Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1301 – 1325 dari 1431    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 52  53  54 ... 58  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 4 november

    Shalom.dan selamat pagi.

    Selamat merenungkan firman Tuhan

    *Tanggal 01, Hari Jumat*

    ```BELAS KASIHAN KRISTUS TIDAK MENGENAL BATAS```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Matius 8 : 17*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."*_

    💝

    Tuhan kita Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk melayani kebutuhan manusia dengan tidak jemu-jemu. Dia “memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita," agar IA bisa melayani setiap kebutuhan kemanusiaan kita. IA datang untuk membuang beban penyakit dan kesedihan dan dosa Misi-Nya adalah membawa pemulihan sempurna kepada manusia; IA datang untuk memberikan kesehatan dan kedamaian dan kesempumaan karakter.

    Beraneka ragam keadaan dan kebutuhan mereka yang mencari pertolongan-Nya, dan tidak satu pun yang datang kepada-Nya pulang tanpa tertolong. Dari-Nya mengalir sungai kuasa penyembuhan, dan manusia dijadikan utuh dalam tubuh, jiwa dan pikiran.

    Pekerjaan Juruselamat tidak terbatas pada waktu atau tempat. Belas kasihan-Nya tidak mengenal batas. IA melakukan pekerjaan penyembuhan dan pengajaran-Nya pada skala besar sehingga tidak ada bangunan di Palestina yang cukup besar menampung orang banyak yang bergerombol menuju kepada-Nya; Di lereng-lereng bukit hijau Galilea, di tengah perjalanan, di tepi pantai, di rumah-rumah ibadat, dan di setiap tempat di mana orang sakit bisa dibawa kepada-Nya akan menjadi rumah sakit-Nya. Di setiap kota, setiap kabupaten, setiap desa yang dilalui-Nya, IA menaruh tangan-Nya ke atas penderita, dan menyembuhkannya. Di mana pun ada hati yang siap menerima pekabaran-Nya, IA menghibur mereka dengan jaminan tentang kasih Bapa surgawi mereka. Sepanjang hari IA melayani mereka yang datang kepada-Nya; pada petang hari IA memberikan perhatian kepada mereka yang sepanjang hari telah bekerja keras memperoleh sedikit penghasilan untuk menafkahi keluarganya.

    Yesus memikul beban tanggung jawab yang amat berat bagi keselamatan manusia. IA mengetahui bahwa kecuali dilakukan perubahan nyata dalam prinsip dan tujuan manusia, maka semua akan tersesat. Inilah beban Jiwa-Nya, dan tidak ada yang bisa menghargai beban yang dipikul-Nya. Sepanjang masa kanak-kanak, masa muda, dan dewasa, IA berjalan sendirian...

    Hari demi hari IA menemui godaan dan cobaan, hari demi hari IA bersentuhan dengan kejahatan, dan menyaksikan kuasanya atas mereka yang sedang IA berkati dan selamatkan. Namun IA tidak gagal maupun menjadi putus asa....

    ✅ IA selalu sabar dan ceria, dan yang menderita mengelu-elukan Dia sebagai pembawa kehidupan dan kedamaian. IA melihat kebutuhan pria dan wanita, anak-anak dan orang muda, dan kepada semuanya IA memberikan undangan, “Datanglah kepadaKu.”..

    Sementara IA berlalu melewati kota-kota, IA seperti arus kehidupan memberikan hidup dan sukacita.

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • 8 november

    Bacaan: Yakobus 1:2-4

    Setahun: Yohanes 19-21

    Kuat karena Luka

    Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. (Yakobus 1:2)

    Setiap manusia tentu pernah merasa sakit hati dan terluka. Bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang-ulang sepanjang kita masih menempuh perjalanan hidup ini. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting untuk diajukan adalah, bagaimana kita menyikapi setiap luka yang kita alami? Hal ini penting untuk kita renungkan karena luka hati adalah salah satu aspek yang membentuk diri kita.

    Yakobus memahami bahwa setiap pencobaan tentu menghasilkan banyak sekali luka di dalam hati seseorang. Semakin banyak pencobaan, semakin banyak pula sakit hati yang ditimbulkan. Akan tetapi, di dalam suratnya Yakobus mengatakan bahwa apabila kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, hal itu merupakan suatu kebahagiaan. Artinya, Yakobus mendorong kita untuk menyikapi setiap sakit hati dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita dapat belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman sakit hati tersebut. Dan, semakin banyak hikmah yang kita pelajari dari rasa sakit hati, semakin kuat pula diri kita.

    Apabila tidak disikapi dengan baik, buah yang dihasilkan dari sakit hati hanyalah dendam. Oleh karena itu, kita harus belajar dari setiap luka dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita akan semakin kuat menghadapi setiap luka, dan kita belajar untuk tidak memberi luka bagi orang lain. Inilah buah manis yang kita hasilkan. --ZDP/www.renunganharian.net

    BELAJAR DARI SETIAP LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG MANIS.

    ________________________________

    BELAJAR TIDAK MEMBERI LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG LEBIH MANIS LAGI.

    Yakobus 1:2-8, 12-18 (TB)

    2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

    3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

    4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

    5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

    6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

    7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

    8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

    12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

    14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

    15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

    16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

    17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

    18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

    8 november diubah oleh ZEGA376

  • 11 november

    #renungan

    *KESETIAAN DALAM MENCINTAI*

    Selasa 12 Nop 2019

    _`Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?` (Luk 17:9)_

    Hidup ini senantiasa dipenuhi berbagai tugas yang harus kita lakukan. Penghargaan, entah itu hadiah, ucapan terima kasih, senyuman, kenaikan jabatan, atau lainnya, selalu dapat menyenangkan hati dan menambah semangat dalam melakukan tugas. Namun, apakah kita bersedia mengerjakan tugas hanya karena penghargaan yang diberikan kepada kita? Ketika penghargaan tidak diberikan, apakah kita menjadi malas, bahkan berhenti, dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepada kita? Terlebih lagi, saat kita sudah bekerja keras dalam mengusahakan yang terbaik, tetapi masih dicela dan `tidak dianggap`, maukah kita tetap melakukan tugas kita?

    Sesungguhnya, tugas kita yang paling utama dalam hidup ini adalah mencintai. Mencintai orang lain yang mencintai kita itu sangat mudah dan menyenangkan. Namun, mencintai sesama yang tidak mencintai kita, apalagi yang membenci, menghindari, melukai, merugikan, dan mengkhianati kita, itu sangat sulit. Kita tidak mampu melakukannya jika kasih Tuhan tidak menjiwai kita.

    Mencintai haruslah merupakan dasar segala tindakan, aktivitas, dan tugas yang kita lakukan. Bila cinta itu menjiwai kita, maka kita akan melakukan apa pun dengan sungguh-sungguh, sekalipun tidak ada yang menghargai apa yang kita lakukan. Kesetiaan dalam mencintai memampukan kita tulus dalam bertindak dan melakukan tugas.

    *_Sr. Dominique Savio, P.Karm_*

    Selasa 12 Nop 2019

    Pw S. Yosafat, UskMrt

    Keb 2:23-3:9; Mzm 34:2-3.16-19; Luk 17:7-10

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 11 november

    `` PENGAMPUNAN & PERTOBATAN ``

    (Efesus 4:30-32 )

    Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yg telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan

    Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

    Tetapi hendaklah kamu ramah seorang thd yg lain, penuh kasih mesra

    dan saling mengampuni, sebgmn Allah di dlm Kristus TELAH MENGAMPUNI KAMU

    Kisah "Onesimus"

    Bacaan :(Filemon 1:8-22)

    "--dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku." (Fil.1:11)

    Nama *Filemon* dalam bahasa Yunani berarti *penuh kasih*

    Filemon adl.seorang warga kota Kolose yg disebut dlm Perjanjian Baru

    Di kota Kolose ini Filemon merupakan org yg sangat terkemuka dan memiliki banyak budak

    Salah satu budak yg bekerja di rumah Filemon adalah *Onesimus*.  Adapun nama *Onesimus* memiliki arti:  

    *berguna atau berfaedah*.  Namun hubungan antara Filemon dgn Onesimus sempat kurang baik krn Onesimus(budak)

    melarikan diri dari rumah majikannya dgn membawa harta milik tuannya itu 😟

    krn ia mencoba mengadu nasib akan kebebasan statusnya sbg budak di suatu kota lain

    Tentu saja tindakan Onesimus itu sangat merugikan Filemon,

    sang tuan nya itu☹

    Bukan hal yg kebetulan jika dlm masa pelariannya itu Onesimus bertemu dgn rasul Paulus di dlm penjara

    Melalui pelayanan Paulus ini akhirnya Onesimus menerima Kristus 😇 sbg Tuhan dan Juruselamat 🙏🏼, dan kehidupan Onesimus pun mengalami perubahan 180 derajat.  Perjumpaannya dgn Paulus benar2 menjadi "titik balik" dari kehidupan Onesimus yg lama

    (2 Korintus 5:17)

    Jadi siapa yg ada di dalam Kristus, ia adl.ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yg baru sdh datang.

    Sejak saat itu rasul Paulus menyebut dia sbg anak rohaninya (ayat.10)

    dan buah hati nya(ayat.12)

    Walaupun demikian rasul Paulus tdk dgn serta merta menahan Onesimus untuk kepentingannya sendiri, sebaliknya ia menyuruh Onesimus untuk kembali pulang kpd Filemon, tuannya

    "Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sbg gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, ttapi tanpa persetujuanmu, aku tdk mau berbuat sesuatu, spy yg baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dgn sukarela. Sebab mungkin krn itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, spy engkau dapat menerimanya untuk se-lama2-nya,"(ay.13-15)

    Melalui suratnya ✉ rasul Paulus meminta dg sangat kpd Filemon agar bersedia untuk memaafkan 🙏🏼 segala kesalahan yg telah diperbuat Onesimus di masa lalu dan mau menerimanya kembali, namun  "...bukan lagi hanya sebagai hamba, melainkan lebih dari hamba, yaitu sbg saudara yg kekasih,"(ayat 16)

    Bahkan Paulus yang telah membujuk Onesimus untuk kembali kpd tuannya

    *APA TUJUAN PAULUS ?

    ▪︎Pemulihan Nama baik Onesimus

    ▪︎Jadi itu bertujuan spy stigma negatif yg terlanjur melekat kpd Nama Baiknya yg terlanjur buruk dapat dipulihkan kembali, dan tuannya pun dapat melihat dgn mata kepala sendiri bhw ia sudah berubah 🙂

    (Amsal 22:1)  

    Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

    (Yakobus 2:17-18)

    Demikian juga halnya dgn iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

    Tetapi mungkin ada orang berkata:

    "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan",

    aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kpdku iman

    mu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan2ku."

    Dlm lingkungan masyarakat, ketika seseorg sdh mendapatkan stigma negatif dari lingkungannya  krn kesalahan yg telah di perbuat di masa lalu 😏, sulit rasanya untuk bisa lepas meski org Tsb.

    sudah bertobat  & menjalani hidup yg baru

    Apa yg diperbuatnya masih saja serba salah 😞 krn org lain masih memandangnya dgn sebelah mata 🤨,

    tdk mudah percaya lagi &selalu menaruh curiga 😏

    Kata stigma diartikan sbg tanda penolakan sosial berupa rasa malu atau aib yg dikenakan kpd seseorg krn pernah melakukan suatu kesalahan atau pelanggaran

    Yang patut disesalkan, banyak orang Kristen yg juga bersikap demikian ktk ada seseorg telah melakukan kesalahan

    atau berbuat dosa thd dirinya

    Mereka bersikap sinis 😏

    & cenderung menghakimi

    Berbeda dgn sikap rasul Paulus saat menghadapi org yg telah melakukan kesalahan spt Onesimus ini, ia tidak menghakimi atau menyudutkan,

    ttpi justru dgn sabar membimbing, mengarahkan serta menuntunnya kpd pertobatan 😊

    (Roma 2:4)

    Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bhw maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

    Perhatian & sikap kasih 💗 yg Paulus tunjukkan mampu membangkitkan semangat Onesimus shg ia merasa dihargai & diterima keberadaannya kembali 🙂

    Meski wajar jika Filemon msh tampaknya ragu2 😕 untuk menerima Onesimus kembali, namun Paulus bersedia memberikan jaminan kepadanya:

    "Dan kalau dia sudah merugikan engkau

    ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku aku, Paulus, menjaminnya dgn tulisan tanganku sendiri:

    Aku akan membayarnya-- agar jangan kukatakan: 'Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!' krn engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri."(Filemon 1:18-19)

    Saat Filemon bersedia menerima Onesimus kembali & menganggapnya sbg saudara,

    status Onesimus tdk lagi sbg budak sebgmn yg lalu

    Wlpun perubahan hidup Onesimus tidak terjadi secara instan ttpi melalui proses pembentukan yg mungkin menyakitkan 😔.  Onesimus bagaikan sebuah bejana 🏺

    yg bersedia untuk dibentuk oleh Tuhan 😇

    Kita tdk dpt menjadi bejana yg sesuai kehendak Tuhan jika kita tetap saja mau mengeraskan hati kita😖

    (Ibrani 4:7b)

    "..pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"  

    ```Dibutuhkan penyerahan diri secara penuh kpd Tuhan untuk menjadi pribadi yg lebih baik!```

    (Wahyu 3:19)

    Barangsiapa Kukasihi,

    ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    (2 Petrus 3:9,15)

    ...krn Ia menghendaki spy jangan ada yang binasa, melainkan spy semua org berbalik dan bertobat.

    Anggaplah kesabaran Tuhan kita sbg ksempatan bagimu unt.broleh selamat

  • 12 november

    Renungan Harian

    Bacaan: 2 Samuel 19:1-4

    Setahun: Kisah Para Rasul 9-10

    Hati Bapa

    Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: "Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!" (2 Samuel 19:4)

    Hati seorang bapa mana yang tidak sedih tatkala melihat perilaku anak kandungnya yang semata-mata hanya mendatangkan dukacita? Beberapa orang bapa di dunia ini mungkin saja bisa merasa sakit hati dan memutuskan hubungan dengan seorang anak yang berperilaku demikian, namun apakah ia bisa melupakannya? Tidak! Sejahat apa pun perilaku anak itu, ia tetaplah seorang anak yang memiliki hubungan batin dengan bapanya.

    Demikianlah kita mengenal hubungan Daud dengan Absalom, anaknya. Absalom telah berlaku kurang ajar dengan memberontak dan mempermalukan orang tuanya. Hal ini jelas memilukan hati Daud, tapi sebagai seorang bapa, ia tetap mengasihinya. Hari itu, kemenangan para prajuritnya tidaklah membuatnya bersorak-sorai dengan sukacita, tetapi sebaliknya Daud merasakan dukacita mendalam karena kematian Absalom. Daud menangisi kematian Absalom; sampai-sampai tangisan dan ratapannya terdengar begitu keras di telinga para tentara yang berperang untuknya.

    Hati bapa yang ditunjukkan Daud mengingatkan kita kepada hati Allah kepada umat-Nya. Sejujurnya, kita tidak pernah berhenti memilukan hati-Nya dengan pelanggaran-pelanggaran kita. Namun demikian Allah tidak pernah berhenti memikirkan dan mencari kita. Ia begitu berharap agar kita kembali dalam pelukan-Nya, Ia mau mengampuni kita. Sampai kapan pun Allah setia menanti kehadiran kita. Hati-Nya berlimpah dengan kasih dan pengampunan, apakah kita bersedia menanggapi kasih setia-Nya, mengakui semua pelanggaran, dan menerima anugerah-Nya? --SYS/www.renunganharian.net

    DOSA SELALU MEMBUAT HATI BAPA MENJADI PILU,

    TAPI DOSA TIDAK BISA MENGHENTIKAN-NYA

    UNTUK TETAP MENGASIHI KITA.

  • 14 november

    *Renungan saat teduh*

    *Kamis, 14 November 2019*

    *Tema:*

    *PERHATIKAN PERKARA YANG TAK TERLIHAT OLEH MATA*

    *BACAAN ALKITAB HARI INI*

    *1 Samuel 16:1-7*

    *2 Korintus 4:18*

    Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

    *RENUNGAN INSPIRASI*

    Sebuah riset yang dilakukan di Indonesia mengenai wanita yang ber make up, menyimpulkan bahwa 8 dari 10 wanita di Indonesia memakai make up setiap harinya, dan 6 dari 10 wanita tidak mau meninggalkan rumah tanpa ber make up. Sebagian besar orang memperhatikan dan menilai apa yang terlihat nampak oleh mata jasmani, baik dalam bentuk penampilan, kekayaan, dan jabatan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang berusaha, bahkan berlomba-lomba untuk tampil dengan pakaian terbaik, dengan baju-baju branded.

    Rasul Paulus mengajarkan jemaat di Korintus untuk memperhatikan apa yang tak terlihat, karena apa yang tak kelihatan bersifat kekal. Sebenarnya untuk terlihat baik, cantik, menjadi kaya, punya jabatan bukanlah sesuatu yang salah, namun memberi perhatian kepada apa yang tak terlihat dengan mata jauh lebih penting. Apa yang tak terlihat oleh mata yang di maksudkan adalah perkara-perkara rohani, dapat berupa karakter kita, iman kita terhadap Tuhan, dan yang terutama adalah sikap hati kita yang benar. Dan hal-hal tersebut berhubungan dengan kekekalan. Namun justru hal itu kurang diperhatikan oleh banyak orang, atau bahkan tidak di perhatikan sama sekali. Sekalipun kita menjadi orang yang berhasil, tetapi jika hati kita masih terikat oleh hal-hal duniawi, semua itu akan menjadi sia-sia. *Marilah setiap kita tidak hanya fokus kepada sesuatu yang sifatnya sementara, melainkan menaruh perhatian lebih kepada yang bersifat kekal yaitu perkara-perkara yang di atas atau perkara-perkara rohani.*

    *Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:2)*

    *REFLEKSI DIRI*

    1. Apa yang menjadi fokus kita saat ini?

    2. Apakah kita sudah memperhatikan apa yang tidak terlihat atau hanya fokus kepada apa yang ada di luar?

    *POKOK DOA*

    Bapa dalam Sorga, terima kasih telah mengingatkan kami kembali untuk tidak hanya memperhatikan apa yang ada di luar. Ajar kami lebih lagi untuk memperhatikan apa yang ada di dalam sehingga hidup kami menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

    *YANG HARUS DILAKUKAN*

    *Lebih menaruh perhatian terhadap hati kita kepada Tuhan, kebiasaan rohani kita, saat teduh kita, hubungan kita terhadap sesama, memberikan waktu lebih untuk berdoa dan membangun hubungan dengan Tuhan.*

    *HIKMAT HARI INI*

    *”Nilai hidup kita di hadapan Tuhan tidak ditentukan oleh apa yang ada di luar, atau yang kelihatan di luar, melainkan di tentukan oleh perkara yang tak kelihatan, dan semua itu tersimpan di dalam hati kita.”*

    ==========================

    _*Setiap Firman Tuhan yang kita aminkan, maka Firman Tuhan itu akan hidup dalam kehidupan kita secara nyata. Shalom, selamat pagi, selamat bersaat teduh, dan slmt beraktifitas. TYm*_ 🙏✝

  • 14 november

    *Sorga Pos (14/11'19)

    "SHARPEN THE SAW"

    《ASAH KAPAKMU 》

    Alkisah, seorg pedagang kayu menerima lamaran pekerjaan seorang untuk menebang pohon di hutannya

    Krn gaji yg dijanjikan dan kondisi kerja yg bakal diterima sangat baik,

    maka si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin

    Saat mulai bekerja,

    si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yg hrs diselesaikan dgn target waktu yg telah ditentukan kpd si penebang pohon itu

    Hari pertama bekerja,

    dia berhasil merobohkan 8 batang pohon

    Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang,

    sang majikan terkesan dan mberikan pujian dgn tulus, ”Hasil kerjamu sungguh luar biasa!

    Saya sangat kagum dgn kemampuanmu menebang pohon-pohon itu

    Belum pernah ada yg bisa seperti mu sebelum ini. Teruskan bekerja spt itu”

    Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi anehnya dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon saja

    Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi,

    tetapi hasilnya pun tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan

    Semakin bertambahnya hari semakin sedikit pohon yg berhasil dirobohkannya

    "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mpertanggung jawabkan hasil kerjaku kpd majikan?” pikir penebang pohon merasa malu & putus asa

    Dgn kepala tertunduk dia menghadap ke majikannya & meminta maaf atas hasil kerja yg kurang memadai sambil mengeluh krn tdk mengerti apa yg telah terjadi padahal ia telah bekerja dgn sangat keras

    Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, ”Kapan terakhir kamu mengasah kapak mu?”

    "Mengasah kapak..?

    Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dgn sekuat tenaga”, kata si penebang

    Wong tdk habiskan waktu untuk asah kapak saja hasilnya kurang memuaskan, apalagi saya pakai berhenti buat asah kapak..sahut si penebang..

    "Nah, justru disinilah masalahnya

    Ingat, hari pertama kamu kerja?

    Dgn menggunakan kapak baru dan terasah,

    maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa

    Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yg sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri,

    hasilnya semakin menurun Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dg.tenaga yg sama dan hasil yang maksimal.

    Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan

    Sambil meng angguk2-kan kepala & mengucap terima kasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya unt.mulai mengasah kapak

    (Yesaya 30:15-17)

    Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH,

    Yg Mahakudus,

    Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu"

    Tetapi kamu enggan,

    kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas,"

    maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

    Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan spt tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit

    Kawan, kapan terakhir kali kamu merenungkan firman Tuhan dan kebaikanNya?

  • 15 november

    Selamat pagi, apa khabar semua? Mari RFT4M Pagi  |

    Jumaat, 15/11/2019

    Galatia 5:16-26

    Renungan:

    Hidup di era sekarang penuh dengan tantangan. Banyak hal yang membuat kita boleh terjerumus mengikuti arus zaman dengan sekadar memuaskan keinginan daging. Bagaimana kita dapat tetap berdiri teguh sesuai prinsip hidup benar di hadapan Allah?

    Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan kita untuk hidup dipimpin oleh Roh. Kata Paulus, “…hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”

    Ini memang tidak mudah. Namun jika kita dipimpin oleh Roh, bukan kegagahan kitalah yang berkuasa.

    *Kekuatan Roh Kudus akan menguasai kita.*

    Amen!!!

  • 15 november

    *15/11/2019*

    *Mutiara Iman*

    💎💎💎💎💎

    *MINGGU BIASA XXXII*

    _*"DI TEMPAT ADA BANGKAI, DI SITU ADA BURUNG PEMAKAN BANGKAI."*_

    _*(Luk. 17: 37)*_

    _*"Seperti pada zaman Nabi Nuh dahulu, demikian juga halnya pada masa Anak Manusia kelak. Orang makan dan minum; lelaki dan perempuan berkahwin sehingga pada hari Nabi Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu air bah datang dan membinasakan mereka semua. Juga seperti pada zaman Lot; orang makan minum, berjual beli, bercucuk tanam, dan membina rumah. Tetapi pada hari Lot meninggalkan Sodom, api dan belerang turun dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah keadaannya pada hari Anak Manusia menampakkan diri. Pada hari itu, orang yang di bumbung rumah, janganlah turun untuk mengambil barang di dalam rumah. Begitu juga orang yang di ladang, janganlah balik ke rumah. Ingatlah akan apa yang sudah berlaku terhadap isteri Lot! Sesiapa yang berusaha mempertahankan hidupnya akan kehilangan hidup yang sejati, tetapi sesiapa yang mengorbankan hidupnya akan menyelamatkannya. Percayalah, pada malam itu dua orang sedang tidur di atas sebuah katil; seorang akan dibawa dan seorang lagi ditinggalkan. Dua orang wanita sedang menggiling gandum; seorang akan dibawa dan seorang lagi ditinggalkan. [Dua orang lelaki sedang di ladang; seorang akan dibawa dan seorang lagi ditinggalkan.]"* Pengikut-pengikut Yesus bertanya,"Di mana, ya Tuhan!?" Yesus menjawab, *"Di tempat ada bangkai, di situ ada burung pemakan bangkai."*_

     _*(Luk. 17: 26-37)*_

    _*Gambaran tentang kedatangan Kerajaan Allah sepintas lalu sangat menyeramkan:* kebinasaan semua makhluk seperti pada zaman Nabi Nuh, hujan, api, dan belerang seperti di Sodom, dan masih banyak tanda-tanda menegangkan lainnya._

    _Tentu saja ini semua adalah refleksi dari para penulis Injil. *Bagaimana terjadinya nanti, tentu sulit untuk dipastikan sekarang. Apalagi bila ditanya, bila hal itu akan terjadi? Tidak akan ada yang dapat menjawab.*_

    _*Kata 'misteri' merupakan kata yang paling tepat untuk menggambarkan kedatangan Anak Manusia. Dengan meyakininya sebagai sebuah misteri, maka sikap yang paling baik dilakukan adalah menantinya dengan pasrah sambil dengan tulus melakukan sebanyak mungkin kebaikan dalam hidup ini. Ketika sesuatu tidak dapat diduga kedatangannya, maka kita diundang siap siaga setiap saat.*_

    _Have a blessed Friday_

    🌹💙💙💙💙💙💙🌹

  • 15 november

    Jumat, 15 November 2019

    *MANUSIA ADALAH ANAK-ANAK ALLAH*

    Menjadi anak-anak Allah sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Namun, banyak orang tidak menyadarinya. Selama bertahun-tahun, para teolog Kristen menentang keras kalau ada usaha yang mencoba untuk menyejajarkan Allah dengan manusia. Memang benar, Allah tidak bisa disejajarkan dengan apa pun dan siapa pun, apalagi disejajarkan dengan ciptaan-Nya, seperti manusia. Namun, sikap tersebut jangan sampai menjadi ekstrem sehingga gagal menempatkan manusia pada proporsinya. Manusia ditempatkan sekadar sebagai makhluk ciptaan yang tidak memiliki unsur keilahian sama sekali, seakan-akan manusia sama dengan ciptaan Allah yang lain. Unsur “keilahian” manusia artinya adalah adanya unsur-unsur dalam diri manusia, yang sama dengan yang ada pada Allah sebagai “Master Planner”-nya. Unsur-unsur itu adalah kemampuan moralnya. Alkitab jelas menunjukkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Pernyataan ini sendiri sudah memberikan indikasi bahwa pasti ada unsur-unsur yang ada pada Allah, yang juga ada pada manusia.

    Dalam Alkitab dikatakan bahwa Adam adalah anak Allah (Luk. 3:38). Paulus menyatakan bahwa manusia adalah keturunan Allah (Kis. 17:28-29). Kata “keturunan” dalam teks aslinya adalah genos (ένος), yang artinya keturunan (Ing. offspring, race, stock, descendants), kata yang sama digunakan untuk pengertian keturunan secara umum. Pernyataan ini bukan bermaksud meninggikan derajat manusia dan melecehkan Allah. Paulus,—seseorang yang dapat dipercayai—yang memiliki karunia untuk menyampaikan pesan Allah, menyatakan demikian. Pernyataan Paulus ini bukan tidak berdasar sebab kalau kita memerhatikan kisah penciptaan manusia, kita dapati bahwa “roh” manusia bukanlah sesuatu yang berasal dari sumber lain. Roh manusia bukan diciptakan, tetapi “dikeluarkan” dari dalam diri Allah. Jadi roh manusia adalah roh yang berasal dari Allah sendiri. Roh manusia tidak bisa dikatakan “diciptakan” sebab roh manusia keluar dari diri Allah ketika Allah mengembuskan nafas-Nya (Kej. 2:7). Tentu saja ketika Allah mengembuskan “sesuatu.” Ia tidak perlu menarik nafas terlebih dahulu. Ini berarti ada sesuatu yang berasal dari dalam diri Allah mengalir keluar.

    Itulah sebabnya dikatakan dalam Yakobus 4:5 bahwa “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu.” Ia menghendaki roh manusia sebab roh itu milik-Nya. Dalam Ibrani 12:9 dikatakan bahwa “Allah adalah Bapa segala roh,” artinya, semua roh yang ada itu berasal dari Dia, termasuk roh manusia juga berasal dari Allah Bapa. Itulah sebabnya pula dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa orang percaya adalah “manusia Allah” (Ing. man of God; Yun. anthrope tou theou—ἄνθρωπε τοῦ θεοῦ; 1Tim. 6:11). Maksud “manusia Allah” di sini bukan berarti bahwa manusia sejajar dengan Allah atau bisa menjadi Allah, melainkan manusia bisa memiliki karakter atau moral seperti Allah yang adalah Bapanya.

    Manusia adalah makhluk yang sangat berharga di mata Allah Bapa. Kalau berharga di mata Allah Bapa, ini tentu memang berarti sangat berharga adanya. Allah tidak akan menghargai sesuatu yang memang tidak memiliki nilai. Keberhargaan itu didasarkan pada kenyataan bahwa manusia adalah anak-anak Allah Bapa. Di dalam diri manusia, Allah menempatkan roh yang berasal dari diri-Nya (Kej. 2:7; Yak. 4:5). Secara tidak langsung, manusia adalah bagian dari diri dan hidup Allah sebagai Bapa, sebagaimana di dunia ini, anak-anak adalah bagian hidup dari orangtuanya. Itulah sebabnya Allah Bapa menghendaki roh itu kembali kepada-Nya (Pkh. 12:7). Dengan demikian, bisa dimengerti kalau Allah Bapa rela memberikan Putra Tunggal-Nya. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa nilai jiwa manusia seharga dengan nilai Putra Tunggal-Nya. Nilai Putra Tunggal- Nya itu tak terhingga sebab Dia adalah anak Tunggal Bapa; Anak satu-satunya, yang berbeda dari anak-anak yang lain.

    Dalam hal ini, demi menyelamatkan manusia, Allah Bapa seakan-akan memberikan diri- Nya sendiri. Dengan demikian, betapa mahalnya harga keselamatan yang Allah Bapa dan Tuhan Yesus berikan tersebut! Itulah sebabnya orang percaya tidak boleh menyia- nyiakan keselamatan yang begitu besar (Ibr. 2:3). Penjelasan ini dimaksudkan agar orang percaya sadar bahwa sebagai anak-anak Allah adalah seseorang yang harus memiliki moral Allah, Bapa semua orang percaya. Itulah sebabnya pula, Tuhan Yesus mengatakan dengan tegas bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa di surga (Mat. 5:48). Dengan kesempurnaan seperti Bapa, orang percaya dapat memiliki fellowship dengan Bapa secara ideal sehingga antara kedua belah pihak, dari hati ke hati, bisa memiliki relasi yang eksklusif, proporsional, dan ideal.

    Sola Gracia 🙏🏻

  • 15 november

    *ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ*

    .               2⃣0⃣1⃣9⃣

    •╔═~❈~══◄▒════•❀•═╗

    ◐         *BAPA KITA PEDULI*          ◑

    •╚═~❈~══◄▒════•❀•═╝

    .   𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍  𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍  𝖄𝖆𝖓𝖌  𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍

    .     *🄴🄻🄻🄴🄽  🄶  🅆🄷🄸🅃🄴*

    ◦●◉✿[  *NOVEMBER*  ]✿◉●◦

    .    *MEMANTULKAN KRISTUS*

    *Tanggal 15, Hari Jumat*

    ```KELUARGA HARUS MENCERMINKAN KEBAIKAN ALLAH```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Mazmur 103 : 13*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya. demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia"*_

    💝

    Bawalah kegembiraan surga ke dalam percakapanmu. Dengan mengucapkan perkataan menghibur dan menggembirakan, maka Anda akan menyatakan bahwa sinar matahari kebenaran Kristus tinggal di dalam jiwamu. Anak-anak memerlukan kata-kata yang menyenangkan. Itu penting bagi kebahagiaan mereka merasakan adanya restu bagi mereka. *Berjuanglah mengalahkan ekspresi kasar dan biasakan nada lembut.* Ambil keindahan yang terkandung di dalam Firman Allah, dan peliharalah ini sebagai hal panting bagi kebahagiaan dan kesuksesan rumah tanggamu. *Di dalam lingkungan berbahagia, anak-anak akan mengembangkan sifat-sifat yang manis dan ceria.*

    Keindahan karakter yang sejati bukanlah sesuatu yang terlihat hanya pada kesempatan-kesempatan tertentu; kasih karunia Kristus yang tinggal di dalam jiwa dinyatakan di bawah semua keadaan. Dia yang memelihara kasih karunia ini sebagai hal yang selalu ada dalam kehidupan akan menampakkan keindahan karakter di bawah keadaan sulit juga dalam keadaan yang mudah. Di rumah, di dunia, di gereja kita harus menjalani kehidupan Kristus. Ada jiwa-jiwa di sekitar yang memerlukan pertobatan. *Ketika hukum Allah ditulis di dalam hati, dan disaksikan dalam bentuk karakter suci, mereka yang tidak mengetahui kekuatan kasih karunia Kristus, akan dituntun untuk mengingininya, dan akan bertobat.*

    Suatu pertimbangan khidmat kini tengah terjadi di istana di atas. Pemikiran tentang keputusan-keputusan yang sekarang tengah dibuat di surga harus mendesak para orang tua agar rajin melatih anak-anak mereka dalam takut dan kasih akan Allah. Bukan dengan kata-kata keras dan hukuman atas perbuatan salah, namun dengan penuh kewaspadaan dan doa hal tersebut paling baik dicapai, kalau tidak maka mereka akan terjebak dalam perangkap musuh....

    Setiap keluarga yang memiliki pengetahuan tentang kebenaran masa kini, harus memberitahukannya kepada orang lain. Umat Tuhan harus siap melakukan pekerjaan khusus. Anak-anak juga anggota keluarga yang lebih tua harus melakukan bagiannya dalam menyelamatkan mereka yang akan binasa. Sejak masa mudanya, kepada semua yang berhubungan dengan Dia, Kristus, memberi pengaruh yang menarik mereka kepada hal-hal yang lebih tinggi. Jadi orang muda sekarang ini dapat melakukan kebaikan yang menarik jiwa-jiwa kepada Allah.

    ✅ Orang tua perlu menghargai lebih balk tanggung jawab dan kehormatan yang Allah berikan kepada mereka, dalam menjadikan mereka perwakilan DiriNya Sendiri bagi anak-anaknya. *Karakter yang dinyatakan dalam kontak kehidupan sehari-hari akan menafsirkan perkataan Allah bagi anak itu, untuk kebaikan atau untuk kejahatan.*

    _“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” “Seperti dia yang dihiburkan oleh ibunya, begltu pula Aku menghibur kamu."_

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    *Pendalaman* 📖

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

    15 november diubah oleh ZEGA376

  • 15 november

    #renungan

    *BOOM! SIAPKAH KITA?*

    Jumat 15 Nop 2019

    _`[...] seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, [...] kawin dan dikawinkan, [...], lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua` (Luk 17:33)_

    Sejenak bayangkanlah Anda sedang beraktivitas seperti biasa: bekerja di tempat kerja dengan cara kerja Anda selama ini (entah jujur, entah tidak); rekreasi atau makanminum di tempat Anda biasa melakukannya, mungkin dengan teman-teman dan obrolan-obrolan yang biasa Anda lakukan (entah obrolan sehat, entah tidak); tinggal di rumah dan bersikap kepada orang-orang seisi rumah dengan sikap Anda selama ini; dst. Lalu, tiba-tiba di tengah `keseharian Anda yang seperti biasanya itu` Boom...! Sesuatu yang super dahsyat terjadi dan Tuhan Yesus datang dari Surga! Saat itu, apakah Anda siap dan berani mempertanggungjawabkan semua perbuatan, perkataan, pikiran Anda?

    Tuhan Yesus pasti akan datang kembali dan menghakimi kita! Akan tetapi, kapan saatnya kita tidak tahu. Saat itu tak seorang pun lolos dari penghakiman-Nya. Masingmasing pribadi harus mempertanggungjawabkan hidupnya. Tidak ada sistem kolusi, nepotisme, menyogok, dll. Kita juga tidak bisa minta dispensasi, `Tuhan, saya belum siap, beri saya sedikit waktu lagi untuk memperbaiki diri.` Waktu membenahi diri telah habis!

    Mari menantikan kedatangan-Nya dengan hidup sebagai insan Allah yang hatinya selalu terarah kepada Allah. Jangan kita bersikap tolol yang walaupun berhadapan dengan karya dan ciptaan Tuhan, namun tidak mengenal Tuhan, Sang Seniman, bahkan menganggap ciptaan-Nya itu tuhan (bdk. Keb 13:1-9).

    *_Sr. M. Rita, P.Karm_*

    Jumat 15 Nop 2019

    Pfak S. Albertus Agung, UskPujG

    Peringatan Semua Arwah Anggota Tarekat(O.Carm)

    Keb 13:1-9; Mzm 19:2-5; Luk 17:26-37

    (O.Carm) Rm 14:7-12; Mzm 114 (116A):3-6;

    Mzrm 115(116B):15-16; Mat 25:31-46.

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 15 november

    Kencan Dengan Tuhan

    🍁🎋🍁🎋🍁🎋🍁🎋

    Jumat, 15 November 2019

    Bacaan: Pkh 9:10  

    "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."

    Renungan:

    😌

     Dr. Lida Earhart memiliki reputasi melakukan tugas apapun yang dipercayanya dengan sebaik-baiknya. Kerajinannya itulah yang membuatnya menjadi wanita pertama di Columbia University yang meraih kedudukan profesor penuh. Setelah pensiun ia pindah ke Washington DC dan berjemaat di suatu gereja. Suatu hari seorang anggota dari persekutuan wanita gereja itu meminta kesediaan Dr. Earhart untuk berbicara tentang Kitab Ayub pada salah satu pertemuan bulanan mendatang. Ia bersedia. Sudah pasti orang yang menyampaikan undangan itu memperkirakan bahwa presentasinya nanti akan berjalan seperti biasa, namun ia tidak benar-benar mengenal Lida Earhart.

     Dr. Earhart memelajari Kitab Ayub selama 2 bulan. Ia meriset hal-hal arkeologis menonjol di masa Ayub dan orang-orang sezamannya. Ia membaca sejumlah uraian penjelasan dan bab analisis dari para sarjana Alkitab. Ia merenungkan tema kitab itu dalam-dalam. Hasilnya adalah sebuah presentasi yang masih dibicarakan banyak orang bertahun-tahun kemudian. Yang menakjubkan adalah bahwa ia melakukan semuanya itu untuk sebuah pertemuan gereja biasa yang hanya dihadiri oleh sedikit orang. Namun bagaimanapun juga, Dr. Earhart tidak mengetahui makna biasa, bagi dirinya setiap tugas dan kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah luar biasa.

     Bila kita ingin hasil pekerjaan kita menjadi berkat dan berdampak secara luar biasa, mari bekerja dengan sungguh-sungguh dalam hal apapun yang dijumpai tangan kita untuk dikerjakan. Jangan pernah membuat ukuran bahwa yang ini adalah pekerjaan biasa, sedangkan yang itu adalah pekerjaan besar. Tapi anggaplah semua pekerjaan adalah besar, karena orang-orang luar biasa adalah orang-orang biasa yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan biasa dengan cara yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.

    Doa:

    🙏🏽

    Tuhan Yesus, berilah aku hikmatMu yang luar biasa, agar setiap tugas harian yang aku lakukan dapat kulakukan dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan hasil yang luar biasa untuk memberkati banyak orang dan untuk kemuliaan namaMu. Amin. (Dod).

    Salam Damai Kristus

  • 16 november

    Renungan Harian

    Bacaan: Matius 15:29-31

    Setahun: Kisah Para Rasul 20-22

    Takjub

    Orang banyak itu pun takjub ... dan mereka memuliakan Allah Israel. (Matius 15:31)

    Arum dan Sekar mendekati perdu itu karena bunga indahnya. Keduanya terpekik. Daun-daunnya menguncup saat mereka menyentuhnya. Hal itu terjadi tiap kali mereka menyentuh daun-daun yang lain. Seruan takjub pun tak henti terucap dari mulut mereka. "Dasar anak-anak. Apa hebatnya putri malu?" gumam seseorang pelan. Rasa takjub menguasai hati saat orang dicengkam kekaguman. Kekanak-kanakankah itu?

    Tuhan Yesus membebaskan banyak orang dari penyakit dan penderitaan (ay. 30). Menyaksikan hal itu, orang banyak dicengkam kekaguman. "Orang banyak itu pun takjub ... dan mereka memuliakan Allah Israel." (ay. 31). Sangat terasa, dalam ketakjuban mereka ada rasa kagum yang kuat, ada rasa hormat yang dalam. Rasa takjub itu membuat hati mereka terhubung dengan Allah, dan mendorong mereka memuliakan Allah.

    Rasa takjub adalah anugerah amat berharga. Itu membuat Pemazmur berseru, "Langit menceritakan kemuliaan Allah" (Mzm 19:2). Rasa takjub membuat kita tergetar oleh karya Allah, dan merasakan kasih-Nya. Rasa takjub menolong kita merasakan bahwa di balik hal yang amat sederhana pun ada tangan Allah yang luar biasa. Rasa takjub menolong kita merasakan kehadiran Allah, dan mensyukurinya.

    Rasa takjub, yang menolong kita terhubung dengan Tuhan itu, menolong kita untuk tidak berhenti pada fakta, tetapi merasakan tangan Tuhan di balik fakta itu. Betapa gersang hidup ini jika rasa takjub tak lagi kita miliki. Kita patut mensyukuri rasa takjub itu, bukan merendahkan, apalagi mengingkarinya. --EE/www.renunganharian.net

    RASA TAKJUB MENOLONG KITA UNTUK TIDAK BERHENTI PADA FAKTA,

    TETAPI MERASAKAN TANGAN SANG CINTA DI BALIK FAKTA ITU.-O.S. RAILLE

  • 16 november

    Syalom dan selamat pagi

    Selamat merenungkan Firman Tuhan

    *Tanggal 16, Hari Sabtu*

    ```BERSATULAH, SEPERTI BAPA DAN KRISTUS ADALAH SATU```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Yohanes 17 : 11*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Dan Aku tldak ada Iagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita"*_

    💝

    Di manakah kita akan menemukan kemurnian, kebaikan, dan kesucian yang membuat kita aman? Di manakah tempat persembunyian yang tidak didatangi oleh serigala? Aku memberitahumu... Tuhan memiliki suatu badan terorganisasi yang melaluinya IA akan bekerja. Mungkin ada beberapa Yudas di antara mereka; mungkin ada Petrus-petrus yang kasar yang akan menyangkal Tuhannya dalam situasi sulit; mungkin ada orang-orang yang mewakili Yohanes yang dikasihi Yesus, namun ia mungkin memiliki semangat yang akan menghancurkan hidup manusia dengan menyerukan api turun dari surga ke atas mereka untuk membalaskan penghinaan kepada Kristus dan kepada kebenaran. Namun Guru Besar itu berusaha memberikan pengajaran untuk memperbaiki kejahatan yang ada. IA sedang melakukan hal yang sama sekarang ini bagi jemaat-Nya. IA sedang memperlihatkan bahaya-bahayanya. IA sedang menyampaikan pekabaran Laodikia ke hadapan mereka.

    IA memperlihatkan kepada mereka bahwa semua kecintaan diri, semua kesombongan, semua pemujaan diri, semua ketidakpercayaan dan prasangka, yang menuntun kepada penyangkalan kebenaran dan berpaling dari terang yang benar, itu berbahaya, dan kecuali bertobat darinya, maka mereka yang memelihara hal-hal ini akan tetap berada di dalam kegelapan sebagaimana bangsa Yahudi. Biarlah setiap jiwa sekarang berusaha memenuhi doa Kristus. Biarlah setiap jiwa menggemakan doa itu di dalam pikiran, dalam permohonan, dalam nasihat-nasihat, agar mereka semua menjadi satu, sebagaimana Kristus satu dengan Bapa, dan bekerja sampai sekarang. Daripada berperang di dalam barisan kita sendiri, biarlah mereka berpaling melawan musuh Allah dan kebenaran. Gemakan doa Kristus di dalam hatimu sendiri: _“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.... Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat”_ *(Yohanes 17:11-15).*

    Pintu hati harus terbuka kepada Roh Kudus, karena inilah yang menyucikan. dan kebenaran adalah medianya. Harus ada penerimaan terhadap kebenaran sebagaimana di dalam Kristus. Inilah satu-satunya penyucian yang asli: :“Firman-Mu adalah kebenaran.” Oh, bacalah doa Kristus untuk persatuan, “peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita."_ Doa Kristus bukan hanya bagi mereka yang sekarang menjadi murid-murid-Nya, namun bagi semua yang mau percaya pada Kristus melalui perkataan murid-murid-Nya, bahkan sampai akhir dunia....

    ✅ Tuhan telah memiliki satu jemaat sejak saat itu, melalui semua peristiwa-peristiwa waktu yang berbeda-beda sampai kepada saat ini.... Alkitab menyampaikan kepada kita suatu model jemaat. Mereka harus menyatu dengan satu sama lain, dan dengan Allah. Ketika orang-orang percaya bersatu di dalam Kristus pokok anggur yang hidup, hasilnya adalah mereka menjadi satu dengan Kristus penuh dengan simpati dan kasih dan kelemahlembutan.

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • 16 november

    *Air Hidup*

    Sabtu, 16 November 2019   

    Baca: Yesaya 54:1-17

    *JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI*

    _”Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”_ Yesaya 54:3

    Ada kalimat bijak menyatakan bahwa ketidakmampuan seseorang dalam meraih segala impian, bukan karena faktor ekonomi, keterbatasan dalam pendidikan, ataupun status diri kita sendiri, melainkan dari kemauan kita yang mampu mewujudkan segala impian tersebut.

    Karena itu, jangan pernah takut untuk bermimpi atau punya impian besar! Dengan memiliki impian, seorang akan termotivasi dan terdorong untuk berjuang dan berusaha sedemikian rupa untuk mewujudkan impian tersebut. Kita semua tahu bahwa impian takkan menjadi kenyataan, tanpa usaha dan kerja keras. 

    Punya mimpi besar itu bukanlah kesombongan! Alkitab menyatakan bahwa dalam segala perkara Tuhan turut bekerja (Roma 8:28) dan Dia punya rencana besar bagi kehidupan anak-anak-Nya.

    Contoh: keberhasilan Yusuf menjadi penguasa di Mesir, diawali dari sebuah mimpi besar, meski ia harus melewati proses yang begitu panjang, penuh liku, dan sangat menyakitkan. Tidak ada perkara yang mustahil bagi orang percaya, asalkan kita tetap hidup di jalan Tuhan.

    Tuhan berkata: _”...sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.”_ (Matius 21:21). 

    Perhatikan! Pohon akan tumbuh sesuai dengan ukuran tempatnya: jika pohon ditanam di area yang luas, maka pohon itu akan bertumbuh besar. Sebaliknya, jika pohon itu hanya ditanam di sebuah pot yang ukurannya kecil, pertumbuhannya pun akan terhambat dan terbatas.

    Oleh karena itu, miliki keberanian untuk membayar harga: berkorban waktu, tenaga, ketekunan, kesetiaan, dan sebagainya.

    Waktu terus berjalan! Dan jangan pernah menyia-nyiakan sekecil apapun yang ada didepan mata: _”...panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!”_ (Yesaya 54:2): tali tanggung jawab, tali kejujuran, tali ketekunan, tali kesetiaan, dan sebagainya, harus semakin diperpanjang, serta diikatkan pada patok yang sangat kuat. Patok itu adalah Tuhan, Gunung Batu yang teguh. 

    *Ada harga yang harus dibayar untuk mewujudkan sebuah mimpi besar!*

  • 16 november

    _*PANJANG SABAR*_

    _"Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, kerana amarah menetap dalam dada orang bodoh._ _(Pengkhotbah 7:8-9)_

    _Hikmat pengkhotbah ini, menekankan kesabaran lebih baik daripada kesombongan._ _*Wow!*_ _Memang kedua hal ini tidak dapat dibandingkan._

    _Maksud panjang sabar di sini adalah ketika Anda punya kekuatan untuk membalas,_ _*tetapi Anda memilih untuk tidak membalas.*_  _Ketika uang Anda punya kekuatan dan kekuasaan untuk menyusahkan orang yang telah membuat Anda susah,_

    _*tetapi Anda memilih untuk diam.*_

    _Ketika Anda geram dan ingin mengubah orang lain,_ _*tetapi lebih memilih mengubah diri Anda sendiri. Itu semua disebut panjang sabar.*_

    _Sedangkan tinggi hati adalah menggunakan semua kemampuan dan kepunyaan untuk membalas dan menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya._

    _Orang yang tinggi hati senang jika orang lain jera dan tidak berani macam-macam lagi dengan Anda._

    _*Salomo melalui kitab Pengkhotbah menekankan kesabaran kepada setiap kita.*_

    _Zaman ini adalah zaman serba instan._

    _Dalam kehidupan sehari-hari, sudah sulit kita temukan kesabaran._

    _*Orang-orang berani menorbos isyarat lampu merah, bahkan melawan arah.*_

    _Orang sudah tidak dapat lagi sabar menanti._

    _Saat orang lain kehilangan kendali, Anda boleh tetap tenang dan bersabar._ _*Sementara orang lain menyerah setelah mencoba beberapa kali, Anda terus mencoba.*_ _Ketika orang lain berlarian mencari solusi tercepat bagi masalah mereka,_ _*Anda tetap bertahan di jalur Anda.*_

    _Kita perlu melatih kesabaran kerana kesabaran tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam._ _*Membangun kesabaran sama halnya dengan membangun otot. Setiap hari kita harus mengusahakannya.*_

    _*Tahukah Anda,*_ _kesabaran adalah salah satu guru terbaik untuk membangun kesalehan, kedewasaan, dan iman sejati yang berujung pada kemenangan jiwa._

    _Tuhan Yesus sangat memperhatikan aspek pengembangan karakter manusia._ _*Kerana itu, Yesus akan menguji kesabaran Anda untuk membangun ketekunan.*_

    _Mungkin alasan Tuhan mengizinkan kita mengalami kesedihan, kesulitan, dan penderitaan agar kita boleh belajar bersabar, melipat tangan, bersuara dalam hati, dan memulai setiap tantangan dengan senyuman._

    _Mohonkan bantuan Surgawi untuk memampukan Anda bersabar di dalam segala hal._

    _*Ingat, yang terpenting adalah bersabar terhadap diri Anda sendiri.*_

    _*KESABARAN PERLU LATIHAN. KERANA ITU, TUHAN IZINKAN PERGUMULAN HIDUP MELANDA SUPAYA ANDA BOLEH BELAJAR BERSABAR.*_

    _Haleluya, tetap semangat sabar dan sukacita._

    _*TUHAN YESUS MEMBERKATI*_

  • 17 november

    *Air Hidup*

    Minggu, 17 November 2019   

    Baca: Mazmur 17:1-15

    *TAK ADA YANG DISEMBUNYIKAN*

    _💕”Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.”_ Mazmur 17:8

    💘Tak semua orang punya keberanian untuk berkata kepada TUHAN: _”Peliharalah aku seperti biji mata...”,_ selain mereka yang memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan, seperti Daud. Seorang yang tinggal dekat TUHAN dan bergaul karib dengan-Nya, pasti tidak akan menyembunyikan sesuatu apapun dihadapan TUHAN.

    👍Tanda bahwa Daud punya hubungan yang karib dengan TUHAN adalah selalu mengijinkan TUHAN untuk mengoreksi dan menyelidiki hidupnya, karena sadar bahwa tak ada sesuatupun yang tersembunyi dihadapan-Nya:

    _”...Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”_ (Mazmur 139:13-14) dan _”mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”_ (Mazmur 139:16).

    💙Daud tidak takut untuk diselidiki keadaan hatinya, siap untuk diuji, dikenal pikirannya, dikoreksi langkah hidupnya oleh TUHAN: _”Selidikilah aku, ya *Elohim-YHWH=YAHWEH TUHAN)*, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”_ (Mazmur 139:23-24).

    👣Jika kita menyadari bahwa kehidupan manusia itu terbuka dihadapan TUHAN dan tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dan disembunyikan, seharusnya mendorong kita untuk berlaku seperti orang arif, bukan seperti orang bebal (Efesus 5:15).

    💚Adalah sia-sia menyembunyikan sekecil apapun kesalahan daripada-Nya, karena semuanya terbuka dan telanjang dihadapan TUHAN: _”Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.”_ (Ibrani 4:13).

    🗣Bila kita sudah membuat kesalahan terhadap TUHAN, katakan dengan jujur kepada *Tuhan ROH KUDUS (RUACH EL YHWH)* dan mohon kepada-Nya untuk meluruskan jalan kita, _”Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.”_ (Yohanes 16:13). Karena itu, kita perlu membuka hati selebar-lebarnya untuk dikoreksi dan diselidiki *TUHAN (Elohim YHWH=YAHWEH Bapa Sorgawi yg Esa di-dlm Tuhan YESHUA HaMASHIACH/Yesus Kristus Juru-Selamat).*

    💎_”Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”_ Kisah 13:22*🍇🍊🍉🥑

  • 17 november

    *ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ*

    .    *MEMANTULKAN KRISTUS*

    *Tanggal 17, Hari Minggu*

    ```JALAN MENUJU KEHIDUPAN ROHANI YANG LEBIH BAIK DI DALAM GEREJA```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Yohanes 3 : 7*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali"*_🙏

    💝

    Pertanyaan yang sering diajukan: *_“Mengapakah tidak ada lebih banyak kuasa di dalam gereja?* Mengapakah tidak ada lebih banyak kesalehan sejati di dalam gereja?"_

    👇

    Alasannya adalah, persyaralan Firman Allah tidak dipatuhi dalam kebenaran dan dalam keadilan; 🆘 *Allah tidak dikasihi dengan segenap hati, dan sesama manusia seperti diri sendiri.* Ini mencakup semua bidang. Pada kedua hukum ini bergantung segala hukum dan tulisan para nabi. Biarlah kedua persyaratan Allah ini dipatuhi secara nyata, maka tidak akan ada perselisihan di dalam jemaat, tidak ada perkataan yang tidak selaras di dalam rumah. Banyak orang melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Bentuk-bentuk lahiriah rnenggantikan hasil kerja karunia di dalam batin.... Teori tentang kebenaran telah menobatkan pikiran, namun bait jiwa belum dibersihkan dari berhala-berhalanya....

    👇

    🔸Keyakinan yang benar tentang dosa, 🔹hati yang sungguh bersedih atas kejahatan,🔸 mati bagi diri sendiri, 🔹setiap hari mengalahkan kecacatan karakter, 🔸dan kelahiran baru---semua ini, digambarkan sebagai hal-hal yang telah berlalu, Paulus katakan telah lenyap, dan segala sesuatu menjadi baru. ✍ *Pekerjaan semacam itu banyak yang tidak mengetahuinya.* Mereka mengukir kebenaran ke dalam hati alamiah mereka, dan kemudian berlaku sebagaimana sebelumnya, memperlihatkan pernbawaan karakter yang tidak bahagia.

    👇

    *Apa yang diperlukan sekarang adalah kesaksian sederhana yang dibawakan dalam kasih dari bibir yang tersentuh oleh api yang hidup.*🙏

    👇

    Para anggota jemaat tidak memperlihatkan hubungan yang hidup dengan Allah yang harus mereka miliki agar bisa memenangkan jiwa dari kegelapan menuju terang. Buatlah pohonnya baik, maka hasilnya adalah buah yang baik. *Pekerjaan Roh Allah ke dalam hati itu penting bagi kesalehan.* Itu harus diterima ke dalam hati mereka yang menerima kebenaran, dan menciptakan hati yang bersih di dalam diri mereka, sebelum salah satu dari mereka dapat memelihara perintah-Nya dan menjadi para pelaku Firman. _“Jangan heran”_ kata Guru Besar itu kepada Nikodemus yang terheran-heran, *_“Jangan heran kalau Aku katakan, bahwa engkau harus dilahirkan kembali.”_*🙏

    Alkitab tidak dipelajari sebanyak seharusnya; tidak dijadikan peraturan dalam hidup. Kalau saja ajarannya dengan penuh kesadaran diikuti, dan dijadikan dasar dari karakter, maka akan ada keteguhan pada tujuan yang tidak akan dipengaruhi oleh spekulasi bisnis atau pengejaran duniawi. Suatu karakter yang dibentuk demikian, dan ditopang oleh Firman Allah, akan bertahan pada hari pencobaan, dari kesulitan, dan bahaya.💝 *Kata hati harus dicerahkan, dan kehidupan disucikan oleh kesukaan terhadap kebenaran yang diterima ke dalam hati, sebelum pengaruh itu dikuasai oleh dunia.*

    ✅ *Apa yang diperlukan adalah orang-orang yang giat bekerja pada masa kini, teguh, tegas sekuat batu berpegang pada prinsip, dan bersiap menemui keadaan darurat mana pun.* Mengapa kita begitu lemah, mengapa begitu banyak manusia tak bertanggung jawab di tengah kita, itu karena👉 *mereka tidak berhublmgan dengan Allah*; 👉 *mereka tidak memiliki Juruselamat yang diam di dalam hati,* dan👉 *tidak merasakan kasih Kristus yang selalu segar dan harum.* Tidak ada hubungan di dunia yang sekuat kasih ini. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan itu.

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    *Pendalaman* 📖

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

  • 17 november

    #renungan

    *WASPADALAH!*

    Minggu 17 Nop 2019

    _`Jawab-Nya: `Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.` (Luk 21:8)_

    Kehidupan umat Kristiani di zaman ini mengalami banyak tantangan di tengah budaya hedonis, materialistis, `budaya instant`, dsb. Keadaan ini membuat mereka dihadapkan pada konflik yang berkecamuk dalam hati. Perkembangan zaman rupanya membuat perubahan pola berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan bagi umat Kristiani, khususnya dalam menghayati iman.

    Injil Lukas 21:8 mengingatkan kita agar waspada, sehingga dapat melangkah ke depan dengan aman dan damai serta tak mudah tersesat. Di akhir tahun liturgi ini, kita diajak mawas diri, waspada, sehingga tak mudah disesatkan oleh aneka macam bentuk jebakan, godaan, rayuan, dan tipu daya iblis. Orang yang waspada diharapkan dapat bersiap-siaga serta membekali diri dengan baik dalam menghadapi apa yang akan terjadi. Aneka macam bentuk penyesatan terus terjadi dan dilakukan oleh orang jahat dan tak bermoral, dalam bentuk tawaran harta benda, pangkat/ kedudukan, dan kehormatan duniawi.

    Salah satu upaya untuk dapat menghadapi godaan akan harta benda atau kedudukan adalah hidup dan bertindak sederhana dan peka akan bimbingan Roh Kudus. Kepekaan dan kesederhanaan membentengi kita terhadap tawaran-tawaran duniawi yang menarik. Akhirnya, kita dipanggil untuk setia dan taat kepada bimbingan Roh Kudus supaya tidak tersesat dalam tugas perutusan kita.

    *_Rm. Marsianus, CSE_*

    Minggu 17 Nop 2019

    Hari Minggu Biasa XXXIII

    Mal 4:1-2; Mzm 98:5-9; 2Tes 3:7-12; Luk 21:5-19

    Sumber:

    *Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

    www.renunganpkarmcse.com

  • 18 november

    Renungan Harian

    Bacaan: 2 Raja-raja 5:1-14

    Setahun: Kisah Para Rasul 26-28

    Kurang Disambut

    Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit ku (2 Raja-raja 5:11)

    Menurut survei, lebih dari separuh mahasiswa asing di Inggris mengatakan bahwa mereka merasa kurang disambut karena kebijakan imigrasi. Tetapi, meskipun mereka merasa kurang disambut karena pembatasan imigrasi, mereka mengaku mendapat pengalaman positif di Inggris.

    Naaman, panglima raja Aram, pergi jauh ke Israel menjumpai nabi Elisa untuk menyembuhkan penyakit kustanya. Ketika mereka tiba di depan pintu rumah Elisa, sang nabi menyuruh seorang suruhannya untuk menyampaikan pesan kepada Naaman untuk mandi tujuh kali dalam sungai Yordan supaya ia sembuh. Karena Elisa tidak ikut ke luar rumah untuk mendoakan dan meletakkan tangannya pada Naaman, ia merasa kurang disambut dan menjadi gusar dan pergi dengan panas hati dan mulai mengurungkan tujuan dan niatnya semula. Namun karena bujukan pegawai-pegawainya, ia pun merendahkan dirinya dan melakukannya sehingga sembuh.

    Bila mahasiswa asing di Inggris tetap pada perasaannya, kurang disambut, maka mereka akan pulang ke negara asalnya dan tidak akan mendapat pengalaman positif di Inggris. Bila Naaman tidak merendahkan dirinya dan tetap pada perasaannya, kurang disambut, maka dia akan pulang ke negerinya dan tidak mengalami kesembuhan. Perasaan kurang disambut bisa kadang muncul ketika kita mau meraih niat, tujuan atau cita-cita kita. Namun bila kita mengabaikan perasaan tersebut dan merendahkan diri, maka niat, tujuan atau cita-cita kita akan menyambut kita. --HST/www.renunganharian.net

    MERENDAHKAN DIRI AKAN MENGUSIR PERASAAN KURANG DISAMBUT.

  • 19 november

    *ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ*

    .    *MEMANTULKAN KRISTUS*

    *Tanggal 19, Hari Selasa*

    ```PUJIAN KEPADA ALLAH MEMILIKI KEKUATAN YANG TAK TERELAKKAN```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Maleakhi 3 : 16*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Beginilah berbicara satu sama Iain orang-orang yang takut akan TUHAN: 'TUHAN akan memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya’"*_🙏

    💝

    Orang Kristen dianugerahi kesukaan mengumpulkan sinar terang kekal dari tahta karunia, dan memantulkan sinar ini bukan hanya pada jalannya, melainkan pada jalan orang-orang yang bergaul dengannya. Dengan mengucapkan perkataan pengharapan dan dorongan, puji-pujian dan kebaikan, ia bisa beruaha membuat orang-orang di sekitarnya merasa lebih baik, mengangkat mereka, mengarahkan mereka kepada surga dan kemuliaan, dan menuntun mereka mencari, di atas segala hal-hal duniawi, hal-hal surgawi, warisan kekal, kekayaan yang tidak akan binasa.

    💝 *_"Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan,”_ kata sang rasul _“dan sekali lagi aku katakan, bersukacitalah.”_* Ke mana pun kita pergi, kita harus membawa suasana penuh pengharapan Kristen dan ceria; maka mereka yang berada di luar Kristus, akan melihat pesona dalam Kristus yang kita pegang; yang tidak percaya akan melihat keteguhan iman kita. Kita perlu mengetahui lebih banyak tentang kepenuhan pengharapan berkat. Jika kita terus-menerus,💝 *_“bersukacita di dalam pengharapan itu,”_* maka kita akan sanggup mengucapkan kata-kata dorongan kepada mereka yang kita temui...

    👇

    Tldak saja dalam pergaulan sehari-hari dengan orang yang tidak percaya dan percaya. Kita harus memuliakan Allah dengan sering berbicara kepada satu sama lain dalam kata-kata syukur dan sukacita. Sebagai umat Kristen, kita didesak untuk tidak meninggalkan perkumpulan kita sendiri, untuk penyegaran kita sendiri, dan untuk membagikan penghiburan yang kita terima. Dalam pertemuan-pertemuan ini, yang diadakan dari pekan ke pekan, kita harus bicarakan tentang kebaikan Allah dan kemurahan yang berlipat ganda, atas kuasa-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa. Dalam penampilan, dalam tabiat, dalam perkataan, dalam karakter, kita harus bersaksi bahwa pelayanan Allah itu baik. Dengan demikian kita menyatakan bahwa, 🙏 *_“hukum Tuhan itu sempuma. menobatkan jiwa.”_*

    👇

    Doa dan pertemuan sosial kita haruslah menjadi waktu untuk pertolongan khusus dan dorongan... lni sebaiknya dilakukan dengan mengalami pengalaman baru dalam perkara Allah, dan dengan tidak ragu-ragu membicarakan tentang kasih-Nya dalam perkumpulan umat-Nya....

    ✅ *Jika kita berbicara dan memikirkan lebih banyak tentang Yesus, dan lebih sedikit tentang diri kita sendiri, maka kita seharusnya menerima lebih banyak hadirat-Nya.*

    ✍ *Jika kita tinggal di dalam Dia, kita akan dipenuhi dengan kedamaian, iman, dan harapan, dan akan memiliki pengalaman kemenangan untuk diceritakan pada pertemuan kita, agar orang lain akan disegarkan oleh kesaksian yang jelas dan kuat bagi Allah.* Pengakuan berharga memuji kasih karunia-Nya yang mulia, ketika didukung oleh kehidupan seperti Kristus, memiliki kekuatan tak terbantahkan, yang bekerja untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    *Pendalaman* 📖

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

    19 november diubah oleh ZEGA376

  • 19 november

    Trima kasih buat suplemen harian nya

    ZEGA376 tulis:

    *ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ*

    .    *MEMANTULKAN KRISTUS*

    ....

    🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

    *Pendalaman* 📖

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

    19 november diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 19 november

    *RENUNGAN PAGI*

    *Betapa Pentingnya Mendengar*

    Lukas 8:19-21

    Mendengar menjadi aspek penting dalam sebuah relasi. Saat seseorang bersedia mendengar, ia sudah menginvestasikan banyak hal di sana. Ia menyediakan waktu, membangun rasa hormat, terlebih lagi, ada hati untuk belajar memahami lawan bicara.

    Yesus mengatakan, ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (21). Penekanannya, pendengar firman Allah adalah yang terdekat dengan Yesus. Menarik ketika Yesus memakai istilah ”ibu dan saudara” dalam menggambarkan kedekatan. Sejak terlahir ke dunia, kita akrab dengan kelembutan ibu dan keakraban bersama saudara. Artinya, keluarga inti adalah bagian terpenting, tak terlupakan, dan yang selalu ada bersama kita. Demikianlah Tuhan akan mengakui kita sebagai anggota keluarga inti jika mau mendengar dan melakukan firman-Nya.

    Tuhan berulang kali menegaskan betapa pentingnya mendengar firman Allah. Para pendengar firman Allah digambarkan seperti tanah subur (Luk 8:4-15). Mereka laksana pelita yang cahayanya dapat terlihat dan dinikmati oleh banyak orang (16-18). Tuhan pun memberikan tempat istimewa kepada mereka, yaitu diakui sebagai keluarga inti (19-21).

    Ada banyak hal dalam hidup ini yang mengalihkan kita agar tidak mendengar firman Tuhan, misalnya kesibukan. Kita diminta menyadari bahwa betapa rindunya Tuhan berbicara dengan kita. Bagaimana caranya agar kita mampu mendengar suara-Nya? Berdiam dirilah sejenak setiap hari dan ambil waktu untuk merenungkan firman Tuhan.

    Sebagai seorang Kristen, Tuhan adalah yang terutama. Oleh karena itulah, kita mesti memberi waktu mendengar firman-Nya dan melakukannya. Kita bisa mencoba melatih diri mendengar suara Tuhan— yang tak terlihat. Dengan ini, kita mungkin akan memiliki kemampuan mendengar sesama kita. Hingga akhirnya, kita akan mampu memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.

    Selamat Pagi, Tuhan memberkati

  • 20 november

    *Syalom dan selamat merenungkan firman Tuhan*

    *Tanggal 20, Hari Rabu*

    ```YESUS ADALAH SAHABAT BAGI SETIAP MANUSIA```

    ╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗

    📝 *Ayat Inti: Ibrani 10 : 9*

    ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝

    _*"Dan kemudian kata-Nya: ’Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu’"*_

    💝

    Martabat Kristus sebagai Guru Ilahi tingkatannya lebih tinggi dari martabat para imam dan para penguasa. Berbeda dari semua kebesaran duniawi; karena itu Ilahi. Ia tidak mengenakan semua pertunjukan duniawi, dan memperlihatkan bahwa Ia menganggap penggolongan masyarakat, yang ditentukan oleh kekayaan dan jabatan, sebagai hal yang tidak bernilai. Ia telah turun dari kedudukan tinggi membawa kekuatan kepada manusia untuk menjadi anak-anak Allah; dan kedudukan di duniawi tidak ada apa-apanya bagi Dia. la bisa saja membawa serta sepuluh ribu malaikat menolong Dia dalam pekerjaan-Nya menebus umat yang telah jatuh.

    Krisrus melewati rumah-rumah orang kaya, istana-istana kerajaan, kaum terpelajar terkenal, dan memilih rumah-Nya di Nazaret yang dianggap hina dab tidak jelas. Kehidupan-Nya sejak permulaan sampai akhir, adalah kehidupan bersahaja dan rendah hati. Kemiskinan dijadikan suci oleh kehidupan-Nya yang miskin Ia tidak mau bersikap menjaga wibawa yang akan menghalangi pria dan Wanita, betapapun hinanya, datang kepada-Nya dan mendengarkan ajaran-Nya....

    Tidak ada guru yang pernah menempatkan kehormatan sedemikian pada manusia sebagaimana yang dilakukan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia dikenal sebagai sahabat dari pemungut cukai dan orang berdosa. Ia bergaul dengan semua golongan, dan menabur kebenaran kepada dunia. Di pasar dan rumah ibadat Ia memberitakan pekabaran-Nya. Ia melegakan setiap jenis penderitaan, baik fisik maupun rohani. Di tepi sungai Ia menabur benih-benih kebenaran. Satu keinginan-Nya adalah agar semua orang memiliki kesehatan rohani dan flsik. Ia adalah teman dari setiap manusia. Bukankah Ia berjanji untuk memberikan terang dan kehidupan kepada semua orang yang mau menerima Dia? Bukankah Ia berjanji untuk memberikan kuasa kcpada mereka untuk menjadi anak-anak Allah? Ia menyerahkan Diri-Nya Sendiri sepenuhnya dan seluruhnya pada pekeljaan menyelamatkan jiwa....

    ✅ Sementara “Ia berbuat baik ke sana-kemari, pengalaman sehari-hari merupakan pencurahan hidup-Nya. Hanya dengan satu cara maka kehidupan semacam itu bisa dipertahankan. Yesus bergantung sepenuhnya kepada Allah dan persekutuan dengan Dia. Ke tempat tersembunyi di tempat Mahakudus, di bawah bayang Yang Mahakuasa, manusia sekarang dan dahulu memperbaiki diri; mereka setia selama semusim, dan hasilnya tampak dalam perbuatan-perbuatan mulia; kemudian iman mereka gagal, persekutuan terganggu, dan kehidupan kerja dirusak. Namun kehidupan Yesus adalah kehidupan percaya yang konstan, dipertahankan oleh persekutuan yang berkesinambungan; dan pelayanan-Nya bagi surga dan bumi tidak gagal dan tak terputus-putus. Sebagai manusia, Ia memohon ke takhta Allah, sampai kemanusiaan-Nya diisi dengan arus surgawi yang menghubungkan kemanusiaan dengan Keilahian. Menerima kehidupan dari Allah, Ia menanamkan kehidupan kepada manusia

    𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

1301 – 1325 dari 1431    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 52  53  54 ... 58  Selanjutnya Kirim tanggapan