Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1226 – 1250 dari 1255    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 49  50  51  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 30 juli

    KASIH YANG TAK BERUBAH

    Bacaan: Yakobus 1:12-20

    NATS: Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang (Yakobus 1:17)

    Pada suatu pesta pernikahan yang saya hadiri, kakek mempelai perempuan mengutip di luar kepala sebuah pilihan yang mengharukan dari Kitab Suci tentang hubungan suami dan istri. Kemudian, seorang teman dari pasangan itu membacakan "Soneta 116" karya William Shakespeare. Pendeta yang memimpin upacara memakai sebuah kalimat dari soneta itu untuk melukiskan jenis kasih yang harus menjadi ciri pernikahan kristiani: "Bukan kasih namanya jika ia berubah ketika mendapati perubahan." Sang penyair ingin mengatakan bahwa kasih yang sejati tidak berubah dalam keadaan apa pun.

    Pendeta itu mencatat banyaknya perubahan yang akan dialami pasangan ini dalam kehidupan bersama mereka, termasuk kesehatan dan akibat-akibat penuaan yang tak terhindarkan. Kemudian, ia menantang mereka untuk mengembangkan cinta kasih alkitabiah sejati yang tidak akan goyah ataupun pudar meskipun mereka pasti akan menghadapi berbagai perubahan.

    Ketika saya menyaksikan sukacita dan kegembiraan pasangan muda ini, saya teringat akan sebuah ayat yang dikatakan Yakobus, "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran" (1:17). Allah tidak pernah berubah, demikian pula kasih-Nya kepada kita. Kita adalah penerima kasih sempurna dari Bapa surgawi kita, yang mengasihi kita "dengan kasih yang kekal" (Yeremia 31:3).

    Kita dipanggil untuk menerima kasih-Nya yang tidak pernah pudar, agar kasih itu dapat membentuk hidup kita, sehingga kita dapat menunjukkannya juga kepada orang lain --DCM

    KASIH ALLAH TETAP BERTAHAN

    SAAT SEGALA HAL TIDAK BERJALAN LANCAR  

  • 31 juli

     *MY SUPPORT TEAM*

    1 Samuel 18:1-5

    _*Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17)*_

    “Huft….gagal lagi…gagal lagi! Aku selalu gagal memenuhi deadline yang sudah aku tetapkan sendiri! Nyesel banget…aku nggak bisa nolak tawaran teman-temanku untuk jalan-jalan, nonton dan belanja. Akibatnya sekarang aku kelabakan dengan tugas yang numpuk!” Teens, kalimat penyesalan itu keluar dari mulut temanmu bernama Patrick. Kira-kira dukungan apa ya yang bisa kamu lakukan untuk temanmu?

    Kisah persahabatan Daud dan Yonatan selalu menarik untuk disimak. Persahabatan mereka dimulai dengan kasih Allah yang menginspirasi. Yonatan mengasihi Daud seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Yonatan berupaya dengan sungguh-sungguh memberikan dukungan kepada Daud yang sedang menghadapi masalah, bahkan meneguhkan Daud untuk selalu mengandalkan Tuhan saja. Yonatan rela menanggalkan jubah yang dipakainya dan memberikan kepada Daud apa yang ia miliki agar Daud dapat berperang dan mengalami keberhasilan. Baju perang, pedang, panah dan ikat pinggang, semua diberikannya. Daud merespons kasih Yonatan. Ia tetap percaya kepada Yonatan sekalipun Saul, ayah sahabatnya sendiri, mencoba membunuhnya.

    Salah satu keberhasilan dalam mengelola waktu adalah adanya dukungan dari orang-orang di sekitar. Mintalah kepada mereka dukungan, semangat, dan pengertian supaya apa yang menjadi target kita dapat tercapai. Jika kita sudah menginformasikan jadwal yang sudah kita buat dan membagikan apa yang menjadi target kita, mereka juga pasti akan memberi dukungan sepenuhnya. Kita tak pernah bisa berdiri sendiri dalam melakukan tugas-tugas kita. Bukankah pada hakikatnya kita ini adalah makhluk sosial yang memang selalu membutuhkan bantuan orang lain? Belajarlah dari persahabatan Daud dan Yonatan. Sebuah persahabatan yang saling mendukung dan memahami. Daud mengalami keberhasilan sebab ia mendapatkan dukungan sepenuhnya dari sahabat.

  • 1 agustus

     *RENUNGAN MALAM SATE*

    _Ulangan 31 : 8_

    “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

    *Untuk direnungkan:*

    *ANAK TUHAN JANGAN GAGAL MOVE ON*

    Ngakunya anak Tuhan, tapi baru ada masalah cinta dikit, langsung dahh *SUSAH MOVE ON.*

    Seakan2 dunia udah runtuh. Seakan2 tidak ada lagi kehidupan di dalamnya.

    Bahkan yg paling parah, *malah menjauhi Tuhan dan bahkan tidak banyak yg meninggalkan Tuhan.*

    *HEYY, WAKE UP! BANGUN!*

    Baru putus cinta aja kok sampe tinggalin Tuhan?? Kalian sering putusin Tuhan sepihak aja, Tuhan gak pernah ninggalin kalian?

    Kalian sakit kan kalo digituin pasangan kalian? Nah bayangin deh gimana perasaan Tuhan pas digituin kalian?? Dan buat informasi, Tuhan berkorban ke kalian itu bukan cuma soal waktu, tenaga, uang dsbnya. *Tapi Tuhan korbankan nyawaNya utk kalian lohh.*

    Ada pacar atau pasangan kalian melakukan itu?? *GAK PERNAH KAN?* Trus kenapa kalian tega jauhin Tuhan yg udah sebaik itu sama hidupmu?

    Bahkan Firman Nya hari ini jelas,

    *DIA GAK PERNAH MUNDUR UTK KMU,*

    *DIA YG AKAN BERJALAN SNDIRI UTK KMU,*

    *DIA SENDIRI AKAN MENYERTAIMU,*

    *DIA TIDAK AKAN MEMBIARKAN ENGKAU,*

    *DAN TIDAK AKAN MENINGGALKAN ENGKAU.*

    Seriuss masih salahin Tuhan karena masalah gagal move on??

    Selamat bersaat teduh semuanya. Jangan lupa *#malamsate* nya ya guyss sebelum tidur, yuk ketemu Tuhan dulu.

    Tuhan YESUS memberkati kita semua.

    Good night all.

    😊🙏🏻🙏🏻❤❤🔥🔥

  • 1 agustus

    *TUHAN BERSAMA ORANG PERCAYA = IMANUEL*

    Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.

    Saat kita msh sehat & bisa mem buka mata di pagi hari, maka itu adalah kesempatan utk memulai lembaran baru.Jgn meng-ingat -2 tentang kesusahan kemarin sebab kita tlh menyudahinya saat tidur malam. Kesusahan sehari cukuplah utk sehari,(Mat 6:34b).

    Yg penting kita hrs bisa perguna kanlah wkt hdp ini dgn se-baik- 2-nya, sebab hari-2 ini adalah jahat (Ef 5;16).

    Jgn sia-2kan kesempatan yg Tuhan beri hari ini, istimewa utk perkara yg berdampak kpd hdp kekal(Yoh 9;4), sebab kesem patan yg sdh lalu seringkali tdk bisa kembali.

    Jika dlm hdp ini mengalami ham batan / kesukaran, jgn tawar ha ti, sebab org yg tawar hati, maka kecillah kekuatannya(Ams 24; 10). Sebaliknya dgn iman berse ru pd Tuhan Yesus, maka Dia

    akan mengulurkan tangan perto longanNya utk memberi solusi dr kesukaran yg kita alami maka kita akan mendpt kekuatan baru

    ,sehingga semua kesukaran akn di ubahNya menjadi kebajikkan (Rom 8;28).

    Selama Tuhan beserta kita, jgn takut utk tetap menabur yg baik sekalipun hrs dgn mencucurkan air mata, jgn menyerah sebab kita akan menuainya dgn sorak sorai(Maz 126;5-6).

    Mungkin hari-2 ini beban hdp terasa berat, namun jgn rohani kita jadi lelah utk melakukan ke hendakNya(Rom 12;11). sebab Tuhan tdk pernah lupa utk mem beri upah kpd kita yg sdh berkor ban bagiNya(1 Kor 15;58)

    Itu sebabnya kesukaran apapun yg sdg terjadi dlm hdp kita, yg penting hati kita tetaplah perca ya kpdNya, jgn pernah goyah se dikitpun pd Tuhan, krn org yg di sertai Tuhan tdk ada kesusahan tanpa jln keluar, bahkan lewat ke sukaran ini kita akan melihat & mengalami kuasa mujizat Tuhan jadi nyata,sekalipun kondisi nam paknya sangat mustahil, namun bagi Tuhan tdk ada yg mustahil, krn Tuhan Yesus yg Mahakuasa selalu bersama dgn kita yg per caya kpd-Nya(Luk 1;37).

    Oleh sebab itu, Percayalah kpd TUHAN dgn segenap hatimu, & jgnlah bersandar kpd pengertian mu sendiri.(Ams 3:5).

    DISERTAI TUHAN BERARTI SE- GALA-2NYA PASTI TERJAMIN.

    SEHINGGA TDK PERLU TAKUT & KUATIR.Amin.Gbu.Immanuel.1/8.  

  • 1 agustus

    Renungan tgl 1 Agustus 2019

    Ester 5-6

    *TUHAN MENJAWAB DOA KITA*

    Ester 5: 6

    Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: "Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi."

    Setelah Ester mengambil tanggung jawab untuk menolong dan menyelamatkan bangsa Yahudi dari rencana jahat Haman, dengan bersepakat berdoa dan berpuasa selama tiga hari bersama semua orang Yahudi di seluruh negeri, maka mukjizat terjadi yaitu TUHAN MENJAWAB DOA Ester dan bangsa Israel.

    *Sebab Tuhan membuat hati raja Ahasyweros TIDAK MENOLAK Ester, tetapi BERKENAN kepada Ester,* sehingga sebelum Ester mengutarakan permintaannya, raja Ahasyweros sudah berjanji dan siap untuk *MENGABULKAN SEGALA PERMINTAAN Ester,* bahkan sampai *setengah kerajaan sekalipun AKAN DIBERIKAN kepada Ester,* karena :

    *• Ester memiliki Belief System yang percaya, menyadari, dan mengerti akan Identitas, Status, dan Posisinya sebagai ratu yang dikasihi oleh raja, sehingga Ester tidak takut ketika masuk menghadap raja, sekalipun berlawanan dengan undang-undang dan beresiko bisa dihukum mati.*

    Ester 5: 1

    Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.

    Demikian juga dengan kita sebagai umat Tuhan, ketika Belief System kita percaya, menyadari, dan mengerti akan Identitas, Status dan Posisi sebagai Anak Allah - Son, yang dikasihi oleh Bapa di surga, maka kita tidak akan takut dalam menghadapi segala situasi, sebab *KASIH MENGALAHKAN KETAKUTAN.*

    1 Yohanes 4: 18

    Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

    *• Ester memiliki Belief System yang percaya, menyadari, dan mengerti bahwa kasih, kemurnian, dan kerendahan hati akan mendatangkan anugerah, favor, dan perkenanan raja.*

    Ester 5: 2

    Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

    Demikian juga dengan kita sebagai umat Tuhan, *ketika Belief System kita percaya, menyadari, dan mengerti bahwa Tuhan menentang orang yang sombong, tetapi TUHAN MEMBERI ANUGERAH KEPADA ORANG YANG RENDAH HATI.*

    Yakobus 4: 6

    Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani _(giveth Grace - Memberi Anugerah)_ orang yang rendah hati."

    *• Ester memiliki Belief System yang percaya, menyadari, dan mengerti bahwa kebaikan Tuhan akan selalu mengikuti dan mengejar dia, apabila mengandalkan Tuhan.*

    Ester 5: 3

    Tanya raja kepadanya: "Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu."

    Demikian juga dengan kita sebagai umat Tuhan, ketika Belief System kita percaya, menyadari, dan mengerti bahwa kalau *kita mengandalkan Tuhan, maka KEBAIKAN TUHAN AKAN SELALU MENGIKUTI DAN MENGEJAR KITA.*

    Mazmur 23: 6

    Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Apa yang terjadi dan dialami oleh Ester ini menjadi inspirasi, motivasi, pelajaran, dan peringatan bagi kita bahwa *ketika kita sepenuhnya MENGANDALKAN TUHAN, BERSERAH kepada Tuhan, dan PERCAYA kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab doa-doa kita, seperti yang terjadi pada Ester, sebab Tuhan sanggup menjawab doa kita lebih dari pada yang kita doakan dan pikirkan.*

    Efesus 3: 20

    Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

    *Merenungkan Firman Tuhan :*

    Bayangkan dan imajinasikan terus kebenaran Firman Tuhan ini, bahwa Belief System kita percaya bahwa Tuhan mengasihi kita dan Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

    *Mendeklarasikan Firman Tuhan :*

    Puji Tuhan ! Oleh anugerah Tuhan. Roh Kudus menolong dan memampukan kami untuk kami memiliki Belief System yang percaya, mengerti, dan menyadari bahwa kasih mengalahkan ketakutan, bahwa Tuhan memberi anugerah kepada orang yang rendah hatinya dan bahwa kebaikan Tuhan selalu mengikuti dan mengejar kita yang selalu mengandalkan Tuhan ! Kami percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kami doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kami ! Kami percaya bahwa Tuhan menjawab dan mengabulkan semua doa-doa dan permintaan kami, untuk keselamatan dan pemulihan keluarga kami, kota kami, dan bangsa kami ! Grace 3x !

    *Belief System kita harus percaya bahwa Tuhan berkuasa untuk menjawab doa-doa kita, untuk MENGHANCURKAN dan MENGHENTIKAN semua  RANCANGAN dan PEKERJAAN dari SPIRIT HAMAN, atas keluarga kita, kota kita, dan bangsa kita, sehingga kita dpt mengalami Terobosan, Mukjizat, dan Kemenangan !* Have a blessed day ! Gbu all. AM  

  • 1 agustus

     #SeedOfGrace GKKD Southers

    01 Agustus 2019

    Mengambil Keputusan dengan Logika dan Perasaan

    Kejadian 3:3-5 (TB)  

    tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

    tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

    Kenapa ular datang kepada Hawa dan bukan kepada Adam? Karena Hawa (perempuan) selalu merespon dengan perasaan. Ular berbicara dengan Hawa dan menyentuh perasaannya. Hal ini membuat Hawa merasa bahwa Tuhan tidak mengasihinya selama ini. Dan kita tahu akhirnya, kalau perasaan yang lebih dominan, muncullah sakit hati dan kecewa. Inilah yang membuat Hawa melakukan apa yang dilarang oleh Tuhan.  

    Perhatikan, perempuan memang feeling oriented (perasaannya lebih dominan dibandingkan dengan logikanya). Pria adalah pengambil keputusan. Untuk mengambil sebuah keputusan, diperlukan logika dan perasaan. Logika jika ditambahkan dengan perasaan membentuk hikmat. Sebagai suami atau pasangan, kita perlu tanyakan kepada pasangan kita, sebaiknya bagaimana? Menurut kamu bagaimana?

    Laki-laki harus selalu standup dengan logikanya dan wanita dengan perasaannya. Itu sebabnya hikmat itu tidak pernah terburu-buru atau tergesa-gesa. Memutuskan dengan hikmat memerlukan waktu (waktu untuk ngobrol antara pria dan wanita). Itu sebabnya dalam Yesaya 30:5 - "dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.."

    Mengapa demikian? Karena semua yang buru-buru adalah perasaan. Perempuan, perhatikan hal ini dengan baik. Jika kamu terus mendahulukan perasaan (terburu-buru), responmu terhadap segala sesuatu menjadi negatif. Respon negatifmu adalah beban bagi pasanganmu.

    Jadi apa yang harus kamu lakukan? Jadilah perempuan yang terus belajar Firman Tuhan setiap hari. Hanya Firman Tuhan yang dapat menekan perasaanmu dan membiarkan pengetahuanmu merespon. Jadilah penolong pasanganmu untuk mengambil keputusan.

    PEREMPUAN, MULAILAH MERESPON SEGALA SESUATU DENGAN PENGETAHUAN AKAN FIRMAN TUHAN, BUKAN DENGAN PERASAANMU. BANTULAH SUAMI ATAU PASANGANMU UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN DENGAN BIJAKSANA.

  • 1 agustus

     Shalom!!

    Kamis, 1 Agustus 2019

    Firman Tuhan Hr ini

    Yakobus 4:13-14

    _*Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.*_  _*Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.*_

    Akhir2 ini kt dikejutkan dgn bnyak berita dukacita. Kt dngar dn baca di brbagai medsos, ada di kmpung, d desa dn di kota. Ada yg kt kenal, ada jg kt tdk kenal. Ada sahabat, teman, anggota kluarga. Ada anak2, dewasa tp msih muda, dn org tua. Ada yg tiba2, ada yg sdh lama sakit.

    Hidup ini betul2 hnya krna anugrah, ksmptan sngt singkat, pnuh dg rahasia. Hanya Tuhan yg tau krn Dia brkuasa ats hidup dn matinya kt.

    Krena itu, slagi kt hidup, kt ada..itu anugerah dn kesemptan yg hanya sekali sj, marilah kt gunakan untuk memuliakan Tuhan, jd saksi dn berkat bg org lain. Spy ktika kt tak brdaya lg, hdup kt sdh jd berkat, tdk sia2.

    Tuhan Yesus memberkati 🙏😊😊Doa km menyertai🙏😇☺

  • 1 agustus

    AIR MATA DI SURGA

    Bacaan: Wahyu 21:1-8

    NATS: Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis (Wahyu 21:4)

    Pada tahun 1991, seorang gitaris terkenal asal Inggris, Eric Clapton, sangat berduka ketika putranya Conor yang berusia empat tahun tewas karena terjatuh dari jendela apartemennya. Sebagai sarana untuk menyalurkan dukacitanya, Clapton menulis syair lagu dengan nada kesedihan yang mendalam: "Tears in Heaven". Tampaknya setiap nada dalam lagu itu mengandung kepedihan dan kehilangan yang hanya dapat dimengerti oleh orangtua yang pernah kehilangan anak.

    Namun yang mengejutkan, beberapa tahun kemudian dalam sebuah wawancara di televisi, Clapton mengatakan, "Dalam beberapa hal, lagu itu sebenarnya bukanlah lagu yang mengandung kesedihan, melainkan lagu yang penuh keyakinan. Ketika dikatakan bahwa tidak akan ada lagi air mata di surga, menurut saya itu adalah lagu optimisme, yaitu tentang pertemuan kembali."

    Pemikiran tentang reuni surgawi sungguh menguatkan. Bagi setiap orang yang telah memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, ada pengharapan bahwa kelak kita akan dipersatukan kembali selamanya, di tempat "Ia akan menghapus segala air mata dari mata [kita], dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis (Wahyu 21:4). Dan yang terpenting, di situlah kita akan "melihat wajah-Nya" dan tinggal bersama Kristus untuk selamanya (22:4).

    Kala kita mengalami kehilangan dan dukacita, ratap tangis dan perkabungan, alangkah menghibur bila kita mengetahui bahwa Kristus telah membeli sebuah rumah surgawi bagi kita yang di dalamnya tidak ada lagi ratap tangis! --WEC

    KETIKA ALLAH MENGHAPUS AIR MATA KITA

    DUKACITA AKAN MENYUARAKAN LAGU KEKEKALAN  

  • 1 agustus

    Semangat pagi dan selamat beraktifitas. Tuhan Yesus memberkati.

    2 Tawarikh 31:20-21 Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya... disehingga segala usahanya berhasil.

    "Jujur itu bermartabat."

    Perbuatan baik dan sikap hati yg jujur sangat dibutuhkan dalam hubungan sosial, baik dalam hal pengelolaan rumah-tangga, bekerja, masyarakat dan juga gereja. Tetapi kebaikan dan kejujuran itu banyak motivnya, namun tujuan kebaikan dan kejujuran tersebut sangat jelas dan terang benderang di hadapan Tuhan. Maka kebaikan dan kejujuran tersebut harus diuji di hadapan Tuhan.

    Daud berani berhadapan dengan Tuhan: "Lihatlah, apakah jalanku serong?" Beranikah kita juga demikian?

    Hizkia  sadar bahwa ia harus membuat kebaikan dgn kejujuran untuk semua rakyatnya, bukan hanya kepada pendukungnya saja. Hizkia juga sadar diri sebagai raja, ia harus Jujur dalam mengelola kerajaannya. Dan semua hal itu dipertanggung jawabkannya di hadapan Allahnya.

    Sikap hati itu harus dimiliki semua pemimpin dan semua orang, karena semua orang adalah pemimpin, minimal pemimpin dirinya. Pemimpin keluarga. Jika sikap hati itu kita dikerjakan maka: *SEGALA USAHANYA BERHASIL, SEGALA TARGET KITA BERHASIL.*

    Tetaplah Taat dan Setia kpd Tuhan Yesus.

    kiranya Tuhan memelihara dan memimpin hidup  satu hari ini. Amen.

  • 1 agustus

     _*🙏🏻👍TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.(Ratapan 3:25).👍🙏🏻*_

             🤲Ayub adalah sebuah kisah yang salah satunya menyatakan tentang kebaikan dan kepedulian Allah terhadap seorang yang sangat menderita secara fisik dalam kehidupannya. Kendati harta kekayaan yang telah dikumpulkan Ayub selama bertahun-tahun lenyap dalam sekejap, anak-anak yang dicintainya harus mati dan istri kekasih hati serta belahan jiwanya pun pergi meninggalkannya, namun Ayub tetap tak bergeming dan selalu berkata bahwa Tuhan itu baik. Karena Ayub tahu, sadar, dan mengerti bahwa Tuhan Yang Hidup itulah satu-satunya dasar pengharapan bagi diri dan hidupnya.

             🤲Sungguh benar bahwa Tuhan itu baik dan teramat baik dalam kehidupan ini. Kasih-Nya selalu ada dan tersedia bagi setiap orang yang datang dan berharap hanya kepada Dia. Dan memang benarlah bila ada pujian yang berkata demikian;

    _*Apapun yang terjadi di dalam hidupku ini*_

    _*Selalu kinerjanya Tuhan Yesus baik*_

    _*Dalam segala hal yang terjadi*_

    _*Tetap kuberkata Tuhan Yesus baik*_

    Marilah kita melihat akan kebaikan Tuhan dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali, disetiap hembusan nafas ini terdapat segala kebaikan Tuhan. Buktinya udara yang Dia berikan adalah udara yang baru. Hidangan yang disantap setiap hari adalah makanan yang baru, pokoknya apapun yang dialami sekecil apapun dalam kehidupan ini semuanya adalah baru karena semuanya itu adalah Tuhan yang memberikannya.

             🤲Karena itu mengapa masih ada orang-orang tertentu yang berkata kalau Tuhan itu tidak baik? Apa dan siapakah yang harus dipersalahkan bila ada sesuatu yang terjadi dalam hidupnya kurang baik dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan? Jadilah bijak, pikirkan dan pertimbangkanlah segala sesuatu yang telah Allah kerjakan dalam kehidupan ini, _*semuanya adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.*_ Semangat pagi dan semangat berkarya, Tuhan Yesus memberkati dengan limpahnya.

    *李老師*

    🙏🏻👍🤲❤🤲🌸🤲❤🤲👍🙏🏻

  • 1 agustus

    #renungan

    *PILIHAN*

    Kamis 01 Agust 2019

    _`Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi` (Mat 13:49-50)_

    Yesus mau menegaskan bahwa seseorang menjadi baik atau jahat itu bukan nasib yang sudah ditentukan Allah sejak semula yang membuat manusia tidak berdaya untuk mengubahnya. Kitab Kejadian menceritakan bahwa sejak semula semua yang diciptakan Allah baik adanya. Allah yang adalah Sang Sumber Kebaikan selalu menaburkan kebaikan-kebaikan dalam diri anak-anak-Nya. Manusia menjadi tidak baik karena manusia mempunyai kehendak bebas untuk menolak kebaikan-kebaikan yang Tuhan mau berikan kepadanya. Ketika manusia menolak kebaikan Tuhan maka kejahatanlah yang menguasai hidupnya dan akan semakin bertambah parah bila ia terus menolak kebaikan Tuhan. 

    Kita disadarkan bahwa hidup kita di dunia ini pada saatnya akan berakhir dan kita harus mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan selama hidup di dunia ini kepada Tuhan, Pencipta kita. Di dunia inilah kita mempunyai ke-sempatan untuk memilih, memperjuangkan apa yang sudah kita pilih, memelihara dan melipatgandakannya sehingga pada akhirnya kita memperoleh hasil seperti yang kita ha-rapkan. Semua keputusan ada di tangan kita. 

    Terimakasih, Tuhan, untuk setiap kebaikan yang Engkau berikan kepadaku. Mampukanlah aku untuk selalu mau menerima, memelihara, melipatgandakan, dan membagikannya kepada sesama.

    *_Sr. M. Yohana, P.Karm_*

    Kamis 01 Agust 2019

    Pw S. Alfonsus Maria de Liquori, UskPujGrj

    Kel 40:16-21.34-38; Mzm 84:3-6.8.11; Mat 13:47-53

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 2 agustus

    bahwa sering kali kita berbuat keliru... membuat pilihan yang salah... namun tidak menyadarinya.

    sehingga kita merasa seolah-olah masalah datang tiba2.

    bahwa sering kali lebih mudah menyalahkan orang lain dan bahkan Tuhan... atas setiap permasalahan dalam kehidupan.

    bahwa sering kali diri ini lemah... sehingga tidak mampu bertanggung jawab atas kesalahan diri sendiri.

    Great forum... GBU

  • 11 agustus

    Santapan Harian

    Minggu, 11/08/19

    www.sabda.org/publikasi/e-sh/print/?edisi=20190811

    Tidak Ada yang Kebetulan

    1 Samuel 9:1-10:16

    Hidup itu misteri, tidak mudah ditebak. Namun satu hal yang pasti, Allah berkuasa memerintah dan menata segala sesuatu. Tidak ada kebetulan dalam hidup ini karena Allah bekerja dalam segala sesuatu.

    Kisah Saul yang diurapi oleh Samuel memberitahukan bahwa hidup ini tidak kebetulan. Kish, ayah Saul, kehilangan keledai-keledai betinanya. Ia kemudian menyuruh Saul mengajak seorang bujangnya untuk mencari keledai-keledai tersebut. Di tengah jalan, si bujang mempunyai ide untuk menanyakan kehilangan mereka itu kepada Samuel. Akhirnya, mereka bertemu dengan Samuel, lalu Samuel mengurapi Saul menjadi raja.

    Sebelum mengurapi Saul, Samuel menceritakan petunjuk Allah tentang siapa yang harus ia urapi. Ayat 15-18 jelas menunjukkan bahwa peristiwa kehilangan keledai dan perintah Kish kepada Saul untuk mencari keledainya bukanlah hal yang kebetulan. Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk menggenapi rencana-Nya. Dan rencana Allah pasti mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.

    Memang, rencana Allah dapat tampak seolah kebetulan. Untuk menyadari dan mengetahui semua itu, dibutuhkan relasi yang dekat dengan-Nya dan kepekaan. Samuel selalu hidup dekat dengan Allah. Ia mempunyai kepekaan dan hikmat dalam mendengarkan suara-Nya. Sedari muda, Samuel sudah melatih telinganya untuk peka terhadap firman Allah. Allah senantiasa memberi petunjuk kepadanya.

    Di tengah zaman yang penuh hiruk pikuk dan tantangan ini, kita diajak untuk peka terhadap apa yang terjadi. Allah ingin kita senantiasa berdialog dengan-Nya dan merenungkan: "Apa kehendak Allah atas segala peristiwa yang sedang dihadapi." Satu hal yang pasti, dalam segala keadaan, Allah hendak mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi-Nya. Ia ingin menyatakan kasih-Nya bagi kita semua, baik melalui peristiwa yang baik maupun yang tampaknya menyakitkan.

    Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk mengetahui kehendak-Mu melalui segala sesuatu yang terjadi. [MH]

  • 13 agustus

    #renungan

    *SYARAT MASUK KERAJAAN ALLAH*

    Selasa 13 Agust 2019

    _`Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: `Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?` (Mat 18:1)_

    Banyak orang mengatakan betapa senangnya mereka melihat anak-anak bergembira. Banyak orang mengatakan bahwa anak kecil hidup tanpa beban. Mereka menikmati hidup mereka apa adanya. Banyak orang dewasa yang ingin mengulang kembali masa kecilnya karena penuh dengan sukacita, kasih sayang, tidak cemas akan hari esok.

    Figur anak kecil digunakan Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Selain tentang perlunya bertobat, Yesus menekankan pentingnya menjadi seperti anak kecil dalam komunitas para murid.

    Salah satu syarat masuk Kerajaan Surga adalah menjadi seperti anak kecil. Menjadi anak kecil tidak berarti bersikap kekanak-kanakan, tetapi bersikap apa adanya. Anak kecil itu mudah percaya, polos, taat, pasrah kepada bapanya. Sikap inilah yang disyaratkan Yesus. Karena kehilangan sifat-sifat ini, banyak orang tidak bisa percaya kepada Tuhan, Bapa kita, atau tidak bisa percaya (menolak) ajaran Tuhan yang disampaikan melalui Gereja.

    Terhadap sesama, sifat ini diungkapkan dalam bentuk ketulusan dalam mengasihi, bukan kepolosan dalam arti `tidak cerdik` (bdk. Mat 10:16). Ungkapan yang lain adalah mudah mengampuni, seperti anak kecil, jika bertengkar, begitu cepat berdamai kembali dengan temannya.

    Jika hidup dipenuhi kepercayaan kepada Bapa dan damai dengan sesama maka sukacita dan kebahagiaan Surga sudah ada di dunia. Tak ada ketakutan.

    *_Fr. Methodius CSE_*

    Selasa 13 Agust 2019

    Pfak S. Pontianus, Paus dan S. Hippolitus, ImMrt

    Ul 31:1-8; MT Ul 32:3-4.7-9.12; Mat 18:1-5.10.12-14

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 13 agustus

    Santapan Harian

    Bukti Penyertaan Tuhan

    1 Samuel 11:1-15

    Menciptakan persatuan dan kesatuan bukanlah hal yang mudah. Ada saja kelompok yang ragu, memusuhi dan secara frontal melawan. Untuk itu, dibutuhkan ketekunan untuk menyatakan kebenaran. Waktulah yang akan membuktikan.

    Ketika Saul dinobatkan menjadi raja, ada kelompok yang meragukan bahkan memusuhinya (10:27). Namun, selalu ada kesempatan yang diberikan Allah untuk menunjukkan bukti bahwa tidak ada yang perlu diragukan. Saat itu, daerah Yabesh-Gilead dikepung oleh orang-orang Amon. Orang Amon mengancam penduduk Yabesh-Gilead: mata kanan mereka akan dicungkil. Ancaman ini mendatangkan rasa malu kepada segenap orang Israel.

    Mendengar hal itu, Saul yang dikuasai oleh Roh Allah mengajak seluruh orang Israel untuk bersama-sama melawan Nahas dan orang-orang Amon. Ia berhasil menggerakkan orang-orang Israel untuk bersatu mengalahkan musuh. Kemenangan Saul tersebut membuat Samuel bermaksud untuk membunuh orang-orang yang tidak suka akan penobatan Saul. Namun, Saul mencegah hal itu. la mengajak semua orang untuk fokus kepada Allah yang telah menyelamatkan mereka. Akhirnya, Samuel bersama seluruh umat Israel ke Gilgal untuk meneguhkan jabatan Saul sebagai raja. Mereka bersukaria atas semua hal itu.

    Bukti itu perlu untuk meyakinkan keraguan. Jika ada kesempatan untuk membuktikan kebenaran, pergunakanlah sebaik-baiknya kesempatan tersebut. Seperti yang dialami oleh Saul, kita sadar bahwa hanya karena kuasa dan kekuatan Allah saja kebenaran itu terbukti.

    Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan hati agar dipenuhi oleh Roh Allah. Roh Allah akan menolong kita memanfaatkan kesempatan untuk menyatakan bukti, memampukan kita mengasihi, dan melakukan kebaikan kepada orang yang tidak senang dan melawan kita. Kisah Saul telah menunjukkan hal itu (11:13).

    Doa: Tuhan, dengan kuasa dan kasih-Mu, mampukanlah kami tekun menunjukkan bukti penyertaan-Mu. [MH]

  • 14 agustus

    Ilusi Memegang Kendali

    2019-08-14

    Baca: Yakobus 4:13-17

    4:13Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: 'Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung', 4:14sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 4:15Sebenarnya kamu harus berkata: 'Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.' 4:16Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 4:17Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

    Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

    Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 89–90 ; Roma 14

    Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. —Yakobus 4:14

    Penelitian Ellen Langer pada tahun 1975 yang berjudul “The Illusion of Control” (Ilusi Memegang Kendali) dilakukan untuk menguji seberapa besar manusia dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa sering kali kita terlalu berlebihan dalam mengukur pengaruh kita terhadap berbagai situasi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana kenyataan hampir selalu menghancurkan ilusi kita.

    Kesimpulan Langer tersebut didukung oleh percobaan-percobaan yang dilakukan oleh pihak-pihak lain setelah studi awal itu diterbitkan. Namun, sebenarnya di dalam Alkitab, Yakobus sudah terlebih dahulu mengidentifikasi fenomena tersebut jauh sebelum Langer menemukannya. Dalam Yakobus 4, ia menulis, “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung’, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (ay.13-14).

    Lalu Yakobus memberikan solusi agar kita tidak merasa seolah-olah dapat mengendalikan hidup kita, dengan mengarahkan kita kepada satu-satunya Pribadi yang memegang kendali total atas segalanya: “Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu’” (ay.15). Hanya dalam beberapa ayat, Yakobus sudah menyebutkan tentang kegagalan utama dalam diri manusia serta cara mengatasinya.

    Kiranya kita mengerti bahwa masa depan tidak tergantung pada diri kita sendiri. Karena Allah saja yang memegang kendali atas segala sesuatu, kita dapat mempercayai rencana-Nya bagi kita! — Remi Oyedele

    Dalam hal apa saja Anda merasa bisa mengendalikan hidup Anda sendiri? Bagaimana Anda dapat menyerahkan rencana hidup Anda kepada Allah dan mempercayakan masa depan Anda di tangan-Nya?

    Manusia mempunyai banyak rencana, tetapi hanya keputusan Tuhan yang terlaksana. Amsal 19:21 bis

    Wawasan:

    Ada sejumlah bukti meyakinkan bahwa surat Yakobus dalam Perjanjian Baru ditulis oleh saudara kandung Yesus (Markus 6:3). Walaupun surat tersebut tidak disebut-sebut oleh para bapa gereja sampai abad ketiga dan empat, rasul Paulus pernah menyinggung tentang pertemuannya dengan Yakobus, “saudara Tuhan Yesus” (Galatia 1:19; 2:9) yang kemudian menjadi pemimpin gereja di Yerusalem. Yakobus yang disebut oleh Paulus ini memainkan peranan penting dalam menyelesaikan perselisihan masalah etnis dan perdebatan agama yang sedang memecah belah para pengikut Yesus (Kisah Para Rasul 15:13-21). Dengan kata-kata yang penuh kasih karunia dan cara pandang yang segar, Yakobus mengungkapkan pikirannya dengan hikmat sebagaimana terdapat dalam surat Yakobus (Yakobus 1:5; 3:17). Nasihat yang menenangkan seperti ini menunjukkan suatu kemungkinan yang menarik. Yakobus barangkali telah mendapat pelajaran berharga dari kakaknya, Yesus, jauh sebelum ia menjadi pengikut Kristus dan anggota jemaat-Nya (Yakobus 1:1; 2:1).

  • 15 agustus

    Santapan Harian

    Melihat ke Atas

    1 Samuel 13:1-22

    Ketika hidup menekan berat, pengharapan mulai goyah, apa yang harus dilakukan? Tetap taat dan percaya kepada Allah atau mengambil dan menjalankan keputusan sendiri tanpa menghiraukan Allah?

    Suasana seperti inilah yang dialami Saul dan bangsa Israel dalam menghadapi bangsa Filistin. Jumlah pasukan Filistin dengan kekuatan yang luar biasa (5) dibandingkan dengan Israel (2) adalah tidak setara. Tidak heran jika Saul dan pasukannya mengalami ketakutan yang luar biasa (6-7). Samuel yang ditunggu-tunggu juga tak kunjung tiba di tempat (8). Oleh karena itu, Saul memutuskan untuk mengambil solusi sendiri dengan melakukan kurban bakaran tanpa Samuel (9). Setelah itu, Samuel tiba dan marah dengan apa yang telah dilakukan Saul karena ia tidak taat pada Allah (11, 13). Saul membuat alasan demi alasan untuk membenarkan tindakannya (11-12). Samuel pun memberitahukan kepada Saul konsekuensi tindakannya, yaitu kerajaanya tidak akan tetap karena Allah akan menggantinya dengan seseorang yang berkenan di hati-Nya untuk menjadi raja atas umat-Nya (14).

    Kita mungkin merasa sulit untuk memahami konsekuensi yang harus ditanggung oleh Saul. Bukankah Samuel tidak kunjung tiba dan keadaan sudah sangat mendesak? Bukankah Saul sebagai seorang pemimpin harus mengambil keputusan? Hal hakiki yang terlupakan oleh Saul adalah melihat ke atas -senantiasa datang dan taat pada Allah dalam menghadapi apa pun. Melihat ke atas dan sabar menanti jawaban menjadi kegagalan Saul yang krusial.

    Bukankah kita pun sering bertindak seperti Saul ketika diperhadapkan pada berbagai masalah kehidupan? Pengharapan kepada-Nya mulai memudar dan ketaatan mulai hilang. Kemudian kita menempuh jalan sendiri. Masihkah kita sanggup untuk melihat ke atas? Yakinlah bahwa Allah melihat dan mengetahui apa yang kita hadapi dan Ia tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya. Ia akan segera bertindak.

    Doa: Tuhan, mampukan kami untuk selalu menaati-Mu setiap saat agar kami hidup diperkenan bagi-Mu [Rud]

  • 15 agustus

    #renungan

    *ALLAH YANG BERHATI BELASKASIH*

    Kamis 15 Agust 2019

    _`Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya` (Mat 18:21)_

    Mat 18:26 menggambarkan manusia berdosa yang dengan rendah hati mengakui segala dosanya di hadapan Allah, `Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.` `Manusia akan menjadi makhluk ciptaan yang sejati bila sujud menyembah Allah dan mengaku bahwa Allah adalah Allah` (Paus Fransiskus). Bila hamba menyembah, dia sungguh menjadi makhluk ciptaan yang sejati, yang merendahkan diri di hadapan Yang Mahakuasa dan mengalami kepapaan dirinya yang berhutang banyak. Manusia berhutang kepada Allah tidak hanya dalam hal dosa, tetapi lebih-lebih dalam pujian, penyembahan, dan pengakuan kepada Allah sebagai Allah. Dalam dosa, manusia menjadi egois, menjadikan diri sendiri sebagai pusat dan tidak lagi mengakui Allah sebagai Allah. Dengan pengakuan, pujian, dan penyembahan kepada Allah, manusia akan mengalami belaskasih dan kerahiman Allah yang akan membebaskannya dari segala hutang dan menjadikan dia makhluk ciptaan yang sungguhsungguh bebas (bdk. Mt 18:27).

    Bahasa Latin `kerahiman` adalah `misericordia`. `Miseri` lebih kurang berarti kesusahan, `cordia` berarti hati. Allah bisa merasa dalam hati-Nya segala kesusahan manusia. Tidak hanya itu, Dia mau dan sanggup menghapuskannya dan membebaskan manusia. Hanya dengan kerahiman-Nya, manusia dapat dikembalikan dari makhluk miserable menjadi makhluk ciptaan yang bebas dan bahagia.

    *_Sr. M. Maximilliane S., P.Karm_*

    Kamis 15 Agust 2019

    Yos 3:7-11.13-17; Mzm 114:1-6; Mat 18:21-19:1

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

    *Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*

    chat.whatsapp.com/D7IvbGBNnoVGULqsUeoFZa

    atau

    chat.whatsapp.com/LqR1G3kmVOFKZWZkgDBvBH

    atau

    renunganpkarmcse.com/wagrup

  • 15 agustus

    15 AGUSTUS 2019

    *ReMAKA (RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH)*

    HARI 4#

    *MEMENANGKAN JIWA DAN MENJADI BERGUNA*

    *BACAAN HARI INI*

    Filipi 1:12-26

    *RHEMA HARI INI*

    *Filipi 1:21-22a* _Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah._

    Kita semua pasti banyak yang tahu lagu “Hidup Ini Adalah Kesempatan.” Lagu ini sangat populer di akhir tahun lalu. Dengan lagu ini kita belajar memahami bahwa waktu kita di dunia ini tidak banyak, umur kita tidak seberapa panjang. Dengan waktu yang Tuhan berikan, selama sisa hidup kita saat ini, jadilah berguna bagi kerajaan Allah.

    Pada tahun 2005, Brian “Head” Welch meninggalkan Korn untuk mengabdi kepada Yesus. Empat tahun kemudian, anggota Korn yang lain, Reginald Arvizu alias Fieldy basis Korn, mengumumkan telah menjadi pengikut Yesus mengikuti jejak rekannya sebelumnya. Fieldy mengakui bahwa Brian Welch memberikan pengaruh kepada pertobatannya dalam suatu cara yang unik. Sebagai catatan, Korn adalah sebuah grup rock yang begitu sukses dan telah menjual lebih dari 30 juta album dan memiliki 9 hits yang mendunia. Didirikan pada tahun 1993, Korn pernah mendapatkan enam nominasi Grammy dan memenangkan dua diantaranya. Musik Korn terkenal dengan aliran rock keras dan lirik-lirik yang mengagungkan kekerasan. Kini, baik Welch maupun Fieldy, sama-sama mengabdikan hidupnya untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Yesus.

    Hari ini, marilah kita mengambil keputusan untuk masuk dalam proyek besar Tuhan untuk keselamatan jiwa-jiwa. Marilah kita berlomba lomba untuk menjangkau jiwa sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Kita bisa mulai dengan menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita kepada orang-orang di sekeliling kita supaya mereka bisa melihat kemuliaan Tuhan dan timbul kerinduan untuk mengalami anugerah yang sama seperti kita. Ketika kita menjadi alat Tuhan yang sangat produktif dalam menjangkau jiwa-jiwa, maka kita akan menjadi anak Tuhan yang sangat berguna bagi Kerajaan Allah.

    *RENUNGAN*

    Semakin kita *_MEMENANGKAN JIWA_*, semakin kita menjadi *_ANAK YANG BERGUNA_* bagi Tuhan.

    *APLIKASI*

    1. Lihatlah sekeliling Anda, ada berapa jiwa yang harus diselamatkan?

    2. Seberapa besar kerinduan Anda untuk jiwa-jiwa tersebut?

    3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa memenangkan banyak jiwa dan menjadi anak yang berguna bagi Tuhan?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas anugerah keselamatan yang telah kami terima. Kami tidak mau egois hanya menerimanya tanpa peduli keselamatan orang lain. Pakailah kami, para hamba-Mu ini, sebagai alat-Mu untuk menyelamatkan banyak jiwa. Penuhi kami lebih lagi dengan Roh Kudus-Mu, supaya kami bisa menjadi alat-MU yang produktif untuk menjangkau jiwa-jiwa dan berguna bagi Kerajaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”_

    Renungan Malam Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/remaka

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    💖 Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • Hari Minggu pukul 14:53

    Gkj Mergangsan Ngayogyakarta

    Minggu, 18 Agustus 2019 Minggu Biasa XX

    Yeremia 23:23-29; Mazmur 82; Ibrani 11:29-12:2; Lukas 12:49:56

    Setia Memikul Salib

    “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia”

    (Ibrani 12:2)

    Basuki Tjahaya Purnama atau yang dipanggil Ahok adalah mantan Gubernur DKI yang dipenjara 2 tahun karena didakwa menghina kitab suci dan agama lain, menjadi fenomena sampai sekarang. Laki-laki jujur, tidak suka tipu-tipu, terbuka dan pekerja keras. Sudah tersohor sepak terjangnya dalam memperbaiki Jakarta. Bukan hanya sistem pemerintahan, tetapi juga infrastruktur yang terbukti mengurangi banjir dan macet. Beliau juga pemimpin yang memperhatikan keluh kesah masyarakat kecil. Senantiasa blusukan dan mendengar ‘curhat’nya para warga.

    Sayang nada bicaranya keras, kasar dan memerahkan telinga. Inilah yang kemudian menjadi sandungan baginya. Dalih politik yang dirasuki sentiment keagamaan, akhirnya Ahok disingkirkan. Padahal yang disampaikan, meskipun keras adalah fakta/benar.

    Meskipun tidak lagi berjabatan, keberaniannya telah menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang mewujudkan kebenaran dan keadilan. Sebagaimana yang juga dilakukan oleh rasul Paulus ketika menasehati jemaat agar tidak ragu-ragu kepada Tuhan Yesus Kristus. Meskipun diancam berbagai bahaya; diejek dan didera, bahkan dibelenggu dan dipenjarakan, dilempari batu, digergaji, dibunuh dengan pedang asalkan tetap berpegang kepada salib Tuhan, pasti selamat. Itu juga yang membuat Pak Ahok teguh di dalam iman meskipun dipenjara.

    Sudah semestinya, teladan rasul Paulus dan Ahok, menginspirasi kita untuk tetap setia memikul salib dan setia melakukan panggilan Tuhan. Meskipun beresiko, bahkan membahayakan, jangan takut, jangan gentar karena Tuhan Yesus membebaskan dan menolong. Kita tidak tahu kapan kedatanganNa. Berjagalah! Jangan sampai lengah! |* AJ

    (Sabda Winedhar ~ Sinode GKJ)

    Selamat beribadah hari Minggu, Tuhan memberkati.

  • Hari Senin pukul 2:15

    #renungan

    *DI ANTARA DUA PILIHAN*

    Senin 19 Agust 2019

    _`Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka beribadah kepada para Baal` (Hak 2:11)_

    Manakah yang akan kita pilih di saat kita sedang mengalami sakit batuk atau radang tenggorokan: makan ice cream yang amat menggugah selera atau minum obat yang akan menyembuhkan kita dari sakit? Dan, manakah yang akan kita pilih untuk pilihan berikut ini: hidup dalam dosa atau hidup dalam terang Allah? Keputusan yang akan kita ambil dari kedua pilihan tersebut tentunya memiliki konsekuensinya masing-masing dan memiliki dampak tertentu dalam kehidupan kita.

    Hari ini Tuhan mau menegur kita semua melalui peristiwa yang dikisahkan dalam Kitab Hakim-Hakim. Dalam kitab itu dikisahkan bahwa bangsa Israel, bangsa pilihan Tuhan, telah meninggalkan Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan orang Mesir dan beribadah kepada Baal.

    Jika kita lebih memilih ice cream yang begitu menggiurkan, namun membawa ke penyakit, kira-kira seperti itulah bangsa Israel lebih memilih menyembah Baal yang justru membawa mereka ke kematian kekal. Jika bangsa Israel bersikap `lebih memilih untuk minum obat yang akan menyembuhkan dari sakit`, tentu mereka terbebas dari murka Allah dan memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya.

    Pilihan manakah yang akan kita ambil dalam hidup kita? Mari kita berhati-hati dan juga bertekun dalam menentukan pilihan kita. Memilih Tuhan dan hidup dalam terang-Nya adalah pilihan yang bukan `sekali jadi` atau `sekali selesai`, tetapi pilihan yang harus terus kita tegaskan dari hari ke hari.

    *_Fr. Kevin de Sanctis, CSE_*

    Senin 19 Agust 2019

    Pfak S. Yohanes Eudes, Imam

    Hak 2:11-19; Mzm 106:34-37.39-40.43-44; Mat 19:16-22

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • Hari Senin pukul 5:00

    *DASAR KEBIJAKSANAAN*

    Baca: 1 Raja-raja 3:9

    _*“Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raja-raja 3:9)*_

    Jabatan pemimpin seringkali dipandang sebagai pengatur segala hal, karena jabatan tersebut memberikan kekuasaan yang besar. Kesalahan dalam memahami arti pemimpin ini justru menghilangkan arti tanggung jawab, yang pada akhirnya tidak dapat membangun apa pun. Padahal sebenarnya, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan. Dia melayani, supaya dapat membangun kehidupan yang dipimpinnya. 

    Demikian juga yang menjadi sikap Salomo ketika menjadi raja atas Israel. Sekalipun menjadi raja, Salomo tetap memandang dirinya sebagai hamba di hadapan Allah. Dengan rendah hati Salomo mengakui keterbatasannya sebagai manusia, sehingga Salomo mengakui bahwa tidak ada satu orang pun yang pantas menghakimi umat-Nya. Atas hal itulah, maka Salomo memohon kepada Allah untuk diberikan hati yang bijaksana. Permohonan Salomo ini menunjukkan ketulusan dan kesungguhan hatinya untuk melaksanakan tanggung jawabnya memimpin bangsa Israel, bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan. Karena kehidupan pelayanan tidak akan terbangun tanpa kebijaksanaan. Dengan ketulusannya untuk melayani tersebut, Salomo juga menunjukkan bahwa kebijaksanaan terletak pada hati yang mau merendah untuk melayani. 

    Setiap manusia memiliki tanggung jawab. Oleh karena itu, tanggung jawab tersebut haruslah kita emban dengan sikap bijaksana. Salomo menunjukkan, bahwa kebijaksanaan hanya bisa dilakukan dengan kerendahan hati untuk melayani. Supaya dengan demikian, kita dapat membangun kehidupan yang baik.

    *KERENDAHAN HATI ADALAH DASAR DARI KEBIJAKSANAAN*

  • Hari Rabu pukul 9:38

    #renungan

    *KEADILAN ALLAH*

    Rabu 21 Agust 2019

    _`Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?` (Mat 20:15)_

    Coba Anda bayangkan jika si tuan rumah tidak menerima pekerja-pekerja lagi, selain pekerja-pekerja yang ia terima pertama di pagi hari dengan kesepakatan upah sedinar sehari! Tentu, mereka tidak iri hati, bukan. Mereka iri hati karena membandingkan dengan yang lain.

    Tidak jarang orang menghakimi Tuhan dan menuduhnya tidak adil, khususnya bila ia sedang menghadapi persoalan atau kesulitan hidup, `Mengapa begini? Mengapa begitu? Mengapa saya harus mengalami ini sementara orang lain tidak?` dan masih ada banyak kata `mengapa` lainnya. Karena membandingkan dengan yang lain, maka kita lupa bahwa Dia sudah sangat murah hati terhadap kita. Dia sudah menebus kita dengan darah-Nya! Kita juga lupa bahwa Ia bebas membagi-bagikan rahmat dan berkat-Nya sesuka hati-Nya. Kita tidak lagi menyadari keterbatasan dan kodrat kita sebagai manusia yang tidak bisa memahami dengan sempurna misteri keadilan dan kemahakuasaan Allah.

    Mari kita sadari keterbatasan kita ini sambil berpegang pada kebenaran bahwa Allah tahu yang terbaik bagi kita. Apa pun yang direncanakan Tuhan dalam hidup kita pasti baik adanya. Dalam iman dan kasih, mari menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dan menerima apa pun dalam hidup kita, sekalipun mungkin menurut kita tidak masuk akal atau menyakitkan. Percayalah keadilan Tuhan.

    *_Sr. M. Enrika, P.Karm_*

    Rabu 21 Agust 2019

    Pw S. Pius X, Paus

    Hak 9:6-15; Mzm 21:2-7; Mat 20:1-16

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • Hari Rabu pukul 9:39

    UPAH MENGIKUT YESUS JAUH LBH BESAR DR UNTUNG DIDUNIA

    Setiap org yg krn nama-Ku mening galkan rumahnya, sdrnya laki-2 / perempuan, bapa / ibunya, anak-2

    / ladangnya, akan menerima kem bali 100 X lipat & akan memperoleh hdp yg kekal(Mat 19:29)

    Banyak org Kristen berharap dgn mengikut Kristus kehdpannya akan diberkati secara melimpah, terluput dr masalah / kesulitan. Namun pd kenyataannya masalah tetap ada, situasi sulit tetap terjadi, bahkan tantangan hdp semakin berat, mrk pun berpikir: apa bedanya dgn org- 2 di luar Tuhan? Malahan secara kasat mata kehdpan org-2 dunia sptnya jauh lbh baik. Akhirnya kita selalu mengeluh, menggerutu & trus mempertanyakan upah mengi kut Kristus.

    Petrus pernah mengalami pergumulan yg sama! Ia merasa banyak berkorban dlm mengikut Kristus: kehilangan tempat tinggal, sumber penghdpan, kenya manan hdp, & kebersamaan dgn keluarga. Tentunya ia berharap mendptkan upah dr Tuhan selama di dunia. Apa jawab an Tuhan? Setiap org yg tlh berkor ban & mau memba yar harga demi Dia "...akan menerima kembali 100 X lipat & akan memperoleh hdp yg kekal."(Mat 19;29).

    Berbicara tentang upah seringkali fokus kebanyak an org Kristen se-mata-2 uang, harta/kekayaan materi. Yesus sendiri menegaskan bahwa setiap org yg mau berjerih lelah bagi-Nya & kerajaan-Nya akan mendptkan upah yg jauh lbh berharga & mulia dibandingkan dgn kekayaan materi sebesar apapun.

    Kalau kita mengutamakan Tuhan, kerajaan & taat pd kebenaran-Nya semuanya akan ditambahkan kpd kita(Mat 6:33).Berkat materi itu bonusnya saja! Jadi tdk ada kata 'sia-2' berjerih lelah & berkorban bagi Tuhan(1 Kor 15;58)!

    Jgn bangga krn kita sdh lama mengikut Tuhan, krn yg dinilai Tuhan bukannya berapa lama kita ikut Tuhan, tapi sampai dimana ketaat an kita melakukan kehendak -Nya."krn banyak org yg sdh terdahulu(lama jadi org Kristen) akan menja di yg terakhir, krn tdk taat pd perintah Tuhan & yg terakhir akan menjadi yg terdahulu krn berani bayar harga=taat pd perintahNya"(Mat 19;30).

    Apa pun tantangannya dlm mengi kut Tuhan, jgn pernah undur dr pd- Nya, sebab 

    "penderitaan zaman sekrg ini tdk dpt dibanding kan dgn kemuliaan yg akan dinyatakan kpd kita kelak."

    (Rom 8:18).

    Kehdpan kekal & pahala yg besar disorga tlh tersedia bagi org-2 yg setia mengi ring Kristus sampai akhir hdpnya didunia yg fana ini!

    Jgn takut terhadap apa yg hrs eng kau derita!Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa org dr anta ramu kedlm penjara spy kamu dico bai & kamu akan beroleh kesusah an selama 10 hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, & Aku akan mengaruniakan kpdmu mahkota kehdpan.

    UPAH MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN; KERJANYA HANYA SEBEN TAR(70-80 th)(Maz 90;10), TAPI UPAHNYA BESAR & DINIKMATI UTK KEKAL, TDK SEBANDING DGN JERIH LELAH & PENGOR BANAN KITA SELAMA MELAYANI DIA DIDUNIA. Amin.Gbu.Immanuel.22/8.

  • Hari Rabu pukul 9:39

    Renungan pagi hari ini terambil Dari : Roma 8:1-17

    Tema: Hidup sebagai anak Tuhan

    Tidak ada hukuman!" Bayangkan bila ketiga kata itu diucapkan oleh seorang hakim kepada terdakwa yang diancam hukuman mati. Tentu dia akan kegirangan karena punya kesempatan menghirup udara lebih lama lagi.

    Seperti si terdakwa itulah posisi manusia ketika berdosa. Karena berdosa, tak ada satu hal pun yang mampu dilakukan manusia untuk menyenangkan Allah. Seluruh kecenderungannya tertuju pada dosa (ayat 5). Memang ada orang yang baik, tetapi kebaikan manusia berselubung dosa dan akan berujung maut (ayat 6). Orang Israel sendiri berusaha keras untuk hidup benar berdasarkan Hukum Taurat. Namun hukum bersifat menuntut maka ketika tuntutan tidak dipenuhi, manusia akan berdosa. Ketidakmampuan orang memenuhi tuntutan Taurat membuat Allah bertindak. Ia mengirimkan Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dominasi dosa. Dengan demikian, manusia dibebaskan dari hukuman dosa (ayat 1-4). Bukankah kebenaran ini menggembirakan?

    Namun tidak berhenti sampai di situ. Pembenaran merupakan dasar dan titik awal pengudusan. Dan setelah menerima anugerah keselamatan orang harus bertumbuh dalam kasih karunia menuju keserupaan dengan Kristus. Maka sebuah perubahan radikal dituntut dari orang yang percaya Yesus, yaitu perubahan pola pikir, motivasi, dan cara hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Untuk itu Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang telah diselamatkan. Roh ber-diam dalam diri orang itu dan memimpin dia untuk melakukan kehendak Allah (ayat 14). Maka tak ada alasan bagi orang percaya untuk berjalan menurut daging karena orang percaya telah "diadopsi" menjadi anak Allah (ayat 16). Anak yang diadopsi telah sepenuhnya menjadi hak orang tua yang mengadopsi dia dan hidup sepenuhnya mengikuti hidup orangtua itu, dan akan diperhitungkan sebagai ahli waris.

    Begitu jugalah ketika orang menjadi Kristen. Ia beroleh hak istimewa serta tanggung jawab sebagai anak dalam keluarga Allah. Maka marilah hidup sebagai anak-anak Allah.

    Shalom, selamat pagi, tetap semanagat dalam pekaerjaan, kuliah Dan melayani Tuhan Dan slalu  mengandalkan Tuhan terus berkarya dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita.🙏🏻🙏🏻😇😇

1226 – 1250 dari 1255    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 49  50  51  Selanjutnya Kirim tanggapan