Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendalaman Alkitab Online

ForumAlkitab

1451 – 1475 dari 1491    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 58  59  60  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 19 Februari

    RENUNGAN HARIAN KATOLIK

    🥙🍇🥙🍇🥙🍇🥙🍇

    RABU, 19 FEBRUARI 2020

    PEKAN BIASA VI (Warna Liturgi Hijau)

    St. Marselus; St. Konradus

    BACAAN I: Yak. 1:19-27

    MAZMUR: 15:2-3ab.3ac-4ab

    BACAAN INJIL: Mrk. 8:22-26

    Injil Markus 8:22-26

    Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

    RENUNGAN:

    😌

    Tulisan Santo Yakobus dalam suratnya sangat jelas bahwa menjadi murid Yesus tidak sekedar menjadi pendengar sabda. Yakobus dengan tegas mengatakan bahwa hendaklah kita membuang segala kejahatan dan menerima firman dalam kerendahan hati. Pelaku sabda adalah dia yang karena firman Allah mengunjungi yatim piatu, membela para janda, dan mereka yang mengalami penderitaan.

    Penegasan sebagai pelaku sabda semakin jelas dalam injil hari ini. Perjumpaan Yesus dengan orang buta tidak berhenti pada keprihatinan dengan aneka nasihat, tetapi sampai pada sebuah tindakan nyata. Yesus menggandeng tangan si buta dan membawanya untuk disembuhkan. Si buta menalami proses kemajuan; ia melihat seperti pohon. Yesus tetap mendampingu dan memnyembuhkan dengan total sampai sibuta sungguh melihat dengan jelas. Sang sabda yang menjelma sungguh nyata dengan menjadikan ia yang buta bisa melihat dengan terang dan jelas.

    Kisah Injil dan ajakan Yakobus bukan sekedar cerita yang kita alami, melainkan sebuah ajakan yang harus kita wujudkan. Pelaku sabda dalam konteks sosial kita tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan dalam Surat Yakobus, dimana kita mengunjungi orang jompo, membela hak para janda dan menolong yatim piatu. Dengan gerakan-gerakan nyata itulah kita sebagai umat Kristus adalah para pelaku sabda bukan hanya pendengar dan penggembira.

    Allah Bapa Yang Mahabijaksana, Engkaulah Bapa semua orang terutama mereka yang miskin dan terlantar. Kami mohon bukalah hati kami agar semakin seperti Putera-Mu yang senantisa menghadirkan belas kasih dan penyembuhan dalam setiap peristiwa kehidupan.

    🙏🏽Amin.

  • 19 Februari

    EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE

    🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀

    Rabu, 19 Februari 2020

    Bac.I, Yak 1 : 19 - 27

    Injil, Mrk 8 : 22 - 26

    Tidak Cukup Menunjuk, Tapi Harus Menuntun

    "Ketika engkau menunjuk arah kepada seseorang maka ia akan berjalan sendiri, dan mungkin saja ia akan tersesat lagi, namun ketika engkau rela menuntunnya maka ia akan mencapai tempat tujuan bersamamu."

    Ketika orang membawa si buta kepada Yesus, ia tidak serentak disembuhkan. Apa yang Yesus perbuat kepadanya adalah Yesus mengandeng tangan si buta dan membawanya untuk disembuhkan. Proses kesembuhan dimulai dengan penglihatan yang remang-remang sampai ia dapat melihat dengan jelas seperti orang sehat pada umumnya.

    Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;

    1) Di sekitar kita ada banyak orang dengan beragam penderitaan; ada yang buta, tuli, pincang, sakit, lapar, sedih dan menderita. Kata-kata kasihan kita rasanya belum cukup. Kita harua mewujudkan rasa belas kasih itu dengan tindakan memberi makan, meringankan beban dan menghibur mereka.

    2) Kehadiran mereka adalah undangan bagi kita untuk berbuat baik. Temukanlah wajah Yesus pada wajah si sakit, lapar, pengemis dan tertindas maka cintamu akan terberi kepada mereka tanpa batas dan syarat.

    3) Buta fisik membuat si buta tak dapat melihat, tapi adalah sebuah kemalangan bila kita yang sehat mata memiliki hati yang buta terhadap kemiskinan, ketidakadilan dan penderitaan di sekitar kita.

    Akhirnya, jika hari ini Anda melewati seseorang yang menderita, lapar dan pengemis, maka berhentilah sejenak untuk berdoa memohon Tuhan menyembuhkan hatimu yang sedang buta.

    Selamat beraktivitas untuk para sahabat

    Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.

    ( Rinnong - Duc in Altum )

  • 19 Februari

    Renungan Katolik *Bahasa Kasih*

    🥙🌺🥙🌺🥙🌺🥙🌺

    _Rabu,_ *19 Februari 2020*

    Yak 1:19-27

    Mzm 15:2-5

    Mrk 8:22-26

    *PENDENGAR YANG BAIK*

    _Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.  -- Yak 1:19_

    Seorang teman saya selalu menjelaskan segala sesuatu secara detil dan terperinci. Hal ini sering membuat lawan bicaranya tidak sabar dan meminta untuk teman ini bicara langsung ke intinya saja. Biasanya ia akan tetap meminta lawan bicaranya untuk mendengarkan penjelasannya hingga selesai dan tidak memotong penjelasannya hingga selesai dan tidak memotong penjelasannya. Tetapi, tidak semua orang mau mendengarkan hingga akhir dan mereka langsung mengambil kesimpulan sendiri.

    Dan pengalaman saya pribadi, jika saya langsung mengambil kesimpulan sebelum penjelasannya selesai, seringkali ada salah pengertian yang berakhir dengan perdebatan. Hal ini tidak akan terjadi jika saya dengan sabar mendengarkan semua penjelasannya, karena saya tahu apa yang ia mau dan langsung mengerti apa yang harus dikerjakan selanjutnya. Waktu yang dibutuhkan pun lebih singkat karena tidak ada salah persepsi dan saling berdebat.

    Pengalaman tersebut membuat saya belajar bahwa seorang pendengar yang baik membutuhkan kesabaran untuk mau mendengar tanpa memotong pembicaraan. Bukankah mudah untuk menjadi seorang pendengar yang baik? (Dn)

    _Apakah saya sudah menjadi pendengar yang baik bagi orang-orang di sekitar saya?_

    Salam Damai Kristus

  • 19 Februari

    🕊💫🕊💫🕊💫🕊💫🕊

    *💎19.02.2020*💎

    *Yang Buta Dapat Melihat*

    *_🕊Bacaan Markus 8:22-26*🕊

    *Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida.* *Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya,* *supaya Ia menjamah* *dia.* *Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung.* *Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya:* *"Sudahkah kaulihat sesuatu?*"" *Orang itu memandang ke depan, lalu berkata:* *"Aku melihat orang*, *sebab* *melihat mereka berjalan-jalan*, *tetapi tampaknya seperti pohon-pohon*." *Yesus meletakkan lagi* *tangan-Nya pada mata orang itu*, *maka orang itu* *sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh,* *sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.* *Sesudah itu Yesus* *menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata:* *"Jangan masuk ke kampung!"*

    *Sahabat pelita hati,*

    Hari ini kita berjumpa dengan kisah Yesus yang menyembuhkan orang buta di wilayah Betsaida.

    Proses penyembuhan orang buta ini memang lain daripada yang lain, tidak sekali sentuh langsung sembuh. Sentuhan pertama dengan olesan ludah, si buta bersaksi bisa melihat orang tapi seperti pepohonan yang samar-samar, baru setelah Yesus meletakkan tangan di mata orang itu untuk kedua kalinya  kemudian sembuh dan dapat melihat dengan jelas.

    *Sahabat terkasih,*

    Tuhan menuntun orang yang buta keluar dari kampung dan menyembuhkan sakitnya. Ini berarti perjumpaan pribadi dan pengakuan iman pribadi menjadi kunci dari karya mujizat-Nya. Rupanya si sakit ini tidak buta sejak lahir, mengingat dia bisa menggambarkan "pohon" pada saat  tahap pertama penyembuhannya. Maka penyembuhan orang buta ini dapat dimaknai sebagai "pemulihan" sehingga bisa melihat kembali seperti sedia kala. Kisah ini membawa kita pada kesadaran bahwa mata batin dan mata iman kita pun perlu dipulihkan kembali dari kebutaan hati dan rohani. Syaratnya adalah mengakui bahwa kita 'buta' dan bersedia dituntun Yesus hingga terjadi perjumpaan pribadi. Di situlah kita memperbaharui janji iman. Semoga pelita sabda ini menjadikan kita siap dituntun oleh Tuhan melalui sabda-sadda kudus dan keutamaan-Nya yang kita renungkan setiap hari, sehingga mata hati kita dapat menyaksikan karya baik-Nya dalam hidup sehari-hari.

    _Terimalah salam kasih kami,_

    _untuk sahabat pelita hati._

    _Tuhan Yesus sembuhkanlah kami,_

    _orang buta, orang congkak hati._

    *Salam Kasih*🙏🏻✝🌹🌹🌈

  • 19 Februari

    Inspirasi pagi

    *Mengalah*

    Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu.

    Suatu hari, dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka, yang sebenarnya sangat sederhana. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.

    Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab 21.

    Spontan si terhukum memprotes.

    Sang hakim menjawab, Hukuman ini Bukan untuk hasil hitungan mu tetapi untuk Kebodohan mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21 !

    Tentu mungkin saja itu hanya cerita rekaan.

    Tetapi ada Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega.

    Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma. Ada saatnya kita mengalah untuk menghindari perdebatan atau pertengkar-an yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana.

    Janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari mata kita. Memang hal yg tak mudah.

    Janganlah sekali-kali berdebat dengan orang yg Tidak menguasai permasalahan.  

    Janganlah berdebat dengan seseorang manakala kita tahu bahwa sudut pandang nya bertolak belakang dengan kita.

    Bisa mengendalikan diri sendiri dan bisa memilah-milah hal yang Perlu dan Tidak adalah suatu Prestasi dan Kemajuan.

    Bisa Menghindari untuk Tidak terlibat dalam hal-hal yang Tidak Berguna adalah Bijaksana.

    baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan —

    HAve a blessed day (y) 🙏

  • 19 Februari

    Inspirasi pagi

    *Mengalah*

    Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu.

    Suatu hari, dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka, yang sebenarnya sangat sederhana. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.

    Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab 21.

    Spontan si terhukum memprotes.

    Sang hakim menjawab, Hukuman ini Bukan untuk hasil hitungan mu tetapi untuk Kebodohan mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21 !

    Tentu mungkin saja itu hanya cerita rekaan.

    Tetapi ada Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega.

    Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma. Ada saatnya kita mengalah untuk menghindari perdebatan atau pertengkar-an yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana.

    Janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari mata kita. Memang hal yg tak mudah.

    Janganlah sekali-kali berdebat dengan orang yg Tidak menguasai permasalahan.  

    Janganlah berdebat dengan seseorang manakala kita tahu bahwa sudut pandang nya bertolak belakang dengan kita.

    Bisa mengendalikan diri sendiri dan bisa memilah-milah hal yang Perlu dan Tidak adalah suatu Prestasi dan Kemajuan.

    Bisa Menghindari untuk Tidak terlibat dalam hal-hal yang Tidak Berguna adalah Bijaksana.

    baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan —

    HAve a blessed day (y) 🙏

  • 19 Februari

    Inspirasi pagi

    *Mengalah*

    Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu.

    Suatu hari, dua orang menghadap sang hakim. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka, yang sebenarnya sangat sederhana. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.

    Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis cambuk 10 kali bagi orang yang menjawab 21.

    Spontan si terhukum memprotes.

    Sang hakim menjawab, Hukuman ini Bukan untuk hasil hitungan mu tetapi untuk Kebodohan mu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21 !

    Tentu mungkin saja itu hanya cerita rekaan.

    Tetapi ada Hikmah dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau kolega.

    Berdebat atau bertengkar untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma. Ada saatnya kita mengalah untuk menghindari perdebatan atau pertengkar-an yang sia-sia. Mengalah bukan berarti kalah, bukan? Untuk itu kita perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana.

    Janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari mata kita. Memang hal yg tak mudah.

    Janganlah sekali-kali berdebat dengan orang yg Tidak menguasai permasalahan.  

    Janganlah berdebat dengan seseorang manakala kita tahu bahwa sudut pandang nya bertolak belakang dengan kita.

    Bisa mengendalikan diri sendiri dan bisa memilah-milah hal yang Perlu dan Tidak adalah suatu Prestasi dan Kemajuan.

    Bisa Menghindari untuk Tidak terlibat dalam hal-hal yang Tidak Berguna adalah Bijaksana.

    baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan —

    HAve a blessed day (y) 🙏

  • 19 Februari

    _*☘ Jangan Pernah Menyerah ☘*_

    Shalom'...

    Firman Tuhan berkata ;

    _*📖"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."...*_

    (1 Korintus 10:13)...

    _*💞 Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita didalam Kristus Yesus  💞*_

    🗣Saudara yang terkasih didalam Tuhan, badai pencobaan pasti pernah kita alami, tak terkecuali kita sebagai anak-anak Tuhan dan orang-orang percaya...

    🙇🏻‍♂Seringkali banyak orang bahkan diantara kita yang mengeluh, bersungut-sungut, marah dan kecewa yang pada akhirnya menyalahkan Tuhan ketika pencobaan demi pencobaan datang menghampirinya, padahal kita tahu bahwa Tuhan tidak akan pernah mencobai anak-anak yang dikasihinya...

    _*📖"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun."...*_

    (Yakobus 1:13)...

    👴🏻Oleh karena itu saudaraku, tanamkan selalu pikiran-pikiran positif ketika pencobaan-pencobaan datang menghampiri kita, dan percayalah ketika kita lakukan, maka ada semangat dan kekuatan yang baru sehingga kita mampu melewati setiap masalah dan persoalan yang menghadang kita...

    _*📖"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."...*_

    (Filipi 4:8)...

    *👱🏻‍♂Tanamkan dalam pikiran kita bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan yang biasa saja, yang tidak akan mampu menghalangi kasih dan kuasa Allah kita yang besar, dan Dia sanggup menyingkirkan apapun masalah dan persoalan kita...☘*

    *👱🏻‍♂Tanamkan dalam pikiran kita bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak akan pernah melampaui kekuatan kita, karena Tuhan tahu kekuatan dan kemampuan kita...☘*

    *👱🏻‍♂Tanamkan dalam pikiran kita bahwa apapun pencobaan yang kita alami, Tuhan akan memberikan jalan keluar yang terbaik agar kita dapat menanggungnya...☘*

    👫🏻Apapun masalah dan persoalan yang kita hadapi saat ini, jangan pernah kita kuatir dan takut lagi, jangan pernah lagi kita mengeluh atau bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan, jangan pernah menyerah saudaraku, karena Dia selalu ada dalam setiap pergumulan kita bahkan turut bekerja dalam setiap perkara kita...

    _*📖"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."...*_

    (Roma 8:28)...

    👨🏻‍🎓Mari saudaraku, mulai pagi hari ini kita mau sama-sama belajar untuk lebih memahami bahwa, ketika kita mau tanamkan segala hal-hal yang positif kedalam pikiran kita, percayalah kita akan mampu melewati apapun pergumulan kita dan Tuhan tidak akan membiarkan kita menjalaninya seorang diri, karena Dia begitu mengasihi Saudara...

    Selamat pagi...🙏🏻

    _*Jangan pernah menyerah dalam menghadapi setiap persoalan saudaraku...☘*_

    *Jesus bless you abundantly...😇*

    _#leanderalberttholence_  🍁🍁🍁

  • 19 Februari

    Santapan Harian

    Rabu, 19/02/20

    www.sabda.org/publikasi/e-sh/print/?edisi=20200219

    Jangan Manjakan Duka

    2 Samuel 18:19-19:8

    Duka atau derita, siapa pun bisa mengalaminya. Banyak hal yang dapat menyebabkan manusia berduka. Kehilangan orang yang disayang sering menjadikan orang merasakan duka berkepanjangan.

    Raja Daud tengah dirundung duka sangat menyayat. Kabar kematian Absalom menjadi penyebabnya. Raja menangis dan berkabung: "Anakku Absalom!... Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, ... anakku!" (2Sam 18:33).

    Cinta kasih Daud pada Absalom begitu besar. Cinta kasih yang berubah menjadi duka. Mula-mula Absalom memberontak dan menghendaki takhta. Situasi yang tak mudah bagi Daud. Orang yang begitu dikasihi, orang yang menjadi tumpuan harapan, justru bangkit melawannya. Situasi ini membuat Daud merasa putus asa. Perasaan ini makin menjadi ketika raja mendapat kabar tentang kematian Absalom. Segera terlihat betapa Daud sangat memanjakan perasaan duka. Dia tenggelam dalam lautan kesedihan hati dan ratapan perkabungan. Praktis, para pengikut setianya kehilangan pegangan. Untung Yoab segera mengingatkan Raja Daud (2Sam 19:5-8).

    Duka harus dihadapi, bukan dimanjakan. Duka membutuhkan penghiburan dan bukan pembiaran, bahkan pengaburan fakta. Daud tidak boleh mengaburkan fakta akan adanya orang-orang yang setia kepadanya. Walaupun Absalom telah memberontak kepada raja Daud, ada orang-orang yang siap berjuang hingga mati demi menjaga martabat raja yang diurapi Tuhan. Daud tidak boleh terus-menerus membiarkan duka hingga menjadi manja dan terjadi pengaburan fakta. Untunglah, Daud bergegas duduk di pintu gerbang. Sadar bahwa dia adalah raja yang menjadi tumpuan banyak orang. Ada tanggung jawab yang mesti diemban dengan sikap terhormat.

    Inilah intinya, yaitu agar kita tidak memanjakan duka di kala duka itu menerpa. Hadirnya komunitas seperti gereja di tengah peristiwa kedukaan tentu sangat penting. Demi menolong saudara dan saudari bangkit lagi untuk melanjutkan tanggung jawab yang diemban.

    Doa: Biarlah duka tidak tinggal tetap dalam diri. [STY]

  • 19 Februari

    🛐 Rabu, 19 Februari 2020

    *MENGENAKAN HIDUP-NYA*

    Kalau kita dengan tekun dapat melewati beratnya mengikut Yesus—artinya mengenakan hidup-Nya—sukacita yangmurni dapat kita rasakan. Tidak banyak orang yang bisa terbawa sampai ke episentrum ini. Banyak orang mau nyaman di luar, putar-putar di luar episentrum. Kalau seseorang tidak sampai pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran), ketika meninggal dunia, ia akan melihat kenyataan yang mengerikan; seperti seorang yang masuk ke dalam mimpi buruk tetapi ternyata sebenarnya adalah kenyataan. Namun, kalau kita sekarang ini menderita bagi Allah, merasakan beratnya mengiring Yesus, ketika mati, kita seperti terbangun dari mimpi buruk. Pada waktu kita membuka mata di kekekalan, kita dapat mengerti dengan sempurna bahwa hidup kita selama 70-80 tahun yang begitu banyak bebantidak ada artinya sama sekali. Terkait dengan hal ini Paulus menyatakan, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm. 8:18).

    Banyak gereja sibuk membangun gereja, membangun sekolah, sibuk dengan kegiatan misi, diakonia, pekerjaan sosial, dan lain-lain. Tentu saja melakukan semua kegiatan tersebut tidak salah, tetapi harus dipertanyakan: apa tujuan seluruh kegiatan tersebut? Hendaknya semua kegiatan tersebut bukan suatu produk yang memang dibuat untuk membuat gereja eksis, aspek lain bisa mendapat income untuk kehidupan para rohaniwannya. Tidak salah seorang hamba Tuhan hidup dari pelayanan, tetapi kalau uang sudah menjadi tujuan, itu bukanlah motif yang benar bagi pelayan pekerjaan Tuhan. Kegiatan pelayanan hamba-hamba Tuhan seperti ini tidak membawa sesorang masukepisentrum kebenaran.

    Jangan sampai kita membuka mata di kekekalan, seperti mimpi buruk yang menakutkan. Lebih baik hidup yang kita jalani sekarang seperti mimpi buruk, artinya harus memikul salib, tetapi di balik kubur kita menemukan kehidupan yang indah. Memang, semakin ke pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran) di mana kita berjalan dengan Tuhan, perjuangan akan makin berat. Tetapi ajaibnya, ketika kita benar-benar semakin sampai ke titikpusat pusaran, rasa berat itu tidak akan ada lagi. Kita baru benar-benar merdeka. Semakin kita ke titik pusat pusaran kebenaran, kita akan makin merdeka. Salib menjadi keindahan dan kebahagiaan. Sampai pada level ini, kita hidup hanya untuk mencari kesukaan Allah, tidak lagi kesukaan diri sendiri. Dunia tidak lagi menarik sama sekali. Kerinduan kita terhadap Kerajaan Surga begitu kuat. Kalimat Doa Bapa Kami: “Datanglah Kerajaan-Mu” bisa dihayati dengan benar.

    Orang percaya yang menghadirkan pemerintahan Allah pasti kelihatan dalam seluruh gerak hidupnya. Ini berbeda dengan mereka yang tidak menghadirkan Kerajaan Allah. Biaya menghadirkan Kerajaan Allah hanya dengan satu cara, yaitu darah Yesus. Kerajaan Allah itu sebenarnya sudah datang, dihadirkan oleh Yesus. Namun, bagaimana hidup di dalam pemerintahan Allah itu atau sama dengan pusat pusaran kebenaran (episentrum kebenaran) itu bisa terjadi atau berlangsung dalam kehidupan kita? Bagaimana kita bisa makin mengerti kehendak Allah dan menghayati kehadiran-Nya? Kalau kita menghayati kehadiran-Nya, kita akan sulit berbuat dosa atau berbuat salah. Dunia tidak lagi membelenggu kita atau menyandera kita, karena atmosfer Kerajaan Allah itu akan dirasakan. Kita tidak lagi memiliki rasa takut terhadap apa pun dan siapa pun. Kita makin berani menghadapi hidup karena kita hanya memiliki satu kepentingan, yaitu hidup untuk kemuliaan nama-Nya, yang sama dengan hidup hanya untuk kesenangan Allah Bapa. Tuhan Yesus adalah satu-satunya manusia yang berhasil menyukakan hati Allah Bapa. Oleh sebab itu, kita harus mengenal Dia dengan benar untuk meneladani hidup-Nya.

    Orang yang tidak mengenal Yesus dengan benar—walaupun menyebut nama-Nya danmenyembah Dia, tetapi sebenarnya itu bukan Yesus yang asli—nanti ketika ia berada di ujung maut akan ada ketakutan luar biasa. Yesus yang disebut-sebut olehnya ternyata tidak hadir. Karena itu,kita harus mengenal Yesus yang sesungguhnya. Kita harus menghadirkan Kerajaan Allah itu. Ciri-cirinya pasti, yaituhidup suci, tidak tertarik dunia, serta tidak takut menghadapi apa pun. Keyakinan bahwa Yesus adalah Juruselamat belumlah cukup, harus disertai sikap yang jelas, yaitu meneladani gaya hidup-Nya. Keyakinan kita ternyata belum bisa menopang kehidupan kekristenan yang ideal yang dikehendaki oleh Allah. Perasaan percaya ternyata hanya situasional, jika tidak disertai tindakan nyata meneladani hidup-Nya. Ketika seseorang di ujung maut, maka di situasi seperti itu, keyakinan itu tidak sanggup menopang kegentaran hatinya menghadapi kekekalan. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar mengenal Yesus yang sejati dan meneladani hidup-Nya atau mengenakan hidup-Nya.

    Sola Gracia 🙏🏻

  • 23 Februari

    *Renungan*

    _*Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau.—Bilangan 6:24*_

    Pada tahun 1979, *Dr. Gabriel Barkay* dan timnya menemukan dua gulungan naskah berbahan perak di pekuburan di luar Kota Tua Yerusalem. Setelah diteliti secara saksama selama dua puluh lima tahun, pada tahun 2004 para ilmuwan mengonfirmasi bahwa kedua gulungan tersebut adalah naskah Alkitab tertua yang pernah ditemukan, yang terkubur sejak tahun 600 SM. Bagi saya, yang paling menyentuh adalah isi gulungan tersebut, yakni berkat imamat yang dikehendaki Allah untuk disampaikan kepada umat-Nya: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” *(Bil. 6:24-26).*

    Dengan memberikan doa berkat itu, Allah menunjukkan kepada Harun dan anak-anaknya (melalui Musa) cara untuk memberkati umat dalam nama-Nya. Para pemimpin diharuskan menghafal kata-kata tersebut dalam bentuk yang diberikan Allah supaya mereka dapat mengucapkannya sesuai keinginan Allah. Perhatikan kata-kata tersebut menekankan bahwa Allah merupakan Pribadi yang memberkati, karena kata “Tuhan” disebut tiga kali. Allah menyebut “engkau” dan “-mu” sebanyak enam kali, dan ini menunjukkan betapa Allah menginginkan umat-Nya menerima kasih dan kebaikan-Nya.

    Renungkanlah bahwa fragmen Alkitab tertua yang pernah ditemukan mengungkapkan kerinduan Allah untuk memberkati umat-Nya. Kita diingatkan pada kasih Allah yang tak terbatas dan kerinduan-Nya untuk bersekutu dengan kita. Jika kamu merasa jauh dari Allah, peganglah erat-erat janji yang terkandung dalam kata-kata kuno tersebut. Kiranya Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau. *—Amy Boucher Pye*

    _Bagi kamu, apa artinya Allah rindu memberkatimu? Bagaimana kamu dapat membagikan kasih-Nya kepada orang lain?_

    *Allah Bapa, aku bersyukur atas banyaknya berkat yang Engkau berikan kepadaku. Tolonglah aku menyadari hal-hal dari-Mu yang memberiku sukacita dan damai sejahtera, supaya aku dapat memuliakan Engkau.*

  • 24 Februari

    Mazmur 42:1-11 (TB)

    1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

    2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

    3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"

    4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

    5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

    6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.

    7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.

    8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

    9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?"

    10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"

    11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

    24 Februari diubah oleh ZEGA376

  • 27 Februari

    MARRIED COUPLE

    February Theme: FAMILY COMES FIRST

    Revive: Rabu, 26 Februari 2020

    SILENT MISSION

    BACAAN NDC BIBLE STUDY
    Mazmur 49

    AYAT HAFALAN
    1 Petrus 3:1-2,
    “Demikian juga kamu, hal isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.”

    RENUNGAN INSPIRASI
    Sosok di balik superhero Iron Man, yaitu Robert Downey Jr. (RDJ) tentu sudah tidak asing bagi pecinta Marvel. Dibalik kesuksesannya sebagai salah satu aktor Hollywood dengan tarif tertinggi, masa lalu RDJ ternyata penuh dengan lika liku. Usia 6 tahun, ia mengenal narkoba dan menjadi pemakai hingga akhirnya menjadi pecandu. Tahun 1997, RDJ harus mendekam di penjara dan mendapat perlakuan kekerasan dari sesama napi. Beberapa wanita yang pernah menjalin hubungan dekat dengannya, bahkan istrinya, meninggalkannya karena tidak bisa mentolerir kecanduannya pada obat-obatan terlarang tersebut. Hingga akhirnya RDJ bertemu dengan Susan Levin, seorang produser film, yang membuatnya jatuh cinta dan berjuang untuk sembuh total dari kecanduan narkotika. Setelah dua tahun menjalani rehabilitasi narkoba, RDJ akhirnya bersih. Ia menikahi sang pujaan hati dan menata kembali karirnya hingga menjadi RDJ yang kita kenal seperti sekarang ini. Beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara dengan Showbizpy, RDJ bahkan mengatakan, “Sekarang saya tidak bisa membayangkan hidup saya tanpa dia (Susan).”

    Kisah RDJ dan Susan Levin di atas menggenapi ungkapan “di balik pria yang hebat, terdapat istri yang luar biasa.” Namun tahukah Anda, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Carnegie Mellon University dengan meneliti 163 pasangan suami istri, kesuksesan setelah menikah sangat didukung oleh pasangan yang suportif. Sayangnya karena terbiasa bertemu setiap hari, kita menjadi lengah dan tidak peka bahwa ada banyak tindakan-tindakan suportif yang mempengaruhi kesuksesan pasangan. Tindakan inilah yang disebut sebagai silent mission, tindakan yang terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan tulus tanpa perlu diketahui siapapun. Sebagai seorang istri, contoh silent mission dapat dilakukan dengan cara membuatkan suami kopi setiap pagi. Sebaliknya, seorang suani juga dapat melakukan silent mission dengan memberikan hadiah kecil untuk istri. Bila Anda merenungkan lebih dalam lagi, Anda akan melihat ada banyak sekali kesempatan untuk melakukan silent mission dalam rumah tangga Anda. Ingatlah, Tuhan menghendaki setiap keluarga Kristen diberkati dengan keharmonisan serta berkat yang melimpah, dan ini hanya terjadi jika suami istri bersepakat untuk hidup rukun. [CK]

    TANTANGAN
    (Berikan tanda ✅ bila Anda telah menyelesaikan tantangan ini)

    1. Buatlah daftar hal-hal yang akan menjadi silent mission Anda bagi pasangan.

    2. Bila perlu, diskusikan bersama pasangan hal-hal lain yang Anda rasa menjadi penghambat hubungan Anda di dalam keluarga.

    JURNAL ANDA
    Perhatikan dengan baik minggu demi minggu, apakah ada perubahan setelah Anda melakukan silent mission pada pasangan Anda?

    HIKMAT HARI INI
    Marriage is a partnership between one man and one woman. Nothing could be clearer in the Bible as to what constitutes a marriage in God’s sight. — David Jeremiah

    ============================

    Setiap Firman Tuhan yang kita aminkan, maka Firman Tuhan itu hidup dalam kehidupan kita secara nyata

  • 27 Februari

    SHALOM ALEIHIM KEKASIH TUHAN Saudara Saudariku n fam🌷💜🌷

    K A M I S, 27 FEBRUARI 2020

    KAKEK MENYELINAP KE LUAR

    Bacaan : M A Z M U R 1 6

    Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram.
    [M A Z M U R 16 : 9]

    RENUNGAN FIRMAN :
    Sepupu saya, Ken, berjuang melawan kanker dengan penuh semangat selama 4 tahun. Di hari-hari terakhirnya, istri, ketiga anaknya, dan beberapa orang cucunya berkumpul bersama, meluangkan waktu dan mengucapkan pesan-pesan terakhir untuk melepasnya. Pada satu waktu ketika semua orang sedang keluar sejenak dari kamar perawatan, Ken pun menghembuskan napas terakhirnya. Setelah keluarga menyadari bahwa Ken telah pergi, dengan manis salah seorang cucu perempuannya yang masih kecil berkata, "Tadi Kakek menyelinap keluar." Pada satu detik, Tuhan ada bersama dengan Ken di bumi ini; pada detik berikut-nya, roh Ken sudah bersama Tuhan di surga.
    Mazmur 16 merupakan mazmur favorit Ken yang ia minta untuk dibacakan pada pemakamannya.

    Mazmur 16:10 (TB) “Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan"

    Sebagai Pencipta, TUHAN akan terus memelihara kehidupan kita umat-Nya yang percaya. Inilah kesimpulan iman percaya Daud. Tuhan bukan hanya perlindungan, warisan, dan penasihat, tetapi Tuhan juga adalah kepuasan Daud. Dan kepercayaan Daud pada Tuhan sangatlah luar biasa. Dia yakin bahwa Tuhan akan melindunginya bahkan dari kematian. Hatinya bersukacita; jiwanya bersorak-sorak; tubuhnya tenteram karena tidak ada yang bisa mengambil kesenangan yang dimiliki Daud di dalam Tuhan, bahkan kematian sekalipun. Ini adalah pernyataan yang luar biasa.

    Pada zaman Daud, orang-orang Yahudi sudah memiliki gagasan tentang kehidupan setelah kematian. Tapi ide itu belum berkembang dengan baik. Pengertian yang dalam tentang kehidupan setelah kematian datang di kemudian hari melalui Yeremia dan Yesaya. Tetapi di sini kita menemukan Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan dia ke dunia orang mati. Pada dasarnya, yang Daud katakan adalah, “Hubungan yang aku miliki dengan Tuhan sangatlah indah. Ini adalah sesuatu yang spesial. Ini sangat berharga. Dan aku percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan hubungan ini berakhir hanya karena kematian. Kematian tidak cukup kuat untuk mengambil sukacita yang aku miliki bersama Tuhan.”

    Kemudian Daud menyimpulkan dengan salah satu ayat yang paling indah di seluruh Alkitab. Mazmur 16:11 – Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Sukacita penuh dan kenikmatan senantiasa. Pikirkan sejenak tentang hal dalam hidup yang memberi kita sukacita terbesar. Hal yang membuat kita tersenyum setiap kali kita memikirkannya. Kenikmatan terbesar yang pernah kita alami, pemandangan paling indah, suara yang paling luar biasa. Daud mengatakan hal-hal itu bukanlah sukacita yang penuh. Hal-hal itu adalah yang terbaik yang dapat kita pikirkan tetapi itu bukan yang terbaik. Itu hanyalah petunjuk kecil bagi sukacita yang akan dialami oleh Daud. Mereka seperti setetes air di hadapan derasan air terjun. Dan bukan hanya itu, tetapi sukacita ini tidak akan pernah berakhir.

    Setiap kenikmatan yang kita alami saat ini hanya akan berlangsung untuk sementara waktu. Tetapi sukacita yang penuh ini berlangsung selamanya. Tidak akan ada akhirnya dan tidak akan terganggu dengan kesedihan bahkan untuk satu milidetik pun. Itulah yang Tuhan siapkan bagi Daud. Dan itu hanya dapat ditemukan di hadapan Allah dan di sebelah kanan Allah. Sukacita dan kenikmatan tak terbatas. Daud berkata, “Ini milikku!”

    Allah adalah harta kita sekarang, dan bersama-Nya
    di surga akan ada nikmat untuk selamanya.

    Apakah yang saya bagikan hari ini?
    ⭐⭐⭐⭐⭐⭐
    Amin n Emmanuel

  • 1 Maret

    Santapan Harian
    << Minggu, 1 Maret 2020 >>
    Bacaan:Lukas 17:7-10

    Tuan dan hamba
    17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
    17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    Melayani atau Dilayani?

    Yesus memberikan gambaran seorang hamba yang melayani tuannya. Hamba itu membajak, menggembalakan ternak (7), bahkan menyediakan makanan dan minuman bagi tuannya (8). Kita tahu bahwa tugas utama seorang hamba adalah memastikan semua kewajibannya terlaksana. Apa pun kondisinya, hamba mesti taat dan patuh terhadap keinginan tuannya. Ia harus tahu memosisikan dirinya sendiri. Ia tak bisa seenaknya melakukan keinginannya karena keterikatan telah membatasi dirinya.

    Dari figur seorang hamba, ada tiga pelajaran yang harus kita ingat sebelum melayani, yaitu: Pertama, sadar diri. Kita harus menyadari posisi sebagai hamba atau pelayan Tuhan. Karena itu, kita mempunyai kewajiban untuk melayani.

    Kedua, bertanggung jawab. "Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum, " begitu perintah tuan tersebut kepada hambanya (8). Artinya, seorang hamba bertanggung jawab untuk bekerja dengan baik dan menyelesaikan tugasnya. Prinsip ini layak kita teladani, baik dalam pelayanan di gereja atau di mana pun Tuhan menempatkan kita.

    Ketiga, tulus. Ketika melayani orang lain, janganlah kita mengharapkan pujian (9) apalagi imbalan. Seperti seorang budak, semua pekerjaannya tidak mesti mendapatkan pujian. Itu sudah selayaknya. Hanya pekerjaan di luar tugasnyalah yang layak memperoleh pujian khusus.

    Kita, sebagai para pelayan Tuhan, wajib meneruskan pekerjaan-Nya. Memang, tugas kita untuk melayani sesama tidaklah mudah. Kita pasti akan menemui tantangan dan serangan, baik dari diri sendiri maupun orang lain.

    Akan tetapi, marilah kita mengingat teladan Yesus ketika membasuh kaki murid-Nya. Yesus tidak datang untuk memegahkan diri atau dilayani. Sebaliknya, Yesus datang untuk melayani terlebih dahulu. Yesus memberikan contoh agar kita saling melayani dalam kerendahan hati.

    Maukah kita mengikuti teladan-Nya? Siapkah kita merendahkan diri dan bersikap sebagai hamba untuk melayani orang lain? Dengan begitu kita melayani Dia. [SLM]

    * * *
    Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
    melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
    Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

    Diskusi renungan ini di Facebook:
    www.facebook.com/groups/santapan.harian/

  • 1 Maret

    Renungan Oswald Chambers
    << 01 Maret 2020 >>
    Bacaan: Yohanes 21:17

    Apakah engkau mengasihi Aku? (Yohanes 21:17)

    Pertanyaan yang Menusuk Hati

    Intro: Mudah angkat bicara memang sudah menjadi sifat kita. Kita dengan mudah menyatakan apa yang kita rasakan, termasuk soal mengasihi Tuhan. Namun, kasih sejati dalam diri kita hanya dapat digugah melalui pengalaman pedihnya pertanyaan Yesus, seperti pertanyaan-Nya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Melalui pengalaman seperti itu, Allah menyingkapkan kebenaran-Nya kepada kita.

    Renungan:
    Tanggapan Petrus terhadap pertanyaan yang menghunjam ke kedalaman hatinya ini berbeda dengan tantangan penuh keberanian yang ditunjukkan Petrus beberapa hari sebelumnya ketika dia menyatakan, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau” (Matius 26:3 5; juga lihat ayat 33-34).

    Memang, sifat individual atau diri kita dengan berani angkat bicara dan menyatakan apa yang kita rasakan. Namun, kasih sejati di dalam diri rohaniah kita hanya dapat digugah melalui pengalaman pedihnya pertanyaan Yesus Kristus ini. Petrus mengasihi Yesus dengan cara lahiriah sebagaimana seseorang mengasihi orang yang baik. Namun, itu hanyalah kasih emosional belaka. Hal itu mungkin menyentuh kedalaman diri lahiriah kita, tetapi tidak pernah menggugah roh seseorang.

    Kasih sejati tidak pernah menyatakan apa pun, kecuali dengan tindakan. Yesus berkata, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia” -- yaitu mengakui kasih-Nya melalui segala sesuatu yang dilakukannya, bukan semata-mata dengan kata-katanya

    Jika kita belum mengalami kepedihan hati dalam menghadapi setiap kebohongan/kesesatan dalam diri kita, firman Allah belumlah mendapat tempat bagi pekerjaannya dalam hidup kita. Sebab, firman Allah selalu mengerjakan rasa sakit dan duka dalam diri kita lebih dari yang dapat diakibatkan oleh dosa, karena dosa menumpulkan perasaan kita. Akan tetapi, pertanyaan Tuhan ini (“Apakah engkau mengasihi Aku?”) membangkitkan kepekaan kita sampai pada suatu titik di mana duka dan kepedihan hati yang dikerjakan oleh Yesus ini, merupakan kepedihan hati yang paling indah yang dapat dikatakan. Hal ini bukan hanya menyebabkan rasa pedih biasa tetapi secara pribadi dan mendalam, seperti dikatakan, “Sebab firman Allah hidup dan kuat... menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh.“– menusuk sangat dalam sampai tiada kebohongan/kesesatan yang tidak diterangi dan dibukakan (Ibrani 4:12).

    Ketika Tuhan mengajukan pertanyaan ini “Apakah engkau mengasihi Aku?”, tidaklah ada tempat bagi rasa sentimental, Anda tidak dapat mengatakan yang manis-manis (pada-Nya) bila Tuhan berbicara langsung kepada Anda. Rasa pedih itu terlalu sangat hebat. Adalah kepedihan yang begitu dalam membuat setiap bagian hidup kita yang menyimpang dari kehendak-Nya turut merasakan sakit itu. Tidak pernah ada yang salah tentang rasa duka dan kepedihan dari perkataan Tuhan yang datang kepada anak-anak-Nya; tetapi pada saat itulah Allah menyingkapkan kebenaran-Nya kepada kita.

    Ayat Alkitab: Yohanes 21:17

    21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

  • 2 Maret

    Sentuhan kasih

    LIBATKAN TUHAN DALAM RENCANAMU
    (Saat Melibatkan Tuhan Dalam Segala Rencana Dan Impianku)

    Jika saya kembali menengok masa lalu, saya hanya bisa bersyukur sebanyak-banyaknya. Ada banyak rintangan yang telah berhasil saya lewati. Begitu juga dengan beban-beban hidup yang mampu saya tanggung sekalipun berat. Semua bukan karena kehebatan saya, sebab saya bukanlah siapa-siapa. Semua karena saya memiliki Tuhan yang hebat.

    Saat saya melibatkan Tuhan dalam segala rencana dan impian saya, Tuhan membuat semuanya berhasil. Bukan berhasil menurut keinginan saya sebagai manusia, melainkan berhasil menurut kehendak-Nya. Dan saat saya belajar untuk taat dan setia, Tuhan mengalirkan berkat yang tidak pernah berhenti dalam kehidupan saya.

    Banyak-banyaklah bersyukur dengan apa yang ada dalam hidup kita. Jangan banyak mengeluh, agar damai dalam hati kita tidak hilang. Dan libatkanlah Tuhan dalam segala rencana dan impian yang kita punya. Dia akan membenahi rencana kita yang salah dan menjadikannya baik.

    Saat kita hidup taat pada kehendak Tuhan, Ia akan menjadikan kita berhasil dan penuh berkat. Sebab saat kita yakin kepada Tuhan, maka tidak ada yang tidak mungkin.

    Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”Lukas 18:27

    Amin

    TUHAN YESUS MEMBERKATI

  • 2 Maret

    Sentuhan kasih

    LIBATKAN TUHAN DALAM RENCANAMU
    (Saat Melibatkan Tuhan Dalam Segala Rencana Dan Impianku)

    Jika saya kembali menengok masa lalu, saya hanya bisa bersyukur sebanyak-banyaknya. Ada banyak rintangan yang telah berhasil saya lewati. Begitu juga dengan beban-beban hidup yang mampu saya tanggung sekalipun berat. Semua bukan karena kehebatan saya, sebab saya bukanlah siapa-siapa. Semua karena saya memiliki Tuhan yang hebat.

    Saat saya melibatkan Tuhan dalam segala rencana dan impian saya, Tuhan membuat semuanya berhasil. Bukan berhasil menurut keinginan saya sebagai manusia, melainkan berhasil menurut kehendak-Nya. Dan saat saya belajar untuk taat dan setia, Tuhan mengalirkan berkat yang tidak pernah berhenti dalam kehidupan saya.

    Banyak-banyaklah bersyukur dengan apa yang ada dalam hidup kita. Jangan banyak mengeluh, agar damai dalam hati kita tidak hilang. Dan libatkanlah Tuhan dalam segala rencana dan impian yang kita punya. Dia akan membenahi rencana kita yang salah dan menjadikannya baik.

    Saat kita hidup taat pada kehendak Tuhan, Ia akan menjadikan kita berhasil dan penuh berkat. Sebab saat kita yakin kepada Tuhan, maka tidak ada yang tidak mungkin.

    Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”Lukas 18:27

    Amin

    TUHAN YESUS MEMBERKATI

  • 2 Maret

    Sentuhan kasih

    RENCANA TUHAN UNTUKMU

    ”Bilangan 6:24 “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau.”

    Rencana Tuhan hari ini indah dalam hidupmu. Ia melukiskan setiap rencana-Nya dalam telapak tanganmu, agar apa yang menimpamu bukanlah hal yang buruk melainkan hal-hal yang membawa kebaikan.

    Rencana-Nya seperti pelangi sehabis hujan. Sekalipun kamu harus melewati ujian yang berat, kamu akan menemukan akhir yang indah yang akan membuatmu tak berhenti bersyukur.

    Tuhan merancangkan hal luar biasa dalam setiap langkahmu. Menjagai dirimu siang dan malam agar tidak ada yang mencuri berkatmu.

    Begitu juga hari ini, Ia akan selalu menyertaimu. Ia akan memberimu kekuatan dalam menghadapi segala hal di hari ini. Ia akan memberimu jalan keluar untuk setiap persoalanmu.

    Meskipun situasi yang kamu hadapi begitu buruk, namun akan terasa indah dalam hatimu sebab hatimu penuh dengan damai sejahtera.”

    I LOVE YOU JESUS CHRIST

    Have a Nice Day With LORD

    GOD BLESS you

  • 2 Maret

    Artikel rohani

    JANGAN SAMPAI LUPA DARATAN

    ”Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.” 2 Tawarikh 12:12

    Saat berada di puncak karir, sukses dan hidup dalam kelimpahan, banyak orang menjadi lupa diri, tak lagi ingat asal usulnya, seperti istilah ’kacang lupa kulitnya’. Berbeda sekali saat masih dalam keadan minim atau pas-pasan, mereka begitu rajin beribadah hingga secara perlahan hidupnya mulai berubah, dipulihkan dan diberkati Tuhan. Sayang secepat kilat pula orang mulai berubah, mereka tidak lagi memrioritaskan Tuhan.

    Hal ini terjadi pada Rehabeam, raja Yehuda. Alkitab mencatat: _”Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.” (2 Tawarikh 12:1)._

    Setelah kerajaannya kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh Rehabeam dan rakyatnya mulai meninggalkan Tuhan dan tak lagi hidup mengandalkan Dia, karena merasa diri kuat dan hebat.

    Berada di puncak kejayaan membuat Rehabeam lupa diri dan tidak lagi setia kepada Tuhan. Mereka meninggalkan hukum Tuhan, alias tidak lagi taat. Ia terlalu membanggakan kekuatan pasukan perangnya dan juga hidup mengandalkan kekayaan negerinya yang melimpah ruah.

    Tuhan tidak lagi mereka butuhkan! Firman Tuhan memperingatkan, ”Celakalah orang-orang...yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus,” (Yesaya 31:1).

    Apa yang terjadi kemudian? Ketika negerinya sedang terancam karena musuh yang datang dari kerajaan Mesir, Rehabeam menjadi takut dan mulai sadar bahwa ia sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Ternyata, tanpa Tuhan mereka tidak ada apa-apanya.

    Rehabeam pun merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui segala dosa dan kesalahan yang telah ia dan rakyatnya perbuat. Melihat kesungguhan hati Rehebeam ini hati Tuhan pun tergerak oleh belas kasihan. Tuhan mengurungkan niat-Nya untuk menghukum dan memusnahkan kerajaan Yehuda (ayat nas).

    Hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan ketika melihat seseorang merendahkan diri di hadapan-Nya dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh!

    Amin

    Tuhan Yesus memberkato

  • 2 Maret

    Sentuhan kasih

    TELINGA DAN MULUT

    "Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan dihadapan Allah, kerana Allah ada di syurga dan engkau dibumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit."
    (Pengkhotbah 5: 1)

    Pernahkan terfikir oleh kita: “Kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut?”.

    Sepanjang hidup, kita belum pernah mengetahui bahawa ada orang yang disalahkan kerana dia suka MENDENGAR.

    Namun terlampau banyak kita ketahui bahawa banyak orang DIPERSALAHKAN, kerana dia berbicara asal berbicara, atau kerana suka berbicara tanpa bukti atau gossip, atau kerana berbicara yang tidak baik. Mereka yang dianggap ahli dalam seni berkomunikasi awalnya adalah pendengar yang baik.

    Orang yang berhasil adalah mereka yang lebih banyak mendengar sedikit bicara lalu bertindak, daripada banyak berbicara, sedikit mendengar dan langsung bertindak.

    Seandainya Tuhan kurang bijaksana, sehingga manusia diberi dua mulut dan satu telinga, wah celaka tigabelas.

    Jadi, “PERBANYAK MENDENGAR DARI PADA BANYAK BERBICARA”.

    Dan ingatlah : “Seseorang merasa dihargai dan dipedulikan ketika kita menaruh perhatian dengan mendengarkannya”.

    Ya Bapa, jadikanlah aku sebagai pendengar yang baik, agar segala Perintah-Mu dapat aku lakukan.

    Amin

    TUHAN YESUS MEMBERKATI

  • 2 Maret

    Mandat Untuk Membebaskan Bangsa
    Senin, 02 Maret 2020

    BACAAN HARI INI
    Yesaya 60:1-9

    RHEMA HARI INI
    Yesaya 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

    Mati lampu, sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman. Karena kegelapan yang mengelilingi kita, jarak pandang kita pun sangat terbatas. Kita jadi tidak leluasa bergerak dan tidak bisa melakukan banyak hal. Belum lagi kalau mati lampu berlangsung lama, hati kita jadi suram, jengkel, frustasi, sekaligus tak berdaya. Namun, begitu lampu menyala, terang langsung mengambil alih kegelapan. Sorakan lega dan kegembiraan segera terdengar.

    Keberadaan terang di tengah kegelapan, sungguh merupakan hal yang menimbulkan harapan. Tiga puluh tahun sudah gereja kita menjadi terang dan berkat, menjadi sumber pengharapan bagi banyak orang. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menerima keselamatan, menerima pemulihan, dan diubahkan hidupnya. Mujizat demi mujizat seperti tsunami melanda gereja kita sejak tahun 2019 kemarin. Namun ternyata itu belum seberapa, Tuhan punya rencana yang jauh lebih besar lagi untuk kita, gereja Tuhan.

    Yesaya 60 yang diberikan Tuhan sebagai rhema tahun ini, sekaligus juga merupakan mandat bagi kita. Pada ayat dua, Tuhan memerintahkan kita untuk membebaskan kota, bangsa, dan negara kita dari kegelapan. Tuhan menugaskan kita untuk bangkit dan menjadi terang yang lebih besar lagi, sehingga makin luas daerah yang diterangi oleh sinar kemuliaan Tuhan. Untuk itu, Tuhan memperlengkapi kita dengan pengurapan yang sangat besar, yaitu anoiting for dominion atau pengurapan untuk berkuasa. Pengurapan yang dianugerahkan dengan maksud dan tujuan agar kita mengambil alih kota dan negara kita, bahkan sampai ke bangsa-bangsa dari cengkraman kegelapan yang mencekam, dan menggantikannya dengan terang kemuliaan Tuhan serta sorak-sorai kemenangan. (PF)

    RENUNGAN
    Sadarilah bahwa Tuhan MEMBERI MANDAT kepada kita untuk MEMBEBASKAN kota, bangsa, dan negara kita.

    APLIKASI
    1. Adakah kegelapan yang melingkupi di sekeliling Anda? Dalam hal apakah itu?
    2. Apa maksud dan tujuan Tuhan memberikan mandat untuk menguasai kota, bangsa dan negara?
    3. Bagaimana agar Anda bisa memancarkan sinar dengan lebih terang lagi?

    DOA UNTUK HARI INI
    “Tuhan Yesus, terima kasih atas kepercayaan yang telah Kau berikan kepada kami. Kami percaya Tuhan, bila Engkau sendiri yang memerintahkan, maka Engkau juga yang akan memampukan dan memperlengkapi kami. Kami terima dengan iman, pengurapan, dan kuasa-Mu turun atas kami. Dengan penyertaan-Mu, kami akan bangkit, merebut dan mengambil alih, dari kegelapan menjadi terang Kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

    BACAAN ALKITAB SETAHUN
    Mazmur 37-39
    Kisah Para Rasul 26

    🔥 Biarlah rohmu menyala-nyala senantiasa di dalam Tuhan!

    Obligation To Liberate The Nation
    Monday | March 02, 2020

    TODAY’S FOOD FOR THE SOUL
    Isaiah 60-1:9

    TODAY’S RHEMA
    Isaiah 60:2 See, darkness covers the earth and thick darkness is over the peoples, but the Lord rises upon you and his glory appears over you.

    The electricity shut down is a condition that is very uncomfortable. Because of the darkness that surrounds us, our sight of view is so limited. We are not free to roam and can not do many things we can do before. It will be worse if the duration of the shut down is longer, then we will become frustrated but still powerless at the same time. On the contrary, if the electricity comes back, the light will take over darkness. A shout of relief and joy soon sound altogether.

    The existence of light in the midst of darkness is a thing that sparks out hope. It has been 30 years our church has become light and blessing, to become a source of hope to many people. Many numbers of people have received salvation, healing and their lives are changed. Miracle by miracle like tsunami happens in our church since 2019. But it is not the end. God still has a bigger plan for us, the church of God.

    Isaiah 60 given by God as this year's theme, is also an obligation for us to do. In the second verse, God commands us to liberate cities, nations but also our own country from the darkness. God delegates a duty for us to rise up and to become greater light, so there will be more areas that are enlightened by the glory of our God. Therefore, God equips us with a great anointing, which is anointing for dominion or anointing to reign. This anointing is granted with a purpose so we can take over the city and the nation, from the gripping of darkness, and replace it with the light of God’s glory and also with shouts of victory.

    REFLECTION
    Realize that God GIVES OBLIGATION for us to LIBERATE cities, nations, and also our country.

    APPLICATIONS
    1. Is there any darkness surrounding yourself? In what matters?
    2. What are the purposes of God to give you the opportunity to reign over cities, nations, and countries?
    3. How can you shine brighter?

    TODAY’S PRAYER
    “Lord Jesus, thank You for the trust You have given to me. I believe o God, that if You alone command this, then You also will enable and equip me. I accept it with faith, anointing and Your power so they can come down on me. Your blessings, then I will arise, take over, and make darkness turn to light. In the name of Lord Jesus, I pray. Amen.”

    YEARLY BIBLE READING
    Psalms 37-39
    Acts 26

    Love God 💕 Love People 🔥With Passion.

  • 2 Maret

    🗓 02 MARET 2020

    HARI 1#
    NAIK LEVEL DALAM HAL MENJADI TERANG

    📖 BACAAN HARI INI
    Matius 5:13-16

    🔖 RHEMA HARI INI
    Matius 5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

    Ada sebuah ilustrasi menarik yang menceritakan tentang seorang buta sedang berjalan di suatu jalanan yang tidak terlalu ramai. Orang buta tersebut berjalan dengan tangan kanannya memegang tongkat, sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi beberapa orang yang melihatnya, hingga seorang pria yang kebetulan melihatnya bertanya, “Mengapa Anda berjalan membawa lampu?” Orang buta itu lalu menjawab, “sebagai penerangan”. Dengan heran pria tersebut bertanya kembali, “Tetapi, bukankah Anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?” Orang buta tersebut tersenyum dan menjawab, “Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain agar tidak menabrak saya”.

    Orang buta tersebut adalah contoh tindakan nyata bagaimana menjadi pribadi yang menjadi terang dimanapun ia berada, sekalipun dalam keterbatasan. Orang buta tersebut tidak hanya berpikir cukuplah membawa tongkat saja, yang penting tidak menabrak sesuatu. Namun ia berpikir agar orang lain juga mendapat penerangan, bahkan agar orang lain tidak celaka karena menabraknya. Begitu pula dengan kerinduan hati Tuhan atas kita, agar kita bisa terus mengalami peningkatan level dalam menjadi terang. Tidak hanya demi keuntungan diri sendiri, akan tetapi juga memberikan manfaat dan pengaruh baik bagi lingkungan sekitar kita. Bahkan tidak hanya menjadi terang dalam lingkungan keluarga saja, tetapi juga ke teman sekolah, rekan kerja, bahkan hingga ke bangsa-bangsa.

    Menjadi terang bukanlah sebuah pesan biasa, namun merupakan sebuah perintah dari Tuhan yang harus kita taati. Mungkin banyak dari kita saat ini merasa terpuruk dengan keadaan kita sekarang, inilah saatnya kita untuk bangkit dan menjadi terang. Saat kita berani melangkah untuk percaya dan melakukannya, maka Tuhanlah yang akan menyertai kita. Sehingga hidup kita bisa dipakai untuk mengambil alih kegelapan dan mendatangkan terang dalam hidup banyak orang.

    📌 RENUNGAN
    Tuhan bukan hanya memberikan pesan, tetapi PERINTAH, agar kita naik level dalam hal MENJADI TERANG.

    🚶 APLIKASI
    1. Apa tujuan Tuhan memberikan mandat kepada Anda untuk menjadi terang?
    2. Sudahkah Anda melakukannya?
    3. Jika belum, apakah yang menjadi kendala bagi Anda?

    🙌 DOA UNTUK HARI INI
    Tuhan, kami mau taat melakukan perintah-Mu. Kami mau melangkah untuk menjadi terang dimanapun kami berada, bahkan hingga ke bangsa-bangsa. Dan kami percaya ketika kami melangkah untuk menjadi terang maka kami tidak akan kehilangan penyertaan-Mu dalam hidup kami, bahkan kami berlimpah anugerah dari pada-Mu. Terimakasih, Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

    📱 Love God 💕 Love People 🔥With Passion,

  • 5 Maret

    EMBUN PAGI
    Selasa, 3 Maret 2020

    JIKA DI HATIMU ADA TUHAN

    Ulangan 3:22
    “Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang untukmu.”

    Jika di hatimu ada Tuhan, kamu tidak akan pernah merasa kuatir. Kuasa Tuhan lebih besar dari rasa kuatirmu dan apa yang diperbuat tangan-Nya sungguh ajaib.

    Jika kamu mengalami ketakutan, panggillah nama-Nya. Yesus akan datang untuk memberimu kekuatan agar kamu dapat melewati rasa takutmu dan keluar sebagai pemenang.

    Iblis memang tidak akan pernah berhenti untuk mencuri damaimu. Segala cara akan iblis lakukan untuk membuatmu kehilangan rasa percaya kepada Tuhan. Iblis ingin kamu menjadi ragu akan kemampuan Tuhan dan hal itulah yang pada akhirnya melemahkan imanmu.

    ”Perkara yang kamu alami memang sulit, namun ingatlah bahwa segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi pasti membawa kebaikan. Percayalah bahwa apa yang kamu hadapi saat ini akan membuahkan berkat. Sekalipun itu buruk, tetaplah hadapi dengan ucapan syukur.”

    📖 MULAILAH HARI INI DENGAN MEMBACA FIRMAN TUHAN! 📖

    Have a Nice Day With LORD
    GOD BLESS US

  • 5 Maret

    --- KASIH YANG SEJATI ---

    Kasih bukanlah perasaan, namun kasih itu adlh pilihan.

    1 Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan & kasih, & yg paling besar di antaranya ialah kasih.

    Mengapa banyak org yg bercerai...???
    Sebab mrk kehilangan kasih.
    Jatuh cinta itu mudah, tapi yg sulit adlh memeliharanya, jika cinta itu mau abadi bangunlah pilihan utk kita mengasihi pasangan hidup kita selamanya.

    1 Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dg semua bahasa manusia & bahasa malaikat, tetapi jika aku tdk mempunyai kasih, aku sama dg gong yg berkumandang & canang yg gemerincing.

    Jgn andalkan perasaan, sebab kasih harus dibangun, semakin lama semakin dlm.
    Pastikan Anda & sy memiliki kasih, sebab manusia hidup tanpa kasih bagaikan sebuah robot.

    1 Korintus 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia utk bernubuat & aku mengetahui segala rahasia & memiliki seluruh pengetahuan; & sekalipun aku memiliki iman yg sempurna utk memindahkan gunung, tetapi jika aku tdk mempunyai kasih, aku sama sekali tdk berguna.

    Karunia tanpa kasih membuat hancur lebur, kita akan menjadi manusia yg sombong & tinggi hati, lupa akan segalanya, lupa bahwa kita tdk akan pernah bisa utk hidup sendirian.

    1 Korintus 13:3
    Dan sekalipun aku membagi-bagikan sgl sesuatu yg ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku utk dibakar, tetapi jika aku tdk mempunyai kasih, sedikit pun tdk ada faedahnya bagiku.

    Ngeri benar manusia yg hidup tanpa kasih, apapun yg dimilikinya, semuanya menjadi sia-sia tak berguna.
    Jadi skrg bertumbuhlah dlm kasih, latihlah diri kita utk bisa mengasihi, mulailah dari mengasihi Tuhan, pasangan, keluarga, sahabat sampai akhirnya bs mengasihi semua org.

    Setiap Firman Tuhan yg kt aminkan, mk Firman Tuhan itu hidup dlm kehidupan kt scr nyata...!!!

    Renungkan & Jadilah PELAKU FIRMAN...!!!

    Selamat pagi...!!!

    Selamat beraktifitas & menikmati berkat Tuhan sepanjang hari ini...

    TUHAN YESUS MEMBERKATI..

1451 – 1475 dari 1491    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 58  59  60  Selanjutnya Kirim tanggapan