Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

51 – 75 dari 1491    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 23 September 2016

    Sabda Hidup: Jumat, 23 September 2016
    By
    Romo Noegroho Agoeng Sri Widodo Pr -

    Hari Biasa

    warna liturgi Hijau

    Bacaan

    Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22. BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13

    Bacaan Injil: Luk. 9:18-22.

    18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” 20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

    Renungan:

    DALAM beberapa minggu ini kita mendengar berita tentang keributan rumah tangga seorang motivator terkenal. Anak dari isteri pertama meradang karena tidak diakui sebagai anak. Ia pun membuka itu dalam suatu acara. Anak itu menegaskan bahwa dirinya adalah anak sang motivator tersebut. Sang motivator pun menantang untuk dilakukan tes DNA. Tantangan itu ditanggapi positif oleh si anak.

    Yesus pun mencari ketegasan pengenalan akan diri-Nya pada para murid. Ia bertanya, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” (Luk 9:18). Ia pun menegaskan lagi pertanyaan-Nya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini? (Luk 9:20). Ia melihat sejauh mana orang-orang dan khususnya para murid mengenal diri-Nya. Pengenalan ini menjadi penting bagi pembinaan selanjutnya.

    Status anak, status diri, pengenalan orang atas diri kita akan menentukan langkah-langkah kehidupan kita selanjutnya. Maka rasanya penting bagi kita untuk memperkenalkan diri kita dan membuat diri kita dikenal. Dengan begitu kita pun bisa mempunyai sikap dan tindakan yang tepat. Maka marilah kita hadir dalam dunia kita. Berikan kesempatan pada orang untuk mengenal kita.

    www.sesawi.net/wp-content/uploads/2016/09/Sabda-Hidup-23-September-2016-1-696x445.jpg

    Kontemplasi:

    Duduklah dengan tenang. Bayangkan dirimu bersama orang-orang. Tanyakan kepada mereka siapa dirimu di hadapan mereka.

    Refleksi:

    Sejauh mana dirimu dikenal?

    Doa:

    Tuhan semoga aku bisa hadir di hadapan sesamaku. Semoga mereka pun mengenal aku dan aku bisa bersikap dan bertindak dengan benar. Amin.

    Perutusan:

    Aku akan hadir di antara sesamaku dan membiarkan diriku dikenal dengan baik. -nasp-

    Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

  • 23 September 2016

    MEI664 tulis:

    Shallom ......

    Bisa tolong di jelasi gak maksud dari  Injil ROMA 10

    << Roma 10 >>

    Keselamatan Hanya dalam Iman kepada Yesus Kristus

    1Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Allah untuk mereka adalah supaya mereka diselamatkan.

    2Sebab, aku dapat bersaksi tentang mereka bahwa mereka memiliki semangat untuk Allah, tetapi tidak berdasarkan pada pengetahuan yang benar.

    3Sebab, mereka tidak mengetahui kebenaran Allah dan berusaha menegakkan kebenaran mereka sendiri, mereka tidak tunduk kepada kebenaran Allah.

    4Sebab, Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat yang menjadi kebenaran bagi setiap orang yang percaya.

    5Musa menulis tentang kebenaran yang berasal dari Hukum Taurat, bahwa seseorang yang melakukan kebenaran berdasarkan hukum akan hidup olehnya.

    6Akan tetapi, kebenaran yang berasal dari iman berkata demikian, "Jangan berkata dalam hatimu, 'Siapakah yang akan naik ke surga?' Artinya, untuk membawa Kristus turun.

    7Atau 'Siapa yang akan turun ke jurang maut?' Artinya, untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

    8Akan tetapi, apa yang dikatakannya? "Firman berada dekat padamu, yaitu di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah perkataan iman yang kami beritakan.

    9Jika dengan mulutmu kamu mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya di dalam hatimu bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan.

    10Karena dengan hati, orang menjadi percaya sehingga beroleh kebenaran; dan dengan mulut, orang mengaku sehingga beroleh keselamatan.

    11Karena Kitab Suci berkata, "Siapa pun yang percaya kepada-Nya takkan pernah dipermalukan."

    12Sebab, tidak ada perbedaan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani; Tuhan yang satu adalah Tuhan atas semua, yang berlimpah kekayaan bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

    13Sebab, "Semua orang yang berseru dalam nama Tuhan akan diselamatkan."

    14Akan tetapi, bagaimana mereka akan berseru kepada Dia yang belum mereka percayai? Dan, bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia yang belum pernah mereka dengar? Dan, bagaimana mereka dapat mendengar, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

    15Dan, bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kaki-kaki mereka yang datang membawa kabar baik!"

    16Namun, tidak semua orang menaati Kabar Baik itu sebab Nabi Yesaya berkata, "Tuhan, siapakah yang telah percaya terhadap berita yang telah didengarnya dari kami?"

    17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.

    18Tetapi aku bertanya, "Apakah orang-orang itu tidak mendengar?" Tentu mereka mendengarnya sebab, "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung-ujung bumi."

    19Namun, aku berkata, "Apakah bangsa Israel tidak memahaminya?" Pertama, Musa berkata, Aku akan membangkitkan cemburumu terhadap mereka yang bukan suatu bangsa, dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bodoh."

    20Dan dengan berani, Yesaya berkata: "Aku ditemukan oleh mereka yang tidak mencari Aku; Aku menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan tentang Aku,

    21Akan tetapi, tentang Bangsa Israel Ia berkata, "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan membantah."

  • 24 September 2016

    Renungan Pagi “Pandanglah Pada Yesus

    24 September 2016

    Memeriksa Yesus Di Sidang Pengadilan (Fase 1)

    Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua…. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: ‘Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.’ Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: ‘Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini?’ … Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’ Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi , Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.’ Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ‘Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu bersaksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya”’ (Matius 26: 57-65).

    Akhirnya Yesus dalam genggaman para pemimpin Yahudi. Sekarang mereka memiliki masalah baru – apakah yang harus mereka lakukan pada-Nya. Masalahnya bukan tujuan mereka, tetapi tepatnya bagaimana sampai ke tujuan itu.

    Tugas Sanherdin rumit karena walau mereka mengusahakan hukuman mati, mereka tidak mempunyai kuasa untuk menjatuhkannya. Bangsa Romawi,walau sedapat mungkin menggunakan wewenang setempat di propinsi-propinsi jajahan mereka, hukuman tertinggi tetap di tangan mereka.

    Dengan mungkin para pemimpin Yahudi itu menghadapi masalah genting. Mereka menginginkan Yesus di hukum mati karena pernyataan dan pengakuan sebagai Mesias, tetapi bangsa Romawi tidak menerima hujatan sebagai suatu pelanggaran besar. Akibatnya, para pemimpin Sanherdin mempunyai tugas dua kali lipat di hadapan mereka. Pertama, mereka harus mengembangkan di antara para anggota mereka sendiri suatu alasan yang mereka perlukan agar Yesus dieksekusi karena menghujat – suatu masalah hukum Yahudi. Kedua, mereka harus merekayasa suatu strategi yang pantas untuk membujuk gubernur Romawi menjatuhkan hukuman mati berdasarkan hukuman Romawi.

    Setelah sedikit berhasil bermanuver, kepemimpinan itu akhirnya menetapkan tuduhan kepada Yesus, tetapi tuduhan itu belum cukup. Pada saat itu Kayafas dengan gamblang menanyakan Yesus apakah Dia Kristus.

    Pertanyaan itu terus terang. Dan jawabannya juga demikian. Yesus bukan saja menjawab dengan membenarkannya, tetapi seterusnya berkata bahwa di masa mendatang para anggota Sanherdin akan melihat-Nya duduk di sebelah kanan Allah dan datang awan-awan dari surga.

    Jawaban itulah yang Kayafas perlukan. Menghujat di Perjanjian Lama dihukum dengan rajam. Imam Besar mencapai satu tujuan. Sekarang tugasnya adalah mengubah tuduhan Yahudi itu menjadi pelanggaran hukum Romawi yang cukup serius untuk dijatuhi hukuman mati.

    Bantulah kami, Bapa, sementara kami memerhatikan kerajaan-kerajaan di dunia ini menghadapi kerajaan-Mu, untuk melihat tangan-Mu bekerja dalam keruwetan dan kehidupan.

  • 25 September 2016

    cdn.warungsatekamu.org.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2016/09/ODB_250916.jpg

    Kata-Kata yang Terpenting

    Minggu, 25 September 2016


    Baca: 1 Yohanes 1:1-4

    1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

    1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

    1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

    1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

    Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

    cdn.warungsatekamu.org.s3.amazonaws.com/media/images/image-sr/2016/09/tipo_ODB_250916.jpg

    Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, . . . tentang Firman hidup—itulah yang kami tuliskan kepada kamu. —1 Yohanes 1:1

    Kata-Kata yang Terpenting

    Di masa-masa awal saya bekerja sebagai editor bagi Our Daily Bread, saya bertugas memilih ayat yang akan dicantumkan pada sampul buku renungan. Setelah beberapa waktu, saya mulai bertanya-tanya apakah ayat-ayat tersebut ada pengaruhnya.

    Tak lama sesudah itu, seorang pembaca menulis dan menceritakan bagaimana ia sudah berdoa lebih dari 20 tahun untuk putranya yang menolak untuk mengenal Yesus. Suatu hari ketika putranya itu mampir ke rumah, ia membaca ayat yang tertera di sampul buku renungan yang terletak di meja ibunya. Roh Kudus menggunakan kata-kata pada ayat tersebut untuk menegur putranya itu, dan saat itu juga ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus.

    Saya tidak ingat ayat ataupun nama wanita tersebut, tetapi saya tidak pernah melupakan pesan Allah yang begitu jelas ditujukan kepada saya hari itu. Allah berkehendak menjawab doa ibu itu melalui sepenggal ayat yang dipilih hampir setahun sebelumnya. Dari tempat yang tak terbatasi oleh waktu, Dia menyatakan keajaiban kehadiran-Nya dalam pekerjaan saya dan firman-Nya.

    Yohanes adalah murid yang menyebut Yesus sebagai “Firman hidup” (1Yoh. 1:1). Ia ingin setiap orang mengetahui arti kata tersebut. “Kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami,” kata Yohanes tentang Yesus (ay.2). “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami” (ay.3).

    Sebenarnya kata-kata yang kita tuliskan sama sekali tidak istimewa. Namun perkataan dari Kitab Suci mengandung kuasa yang mengubahkan hidup karena kata-kata tersebut menuntun kita kepada Yesus, Sang Firman hidup. —Tim Gustafson

    Terima kasih, Bapa, firman-Mu hidup dan berkuasa!

    Kata-kata yang menuntun kita kepada Kristus adalah yang terpenting.

    Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 6-8; Galatia 4

  • 27 September 2016

    Santapan Harian
    << Senin, 26 September 2016 >>

    Bacaan: Yehezkiel 42:1-20

    Ayat Alkitab: Yehezkiel 42:1-20

    Bilik-bilik untuk imam-imam
    42:1 Lalu diiringnya aku ke pelataran luar bagian utara dan dibawanya aku ke bilik-bilik sebelah utara yang berhadapan dengan lapangan tertutup dan berhadapan dengan bangunan yang di ujung barat.
    42:2 Panjang bangunan bilik-bilik itu di sebelah utara ialah seratus hasta dan lebarnya lima puluh hasta.
    42:3 Berhadapan dengan yang dua puluh hasta dari pelataran dalam dan berhadapan dengan lantai batu yang terdapat di pelataran luar ada serambi yang berhadap-hadapan dan yang bertingkat tiga.
    42:4 Di depan bilik-bilik itu ada gang menuju ke dalam yang lebarnya sepuluh hasta dan panjangnya seratus hasta dan pintu-pintu masuknya adalah di sebelah utara.
    42:5 Bilik-bilik di tingkat atas adalah lebih kecil dari bilik-bilik di tingkat bawah dan tingkat menengah dari bangunan itu oleh karena serambi-serambi itu memakan lebih banyak tempat dari bilik-bilik itu.
    42:6 Sebab bilik-bilik itu bertingkat tiga dan tidak mempunyai tiang-tiang seperti yang ada di pelataran luar. Itulah sebabnya bilik-bilik atas lebih kecil dari bilik-bilik bawah atau tengah.
    42:7 Di luar ada tembok yang sejajar dengan barisan bilik-bilik, berdekatan dengan pelataran luar dan terdapat di hadapan bilik-bilik; panjangnya lima puluh hasta.
    42:8 Sebab barisan bilik yang berbatasan dengan pelataran luar panjangnya adalah lima puluh hasta, tetapi barisan bilik yang berbatasan dengan Bait Suci panjangnya seratus hasta.
    42:9 Di bagian bawah bilik-bilik ini terdapat pintu masuk dari jurusan timur, kalau orang dari pelataran luar ingin masuk ke dalamnya,
    42:10 dan pintu itu terdapat pada pangkal tembok luar. Di sebelah selatan di hadapan lapangan tertutup itu dan di hadapan bangunan yang di ujung barat ada juga bilik-bilik
    42:11 dan di depannya ada gang. Bilik-bilik ini serupa dengan bilik-bilik yang di sebelah utara, panjangnya dan lebarnya, pintu-pintu keluar dan rancangannya. Seperti pintu-pintu masuk di sebelah utara
    42:12 begitulah pintu-pintu masuk bilik-bilik yang di sebelah selatan. Ada juga pintu pada pangkal jalan yang melintang di sisi tembok, yaitu pintu dari jurusan timur, kalau orang ingin masuk ke dalam bilik-bilik.
    42:13 Lalu ia berkata kepadaku: "Bilik-bilik yang di utara dan bilik-bilik yang di selatan yang menghadap ke lapangan tertutup, itulah bilik-bilik kudus, di mana imam-imam, yang mendekat kepada TUHAN, memakan persembahan-persembahan maha kudus. Di sana mereka akan menaruh persembahan-persembahan maha kudus, korban sajian, korban penghapus dosa dan korban penebus salah, sebab tempat itu kudus.
    42:14 Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."

    Ukuran-ukuran lingkungan Bait Suci
    42:15 Sesudah ia selesai dengan mengukur seluruh bangunan dalam itu, ia mengiring aku menuju pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, lalu mengukur sekeliling lingkungan Bait Suci itu.
    42:16 Ia mengukur sisi timur dengan tongkat pengukur: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Lalu ia berputar
    42:17 dan mengukur sisi utara: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur. Ia berputar lagi
    42:18 ke sisi selatan dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
    42:19 Kemudian ia berputar ke sisi barat dan mengukurnya: lima ratus hasta menurut tongkat pengukur.
    42:20 Keempat sisinya diukur. Sekeliling lingkungan itu ada tembok: panjangnya lima ratus hasta dan lebarnya lima ratus hasta, untuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus.

    Bilik-Bilik bagi Para Imam

    Sekali lagi Yehezkiel dibawa ke pelataran luar dan bilik-bilik bagian Utara. Bilik-bilik tersebut berhadapan langsung dengan lapangan tertutup dan bangunan yang di ujung Barat (1-9a). Bilik-bilik itu disebut kudus karena dipakai oleh para imam untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, bilik-bilik tersebut digunakan untuk menaruh segala persembahan mahakudus. Itu sebabnya, tempat itu dikategorikan sebagai ruang kudus (13). Dalam bilik itu, para imam harus menanggalkan pakaian upacara mereka saat akan meninggalkan pelataran untuk masuk ke pelataran luar (14). Seperti dalam laporan-laporan sebelumnya, di sini pun ada jarak yang tegas antara imam dan awam serta antara yang kudus dan tidak kudus. Tujuannya untuk menjaga dan memelihara kesucian Allah.

    Selesai mengukur bagian dalam, malaikat membawa Yehezkiel ke pintu gerbang Timur dan mulai mengukur Bait Suci dari luar (15-20). Keempat sisi tembok luar Bait Suci berbentuk bujur sangkar yang berukuran 500 hasta x 500 hasta. Tembok Bait Suci berfungsi untuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus (20). Dengan demikian, selesailah pengukuran dan pengamatan seluruh kompleks Bait Suci.

    Penglihatan Yehezkiel ini sulit diuraikan. Tetapi, ada beberapa hal yang bisa kita dipetik sebagai perenungkan, antara lain: Pertama, kompleks Bait Suci menggambarkan milik Tuhan yang harus dipisahkan dari yang tidak kudus. Kedua, dari luar ke dalam ada gradasi kekudusan. Bagian luar dipakai orang awam untuk beribadah, pelataran dalam untuk imam-imam yang melayani, dan yang paling dalam adalah ruang Mahakudus.

    Penglihatan mengenai bangunan Bait Suci serta ukurannya yang simetris mengajar kita dua hal, yakni: Pertama, siapa pun tidak boleh sembarangan menghampiri Allah, melainkan harus mengikuti ketentuan dan peraturan yang ditetapkan-Nya. Kedua, siapa pun harus menjaga diri dari pencemaran karena dosa. Semua peraturan ini berlaku bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan umat Allah. [SH]

  • 27 September 2016

    Renungan Harian
    << Senin, 26 September 2016 >>

    Bacaan: Mazmur 81

    Ayat Alkitab: Mazmur 81

    Nyanyian pada waktu pembaruan perjanjian
    81:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Dari Asaf. (81-2) Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub.
    81:2 (81-3) Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.
    81:3 (81-4) Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.
    81:4 (81-5) Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub.
    81:5 (81-6) Sebagai suatu peringatan bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal:
    81:6 (81-7) "Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
    81:7 (81-8) dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
    81:8 (81-9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
    81:9 (81-10) Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
    81:10 (81-11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
    81:11 (81-12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
    81:12 (81-13) Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!
    81:13 (81-14) Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
    81:14 (81-15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.
    81:15 (81-16) Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya.
    81:16 (81-17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."

    Bacaan Setahun: Nahum 1-Habakuk 3

    Nas: Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya. (Mazmur 81:17)

    Makanan yang Mengoda

    Hari itu saya menyelesaikan urusan di luar kota dengan mengendarai sepeda motor. Setelah segala urusan beres, saya pulang dengan badan lelah dan perut lapar. Sepanjang perjalanan, saya beberapa kali tergoda untuk berhenti di warung makan. Saat lihat warung soto, saya ingin makan soto. Saat lihat warung nasi goreng, saya ingin makan. Semua makanan yang saya lihat sepertinya enak karena lapar. Namun saya menahan diri dan terus melanjutkan perjalanan sampai rumah karena tahu Ibu sudah menyiapkan makan malam.

    Orang lapar akan berusaha menghilangkan kelaparannya dengan makan, hal ini pun berlaku untuk rohani. Banyak orang saat ini fisiknya kenyang, namun rohaninya kelaparan. Mereka berusaha mengenyangkannya dengan mencari harta sebanyak mungkin, mengejar pangkat setinggi mungkin, melakukan seks bebas atau mengkonsumsi narkoba, dan banyak lagi. Namun semuanya itu percuma, karena hanya Firman Tuhan yang mampu mengenyangkan dan menguatkan. Kita harus sangat bersyukur sebagai umat Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan kita makanan rohani yang terbaik. Tuhan memberikan Firman Tuhan yang mengenyangkan rohani kita. Bangsa Israel merasakan langsung bagaimana Tuhan memelihara hidup mereka, saat mereka taat. Tuhan memberikan perlindungan, kehormatan, dan makanan yang terbaik. Namun saat mereka tidak mendengarkan suara-Nya, Tuhan membiarkan mereka dalam kedegilan hatinya.

    Dengarkanlah Tuhan, dengan kita suka merenungkan Firman-Nya dan mempraktikkan Firman itu. Jaga kesehatan rohani dengan selalu memberinya makanan, yaitu Firman Tuhan. Kita hidup seturut jalan-jalan yang sudah Tuhan tetapkan. --Richard Tri G./Renungan Harian

    * * *
    ROHANI KITA KENYANG DAN KUAT SAAT SENANTIASA
    DIISI DENGAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

    * * *
    Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
    Anda diberkati melalui Renungan Harian?
    Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
    Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

    Diskusi renungan ini di Facebook:
    www.facebook.com/groups/renungan.harian/

  • 27 September 2016

    Renungan Oswald Chambers
    << 26 September 2016 >>

    Ayat Alkitab: Matius 5:23

    5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

    Bacaan: Matius 5:23

    ... jika engkau ... teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau .... (Matius 5:23)

    Sikap yang Tidak Tercela

    Intro: Untuk sampai pada perdamaian dengan orang yang berselisih dengan kita, kata renungan hari ini, membutuhkan proses, yang dikerjakan oleh dan membutuhkan kepekaan Roh. Perdamaian ditandai dengan sikap tidak menyalahkan orang yang bersangkutan. Hal ini bukan persoalan hak. Tanda yang benar dari orang percaya ialah bahwa dia dapat melepaskan hak-haknya sendiri – walau itu memang haknya - dan mematuhi Tuhan Yesus.
    Renungan:

    AYAT ini menyatakan, “...jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau...”’ Ayat tersebut tidak berbunyi, “Jika engkau menyelidiki dan mendapati sesuatu sebagai akibat dari kepekaanmu yang tidak seimbang,” tetapi, “Jika engkau... teringat.....”

    Dengan kata lain, jika Roh Allah menyadarkan sesuatu dalam pikiran Anda, “...pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” (Matius 5:24). Jangan sekali-kali menolak kepekaan yang kuat dari Roh Allah di dalam diri Anda bila Dia sedang memberi petunjuk kepada Anda sampai hal yang serinci-rincinya.

    “Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu......” Petunjuk Tuhan kita sederhana: “Berdamailah dahulu.....” Apa yang hendak Dia katakan, “Kembalilah ke jalanmu, jalanilah jalan yang ditunjukkan kepadamu oleh penginsafan yang diberikan kepadamu di mezbah; ambillah sikap dalam pikiran dan jiwamu terhadap orang yang melawanmu, sikap yang membuat perdamaian sewajar bernapas.” Yesus tidak menyebutkan orang lain -- Dia menyuruh Anda untuk pergi menemuinya.

    Ini bukan persoalan hak Anda. Tanda yang benar dari orang percaya ialah bahwa dia dapat melepaskan hak-haknya sendiri – walau itu memang hak kita -- dan mematuhi Tuhan Yesus.

    “...lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Proses perdamaian/rekonsiliasi itu disebutkan dengan jelas. Pertama-tama kita mempunyai semangat untuk mengorbankan diri, kemudian hadirnya desakan oleh kepekaan Roh Kudus, dan selanjutnya kita sampai pada titik penginsafan kita. Selanjutnya ini diikuti oleh ketataan pada firman Allah, yang membangun suatu sikap atau keadaan pikiran (state of mind) yang tidak menyalahkan orang yang dengannya Anda berselisih. Dan akhirnya ada penyembahan persembahan Anda kepada Allah, yang tidak terhalang dan penuh sukacita.

  • 27 September 2016

    Kekayaan Sejati
    27/09/2016
    Kekayaan Sejati
    Baca: Lukas 12:22-34 | Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 3–4 ; Galatia 6


    Lukas 12:22-34

    Hal kekuatiran

    12:22Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

    12:23Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

    12:24Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

    12:25Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

    12:26Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

    12:27Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

    12:28Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

    12:29Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

    12:30Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

    12:31Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

    12:32Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

    12:33Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.

    12:34Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

    cdn.odb.org/files/2016/09/27-770x425.jpg

    Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. —Lukas 12:34

    Pada ibadah penghiburan untuk mengenang ayah dari seorang teman, seseorang berkata kepada teman saya itu: “Sebelum bertemu ayahmu, aku belum pernah mengenal seseorang yang merasa begitu senang saat menolong orang lain.” Ayahnya mengambil bagian dalam membangun kerajaan Allah dengan melayani sesama, membawa sukacita dan kasih, serta menjadi sahabat bagi orang-orang asing. Ketika meninggal dunia, beliau meninggalkan warisan kasih yang indah. Sebaliknya, bibi dari teman saya itu—saudari tertua dari sang ayah—memandang harta miliknya sebagai warisan. Ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dengan mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi pewaris dari harta pusaka dan buku-buku langkanya.

    Dalam pengajaran dan teladan yang diberikan Yesus, Dia memperingatkan para pengikut-Nya untuk tidak menimbun harta, melainkan membagikannya kepada orang miskin dan lebih menghargai harta surgawi yang tidak akan berkarat dan rusak. Yesus berkata, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Luk. 12:34).
    Keadaan hati kita terlihat nyata dari apa yang kita hargai.

    Kita mungkin berpikir bahwa harta yang kita miliki memberikan makna bagi hidup kita. Namun ketika gawai (gadget) terbaru kita rusak atau kita kehilangan barang yang berharga, kita baru menyadari bahwa hanya hubungan kita dengan Tuhan yang dapat memberi kepuasan dan yang akan bertahan selamanya. Demikian juga kasih dan perhatian kita kepada sesama tidak akan pernah layu dan memudar.

    Mintalah kepada Tuhan agar Dia menolong kita untuk melihat dengan jelas hal-hal apa yang kita hargai, menunjukkan di mana hati kita berada, dan menolong kita untuk mencari kerajaan Allah di atas segalanya (12:31).
    ~`~
    Apa yang Anda hargai? Bacalah kisah tentang manna di padang gurun dalam Keluaran 16. Perhatikan bagaimana kisah tersebut berhubungan dengan perkataan Yesus kepada orang banyak di Lukas 12.
    _ . _
    Keadaan hati kita terlihat nyata dari apa yang kita hargai.
    ^ ^
    Wawasan:
    Tema tentang kekayaan sejati, seperti yang kita cermati dalam renungan hari ini, merupakan tema yang juga ditemukan dalam kitab Amsal. Karena kitab Amsal berisi kumpulan kata-kata bijak, tidak mengherankan bahwa di dalamnya terdapat banyak nasihat tentang sikap kita terhadap kekayaan dan harta benda. Di Amsal 8:18, kita membaca bahwa semua berkat dalam hidup ini, baik materi maupun rohani, merupakan pemberian Allah. Bill Crowder
    . _ .
    Oleh Amy Boucher Pye |

    cdn.warungsatekamu.org.s3.amazonaws.com/media/images/image-sr/2016/09/tipo_ODB_270916.jpg

    27 September 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 28 September 2016

    Mendoakanmu Hari Ini

    cdn.warungsatekamu.org.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2016/09/ODB_280916.jpg

    Rabu, 28 September 2016

    Mendoakanmu Hari Ini
    Baca: Roma 8:22-34

    8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

    8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

    8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

    8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

    8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

    8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

    8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

    8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

    8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

    Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

    cdn.warungsatekamu.org.s3.amazonaws.com/media/images/image-sr/2016/09/tipo_ODB_280916.jpg

    Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah . . . [Kristus Yesus] menjadi Pembela bagi kita. —Roma 8:26,34

    Mendoakanmu Hari Ini

    Ketika menghadapi situasi yang sangat pelik atau masalah yang berat, kita sering meminta saudara-saudari seiman untuk mendoakan kita. Kita merasa begitu dikuatkan ketika mengetahui ada seseorang yang peduli dan mendoakan kita kepada Allah. Namun bagaimana jika kamu tidak mempunyai saudara seiman di sekitarmu yang bisa mendoakanmu? Mungkin kamu tinggal di suatu wilayah yang melarang pengabaran Injil. Siapa yang mendoakanmu?

    Roma 8, salah satu pasal teragung dalam Alkitab, menyatakan, “Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus” (Rm. 8:26-27). Roh Kudus sedang mendoakan kamu hari ini.

    Lebih dari itu, “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita” (ay.34). Tuhan Yesus Kristus yang hidup sedang mendoakanmu hari ini.

    Bayangkan! Roh Kudus dan Tuhan Yesus Kristus menyebut namamu dan membawa kebutuhanmu kepada Allah Bapa, yang mendengar dan bertindak demi kamu.

    _

    Di mana pun kamu berada atau sesulit apa pun keadaanmu, kamu tidak menghadapinya seorang diri. Allah Roh Kudus dan Allah Anak sedang mendoakanmu hari ini! —David McCasland

    _

    Ya Allah, aku sungguh bersyukur atas doa-doa yang dinaikkan Roh Kudus dan Anak-Mu hari ini bagiku. Alangkah menakjubkannya kebenaran itu!

    _

    Roh Kudus dan Tuhan Yesus selalu mendoakanmu.

    Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 5-6; Efesus 1

  • WILLIAM369

    28 September 2016

    Wahhh mantap bro Tulisannya

  • 28 September 2016

    MEMERIKSA YESUS DI SIDANG PENGADILAN (FASE 2)

    1.bp.blogspot.com/-mGVmwBJzyc0/V5-dqI4aeqI/AAAAAAAABZE/0wJioljs7Z85QVWutoyu9MpbsFzcMij9wCPcB/s320/14.jpg

    Renungan Pagi

    RABU, 28 SEPTEMBER 2016

    MEMERIKSA YESUS DI SIDANG PENGADILAN (FASE 2)

    Matius 27: 1-14

    "Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.... Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: 'Engkaukah raja orang Yahudi?' Jawab yesus: 'Engkau sendiri mengatakannya". Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran".

    Para pemimpin agama tidak punya waktu dibuang cuma-cuma. Prosedur hukum Romawi dimulai pagi-pagi supaya menjulang tengah hari golongan yang memerintah dapat mengejar kesenangan. Orang-orang Yahudi sudah menetapkan hukuman mati, tetapi tuduhan menghujat tidak akan mencukupi untuk membuat soerang gubernur Romawi mengeluarkan hukuman demikian. Dia akan menganggap bahwa seluruh masalah itu sebagai urusan dalam orang Yahudi dan mengeluarkan kasus itu dari persidangan.

    Tetapi berita baiknya bagi orang Yahudi adalah menghujat juga punya penafsiran politik. Bukankah Mesias itu seorang raja ahli perang seperti Daud?

    Matius dan Markus tidak memberitahu kita bagaiman indahnya para pemimpin agama itu membingkai tuduhan resmi mereka. Tetapi Lukas menceritakannya. "Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oelh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu raja"' (Luk 23:1,2).

    Yang paling tidak diinginkan Pilatus (gubernur Palestina di tahun 26-36 Masehi) adalah bentrok dengan para pemimpin Yahudi, terutama selama musim Paskah ketika pikiran rakyat sudah dipusatkan pada Keluaran, pembebasam, dan menggulingkan para penindas.

    Pilatus segera menilai para pemimpin agama dan Yesus, dan dengan mudah menyimpulkan bahwa Dia bukan ancaman politik. Tetapi bagaimanapun, dia harus menginterogasi-Nya. Jawaban Yesus terhadap pertanyaan Pilatus tentang menginterogasi-Nya. Jawaban Yesus terhadap pertanyaan Pilatus tentang kerajaan-Nya itu beralasan dengan baik: "Engkau sendiri mengatakannya". Yesus tidak menyangkal atau mengakuinya, karena tuduhan itu sebagian benar dan sebagian palsu. Memang benar bahwa Dia itu Raja dan telah memperlihatkan fakta itu beberapa hari sebelumnya dengan menunggang keledai masuk Yerusalem dalam sambutan Hosana dari rakyat. Tetapi Dia bukan raja dalam pengertian politik. Yesus tidak melakukan pembelaan yang dapat membebaskan-Nya. Setelah berserah sepenuhnya kepada kehendak Bapa di Getsemani, Dia sekarang mewujudkan keputusan itu.

    Sementara itu, Pilatus dibuat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Beruntung, dia melihat jalan keluar perkara ini.
    Source:

    Renungan Pagi 2016 - Pandanglah Pada Yesus (Prof. George R. Knight)

    - See more at: www.adventbenhil.org/media/ren ... h.TktgEUka.dpuf

  • 28 September 2016

    WILLIAM369 tulis:

    Wahhh mantap bro Tulisannya

    Bukan tulisan saya bro.
    Kita baca yuk,,,  kalau bisa bagikan juga berkat apa yg kita dapatkan n kita bagikan/jalani hari ni :)

    Tuhan Yesus memberkati,

  • 28 September 2016

    Uda baca semalam Roma sampai pasal 11,  dr perjanjian baru ;-)

    Gbu

  • NOEL352

    28 September 2016

    semalem? dari matius sampek roma? serius?

  • 29 September 2016

    Salam dalam Damai dan Kasih dari Tuhan kita,

    MEI664 tulis:

    Shallom ......

    Bisa tolong di jelasi gak maksud dari  Injil ROMA 10

    Maaf sebelumnya baru membalas permohonan saudari Mei 664. Sebelumnya sudah pernah [mungkin] 2x saya coba tulis, namun mungkin karena 1-2hal yang kurang saya mengerti, tulisan saya gagal tayang. Mungkin disebabkan koneksi atau saya lalai memencet tombol kirim atau hal-hal lainnya.

    Kita mulai ya diskusinya?

    Menurut hemat saya, Roma 10 bercerita tentang keselamatan. Bahwa keselamatan datang dan disediakan untuk semua orang. Untuk orang yang percaya akan hukum Taurat maupun karena iman. Untuk orang Yahudi maupun orang Yunani. Untuk semua orang.

    Ada kalanya orang sibuk di pelayanan, di bidang rohani, gereja, di berbagai bidang/lapangan Kerajaan Allah, tetapi tanpa pengenalan yang benar akan Allah itu sendiri. yang sebenarnya lebih kepada melayani dirinya sendiri (baik itu disadari atau tidak). Berkotbah, Pelawatan, Diakonia, Mengunjungi orang sakit, mendoakan, pelayanan Pujian, dan lain sebagainya. Tetapi sebenarnya berpegang kepada kebenaran mereka sendiri. melakukan "kebenaran", padahal hatinya (dan hidupnya) mendirikan kebenaran mereka sendiri). Oleh sebab itu, kita diingatkan kembali (bahkan dalam berbagai ayat tulisan) untuk : "Trust in the Lord with all your heart and lean not on your own understanding; In all your ways submit to him,and He will make your paths straight". [<< Amsal 3 : 5 >> TB: Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.]

    Ada begitu banyak pekerjaan pelayanan yang kita lakukan, sehingga gampang sekali bagi kita untuk memiliki "mata yang sombong". Padahal ini dosa paling keji dari 7dosa yang paling keji lho (kalau saya tidak salah ingat).

    Namun pasal ini juga mengajak kita untuk menyebarkan "Kabar Baik". Btw, orang sebelah sering menyebut Alkitab dengan kata "Injil" dan bukan Alkitab, mungkin karena tidak mau disandingkan dengan kata kitab x ya. Anyway, tahukah saudara/i bahwa "Injil" itu sendiri berarti "Kabar Baik".

    Kabar baik, berita gembira, damai sejahtera, suka cita, berita keselamatan itu sendiri sudah kita terima sebagai orang percaya, dan itu wajib bagi kita untuk mempunyai/memiliki kerinduan membagikan kabar berita tersebut ke semua saudara/i kita sekalian juga. Ayat ini mengajak kita berpikir secara logis bahwa bagaimanakah orang-orang bisa bertobat kalau tidak pernah sama sekali mendengar tentang kabar baik tersebut? Dan bagaimanakah kabar baik tersebut bisa tersebar luas dan sampai ke telinga mereka, kalau bukan kita yang memberitakannya? Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan disini, dimana? :)

    Iman percaya timbul dari pendengaran. berulang kali dalam berbagai kisah yang berbeda hal ini diceritakan kembali.

    Tetapi ironinya, kadang kala kita takut untuk memberitakan Injil Kristus. Hal ini, saya rasa alamiah dan manusiawi, bahkan dialami oleh nabi2 besar dan hebat2. Katakanlah Musa, Elia, Elisa, Yesaya, Yehezkiel, Yunus, dan masih banyak lagi. Dan [kadang] bukan hanya sekali [diceritakan]. Takut adalah sifat alami manusia. Sehingga kalau saya perhatikan, kalimat yang terlontar dari Malaikat Terang yang datang membawa pesan/kabar sukacita biasanya berkata "Jangan takut, ...". Begitu juga dengan Tuhan. Adalah hal yang alamiah karena begitu terang datang, kegelapan tak ada lagi bersama-sama dengan kita, sehingga apa yang disembunyikan tersingkap dengan jelas. Sehingga ketika Adam-Hawa jatuh pertama kali ke dalam dosa dengan makan buah pengetahuan yang baik-dan-yang jahat, hal pertama kali yang mereka sadari adalah, mereka telanjang!

    Semua dosa dan perbuatan jahat kita (walaupun hanya di dalam hati) ditelanjangi habis-habisan dan terpampang nyata! perbuatan jahat dan hati jelek kita serasa ditelanjangi bulat-bulat. Bahkan lebih bulat dari tahu bulat yang sebenarnya tidak sepenuhnya bulat karena masih bopeng2. Kita langsung sadar bahwa kita masih berdosa dan tidak layak. Kita langsung merasa dihakimi oleh pikiran kita (karena kita sendiri tahu akan kejahatan kita). Intinya kita merasa tidak layak ketika didatangi dan mendapat: [katakanlah tugas, amanah, kepercayaan, tanggung-jawab, kewajiban, dllsb] untuk memberitakan Kabar Baik tersebut.

    Kita lupa bahwa kita layak karena dilayakan. Mampu, karena dimampukan. Bukan karena kita layak dan mampu. tetapi karena Allah yang turut bekerja [kiranya termasuk dalam tulisan ini].

    Walaupun pekerjaan Baik ini belum tentu hasilnya baik. Artinya hasilnya tidak berbanding lurus. Bisa saja orang2 [yang ngakunya] percaya justru malah tidak bisa menerima Kabar Baik tersebut. Ini pun langsung coba diceritakan oleh Tuhan Yesus sendiri. Yang pertama bisa jadi yang terbelakang. Yang diundang malah gak datang, akhirnya yang dipaksa datang ke perjamuan adalah orang-orang tidak layak [seperti pengamen, pengemis, dan lainnya].

    Tetapi memang Tuhan itu panjang sabar dan besar kasih setia-NYA. Walaupun ditolak, tidak setia, dan suka membantah [parbada, ngeyelan, dan lain-lain], tetapi Tuhan Yesus tetap sabar dan <3 kepada kita sekalian. Amin.  

    Sebelumnya,saya mohon maaf jikalau pembahasan saya agak dangkal. Saya akui saya belum belajar lebih lanjut lagi dan hanya mengupas sekilas dari kulitnya saja. Oleh karena itu, pendapat/feedback/masukan dari Saudara/i sangat saya harapkan agar kita lebih mengerti maksud dari perikop ini. Kiranya Roh Kudus saja yang berbicara keada kita dan memberikan berkat hikmat sehingga pasal ini, perenungan ini, pembahasan ini bisa menjadi berkat, rhema, pemahaman bagi kita sekalian, termasuk saya. Barlah nama Yesus saja yang dimuliakan. Maaf kalau pembahasan dirasakan kurang atau terlalu melebar/melantur kesana-kesini dan agak berputar-putar [kelemahan saya]. Terima kasih atas pertanyaan/permohonan/komentar saudari.

    Teriring Salam dan Doa,

    zega

    29 September 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 29 September 2016

    SHEIZ004 tulis:

    Uda baca semalam Roma sampai pasal 11,  dr perjanjian baru ;-)

    Gbu

    NOEL352 tulis:
    semalem? dari matius sampek roma? serius?

    Mungkin maksud Saudari Sheiz004 bahwa semalam saudari Sheiz004 membaca perenungan dari Kitab Roma dalam rangka penyelesaian bacaan Alkitab Setahun di Perjanjian Baru...

    Walaupun sebenarnya sangatlah dimungkinkan untuk membaca dari Kitab Matius sampai ke Kitab Roma dalam waktu semalam,,, tanya orang2 yang biasa speed reading melahap novel haya dalam waktu beberapa jam saja. :D

  • 29 September 2016

    Bukan, maksudnya waktu aq baca renungan yg hari rabu tu uda aq baca di perjanjian baru selasa malem gitu maksudnya,

    Aq memang suka baca dari awal,bersambung dr injil perjanjian baru sdh sampai ke roma, td pagi jg uda baca lagi roma 12_ 14

    NOEL352 tulis:

    semalem? dari matius sampek roma? serius?

  • 29 September 2016

    Iya benar aq sdh mengulang ulang matius sampai3x dan sekarang sdh sampai roma ,bacaan kesukaanku kitab wahyu dan sering ku selesaikan dalam satu malm

    ZEGA376 tulis:

    Mungkin maksud Saudari Sheiz004 bahwa semalam saudari Sheiz004 membaca perenungan dari Kitab Roma dalam rangka penyelesaian bacaan Alkitab Setahun di Perjanjian Baru...

    Walaupun sebenarnya sangatlah dimungkinkan untuk membaca dari Kitab Matius sampai ke Kitab Roma dalam waktu semalam,,, tanya orang2 yang biasa speed reading melahap novel haya dalam waktu beberapa jam saja. :D

  • 29 September 2016

    Mendekat pada Anugerah-Nya

    Oleh Randy Kilgore

    Baca Yohanes 7:53–8:11

    Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. —Yohanes 8:7

    Para ahli Taurat dan orang Farisi menyeret seorang wanita yang kedapatan berbuat zina ke hadapan Yesus. Namun mereka tidak tahu bahwa mereka justru membawa wanita tersebut mendekat pada anugerah. Yang mereka mau adalah menjelek-jelekkan Yesus. Jika Dia meminta mereka untuk membiarkan wanita itu pergi, mereka dapat mendakwa-Nya sebagai pelanggar hukum Musa. Namun jika Dia menghukum mati wanita itu, orang-orang yang mengikut Dia akan mengabaikan perkataan-Nya tentang belas kasihan dan anugerah Allah.

    Namun Yesus membalikkan keadaan dan menantang para penuduh itu. Kitab Suci mengatakan bahwa bukannya menjawab mereka secara langsung, Yesus justru menulis sesuatu di atas tanah. Ketika para pemuka agama itu terus mencecar-Nya, Dia mengundang siapa pun di antara mereka yang tidak pernah berbuat dosa untuk terlebih dahulu melemparkan batu ke arah wanita itu, lalu Dia mulai menulis lagi di atas tanah. Kali berikutnya Dia mendongakkan kepala, semua penuduh itu telah pergi.

    Sekarang satu-satunya pribadi yang dapat melemparkan batu—satu-satunya yang tanpa dosa—memandang wanita itu dan memberinya pengampunan. “Akupun tidak menghukum engkau,” kata Yesus, “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8:11).

    Mungkin hari ini Anda membutuhkan pengampunan karena sikap Anda yang suka menghakimi, atau Anda ingin mendapatkan kepastian bahwa tak ada dosa yang berada di luar jangkauan anugerah-Nya.Yakinlah akan hal ini: Tak seorang pun dapat menuduh Anda; pergilah dan berubahlah oleh belas kasihan Allah.

    Bapa, sucikanku dari kebiasaan menghakimi dan lepaskanku dari ikatan dosa. Kiranya aku mengecap belas kasihan-Mu dan tolong aku untuk berubah.

    Kita melayani Juruselamat yang rela mengampuni kita.

    Wawasan

    Dalam bacaan Alkitab hari ini, terjadi adegan dramatis. Ketika Yesus mengajar di Bait Allah, seorang wanita yang ketahuan berbuat zina dibawa kepada-Nya. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi ingin menguji respons Yesus terhadap perbuatan dosa itu. Mereka tahu bahwa hukum Taurat menuntut hukuman mati, tetapi mereka hendak menempatkan Kristus dalam dilema antara memberikan pengampunan atau tunduk mutlak pada hukum. Ketika Yesus melihat wanita itu, Dia melakukan sesuatu yang tak terduga: Dia membungkuk dan menulis sesuatu di tanah. Pernyataan-Nya—“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:7)—telah membalikkan opini publik. Menyadari bahwa hati mereka penuh dengan dosa, para penuduh itu pun pergi satu demi satu dari sana. Dennis Fisher

    Bacaan Alkitab setahun: Yesaya 7–8 ; Efesus 2

    Anda dapat memberi dampak yang berarti

    Persembahan kasih seberapa pun memampukan Our Daily Bread Ministries untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubah hidup.

  • 29 September 2016

    Iman yang Mengalahkan Dunia

    Bacaan Alkitab hari ini:

    1 Yohanes 5

    Sekali lagi, Yohanes menekankan ciri setiap orang yang lahir dari Allah, yaitu mengasihi Allah dan sesama yang lahir dari Allah (5:1). Kasih teruji dan terlihat di dalam perbuatan, yaitu melakukan perintah-perintah Tuhan (5:2-3). Namun penekanan dalam pasal ini bukan hanya pada ciri orang yang dilahirkan Allah, melainkan juga hak istimewa atau kelebihannya, yaitu memiliki iman yang mengalahkan dunia (5:4-5).

    Orang yang dilahirbarukan melalui Yesus Kristus tidak lagi ditarik dan dikuasai oleh hawa nafsu dan tipu daya dunia (2:15-17). Menjadi milik Yesus membuat kita melihat keindahan Kristus sehingga kita bisa seperti Rasul Paulus yang memandang segala kebanggaan dunia sebagai sampah (Filipi 3:8). John Piper mengatakan, “Iman melihat bahwa Yesus lebih baik [dari segalanya]. Itu sebabnya mengapa iman mengalahkan dunia.”

    Kemenangan atas dunia bukan didasarkan pada kekuatan orang percaya, melainkan ketuhanan Yesus Kristus. Itu sebabnya Yohanes memaparkan berbagai kesaksian yang membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (1 Yohanes 5:6-12). Pembuktian tentang Yesus itu nyata dalam baptisan dan kematian-Nya, yang diwakili dengan kata “air” dan “darah” (5:6-8). Roh Kudus (5:6-8) dan Bapa (5:9-10) juga menyaksikan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Bahkan kepastian hidup kekal dari Allah juga menyaksikan tentang Yesus sebagai sumber hidup (5:11-12).

    Iman yang mengalahkan dunia juga dinyatakan dengan keberanian menegur saudara yang melakukan dosa yang tidak mendatangkan maut (5:16-17). Dosa yang membawa maut adalah menolak Injil Kristus. Jika saudara kita melakukan dosa yang tidak membawa maut, kita wajib mengingatkan dia untuk kembali kepada Allah. [JD]

    1 Yohanes 5:4

    ”Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

    29 September 2016 diubah oleh ZEGA376

  • 29 September 2016

    BERSERAH, BUKAN MENYERAH

    [[Jangan membual tentang hari esok, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. ]] (Amsal 27:1—BIS)

    “Saya tidak pernah menyangka bahwa Tuhan akan memanggil anak saya pada usia yang masih muda. Ia pergi lebih cepat daripada saya, ayahnya. Beberapa rencana pun akhirnya tidak terlaksana,” tutur seorang ayah setelah ibadah kedukaan berakhir. Ya, kita tidak akan pernah tahu masa yang akan datang.

    “Jangan membual tentang hari esok, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi nanti” (Amsal 27:1—BIS). Amsal ini mengajarkan kebenaran mendasar di dalam hidup manusia: kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana seharusnya kita menyikapi ketidaktahuan ini? Amsal mengajarkan sikap yang jelas: jangan membual tentang hari esok.  Membual berarti menyombongkan diri. Untuk apa menyombongkan diri tentang sesuatu yang belum terjadi dan malah kita tidak mengetahui akan terjadi atau tidak?

    Lawan dari sikap menyombongkan diri adalah berserah. Berserah berarti memahami keterbatasan diri. Berserah bukanlah menyerah. Berserah berarti beriktikad untuk menjalani apa yang ada dengan sebaik-baiknya sambil menyerahkan setiap rencana ke dalam tangan Tuhan.

    Masa depan adalah misteri, jalanilah hari ini dengan segenap hati.

    Amsal Hari Ini -- ( 29 September 2016 )

    (C) Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya

    ( www.wahyupramudya.com )

    Dapatkan Aplikasi Renungan Harian "Amsal Hari Ini" di Google Play dan App Store. Gratis!

  • 29 September 2016

    Kita Bukan dari Dunia

    "Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia,"Yohanes 15:19

    Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 89; Lukas 10; II Raja Raja 22-23

    Faktanya, tidak banyak orang Kristen memahami apa yang dikatakan Tuhan bahwa setiap orang percaya bukan dari dunia. Ayat diatas adalah penegasan bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang yang memiliki kewargaan baru sebagai warga Kerajaan Sorga, meski secara fisik masih menjalani hidup di bumi ini. Artinya orang percaya bukanlah milik dunia ini tapi milik Tuhan sepenuhnya. Jadi hanya mereka yang berstatus sebagai milik Tuhanlah yang disebut bukan berasal dari dunia ini. (Filipi 3:20). Karena itu hari-hari yang kita jalani ini seharusnya menjadi persiapan untuk menetap dan tinggal di Kerajaan Sorga. (Mazmur 90:12).

    Persiapan seperti apakah yang dimaksud? Apakah dengan mengumpulkan uang atau harta duniawi sebanyak-banyaknya, mumpung masih ada di dunia ini, sebagai bekal pergi ke sorga nanti? Salah besar! Firman Tuhan berkata "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi;" (Matius 6:19), "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar." (1 Timotius 6:7).

    Tentunya, yang harus dipersiapkan adalah harta sorgawi. Ini berbicara mengenai kehidupan yang seturut dengan kehendak Tuhan secara mutlak; dan karena orang percaya masih berada di dunia maka Tuhan Yesus pun berdoa memohon kepada Bapa agar Bapa melindungi umat-Nya dari segala yang jahat, agar terhindar dari cara hidup yang bertentangan dengan lingkungan sorga.

    Untuk mendapatkan jaminan perlindungan dari Bapa maka setiap orang percaya harus menunjukkan perilaku sebagai anak-anak Allah, memiliki karakter Allah dan menjadi penurut-penurut Allah.

  • 29 September 2016

    Mendekat pada Anugerah-Nya

    Kamis, 29 September 2016

    Baca: Yohanes 7:53-8:11

    7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

    8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

    8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

    8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

    8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

    8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

    8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

    8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

    8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

    8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

    8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

    8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

    Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

    Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. —Yohanes 8:7

    Para ahli Taurat dan orang Farisi menyeret seorang wanita yang kedapatan berbuat zina ke hadapan Yesus. Namun mereka tidak tahu bahwa mereka justru membawa wanita tersebut mendekat pada anugerah. Yang mereka mau adalah menjelek-jelekkan Yesus. Jika Dia meminta mereka untuk membiarkan wanita itu pergi, mereka dapat mendakwa-Nya sebagai pelanggar hukum Musa. Namun jika Dia menghukum mati wanita itu, orang-orang yang mengikut Dia akan mengabaikan perkataanNya tentang belas kasihan dan anugerah Allah.

    Namun Yesus membalikkan keadaan dan menantang para penuduh itu. Kitab Suci mengatakan bahwa bukannya menjawab mereka secara langsung, Yesus justru menulis sesuatu di atas tanah. Ketika para pemuka agama itu terus mencecar-Nya, Dia mengundang siapa pun di antara mereka yang tidak pernah berbuat dosa untuk terlebih dahulu melemparkan batu ke arah wanita itu, lalu Dia mulai menulis lagi di atas tanah. Kali berikutnya Dia mendongakkan kepala, semua penuduh itu telah pergi.

    Sekarang satu-satunya pribadi yang dapat melemparkan batu—satu-satunya yang tanpa dosa—memandang wanita itu dan memberinya pengampunan. “Akupun tidak menghukum engkau,” kata Yesus, “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8:11).

    Mungkin hari ini kamu membutuhkan pengampunan karena sikapmu yang suka menghakimi, atau kamu ingin mendapatkan kepastian bahwa tak ada dosa yang berada di luar jangkauan anugerah-Nya. Yakinlah akan hal ini: Tak seorang pun dapat menuduhmu; pergilah dan berubahlah oleh belas kasihan Allah. —Randy Kilgore

    Bapa, sucikanku dari kebiasaan menghakimi dan lepaskanku dari ikatan dosa. Kiranya aku mengecap belas kasihan-Mu dan tolong aku untuk berubah.

    Kita melayani Juruselamat yang rela mengampuni kita.

    Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 7-8; Efesus 2

  • 30 September 2016

    Terimakasih bacaannya , ga perl cr bacaan ol lg, cz msh d rs

  • 30 September 2016

    SHEIZ004 tulis:

    Terimakasih bacaannya , ga perl cr bacaan ol lg, cz msh d rs

    Iya sama2. Semoga menjadi berkat buat kita semua. Sukur2 bisa ikut bagiin berkat apa yg didapat dari perenungan yg dah dibaca?

    Maaf updateny kurang konsisten jamny,...

    Btw, kenapa di RS? Rumah Sakit?

    30 September 2016 diubah oleh ZEGA376

51 – 75 dari 1491    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan