-Nya umat-Nya berangkat seperti domba-domba, dipimpin-Nya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun;

    78:53dituntun-Nya mereka dengan tenteram, sehingga tidak gemetar, sedang musuh mereka dilingkupi laut;

    78:54dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, yakni pegunungan ini, yang diperoleh tangan kanan-Nya;

    78:55dihalau-Nya bangsa-bangsa dari depan mereka, dibagi-bagikan-Nya kepada mereka tanah pusaka dengan tali pengukur, dan disuruh-Nya suku-suku Israel mendiami kemah-kemah mereka itu.

    11 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 11 september 2016

    Mazmur 78:32-55 -- Minggu, 11 September 2016 (Minggu ke-18 sesudah Pentakosta)

    Ylsa Sabda·

    Judul: Tuhan yang Panjang Sabar


    Bacaan: Mazmur 78:32-55
    alkitab.sabda.org/passage.php? ... zmur%2078:32-55
    alkitab.mobi/tb/passage/mazmur+78%3A32-55

    Banyak orang Kristen berpikir bahwa Tuhan selalu menghukum dengan keras dalam Perjanjian Lama dan Tuhan lebih sabar dalam Perjanjian Baru. Jika kita meneliti Perjanjian Lama, maka kita akan sadar betapa salahnya pemikiran seperti itu.

    Nas hari ini menunjukkan betapa sabarnya Tuhan terhadap umat Israel yang terus-menerus memberontak terhadap-Nya di padang gurun. Umat-Nya "masih berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib" (32). Karena itu, Tuhan menghukum mereka (33). Setelah Tuhan menghukum, umat-Nya berbalik dan mencari Allah (34-35).

    Ternyata, mereka hanya berpura-pura mencari-Nya. Mereka "memperdaya Tuhan dengan mulut mereka, dan dengan lidah mereka membohongi Dia. Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya" (36-37). Walaupun demikian, Allah yang Mahatahu tetap "bersifat penyayang" (38). "Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya" (38).

    Perhatikan bahwa kata "banyak kali Allah menahan murka-Nya" membuktikan bahwa Ia panjang sabar terhadap umat-Nya, walau Ia dapat menghancurkan mereka. Alasannya, Tuhan tahu bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, dan yang tidak akan kembali (39). Allah mengerti bahwa manusia berdosa adalah makhluk rapuh yang terbuat dari debu (bdk. Mzm. 103:14), yang hidupnya singkat bagaikan rumput (15), dan tidak mungkin tahan dengan hukuman-Nya. Karena itu, Ia menahan diri dalam murka-Nya.

    Allah kita adalah Tuhan yang tidak berubah. Ia sama, dahulu, sekarang, dan selamanya. Ia juga adalah Allah yang panjang sabar. Panjang sabar bukan berarti Allah tidak akan menghukum umat-Nya. Karena itu, jangan selalu memberontak terhadap-Nya seperti perilaku umat Israel di padang gurun. Jika kita seperti mereka, cepat atau lambat kita akan mendapatkan hukuman Tuhan. [IT]

  • 11 september 2016

    KOMITMEN YANG TERUJI

    [[Ada sahabat yang tidak setia, ada pula yang lebih akrab dari saudara. ]] (Amsal 18:24—BIS)

    Saya pernah menyaksikan antusiasme serombongan anak-anak sekolah memasuki wahana rumah hantu di Jatim Park. Mereka terlihat akrab, ceria, dan penuh antusias memasuki wahana rumah hantu itu. Namun, selang beberapa detik kemudian, mereka menghambur keluar dengan penuh ketakutan. Tiba-tiba seorang anak menangis karena dompetnya jatuh di dalam wahana rumah hantu. Ironisnya, tidak ada teman yang mau mengambilkan atau mau sekadar menemaninya. Bukankah ini realitas kehidupan ini? Banyak orang mau bersama kita dalam keadaan bergembira. Tetapi, berapa banyak orang yang mau menemani kita menempuh bahaya atau risiko?

    “Ada sahabat yang tidak setia, ada pula yang lebih akrab dari saudara” (Amsal 18:24—BIS). Amsal ini adalah peringatan bagi kita untuk tidak tergesa-gesa memberikan label “setia” kepada sahabat yang ada di sekeliling kita. Kesetiaan tidak teruji pada saat bahagia, hanya teruji di kala masalah melanda. Sahabat yang tetap bersama kita di tengah masalah dan duka, itulah sahabat yang lebih akrab daripada saudara. Relasi persaudaraan biasanya terjalin karena darah, sedangkan persahabatan terhubung karena komitmen. Komitmen yang teruji dalam pasang surut kehidupan.

    Semua orang melihat ke sekeliling dan mencoba menemukan sahabat yang setia. Namun, berapa banyak orang yang berjuang bukan untuk mencari namun untuk menjadi sahabat yang setia?

    Amsal Hari Ini -- ( 10 September 2016 )

    (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya

    ( www.wahyupramudya.com )

    Dapatkan Aplikasi Renungan Harian "Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

    11 september 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 13 september 2016

    Yehezkiel 33:21-33

    Berita kejatuhan Yerusalem
    33:21 Pada tahun kesebelas sesudah pembuangan kami, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal lima bulan itu, datanglah kepadaku seorang yang terluput dari Yerusalem dan berkata: "Kota itu sudah ditaklukkan!"
    33:22 Maka kekuasaan TUHAN meliputi aku pada malam sebelum kedatangan orang yang terluput itu dan TUHAN membuka mulutku pada saat menjelang kedatangan orang yang terluput itu pada pagi hari. Mulutku sudah terbuka dan aku tidak bisu lagi.

    Israel berkeras hati di negerinya dan di pembuangan
    33:23 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
    33:24 "Hai anak manusia, orang-orang yang tinggal pada reruntuhan-reruntuhan ini, yaitu yang di tanah Israel, berkata begini: Abraham adalah seorang diri, tatkala ia mendapat tanah ini menjadi miliknya, tetapi kita banyak, tentu tanah ini diberikan kepada kita menjadi milik.
    33:25 Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Kamu makan daging dengan darahnya, kamu melihat juga kepada berhala-berhalamu dan kamu menumpahkan darah--apakah kamu akan tetap memiliki tanah ini?
    33:26 Kamu bersandar pada pedangmu, kamu melakukan kekejian dan masing-masing mencemari isteri sesamanya--apakah kamu akan tetap memiliki tanah ini?
    33:27 Katakanlah begini kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Demi Aku yang hidup, orang-orang yang tinggal pada reruntuhan-reruntuhan akan mati rebah oleh pedang, dan orang-orang yang di padang akan Kuberikan kepada binatang liar menjadi makanannya dan orang-orang yang di dalam kubu dan gua akan mati kena sampar.
    33:28 Tanah ini akan Kubuat musnah dan sunyi sepi, dan kecongkakannya, yang ditimbulkan kekuatannya, akan berakhir; gunung-gunung Israel akan menjadi sunyi sepi, sehingga tidak seorangpun berani melintasinya.
    33:29 Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuat tanah ini musnah dan sunyi sepi, oleh karena semua perbuatan-perbuatan mereka yang keji, yang mereka lakukan.
    33:30 Dan engkau anak manusia, teman-temanmu sebangsa bercakap-cakap mengenai engkau dekat tembok-tembok dan di pintu rumah-rumah dan berkata satu sama lain, masing-masing kepada temannya. Silakan datang dan dengar, apa yang difirmankan oleh TUHAN!
    33:31 Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.
    33:32 Sungguh, engkau bagi mereka seperti seorang yang melagukan syair cinta kasih dengan suara yang merdu, dan yang pandai main kecapi; mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka sama sekali tidak melakukannya.
    33:33 Kalau hal itu datang--dan sungguh akan datang! --mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka."

  • 13 september 2016

    Santapan Harian
    << Senin, 12 September 2016 >>

    Bacaan: Yehezkiel 33:21-33

    Kebebalan Umat

    Tujuan Tuhan menghukum umat-Nya adalah supaya mereka bertobat. Sayangnya, sering kali umat-Nya tidak bertobat walau diberikan hukuman berat. Yerusalem telah ditaklukkan oleh Babel (21), namun umat Tuhan yang tertinggal di Tanah Perjanjian maupun yang di pembuangan tidak berubah sikapnya.

    Mereka yang tertinggal di reruntuhan berkata: "Abraham adalah seorang diri, tatkala ia mendapatkan tanah ini menjadi miliknya, tetapi kita banyak, tentu tanah ini diberikan kepada kita menjadi milik" (24). Rupanya, mereka menganggap saudara-saudara mereka yang ditawan ke pembuangan adalah umat yang dibuang. Sedangkan mereka berbeda karena mereka adalah umat istimewa yang akan mewarisi negeri tersebut. Karena itu, Tuhan memberikan nubuat dan menyatakan bahwa mereka tidak akan memiliki tanah itu.Tuhan akan menghukum dan membinasakan mereka. Tanah tersebut akan dimusnahkan-Nya dan menjadi sunyi sepi. Tuhan melakukan semua itu karena semua perbuatan-perbuatan keji yang mereka lakukan (25-29).

    Sedangkan mereka yang dibuang, yang sekarang hidup bersama-sama dengan Yehezkiel di pembuangan, juga tidak sungguh-sungguh bertobat. Kelihatannya mereka saling mengajak untuk datang mendengarkan apa yang dikatakan Yehezkiel. Sayangnya, mereka hanya mendengarkan dan tidak melakukannya (31a). Mulut mereka penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hatinya mengejar keuntungan yang haram (31b). Mereka senang mendengar Yehezkiel karena mereka menganggapnya sebagai suatu hiburan yang menyenangkan dan sama sekali tidak melakukannya (32).

    Ketika membaca nas ini, mungkin kita mengecam perbuatan mereka. Namun, kita perlu bercermin, apakah kita sering melakukan hal yang sama? Sudah berapa lama Tuhan menyerukan pertobatan dan kita terus mengabaikannya? Marilah kita berkomitmen untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga. [IT]

  • 14 september 2016

    Renungan Harian
    << Selasa, 13 September 2016 >>
    Bacaan Ayat Alkitab:   Lukas 15:11-32

    Perumpamaan tentang anak yang hilang
    15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
    15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
    15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
    15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
    15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
    15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
    15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
    15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
    15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
    15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
    15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
    15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
    15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
    15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
    15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
    15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
    15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
    15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
    15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
    15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
    15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
    15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

    Bacaan Setahun: Yehezkiel 43-45
    Nas: Lalu ia menyadari keadaannya. (Lukas 15:17)


    Ketika Tersadar

    Di ruang praktik seorang dokter, ada poster dengan tulisan, "Good health is a golden crown on every man's head no body see it but the sick man." Kesehatan yang baik sangatlah berharga. Tetapi, orang tak sedikit pun melihat atau mengakuinya, apalagi menghargai dan mensyukurinya. Orang baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika ia sakit. Persis begitulah Si Bungsu. Merasa di rumah bapanya tiada hal yang menyenangkan, ia memilih pergi. Belakangan, ketika di rantau derita menderanya, barulah ia menyadari betapa membahagiakan rumah bapanya. "Lalu ia menyadari keadaannya" (ay. 17).

    Si Bungsu adalah kita. Tuhan menganugerahkan berlimpah hal yang berharga. Tetapi, kita tidak menyadarinya, tidak menggubrisnya, tidak mengakuinya, tidak mensyukurinya. Bahkan--seperti Si Bungsu--kita merendahkannya, dan baru mengakui betapa berharga semuanya itu ketika anugerah itu entah bagaimana diambil dari kita.

    Demikianlah. Ketika sakit, barulah kita menyadari betapa bernilainya kesehatan. Ketika berjauhan, barulah kita menyadari indahnya kebersamaan. Ketika terkucil, barulah kita melihat betapa berartinya orang lain. Ketika perselingkuhan meluluhlantakkan keluarga, barulah kita mengakui betapa kesetiaan itu membahagiakan. Ketika peluang untuk mengasihi tak lagi ada, barulah kita menyadari betapa berharga kesempatan yang selama ini tersia-siakan. Alangkah membahagiakan hati jika kita menyadari dan mensyukuri pemberian-Nya sejak sekarang, dan tidak menunggu deraan keadaan seperti Si Bungsu. --Eko Elliarso/Renungan Harian

    * * *
    BERBAHAGIALAH MEREKA YANG MENGAKUI BETAPA BERHARGANYA CAHAYA MENTARI,
    DAN MENSYUKURINYA TANPA MENUNGGU AWAN KELAM DATANG MENUTUPI LANGIT.

    * * *
    Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
    Anda diberkati melalui Renungan Harian?
    Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
    Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

    Diskusi renungan ini di Facebook:
    www.facebook.com/groups/renungan.harian/

    14 september 2016 diubah oleh ZEGA376

1 – 25 dari 829    Ke halaman:  1  2  3 ... 34  Selanjutnya Kirim tanggapan