Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1301 – 1305 dari 1305    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 51  52  53Kirim tanggapan

  • 4 november

    Shalom.dan selamat pagi.

    Selamat merenungkan firman Tuhan

    *Tanggal 01, Hari Jumat*

    ```BELAS KASIHAN KRISTUS TIDAK MENGENAL BATAS```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Matius 8 : 17*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."*_

    💝

    Tuhan kita Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk melayani kebutuhan manusia dengan tidak jemu-jemu. Dia “memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita," agar IA bisa melayani setiap kebutuhan kemanusiaan kita. IA datang untuk membuang beban penyakit dan kesedihan dan dosa Misi-Nya adalah membawa pemulihan sempurna kepada manusia; IA datang untuk memberikan kesehatan dan kedamaian dan kesempumaan karakter.

    Beraneka ragam keadaan dan kebutuhan mereka yang mencari pertolongan-Nya, dan tidak satu pun yang datang kepada-Nya pulang tanpa tertolong. Dari-Nya mengalir sungai kuasa penyembuhan, dan manusia dijadikan utuh dalam tubuh, jiwa dan pikiran.

    Pekerjaan Juruselamat tidak terbatas pada waktu atau tempat. Belas kasihan-Nya tidak mengenal batas. IA melakukan pekerjaan penyembuhan dan pengajaran-Nya pada skala besar sehingga tidak ada bangunan di Palestina yang cukup besar menampung orang banyak yang bergerombol menuju kepada-Nya; Di lereng-lereng bukit hijau Galilea, di tengah perjalanan, di tepi pantai, di rumah-rumah ibadat, dan di setiap tempat di mana orang sakit bisa dibawa kepada-Nya akan menjadi rumah sakit-Nya. Di setiap kota, setiap kabupaten, setiap desa yang dilalui-Nya, IA menaruh tangan-Nya ke atas penderita, dan menyembuhkannya. Di mana pun ada hati yang siap menerima pekabaran-Nya, IA menghibur mereka dengan jaminan tentang kasih Bapa surgawi mereka. Sepanjang hari IA melayani mereka yang datang kepada-Nya; pada petang hari IA memberikan perhatian kepada mereka yang sepanjang hari telah bekerja keras memperoleh sedikit penghasilan untuk menafkahi keluarganya.

    Yesus memikul beban tanggung jawab yang amat berat bagi keselamatan manusia. IA mengetahui bahwa kecuali dilakukan perubahan nyata dalam prinsip dan tujuan manusia, maka semua akan tersesat. Inilah beban Jiwa-Nya, dan tidak ada yang bisa menghargai beban yang dipikul-Nya. Sepanjang masa kanak-kanak, masa muda, dan dewasa, IA berjalan sendirian...

    Hari demi hari IA menemui godaan dan cobaan, hari demi hari IA bersentuhan dengan kejahatan, dan menyaksikan kuasanya atas mereka yang sedang IA berkati dan selamatkan. Namun IA tidak gagal maupun menjadi putus asa....

    ✅ IA selalu sabar dan ceria, dan yang menderita mengelu-elukan Dia sebagai pembawa kehidupan dan kedamaian. IA melihat kebutuhan pria dan wanita, anak-anak dan orang muda, dan kepada semuanya IA memberikan undangan, “Datanglah kepadaKu.”..

    Sementara IA berlalu melewati kota-kota, IA seperti arus kehidupan memberikan hidup dan sukacita.

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • Hari Jumat pukul 2:55

    Bacaan: Yakobus 1:2-4

    Setahun: Yohanes 19-21

    Kuat karena Luka

    Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. (Yakobus 1:2)

    Setiap manusia tentu pernah merasa sakit hati dan terluka. Bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang-ulang sepanjang kita masih menempuh perjalanan hidup ini. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting untuk diajukan adalah, bagaimana kita menyikapi setiap luka yang kita alami? Hal ini penting untuk kita renungkan karena luka hati adalah salah satu aspek yang membentuk diri kita.

    Yakobus memahami bahwa setiap pencobaan tentu menghasilkan banyak sekali luka di dalam hati seseorang. Semakin banyak pencobaan, semakin banyak pula sakit hati yang ditimbulkan. Akan tetapi, di dalam suratnya Yakobus mengatakan bahwa apabila kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, hal itu merupakan suatu kebahagiaan. Artinya, Yakobus mendorong kita untuk menyikapi setiap sakit hati dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita dapat belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman sakit hati tersebut. Dan, semakin banyak hikmah yang kita pelajari dari rasa sakit hati, semakin kuat pula diri kita.

    Apabila tidak disikapi dengan baik, buah yang dihasilkan dari sakit hati hanyalah dendam. Oleh karena itu, kita harus belajar dari setiap luka dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita akan semakin kuat menghadapi setiap luka, dan kita belajar untuk tidak memberi luka bagi orang lain. Inilah buah manis yang kita hasilkan. --ZDP/www.renunganharian.net

    BELAJAR DARI SETIAP LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG MANIS.

    ________________________________

    BELAJAR TIDAK MEMBERI LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG LEBIH MANIS LAGI.

    Yakobus 1:2-8, 12-18 (TB)

    2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

    3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

    4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

    5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

    6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

    7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

    8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

    12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

    14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

    15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

    16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

    17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

    18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

    Hari Jumat pukul 2:56 diubah oleh ZEGA376

  • Hari Senin pukul 23:26

    #renungan

    *KESETIAAN DALAM MENCINTAI*

    Selasa 12 Nop 2019

    _`Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?` (Luk 17:9)_

    Hidup ini senantiasa dipenuhi berbagai tugas yang harus kita lakukan. Penghargaan, entah itu hadiah, ucapan terima kasih, senyuman, kenaikan jabatan, atau lainnya, selalu dapat menyenangkan hati dan menambah semangat dalam melakukan tugas. Namun, apakah kita bersedia mengerjakan tugas hanya karena penghargaan yang diberikan kepada kita? Ketika penghargaan tidak diberikan, apakah kita menjadi malas, bahkan berhenti, dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepada kita? Terlebih lagi, saat kita sudah bekerja keras dalam mengusahakan yang terbaik, tetapi masih dicela dan `tidak dianggap`, maukah kita tetap melakukan tugas kita?

    Sesungguhnya, tugas kita yang paling utama dalam hidup ini adalah mencintai. Mencintai orang lain yang mencintai kita itu sangat mudah dan menyenangkan. Namun, mencintai sesama yang tidak mencintai kita, apalagi yang membenci, menghindari, melukai, merugikan, dan mengkhianati kita, itu sangat sulit. Kita tidak mampu melakukannya jika kasih Tuhan tidak menjiwai kita.

    Mencintai haruslah merupakan dasar segala tindakan, aktivitas, dan tugas yang kita lakukan. Bila cinta itu menjiwai kita, maka kita akan melakukan apa pun dengan sungguh-sungguh, sekalipun tidak ada yang menghargai apa yang kita lakukan. Kesetiaan dalam mencintai memampukan kita tulus dalam bertindak dan melakukan tugas.

    *_Sr. Dominique Savio, P.Karm_*

    Selasa 12 Nop 2019

    Pw S. Yosafat, UskMrt

    Keb 2:23-3:9; Mzm 34:2-3.16-19; Luk 17:7-10

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • Hari Senin pukul 23:38

    `` PENGAMPUNAN & PERTOBATAN ``

    (Efesus 4:30-32 )

    Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yg telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan

    Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

    Tetapi hendaklah kamu ramah seorang thd yg lain, penuh kasih mesra

    dan saling mengampuni, sebgmn Allah di dlm Kristus TELAH MENGAMPUNI KAMU

    Kisah "Onesimus"

    Bacaan :(Filemon 1:8-22)

    "--dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku." (Fil.1:11)

    Nama *Filemon* dalam bahasa Yunani berarti *penuh kasih*

    Filemon adl.seorang warga kota Kolose yg disebut dlm Perjanjian Baru

    Di kota Kolose ini Filemon merupakan org yg sangat terkemuka dan memiliki banyak budak

    Salah satu budak yg bekerja di rumah Filemon adalah *Onesimus*.  Adapun nama *Onesimus* memiliki arti:  

    *berguna atau berfaedah*.  Namun hubungan antara Filemon dgn Onesimus sempat kurang baik krn Onesimus(budak)

    melarikan diri dari rumah majikannya dgn membawa harta milik tuannya itu 😟

    krn ia mencoba mengadu nasib akan kebebasan statusnya sbg budak di suatu kota lain

    Tentu saja tindakan Onesimus itu sangat merugikan Filemon,

    sang tuan nya itu☹

    Bukan hal yg kebetulan jika dlm masa pelariannya itu Onesimus bertemu dgn rasul Paulus di dlm penjara

    Melalui pelayanan Paulus ini akhirnya Onesimus menerima Kristus 😇 sbg Tuhan dan Juruselamat 🙏🏼, dan kehidupan Onesimus pun mengalami perubahan 180 derajat.  Perjumpaannya dgn Paulus benar2 menjadi "titik balik" dari kehidupan Onesimus yg lama

    (2 Korintus 5:17)

    Jadi siapa yg ada di dalam Kristus, ia adl.ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yg baru sdh datang.

    Sejak saat itu rasul Paulus menyebut dia sbg anak rohaninya (ayat.10)

    dan buah hati nya(ayat.12)

    Walaupun demikian rasul Paulus tdk dgn serta merta menahan Onesimus untuk kepentingannya sendiri, sebaliknya ia menyuruh Onesimus untuk kembali pulang kpd Filemon, tuannya

    "Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sbg gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, ttapi tanpa persetujuanmu, aku tdk mau berbuat sesuatu, spy yg baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dgn sukarela. Sebab mungkin krn itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, spy engkau dapat menerimanya untuk se-lama2-nya,"(ay.13-15)

    Melalui suratnya ✉ rasul Paulus meminta dg sangat kpd Filemon agar bersedia untuk memaafkan 🙏🏼 segala kesalahan yg telah diperbuat Onesimus di masa lalu dan mau menerimanya kembali, namun  "...bukan lagi hanya sebagai hamba, melainkan lebih dari hamba, yaitu sbg saudara yg kekasih,"(ayat 16)

    Bahkan Paulus yang telah membujuk Onesimus untuk kembali kpd tuannya

    *APA TUJUAN PAULUS ?

    ▪︎Pemulihan Nama baik Onesimus

    ▪︎Jadi itu bertujuan spy stigma negatif yg terlanjur melekat kpd Nama Baiknya yg terlanjur buruk dapat dipulihkan kembali, dan tuannya pun dapat melihat dgn mata kepala sendiri bhw ia sudah berubah 🙂

    (Amsal 22:1)  

    Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

    (Yakobus 2:17-18)

    Demikian juga halnya dgn iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

    Tetapi mungkin ada orang berkata:

    "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan",

    aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kpdku iman

    mu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan2ku."

    Dlm lingkungan masyarakat, ketika seseorg sdh mendapatkan stigma negatif dari lingkungannya  krn kesalahan yg telah di perbuat di masa lalu 😏, sulit rasanya untuk bisa lepas meski org Tsb.

    sudah bertobat  & menjalani hidup yg baru

    Apa yg diperbuatnya masih saja serba salah 😞 krn org lain masih memandangnya dgn sebelah mata 🤨,

    tdk mudah percaya lagi &selalu menaruh curiga 😏

    Kata stigma diartikan sbg tanda penolakan sosial berupa rasa malu atau aib yg dikenakan kpd seseorg krn pernah melakukan suatu kesalahan atau pelanggaran

    Yang patut disesalkan, banyak orang Kristen yg juga bersikap demikian ktk ada seseorg telah melakukan kesalahan

    atau berbuat dosa thd dirinya

    Mereka bersikap sinis 😏

    & cenderung menghakimi

    Berbeda dgn sikap rasul Paulus saat menghadapi org yg telah melakukan kesalahan spt Onesimus ini, ia tidak menghakimi atau menyudutkan,

    ttpi justru dgn sabar membimbing, mengarahkan serta menuntunnya kpd pertobatan 😊

    (Roma 2:4)

    Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bhw maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

    Perhatian & sikap kasih 💗 yg Paulus tunjukkan mampu membangkitkan semangat Onesimus shg ia merasa dihargai & diterima keberadaannya kembali 🙂

    Meski wajar jika Filemon msh tampaknya ragu2 😕 untuk menerima Onesimus kembali, namun Paulus bersedia memberikan jaminan kepadanya:

    "Dan kalau dia sudah merugikan engkau

    ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku aku, Paulus, menjaminnya dgn tulisan tanganku sendiri:

    Aku akan membayarnya-- agar jangan kukatakan: 'Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!' krn engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri."(Filemon 1:18-19)

    Saat Filemon bersedia menerima Onesimus kembali & menganggapnya sbg saudara,

    status Onesimus tdk lagi sbg budak sebgmn yg lalu

    Wlpun perubahan hidup Onesimus tidak terjadi secara instan ttpi melalui proses pembentukan yg mungkin menyakitkan 😔.  Onesimus bagaikan sebuah bejana 🏺

    yg bersedia untuk dibentuk oleh Tuhan 😇

    Kita tdk dpt menjadi bejana yg sesuai kehendak Tuhan jika kita tetap saja mau mengeraskan hati kita😖

    (Ibrani 4:7b)

    "..pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"  

    ```Dibutuhkan penyerahan diri secara penuh kpd Tuhan untuk menjadi pribadi yg lebih baik!```

    (Wahyu 3:19)

    Barangsiapa Kukasihi,

    ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    (2 Petrus 3:9,15)

    ...krn Ia menghendaki spy jangan ada yang binasa, melainkan spy semua org berbalik dan bertobat.

    Anggaplah kesabaran Tuhan kita sbg ksempatan bagimu unt.broleh selamat

  • Kemarin pukul 5:54

    Renungan Harian

    Bacaan: 2 Samuel 19:1-4

    Setahun: Kisah Para Rasul 9-10

    Hati Bapa

    Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: "Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!" (2 Samuel 19:4)

    Hati seorang bapa mana yang tidak sedih tatkala melihat perilaku anak kandungnya yang semata-mata hanya mendatangkan dukacita? Beberapa orang bapa di dunia ini mungkin saja bisa merasa sakit hati dan memutuskan hubungan dengan seorang anak yang berperilaku demikian, namun apakah ia bisa melupakannya? Tidak! Sejahat apa pun perilaku anak itu, ia tetaplah seorang anak yang memiliki hubungan batin dengan bapanya.

    Demikianlah kita mengenal hubungan Daud dengan Absalom, anaknya. Absalom telah berlaku kurang ajar dengan memberontak dan mempermalukan orang tuanya. Hal ini jelas memilukan hati Daud, tapi sebagai seorang bapa, ia tetap mengasihinya. Hari itu, kemenangan para prajuritnya tidaklah membuatnya bersorak-sorai dengan sukacita, tetapi sebaliknya Daud merasakan dukacita mendalam karena kematian Absalom. Daud menangisi kematian Absalom; sampai-sampai tangisan dan ratapannya terdengar begitu keras di telinga para tentara yang berperang untuknya.

    Hati bapa yang ditunjukkan Daud mengingatkan kita kepada hati Allah kepada umat-Nya. Sejujurnya, kita tidak pernah berhenti memilukan hati-Nya dengan pelanggaran-pelanggaran kita. Namun demikian Allah tidak pernah berhenti memikirkan dan mencari kita. Ia begitu berharap agar kita kembali dalam pelukan-Nya, Ia mau mengampuni kita. Sampai kapan pun Allah setia menanti kehadiran kita. Hati-Nya berlimpah dengan kasih dan pengampunan, apakah kita bersedia menanggapi kasih setia-Nya, mengakui semua pelanggaran, dan menerima anugerah-Nya? --SYS/www.renunganharian.net

    DOSA SELALU MEMBUAT HATI BAPA MENJADI PILU,

    TAPI DOSA TIDAK BISA MENGHENTIKAN-NYA

    UNTUK TETAP MENGASIHI KITA.

1301 – 1305 dari 1305    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 51  52  53Kirim tanggapan