Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1251 – 1275 dari 1281    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 50  51  52  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 23 agustus

    *JUMAT, 23 AGUSTUS 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #5*

    *PEMBERITAAN INJIL DENGAN KASIH*

    *BACAAN HARI INI*

    2 Korintus 1:1-12

    *RHEMA HARI INI*

    2 Korintus 1:12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

    Menginjili di daerah pedalaman tidak pernah menjadi perkara mudah. Bertahun-tahun Jim Yost dan istrinya memberitakan keselamatan kepada suku Sawi, tetapi tidak ada satu pun yang mau menerimanya. Namun Tuhan selalu memiliki rencana. Dengan bekerja di poliklinik, mereka dapat merawat orang-orang suku Sawi yang sakit. Kebanyakan dari mereka sakit borok yang parah di kaki, sampai-sampai tulang mereka terlihat. Jim dan istrinya mengobati dan mendoakan mereka dengan penuh kasih. Secara ajaib mereka pun sembuh hanya dalam waktu dua atau tiga hari.

    Lalu suatu kali, seorang anak kecil terjatuh dari sampan dan tenggelam di sungai. Anak itu sudah tak bernafas lagi ketika ditemukan. Perutnya kembung karena penuh dengan air. Sementara orang-orang menangis dan berputus asa, Jim berdoa dan meminta belas kasihan Allah, agar nyawa anak itu dikembalikan. Mujizat pun terjadi. Anak itu kembali bernafas dan membuka matanya. Melihat keajaiban yang terjadi, seluruh isi kampung membuka hatinya dan mau menerima Injil. Akhirnya mereka percaya kepada Tuhan Yesus, dan bahkan mereka mau dibaptis.

    Lihatlah sekeliling kita. Kita akan menemukan teman-teman, saudara, atau orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita. Bukan suatu kebetulan kita bisa bertemu dan kenal dengan mereka. Mari kita membangun hubungan yang baik dan penuh kasih dengan mereka. Biarkan mereka melihat perubahan hidup kita sejak kita sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan. Jadilah terang dan garam dunia di rumah kita. Jadilah berkat bagi mereka. Pedulilah kepada mereka. Ketika kita mengerjakan kasih dengan tulus dan konsisten, Roh Kudus akan bekerja menjamah hati mereka, sehingga akhirnya mereka menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Kita tidak usah memikirkan hasilnya, yang penting kita lakukan bagian kita, yaitu menjadi berkat bagi orang lain dan beritakan Injil. Selebihnya, serahkanlah kepada Roh Kudus yang akan membukakan pintu yang semula tertutup dan mengadakan mujizat selamatkan jiwa. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

    *RENUNGAN*

    Lakukanlah pemberitaan Injil dengan KASIH YANG TULUS dan KONSISTEN.

    *APLIKASI*

    1. Apa yang sudah Anda lakukan selama ini untuk memberitakan Injil?

    2. Mengapa Anda perlu memberitakan Injil degan kasih yang tulus dan konsisten?

    3. Bagaimana Anda dapat memberitakan Injil degan kasih yang tulus dan konsisten?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    “Bapa dalam nama Yesus, ajar kami utuk senantiasa melakukan pemberitaan Injil dengan kasih yang tulus dan konsisten. Kami rindu melihat revival-Mu terjadi di gereja, bahkan bangsa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN*

    Kejadian 33-35

    Matius 10:1-20

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka23agustus2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

  • 23 agustus

    #renungan

    *HUKUM PERTAMA HARUS TETAP URUTAN PERTAMA*

    Jumat 23 Agust 2019

    _`Jawab Yesus kepadanya: `Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama` (Mat 22:37-38)_

    Hukum terutama dan pertama adalah mengasihi Tuhan. Sekali lagi: `mengasihi`! Tidak cukup hanya `percaya`. Setan percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan (bdk. Luk 4:34), namun ia tidak mengasihi Tuhan. Ia masuk neraka.

    Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi juga mengandung arti men-tuhan-kan Tuhan dalam diri dan hidup kita. `Men-tuhan-kan Tuhan` berarti menempatkan Tuhan pada prioritas pertama dalam diri kita. Konkritnya: mengutamakan kehendak Tuhan dalam segala hal, termasuk dalam menyelesaikan masalah, memilih jodoh/studi/ dll, mengurus bisnis, dll. Begitu pun dalam berelasi dengan sesama.

    Kita harus mengasihi sesama karena itu kehendak Tuhan. Kasih kepada sesama harus didasari kasih kepada Tuhan. Contoh: sekalipun ibu kandung kita sendiri yang menyuruh kita untuk aborsi, kita wajib tidak mentaatinya karena Tuhan melarang kita membunuh. Kita harus tahu perbedaan level antara Tuhan (Pencipta) dan ciptaan.

    Mengasihi itu mustahil, tanpa `keluar dari diri sendiri` dan menyangkal diri (bdk. Mat 16:24). Ketika suami ingin makan singkong, padahal kita ingin sekali makan keju, maukah kita mengalah? Ataukah, kita bersikeras dengan keinginan/pendapat/prinsip kita sendiri? Itu hanya contoh kecil. Kasih itu mau mendengarkan. Kasih itu mampu berdiskusi dalam damai dan mengalah, sejauh itu tidak bertentangan dengan Hukum Tuhan.

    *_Sr. M. Andrea, P.Karm_*

    Jumat 23 Agust 2019

    Pfak S. Rosa dari Lima, Perawan

    Rut 1:1.3-6.14-16.22; Mzm 146:5-10; Mat 22:34-40

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 25 agustus

    #renungan

    *BERJUANG UNTUK DISELAMATKAN*

    Minggu 25 Agust 2019

    _`Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: `Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat` (Luk 13:24)_

    Setiap pendaki gunung memiliki keinginan untuk mencapai puncak gunung. Kebahagiaan akan terpancar pada wajah mereka ketika mereka berhasil mencapai puncak. Bagaimana untuk mencapai puncak gunung? Mereka tentu mempersiapkan diri sebelumnya dengan berbagai macam latihan, peralatan, peta, juga bekal. Tanpa persiapan, mereka tidak mungkin akan mencapai puncak.

    Hidup manusia juga bagaikan pendakian sebuah gunung. Setiap orang ingin mencapai puncak, yaitu hidup kekal bersama Allah. Seperti seorang pendaki gunung, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Bagaimana caranya? Yesus mengingatkan kita untuk berjuang dengan sungguh-sungguh. Kita harus bekerja sama dengan rahmat Allah yang diberikan setiap hari. Tindakan penuh kasih kepada suami/istri, anak, orang tua, sahabat, rekan kerja, bahkan orang-orang yang tidak kita kenal di jalan mempersiapkan kita untuk mencapai puncak.

    Kita juga tidak perlu membuat pendaki lain gagal mencapai puncak untuk memungkinkan kita mencapai puncak. Kita tidak bersaing dengan para pendaki lain. Sebaliknya, mari kita `sesama pendaki gunung yang berusaha menuju hidup kekal bersama Allah`bekerja sama dalam perjalanan pendakian kita yang penuh tantangan. Jika antar pendaki gunung ada saling menolong, menghibur, menguatkan, tentu pendakian lebih ringan dan mudah. Tentu saja, dengan tetap mengandalkan rahmat Allah.

    *_Sr. M. Serafine, P.Karm_*

    Minggu 25 Agust 2019

    Hari Minggu Biasa XXI

    Yes 66:18-21; Mzm 117:1-2; Ibr 12:5-7.11-13; Luk 13:22-30

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 25 agustus

    KASIHILAH MUSUHMU

    Lukas 6a: 27 - 36

    Apabila kita dikatakan untuk mengasihi musuh, tentu hal ini akan menjadi sangat kontras dengan sifat kemanusiaan manusia. Berbicara tentang musuh, secara spontan kita akan terbawa pada perasaan emosi, atau dendam, sebab di sana ada rasa kebencian. Akan tetapi, Tuhan Yesus mengajarkan kita justru untuk mendobrak sifat kemanusiawian itu. Dalam hal ini, Tuhan Yesus ingin mengatakan bahwa kita orang-orang yang telah mengimani akan karya penebusan-Nya itu sudah menjadi manusia yang berbeda dari manusia pada umunya. Sifat-sifat sorgawi harus mendomiasi dari pada sifat duniawi.

    Inti dari khotbah pada Minggu ini adalah terletak pada visi dan misi kita di dunia ini. Tuhan Yesus mengatakan melalui khotbah ini bahwa visi orang Kristen adalah untuk menjadi sama seperti Bapa. Apabila kita meyakini bahwa Bapa itu murah hati maka kita pun haruslah demikian murah hati. Maka apabila ada seorang yang mengaku Kristen namun bersifat membenci, mendendam dsb. maka sesugguhnya dia tidaklah mencerminkan iman kekristenannya. Umat Kristus haruslah seperti Bapa yang murah hati tersebut.

    Dalam situasi kehidupan masa kini, tentu kita akan mengatakan bahwa melakukan seperti yang difirmankan Tuhan ini adalah sesuatu yang sangat sulit. Apabila kita melakukan apa yang dikatakan ini, maka bisa jadi kita akan menjadi sangat direndahkan bahkan dihina, bahkan dianiaya secara verbal maupun nonverbal.

    Kucinya terletak pada fokus pandangan kita dan kedekatan hubungan kita kepada Bapa Pemurah Hati itu. Bila kita memandang hanya kepada dunia ini, maka kita akan mengatakan bahwa ini sangat sulit. Akan tetapi apabila pandangan kita hanya tertuju pada Bapa dan memiliki kedekatan yang sangat intim dengan-Nya, tentu kita akan diarahkan dan dikuatkan untuk memiliki hati yang tulus dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan ini.

    Ketika dunia melihat bahwa kita berbeda darinya, maka dia akan selalu menyerang kita dan berusaha menyeret kita untuk menjadi seperti dirinya. Sementara itu, ketika kita menyadari bahwa kita berbeda dari dunia ini, maka kita akan semakin jauh meninggalkannya sebab pandangan kita hanya tertuju pada Bapa kita yang murah hati.

    Selamat Hari Minggu

    #SalamDamaiEklesia

  • 25 agustus

    25-AGUSTUS-2019

    *ReMIKA (RENUNGAN MINGGU KELUARGA ALLAH)*

    *MUSIM BERBUAH BANYAK*

    *BACAAN HARI INI*

    Roma 7:1-12

    *RHEMA HARI INI*

    *Roma 7:4b* _…agar kita berbuah bagi Allah._

    Selama bulan ini kita terus bicara tentang jiwa-jiwa dan penjangkauan. Kita tahu bahwa inilah saatnya angin kegerakan itu. Inilah saatnya arus dari Tuhan mengalir di tengah-tengah kita. Ini momennya di mana jalan untuk menjangkau sudah terbuka lebar. Kita terus deklarasikan bahwa ini saatnya semua rintangan-rintangan dan penghambat untuk menyelamatkan jiwa itu disingkirkan! Percayalah bahwa Tuhan sedang mengerjakan mujizat menyelamatkan jiwa.

    Mujizat pertama adalah banyak jemaat akan dibangkitkan menjadi pemenang jiwa. Orang yang tadinya tidak punya hati untuk jiwa-jiwa, tiba-tiba akan memiliki hati untuk jiwa-jiwa. Selama ini Anda mungkin tidak pernah berdoa bagi jiwa-jiwa, namun sekarang rasanya selalu ada kehausan untuk mendoakan mereka. Tadinya tidak punya keberanian untuk bersaksi, namun sekarang rasanya selalu ada dorongan untuk bersaksi. Anda yang tadinya seolah belum memberi sumbangsih banyak untuk kerajaan Allah tiba-tiba dipakai Tuhan menjadi Onesimus yang sangat amat berguna bagi Kerajaan Allah.

    Mujizat yang kedua, orang-orang yang selama ini begitu sulit untuk kita ajak, untuk kita injili, untuk kita doakan, tiba-tiba mereka semua dengan sangat mudah buka hati, tersentuh, tergerak, dan akhirnya mau untuk kita dorong ke gereja. Orang-orang yang awalnya Anda kenal paling sulit untuk diajak urusan ke gereja, tiba-tiba menjadi yang paling mudah untuk diajak ke gereja. Yang terakhir justru yang menjadi yang paling awal untuk meresponi. Ikutilah seri keempat kotbah bulan Agustus *“The Miracle of Soul Winning”* atau *“Mujizat Selamatkan Jiwa”* yang berjudul: *“Season of Fruitfulness”* atau *“Musim Berbuah Lebat.”* Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv Bagikan link ini kepada kerabat, kenalan, atau keluarga Anda sehingga mereka juga bisa diberkati.

    *RENUNGAN*

    Inilah waktunya anak-anak Tuhan *_BERBUAH BANYAK_* bagi Kerajaan Allah.                

    *APLIKASI*

    1. Seberapa besar kerinduan Anda untuk berbuah banyak bagi Kerajaan Allah?

    2. Percayakah Anda bahwa inilah saatnya mujizat selamatkan jiwa sedang Tuhan kerjakan di tengah-tengah kita?

    3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa berbuah banyak bagi Kerajaan Allah?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _“Tuhan, kami bersyukur bisa hidup di tengah-tengah arus kegerakan-MU yang luar biasa ini. Kami percaya inilah saatnya tuaian jiwa-jiwa yang terbesar yang akan Engkau kerjakan bagi dunia ini. Pakai kami menjadi alat-MU, berbuah banyak bagi kerajaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”_

    Renungan Minggu Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/remika

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    💖 Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • 26 agustus

    #renungan

    *APA YANG KAMU CARI?*

    Senin 26 Agust 2019

    _`[Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, [`].]` (Mat 23:14)_

    Suatu hari saya mendengar ungkapan dari seseorang yang mengatakan, `Para imam, biarawan-biarawati yang tidak menjadi kudus akan lama di api penyucian.` Dalam hati saya bertanya, `Mengapa?` Pikir saya, mungkin ka-rena mereka belajar dan mengetahui lebih banyak, tetapi tidak melakukannya. Pikir saya lagi, `Kalau begitu tidak usah menjadi biarawan/biarawati, tidak perlu banyak belajar.` Ini adalah pikiran yang salah. Memang, jika seseorang tidak tahu, ia tidak berdosa, tetapi kalau dengan sengaja ia tidak mau tahu, tentu sikap demikian harus dipertanggungjawabkannya.

    Dari satu sisi para ahli Taurat dan orang Farisi patut dihormati. Ajaran mereka harus ditaati sesuai hukum Allah. Lalu, mengapa Yesus dengan keras mengecam mereka? Sebab, mereka mengetahui peraturan serta hukum, dan mungkin mereka melakukannya juga, tetapi tidak demi kemuliaan Allah. Segala sesuatu yang mereka lakukan mempunyai tujuan untuk mencari kemuliaan mereka sendiri, untuk dilihat, dipuji, dan dianggap pandai, bijaksana, dll.

    Mungkin, kita pun, sadar maupun tidak, jatuh dalam hal yang sama. Kita bisa sering melayani orang, melakukan perbuatan baik, namun dengan motivasi yang kurang murni. Mari kita luruskan motivasi kita untuk kemuliaan Allah. Mari kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita dan me-ngembalikan pujian yang menjadi hak Allah karena tanpa Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa.

    *_Sr. M. Cornelia, P.Karm_*

    Senin 26 Agust 2019

    Pfak Yakobus Retouret, ImMrt

    1Tes 1:2-5.8-10; Mzm 149:1-6.9; Mat 23:13-22

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 26 agustus

    *SENIN, 26 AGUSTUS 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #1*

    *DIPILIH UNTUK MENGHASILKAN BUAH*

    *BACAAN HARI INI*

    Yohanes 15:14-19

    *RHEMA HARI INI*

    Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

    Arthur Ashe adalah petenis legendaris Wimbledon dari Amerika serikat. Ia sekarat karena tertular penyakit AIDS dari transfusi darah saat menjalani operasi jantung di tahun 1983. Surat-surat dari para penggemar berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Salah satu dari surat itu berbunyi, "Mengapa Tuhan harus memilihmu untuk penyakit yang begitu berat?” Untuk yang satu ini Arthur Ashe membalas, "Di seluruh dunia, 50 juta anak-anak sedang mulai bermain tenis, 5 juta belajar cara bermain tenis, 500 ribu belajar tenis professional, 50 ribu datang ke sirkuit, 5 ribu mencapai Grand Slam, 50 mencapai Wimbledon, 4 ke semi final, dan 2 ke final. Ketika saya memegang sebuah piala,  saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?" Dan hari ini, dalam kesakitan,  saya seharusnya juga tidak bertanya pada Tuhan, “Mengapa saya?"

    Dalam banyak hal, kita tidak bisa selalu memilij. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir dari siapa atau di keluarga mana. Demikian pula tidak seorang pun yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus (1Kor. 12:3). Ini berarti bukan kita yang memilih, tetapi Tuhanlah yang memilih kita untuk melakukan apa yang telah Dia rancangkan. Kalau Tuhan sudah menetapkan, maka ibarat palu sudah diketok, tidak ada yang bisa mengubahnya. Kita tidak akan bisa menghindar dari ketetapan-Nya.

    Tuhan mau kita mulai bergerak aktif di musim berbuah lebat ini untuk bekerja menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah. Berikanlah perhatian dan mulailah menjangkau orang-orang di sekitar kita, agar mereka dapat menerima keselamatan. Buang segala keraguan, sebab bila Tuhan yang menetapkan, Dia juga yang akan memperlengkapi. Inilah saatnya angin kegerakan, arus dari Tuhan sedang mengalir di tengah-tengah kita. Inilah momennya jalan untuk menjangkau terbuka lebar dan semua rintangan serta penghambat untuk selamatkan jiwa disingkirkan, sebab Tuhan sedang mengerjakan mujizat selamatkan jiwa. (PF)

    *RENUNGAN*

    BUKAN KITA yang memilih, tetapi Tuhan yang MEMILIH dan MENETAPKAN kita untuk MENGHASILKAN BUAH.

    *APLIKASI*

    1. Apa yang menyadarkan Anda bahwa Tuhan telah memilih Anda?

    2. Apa yang Anda rasakan setelah menyadarinya?

    3. Bagaimana Anda akan meresponi ketetapan Tuhan?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    “Tuhan Yesus, kami merasa sangat berharga karena Engkau telah memilih kami. Mampukan kami untuk taat dan hidup berbuah lebat bagi Kerajaan-Mu. Kami rindu keluarga, teman-teman dan orang-orang di sekitar kami juga beroleh keselamatan. Kami percaya inilah saatnya, inilah momennya banjir jiwa-jiwa diselamatkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN*

    Kejadian 41-42; Matius 12:1-23

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka26agustus2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

  • 27 agustus

    Renungan hari ini:

    KEKUATAN DAN KEBIJAKSANAAN TUHAN

    Mazmur 147:5 (TB) "Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga"

    Psalms 147:5 (NET)" Our Lord is great and has awesome power; there is no limit to his wisdom”

    Kekuatan dan kebijaksanaan TUHAN tiada batasnya. Tak seorangpun bisa mengatasinya. Untuk memahami kekuatan TUHAN yang luar biasa itu, akan terlihat dari keterbatasan yang kita miliki. Terkadang kita mengalami bahwa kita terbatas menangani dan menyelesaikan pergumulan kita. Seringkali perjalanan hidup kita mengalami kebuntuan bahkan mengalami hang (baca: heng). Itu istilah yang sering terlontar ketika komputer macet, tidak bisa lagi memberi respons apa-apa. Mungkin program yang dijalankan terlalu banyak atau berat. Atau, ada virus yang menghambat kerjanya. Istilah ini juga dipakai sebagian orang untuk menggambarkan bahwa mereka sedang tidak bisa berpikir lebih jauh. Mungkin karena terlalu penat atau kurang istirahat. Kondisi hang mengingatkan kita bahwa teknologi dan manusia, secanggih apa pun, sepintar apa pun, ada batasnya.

    Sebaliknya, Tuhan tidak terbatas. Perenungan pemazmur melambungkan imajinasi kita untuk memahami Dia yang “tidak terhingga”. Mengumpulkan kembali umat Israel yang tercerai berai di seluruh penjuru dunia bukan hal sulit bagi-Nya (ay. 2). Memulihkan orang yang sudah tidak punya harapan hidup adalah keahlian-Nya (ay. 3). Menghitung bintang di galaksi terjauh pun mudah saja bagi-Nya (ay. 4). Menyelimuti langit dengan awan, menurunkan hujan di tempat tertentu dan menahannya di belahan bumi lainnya, membuat gunung, menumbuhkan rerumputan, memberi makan hewan-hewan di padang, semua bisa dilakukan-Nya sekaligus! (ay. 8-9). Kehebatan manusia maupun sarana-sarana yang digunakan manusia dalam berkarya tidak mengesankan-Nya (ay. 11).

    Kita kerap frustrasi dengan waktu yang sempit dan tanggung jawab yang banyak. Kita tidak tahu bagaimana menyikapi relasi yang rusak sementara kasih dan kesabaran kita terbatas. Kita tidak mahahadir, otak kita tidak mahatahu. Namun, mana yang lebih sering kita andalkan? Diri kita, sesama manusia, teknologi, atau Tuhan yang tak terhingga? Sungguh, kita perlu senantiasa diingatkan betapa hebat dan tidak terbatasnya Tuhan kita! Karena itu, teruslah mengandalkan kekuatan TUHAN yang tiada batasnya itu agar kita mampu mengatasi pergumulan kita setiap hari. (rsnh)

    Selamat berkarya untuk TUHAN

  • 28 agustus

    #renungan

    *`TIDAK MUNAFIK` BUKAN `TIDAK SEMPURNA`*

    Rabu 28 Agust 2019

    _`Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran` (Mat 23:27)_

    Yesus mengecam orang-orang Farisi dan menyebut mereka munafik seperti `kuburan bercat putih` yang tampak bersih dari luar, tetapi dalamnya penuh tulang dan kotoran. Mungkin, kita semua memiliki sisi `kemunafikan orang Farisi`. Kita ingin tampak baik dan bersih, dan menutupi kele-mahan dan kekotoran kita. Apakah sabda Yesus untuk tidak munafik ini mengajak kita untuk bersikap: `Saya ini orang berdosa, saya suka bermalas-malasan, saya suka marah, dll., maka yah, saya akan terus-terang bersikap malas, marah, dll. karena saya tidak mau munafik. Saya mau tampil apa adanya diri saya dengan segala keterbatasan saya`?

    Yesus bukan tidak ingin kita menjadi sempurna/kudus, bahkan Ia memerintahkan, `Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna` (Mat 5:48). `Menjadi kudus` dan `berpura-pura kudus` itu tidak sama. Yesus ingin kita sungguh-sungguh menjadi kudus seutuh-utuhnya, bagian luar maupun bagian dalam. Ia tidak mau kita `berpura-pura kudus`.

    Jadi, mari meneladan St. Agustinus: mengakui kepapaan dan dosa kita, namun sungguh-sungguh berusaha menjadi kudus dengan seluruh bagian diri kita, luar dan dalam. Jika kita menyapa dengan ramah orang yang tidak simpatik, mari kita sertakan hati kita juga, jangan mengutukinya dalam hati.

    *_Sr. M. Salve Regina, P.Karm_*

    Rabu 28 Agust 2019

    Pw S. Agustinus, UskPujGrj

    1Tes 2:9-13; Mzm 139:7-12; Mat 23:27-32

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 28 agustus

    27 AGUSTUS 2019

    *ReSIKA (RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH)*

    HARI 2#

    *JEMAAT PEMENANG JIWA*

    *BACAAN HARI INI*

    1 Tesalonika 2:1-12

    *RHEMA HARI INI*

    *1 Tesalonika 2:9*  _Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu._

    Pagi itu Boni hendak berangkat ke sekolah, namun rupa-rupanya sopir keluarganya tidak masuk bekerja, sehingga akhirnya Boni pun memutuskan untuk naik becak. Di perjalanan tiba-tiba hatinya tergerak untuk bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Tanpa pikir panjang pun Boni mengajak tukang becak itu berbincang-bincang, dan ia pun bersaksi atas mujizat yang baru saja ia alami. Ya, beberapa bulan lalu Boni mengalami kecelakaan motor hebat, tetapi sungguh ajaib perlindungan Tuhan karena sekalipun motornya hancur remuk, Boni utuh sehat tanpa ada setitik gores pun di tubuhnya.

    Ketika Boni selesai bercerita, tiba-tiba saja tukang becak tersebut menangis. Tentu saja Boni kebingungan, siapa sangka bahwa ceritanya dapat menyentuh hati bapak itu. Ternyata tidak hanya Boni saja, bapak becak itu sendiri pun heran mengapa tahu-tahu ada kehangatan dalam hatinya dan air mata mengalir begitu saja. Boni kemudian mendoakan si bapak becak dan tak lupa ia mengajaknya ke gereja. Sungguh luar biasa cara Tuhan bekerja, karena hanya dengan begitu saja, bapak becak itu dengan mudahnya langsung mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

    Sadarkah Anda bahwa ini adalah saatnya penuaian jiwa-jiwa itu terjadi. Ini adalah saatnya kita bergerak menghasilkan buah bagi kerajaan Allah. Mari gunakan waktu ini sebaik-baiknya. Dimanapun dan kapanpun kita berada, kita bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan selama kita mau dipakai menjadi alat-Nya. Menyelamatkan jiwa ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan. Ketika kita mau dan melangkah, maka Tuhan sendiri yang akan mengambil alih segala sesuatunya. Sehingga melalui kesaksian hidup kita, jiwa-jiwa boleh dimenangkan bagi Tuhan.

    *RENUNGAN*

    Tuhan *_MAU_* kita menjadi *_JEMAAT PEMENANG JIWA_*.

    *APLIKASI*

    1. Sudahkah Anda berbuah bagi kerajaan Allah?

    2. Menurut Anda, mengapa Tuhan menginginkan kita menjadi pemenang jiwa?

    3. Tuliskanlah komitmen Anda untuk dapat menghasilkan buah jiwa-jiwa!

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _“Tuhan, kami tahu bahwa Engkau rindu menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Kami mau melangkah dalam musim panen ini, ya Bapa. Kami mau menjadi pemenang jiwa-jiwa, agar kami dapat berbuah lebat bagi kerajaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”_

    Renungan Siang Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/resika

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • 29 agustus

    #renungan

    *`TUHAN, KAULAH HARAPANKU`*

    Kamis 29 Agust 2019

    _`Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah` (Mzm 71:5)._

    Pada hari ini kita mengenangkan wafatnya St. Yohanes Pembaptis, `orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan dan luruskanlah jalan bagi-Nya` (Mat 3:3; bdk. Yes 40:3). Dialah yang membaptis Yesus di Sungai Yordan (bdk. Mrk 1:9). Dia juga yang berkata kepada kedua muridnya, `Lihatlah Anak Domba Allah!` ketika melihat Yesus lewat (bdk. Yoh 1:35-36) dan kedua mu-ridnya itu menjadi murid-murid Yesus yang pertama. Yohanes Pembaptis wafat dibunuh karena sakit hati dan dendam dari Herodias, istri Herodes yang semula adalah istri Filipus, adik Herodes.

    Rasa benci dan sakit hati tidak memberikan damai, sukacita dan kebahagiaan. Mungkin, pada hari ini atau pada hari yang lalu, kita pun mengalami peristiwa disakiti, difitnah, ditolak, tidak didengarkan, diremehkan, dianiaya, dll., mari tetap teguh pada jalan Tuhan. Jangan kita membiarkan diri kita dibelenggu amarah dan kebencian. Pada Yesus ada pengharapan, mari mengampuni dan berdamai, maka hidup kita akan bahagia karena dipenuhi damai dan kasihNya.

    `Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai,

    Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cintakasih.

    Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan, [`].

    Bila terjadi keputus-asaan jadikanlah aku pembawa harapan` (Doa St. Fransiskus dari Asisi).

    *_Sr. M. Sesilia L., P.Karm_*

    Kamis 29 Agust 2019

    Pw Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Martir

    Yer 1:17-19; Mzm 71:1-6.15.17; Mrk 6:17-29

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 29 agustus

      *KAMIS, 29 AGUSTUS 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #4*

    *MEMBANGUN JALA JIWA YANG KUAT*

    *BACAAN HARI INI*

    Yohanes 21:1-14

    *RHEMA HARI INI*

    Yohanes 21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

    Sebuah restoran cepat saji baru saja diresmikan. Di hari pertama pembukaan, restoran itu dipenuhi pembeli. Memasuki bulan kedua pengunjung mulai berkurang, bahkan semakin lama jumlahnya bisa dihitung. Mona, sang manajer, berusaha mencari tahu penyebab berkurangnya pengunjung. Ternyata ia menemukan, mulai dari rasa makanan yang tidak seenak saat pertama kali dibuka sampai pelayanan yang buruk dari karyawan restoran adalah penyebabnya. Ia pun memperbaiki semua kesalahan itu. Dengan teliti ia memperbaiki rasa setiap menu makanan. Ia juga kembali melatih para karyawan agar lebih ramah terhadap pelanggan. Ya, Mona kembali membangun restorannya yang sudah kehilangan pelanggan. Dan ia berhasil. Restoran itu akhirnya kembali ramai dikunjungi pelanggan, bahkan lebih banyak dari saat pertama kali dibuka.

    Saat jala Petrus berhasil menjaring 153 ekor ikan besar, pastilah Petrus dan teman-teman yang membantunya mengangkat jala merasa senang. Namun, bukan hanya itu yang membuat takjub. Jala yang ia gunakan tidak koyak sama sekali. Bayangkan, bagaimana seandainya jala Petrus tidak kuat, pastilah ia akan kehilangan tangkapan besar itu. Kisah Mona dan Petrus punya kesamaan. Sama-sama mendapatkan tangkapan besar. Mona mendapatkan pelanggan yang banyak dan Petrus ikan yang banyak. Bedanya, jala Mona tidak kuat, akibatnya ia kehilangan tangkapannya.

    Hari-hari ini, gereja juga harus kembali memeriksa jalanya, apakah masih kuat atau sudah mulai koyak. Coba lihat kembali apakah jemaat yang dulunya berapi-api masih terlihat di gereja atau tidak? Bila jawabannya tidak, maka kemungkinan jala kita sudah mulai koyak. Segeralah bertindak untuk kembali berjuang membangun jala yang kuat. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui kelompok sel. Seberapa kuat jala kelompok sel kita, sebanyak itulah jiwa-jiwa yang akan Tuhan kirimkan. Mulai perbarui komitmen untuk menampung jiwa-jiwa baru dan memuridkan jiwa-jiwa tersebut. Saat semua sudah siap, percayalah kita akan mengalami mujizat selamatkan jiwa di musim berbuah lebat ini.

    *RENUNGAN*

    Kita perlu MEMBANGUN JALA yang KOKOH dan KUAT untuk menjangkau jiwa-jiwa.

    *APLIKASI*

    1. Menurut Anda, seperti apakah jala yang kokoh dan kuat untuk menjaring jiwa?

    2. Mengapa Anda perlu memiliki jala yang kuat untuk menjaring jiwa-jiwa?

    3. Apa komitmen Anda agar bisa memiliki jala yang kuat untuk menampung banyak jiwa?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    “Bapa yang baik, terima kasih untuk panggilan-Mu dalam hidup kami untuk menjala jiwa-jiwa. Kami mohon ampun bila selama ini kami lalai dan membiarkan jala kami mulai koyak. Mulai saat ini kami berkomitmen untuk berjuang membangun kembali jala kami agar kuat. Mampukan kami, Bapa, sehingga kami boleh menyelamatkan banyak jiwa bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN

    Kejadian 49-50; Matius 13:31-58

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka29agustus2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

  • 30 agustus

    #renungan

    *HIDUP DALAM KEKUDUSAN*

    Jumat 30 Agust 2019

    _`Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus` (1Tes 4:7)_

    Kita semua diciptakan secitra dengan Allah. Allah adalah kudus, oleh karena itu kita pun dipanggil untuk menjadi kudus sama seperti Allah, `sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus` (1Ptr 1:16).

    Menjadi kudus! Kata-kata ini terdengar seakan-akan mustahil bagi kita. Memang, ini mustahil apabila kita mau menjadi kudus dengan kekuatan kita sendiri, namun bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil. Apabila Tuhan menghendaki, bahkan memerintahkan kita untuk menjadi kudus, berarti Tuhan yakin bahwa kita `bisa` menjadi kudus. Tentu, Tuhan tidak buta terhadap segala kerapuhan kita. Dia tahu kita ini debu, namun apa yang mustahil bagi kita akan dibuat-Nya menjadi mungkin berkat rahmat-Nya, asalkan kita mau, percaya, dan bekerja sama dengan rahmat-Nya. Buktinya sudah jelas: para santo dan santa. Mereka orang rapuh yang menjadi kudus karena bekerja sama dengan rahmat Tuhan. Mengapa kita tidak meniru mereka? 

    Apabila kita beranggapan bahwa mustahil untuk hidup kudus, maka kita akan cenderung `memanjakan` diri sendiri dalam hal dosa dan berkata, `Ah, ini hanya dosa kecil, tidak apa-apa.` Sikap seperti ini akhirnya membuat kita terbiasa melakukan dosa. Namun, apabila kita memiliki target menjadi kudus, maka dosa sekecil apa pun tidak kita tolerir. Apabila melakukan dosa, pasti kita akan cepat-cepat melakukan Pengakuan Dosa. 

    Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu hidup dalam kekudusan, sama seperti Engkau yang kudus adanya.

    *_Laurentia Vonny_*

    Jumat 30 Agust 2019

    1Tes 4:1-8; Mzm 97:1-2.5-6.10-12; Mat 25:1-13

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 30 agustus

        *JUMAT, 30 AGUSTUS 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #5*

    *PEPERANGAN ROHANI UNTUK MEMENANGKAN JIWA*

    *BACAAN HARI INI*

    Efesus 6:10-20

    *RHEMA HARI INI*

    Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    Jati memiliki dua orang adik. Salah satunya bernama Teguh, yang selalu berbeda pandangan dengannya. Meskipun sedari kecil sudah Nasrani, tetapi Teguh belum bisa mempercayai bahwa Yesus itu Tuhan. Bahkan hingga mereka sama-sama sudah berumah tangga, pemikiran Teguh masih tetap sama. Jati hidup dekat dengan Tuhan dan ia sangat rindu banyak jiwa diselamatkan, khususnya adiknya, Teguh. Namun, setiap kali Jati dan Teguh bertemu, pembicaraan mereka akan berakhir dengan perdebatan. Teguh selalu bersikeras bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

    Istri Jati yang mendengar perdebatan kakak beradik itu menyarankan suaminya berdoa, agar Tuhan yang membuka mata rohani adiknya. Akhirnya, Jati selalu berdoa dalam hatinya setiap kali bertemu dengan Teguh. Ia meminta Tuhan menyelamatkan adiknya dan mengampuni adiknya karena ketidakpercayaannya. Waktu pun berlalu. Sekitar dua tahun kemudian, sesuatu hal terjadi dan membuat Teguh berubah serta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jati sungguh bersyukur, karena Tuhan mendengar doanya, sehingga adiknya menerima anugerah keselamatan.

    Ketahuilah, di alam roh ada banyak penguasa di udara yang tidak menyukai saat kita berusaha menyelamatkan jiwa terhilang.  Dengan segala upaya, mereka akan menghalangi kita dengan menutup hati orang-orang yang hendak kita injili. Akan tetapi, janganlah kuatir. Saat kita menjadi saksi Kristus, Roh Kudus akan menyertai kita, sehingga kita bisa menghadapi roh-roh yang menghalangi kita. Ya, penjangkauan jiwa memang sangat erat kaitannya dengan peperangan rohani. Oleh karena itu, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan selengkap senjata Allah. Salah satunya dengan doa dan berpuasa. Berdoalah supaya hati jiwa-jiwa dibukakan dan dilembutkan, agar mata roh mereka dicelikkan. Sehingga ketika saatnya tiba, Roh Allah menjamah dan akhirnya mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jangan sampai kita melewatkan musim berbuah lebat sekarang. Inilah waktunya untuk ambil bagian dalam penyelamatan jiwa-jiwa. Percayalah, Tuhan akan melakukan mujizat penyelamatan jiwa melalui hidup kita. (LEW)

    *RENUNGAN*

    Untuk MEMENANGKAN JIWA, kita harus siap untuk PEPERANGAN ROHANI.

    *APLIKASI*

    1. Apakah Anda sudah berhasil memenangkan jiwa saat ini? Jika sudah atau belum, mengapa?

    2. Hal-hal apa yang menghambat Anda dalam memenangkan jiwa bagi Tuhan?

    3. Apa saja yang akan Anda persiapkan untuk menghadapi peperangan rohani dalam memenangkan jiwa-jiwa?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    Tuhan Yesus, beri kami hati seperti hati-Mu yang selalu ingin memenangkan jiwa-jiwa. Persiapkan kami menghadapi peperangan rohani dan perlengkapilah kami dengan perlengkapan senjata Allah, ya Tuhan. Kami percaya akan banyak jiwa diselamatkan dan percaya kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN*

    Keluaran 1-3; Matius 14:1-21

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka30agustus2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

  • 30 agustus

       JGN MEREMEHKAN HAL KECIL

    Barangsiapa setia dlm perkara-2 kecil, ia setia juga dlm perkara-2 besar. & barangsiapa tdk benar dlm perkara-2 kecil, ia tdk benar juga dlm perkara-2 besar (Luk 16;10).

    Adalah sifat manusia bila sering kali menganggap remeh hal-2 kecil krn dianggap krg berarti & berguna. Fokus & perhatian manusia se- ma ta-2 tertuju kpd hal-2 yg besar. Akhirnya banyak org menempuh jln instan dgn menghalalkan sgl cara yg haram demi menggapai hal-2 yg besar, tanpa mau berjuang dr bawah / memulai dr hal-2 yg kecil.

    Perhatikan! Alkitab mencatat banyak peristiwa dahsyat terjadi & mujizat Tuhan dinyatakan bermula dr hal hal kecil & sepele. Contoh: Tuhan sanggup memberi makan 5000 org laki-2, blm termasuk perempuan & anak-2, hanya dgn 5 roti & 2 ikan, yg menurut pemikiran manusia tdk ada artinya.

    Ada kisah seorg wanita yg ditinggal suaminya mengalami persoalan besar krn punya hutang banyak, & penagih hutang akan mengambil kedua anaknya utk dijadikan budak sbg ganti utang.Janda inipun meng adukan permasalahan hdpnya kpd Elisa(nabi Tuhan). Bertanyalah Elisa kpd janda itu apa yg ia punyai di rumah. "Hambamu ini tdk punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-2 berisi minyak.(2 Raj 4;3)". Jawaban janda ini menyirat kan bahwa ia tak punya sesuatu yg berarti, kecuali sebuah buli-2 berisi minyak. Menurut pandang an manusia, minyak dlm buli-2 yg se dikit itu tak sebanding dgn besar nya masalah. Namun cara pandang Elisa berbeda, yg melihat bahwa sebuah buli-2 berisi minyak bisa menjadi sarana bagi Tuhan utk me lakukan perkara-2 besar. Krn itu Elisa memberikan perintah, "Pergi lah,mintalah bejana bejana dr luar, dr pd sgl tetangga mu, bejana-2  kosong, tetapi jgn terlalu sedikit."

    (2 Raja 4:3).

    Banyak org Kristen gagal mengalami mujuzat dr Tuhan krn melihat besarnya masalah, fokus pd keterba tasan. Jgn anggap remeh hal ke cil! "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesa wi saja kamu dpt berkata kpd gu nung ini: Pindah dr tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, & takkan ada yg mustahil bagimu."(Mat 17:20).

    Jgn batasi kuasa Tuhan dgn keter batasan yg ada pd pikiran kita, krn Dia Mahasanggup utk melakukan mujizat besar dgn hal yg kecil.

    ORG YG SUKA MEREMEHKAN HAL YG KECIL, DIA TDK AKAN PERNAH DIPERCAYAI TUHAN DGN HAL YG BESAR.Amin.Gbu.Immanuel.30/8.  

  • 30 agustus

       30 AGUSTUS 2019

    *ReSIKA (RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH)*

    HARI 5#

    *PEPERANGAN DALAM MEMBERITAKAN INJIL*

    *BACAAN HARI INI*

    2 Korintus 10:1-18

    *RHEMA HARI INI*

    *2 Korintus 10:5* _Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,_

    Penginjilan bukanlah sekedar memindahkan jiwa-jiwa terhilang ke gereja. Dalam novel fiksi “Surat-Surat Screwtape”, C.S. Lewis memperkenalkan dua sosok iblis yang berusaha untuk menjaring manusia ke “kubu” mereka. Diceritakan bagaimana Screwtape merasa tidak senang ketika Wormwood, bawahan sekaligus keponakannya, gagal menahan manusianya untuk menjadi Kristen. Namun menariknya, Screwtape menulis dalam suratnya, “Salah satu sekutu besar kita adalah gereja itu sendiri.” Screwtape pun menjelaskan bagaimana manusia bisa begitu terjebak dalam megahnya gedung gereja, tata cara keagamaan, liturgi, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya. Semua itu pun mengalihkan manusia dari tujuan kekristenan yang sesungguhnya, yaitu pengenalan akan Tuhan dan petumbuhan karakter Kristus. Sehingga tidaklah heran bila perpecahan terjadi dalam gereja dan jiwa-jiwa kembali menghilang.

    Ini adalah sebuah peringatan bagi kita, anak-anak Tuhan, bahwa kita tidak seharusnya berpuas diri ketika kita berhasil menarik jiwa ke gereja. Tuhan Yesus bukan hanya mengutus kita untuk menghasilkan buah, tetapi juga agar buah itu tetap. Ya, ketika seseorang bertobat, peperangan yang sesungguhnya barulah dimulai. Peperangan ini tidak terlihat, sebab terjadinya di alam roh. Ketika Paulus menulis tentang "siasat orang" dan "kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia", ia pun merujuk pada pengajar-pengajar dalam gereja yang berusaha membelokkan ajaran murni Paulus kepada jemaat Korintus. Di balik orang-orang itu ada roh jahat yang menggerakkan mereka.

    Satu hal perlu kita sadari, inilah musimnya berbuah lebat, saatnya mujizat selamatkan jiwa terjadi. Ketika Tuhan mengirimkan banjir jiwa ke tengah-tengah kita, berjuanglah agar mereka tetap pada kita. Jangan sampai buah-buah jiwa itu gugur sebelum matang, rusak digerogoti hama, atau membusuk pada dahannya. Bangkitlah dalam doa dan puasa untuk memerangi usaha musuh merebut mereka kembali. Perkuat jala-jala kelompok sel kita, jangan sampai koyak dan jiwa-jiwa itu tenggelam kembali ke dalamnya lautan yang gelap. (MV.L)

    *RENUNGAN*

    Saat *_INJIL DIBAGIKAN_*, roh jahat berusaha *_MENUTUPI_* dan *_MENGHALANGI_* pengenalan akan Tuhan.

    *APLIKASI*

    1. Halangan apa saja yang pernah Anda hadapi dalam memperjuangkan jiwa terhilang?

    2. Mengapa Anda perlu bangkit berperang untuk memperjuangkan jiwa-jiwa?

    3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memerangi halangan musuh dalam memberitakan Injil?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah memilih kami. Ampuni kami apabila selama ini kami menyerah dalam kelemahan kami saat memperjuangkan jiwa-jiwa yang Engkau percayakan. Tuhan, buatlah kami menyadari bahwa kamilah orang-orang pilihan-Mu. Kami kuat karena Engkau beserta kami. Bersama-Mu, kami dapat memenangkan banyak jiwa dan buah kami tetap dalam-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”_

    Renungan Siang Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/resika

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • 30 agustus

         TUHAN SANGGUP

    MENYEMBUHKAN PENYAKITMU

    TUHAN, Allahku, kpd Mu aku berteriak minta tolong, & Engkau tlh menyembuh kan aku.(Maz 30:3)

    Di hadapan umat pilihan Tuhan (bangsa Israel), Tuhan sendiri me nyatakan diriNya sbg Jehova Rapha, Tuhan yg menyembuhkan. Demikianlah F.T, "Jika kamu sung guh2 mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, & melakukan apa yg benar di mataNya, & memasang telingamu kpd perintah-2 Nya & tetap mengikuti sgl ketetapanNya, maka Aku tdk akan menimpakan kpdmu penyakit manapun, yg tlh Kutimpakan kpd org Mesir; sebab Aku Tuhanlah yg menyembuhkan sakitmu.(Kel 15:26).

    Kesembuhan yg Tuhan sediakan bagi umat Nya bukan hanya kesem buhan secara fisik, melainkan juga mencakup kesembuhan secara ro hani yg berupa pengampunan dosa

    .Tapi sayang, msh ada begitu banyak org Kristen yg menganggap bahwa kesembuhan dr Tuhan ada lah cerita usang di Alkitab, & dima sa skrg kesembuhan hanya diper oleh melalui penanganan medis / dokter.

    Dengar baik-2! Tuhan yg memberikan kesembuhan kpd umatNya didlm Alkitab, adalah Tuhan yg sama yg kuasaNya tdk pernah beru bah dr dahulu, sekrg, sampai selama-2nya. Alkitab menyatakan bahwa melalui pengorbanan Kristus di kayu salib sgl kutuk dosa tlh dipatahkan, & salah satu kutuk dosa itu adalah sakit penyakit. "Ia sendiri tlh memikul dosa kita di dlm tubuhNya di kayu salib, spy kita, yg tlh mati terhadap dosa, hdp utk kebenaran. Oleh bilur-2 Nya kamu tlh sembuh."

    (1 Pet 2:24),

    "Dialah yg memikul kele mahan kita & menanggung penyakit kita."(Mat 8:17).

    Karena itu tdk ada alasan bagi kita utk tdk memper sembahkan korban syukur kpd Tuhan, spt yg Daud laku kan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, & jgnlah lupakan sgl kebaikanNya! Dia yg mengampuni sgl kesalahan mu, yg menyembuhkan sgl penyakitmu,"(Maz 103:2 3).

    Bagi Sdr yg saat ini sdg terbaring tak berdaya di tempat tidur krn sakit penyakit, arahkan pandang an iman sdr kpd Tuhan, yg adalah Dok ter di atas sgl dokter, Sang Tabib yg ajaib.

    Sebab Aku yg mendtgkan kesem buhan bagimu, Aku yg mengobati luka-2mu, demikianlah F.T(Yer 30: 17)

    TUHANLAH MENGHDPKAN & ME MATIKAN & DIALAH YG SEMBUHKAN PENYAKIT KITA, OBAT, DR, & ALAT-2 MEDIS CANGGIH HANYA SBG SARANA SAJA,YG MENENTUKAN SEMUA ITU TUHAN, TETAPLAH BER HARAP PDNYA.Amin.Gbu. Immanuel.31/8.  

  • 30 agustus

    30 AGUSTUS 2019

    *ReMAKA (RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH)*

    HARI 5#

    *MEMILIKI KEHIDUPAN DOA DAN PUASA YANG KUAT*

    *BACAAN HARI INI*

    Lukas 6:12-16

    *RHEMA HARI INI*

    *Lukas 6:12* _Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah._

    Jessica berlari ke arah boneka saat diajak ibunya berbelanja ke  supermarket. Dia memegang sebuah boneka Teddy Bear yang lucu. Dari kejauhan ibunya mengamati apa yang dilakukan oleh anak perempuannya itu. Selang beberapa waktu, Jessica meletakkan boneka Teddy Bear dan kembali menghampiri ibunya. Ibu Jessica bertanya apa Jessica menginginkan boneka itu dan Jessica menjawab iya. Namun, Jessica tau ibunya tidak akan membelikan untuknya, karena belum lama ini Jessica sudah dibelikan mainan oleh ibunya.

    Jessica yang duduk di kelas 4 SD itupun mulai menyisihkan uang sakunya dan setiap malam dia berdoa agar bisa memiliki boneka Teddy Bear itu. Bahkan sering Jessica puasa jajan agar uangnya bisa ditabung semua. Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Jessica ibunya memberikan kejutan boneka Teddy bear yang diinginkannya ada di kamarnya. Jessica sangat senang dan berterima kasih kepada ibunya. Ternyata selama Jessica berdoa dan berpuasa jajan itu, ibunya selalu mengamati dan hatinya tersentuh sehingga keinginan Jessica dikabulkan ibunya.

    Orangtua di dunia saja akan memberikan apa yang menjadi keinginan kita saat kita berusaha. Begitupun dengan Bapa kita saat kita menangisi jiwa-jiwa, Dia tidak akan berdiam diri  melihat kita berjuang sendirian. Walaupun ketika kita berbicara dan menyampaikan kabar keselamatan tentang Tuhan Yesus, ada kuasa jahat yang tidak tinggal diam. Yang dengan segala daya upaya akan berusaha menggagalkan pemberitaan Injil kita, sehingga apa yang kita katakan tidak bisa diterima oleh orang lain. Namun, jangan khawatir, hal itu akan berbeda jika kita berdoa dan berpuasa. Kita bisa mengalahkan kuasa jahat dengan kuasa Roh Kudus. Ya, peperangan rohani akan dimenangkan saat kita memiliki kehidupan doa dan puasa yang kuat. Tuhan Yesus akan memberikan kemenangan kepada anak-anak-Nya yang tekun berdoa bahkan berpuasa untuk keselamatan jiwa-jiwa. Oleh karena itu, jika kita rindu teman, saudara, tetangga kita mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka, mulailah ambil bagian dalam doa dan puasa khusus untuk jiwa-jiwa. Percayalah, akan semakin banyak jiwa diselamatkan di musim berbuah lebat ini dengan kita berdoa dan berpuasa. (LEW)

    *RENUNGAN*

    Untuk menjangkau jiwa secara *_EFEKTIF_*, kita perlu memiliki *_KEHIDUPAN DOA DAN PUASA_* yang kuat.

    *APLIKASI*

    1. Apakah Anda sudah memiliki kehidupan doa dan puasa untuk menjangkau jiwa-jiwa? Jika sudah atau belum, mengapa?

    2. Apa saja yang menjadi penghalang Anda ketika melakukan doa dan puasa? Sebutkan!

    3. Sebutkan komitmen Anda dalam berdoa dan berpuasa untuk jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan Yesus!

    *DOA UNTUK HARI INI*

    _“Tuhan Yesus, ajarkanlah kami untuk tekun dalam berdoa dan berpuasa, khususnya bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Engkau. Kami percaya dengan doa puasa, akan banyak jiwa diselamatkan dan percaya kepada-Mu.Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”_

    Renungan Malam Keluarga Allah bisa juga dibaca melalui App KA atau cya.nz/remaka

    *Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    💖 Love God 💕 Love People 🔥With Passion

  • 30 agustus

    #renungan

    *TALENTA DARI TUHAN*

    Sabtu 31 Agust 2019

    _`Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hambahambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka` (Mat 25:14)_

    Mari kita membawa diri kita masuk dalam perikop ini. Kita adalah hamba-hamba, kepada siapa harta itu dipercayakan, dan orang yang mempercayakannya adalah Tuhan. Harta itu berupa talenta/kemampuan yang memang di-berikan Tuhan kepada kita masing-masing, meski tidak sama bentuk dan jumlahnya. Semuanya itu diberikan berdasarkan kebijaksanaan-Nya dan karena Allah tahu batas kesanggupan kita dalam memanfaatkannya (bdk. ay. 15). 

    Kita tidak perlu iri hati jika kepada sesama kita dipercayakan talenta yang lebih banyak. Tidakkah seringkali kita belum secara maksimal mengembangkan semua talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita sendiri? 

    Kita pun tidak perlu menyombongkan diri jika kepada kita dipercayakan banyak talenta oleh Tuhan, namun mari kita senantiasa bersyukur dan bersikap rendah hati. Talenta itu diberikan tidak karena jasa kita dan sesungguhnya setiap saat jika Tuhan mau mengambilnya dari kita dan memberikannya kepada orang lain, Ia bisa melakukannya. 

    Yang terpenting adalah berapa pun talenta kita, kita harus berusaha mengembangkan dan menggunakannya untuk kemuliaan Allah, karena untuk itulah Tuhan mempercayakannya kepada kita. 

    `Ya Tuhan, kami bersyukur untuk apa yang telah Kau percayakan kepada kami. Biarlah dengan rahmat-Mu kami dapat menggunakannya untuk kemuliaan-Mu.`

    *_Sr. M. Vincentia, P.Karm_*

    Sabtu 31 Agust 2019

    1Tes 4:9-11; Mzm 98:1.7-9; Mat 25:14-30

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 1 september

    #renungan

    *KETULUSAN HATI*

    Minggu 01 Sep 2019

    _`Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan` (Luk 14:11)_

    Beberapa pejabat dan tokoh masyarakat dewasa ini menjadi sorotan karena tingkah laku dan perbuatannya. Mereka melakukan korupsi, saling debat, saling menjatuhkan, dll. Tampaknya, mereka menghalalkan segala cara demi kekuasaan dan jabatan. 

    Dalam Injil diceritakan bahwa tamu-tamu saling berlomba untuk duduk di tempat-tempat kehormatan. Mereka berlomba untuk menjadi yang paling utama, menjadi nomor satu dan terdepan. Mereka ingin mendapatkan pujian dan penghormatan di depan banyak orang. Yesus mengetahui motivasi yang tersembunyi di dalam hati mereka ini dan mengingatkan para murid-Nya agar waspada untuk tidak jatuh dalam sikap demikian. 

    Mungkin, kita sudah pernah jatuh dan bersikap seperti para pejabat dan orang berkuasa itu. Kita memposisikan diri berada di paling depan mungkin dengan harapan terselubung dalam hati supaya terlihat paling suci, paling baik, paling penting, paling terhormat, paling berkuasa, dll. di antara yang lainnya. Kita diajak untuk mengingat kembali akan pentingnya menjaga ketulusan hati. Kita sedang ditempa, diubah agar semakin berguna dan bermanfaat. Tanpa Kristus kita tidak ada artinya. Menjadi pengikut Kristus yang setia dimulai dari kerendahan hati dan ketulusan. Selebihnya Tuhan sendiri yang akan memimpin dan menempatkan kita sesuai tugas yang diberikan-Nya kepada kita.

    *_Rm. Marsinus, CSE_*

    Minggu 01 Sep 2019

    Hari Minggu Biasa XXII

    Hari Minggu Kitab Suci nasional

    Sir 3:17-18.20.28-29; Mzm 68:4-7.10-11; Ibr 12:18-19.22-24; Luk 14:1.7-14

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 2 september

    Senin, 2 September 2019

    *TATANAN MENGENAI PENEBUSAN*

    Terkait dengan tatanan mengenai pengampunan, perlu membahas mengenai penebusan. Kata penebusan (Ing. redemption) tentu sudah tidak asing di telinga orang Kristen. Kata ini sering didengar, bahkan diucapkan. Pengajaran mengenai hal ini penting sekali untuk digali, sebab hal ini sangat bertalian dengan keselamatan (soteriologi). Bahkan pengajaran ini bagian dari pengajaran mengenai keselamatan. Kesalahan kita memahami pengertian penebusan, akan membuat salah juga memahami keselamatan yang Tuhan berikan.

    Dalam Bahasa Ibrani ada beberapa kata yang diterjemahkan sebagai penebusan, antara lain: geullah (גְּאֻלָּה) artinya harga penebusan, padah (פָּדָה) yang lebih berarti melepaskan atau membebaskan, gaal (גָּאַל) yang artinya memberikan pembebasan dengan melakukan transaksi pembayaran. Kata lain adalah matsa (מָצָא) yang artinya lebih dekat dengan memperoleh kembali. Dalam teks bahasa Yunani terdapat kata apolutrosis (ἀπολύτρωσις) yang selain artinya redemption, juga berarti ransom in full (tebusan secara penuh), riddance(pembebasan dari sesuatu), deliverance(pembebasan). Kata “tebus” atau “penebusan” merupakan kata yang sudah sangat popular baik pada zaman sebelum maupun sesudah Masehi. Karena hal penebusan ini menyangkut karya keselamatan Tuhan Yesus yang berlangsung dan terjadi di Palestina pada abad pertama dalam budaya Yahudi dan Hellenis (masa di mana budaya Yunani mendominasi masyarakat), maka untuk membahas penebusan oleh Tuhan Yesus harus memahami hal penebusan dalam konteks zaman itu.

    Penebusan artinya pembayaran suatu harga demi untuk mendapatkan seseorang (nyawa, budak, istri, dan lain-lain) atau sesuatu (pengampunan dosa, barang gadaian, dan lain sebagainya). Praktik penebusan dalam kehidupan manusia pada zaman itu ada di berbagai wilayah hidup, antara lain di wilayah agama, pengadilan, perbudakan, dan politik.

    Pertama,pengertian penebusan di wilayah agama. Dalam Alkitab Perjanjian Lama, begitu banyak pemaparan berita mengenai korban penebusan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel agar mereka memperoleh pengampunan dari Tuhan (Im. 5:5-7;15). Dalam hal ini, betapa beruntungnya menjadi orang Israel yang telah mengenal hal korban penebusan sebelum Anak Manusia -Sang Penebus dosa yang sejati- tampil untuk menebus dosa dunia. Tradisi menyelenggarakan korban sebagai penghabus dosa sudah dikenal sejak dahulu, selain Habel juga nenek moyang Israel seperti Abraham, Ishak, dan Yakub. Juga Ayub yang tidak jelas di mana ia berada pada zaman ia hidup.

    Tuhan Yesus telah memberi diri-Nya sebagai tebusan agar manusia dapat memperoleh pengampunan dosa (Ef. 1:7; Kol. 1:14). Darah domba tidak menyucikan dan menebus dosa manusia, sesungguhnya darah domba binatang hanya simbol darah sesungguhnya yang menyucikan. Darah domba hanya voucher dari darah yang sesungguhnya, yaitu darah Anak Domba. Hanya darah Tuhan Yesus yang dapat menebus semua manusia.

    Kedua, pengertian penebusan di wilayah pengadilan. Banyak kasus-kasus yang berkenaan dengan penebusan dalam budaya orang Yahudi yang sangat implikatif dengan kehidupan orang percaya sekarang ini. Misalnya, menurut budaya Ibrani, apabila seekor lembu mengakibatkan kematian seseorang, maka lembu itu dan pemiliknya harus dihukum mati dengan lemparan batu. Demi untuk keselamatan diri sang pemilik, ia bisa menebus nyawanya degan membayar sejumlah uang tebusan yang dalam Bahasa Ibrani disebut sebagai pidyowm; kafar (Ing. ransom) (Kel. 21:28-30). Bukan hanya nyawa yang bisa diraih atau dimiliki dengan uang tebusan, juga barang-barang atau benda-benda lain yang digadaikan. Sebenarnya manusia telah menggadaikan dirinya dengan mengikuti jalan dosa, tetapi Tuhan Yesus menebusan dengan darah-Nya. Tuhan Yesus menebus kita juga berarti Tuhan Yesus membebaskan kita dari hukuman kematian.

    Ketiga, pengertian penebusan di wilayah perbudakan. Budak adalah manusia yang tidak memiliki nilai diri dan hak hukum sama sekali. Majikan yang memilikinya sangat berkuasa atas budak tersebut. Bila seseorang ingin membebaskan atau memiliki seorang budak bagi dirinya sendiri, maka ia harus membayar sejumlah uang. Uang tebusan disebut dalam bahasa Yunani disebut sebagai lutron. Alkitab menyatakan berulang-ulang bahwa Tuhan Yesus menebus kita dari dosa, maksudnya bahwa Tuhan membeli kita bukan dengan emas dan perak, tetapi dengan darah-Nya, suatu harga yang sangat tinggi (1Ptr. 1:17-19). Sehingga kita yang dahulu menjadi budak Iblis sekarang menjadi budak (Yun. Doulos) Tuhan.

    Keempat, penebusan di wilayah politik. Tawanan perang yang hendak diminta kembali harus ditebus dengan sejumlah uang. Mereka adalah orang-orang yang tidak berdaya, yang ada dalam genggaman musuh. Di sini dibutuhkan intervensi dari pihak luar untuk bisa membebaskan para tawanan. Penebusan versi ini adalah pengertian penebusan di wilayah politik. Manusia sebagai tawanan ditebus oleh Yesus dengan darah-Nya.

    Sola Gracia 🙏🏻

  • 3 september

    #renungan

    *MELIHAT DENGAN IMAN*

    Selasa 03 Sep 2019

    _`Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,` (1Tes 5:9)_

    Dari Kitab Suci kita mengetahui bahwa Allah sungguh mengasihi kita (bdk. 1Yoh 4:10). Melalui para nabi kita mendengar Allah berkata kepada kita, `Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku [...]` (Yes 49:16). `Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau` (Yes 43:1-2).

    Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan. Lalu, bagaimana dengan orang yang terus-menerus ditimpa kemalangan? Sakit tidak kunjung sembuh, kehilangan orang yang dicintai karena sakit, karena kecelakaan lalu lintas, karena dibunuh, atau karena ditelan bencana? Masih bisakah kita melihat bahwa Allah mengasihi kita?

    Ternyata melalui semua pengalaman yang sangat tidak menyenangkan itu Allah ingin menghantar anak-anak kesayangan-Nya untuk berjalan pada jalan iman yang lebih tinggi, yaitu iman penuh kepasrahan. Iman di mana dalam kesesakan, kepenatan, dan kekalutan batin ia tetap beriman dan berseru, `Tuhan tolong saya. Tuhan kuserahkan hidupku kepada-Mu!`

    *_Sr. M. Yovita, P.Karm_*

    Selasa 03 Sep 2019

    Pw S. Gregorius Agung, PausPujG

    1Tes 5:1-6.9-11; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 4:31-37

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

    *Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*

    chat.whatsapp.com/HlLX4weRJMw9a2Rga6lskp

    atau

    chat.whatsapp.com/BtbeLXzHYB4CbJvCjqiMDj

    atau

    renunganpkarmcse.com/wagrup

  • 5 september

    *KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #4*

    *PERCAYA SAJA!*

    *BACAAN HARI INI*

    Yohanes 11:31-45

    *RHEMA HARI INI*

    Yohanes 11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    Seorang bocah berusia dua belas tahun bersama seluruh keluarganya mengungsi dari Rwanda ke Uganda untuk menghindari genosida. Bukan hanya meninggalkan kampung halaman, mereka juga terpaksa meninggalkan harta bendanya. Saat berusia lima belas tahun ia mencoba berbisnis dengan menjual perangkat komputer. Meskipun baru menjual beberapa unit saja, ia percaya bisnisnya akan menjadi besar. Kepercayaan inilah yang membuatnya nekat meninggalkan bangku sekolah demi mengembangkan bisnisnya. Singkat cerita, keyakinannya menjadi kenyataan. Selain menjadi importir IT Hardware di Uganda, ia membuka kantor di Dubai dan menyuplai perusahaan-perusahaan di seluruh Afrika. Ia juga memiliki usaha di bidang infrastruktur telekomunikasi, perhotelan, packaging manufaktur, pusat perbelanjaan, pabrik kertas, serta ribuan hektar lahan pertanian. Ia adalah Ashish Thakkar, pemilik Mara Group yang beroperasi di 21 negara.

    Tuhan Yesus juga pernah meminta Marta untuk percaya kepada-Nya agar bisa melihat kemuliaan Allah melalui kebangkitan Lazarus yang sudah meninggal selama empat hari. Benar saja, Lazarus bangkit dari kematian. Kebangkitan Lazarus pun membuat banyak orang yang menyaksikan mujizat kebangkitannya menjadi percaya kepada Yesus.

    Gembala kita, Bapak Obaja juga memiliki hati yang mudah percaya pada tuntunan Tuhan. Saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana gereja kita dibanjiri dengan mujizat-mujizat besar. Baik Ashish, Marta, maupun Bapak Obaja, memiliki satu persamaan. Mereka mudah percaya meskipun belum melihat apa-apa. Tidak peduli bagaimanapun kenyataannya. Saat ini kita kembali mendapatkan tuntunan bahwa akan terjadi great revival dalam gereja kita. Milikilah sikap hati yang benar dalam meresponi rhema ini. Milikilah hati yang mudah percaya bahwa itu pasti terjadi. Percaya bahwa tahun ini tahun mujizat besar. Mujizat keuangan besar, mujizat kesembuhan besar, mujizat pemulihan keluarga, mujizat di mana jiwa-jiwa diselamatkan pasti terjadi. Percayalah, ini waktunya Tuhan mengadakan great revival yang jauh lebih besar di tengah-tengah kita.

    *RENUNGAN*

    Miliki HATI yang MUDAH PERCAYA untuk DAPAT MELIHAT hal-hal yang LEBIH BESAR.

    *APLIKASI*

    1. Mujizat besar apakah yang sedang Anda nantikan?

    2. Bagaimana seharusnya sikap hati Anda agar bisa mengalami mujizat yang besar?

    3. Bagaimana Anda dapat memiliki hati yang mudah percaya dan ikut terlibat dalam great revival yang hendak Allah kerjakan?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    “Bapa yang baik, mampukan kami untuk memiliki hati yang mudah percaya akan tuntunan-Mu, supaya kami dapat mengalami great revival yang dahsyat yang telah Engkau siapkan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN*

    Keluaran 16-18

    Matius 18:1-20

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka05september2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

  • 5 september

    #renungan

    *`ENGKAU` AKAN MENJALA MANUSIA*

    Kamis 05 Sep 2019

    _`Kata Yesus kepada Simon: `Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia` (Luk 5:10b)_

    Kisah penangkapan ikan yang menakjubkan ini adalah kisah panggilan murid-murid pertama Yesus, yaitu Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus. Perjalanan panggilan mereka terjadi setapak demi setapak. Mereka mendengar Yesus mengajar orang banyak, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit (bdk. Luk 4:14-44)

    Perjalanan batin berjumpa dengan Tuhan dapat sungguh-sungguh menggerakkan orang dan membukakan lembaran baru dalam kehidupannya. Diceritakan bagaimana Simon menyaksikan keajaiban terjadi, serta merta kata-kata Yesus diturutinya. Ia merasa diri pendosa dan mohon agar Yesus yang disapanya sebagai Tuhan menjauhinya. Simon dilanda kekuatan yang ilahi dan merasa tidak pantas. Kepada Simon, Yesus berkata, `Jangan takut!` Sapaan ini menghibur dan memberi kekuatan. Simon meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus sepenuhnya.

    Kata-kata Yesus `Engkau akan menjala manusia` itu berarti `Engkau akan menangkap manusia untuk membawa mereka kepada Sang Kehidupan.` Penugasan itu adalah ajakan ikut serta menjalankan karya Sang Juruselamat mewartakan Kerajaan Allah. Yang mengemban tugas itu bukan hanya murid-murid pertama, melainkan semua orang yang percaya, para pengikut Yesus, yaitu Gereja sampai zaman kita ini. Tugas `menjala manusia` itu tugas kita. Bersediakah kita dipakai-Nya?

    *_Sr. M. Clara, P.Karm_*

    Kamis 05 Sep 2019

    Kol 1:9-14; Mzm 98:2-6; Luk 5:1-11

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 7 september

    *SABTU, 07 SEPTEMBER 2019*

    *RENUNGAN KELUARGA ALLAH*

    *HARI #6*

    *KOMITMEN BAYAR HARGA UNTUK MASUK KEGERAKAN BESAR*

    *BACAAN HARI INI*

    Matius 16:13-27

    *RHEMA HARI INI*

    Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

    Sly, demikianlah panggilan seorang anak yang dilahirkan di New York tahun 1946. Keluarga Sly sangatlah miskin. Akibat kelahiran yang tidak lancar, ia mengalami kelainan syaraf di bagian mukanya. Ia juga berbicara gagap. Kerap kali ia diejek teman-temannya karena kecacatan wajahnya. Karena kekuranganya, di usia remaja, Sly pernah dimasukkan ke sekolah kebutuhan khusus. Walaupun demikian, ia bermimpi untuk menjadi seorang aktor.

    Saat dewasa, Sly berusaha mewujudkan mimpinya dengan mengikuti audisi-audisi, tetapi selalu gagal. Penolakan pun diterimanya sebanyak 1.500 kali. Namun ia tetap gigih berusaha hingga akhirnya ia menerima peran sebagai figuran. Meski selama bertahun-tahun kariernya tidak beranjak, ia tetap mendedikasikan dirinya untuk dunia peran. Sampai di tahun 1976, tepat saat Sly berusia 30 tahun, ia mengalami terobosan besar. Sly berhasil menjadi pemain utama sekaligus penulis dalam sebuah film berjudul “Rocky”. Film tersebut meledak dan membuatnya terkenal. Setelah Rocky, kesuksesan terus dialaminya beberapa dekade selanjutnya. Ia pun berhasil menjadi aktor pencetak box office terbesar di dunia sepanjang tahun 1970 hingga 1990. Penghargaan seperti Oscar, Golden Globe, Lifetime Achievement Award, Honorary Cesar juga pernah diraihnya. Sly tidak lain adalah aktor terkenal Sylvester Stallone.

    Untuk mencapai sesuatu yang besar tentu ada perjuangan yang besar. Perjuangan tentu tidak mudah dan sering kali kita harus meninggalkan zona nyaman. Tidak jarang, kita akan menemui kegagalan dan ketidakpastian. Namun, dengan iman kita terus melangkah. Itulah harga yang harus terus kita bayar. Begitu pula dengan kegerakan besar yang tengah terjadi di tengah-tengah kita. Tidak setiap kali terasa mudah bagi kita. Ada kalanya kita harus mendorong diri kita sedemikian keras untuk terus berjuang. Sekali kita berhenti bayar harga, kita pun bisa ketinggalan. Ya, jangan pernah menyerah. Ini waktunya untuk hal yang lebih besar. Jangan berhenti, sampai great revival benar-benar terjadi, dalam hidup kita dan juga di tengah-tengah kita. (LEW)

    *RENUNGAN*

    Harus berani KOMITMEN BAYAR HARGA untuk ikut masuk dalam KEGERAKAN BESAR.

    *APLIKASI*

    1. Harga apa yang perlu Anda bayar untuk dapat masuk dalam kegerakan besar yang kini sudah mulai terjadi di tengah-tengah kita?

    2. Adakah penghalang bagi Anda untuk terus membayar harga? Sebutkan!

    3. Bagaimana agar Anda bisa terus komitmen membayar harga?

    *DOA UNTUK HARI INI*

    “Bapa, terima kasih untuk setiap keadaan yang kami alami saat ini. Kami mau mengalami lompatan yang besar seperti Yusuf, Daud, dan seperti Engkau ya, Yesus. Kami percaya kami dan gereja kami pasti akan mengalami sesuatu yang lebih besar. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

    *BACAAN ALKITAB SETAHUN*

    Keluaran 21-22; Matius 19

    *Audio ReKA & Bacaan Alkitab Setahun:*

    cya.nz/reka07september2019

    *GBI Keluarga Allah Global Cell Church* | www.gbika.org

    ❤ Love God, 💓Love People, 🔥with Passion.

1251 – 1275 dari 1281    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 50  51  52  Selanjutnya Kirim tanggapan