apakah kawan seiman pernah pingin cepat2 pulang ke rumah BAPA?
-
1 Juni
Semangattttt 💪💪
DEWIERLY354 tulis:
Sedang kualami....rasanya kayak ngapain sih hidup
-
1 Juni
Yakin dan percayalah akan indah pada waktuNya
DEWIERLY354 tulis:
Sedang kualami....rasanya kayak ngapain sih hidup
1 Juni diubah oleh HELLY173
-
1 Juni
Respons yg adem
HELLY173 tulis:
Yakin dan percayalah akan indah pada waktuNya
-
2 Juni
Aku sendiri tidak sanggup memikul seluruh umat ini, karena beban ini terlalu berat bagiku.
Bilangan 11:14 )
Semua orang pernah merasakan hal yang sama pada situasi yang berbeda (menyerah, putus harapan, pupus, ingin mengakhiri hidup)
Kita semua tentu menghadapi masa-masa putus asa karena berbagai alasan
Keadaan yang menuntut biasanya datang dan pergi. Seperti pasang surut hidup itu hanyalah ritme kehidupan.
Tetapi bagaimana jika situasi yang membebani itu berlarut-larut?
Jika ada seseorang yang punya alasan untuk putus asa, itu salah satunya adalah Musa.
Kisahnya menawarkan bantuan untuk mengatasi rasa putus asa ketika kita ingin menyerah.
Kita sadari bahwa bahkan tanggung jawab yang diberikan Tuhan pun bisa menjadi beban.
Tuhan menuntun Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Namun, bahkan setelah ia melakukannya, orang-orang tampaknya tidak pernah berhenti mengeluh. Mereka jarang puas dengan kepemimpinan Musa atau dengan pemeliharaan Tuhan.
Meskipun demikian, Tuhan memanggil Musa untuk tugas yang berat ini.
tugas yang diberikan Tuhan membutuhkan kemampuan Tuhan.
Mendekati pekerjaan Tuhan hanya dengan kemampuan manusia saja sangatlah berat.
Musa begitu terfokus pada ketidakmampuannya untuk memenuhi tuntutan umat sehingga ia menjadi sangat putus asa
Ia tidak hanya siap untuk menyerah, Musa bahkan ingin mati. Ia berkata kepada Tuhan, “ Jika Engkau akan memperlakukan aku seperti ini, bunuhlah aku sekarang juga itu merupakan beban yang sangat berat!
Alih-alih meminta Tuhan untuk mengambil nyawanya, Musa seharusnya mempercayakan Tuhan untuk menanggung bebannya. Ia melupakan fakta bahwa Tuhan tidak pernah bermaksud agar ia memikul beban ini sendirian
Keluaran 3:12
Lalu firman-Nya: ”Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”
Tuhan memiliki solusi. Ia menyediakan orang lain untuk, “memikul beban umat itu bersama-sama denganmu, supaya engkau tidak memikulnya sendirian,” tetapi yang terpenting, memikul beban pekerjaan Tuhan membutuhkan kehadiran Roh Kudus
Bilangan 11:17
Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
Situasi mengecewakan apa yang membuat kita ingin menyerah?
Apakah tanggung jawab yang diberikan Tuhan telah menjadi lebih berat daripada yang dapat kita tanggung?
Mari kita periksa apakah kita mencoba menyelesaikan tugas yang ada dengan kemampuan sendiri daripada dengan kekuatan Roh Kudus. Tanyakan kepada Tuhan siapa lagi yang dapat Dia hadirkan untuk membantu kita memikul beban tersebut.
Seperti Musa, Tuhan tidak menghendaki kita memikul beban kita sendirian. Yesus tahu bahwa hidup bisa menjadi sulit dan berat, itulah sebabnya Dia mengajak, “Datanglah kepada-Ku, semua yang lelah dan berbeban berat, dan Aku akan memberi kamu istirahat” Matius 11:28
Dia memperlengkapi kita untuk menghadapi tuntutan hidup yang terus-menerus. Dan Dia memberi kita kekuatan untuk mengatasi ketika kita kewalahan.
Beragam persoalan hidup silih berganti menghampiri manusia
Berbagai macam benturan, gertakan hidup yang ingin membuat kita depresi, kecewa, patah hati, prustasi bahkan ingin mengakhiri hidup baik dari segi pendidikan, perekonomian, pasangan, kekeluargaan, persahabatan, bahkan diri dan perasaan pun kadang bentrokan berselisih
Kita yang perlu menenangkan diri minta Kuasa Tuhan turut bekerja atas kita
Teruntuk saudara/saudari kk/abang Bapak ibu semua termasuk diri sendiri
WELLYN308 tulis:
Pernah dan sedang...
Rumah Bapa sangat indah, gak ada penderitaan dan air mata lagi. Tapi eh tapi sadar klo jadwal "pulang" itu sepenuhnya kedaulatan TUHAN Sang Pemilik hidup🙏😇
ANDRI178 tulis:
itu yang sedang kualami
ANN673 tulis:
Pernah, karena kadang sudah cape hidup di dunia ini
DEWIERLY354 tulis:
Sedang kualami....rasanya kayak ngapain sih hidup
@motivasi hidup:teruslah maju jangan pernah menyerah, perjalanan masih panjang...
@by ministry worship
-
1 Juli
Sering, apa lagi perjalanan hidup saya tidak mudah. Cobaan silih berganti
