Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1001 – 1025 dari 1493    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 40  41  42 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • ZEGA376

    13 Maret 2019

    #renungan

    *PERTOBATAN YANG TERUS-MENERUS*

    Rabu 13 Mar 2019

    _`... Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!` (Luk 11:32)_

    Alkisah: ada seorang bapak yang pemabuk.

    Suatu hari ia pulang dalam keadaan mabuk dan `berantakan`.

    Melihat ini, si istri mengambil sebuah kamera dan memotret suaminya.

    Kemudian, foto itu dicetak dan dibesarkan, lalu digantungkan pada dinding ruang makan mereka.

    Ketika esoknya, si bapak masuk ke ruang makan, tampaklah di hadapannya suatu gambar yang aneh.

    Ia bingung dan bertanya dalam hati,

    `Gambar apa itu?`

    Ia mendekat untuk melihat, maka nyatalah bahwa itu adalah foto dirinya sendiri.

    Ia pun merasa malu, menyadari tingkah lakunya yang salah, dan bertobat.

    Sering kita tidak sadar betapa `berantakan`-nya keadaan batin kita karena dosa-dosa kita.

    Mari saat ini kita bersama Yesus kita masuk ke dalam hati kita untuk melihat dari dekat `wajah dan keadaan kita`:

    apa saja yang telah kita perbuat terhadap Tuhan, sesama, dan diri kita sendiri.

    Kita mohon pengampunan dari Tuhan dan berusaha untuk tidak berbuat dosa lagi.

    Bertobat berarti berbalik dari segala tingkah laku kita yang jahat dan dari segala kekerasan yang kita lakukan (bdk. Yun 3:8).

    Bertobat tidak hanya pada saat-saat tertentu saja, tetapi setiap saat.

    Di sisi lain, kita perlu menyadari akan kasih dan kerahiman Tuhan karena kalau kita hanya menyadari `kedosaan` kita,

    kita bisa putus asa dan berputar-putar pada diri sendiri.

    Kita lupa bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada dosa kita.

    *_Sr. M. Irena, P.Karm_*

    Rabu 13 Mar 2019

    Yun 3:1-10; Mzm 51:3-4.12-13.18-19; Luk 11:29-32

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    14 Maret 2019

    KELEMBUTAN DPT MENGALAH KAN KEKERASAN

    Jgnlah kamu kalah terhadap ke jahatan, tetapi kalahkanlah keja hatan dgn kebaikan(Rom12;21)!

    Kita tahu bahwa batu sangatlah keras. & secara akal utk meng hancurkannya dibutuhkan ben da yg jauh lbh keras drpd batu itu.Namun air hanya membutuh kan kelembutan utk melobangi batu. Air memang terlihat sang at lemah, tapi sesungguhnya memiliki kekuatan yg luar biasa

    Begitu juga yg hrs kita perbuat ketika menghadapi org-2 yg berkeras hati. Kita tdk bisa menghadapinya dgn kekerasan. Hal itu hanya akan membuat hu bungan kita hancur / bahkan menimbulkan masalah baru.

    Jadilah pribadi yg lemah lembut spt air, tdk membalas kejahatan dgn kejahatan, akhirnya bisa sa ma-2 binasa(Gal 5;15).

    Kita mungkin dianggap lemah tdk berdaya, krn sikap kita yg sabar & lembut terhadap org-2 yg keras hati yg kerap kali sdh menyakiti hati kita, mintalah kekuatan & kuasa Tuhan utk menghancurkan hati org-2 yg hatinya keras, spy dgn kuasa Tuhan dihancurkan hati-2 yg keras lewat sikap kita yg penuh kasih & lemah lembut, spt tetes an air yg melubangi batu yg ke ras, sehingga hati sekeras batu pun bisa kita hancurkan.

    Kasih ilahi itu lemah lembut. & dgn kasih ilahilah & kuasa doa kita bisa mengubah tabiat org lain & dgn lemah lembut kita dpt menuntun org yg suka mela wan kpd jln kebenaran, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kpd mrk utk berto bat & memimpin mrk sehingga mrk mengenal kebenaran(2 Tim 2: 25), kalau mrk tetap keras hati & tdk mau bertobat,apa lagi sdh menerima nasehat yg baik, maka org spt ini bisa tiba-2 di binasakan Tuhan tanpa ampun (Ams 29;1). Oleh sebab itu jgn ada diantara sdr yg menerima nasehat lewat WA ini yg trus ke ras hati dlm dosa, sdr akan rugi besar & kekal. Sgrlah bertobat & berubahlah dr org yg keras hati jadi org yg lemah lembut spt Musa yg dahulunya mudah ma rah, diubah Tuhan jadi org yg pa ling lembut diantara org-2 dibu mi(Bil 12;3).

    Utk bisa berubah tabiat keras jadi lemah lembut, dibutuhkan kemauan utk berubah, bukan ke mampuan, Roh Kudus sanggup menolong merubah dr tabiat yg keras jadi lemah lembut, krn saya sendiri sdh mengalaminya  itu sebabnya saya bisa menga takanya.

    TABIAT LEMAH LEMBUT SANG AT BERHARGA DIMATA ALLAH

    LBH DR PERMATA YG PALING MAHAL DIDUNIA(1 Pet 3;4).  Amin.Gbu.Immanuel.14/3.

  • ZEGA376

    14 Maret 2019

    #renungan

    *MINTALAH*

    Kamis 14 Mar 2019

    _`Mintalah, maka akan diberikan kepadamu` (Mat 7:7)_

    Tuhan ingin kita, anak-anak-Nya, meminta kepada-Nya.

    Ia berkata, kalau kita minta pasti akan diberi:

    `Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.`

    Sabda Tuhan sangat sederhana, namun mengungkapkan keluasan kasih di hati-Nya.

    Bagaimana kita minta dan apa yang perlu kita minta? Baiklah kita datang kepada-Nya seperti seorang anak kecil, mengetuk pintu hati-Nya dengan permintaan yang sederhana.

    Kita minta sesuatu yang sangat diperlukan untuk hidup, bukan hanya untuk hidup yang fana, tetapi terutama untuk hidup yang abadi.

    Jangan pula kita meminta untuk pemuasan hawa nafsu kita.

    `kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa,

    sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu` (Yak 4:3), kata St. Yakobus.

    Ratu Ester juga mengajari kita bagaimana harus berseru kepada Tuhan:

    `Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan kanan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini,

    yang tidak mempunyai seorang pun selain dari Engkau, ya Tuhan` (Tamb Est C. ayat 19).

    Mari kita dengan penuh iman datang kepada Tuhan dan minta,

    `Bapa, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendak-Mu, berilah kami rejeki untuk hari ini, ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni sesama kami, janganlah masukkan kami dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.`

    Terimakasih, Tuhan, atas kasih dan kepedulian-Mu terhadap kami.

    Tolong kami untuk setia datang kepada-Mu dengan hati dan pikiran yang sederhana.

    *_Sr. M. Yovita, P.Karm_*

    Kamis 14 Mar 2019

    Est 4:10-12.17-19; Mzm 138:1-3.7-8; Mat 7:7-12

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    14 Maret 2019

    Aleichem Shalom!

    Selamat pagi🥰

    Kisah Para Rasul 28:1-10 (TB)

    1 Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta.

    2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.

    3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

    4 Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."

    5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.

    6 Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.

    7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari.

    8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

    9 Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan mereka pun disembuhkan juga.

    10 Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.

    Mengenal Allah Secara Nyata

    Kisah Para Rasul 28:1-10

    Allah sungguh kreatif ketika memperkenalkan diri-Nya kepada manusia. Ia menggunakan mulai dari cara yang sederhana hingga cara bombastis. Pikiran-Nya tak terduga dan selalu mengejutkan. Dengan satu tujuan: manusia bisa mengenal-Nya.

    Penduduk Pulau Malta sangat ramah (2). Tampaknya, kultur mereka masih kental dengan mitos para dewa (4-6). Allah membuka mata penduduk Malta dan memperlihatkan diri-Nya melalui pelayanan Paulus. Dampaknya, mereka akan melihat secara langsung penyataan kuasa Allah itu.

    Pertama, Paulus terhindar dari bahaya pagutan ular beludak yang racunnya mematikan. Orang Malta terbelalak dan menantikan apa gerangan yang akan terjadi kepadanya. Namun, ia baik-baik saja (3-6). Kedua, ia berkesempatan untuk mendoakan ayah Publius, Sang Gubernur, yang demam dan disentri. Orang tua itu pun sembuh (7-8). Ketiga, sesudah peristiwa bombastis itu, orang-orang sakit lainnya datang kepadanya. Mereka juga mengalami kesembuhan (9).

    Allah berkuasa melakukan berbagai cara untuk memperkenalkan diri-Nya kepada umat manusia. Masyarakat Malta melihat Allah lewat karya ajaib dengan perantaraan Paulus. Mereka merasakan Allah melepaskan beban penyakit dengan cara memberi kesembuhan. Mereka mengenal Allah lewat kebaikan yang dipertontonkan Paulus. Ia berhasil mengangkat kesusahan hidup yang selama ini menindih mereka. Allah menunjukkan wajah dengan menawarkan pembebasan dari belenggu apa pun. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan (2Kor 3:17).

    Teladan Paulus ini adalah alarm pengingat bagi kita. Kerap kali, kita hanya memberitakan-Nya lewat perkataan belaka, tanpa aksi nyata. Sesungguhnya, cara demikian sedang mengerdilkan Tuhan menjadi sebatas konsep belaka. Akibatnya, Tuhan terlalu abstrak untuk dikenali secara konkret.

    Kita bersyukur; Paulus menunjukkan bahwa Allah bisa dirasakan lewat kasih nyata.

    Doa: Tuhan, ajarilah kami bahasa cinta-Mu.

    Selamat beraktifitas dan Tuhan Yesus memberkati!❤🙏😇

  • ZEGA376

    14 Maret 2019

    KEHENDAK TUHAN HARUS UTAMA

    Baca:  Mazmur 143:1-12

    "Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!"  Mazmur 143:10

    Apa yang selalu ada di pikiran Saudara ketika menjalani kehidupan sehari-hari?  Hal-hal duniawikah yang memenuhi pikiran Saudara, ataukah kita mengikuti nasihat rasul paulus:  "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."  (Kolose 3:2).

         Ingatlah, arah hidup seseorang sangat ditentukan oleh pola pikirnya!  Apa yang memenuhi pikiran kita akan menentukan arah hidup kita.  Jika pikiran kita selalu dipenuhi hal-hal duniawi, perkataan dan tindakan kita akan terbentuk menjadi duniawi, yang kita pikirkan pun semata-mata tentang mengumpulkan harta duniawi, jabatan dan kekuasaan, padahal firman Tuhan memeringatkan dengan keras:  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).

         Jika kita menginginkan Tuhan dan kehendak-Nya menjadi fokus dalam hidup ini maka kita harus mengisi pikiran kita dengan firman Tuhan setiap hari.  Mengapa kita harus menempatkan Tuhan dan kehendak-Nya sebagai yang terutama dalam hidup ini?  Supaya langkah hidup kita senantiasa dipimpin dan dituntun oleh Tuhan, sebab kalau kita melakukan segala sesuatu menurut kehendak sendiri tanpa melibatkan Tuhan dan tanpa mengikuti kehendak-Nya, cepat atau lambat kita pasti akan jatuh dan tersesat.  Oleh karena itu apa saja yang hendak kita kerjakan dan rencanakan biarlah kita serahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan terlebih dahulu.  "Sebenarnya kamu harus berkata: 'Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.'"  (Yakobus 4:15), sebab tak seorang pun yang tahu apa yang ada di depannya, atau apa yang akan terjadi di kemudian hari.

         Sebagai pengikut Kristus sudah selayaknya kita meneladani Tuhan Yesus yang menempatkan kehendak Bapa sebagai yang terutama.  "...Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."  (Yohanes 5:30).

    Apakah yang menjadi fokus hidup Saudara?  Semata-mata hanya tertuju kepada perkara-perkara dunia, ataukah fokus kepada kehendak Tuhan?

  • SULI276

    14 Maret 2019

    Konsisten n komit 2.5 tahun menshare bahan PA.

    Walau blm baca semua tp isinya OK.

    Keep going! Good 👍👍

  • ZEGA376

    15 Maret 2019

    #renungan

    *HUKUM CINTAKASIH*

    Jumat 15 Mar 2019

    _`Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga` (Mat 5:20)_

    Dari ayat di atas tampak Yesus menjadikan para ahli Taurat dan orang Farisi sebagai `tolok ukur` bagi kita untuk menentukan layak tidaknya kita masuk dalam kerajaan Surga, yaitu jika hidup keagamaan kita tidak lebih benar daripada hidup keagamaan mereka, maka kita tidak masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jadi, kita harus lebih benar daripada mereka.

    Kita mungkin bertanya, `Apa yang benar pada orang Farisi?` dan `Mengapa, atau dalam hal apa, kita harus lebih benar?` Jika kita melihat keempat Injil, sudah jelas bahwa hal yang benar yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah mereka sangat menjunjung tinggi Hukum Taurat, dan itu sungguh benar. Namun, masalahnya adalah walaupun mereka menjunjung tinggi Hukum Taurat, mereka mengabaikan hukum yang terutama, seperti yang dikatakan Kristus sendiri, yaitu hukum cintakasih. Dengan demikian, mereka melaksanakan hidup keagamaan mereka seakan-akan `dengan terpaksa`, hanya karena takut akan hukuman Tuhan dan tidak dijiwai (dimotivasi) cintakasih. Tuhan menghendaki agar kita lebih daripada mereka, yaitu melaksanakan hidup keagamaan dengan cintakasih, tidak karena takut atau pun terpaksa, seperti yang diajarkan Kristus, ``Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu` (Mat 22:37).

    *_Fr. Charlez Mary, CSE_*

    Jumat 15 Mar 2019

    Yeh 18:21-28; Mzm 130:1-8; Mat 5:20-26

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    15 Maret 2019

    HRS MEMILIH YG BENAR JGN PLIN-PLAN

    Dan mengapakah engkau juga tdk memutuskan sendiri apa yg benar?(Luk 12;57)

    Setiap manusia yg hdp di atas muka bumi ini selalu diperha dapkan dgn pilihan dlm hdpnya. Suka / tdk suka kita hrs memi lih salah 1 di antara 2 pilihan yg ada. Tdk ada istilah kompromi antara memilih & tdk, / berdiri di tengah-2 diantara 2 pilihan yg ada=golput. Kita hrs memilih secara tegas krn pilihan kita me nentukan masa depan hdp kita. Spt halnya pd zaman Musa di masa Perjanjian Lama, bangsa Israel diperhadapkan dgn dua pilihan, yaitu: kehdpan / kema tian, berkat / kutuk. Pilihan hdp ini juga berlaku bagi kita org per caya yg adalah "Israel-2" rohani yg hdp di zaman skrg ini.

    Kita patut bersyukur krn kita pu nya Tuhan yg berlimpah dgn ka sih, Ia tdk menciptakan manu sia sbg robot, tapi Ia memberi kan free will(kehendak bebas) & melengkapi dgn hikmat & akal budi, spy manusia dpt membe dakan yg baik & yg jahat; & lbh dr itu, Tuhan juga sdh menyiap kan buku tuntunan dlm menjlni hdp, yaitu firmanNya, tinggal apakah manusia mau mengikuti tuntunan F.T / tdk?

    Dunia saat ini sedang gencar-2 nya menawarkan banyak hal yg berkenaan dgn kesenangan ha wa nafsu daging, dgn tujuan agar manusia bimbang & memi lih utk hdp menuruti keinginan dagingnya drpd tunduk pd pim pinan Roh Tuhan. Saat saat ini lah kesungguhan kita dlm meng ikut Kristus sdg diuji! Iman, ha rap & kasih kita sdg diuji kemur niannya! Banyak org terseret oleh arus dunia ini & memilih ke senangan duniawi yg sifatnya sementara saja.

    Utk menuju kpd kehdpan kekal itu memang tdk mudah, ada har ga yg hrs dibayar, ada penyang kalan diri, itulah sebabnya sedi kit org mau menempuh jln itu. Kristus berkata, "Msklah mela lui pintu yg sesak itu, krn lebar lah pintu & luaslah jln yg menu ju kpd kebinasaan & banyak org yg msk melaluinya; krn sesak lah pintu & sempitlah jln yg me nuju kpd kehdpan, & sedikit org yg mendptinya."(Mat 7:13- 14).

    Pilihlah yg benar mulai dr skrg: hdplah menuruti kebenaran F.T yg akan menuntun kita kpd ke hdpan kekal!

    ORG YG PLIN-PLAN PASTI TDK MENDPTKAN KETENANGAN & TDK AKAN MENDPTKAN BERKAT TUHAN, & HDP KEKAL, BAHKAN DIMUTAHKAN OLEH TUHAN (Wah 3;16). Amin.Gbu. Immanuel.

  • ZEGA376

    15 Maret 2019

    Kencan Dengan Tuhan

    Jumat, 15 Maret 2019

    Bacaan: Matius 6:14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

    Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

    Renungan:

     Seorang kapten sebuah kapal sedang berlayar di malam yang gelap. Kapten tersebut tiba-tiba memerhatikan sebuah sinar terang langsung di depannya dan ia tahu bahwa kapalnya sedang ada dalam jalur tabrakan dengan terang itu. Ia bergegas ke radio dan mengirimkan satu pesan darurat dengan menuntut kapal di depannya untuk mengubah jalur 10 derajat ke timur. Beberapa detik kemudian ia menerima sebuah pesan jawaban, "Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur anda 10 derajat ke barat. Kapten itu marah dan mengirim pesan lagi, "Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku menuntutmu mengubah jalurmu." Ia kembali menerima pesan balasan, "Aku adalah kelasi kelas 2. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur anda." Kapten itu membalas, "Aku adalah sebuah kapal perang dan aku tidak mau mengubah jalurku." Ia mendapat jawaban berupa pesan pendek, "Aku adalah sebuah mercusuar. Itu pilihan anda pak."

     Seringkali kita seperti kapten angkatan laut itu, kita keras hati dan keras kepala dengan alasan, "Mereka sangat menyakitiku, mereka terlalu bersalah padaku. Aku tidak mau mengampuni." Alkitab merupakan mercusuar pribadi anda yang menyinarkan kebenaran dalam kehidupan anda, dengan mengatakan bahwa anda harus mengubah jalur anda. Pegampunan adalah jalur pilihan yang harus anda tuju. Yesus mengatakan dengan cara ini: "Jika engkau tidak mengampuni orang-orang lain, BapaMu di sorga tidak akan mengampunimu." Jika anda memelihara sikap tidak mau mengampuni, anda sedang menuju masalah. Anda ada pada jalur yang akan menghancurkan anda sendiri. Tuhan sedang memerintahkan anda untuk mengubah jalur anda.

     Bukalah hati anda untuk bisa mengampuni dan Tuhan akan menggantikannya dengan sukacita. Tuhan memberkati.

    Doa:

    Bapa, aku mau hidupku sehat tanpa penyakit apapun. Namun saat ini aku masih menyimpan dendam dan sakit hati pada seseorang. Saat ini jamah hatiku, hancurkan kekerasan hatiku. Dalam nama Yesus, aku mau mengampuni ...... Amin. (Dod).

  • ZEGA376

    15 Maret 2019

    Pagi

    RHEMA = PRAKTIK

    Matius 4:1-11

    'Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat. 4:4)

    Sudah berapa banyak khotbah atau sharing yang telah kita dengar? Sudah berapa banyak ayat Alkitab yang dihafalkan? Sudah berapa kali mengulang baca Alkitab sampai habis? Satu kali? Dua kali? Atau tiga kali? Berapa banyak cerita Alkitab yang kita tahu? Bagi orang yang rajin mendengar atau membaca Firman Tuhan, pasti akan ada perasaan senang atau bangga dengan Firman yang telah didengar. Akan tetapi, bagi orang yang malas pastilah pertanyaan itu dirasa sebagai sebuah sindiran.

    Membaca Alkitab, mendengarkan Firman Tuhan, atau pun merenungkannya adalah hal yang sangat penting. Karena semua itu akan menambah pengetahuan kita akan kebenaran dalam pikiran kita. Tetapi jika itu semua hanya berhenti pada pikiran saja, tentu saja semuanya sia-sia. Percuma jika seseorang ahli dalam mempelajari Alkitab, bahasa asli, atau apa pun yang berkaitan dengan teologi, jika tidak ada rhema dalam dirinya.

    Rhema sama dengan ketika kita mempraktikkan sesuatu agar kita mahir dalam melakukan sesuatu. Perlu waktu untuk sampai mahir. Perlu waktu untuk sampai sempurna. Jika kita terus menerus mengembangkan rhema itu dalam kehidupan kita, maka kita akan dipenuhi oleh kebenaran Firman Tuhan. Lama-kelamaan, karakter kita pun menjadi serupa seperti karakter Yesus.

    Betapa bahagia hidup kita, bila kita sekarakter dengan Tuhan Yesus. Karakter yang sudah terbangun dengan kokoh oleh kebenaran Firman Tuhan, akan menjadi permanen dalam kehidupan kita. Maka mulailah mengalami Tuhan disetiap detik hidup kita. Jangan sia-siakan waktu untuk mengenal Pribadi yang Mahaagung.

    *"Betapa bahagianya hidup kita, bila kita sekarakter dengan Tuhan Yesus."*

  • ZEGA376

    15 Maret 2019

    *Multiplication of Gods blessings*

    Matius 14:13 20

    Tetapi Yesus berkata kepada mereka: Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.

    Matius 14:16

    Ketika orang orang mengikuti Yesus, banyak di antara mereka yang lapar. Mereka ada lima ribu orang laki laki, belum termasuk perempuan dan anak anak. Yesus memberi perintah kepada murid murid Nya, Kamu harus memberi mereka makan. Pertanyaannya, mengapa Yesus tidak langsung saja membuat mukjizat dengan memberi orang banyak itu makan? Kenapa Yesus justru menugaskan pekerjaan besar ini kepada para murid Nya?

    Mari kita perhatikan sekali lagi perikop hari ini di ayat 14. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati Nya oleh belas kasihan kepada mereka… Yesus tergerak hati Nya oleh belas kasihan.

    Kata belas kasihan menjadi sorotan kita. Yesus memberi makan lima ribu orang hanya karena satu alasan, Dia berbelaskasihan. Yesus tidak ingin melihat anak anak menangis kelaparan atau perut orang dewasa melilit karena belum diisi sejak siang harinya. Dia merasa tersentuh oleh kebutuhan mereka. Sungguh luar biasa! Yesus merasakan, bersimpati, dan tersentuh oleh kebutuhan kita!

    Jadi, yang Yesus inginkan dari para murid Nya adalah apakah mereka juga punya hati yang berbelaskasihan seperti diri Nya? Jika mereka punya belas kasihan ilahi maka tidak akan sulit mempersembahkan semua yang ada pada dirinya untuk dipakai demi kemuliaan Tuhan. Hanya dua ikan dan lima roti, dan itu bisa dimultiplikasi banyak sekali sehingga mengenyangkan ribuan orang. Bahkan pemilik dua ikan lima roti itu pun akhirnya juga tidak kelaparan, tidak mengalami kekurangan karena masih tersisa dua belas bakul penuh.

    Di sini sebetulnya Yesus sedang mengajarkan bagaimana kita memultiplikasi berkat yang ada pada kita. Caranya, dengan menyerahkan kepada Tuhan agar dipakai untuk kemuliaan Nya. Berkat yang ada pada kita bukan hanya dinikmati oleh kita sendiri, melainkan dinikmati juga oleh ribuan orang yang lain.

    Apa yang Anda ingin persembahkan kepada Tuhan? Biar Tuhan Yesus memultiplikasikannya, menggandakan berkat berkat Anda, sebab Anda tidak egois, melainkan karena Anda ingin dipakai oleh Tuhan. Berkat berkat yang Anda miliki menjadi berguna bagi banyak sekali orang.

    Salam multiplikasi berkat.

    Refleksi Diri:

    Apakah Anda sudah mempraktikkan sifat belas kasihan yang diteladani oleh Tuhan Yesus?

    Berkat berkat apa yang Anda miliki, yang Anda rindu supaya dimultiplikasikan oleh Tuhan sehingga bisa jadi berkat untuk orang lain?

  • HARYATIE307

    16 Maret 2019

              SEDERHANA NAMUN BERDAMPAK

     Hakim-hakim 10:1-5

    --

    Hal-hal yang tampaknya kecil dan sederhana kerap luput dari perhatian dan cenderung diabaikan. Orang-orang dengan kemampuan besar kerap dijuluki tokoh-tokoh besar karena dianggap sanggup menorehkan sejarah di dunia ini. Namun demikian, seyogyanya kita tidak melupakan orang-orang yang melakukan hal-hal yang sederhana, karena sesungguhnya mereka pun punya peran yang begitu berdampak.

    Kisah Tola dan Yair diungkap begitu singkat dalam Alkitab. Meski demikian keduanya mempunyai tugas yang sama seperti pendahulunya, yakni sebagai seorang hakim yang menyelamatkan umat Israel dari penindasan musuh. Tola mungkin hanyalah seorang yang dianggap kecil dan melakukan hal-hal sederhana, tetapi namanya cukup dikenal di kalangan suku Isakhar. Ia tinggal di Samir, daerah terpencil di pegunungan Efraim. Sekalipun dirinya tidak memiliki karir militer yang spektakuler namun ia tetaplah seorang hakim yang memiliki kedudukan cukup stabil dan mampu menjalankan tugas dalam kurun waktu yang cukup lama hingga 23 tahun. Setali tiga uang dengan Tola, Yair pun konsisten dengan tugasnya selama 22 tahun.

    Tugas sederhana yang dilakukan dengan penuh kesetiaan pasti memberi dampak yang besar di mana pun ia berada. Kehidupan para pengikut Kristus sepatutnya memberi pengaruh yang baik bagi sesamanya. Demikianlah Tuhan menjadikan hidup kita dengan sebuah tujuan ilahi yakni kehidupan yang menjadi terang sehingga nama Tuhan dipermuliakan. --

    KEHIDUPAN PARA PENGIKUT KRISTUS ADALAH KEHIDUPAN

    YANG MEMBERIKAN DAMPAK YANG BAIK BAGI SESAMANYA.

    --

  • ZEGA376

    19 Maret 2019

    Semangat pagi.....selamat beraktifitas.

    Tema: "Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan."

    (Roma 12:9-21).

    Ada peribahasa Indonesia yang mengatakan;Air susu dibalas dengan air tuba. Artinya adalah, perbuatan yang baik dibalas dengan Perbuatan jahat.

    Tema  ini mengajak kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, sementara kebaikan selalu dibalas dengan kejahatan. Artinya apa? Jikapun perbuatan baik itu selalu dibalas dengan kejahatan air susu dibalas dengan air tuba) mari kita tetap tidak pernah sedikitpun memberikan air tuba  kepada siapapun dengan kata lain, tetaplah selu jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan itu dengan kebaikan.

    Dalam hidup ini dapat kita melihat dan merasakan berbagai bentuk/ragam jenis kejahatan dan tidak sedikit yang menjadi korban dari kejahatan itu.Secara manusiawi kita terdorong membalas kejahatan itu dengan kejahatan.Jika hal itu terjadi maka muncullah Hukum rimba (siapa yang kuat dialah yang menang)

    Nas khotbah untuk kita hari ini mengingatkan dan mengajak kita agar kita dapat mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

    Ada beberapa hal penting yang dapat kita lakukan untuk mengalahkan kejahatan melakukan kebaikan antara ialah:

    1.Jangan iri kepada orang yang berbuat jahat.

    Kita mungkin merasa orang jahat itu, dihormati dan dimaui banyak orang.

    Amsal 24:19 mengatakan; Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik.

    2.Menjaga hati dengan baik.

    Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.(Amsal 4:23).

    3.Ingat, kejahatan akan berakhir.

    Seorang ibu memberi nasehat kepada anak putranya.Jika ada orang yang menyakiti mu itu bukan urusan mu.Urusanmu adalah berbuat baik kepada semua orang.

    Artinya adalah.Kita harus fokus kepada kebaika.

    Orang jahat tidak lebih mulia sekalipun mereka bergelimang harta, di hormati dan di takuti banyak orang. Amsal 24:16 berkata:"Sebab tujuh kali orang benar jatuh namun ia bangkit kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana".

    4.Jangan mengasihi dengan berpura-pura.

    kasih itu sabar, tidak menipu, tidak menyembunyikan sesuatu tetapi terbuka

    , tulus , penuh pengorbanan dan tidak mengharapkan imbalan.

    5.Menjadi saluran berkat kepada semua orang.

    6.Memberkati orang yang menganiaya kita dan tidak mengutuknya.

    7.bersukacita dengan orang yang berdukacita dan menangis dengan orang yang menangis.

    Artinya tidak merasa iri melihat orang berbahagia tetapi ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang mengalami kebahagiaan. Dan tidak merasa senang melihat orang lain berdukacita, atau gagal dalam usaha tetapi juga turut merasakan sedih atas penderitaan yang sedang dialami oleh orang yang sedang mengalami kesedihan

    , kesusahan. Dalam situasi apapun kita harus bisa rendah hati dan tidak memiliki rasa iri kepada siapa pun.

    8.Sehati sepikir dalam hidup bersama.

    Perbedaan pendapat, tingkat sosial , budaya

    ,dll sering membuat suasana menjadi tidak rukun dan damai. Perbedaan mari kita jadikan untuk saling membangun, saling menerima, saling menghargai,saling menghormati dan saling mengasihi.

    9.Kita harus bisa menguasai diri

    Penguasaan diri adalah merupakan kunci mencapai kemenangan dalam menghadapi setiap persoalan.

    Akhirnya , jadilah menjadi pelaku firman Tuhan bukan hanya sebagai pendengar saja, jika tidak demikian maka kamu menipu diri sendiri.

    (Jakobus 1:22)

    Tetaplah TAAT dan SETIA kpd Tuhan.

    Tuhan yg hidup kiranya yg menjagai dan memberkati dalam aktifitas satu hari ini. Amen.

  • ZEGA376

    19 Maret 2019

    Shalom...!!

    Slamt pgi smua 🌞

    Jngan lpa sate 📖

    Jangan lupa mengucap syukur 🙏🏻

    Jangan lupa tersenyum 😊

    Jangan lupa bahagia  🤣

    *jangan egois*

    Baca:  Yakobus 3:13-18

    "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."  Yakobus 3:16

    Salah satu faktor penyebab terjadinya perpecahan dalam kehidupan keluarga, jemaat, persekutuan, pelayanan dan bermasyarakat adalah sikap mementingkan diri sendiri.  Mementingkan diri sendiri disebut pula selfish atau juga egois, yang dalam kamus  'Webster'  didefinisikan:  memerhatikan diri sendiri secara tidak pantas atau secara berlebih-lebihan, mendahulukan kenyamanan dan keuntungan diri sendiri tanpa memperhatikan, atau dengan mengorbankan kenyamanan dan keuntungan orang lain.

         Ketika seseorang mementingkan diri sendiri ia akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan tidak lagi mempedulikan kepentingan dan perasaan orang lain.  Inilah yang menjadi sumber dari banyak kekacauan dan kejahatan  (ayat nas).  Mengapa?  Karena orang yang mementingkan diri sendiri pasti sulit menjalin kerjasama dengan orang lain sebagai anggota tim di dalam menyelesaikan sebuah tugas;  Orang yang mementingkan diri sendiri juga cenderung mudah marah, tersinggung serta tidak bisa menguasai diri.  "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan."  (Mazmur 37:8).  Orang yang egois memiliki kecenderungan menghakimi dan mencela orang lain karena menganggap diri sendiri paling benar dan tidak pernah salah.  Rasul Paulus mengingatkan,  "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  (Galatia 6:4).  Sebagai orang percaya kita harus membuang jauh sifat mementingkan diri sendiri agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

         Dalam segala perkara marilah senantiasa meneladani Kristus,  "...Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,...dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."  (Filipi 2:1, 3, 4).

    "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."  Matius 7:12

    *Selamat beraktivitas*_

    _*Salam Kasih Yesus Kristus*_

    _*Kasih Karunia Tuhan Yesus beserta kita*_ 🙏

  • ZEGA376

    19 Maret 2019

    KUASA ALLAH YG PALING SEM PURNA

    Tetapi jawab Tuhan kpdku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dlm kele mahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kele mahanku, spy kuasa Kristus turun menaungi aku(2 Kor 12:9)

    Tdk selamanya manusia berme gah atas kekuatannya sendiri. Sgl sesuatu yg dimiliki manusia ada batasnya. Akan ada saat di mana manusia menjadi tdk ber daya.Dia akan ditinggalkan oleh org-2 yg sangat dipercayainya & diandalkannya.Ia tak tahu lagi kemana arah tujuan hdpnya.

    Itulah yg akan dialami oleh org -2 yg sombong dgn mengandal kan kekuasaan yg ia miliki. Semua yg dimiliki manusia bisa lenyap dgn seketika, spt pd wkt maut dtg meregut nyawanya. Oleh sebab itu bermegahlah dlm kuasa yg paling sempurna. Kuasa Tuhan Yesus. Tdk ada satupun kuasa di dunia ini yg sanggup menandingi kuasa Tuhan(Ef 1;19-22).

    Saat kita tak berdaya, hilang arah tujuan hdp & berputus asa, berlututlah di bawah kaki-Nya. Tdk perlu gengsi utk meminta kekuatan dr-Nya. Apa yg bisa manusia lakukan kpd pencipta -Nya selain berserah diri?

    Libatkan Tuhan dlm setiap lang kah hdp kita & terus lekat di dlm -Nya. Biarkan hati kita diduduki oleh Roh Kudus-Nya, buanglah sgl ego & terimalah pembaharu an  & pertolonganNya, spy kita bisa kembali bangkit, krn kita ditopang oleh kekuatan kuasa tangan-Nya.

    TIADA KUASA DLM DUNIA INI SESEMPURNA KUASA ALLAH, RUGI BESAR KALAU UMATNYA TDK MENGANDALKAN & MEMA KAI FASILITAS YG SDH DISEDIA KAN OLEHNYA.19/3.

  • ZEGA376

    19 Maret 2019

    KAWAN YANG MENDENGARKAN

    Bacaan: Ayub 13:1-9

    NATS: Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu (Ayub 13:5)

    Saat itu kira-kira pukul sembilan malam. Saya dan Ginny, istri saya, sedang duduk-duduk di ruang keluarga kami. Saya sedang asyik membaca buku ketika tiba-tiba Ginny berkata, “Sayang, aku mau bicara denganmu sebentar.” Ginny pun mulai berbicara, tetapi kemudian mendadak ia bertanya, “Apakah kau mendengarkan aku?”

    Saya tergoda untuk menyahut, “Tentu saja. Aku kan cuma berjarak setengah meter darimu.” Padahal pikiran saya saat itu terpancang pada buku yang sedang saya baca. Saya harus menutup buku itu dan memberikan perhatian sepenuhnya pada apa yang dikatakan Ginny. Ia layak mendapatkan perhatian dari saya.

    Ayub juga frustrasi karena teman-temannya tidak memerhatikan apa yang ia katakan kepada mereka. Ia merasa bahwa saat ia berbicara, teman-temannya malah memikirkan respons selanjutnya. Mereka berusaha keras meyakinkan Ayub bahwa penderitaan yang dialaminya merupakan hukuman atas dosa-dosa yang pernah ia lakukan selama hidup. Mereka tidak mendengarkan jeritan hati Ayub yang terdalam.

    Banyak dari kita bukan pendengar yang baik. Banyak remaja frustrasi karena orangtua mereka selalu memberikan jawaban-jawaban langsung, padahal yang mereka inginkan hanyalah seseorang yang mau mendengarkan pergumulan mereka dan menerima mereka. Seorang remaja berkata, “Kadang kala saya baru mau bicara kalau saya tahu pasti apa yang ingin saya bicarakan.”

    Hubungan yang mendalam dibangun melalui penerimaan, pengertian, dan kesediaan untuk menjadi pendengar yang baik --Herb Vander Lugt

    MENDENGARKAN MUNGKIN ADALAH HAL PALING PENUH KASIH YANG DAPAT ANDA LAKUKAN HARI INI

  • ZEGA376

    19 Maret 2019

    BERSYUKUR HINGGA TERSUNG KUR.

    Lalu sujud di depan kaki Yesus & mengucap syukur kpdNya Org itu org Samaria(Luk 17:16)

    Setiap org Kristen tentu hrs bisa mengucapkan syukur. Sebab, itu adalah ajaran penting kekris tenan. Pertanyaannya, atas apa kah kita bersyukur. Kesuksesan meraih gelar?Memperoleh peng hargaan krn prestasi? Mendpt rezeki / penghasilan yg  meng untungkan? Lalu, dgn sikap ba gaimanakah sdr ungkapkan ra sa syukur sdr? Adakah ekspresi yg luar biasa?

    Dr sepuluh penyandang kusta yg disembuhkan, hanya seorg yg beregas kembali utk berteri ma kasih kpd Yesus. Yg mena rik, dia tdk sekadar mengucap syukur, melainkan tersungkur di bawah kaki Yesus. Tindakannya menandakan kesungguhan & ke terharuan yg besar & mendlm. Dia adalah org Samaria, yg me miliki status kurang terhormat dibanding org Yahudi. Penyakit kusta yg seblmnya dia derita se makin menyingkirkannya dr ke hdpan sosial. Tanpa disangka, Tuhan menaruh kasih & menye mbuhkan kustanya. Seiring len yapnya penyakit mengerikan, enyah pula sgl citra buruk yg disandangnya. Keadaannya yg rendah membuat hatinya dipe nuhi rasa syukur krn memper oleh anugerah & belas kasih Yesus.

    Pernyataan syukur kita sering hambar krn kurangnya pengha yatan atas ktdklayakan kita. Ke suksesan yg kita syukuri seolah sekadar hasil kerja keras yg di berkati. Kita kurang menyadari bahwa tadinya tubuh kita dipe nuhi borok dosa. Yesuslah yg menghampiri, membasuh & me rawat kita dgn penuh kasih. Ia bahkan mengangkat kita men jadi anak-Nya. Patutlah kita menghampiri-Nya dgn penuh ucapan syukur.

    MENYADARI KETDKLAYAKAN MEMBUAT HDP KITA MELIM PAH OLEH RASA SYUKUR ATAS ANUGERAH YESUS KRISTUS. 18/3.

  • HARYATIE307

    20 Maret 2019

           POT DI BAWAH KERAN

    Mazmur 1:1-6

    --

    Beberapa pot kecil berjajar rapi di bawah keran air. Saya menebak, maksud dari sang pemilik menempatkan pot-pot kecil itu di sana adalah supaya pot-pot itu selalu basah oleh air tanpa perlu repot-repot menyiramnya. Tetapi saya melihat bahwa tanah di dalam pot-pot kecil itu mengering dan daun-daun tanamannya pun menguning layu.

    Sekalipun berada di bawah keran air, pot-pot bunga bisa saja tetap mengering. Berada di bawah keran air tidak menjamin pot-pot bunga itu tersiram air. Supaya tidak layu dan dapat bertumbuh dengan baik, pot-pot bunga itu harus dipastikan sering disiram dan basah sampai akarnya. Tidak sekadar mengharapkan percikan air yang mungkin mengenainya saat keran dibuka.

    Begitu pula dengan hidup orang percaya. Rajin ke gereja tidak menjamin seseorang memiliki iman yang kuat, kehidupan yang benar, terlebih lagi menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Iman dan kebenaran perlu diperjuangkan. Orang percaya harus mau repot jika ingin memelihara "hidup"-nya. "Air Hidup" yakni Roh Allah harus benar-benar membasahi hidup orang percaya. Sebab hanya ketika kita mau membuka diri, mengakui kelemahan, merendahkan hati dan menanggapi karya Roh Kudus kita akan mengetahui kehendak dan berkat Allah. Menerima masukan dan mau mengubah kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran adalah salah satu caranya. Mau terus bertumbuh sekalipun banyak tantangan. Tidak merisaukan masalah dan kegagalan karena tinggal di dalam firman-Nya membuat kita senantiasa menerima sumber hidup yang tidak pernah habis. --

    TINGGAL DI DALAM ALLAH TIDAK MENJAMIN KITA BEBAS MASALAH,

    TETAPI SEBAGAI SUMBER HIDUP, ALLAH MENJADI JAMINAN ATAS HIDUP KITA.

    ----

  • ZEGA376

    20 Maret 2019

    *Rabu 20 Maret 2019*

    *Bacaan Setahun:*

    Bil. 28

    Yoh. 10

    *PERLINDUNGAN ALLAH*

    *_“Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN”*_  *Zefanya 3:12*

    Orang-orang Indian di Amerika mempunyai kebiasaan yang unik dalam mendidik anak laki-lakinya supaya menjadi pemberani. Setiap anak laki-laki yang berulang tahun ke-13, setelah dilatih berburu, mengintai, dan memancing, ia masih diperhadapkan dengan ujian terakhir, matanya ditutup dengan kain dan dibawa ke hutan lebat. Semalam-malaman ia dibiarkan di sana. Bagi anak remaja ini, pengalaman di tengah hutan yang banyak binatang adalah pengalaman pertama kali. Selama ini ia terlindung dengan aman di tengah keluarganya. Bisa Anda bayangkan, betapa mencekamnya bila harus seorang diri berada di tengah hutan rimba. Sambil menahan gelisah sepanjang malam, karena ia berpikir jangan-jangan si raja rimba akan menjadikannya santapan malam, akhirnya sang surya mulai menampakkan sinarnya. Bunga-bunga di sekitarnya mulai nampak keindahannya dan tapak jalan mulai kelihatan. Dengan keheranan ia menyaksikan seorang pria di belakangnya, ayahnya yang berdiri dengan busur di tangan. Ternyata semalam-malaman pula ayahnya berjaga-jaga di sana!Tidakkah Anda melihat bahwa itu pula yang dilakukan Allah terhadap kita? Kita mengira, di tengah hutan yang gelap tak ada satu pun kawan yang akan membela kita, tapi ternyata Allah telah siaga dengan busur di tangan untuk melindungi kita. Firman Tuhan berkata, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan”

    (Kisah Para Rasul 2:21). Apabila Anda melihat bahaya mengancam, hanya ada satu cara yang dapat Anda lakukan: berseru! Berseru kepada siapa? Kepada nama Tuhan! Yesus adalah nama yang amat sakti untuk melepaskan kita dari mara bahaya. Di dalam nama ini bertekuk lutut semua yang ada di bumi, di bawah bumi, dan di sorga. Kalau Anda mengira bahwa dunia ini adalah tempat yang aman, Anda salah. Dunia ini sebenarnya ibarat hutan belantara yang penuh dengan binatang buas. Lihat saja orang-orang yang menjadi korban “binatang buas” setiap hari: dibacok, dirampok, diperkosa, bukanlah hal yang aneh lagi. Kalau kita tidak mengandalkan Allah sebagai perlindungan kita, maka kita akan setiap saat dicekam dengan ketakutan. Yesus adalah tempat yang aman. Bila Anda berseru dengan ketulusan dan dengan iman, Ia tidak akan terlambat menolong Anda. Sebagian selebritis menyewa pengawal untuk melindungi dirinya. Tapi tetap saja keamanan tidak dapat dijamin 100%. Ini berita gembira buat Anda, Allah menyediakan perlindungan-Nya bagi umat-Nya. Bila Anda umat-Nya, jangan ragu untuk berseru kepada-Nya! (DH)

    *Questions:*

    1. Siapakah tempat perlindungan Anda?

    2. Apakah Tuhan akan selalu menolong setiap seruan kita? Mengapa?

    *Values:*

    Dunia bagaikan hutan belantara yang penuh dengan binatang buas, hanya kepada-Nya perlindungan bisa diperoleh dengan sempurna.

    *YESUS   nama singkat dari 5 huruf  namun menggetarkan kerajaan setan.*

  • ZEGA376

    20 Maret 2019

    #renungan

    *`BESAR` DI MATA ALLAH*

    Rabu 20 Mar 2019

    _`Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, ...` (Mat 20:26)_

    Sabda Tuhan di atas mengingatkan kembali dan menegaskan kepada kita bahwa yang menentukan atau membuat seseorang `menjadi besar`

    adalah bagaimana ia melayani sesama dalam kehidupan sehari-hari.

    Mungkin, justru orang-orang yang kecil di mata dunia, yang kedudukannya rendah, atau mereka yang tidak kita sukai,

    yang mungkin pernah melukai kita, dsb, itulah yang perlu kita layani.

    Melalui pelayanan yang dijiwai kasih itulah kita menjadi `besar` dalam Kerajaan Allah.

    Kerajaan Allah adalah Kerajaan Cintakasih, karena Allah adalah Kasih.

    Tidak heran bahwa orang besar dalam pandangan Tuhan berbeda dengan orang besar dalam pandangan dunia, yang seringkali dijiwai egoisme, hedonisme, materialisme, dsb.

    Kita semua dipanggil untuk menjadi `pelayan` bagi orang lain di sekitar kita, dalam lingkungan keluarga, komunitas, dll.

    Kita pun diminta untuk keluar dari `zona nyaman egoisme kita`, tidak berpusat pada diri kita sendiri, tetapi peduli terhadap keadaan dan kebutuhan sesama.

    Yeremia memberi salah satu contoh konkrit pelayanan kasih:

    untuk mereka yang `telah menggali pelubang` untuknya (telah berbuat jahat terhadapnya),

    ia berdiri di hadapan Tuhan dan berbicara membela mereka, supaya amarah Tuhan disurutkan dari mereka (bdk. Yer 18:19-20).

    Saat ini, cobalah Anda ingat mereka yang telah melukai hati Anda, atau yang kurang Anda perhatikan.

    Bisa saja, mereka itu karyawan Anda, tukang kebun Anda, dll.

    Siapa pun mereka, doakanlah mereka!

    *_Sr. M. Enrika, P.Karm_*

    Rabu 20 Mar 2019

    Yer 18:18-20; Mzm 31:5-6.14-16; Mat 20:17-28

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    21 Maret 2019

    Ingatlah Siapa Yang Akan Berperang Untukmu

    Saya yakin kebanyakan dari kita pasti mengetahui kisah tentang Musa dan Bangsa Israel. Tuhan memberikan Musa dan Bangsa Israel sebuah janji bahwa mereka akan sampai ke tanah perjanjian. Namun, perjalanan mereka menuju tanah perjanjian tersebut bukanlah sebuah perjalanan yang mulus. Ada berbagai macam tantangan yang mereka harus hadapi di dalam perjalanan mereka—salah satu tantangan yang paling terkenal yang saya percaya kita semua pasti ketahui adalah: Mereka dihadang oleh Laut Merah. Jadi pada saat itu, mereka dihadang oleh Laut Merah di depan mereka, dan mereka dikejar oleh tentara Firaun di belakang mereka. Bukan sebuah keadaan yang menyenangkan bukan?

    “Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?

    Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:10-14)

    Di tengah-tengah menghadapi halangan dan ancaman tersebut, Musa bukannya mengeluh seperti orang-orang Israel lainnya, melainkan dia malah memberikan sebuah pernyataan yang sangat luar biasa. Apa rahasianya Musa dapat memberikan respon yang begitu berbeda dengan yang lain?

    Jawabannya adalah, karena Musa tau siapa yang memimpin, menyertai, dan melindungi mereka dalam perjalanan mereka. Musa mengatakan: “Jangan takut! Tetaplah berdiri! Ingatlah bahwa Tuhan yang akan berperang dan memberikan keselamatan!”

    Teman-teman, di dalam perjalanan hidup kita, kita pasti akan menghadapi berbagai macam tantangan. Tidak ada yang dapat sampai ke tanah perjanjian dari Tuhan tanpa menghadapi berbagai macam halangan dan ancaman. Namun, kita dapat memilih: Untuk terus melangkah dengan percaya kepada Tuhan, atau berhenti melangkah karena takut.

    Untuk saya secara pribadi, ketika kesulitan kelihatannya hendak menghancurkan saya, saya mengingatkan diri saya kembali akan kebaikan dan pertolongan Tuhan di masa lalu:

    -“Jika Tuhan melakukan mukjizat-Nya waktu itu, saya percaya Dia mampu melakukan mukjizat-Nya sekali lagi.”

    -“Jika saya masih berdiri hingga hari ini, berarti saya belum kalah dan berarti Tuhan masih menyertai.”

    Teman-teman, jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang Israel yang lupa akan kuasa Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Melainkan, marilah kita menjadi seperti Musa, yang tau betul siapa Tuhan yang telah memanggil mereka keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Jika Tuhan yang telah berjanji, Dia pasti akan menepati. Sesungguhnya di dalam hidup ini, bukan kita sendiri lah yang akan berperang melawan musuh-musuh kita, melainkan Tuhan lah yang akan berperang untuk kita. Hasil akhir ada di tangan Tuhan; sedangkan tugas kita adalah untuk tetap percaya dan untuk tidak berhenti melangkah dalam iman.

    “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 

    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut.

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

    Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.” (Keluaran 14:15-16, 21-23, 26-27, 31)

  • ZEGA376

    21 Maret 2019

    *KONSISTEN MEMBERITAKAN INJIL SEPENUH*

    (bacaan: Kisah Rasul 20:1-38)

    *Kisah Para Rasul 20:20* (TB)  Sungguhpun demikian aku *tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan* kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.

    @. Kalimat: *"...semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu...."* Berarti Paulus memberitakan apa pun yang *dinilainya bermanfaat* dan *diperlukan* untuk keselamatan para pendengarnya.

    Paulus *tidak menghibur* mereka dengan isapan-isapan jempol, ataupun menuntun dan menyesatkan mereka ke dalam awan-awan dengan *gagasan-gagasan dan ungkapan-ungkapan yang tinggi-tinggi.* Sebaliknya, *menunjukkan* kepada mereka *semua kebenaran Injil* dengan terang-benderang,  karena *Injil* ini sungguh amat besar *akibat* dan *kepentingannya.*

    @. Para pelayan Injil *harus setia* menyampaikan *seluruh kebenaran Allah.* *Tidak boleh* berusaha *memuaskan* selera jemaat pendengar, dan *tidak boleh* berusaha  *memajukan ketenaran* dari *pelayan Injil* itu sendiri.

    Bahkan pelayan Injil juga *perlu*  untuk  *menegur  ajaran yang tidak sehat*. Bahkan *sangat perlu* untuk *menyampaikan prinsip alkitabiah* yang *bertentangan* dengan keinginan dosa,

    Pelayan Injil yang setia *pastilah*  akan menyampaikan *seluruh kebenaran Firman* Tuhan untuk *kebaikan* kawan dombanya *( Galatia 1:6-10 / 2Timotius 4:1-5)*.

    *PEMBERITA INJIL YANG KONSISTEN DENGAN INJIL SEPENUH, TELAH MEMBERIKAN KEHORMATAN DAN KEMULIAAN  UNTUK TUHAN YESUS KRISTUS SAJA.*

    alphet.renungan pribadi:21/03/2019.

  • HARYATIE307

    22 Maret 2019

        BERSYUKUR HINGGA TERSUNGKUR

    Lukas 17:11-19

    ----

    Setiap orang Kristiani tentu pernah bersyukur. Sebab, itu adalah ajaran penting kekristenan. Pertanyaannya, atas apakah kita bersyukur. Kesuksesan meraih gelar? Memperoleh penghargaan karena prestasi? Mendapat rezeki atau penghasilan menguntungkan? Lalu, dengan sikap bagaimanakah Anda ungkapkan rasa syukur Anda? Adakah ekspresi yang luar biasa?

    Dari sepuluh penyandang kusta yang disembuhkan, hanya seorang yang bergegas kembali untuk berterima kasih kepada Yesus. Yang menarik, dia tidak sekadar mengucap syukur, melainkan tersungkur di bawah kaki Yesus. Tindakannya menandakan kesungguhan dan keterharuan yang besar dan mendalam. Dia adalah orang Samaria, yang memiliki status kurang terhormat dibanding orang Yahudi. Penyakit kusta yang sebelumnya dia derita semakin menyingkirkannya dari kehidupan sosial. Tanpa disangka, Tuhan menaruh kasih dan menyembuhkan kustanya. Seiring lenyapnya penyakit mengerikan, enyah pula segala citra buruk yang disandangnya. Keadaannya yang rendah membuat hatinya dipenuhi rasa syukur karena memperoleh anugerah dan belas kasih Yesus.

    Pernyataan syukur kita sering hambar karena kurangnya penghayatan atas ketidaklayakan kita. Kesuksesan yang kita syukuri seolah sekadar hasil kerja keras yang diberkati. Kita kurang menyadari bahwa tadinya tubuh kita dipenuhi borok dosa. Yesuslah yang menghampiri, membasuh dan merawat kita dengan penuh kasih. Ia bahkan mengangkat kita menjadi anak-Nya. Patutlah kita menghampiri-Nya dengan penuh ucapan syukur. --

    MENYADARI KETIDAKLAYAKAN MEMBUAT HIDUP KITA MELIMPAH

    OLEH RASA SYUKUR ATAS ANUGERAH YESUS KRISTUS.

    -------

  • ZEGA376

    23 Maret 2019

    SURYA KEBENARAN TLH TER BIT DI ATAS ORG YG TAKUT PD TUHAN

    ☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀

    kamu yg takut akan nama Ku, bagimu akan terbit surya kebe naran dgn kesembuhan pd sayapnya. Kamu akan keluar & ber- jingkrak-2 spt anak lembu lepas kandang.(Mal 4:2)

    Kitab Maleakhi merupakan kitab terakhir dr kitab Perjanjian Lama menuju Perjanjian Baru. Nabi Maleakhi menubuatkan bahwa surya kebenaran akan terbit dgn kesembuhan pd sayapnya. Lalu ia melanjutkan: "Kamu akan keluar & ber-jing krak-2 spt anak lembu lepas kandang.(Mal 4;2). Nubuatan ini digenapi di dlm Kristus, Putera Tunggal Bapa. "Ia akan menjadi besar &akan disebut Anak Allah Yg Mahatinggi. & Tuhan Allah akan mengaruniakan kpd Nya takhta Daud, bapa leluhurNya,(Luk 1:32), & "oleh rahmat & be las kasihan dr Allah kita, dgn mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dr tempat yg tinggi, utk menyinari mrk yg diam dlm kegelapan & dlm naungan maut utk mengarahkan kaki kita kpd jln damai sejahtera(Luk 1:78- 79).

    Kristus inilah yg diutus oleh Ba pa utk membinasakan perbuat an-2 Iblis(1 Yoh 3:8). Melalui pengorbanan Kristus dikayu sa lib kutuk dosa tlh dipatahkan Nya, & sgl kelemahan & sakit penyakit kita ditanggungNya (Mat 8:17).

    Kedtgan Kristus benar-2 meng genapi apa yg Maleakhi nubuat kan bahwa Dia dtg sbg Tabib yg ajaib, Sang Penyembuh. Matius menulis: "Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria & di bawalah kpdNya semua org yg buruk keadaannya, yg menderi ta pelbagai penyakit & sengsa ra, yg kerasukan,yg sakit ayan & yg lumpuh, lalu Yesus menyem buhkan mrk."(Mat 4:24).

    Kristus bukan hanya berkuasa menyembuhkan penyakit fisik, sakit rohanipun Ia sanggup. "Marilah kpdKu, semua yg letih lesu & berbeban berat, Aku akn memberi kelegaan kpdmu.(Mat 11:28), bahkan Ia berkuasa me nyembuhkan ekonomi yg sakit, sebab "Aku dtg, spy mrk mem punyai hdp, & mempunyainya dlm sgl kelimpahan(Yoh10:10b)

    Kalau dulu Kristus adalah surya kebenaran dgn "kesembuhan" pd sayapnya, sampai sekrgpun & bahkan sampai se-lama-2 nya, Dia tdk pernah berubah (Ibr 13:8).Surya Kebenaran hanya terbit bagi org-2 yg takut akan nama Tuhan!

    ORG KRISTEN YG TAKUT PD NYA TERBIT SURYA KEBENAR AN YG MEMBAWA DIA PD SU KACITA & HDP KEKAL. Amin. Gbu.Immanuel.23/3.

  • ZEGA376

    23 Maret 2019

    *PEMIMPIN YANG DARI TUHAN*

    (bacaan Yosua 13:1-33)

    *Yosua 13:1* (TB)  Setelah Yosua menjadi *tua dan lanjut umurnya*, berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini *masih amat banyak yang belum diduduki*.

    @. Disini Yosua sudah berumur antara  *sembilan puluh* atau *seratus tahun*. Sebab didalam *Kitab Yosua 24:29,* dikatakan bahwa Yosua  sangat lanjut umurnya dan *meninggal dalam usia seratus sepuluh tahun.*

    Pada *usia 90 - 100 tahun*. Yosua masih *tetap dipakai* oleh Tuhan untuk *memimpin* bangsa Israel guna menggenapkan FirmanNya

    -Apakah hal itu menunjukkan *tidak ada regenerasi* kepemimpinan?

    -Apakah hal itu menunjukkan *tidak ada* generasi muda Israel yang *berkenan dihati* Allah untuk  *dapat dipakai* Allah  sebagai pemimpin?

    -Apakah hal ini menunjukkan *kegagalan* Yosua untuk melakukan *suksesi* kepemimpinan?. Sebab  *Musa* telah *memberi contoh dengan mengkader Yosua* sendiri.

    *Kita tidak bisa menjawab, karena Alkitab tidak pernah memberikan keterangan untuk hal ini.!! (Ulangan 29:29)*

    @.Dari *kepemimpinan Yosua* yang tetap dipakai oleh Tuhan walaupun dalam *usia lanjut*, kita dapat belajar:

    *1*.  Bahwa Tuhan dapat *memakai* orang yang *berkenan di hati-Nya* untuk memimpin umat-Nya, pada  *usia berapapun* juga.

    *2*. Harus *disadari* bahwa *Tuhanlah yang bekerja* di dalam dan melalui diri sang pemimpin.

    *3*. Ada *masanya* seseorang harus dengan *sukacita* mundur dari kepemimpinannya karena *faktor usia, kesehatan dll*.

    *4.* Pada saat itulah, seorang pemimpin harus rela menanggalkan jabatannya *tanpa perlu merasa terhina* atau *tersingkir*, karena masa jabatan pun ada di tangan Tuhan.

    @.Dari kepemimpinan Yosua. Kita juga dapat belajar, bahwa  sebagai orang yang *dipimpin,* kita harus *mendukung pemimpin kita (Ibrani 13:7, '17)* dengan segenap *sumber daya manusia* yang  kita miliki  dan juga  mendukung  dalam *doa*, supaya dapat *menjalankan* amanat kepemimpinannya dengan *bergantung* pada Tuhan saja.

    *ADA PEMIMPIN YANG DITENTUKAN OLEH ALLAH, TETAPI ADA JUGA PEMIMPIN YANG DIPILIH OLEH MANUSIA.*

    alphet.renungan pribadi.:23/03/2019.

1001 – 1025 dari 1493    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 40  41  42 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan