Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1101 – 1125 dari 1493    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 44  45  46 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • ZEGA376

    12 Juni 2019

    Efesus 2:1-22 (TB)

    1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

    2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

    4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

    5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

    6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

    7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

    8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

    9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

    10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

    11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

    12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

    13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

    14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

    15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,  

    16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",  

    18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

    19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

    20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

    21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

    22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

  • ZEGA376

    12 Juni 2019

    Renungan malam SEIMAN #527                                    12 Juni 2019.

            MENGAPA YESUS MENANGIS

    “Maka menangislah Yesus.” Yohanes 11:35

    Pada saat Yesus, Maria dan Marta menuju ke kuburan Lazarus; Yesus tahu akan rencananya untuk mengubah suasana duka menjadi suasana sukacita. Namun catatan Alkitab mengatakan, “maka menangislah Yesus.” Mengapa Yesus menangis?

    Yesus tidak merasa takut akan kemungkinan Lazarus tertahan terus di dalam kubur. Ia tidak kuatir akan kemungkinan muzijatnya tidak akan berhasil, sebab  kematian bukanlah suatu masalah bagi Tuhan. Ia yang dapat menciptakan manusia dari debu, memiliki  kesanggupan untuk membangkitkan orang mati yang sudah menjadi debu, ataupun tubuh yang tidak lagi bernyawa seperti tubuh Lazarus. Membangkitkan orang mati, adalah salah satu yang tergampang yang Yesus dapat buat, sebab Ia hanya berkata, “Lazarus, bangunlah,” dan Lazaruspun bangunlah dari kematiannya.

    Masalah bagi Tuhan ialah berhadapan dengan manusia yang tidak percaya kepadaNya. Diperlukan mujizat yang lebih besar bagi seorang skeptik atau atheis untuk datang kepada Tuhan daripada mujizat untuk membangkitkan Lazarus dari kematiannya. Dengan demikian, maka yang menyebabkan Yesus menangis adalah adanya ketidak percayaan orang disekitarnya pada waktu itu.  Mereka berkata, “Ia menangis oleh sebab Ia mengasihi mereka.” Bukan itu alasan yang utama sampai Yesus menangis. Ia menangis sebab orang yang mengelilingiNya adalah orang-orang yang tidak percaya kepadaNya. Yesus menaruh perhatian kepada mereka, Sebab “orang yang tidak datang kepadaNya tidak akan memperoleh kehidupan”.

    Ada lagi alasan yang lain yang menyebabkan Yesus menangis. Ia menangis dengan penuh simpatik untuk mereka yang menderita. Itu bukan hanya untuk Maria dan Marta yang menderita oleh sebab kematian Lazarus; tetapi untuk mereka yang menderita sepanjang jaman oleh sebab tidak percaya kepada Tuhan.

    KasihNya begitu besar, sehingga Ia menaruh simpatik kepada penderitaan sahabatNya, walaupun Ia sadar bahwa penderitaan itu hanya sebentar saja. Yesus  merindukan untuk mengurangi penderitaan umat manusia. Sekarangpun Ia menangis bagi kita yang sedang menangis. Yesus  rindu untuk mengurangi semua beban kita. Melalui pengorbananNya, kita dijanjikan akan ada satu masa dimana segala air mata akan dihapuskan.

    Kita bersyukur bahwa Yesus sangat mengasihi kita, dan rindu agar kita dapat hidup bersamaNya untuk selamanya dimana Ia dapat menyeka semua airmata.

    Semoga kita semua memiliki pengharapan ini untuk selamanya.

                                                               Kathleen-Jonathan Kuntaraf

  • ZEGA376

    13 Juni 2019

    *JADILAH KEHENDAKMU, TUHAN!*

    Lukas 1:26-38

    _*“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38)*_

    Ada ungkapan berbunyi, “Jika berdoa meminta sesuatu, tuliskan segala permohonan di sebuah daftar, tetapi biarkan Tuhan meme-gang penghapusnya.” Artinya, boleh saja memiliki keinginan, tapi biarkan Tuhan yang menentukan jawabannya. Dengan kata lain, kita menghidupi doa Bapa Kami “Jadilah kehendak-Mu.” Namun, dalam prakteknya perkataan “jadilah kehendak-Mu” kerap hanya sebatas penutup doa saja. Ketika Tuhan menentukan jawaban-Nya berbeda dengan keinginan kita, apakah kita tetap menerimanya?

    “Jadilah kehendak-Mu, Tuhan” adalah jawaban Maria, ketika menerima pesan Allah melalui malaikat Gabriel (Luk. 1:26-38). Pesan yang diterima Maria bukan pesan biasa; Maria akan menjadi ibu dari Sang Juruselamat dan pesan ini dinyatakan pada saat Maria belum menikah. Pesan Allah ini tidak pernah dipikirkan dan diinginkan Maria sebelumnya. Memiliki anak tetapi tidak memiliki suami tentulah dianggap aib yang besar. Tetapi menariknya, Maria akhirnya menerima kehendak Allah tersebut. Ia menempatkan dirinya sebagai hamba Allah, yang menerima apa pun yang menjadi kehendak Tuannya.

    Menerima kehendak Allah di dalam kehidupan kita adalah keniscayaan. Mungkin kehendak-Nya berbeda dengan yang kita inginkan dan harapkan. Tetapi, percayalah, itu semua diberikan untuk kebaikan kita dan untuk kemuliaan-Nya. Saat ini, kita mungkin belum memahami kehendak Allah. Namun, percayalah, semuanya akan disingkapkan dengan baik oleh Allah. Maka, katakan dengan mantap, “Jadilah kehendak-Mu, Tuhan!”

  • ZEGA376

    13 Juni 2019

    *FREEWILL : KEHENDAK  BEBAS*

    (bacaan: Ezra 7:1-28)

    *Ezra 7:13* (ILT3)  Dariku telah dibuat suatu keputusan bahwa setiap orang dari *bangsa Israel,* dan para *imam* mereka, dan orang-orang *Lewi* di dalam kerajaanku, yang *rela ( Ibrani: nedab, Inggris:freewill)* pergi ke Yerusalem, *boleh* pergi bersamamu,

    @. Raja Arthasasta memberikan surat kuasa (dalam bahasa Aram) kepada Ezra. *Isi surat kuasa* yang diberikan kepada Ezra, salah satunya ialah memberikan *izin* bagi setiap orang Yahudi yang memiliki keinginan/kehendak untuk kembali ke Yerusalem guna *membangun kembali Bait Allah* dan *beribadah kepada ALLAH.*

    @. Kata *'kehendak bebas' (freewill),* dapat dipahami secara *theologis, moralistis* dan *psikologis*, sebagai *kemampuan manusia untuk menentukan pilihannya, yang tidak boleh diintervensi, atau dipaksa  oleh siapapun*. Karena setiap manusia harus *mempertanggung jawabkan* setiap *perbuatannya* kepada Allah.  

    -Jika manusia *tidak* memiliki kehendak bebas, maka manusia yang *berbuat dosa* *seharusnya* mendapatkan *pahala/reward*, karena dosa  yang dilakukannya *sudah ditentukan* lebih dulu oleh Allah, dan orang itu *sudah* melakukan "kehendak Alllah", yaitu *berbuat dosa*.

    *Contohnya*: Yudas Iskariot. Tetapi Yudas malah *dianggap* berkhianat dan berbuat dosa serta *mendapatkan hukuman*. Bukan *pahala* atau *reward.*

    @. Ada juga sekelompok orang yang beranggapan bahwa  manusia *tidak memiliki kehendak bebas/freewill* karena;

    *1. Allah Maha Kuasa*: Oleh sebab itu, Allah dengan kedaulatanNya *sudah menentukkan lebih dulu* semua yang terjadi pada *ciptaanNya.*

    - *Yang menjadi pertanyaan*;  

    #. Apakah Allah yang Maha Kuasa *harus menentukkan* segala sesuatunya lebih dulu? *Tentu saja tidak harus!.*

    sebab siapakah yang *berani*  mengharuskan  Dia?

    Oleh karena itulah *Dia boleh* menentukkan lebih dulu, *tetapi juga boleh* untuk tidak menentukkan lebih dulu, sesuai dengan *kehendakNya* sendiri.

    #. Apakah Allah dengan ke-Maha Kuasa-anNya *tidak boleh*, untuk *tidak* menentukkan lebih dulu? *Tentu saja boleh*. dan Alkitab *telah menuliskan* tentang hal ini. *Contohnya: Yohanes 3:16/ Matius 11:20-23*

    #. Apakah *jika* Allah yang Maha Kuasa, *tidak menentukkan lebih dulu* segala sesuatunya, kemudian menjadi *berkurang* Maha KuasaNya? *Tentu saja tidak.!*

    Sebab *Dia bebas* untuk menentukkan segala sesuatu  atau tidak menentukkan lebih dulu,  sesuai dengan *kehendakNya* sendiri!

    *2. Allah Maha Tahu* : Oleh sebab itu segala sesuatu yang terjadi pada semua ciptaanNya, *pasti* sudah diketahuiNya lebih dahulu.

    - *Yang menjadi pertanyaan;*

    #. *Apakah* Allah yang Maha Tahu, *harus tahu* semuannya *lebih dulu?* Tentu saja *tidak harus!*

    Sebab siapakah yang dapat *memerintahkan* Dia untuk *harus tahu lebih dulu?*

    Oleh karena itulah Dia *bebas* untuk tahu lebih dulu atau tidak.!

    #. Apakah Allah yang Maha Tahu *tidak boleh* untuk *tidak tahu lebih dulu?* TENTU BOLEH, sebab Alkitab juga  telah *berbicara* mengenai hal ini. *Contohnya: Yunus 3:1-10.*

    #. Apakah Allah yang Maha Tahu, akan *berkurang MahaTahuNya*, jika tidak mengetahui *lebih dulu*? TENTU TIDAK! Sebab Dia *bebas* untuk *tahu lebih dulu* atau *tidak tahu lebih dulu* sesuai *keinginanNya*.

    @. Allah Mahatahu dan Maha kuasa, tetapi hal itu *tidak mengharuskan* manusia untuk *tidak memiliki kehendak bebas/freewill*. Karena keMahatahuan dan keMaha kuasaanNya, Allah masih *memberikan ruang* kepada  manusia untuk *berkehendak bebas/freewill* sesuai dengan *penjelasan* yang ada di Alkitab.

    alphet.renungan pribadi: 13/06/2019.

  • ZEGA376

    13 Juni 2019

    #renungan

    *SEMPURNA*

    Kamis 13 Jun 2019

    _`Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga` (Mat 5:20)_

    Dapat dibayangkan betapa mencengangkannya perkataan Tuhan Yesus di atas, karena pada zaman tersebut orang Farisi tergolong orang yang saleh, bahkan menjadi panutan kebanyakan orang. Akan tetapi, ketika Yesus, Sang Terang Sejati, datang nampaklah ketidaksempurnaan hidup keagamaan mereka. Oleh sebab itu, Yesus mengajak para pengikut-Nya untuk memiliki hidup keagamaan yang lebih benar, `Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna` (Mat 5:48). 

    Kesempurnaan seperti apakah yang Yesus ingin kita miliki? Dalam Injil Yohanes Tuhan Yesus memberikan perintah baru yang menjadi tanda identitas seorang murid Kristus, yaitu kasih. Akan tetapi, bukan kasih sebagaimana yang dipahami dunia, melainkan kasih seperti yang dimiliki Kristus sendiri (bdk. Yoh 13:34-35). Apabila dibandingkan dengan para ahli Taurat dan orang Farisi, kasih Yesus ini sungguh berbeda. Yesus tidak menolak orang berdosa, tetapi memiliki belas kasih kepada mereka dan memberikan hidup yang baru. Yesus juga tidak menaruh hukum di atas manusia, tetapi untuk manusia. Keseluruhan kebenaran Yesus tidak pernah terpisahkan dari kasih, dan kasih Yesus ada dalam kebenaran. Inilah hidup keagamaan yang le-bih benar yang Yesus inginkan bagi para pengikut-Nya.

    *_Sr. M. Viona, P.Karm_*

    Kamis 13 Jun 2019

    Pw S. Antonius dari Padua, ImPujGrj

    2Kor 3:15-4:1.3-6; Mzm 85:9-14; Mat 5:20-26

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

    *Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)* 

    chat.whatsapp.com/3VtajF1aBvpIKGEDAhaJet 

    atau 

    chat.whatsapp.com/GGzEyegyTYHEFF6k90gdQP 

    atau 

    renunganpkarmcse.com/wagrup

  • ZEGA376

    14 Juni 2019

    #renungan

    *KOMITMEN YANG PENUH*

    Jumat 14 Jun 2019

    _`Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami` (2Kor 4:7)_

    Elisa sedang membajak ladangnya saat Tuhan memanggilnya menjadi nabi. Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa sebagai tanda untuk mengikutinya. Tanpa berpikir panjang atau pun mengambil jalan aman, Elisa segera menjawab `ya` terhadap panggilan Tuhan melalui Elia. Sepanjang masa hidup Elisa sebagai nabi, tidak ditemukan satu pun kisah yang mencemarkan namanya, bahkan karena keterlibatannya, bangsa Israel dapat menghindari banyak malapetaka. Elisa selalu tampil sebagai penasihat dan pengayom negara, baik dalam hal politik maupun ekonomi. Kisah hidupnya sungguh menunjukkan sebuah komitmen yang luar biasa untuk melayani Allah. Tidak heran, ia dapat membawa perubahan positif bagi sesama.

    Begitu pula Paulus. Ia menyatakan bahwa meskipun ditindas, ia tidak terjepit dan sekalipun dihempas, ia tidak binasa. Ini menunjukkan bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri.

    Yesus menghendaki kita memiliki komitmen total dan utuh dalam mengikuti-Nya. Artinya, kita perlu setiap saat mengikuti-Nya dengan seluruh tubuh kita (termasuk mata, tangan, dll.) sampai ke kedalaman hati kita (bdk. Mat 5:29.30). Tidak boleh ada keinginan jahat dalam hati (bdk. Mat 5:28.32).

    Sudahkah kita memiliki komitmen yang penuh dalam mengikuti dan melayani Tuhan? Kenyamanan apakah yang perlu kita tinggalkan untuk dapat melangkah maju menuju kepada kekudusan?

    *_Veronika_*

    Jumat 14 Jun 2019

    Pw S. Elisa, Nabi (PKarm/CSE)

    2Kor 4:7-15; Mzm 116:10-11.15-18; Mat 5:27-32

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

    *Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*

    chat.whatsapp.com/EgQQ6hU2syP21PH4labld4

    atau

    chat.whatsapp.com/GGzEyegyTYHEFF6k90gdQP

    atau

    renunganpkarmcse.com/wagrup

    14 Juni 2019 diubah oleh ZEGA376

  • ZEGA376

    14 Juni 2019

    *Jum'at, 14 Juni 2019*

    *DEKAT DENGAN ALLAH*

    *BACAAN ALKITAB HARI INI*

    *Daniel 6:11-28*

    *Yakobus 4:8*

    Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

    *RENUNGAN INSPIRASI*

    Kekristenan bukanlah agama namun kekristenan adalah sebuah hubungan. Menjalani kehidupan sebagai orang Kristen bukanlah menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai aturan, namun membangun kehidupan yang memiliki koneksi yang kuat dengan Tuhan. Koneksi yang kuat dengan Tuhan berbicara mengenai hubungan yang intim dengan Tuhan. Kita perlu bersyukur karena korban Kristus di kayu salib, kita dimungkinkan untuk memiliki hubungan yang khusus dengan Allah sehingga kita dapat menyebut Dia, Bapa.

    Salah satu tokoh Alkitab yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan adalah Daniel. Kita dapat meneladani ketaatan dan ketekunan Daniel yang membuat ia memiliki keintiman dengan Allah. Di atas kamarnya, terdapat tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem di mana ia berlutut tiga kali sehari, berdoa serta memuji Allah. Karena hubungannya yang intim dengan Tuhan, Daniel memiliki iman sepenuhnya kepada Tuhan sehingga ia tidak takut, dan ia sanggup menghadapi segala masalah yang menimpannya, seperti saat ia dimasukkan ke dalam gua singa.

    Dalam kehidupan kita sehari-hari, *koneksi dengan Tuhan sangat kita perlukan agar kita memiliki kekuatan rohani untuk menghadapi semua keadaan yang terjadi dalam hidup kita.* Oleh karena itu, *berdisiplinlah untuk melakukan saat teduh, berdoa, mentaati firman-Nya dan beribadah. Percayalah, ketika kita memiliki koneksi yang kuat dengan Tuhan, maka kita akan dimampukan untuk menyelesaikan semua persoalan.*

    *REFLEKSI DIRI*

    1. Apakah kita sudah memiliki koneksi yang kuat dengan Tuhan?

    2. Apa saja yang sudah kita lakukan untuk menciptakan koneksi dengan Tuhan?

    *POKOK DOA*

    Bapa di Sorga, ajar kami untuk memiliki hubungan yang intim dengan Engkau sehingga iman kami semakin kuat dan kami semakin mengenal Engkau dan kehendak-Mu dalam hidup kami. Hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, aku berdoa. Haleluya. Amin.

    *YANG HARUS DILAKUKAN*

    *Bangunlah koneksi yang kuat dengan Tuhan dan selalu miliki kerinduan untuk mempunyai hubungan yang intim dengan-Nya.*

    *HIKMAT HARI INI*

    *”Melalui hati, manusia seharusnya terhubung dengan Tuhan setiap waktu.”*

    ========================

    _*Setiap Firman Tuhan yang kita aminkan, maka Firman Tuhan itu

    akan hidup dalam kehidupan kita

    secara nyata.*

    *Terpujilah Tuhan Yesus.*_  🙏✝

  • ZEGA376

    17 Juni 2019

    #renungan

    *PENGAMPUNAN YANG MEMULIHKAN*

    Senin 17 Jun 2019

    _`Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu` (Mat 5:39)_

    Yesus begitu Maharahim bagi kita. Dia selalu mau mengampuni dan menerima kita kembali, walaupun kita sudah menyakiti-Nya dengan dosa-dosa kita. SabdaNya di atas pun meminta kita untuk menyalurkan kerahiman-Nya itu kepada sesama kita, khususnya dengan mengampuni saat kita disakiti, dilukai, dibenci, dihina. Bahkan, semakin kita disakiti, kita diminta untuk semakin mengasihi.

    Beberapa cara atau ungkapan mengasihi dan mengampuni ini a.l.: mendoakan dan mempersembahkan kurbankurban kecil sehari-hari bagi mereka yang menyakiti kita, menyadari kehadiran Yesus dalam diri mereka, melihat kelebihan dalam diri mereka, dan mensyukuri kehadiran mereka.

    Kita pun bisa melihat lebih jauh bahwa di balik pengampunan dan pemulihan, baik pemulihan relasi kita dengan Tuhan, sesama, maupun dengan diri sendiri, ada sukacita, kedamaian, kelegaan, ketenangan, keharmonisan, bahkan penyembuhan fisik. Dengan mengampuni, kita pun akan lepas bebas untuk datang kepada Tuhan dan mencintaiNya tanpa ada beban, khawatir, ketakutan, rasa bersalah, atau pun perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Sebaliknya, dengan tidak mau mengampuni, kita menghambat relasi kita dengan Tuhan juga karena tidak mau mengampuni berarti menolak mengasihi, padahal Allah adalah Kasih.

    *_Sr. M. Enrika, P.Karm_*

    Senin 17 Jun 2019

    2Kor 6:1-10; Mzm 98:1-4; Mat 5:38-42

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    17 Juni 2019

    *JAWABAN BERHIKMAT VS JAWABAN MUNAFIK*

    (bacaan:Markus 11:20--33)

    *Markus 11:31-32* (TB)  *Mereka* memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: *"Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?*

    Tetapi, masakan kita katakan: *Dari manusia!"* Sebab mereka *takut* kepada *orang banyak*, karena semua orang *menganggap* bahwa Yohanes *betul-betul seorang nabi.*

    @. Untuk *menjawab pertanyaan* dari Yesus Kristus mereka *berdiskusi*. Dan mereka harus  *mengakui* bahwa  baptisan Yohanes *berasal dari sorga,* yang memang *betul* demikian adanya.

    Jika jawaban ini yang mereka berikan, *maka sama dengan membuat malu diri mereka sendiri;* karena Kristus akan membalikkan jawaban itu kepada mereka, *"Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya dan tidak menerima baptisannya?"*

    -Tetapi jika mereka mengatakan: *"Berasal dari manusia,* dan *Yohanes tidak diutus oleh Allah*, serta  *pengajaran* dan *baptisannya merupakan buatannya sendiri,"* maka sama dengan *membahayakan* diri sendiri, karena orang banyak akan langsung *menindak* mereka atau paling tidak *menuntut* mereka, karena semua orang *menganggap* Yohanes betul-betul seorang *nabi*.

    -Sebab itulah mereka menjadi *kacau, bingung* dan *dipaksa* untuk mundur secara *tidak hormat,* serta *berpura-pura* tidak peduli dengan memberikan jawaban: *"Kami tidak tahu."*

    Dan hal ini cukup *memalukan* bagi orang-orang sombong tersebut dan juga  *menambahkan perasaan  kebencian* yang sangat  dalam di antara mereka kepada *Yesus Kristus.*

    @. Apa yang dilakukan Kristus dengan *jawaban berhikmat-Nya* ini *harus* diusahakan untuk lakukan juga, supaya kita dapat *membungkamkan* kepicikan orang-orang yang bodoh *(1Petrus 2:15).*

    *Jawaban*  yang *berhikmat* seperti Yesus Kristus *harus kita berikan*  kepada  mereka yang memang *tidak layak* untuk diberi tahu KEBENARAN Kristus, karena *sudah jelas* mereka *tidak* bermaksud untuk *mencari kebenaran* tetapi mencari *kemenangan* belaka.

    Dan juga  kepada mereka yang *tidak percaya kepada mujizat Alllah*. Kita *tidak* perlu mengatakan bahwa KUASA untuk melakukan mujizat  Ilahi *berasal* dari Allah. Karena *sudah jelas* dengan sendirinya bahwa mujizat yang dilakukan oleh orang percaya  *tidak bisa* dilakukan manusia mana pun kalau *tidak disertai* oleh Allah sendiri.

    -Mereka  yang *tidak ingin* mencari kebenaran Allah *tetapi* mau *menang sendiri* dan yang *menolak* mujizat Allah. *Biarkanlah* mereka *menunggu* dan *berpikir* sendiri.

    *Sampai* akhirnya  akan  *menunjukkan* dirinya sendiri sebagai *musuh* dari Tuhan Yesus Kristus.

    alphet.renungan pribadi:17/06/2019.

  • ZEGA376

    18 Juni 2019

    Shalom

    Baharuilah Kami Tuhan

    Ratapan 5; 1 Petrus 5:6

    ”Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!”

    (Ratapan 5:21)

    Adalah satu kesadaran yang luar biasa baik kalau setelah terpuruk sekian lamanya pun kita masih tetap punya keinginan dan kerinduan agar Tuhan memulihkan kita kembali. Karena kenyataan menunjukkan bahwa kadangkala anak-anak Tuhan jatuh, tersungkur dan terus tergeletak tanpa mampu untuk bangkit kembali. Tentunya keinginan untuk bangkit dan dipulihkan itu dimulai dari satu kesadaran bahwa ketersungkuran dan keterpurukan tersebut berawal dari kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya. Pada dasarnya Allah itu panjang sabar dan penuh kebaikan. Tidak akan dibalaskannya kepada kita setimpal dengan perbuatan kita asal orang tersebut dengan penuh kesadaran mau bangkit kembali.

    Seorang hamba Tuhan suatu waktu tersandung masalah sehingga posisinya sebagai gembala harus digantikan oleh istrinya. Namun Puji Tuhan dia menyadari keadaannya dan menerima keputusan itu sebagai konsekuensi dari apa yang telah dia lakukan. Dia tidak melarikan diri dari kenyataan dan tetap ada mendampingi istrinya yang berubah peran sebagai gembala dengan segala resiko menanggung malu dan hujaman tatapan mata seluruh jemaat yang memandang dia setiap kali ada ibadah di gereja. Bahkan tidak jarang khotbah-khotbah yang disampaikan dia anggap itu sengaja ditujukan kepada dirinya. Namun dengan segala kerendahan hati dia tetap menerimanya dengan besar hati. Dia yang tadinya duduk di belakang podium menghadap ke jemaat kini harus duduk di deretan jemaat menghadap ke podium. Bertahun-tahun dia terus bertahan dalam kondisi seperti itu tanpa berusaha memberikan perlawanan terhadap kondisi tidak enak yang dia alami. Akhirnya satu waktu sinode gerejanya mengukuhkan dia kembali sebagai gembala setelah melihat proses penyesalan dan pertobatan yang dia lakukan. Tetapi dengan segala kerendahan hati dia tetap menganggap dirinya pendosa yang sebenarnya tidak layak menerima pengampunan sehingga sampai hari tuanya dia tetap melakukan satu kebiasaan yang tidak pernah dia abaikan yaitu setiap hari menyapu dan mengepel gereja serta mengelap bangku-bangku gereja dengan penuh kasih karena katanya, "Aku ini seorang pendosa yang diampuni Tuhan." Apa yang telah dia lakukan sampai matinya justru menjadi teladan yang membekas di hati seluruh jemaatnya sehingga tanpa sadar para jemaat sering menitikkan air mata apabila mengenang hamba Tuhan tersebut.

    Renungan :

    Tidak ada seorangpun yang cukup suci dan benar di hadapan Tuhan untuk dapat berkata bahwa dia berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Tetapi kesadaran untuk senantiasa minta pemulihan dari Tuhan akan membawa kita selamat sampai di Sion yang kudus.

    Allah benci dosa namun Dia mengasihi orang berdosa. Apakah engkau sudah cukup suci untuk tidak minta pemulihan Tuhan setiap saat dalam hidupmu?

    GBU

  • ZEGA376

    18 Juni 2019

    *KOMITMEN DAN KEBANGUNAN  ROHANI*

    (bacaan:  Nehemia 10:1-39)

    *Nehemia 10:28-29* (TB)  Dan *orang-orang yang lain*, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para penyanyi, para budak di bait Allah dan segala orang yang *memisahkan diri* dari penduduk negeri untuk *patuh* kepada *hukum Allah*, serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti,

    *menggabungkan diri* dengan saudara-saudara mereka, yakni pemuka-pemuka mereka itu. Mereka *bersumpah* kutuk untuk hidup *menurut hukum Allah* yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk *tetap mengikuti* dan *melakukan* segala perintah TUHAN, yakni Tuhan kami, serta segala *peraturan* dan *ketetapan-Nya*.

    @. *Kebangunan rohani* yang dipimpin Ezra sang *ahli Kitab*, seperti yang dituliskan pada kitab  *Nehemia 8:1-10:39.* Telah  menghasilkan *komitmen tegas* untuk *mentaati* kehendak Allah dan *membangun hubungan pribadi* dengan Allah. Hal ini *dinyatakan* dalam *pengabdian diri* umat itu:

    - untuk *melayani* Tuhan dalam kesetiaan kepada perintah-perintah-Nya *(Nehemia  10:29);*

    -untuk *memelihara diri* mereka dari pencemaran dan memisahkan diri dari dunia *( Nehemia 10:30-31 )*

    -untuk *mendukung* pekerjaan Allah dengan waktu, uang, dan harta milik mereka *( Nehemia 10:32-39)*

    @. Yang dapat kita *pelajari* dan  *terapkan* untuk *gereja Tuhan masa kini* dari  *kebangunan rohani* yang dilakukan oleh Ezra adalah;

    *1). "Keberhasilan"* seorang pemimpin *rohani/gereja* dapat *diketahui* dan *diukur* secara *"kasar"*  dari banyaknya *prosentase* jemaat yang;

    - *Melayani* TuhanYesus  dalam *kesetiaan* kepada FirmanNya .

    - *Memelihara diri* mereka dari *pencemaran* hawa nafsu dan *memisahkan diri* dari  dosa dunia.

    - *Mendukung* pekerjaan Tuhan dengan mempersembahkan *sumber daya manusia,  waktu, uang,* dan *harta* milik mereka.

    *2)*. Keseriusan dari *jemaat Tuhan* (orang percaya) untuk melakukan *reformasi* dan *kebangunan   rohani*, haruslah *terlihat* dari *tekad* yang *tidak hanya memberikan komitmen secara umum*, tetapi juga *komitmen secara khusus* kepada Tuhan Yesus.

    -Komitmen secara *umum*, haruslah  *bertekad* untuk *menghidupi*  Firman  Allah dan tetap *mengikuti* dan *melakukan* segala  kehendak-Nya *(Nehemuia10:29)*.

    -Komitmen secara *khusus*, haruslah *tetap  terfokus* pada kehidupan *ibadah*  dan *persekutuan pribadi* dengan Allah.

    Hal ini bukan berarti kehidupan sosial *tidak penting*.  Karena  *kehidupan ibadah*  dan *ketaatan* orang percaya kepada *Frman* dan *kehendak Tuhan*, merupakan *dasar* yang baik bagi *kehidupan sosial*.

    Artinya Jika *hubungan* dengan Tuhan *beres*, hubungan dengan *sesama manusia* pasti mengalami hal *yang serupa.*

    alphet.renungan pribadi:18/06/2019.

  • ZEGA376

    20 Juni 2019

    MASA DEPAN ORG PERCAYA SUNGGUH INDAH & CERAH

    "Krn masa depan yg indah & cerah sungguh ada bagi org yg percaya setia kpd Tuhan & harapanmu utk hdp kekal tdk akan hilang.(Ams 23:18)

    Melihat keadaan & peristiwa yg terjadi didunia saat ini yg tdk terduga sangatlah wajar bila banyak org mengalami ketakut an & kekuatiran tentang hdp mrk di masa depan. Dgn nada pesimis mrk berkata, "Tdk ada masa depan, masa depan sema kin suram!" Seburuk apa pun situasi yg sdg terjadi kita hrs te tap optimis, sebab masa depan yg indah & cerah itu sungguh ada & pengharapan dlm Tuhan itu tdk akan hilang ditelan oleh berbagai kesukaran.

    Ingat janji F.T adalah jaminan bagi masa depan kita. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan- 2 apa yg ada pd-Ku mengenai kamu, demikianlah F.T, yaitu rancangan damai sejahtera & bukan rancangan kecelakaan, utk memberikan kpdmu hari de pan yg penuh harapan." (Yer 29:

    11). Kita percaya bahwa "tdk 1 pun dr rencana Tuhan yg gagal."

    (Ayb 42:2). 

    Ketika umat Israel merasa tdk yakin akan masa depannya, merasa mustahil dpt menyebe rangi sungai Yordan, Yosua menguatkan mrk bahwa Tuhan pasti melakukan perbuatan ajaib asal mrk mau mengudus kan diri. "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yg ajaib di antara kamu."(Yos 3:5).

    Mungkin saat ini kita sdg meng alami jln buntu, tapi percayalah tdk ada yg mustahil bagi Tuhan

    . "Bukankah Engkau yg menge ringkan laut, air samudera raya yg hebat? yg membuat laut yg dlm menjadi jln, spy org-2 yg di selamatkan dpt menyeberang?"

    (Yes 51:10). 

    Masa depan yg penuh harapan akan menjadi bagian kita asal kita mau menguduskan diri & mau melakukan kehendakNya, & tdk menjamah perkara yg na jis.

    Menguduskan diri bukan berarti hrs mencapai tingkatan rohani tertentu / mencapai kesempur naan, namun yg terutama sekali kita hrs punya rasa haus & lapar akan perkara-2 rohani, mengin gini Tuhan lbh dr apapun."Siapa

    gerangan ada pdku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tdk ada yg kuingini di bumi."

    (Maz 73:25). 

    Masa depan yg penuh harapan bukan sekedar ilusi / angan-2 bagi org-2 yg senantiasa merin dukan Pribadi-Nya, yg mau membayar harga dgn menang galkan semua beban dosa & me lepaskan ikatan persahabatan dgn dunia ini!

    Hdp dlm kekudusan(kesucian) adalah langkah menuju kehdp an yg berkemenangan & berma sa depan yg indah, cerah & ke kal!

    ORG BERDOSA MASADEPAN NYA GELAP SEKALIPUN SECA RA MATERI SUKSES, BERKELIM PAHAN HARTA, HANYA SEBA TAS KUBUR SAJA,(Mzm 49;17- 18). TAPI MASA DEPAN ORG PERCAYA INDAH & CERAH, KRN SGL HASIL JERIH LELAHNYA DLM TUHAN MENGIKUT SERTA SAMPAI KESURGA(Wah 14;13).

    Amin.Gbu.Immanuel.20/6.

  • ZEGA376

    20 Juni 2019

    *Move On!*

    Yesaya 40:29-31

    Ingatkah Anda dengan isi Hukum Newton yang pertama? “Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan.” Contoh peristiwa sehari-hari yang sering kita jumpai, misalnya pada saat kita berdiri di dalam bus yang sedang melaju, jika tiba-tiba bus direm, para penumpang akan terdorong ke depan. Contoh lainnya adalah kita akan sulit mengendalikan mobil atau motor yang sedang melaju dengan kencang.

    Sama halnya dengan iman orang percaya. Jangan biarkan kita hanya tinggal diam saja atau tidak melakukan apa-apa di dalam menanggapi Amanat Agung dari Tuhan Yesus. Kita harus terus setia melayaniNya agar iman kita terus bergerak dan bertumbuh. Ibarat kendaraan bermotor yang sudah tidak pernah dipanaskan atau dipakai sama sekali dalam jangka waktu yang sangat lama, cepat atau lambat pasti akan rusak, sehingga tidak akan berfungsi sama sekai. Begitulah halnya dengan orang percaya, tidak cukup kita hanya percaya kepadaNya, namun kita juga harus menunjukkan iman kita dengan perbuatan nyata. Perbuatan kita harus mencerminkan apa yang kita imani, serta mencerminkan kasih Tuhan yang kita wujudkan secara nyata kepada sesama.

    Suatu saaaat kita akan berjumpa dengan Tuhan di Sorga dan akan dimintai pertanggungjawaban sebagai orang percaya saat kita berada di bumi. Apa yang sudah kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita memang sungguh-sungguh percaya dan mengasihi Tuhan? Iman kita bukan hanya ditunjukkan dengan rajin pergi ke gereja untuk beribadah. Kasih kita kepada Tuhan dan sesama bukan dilihat dari sudah berapa banyak atau seberapa sering kita memberikan persembahan buat Tuhan dan sesama. Iman dan kasih kita ditunjukkan dengan kesetiaan mengiring Tuhan apa pun keadaan yang kita hadapi.

    Mungkin di antara kita saat ini, ada yang merasa letih atau mungkin merasa bahwa semua pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan sia-sia saja. Orang di sekitar kita memandang rendah apa yang kita kerjakan. Percayalah, Tuhan melihat kesungguhan hati dan semangat kita di dalam melayaniNya. Manusia tidak bisa mengukur kedalaman hati bahkan kesungguhan hati kita di dalam melakukannya. Tetaplah setia dan giat di dalam melakukan pelayanan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita sekarang. Apa pun yang kita lakukan, sekalipun itu kita lakukan di dalam keterbatasan keadaan kita, semuanya akan berkenan di hadapan Tuhan. Kasih karunia Tuhan yang senantiasa mencukupkan, itulah yang akan memampukan kita untuk melakukan yang terbaik bagiNya. Tuhan yang memanggil kita, Tuhan juga yang akan bertanggung jawab melengkapi dan menuntun kita.

    ================================================================

  • ZEGA376

    20 Juni 2019

    *MEMBEDAKAN YANG FANA DAN YANG KEKAL ABADI*

    (bacaan: Markus 13:1-20)

    *Markus 13:1* (TB)  Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, *seorang murid-Nya* berkata kepada-Nya: *"Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"*

    @. Kalimat: *"...."Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"* Tidak *masuk akal,* atau *menganggap biasa* saja bagi yang *belum pernah melihatnya*.

    *Tetapi* untuk yang  *pernah* menyaksikan *sangatlah menakjubkan* seperti yang diungkapkan oleh *Yosefus* yang *melukiskan* batu-batu itu sebagai berukuran *tiga puluh tujuh* kali *dua belas* kali *delapan belas* kaki. Dia selanjutnya mengatakan bahwa, *" ... bagian depan seluruhnya terbuat dari batu yang digosok sedemikian rupa sehingga keserasiannya sangat menonjol*. (Antiquities, XV.xi.3-5).

    @.Betapa *cepat* dan *sering* serta *banyaknya*  orang yang pecaya kepada  Yesus Kristus  *tertarik (baca:memberhalakan)* hal-hal yang terlihat *megah, dikagumi banyak orang* atau yang selama ini *dipandang* sebagai *keajaiban dunia.*

    Padahal *sebelumnya* orang percaya sudah *mengetahui* bahwa, *kekaguman (baca: idola)* kita kepada kepada Yesus Kristus *tidak boleh bergeser* atau *tergantikan* oleh semua benda-benda yang *fana* dan akan segera *ditinggalkan.*

    @. *Salah satu bukti* bahwa ada orang percaya (entah sedikit atau banyak) yang *lebih mengkagumi* bahkan *memberhalakan* hal-hal yang *fana,* adalah *banyaknya* orang percaya yang *rela mengeluarkan/membelanjakan uang jutaan rupiah* bahkan *sampai milyaran rupiah* untuk *mengunjungi* tempat-tempat yang dianggap; *hebat, fenomenal, indah* dan mungkin juga yang *dianggap keramat*.

    Tetapi *ironis* dan *berlawanan sekali* dengan ketika  *memberikan persembahan* kepada Tuhan Yesus Kristus (yang menjadi juru selamat hidupnya) pada saat datang *beribadah* kedalam *rumah Tuhan/Gereja*. yaitu dengan membawa  *pemberiaan sekedarnya* saja....KASIHAN SEKALI ORANG KRISTEN YANG SEPERTI INI, SEBAB TIDAK TAHU MEMBEDAKAN YANG KEKAL DENGAN YANG FANA.

    aphet.renungan pribadi: 20/06/2019.

  • ZEGA376

    21 Juni 2019

    #renungan

    *BERMEGAH DALAM KELEMAHAN*

    Jumat 21 Jun 2019

    _`Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku` (2Kor 11:30)_

    Merayakan kebangkrutan? Kita semua pasti berpendapat betapa bodohnya tindakan itu! Namun, ibu dari seorang penulis bernama Leo Buscaglia melakukan hal itu. Suaminya pulang suatu petang dan dengan sedih berkata kepada keluarganya bahwa rekan bisnisnya telah membawa lari semua aset perusahaan. Kebangkrutan tak terelakkan lagi. Bukannya terpuruk dalam keputusasaan, ibu Leo justru keluar, menggadaikan beberapa perhiasannya, dan menyiapkan makan malam yang lezat. Ketika anggota keluarga memprotesnya, ia menjawab, `Saat bersukacita adalah saat ini tatkala kita sangat membutuhkannya, bukan minggu depan.`

    Ketika kita mengalami berbagai kesukaran, ketakutan, dan kesedihan, Allah tidak menginginkan Anda menjadi seorang yang munafik dengan senyum di wajah. Namun, Dia menginginkan kita untuk mempercayai-Nya melalui semua keadaan itu. Dia menginginkan kita untuk menerima kegagalan, sakit-penyakit, dan kehilangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan pengharapan.

    Tuhan rindu agar kita menyerah kepada kehendak-Nya, seperti Rasul Paulus. Ia mampu bersukacita dalam segala peristiwa dalam hidup, dan ini pun yang dipersembahkan oleh St. Aloysius Gonzaga yang kita peringati hari ini. Alasan utama bahwa kita dapat bermegah atas kelemahan kita adalah kita mempunyai Tuhan yang tetap mengasihi kita dan pasti sanggup menolong kita, asal kita teguh berpegang pada-Nya.

    *_Sr. M. Martha, P.Karm_*

    Jumat 21 Jun 2019

    Pw S. Aloisius Gonzaga, Biarawan

    2Kor 11:18.21-30; Mzm 34:2-7; Mat 6:19-23

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • ZEGA376

    21 Juni 2019

    MENGANDALKAN MANUSIA= MELECEKAH KEMAMPUAN TUHAN

    Terkutuklah org yg mengandal kan manusia, yg mengandalkan kekuatannya sendiri, & yg hati nya menjauh dr pd Tuhan.(Yer

    17:5)

    Utk menjadi org yg sukses / ber hasil di sgl bidang kehdpan di butuhkan kerja keras / usaha yg tdk mudah. Kita hrs tekun & tdk mudah putus asa. Namun ba

    nyak org yg tdk menyadari akan hal ini sehingga mrk berusaha mencari jln yg mudah / instan utk meraih suatu kesuksesan / keberhasilan.

    Alkitab menegaskan bahwa ke suksesan / keberhasilan yg di raih secara instan / gampang pd akhirnya tdk akan mendtg kan berkat bagi seseorg, spt di katakan Salomo, "Milik yg di peroleh dgn cepat pd mulanya, akhirnya tdk diberkati=menga lami kebocoran & pd akhirnya habis." (Ams 20:21). 

    Spt org yg mencari pertolongan kpd manusia, dukun, org pintar & sbgnya adalah org yg ingin mendptkan berkat secara cepat & instan. Ini tdk dibenarkan F.T!

    Mengandalkan manusia & me naruh pengharapan kpdnya ada lah perbuatan yg terkutuk(Yer 17;5). Itu berarti kita tdk mem percayai kuasa Tuhan yg tdk ter batas itu, artinya kita sdg meren dahkan/melecehkan kuasaNya.

    Tuhan menghendaki agar kita mengandalkan Dia dlm sgl hal, sebab kita ini adalah anak2Nya

    . F.T menetegaskan, "Diberkati lah org yg mengandalkan Tuhan

    , yg menaruh harapannya hanya kpd Tuhan!"(Yer 17;7).

    Sdh seharusnya kita menaruh pengharapan sepenuhnya kpd Tuhan krn hanya Dia yg Maha kuasa & dpt dipercaya & tdk per nah gagal(Ayb 42;1-2)!

    Jgnlah se-kali2 menggantung kan harapan kpd manusia bisa kecewa, krn kuasa manusia itu sangat terbatas(Yes 2;22). Sadarlah,bahwa Tuhan tlh mem perlengkapi kita masing-2 dgn akal budi & juga keahlian(bakat)

    . Potensi yg ada dlm diri kita hrs dimaksimalkan + dgn pertolong an Roh Kudus, kita bisa jadi lbh dr pemenang. Oleh krn itu kita hrs mau bekerja & berusaha, sebab org yg malas tdk boleh makan(2 Tes 3;10) & jadi saha bat si perusak(Ams 18;9). Tdk ada istilah berpaku tangan / me nanti uluran tangan org lain. Dgn bekerjalah manusia mene mukan dirinya sbg manusia yg segambar dgn Allah krn Allah juga bekerja, spt dikatakan oleh Tuhan Yesus, "BapaKu bekerja sampai skrg, maka Akupun be kerja juga."(Yoh 5:17). Bahkan dgn kerja Rasul Paulus menen  tang org yg tdk mau bekerja, yg hdpnya menggantungkan harap an kpd org lain, "jika seorg tdk mau bekerja, jgnlah ia makan."

    (2 Tes 3:10b). 

    Jgn sia-2kan potensi yg Tuhan beri & andalkan Dia senantiasa.

    "Jgn berharap pd manusia, sebab ia tdk lbh dr pd embusan nafas, & sebagai apakah ia dpt dianggap?"(Yes 2:22).

    MENGANDALKAN MANUSIA PASTI KECEWA & JADI BUDAK ORG YG DIANDALKAN, TAPI YG MENGANDALKAN TUHAN, PAS TI DIBERKATI & TDK PERNAH GAGAL.

  • ZEGA376

    21 Juni 2019

    ```Shalom```  ⭐✝

    Renungan Harian

    21 Juni 2019

          _*KEHENDAK BEBAS DALAM PENGHAKIMAN*_

        Membahas mengenai penghakiman tidak dapat dipisahkan dari kehendak bebas, sebab kalau manusia tidak memiliki kehendak bebas, maka tidak perlu ada penghakiman. Manusia diciptakan dengan kehendaknya bersifat bebas. Kehendak bebas artinya manusia dapat memilih taat kepada Allah atau memberontak kepada-Nya. Dengan demikian kehendak bebas berarti manusia menentukan nasib dan keadaan diri sendiri. Sebenarnya, kehendak bebas bisa didefinisikan sebagai konsep yang menyatakan bahwa keadaan perilaku manusia tidak mutlak ditentukan oleh kausalitas di luar dirinya, tetapi merupakan akibat atau hasil dari keputusan dan pilihan yang dibuat melalui sebuah aksi dan reaksi dari diri sendiri. Keputusan dan pilihan tersebut ditentukan oleh komponen dalam diri manusia, yaitu pikiran dan perasaannya.Allah memberi manusia komponen untuk dapat membuat pilihan yang pasti akan menentukan atau paling tidak memengaruhi keadaan dirinya. Komponen itu adalah pikiran dan perasaan. Dari pikiran dan perasaan ini, seseorang memiliki kemampuan mempertimbangkan sesuatu. Dari hasil pertimbangannya tersebut seseorang dapat mengambil keputusan atau memilih. Inilah kehendak bebas.

        Bila hendak menemukan pengertian kebebasan yang sejati, kita harus melandaskannya kepada Alkitab secara jujur dan obyektif.Dalam hal ini, kitab Kejadian telah meletakkan landasan pengertian kebebasan kehendak yang benar. Kitab Kejadian mengungkapkan hal ini dengan sederhana, jujur, jelas, dan cerdas. Tuhan menaruh dua pohon di tengah Taman Eden, menunjukkan dengan sangat jelas bahwa manusia diberi kehendak bebas. Dalam kehendak bebasnya, manusia harus memilih antara kehidupan atau kematian dari kerelaan kehendaknya, apakah manusia mau taat atau tidak taat. Dalam pengertian bebas, Allah harus membiarkan manusia menentukan sendiri pilihannya, tanpa intervensi dari pihak manapun. Dalam pengertian bebas yang benar, Allah juga membiarkan ular yang adalah personifikasi Iblis masuk ke dalam taman dan mencobai serta membujuk manusia untuk berbuat sesuatu, yaitu melanggar apa yang seharusnya tidak dilakukan oleh Adam (Kej. 2:16-17, 3:1-24). Allah tidak berusaha menghindarkan manusia dari pencobaan tersebut, karena Allah memberi kehendak bebas kepada manusia. Inilah konsekuensi menjadi makhluk yang bebas.

        Dalam pengertian kebebasan yang proporsional, termuat makna dimana manusia harus mempertimbangkan sendiri segala sesuatu yang hendak dilakukan dan dirinyalah yang menjadi pengambil keputusan akhir. Dalam Kejadian 3:6 tertulis: Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Sebelum makan buah yang dilarang tersebut, mereka sudah mempertimbangkannya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan makan buah tersebut adalah keputusan yang lahir dari pertimbangan mereka sendiri. Allah memberi nasihat, peringatan, dan bila perlu teguran, tetapi keputusan akhir tetap pada manusia. Keputusan tersebut menentukan keadaan manusia di kemudian hari, tanpa bisa dibatalkan.

        Pengertian kebebasan manusia adalah kebebasan yang proporsional, natural atau benar, bukan kebebasan yang tidak dikenal dalam kehidupan secara wajar. Kalau kebebasan tidak dipahami secara benar, maka manusia tidak menempatkan dirinya sebagai makhluk yang harus bertanggung jawab. Tuhan tidak pernah menjadi kausalitas atau penyebab kejahatan atau dosa. Allah tidak pernah menetapkan manusia untuk jatuh dalam dosa dan melakukan kejahatan. Dalam hal ini sangat jelas tak terbantahkan, bahwa Allah tidak mengendalikan manusia. Manusia mengendalikan dirinya sendiri. Memang Allah yang menciptakan kemungkinan ciptaan-Nya bisa melakukan kesalahan, tetapi bukan dirancang untuk (harus) melakukan kesalahan. Jadi, apakah manusia melakukan kesalahan atau tidak ditentukan oleh dirinya sendiri. Dengan demikian manusia harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya.

        Manusia berinisiatif melakukan tindakan dari diri sendiri. Dengan demikian manusia sepenuhnya bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan. Allah tidak ikut mengambil bagian dalam kesalahan yang dilakukan manusia atau kebaikan yang dilakukan manusia. Allah berdiri di luar sebagai Hakim, Allah bukan pelakunya. Kalau Allah ikut terlibat dalam tindakan manusia, maka Allah tidak bisa berdiri sebagai hakim. Hakim harus berada di luar tindakan yang dihakimi. Kalau Allah ikut terlibat dalam kejatuhan manusia, maka Allah tidak seharusnya menghalau atau mengusir manusia dari Eden. Kalau Allah ikut terlibat dalam pengambilan keputusan, maka Allah harus ikut memikul akibatnya bersama dengan manusia. Betapa jahatnya sosok allah yang menetapkan suatu kejadian atau perbuatan seseorang, kemudian menghakimi dan menghukum manusia tersebut. Allah yang benar tidaklah demikian.

  • ZEGA376

    21 Juni 2019

    Jumat, 21-06-2019

    *🙏🏼🗣Shallom...*❗

    *💕Tuhan Yesus baik❣*

    *💕"ARTI HIDUP BERKELIMPAHAN"🌷*

     Baca'an:

    *Yohanes 17:1-26*

    _*🔎"Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."*_

    *Yohanes 17:14*

     *"Renungkanlah:"*❗

    *{1}*✒

    _Tuhan Yesus mengatakan bahwa meskipun kita orang percaya hidup di dunia, namun kita bukan berasal dari dunia._

    *{2}*🖋

    _Ketika kita dilahirkan kembali kita tidak akan melakukan hal-hal yang sama dilakukan oleh orang dunia_.

     *Inilah kunci untuk mengalami hidup yang berkelimpahan di dalam Tuhan.*

    *{3}*🖊

    *Jadi hidup berkelimpahan juga berarti bahwa harus kita memisahkan diri dari dunia.*

    _*Jalan hidup kita seharusnya berbeda dari orang yang tidak mempunyai Kristus di dalam hidupnya*_.

    Alkitab mengatakan,  

    *"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,"*

    *(Efesus 5:8),*

    _dan rasul Petrus dalam suratnya juga menyatakan bahwa  _*"...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"*_

    _(1 Petrus 2:9)._

    *{4}*🖍

    *Ketika seseorang dipenuhi oleh Roh kudus ia akan berbicara, berpikir dan bertindak dengan cara yang berbeda.*

    *{5}*

    _Jika hidup kita sejalan dengan firman Tuhan kita pun tidak akan mempunyai tingkah laku yang duniawi._

    _*"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"*_

    _(Filipi 2:5)._

    *{6}*✏

    _Jika hati dan pikiran Saudara dikuasi oleh Roh Kudus dan sesuai dengan pikiran Kristus, maka_  *"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."*

    _(Filipi 4:7)._

    *{7}*🖌

    _Hidup yang berkelimpahan berarti hidup sejalan dengan firman Tuhan._  

    _*Kita tidak dapat mengikuti Kristus kecuali jika kita berjalan dalam jalan yang sama dengan jalan-Nya.*_

    *Oleh karena itu kita harus memisahkan diri dari  'jalan dunia'  ini.*

    _Ada tertulis:_ *"Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji"❓*

     _(Amos 3:3)_.

    *{8}*🕹

    _Sebagai orang-orang yang  'bukan'  dari dunia ini kita harus bertindak tegas terhadap segala dosa,  maka_

    _*"Jauhkanlah dirimu dari segala kejahatan."*_

    _(1 Tesalonika 5:21-22)._

    *{9}*✔

    _Hidup yang berkelimpahan adalah menikmati persekutuan yang intim dengan Bapa kita di sorga melalui doa dan merenungkan firman-Nya sehingga kita akan memenuhi tujuan utama Tuhan untuk hidup kita._

    *{10}*🗝

    _*Tujuan utama-Nya adalah kita diutus menjadi saksi-Nya dan memberitakan firman-Nya kepada dunia*_.  

    *Jika kita tidak dapat mewartakan firman-Nya lewat berkhotbah, kita dapat mewartakan Injil kerajaan-Nya lewat berbagai cara lainnya.  Salah satunya:*

    _*"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,"*_

    (Amsal 3:9).

    *📌"Kita harus bersinar seterang cahaya dalam kegelapan, menceritakan kepada dunia apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita".*

    *🙏🏼Selamat berkarya bagi Tuhan*

    _*💕TETAPLAH MENJADI BAIK SAMPAI AKHIR🌷*_

    *🙏🏼Tuhan Yesus memberkati.*

        *🙏😇🌻AMEN🌻😇🙏*

    🙏🏼🌻🌷🌼✝🌼🌷🌻🙏🏼

  • ZEGA376

    21 Juni 2019

    *Kegelapan yang Diterangi*

    Mazmur 119:105

    Apakah Anda memiliki lampu baterai atau lampu emergency di tempat tinggal Anda? Lampu baterai merupakan lampu yang dapat menolong kita pada saat listrik di tempat tinggal kita padam. Lampu baterai otomatis akan menerangi setiap ruangan yang gelap ketika aliran listrik mati sehingga kita dapat melihat dengan jelas semua benda yang ada di sekitar kita.

    Begitu pula dengan Alkitab, yaitu sumber terang yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Pemazmur menyebut firman Tuhan sebagai pelita bagi kaki dan terang bagi jalan, meskipun ada orang yang mengatakan bahwa Alkitab adalah sebuah kitab yang menyesatkan karena ada ayat-ayat di dalamnya yang tidak masuk di akal mereka. Sebagai contoh, misalnya mengenai ketritunggalan Tuhan, dan juga beberapa mujizat yang Yesus lakukan ketika Ia berada di bumi, bahkan ada yang meragukan tentang kematian Yesus, dan lain sebagainya.

    Memang tidak semua bagian di dalam Alkitab dapat dengan mudah kita mengerti. Ada bagian-bagian tertentu di Alkitab yang cukup sulit untuk kita pahami. Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat cepat dan mudah untuk memahami sejumlah ayat firman Tuhan adalah karena dosa. Dosalah yang mengakibatkan pikiran kita menjadi gelap sehingga kita tidak dapat menangkap maksud Tuhan yang mulia, baik, dan suci. Di dalam sifat keberdosaan kita, kita adalah makhluk kegelapan yang sangat membutuhkan terang.

    Dalam memahami firman Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab, kita membutuhkan bantuan penerangan agar dapat melihat dengan jelas makna di dalam firman tersebut. Itulah sebabnya kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus yang akan memberikan penjelasan agar kita dapat memahami maksud dan tujuan firman Tuhan yang kita baca.

    Rasul Paulus mengatakan bahwa Roh Kudus menyelidiki hal-hal yang tersembunyi dari Tuhan, termasuk hal-hal yang tidak kita pahami saat kita membaca firman Tuhan. Bersyukurlah karena setiap orang yang telah percaya padaNya telah diberikan Roh Kudus yang akan senantiasa ada bersama dan membimbing kita. Bukan hanya di dalam memahami firman Tuhan, namun juga menolong kita untuk mengingatkan akan firman Tuhan tersebut. Dengan rutin membaca Alkitab, serta tentunya juga dengan melakukannya, kehidupan kita yang tadinya gelap akan menjadi terang, lebih teratur, dan terarah. Jangan pernah merasa bosan untuk senantiasa membaca Alkitab. Alkitab bukanlah sekadar buku biasa, karena di dalamnya kita dapat mengetahui hal-hal yang bisa mengubah kehidupan kita. Mintalah pimpinan Roh Kudus saat kita membaca firman Tuhan. Juga mintalah pertolonganNya agar kita dimampukan untuk melakukan firman Tuhan tersebut sehingga kita dapat menjadi “anak-anak terang”.

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    *ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ*

    .               2⃣0⃣1⃣9⃣

    •╔═~❈~══◄▒════•❀•═╗

    ◐         *BAPA KITA PEDULI*          ◑

    •╚═~❈~══◄▒════•❀•═╝

    .   𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍  𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍  𝖄𝖆𝖓𝖌  𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍

    .     *🄴🄻🄻🄴🄽  🄶  🅆🄷🄸🅃🄴*

        ◦•●◉✿[  *JUNI*  ]✿◉●•◦

    .          *Di Tempat Surgawi*

    *Tanggal 21, Hari Jumat*

    ```TIDAK SEORANGPUN BEBAS DARI PENCOBAAN```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: 1 Petrus 1 : 5, 6*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan."*_

    💝

    Jangan berpikir bahwa kehidupan Kristen itu bebas dari pencobaan. Pencobaan akan datang kepada setiap orang Kristen. Baik orang Kristen maupun orang yang tidak mau menerima Kristus sebagai pemimpinnya akan menerima pencobaan. Perbedaannya adalah yang terakhir melayani seorang yang kejam, melakukan caranya yang membosankan, sementara orang Kristen melayani Dia yang mati untuk memberikan dia kehidupan kekal. Jangan memandang pencobaan itu sebagai sesuatu yang aneh, namun dengan cara di mama kita dirnurnikan dan dikuatkan. “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” Yakobus menasihatkan; “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” *(Yakobus 1:2, 3).*

    Dalam kehidupan mendatang kelak kita akan memahami hal-hal yang amat membingungkan kita. Kita akan menyadari betapa kuat penolong yang kita miliki dan bagaimana para malaikat Allah ditugaskan untuk menjaga kita bilamana mengikuti nasihat Firman Allah.

    Bagi semua orang yang menerima Dia, Kristus akan memberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Dia adalah pertolongan pada saat yang diperlukan. Marilah kita malu akan iman kita yang mudah goyah. Mereka yang kalah hanya bisa menyalahkan diri sendiri atas kegagalan melawan musuh. Semua yang memilih-Nya bisa datang kepada Kristus dan menemukan bantuan yang mereka perlukan.

    Di antara Anda ada Penasihat Agung sepanjang masa, mengajak untuk menaruh kepercayaan kepadaNya. Akankah kita berpaling dari-Nya dan memandang kepada manusia yang tidak pasti, yang bergantung sepenuhnya kepada Allah sebagaimana kita? Sudahkah kita jatuh begitu jauh di bawah hak istimewa kita? Tidakkah kita bersalah karena berharap begitu sedikit sehingga kita tidak meminta apa yang Allah rindu berikan?

    “Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia Tuhan, perbuatan Tuhan yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan Tuhan kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israelm. Bukankah Ia berfirman: "Sungguh merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang." Maka Ia menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan meteka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka” *(Yesaya 63:7-9).*

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    *Pendalaman* 📖

    *WA:*  08111-62662-9

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    *Tanggal 22, Hari Sabat*

    ```KEKUATAN UNTUK HARI INI```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Zakharia 13 : 9*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab TUHAN adalah Allahku!”*_

    💝

    Melalui pencobaan Tuhan menguji kekuatan anak-anak-Nya. Apakah hatinya kuat menanggung? Apakah kata hati kosong dari pelanggaran? Apakah Roh bersama dengan roh kita bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah? Ini Tuhan pastikan dengan mencobai kita. Dalam perapian penderitaan Ia memurnikan kita dari semua sampah. Ia mengizinkan pencobaan, bukan untuk mengakibatkan rasa sakit yang tidak perlu, tetapi menuntun kita untuk memandang Dia, memperkuat daya tahan kita, untuk mengajar kita bahwa bilamana kita tidak memberontak, namun menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, maka kita akan mehhat keselamatan dari-Nya”...

    Kasih Kristus bagi anak-anak-Nya kuat juga lembut; Kasih yang lebih kuat dari kematian, karena Ia mati bagi kita. Itu adalah kasih yang lebih tulus dari kasih seorang ibu kepada anaknya. Kasih ibu bisa berubah, namun kasih Kristus tak pernah berubah. “Sebab aku yakin,” kata Paulus, “bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” *(Roma 8: 38, 39).*

    Dalam setiap cobaan kita mendapat penghiburan yang kuat. Bukankah Juruselamat kita tersentuh dengan pengakuan terhadap kelemahan-kelemahaan kita? Tidakkah Ia juga dicobai dari segala sudut sebagaimana kita? Dan tidakkah Ia mengajak kita untuk membawa setiap pencobaan dan kebimbangan kepada-Nya? Kalau begitu  janganlah kita membuat diri kita sendiri sedih atas beban hari esok. Dengan berani dan ceria pikullah beban hari ini. Kepercayaan dan iman setiap hari harus kita miliki. Tetapi kita tidak diminta untuk hidup lebih dari sehari pada satu waktu. Ia yang memberikan kekuatatan pada hari ini akan memberikan kekuatan untuk esok hari....

    ✅ Tidak ada yang bisa melukai jiwa seperti tajamnya anak panah ketidakpercayaan. Bilamana pencobaan datang, dan memang akan datang, jangan khawatiI dan mengeluh. Keheningan jiwa membuat suara Allah lebih terdengar. “Mereka bersukacita, sebab semuanya reda” *(Mazmur 107: 30)* lngatlah bahwa di bawah mu ada tangan kekal. “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan, dan nantikanlah Dia *(Mazmur 37:7).* Ia sedang menuntunmu menuju labuhan pengalaman indah.

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    Shalom

    Sebelum tidur sate malam dulu yuk

    10 Tanda Anda Mengalami Kelelahan Emosional

    20 Juni 2019

    Bacaan Hari ini:

    1 Raja-raja 19: 3-4 “Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

    Setiap orang melewati masa-masa sulit ketika tangki rohani mereka kosong— bahkan para pahlawan Alkitab yang hebat sekalipun.

    Coba lihat pengalaman Elia, salah satu nabi paling penting dalam sejarah Israel. Setelah sukses dengan pelayanannya- ia menantang nabi-nabi Baal dan menang dengan kuasa Allah- ia kemudian mendapat ancaman pembunuhan dari sang ratu dan mulai merasa berkecil hati karena ia telah letih secara emosional.

    1 Raja-raja 19: 3-4 menggambarkan apa yang Elia lakukan selanjutnya.

    “Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

    Pengalaman Elia memberi kita 10 indikasi kelelahan emosional. Buka mata Anda akan tanda-tanda berikut dalam kehidupan Anda sendiri serta kehidupan orang-orang di sekitar Anda.

    Berikut 10 tanda kelelahan emosional dari bagian kehidupan Elia ini.

    - Ketakutan merangkak masuk ke dalam hidup Anda.

    - Anda mendapati diri Anda melarikan diri dari berbagai situasi

    - Anda menarik diri Anda dari berhubungan dengan orang lain.

    - Anda membuat keputusan bodoh secara impulsif.

    - Anda memaksakan diri Anda melebihi batasan fisik Anda.

    - Yang Anda kerjakan kelihatan sia-sia.

    - Anda mengeluh ingin berhenti dan menyerah.

    - Anda merasa terisolasi dan diserang.

    - Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain dan merasa kasihan pada diri Anda.

    - Anda berpikir kematian akan memberi kelegaan.

    Jika Anda melihat beberapa dari ciri-ciri ini di dalam hidup Anda saat ini, kemungkinan besar Anda letih secara emosional atau merasa kelelahan. Bahkan mungkin juga Anda depresi.

    Renungkan hal ini:

    - Jelaskan beberapa momen dalam hidup Anda ketika Anda merasa lelah secara emosional. Bagaimana Anda mencoba menyelesaikan masalah tersebut?

    - Ketika Anda melihat tanda-tanda dalam renungan kita hari ini, mana saja yang Anda pergumulkan setiap harinya?

    - Siapa saja orang dalam hidup Anda yang mungkin perlu membaca renungan hari ini? Bagaimana Anda bisa berbagi renungan hari ini minggu ini?

    Bacaan Alkitab Setahun :

    Ester 1-2; Kisah Para Rasul 5:1-21

    Selalu ada pengharapan dan jalan keluar dalam Tuhan. Jangan putus asa, tetaplah percaya. Tuhan kita adalah Tuhan yang sama dulu, sekarang dan selamanya

    Selamat malam semuanya selamat beristirahat jangan lupa berdoa dan mengucap syukur dan jadikanlah doa sebagai napas kehidupan dan makanan sehari-hari,tetap semangat!GBU

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    *ReSIKA (RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH)*

    HARI 5#

    *DOA DAN PERKATAAN HARUS SEJALAN*

    *BACAAN HARI INI*

    Yakobus 3:1-12

    *RHEMA HARI INI*

    *Yakobus 3:10* dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

    Kita sering mendengar orang berkata, “Saya tidak berguna. Saya tidak bisa apa apa.” Pesimis terhadap orang lain itu masalah, tapi pesimis terhadap diri sendiri itu masalah besar! Jika kita mulai meragukan diri sendiri, maka kita kehilangan kepercayaan diri sendiri sehingga membuat kita memiliki cara pandang yang miskin terhadap diri kita sendiri. Kita seolah lupa bahwa Tuhan memberikan potensi yang luar biasa kepada kita. Dengan potensi itu, seharusnya kita bisa melakukan hal yang luar biasa. Kita bisa membuat pencapaian besar dan yang bermanfaat bagi sesama.

    Ketika Helen Keller menderita sebuah penyakit yang membuatnya buta dan tuli, lambat laun ia menggunakan instingnya agar dapat tetap bertahan. Itulah yang ditemukan oleh gurunya, Anne Sullivan, ketika ia tiba di Tuscumbia, Alabama untuk mengajar anak itu. Yang selanjutnya terjadi adalah sebuah contoh nyata tentang kasih, kepemimpinan, dan disiplin. Tidak pernah sekalipun Anne melontarkan perkataan negatif tentang Hellen, sebaliknya justru ia terus memberikan dorongan semangat supaya Hellen mau mengeluarkan potensi terbaiknya. Kisah mengenai Anne dan Helen telah menjadi kisah yang mengagumkan, ketika gadis yang secara fisik cacat pada akhirnya bertumbuh menjadi salah seorang yang terpandai di zamannya. Helen menjadi seorang komunikator dan sebuah simbol kekuatan bahwa orang-orang harus bangkit mengatasi keadaan-keadaan sulit, tetapi ia tidak dapat melakukannya sendirian. Dorongan semangat Anne Sullivan lah yang menjadikannya memiliki pencapaian yang luar biasa.

    Ketika perkataan profetik sejalan dengan perkataan dan perbuatan sehari-hari, maka kuasa mujizat Tuhan akan dinyatakan secara luar biasa. Itu sebabnya, berhentilah merendahkan diri sendiri dengan cara pandang dan perkataan yang negatif. Selama kita tidak keluar dari sudut pandang dan perkataan negatif itu, potensi kita tidak mungkin bisa berkembang dengan baik. Mulailah ucapkan perkataan positif untuk menumbuhkan keyakinan kita bahwa kita adalah orang yang luar biasa dan orang-orang yang diberkati Tuhan.

    *RENUNGAN*

    *DOA PROFETIK* serta *PERKATAAN PROFETIK* dalam perkataan sehari-hari kita haruslah *SEARAH DAN SEJALAN.*

    *APLIKASI*

    1. Kata-kata yang seperti apa yang sering Anda ucapkan dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?

    2. Mengapa kata-kata yang kita ucapkan berpengaruh pada hubungan kita dengan sesama anggota keluarga?

    3. Apa komitmen Anda setelah mengetahui pentingnya mengucapkan perkataan profetik dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _”Bapa yang baik, terima kasih sudah mengingatkan kami untuk tidak mengucapkan kata-kata negatif saat kami bercakap-cakap dengan keluarga kami. Mampukan setiap kami agar terus memperkatakan perkataan profetik yang membangun, menguatkan, menghibur, memuji, menyemangati dan mempercayai sehingga kami bisa mengalami mujizat pemulihan keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”_

    Renungan Siang Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/resika

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    *TAKUT KARENA DIKEJAR DOSA*

    Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi  22 Juni 2019

    Baca:  Amsal 28:1-28

    "Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda."  Amsal 28:1

    Seseorang yang berlaku fasik, sampai kapan pun, pasti tidak pernah tenang dalam menjalani hidupnya.  (Orang fasik adalah orang yang tidak takut akan Tuhan, hidup dalam kejahatan, atau hidup menyimpang dari jalan Tuhan.)  Mengapa?  Karena ia terus dihantui oleh rasa bersalah dan selalu dikejar-kejar oleh rasa takut.  Hati yang menyimpan dosa pasti merasa tidak tenang dan gelisah, tidur pun tak nyenyak.  Rasa takut, tidak tenang dan gelisah disebabkan dosa-dosa yang telah diperbuatnya.  "Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan,"  (Amsal 12:3).  Sebaliknya, orang yang berlaku hidup benar di hadapan Tuhan dan manusia selalu merasa aman dan tak ada rasa cemas sedikit pun.  "Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya."  (Amsal 11:8).

        Tentang orang yang melawan hukum Tuhan, tidak taat, atau berlaku fasik, Tuhan berkata,   "...Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan angin pun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar. Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu."  (Imamat 26:36-37).  Apakah hari-hari Saudara dipenuhi dengan kecemasan atau ketakutan?  Kadang-kadang dosa yang tak kita sadari pun dapat menyebabkan hati merasa cemas dan takut.  Perlu sekali kita datang kepada Tuhan dan mengundang Roh Kudus untuk menyelidiki dan membereskan hati kita.

        Jika kita telah membereskan dosa-dosa yang tersembunyi, damai sejahtera Tuhan akan kembali kita rasakan.  Tuhan selalu bersedia memberi pengampunan apabila kita memohon ampun kepada-Nya.  "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1: 9).  Rasa takut juga menunjukkan adanya hubungan yang tak lagi harmonis dengan Tuhan, karena kita telah meninggalkan persekutuan dengan Tuhan.

    Selama dosa belum beres, damai sejahtera Tuhan akan jauh dari hati kita!

  • ZEGA376

    22 Juni 2019

    *KELUARGA DAN HAL MENGIKUT YESUS*

    *Oleh: Bpk. Peter B*

    (Diambil dari renungan harian BBM)

    Setelah tulah ke-7, pegawai-pegawai Firaun akhirnya membujuk rajanya supaya melepaskan Israel. Mesir pasti binasa, kata mereka. Maka Firaun sekali lagi membuka kesempatan berunding. Ia mau mengijinkan orang-orang Israel keluar dari Mesir untuk beribadah, hanya ia bertanya, "Siapa-siapa saja yang akan pergi?" Musa menjawab, semua dari mereka harus pergi. Firaun tidak bisa menerima itu. Anak-anak mereka harus ditinggalkan di Mesir sebagai syaratnya (Keluaran 10: 3-11). Firaun tahu benar bahwa jika anak-anak mereka tak turut serta, bangsa itu tidak akan pergi jauh apalagi meninggalkan Mesir.

    Dari sini kita tahu salah satu rencana iblis (yang dilambangkan figur Firaun) untuk menghalangi umat Tuhan terhubung dengan Tuhan dan mewarisi janji-janji Tuhan.

    Meski sukar untuk disampaikan, tapi *salah satu penghalang terbesar bagi seseorang untuk mengikut Kristus adalah karena ikatan-ikatan keluarga.* Karena alasan harus menafkahi anak atau ingin berbakti pada orang tua, seorang pria bisa menyisihkan Kristus sebagai prioritas hidupnya. Dengan dalih mengurus anak dan rumah tangga, seorang wanita dapat melupakan komitmennya dan redup semangatnya melayani Tuhan. Oleh sebab terkungkung dalam ajaran dan pengertian bahwa keluarga ialah sesuatu yang harus diutamakan lebih dari yang lain, tanpa pikir panjang orang melepaskan prinsip-prinsip kebenaran firman untuk menuruti tuntutan-tuntutan keluarga.

    Selama ada anggota keluarga kita yang dalam genggaman iblis, kita mudah dilemahkan dalam mengiring Kristus.

    Dari sini,  *kita tidak boleh berhenti membawa keluarga kita pada Tuhan* (melalui doa, nasihat firman dan teladan hidup) supaya setiap dari mereka menjadi milik Tuhan dan bersama-sama kita mengiring Tuhan -- bukan menjadi penghalang kita.

    Hanya saja, jika benturan kepentingan tak terelakkan, siapakah yang akan kita pilih untuk kita layani?

    Keluarga harus diperjuangkan.

    Menghormati orang tua adalah perintah Tuhan.

    *Namun di atas segalanya, penyembahan dan seluruh hidup kita ialah bagi Kristus, Tuhan kita* (Matius 10:34-37).

    Setujukah Anda?

    Salam revival!

1101 – 1125 dari 1493    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 44  45  46 ... 60  Selanjutnya Kirim tanggapan