Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

pandangan soal Harta gono gini atau pisah harta

ForumGaya hidup Kristen

26 – 50 dari 88    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • DEV648

    21 Maret 2017

    kalau yang lakukan pria kita dibilang merendahkan wanita..

    tapi kalau posisi dibalik wanita yang melakukannya kepada pria ya biasa2 saja:-D

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

  • 21 Maret 2017

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

    Kalo aku jadi calon istrinya, justru AKU AKAN SENANG. Bahkan sebelum dia ngomongin bahwa akan ada perjanjian pranikah ini, AKULAH YG AKAN AJUKAN DENGAN SEMANGAT 45 agar dia bikin perjanjian pranikah tsb dan aku akan tandatangani.

    Kenapa justru sbg wanita sederhana aku malah tantangin dia (si konglomerat)  utk bikin perjanjian tsb? soalnya aku engga mau keluarganya (orgtua, kakak dan adiknya) serta anak2nya (jika dia duda) utk mencurigaiku bahwa aku akan memanfaatkan harta/duit si pria tsb. Aku paling risih kalo mertua, ipar, anak2 si pria (dari pernikahan sblm nya) curiga bhw aku akan menguasai rumah, mobil dan tabungan (dlm rupiah, dolar) mereka.  Aku bener2 ga mau mereka curiga bhw aku bakal curi/manfaatin semua itu.

    21 Maret 2017 diubah oleh ANITA089

  • 22 Maret 2017

    Yowislah rapopo dik kita pisahkan harta

    Asal jgn pisahkan hatimu dariku

    Asal kita jd nikah yo dik,jgn gagal maning yoo

    Kumohon..

  • 22 Maret 2017

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

    Wanita itu pastinya penasaran bro

  • 22 Maret 2017

    Kalo si wanita benar mencintai bukan krn harta mestinya tidak merasa apa2 dong. Khan benar2 cinta.  Itu jadi sedikit bukti kalau dia jatuh cinta bukan krn silau sama harta si cowok. Kalo bertemu yg kayak begitu juga saya setuju melakukan perjanjian Pranikah.  Biar tenang. Tapi sayangnya belum ketemu si konglomerat.

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

  • ALIANA233

    22 Maret 2017

    Makanya itu Nikah gak cuma modal cinta :-)

    Mo nikah aja pke acara ngancem2,, haaahaa,, klo kepercayaan aja tdak ada,gmn mo mnjalani pernikahan,,yg ada bawaannya curigaan terus (curiga dihabisin hartanya lah pas menikah) .

    Aku sih NO, n bilang sama sang konglomerat itu "bawa mati aja skalian hartamu itu,, kubur brsama jasadmu" tp bukan brarti siap jg menikah sama konglomelarat ya,, munafik jg klo aku bilang mau,, ya mbo minimal punya modal nikah (yg cukup bkan brlebih) buat ajak anak orang hidup brsama, apa orang tua akan mudah melepaskan anak perempuannya ke orang lain yg gak pnya masa depan? :-)

    #itu sih menurut aku, klo kalian punya pandangan lain,, monggo :-)

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

    22 Maret 2017 diubah oleh ALIANA233

  • AMBAR842

    22 Maret 2017

    Inilah jaman sekarang harta yg dipikirkan segala sesuatu ujung2 nya uang yg bicara makanya utk mencari kebahagiaan itu semakin sulit krn ada uang penghalangnya, tdk ada lg keikhlasan dan cinta suci semua memikirkan untung rugi alhasil ya dpt  justru rugi,  rugi dr segi usia jd lajang tua dan perawan tua hanya krn takut hartanya dibagi dgn orang yg dicintainya, pdhal dlm undang-undang perkawinan sdh jelas diatur tentang harta perkawinan,  klu harta yg ada dicari bersama baru kan jd harta gono gini jd knp harus takut dgn harta yg dibawa sblum pernikahan,  kecuali klu dlm perkawinan kita memiliki keturunan berarti yg nikmati semua harta kita jg anak cucu kita kan,  sbnrnya yg harus kita jaga dan hindari itu adalah percairan dan itu sangat sesuai dgn perintah di agama kristen kan,  maka nya berusaha utk selalu setia dgn pasangan, jgn saling mengambil keuntungan dari pasangan hidupla seturut kehendak Allah niscaya kita pasti bahagia dan harta adalah pelengkap yg membuat keluarga kita bisa kokoh dr segi ekonomi.

    Harta jg tdk kita bawa mati,  dan harta jg tdk menjamin kebahagian kita seutuhnya,  bahkan dlm Alkitab disebut bahwa Orang kaya masuk kedlm kerajaan sorga bagai gajah masuk dalam lubang jarum.

  • AMBAR842

    22 Maret 2017

    Maaf salah ketik maksudnya Perceraian.

  • 22 Maret 2017

    Kalau seandainya, saya jadi calon istrinya, mikir-mikir dulu sih, karena udah ada prasangka negatif (tidak ada ketulusan) dari calon suaminya..karena Ini bukan semacam Perjanjian jual beli rumah,jual beli tanah (insidentil,hub bisnis)...Ini Nikah(ikatan batin,satu daging), diberkati di Gereja, berjanji di hadapan Tuhan.

    Walaupun saya belum Nikah, tapi saya percaya kok,harta/rejeki  itu pasti bisa dicari bersama, kalau Rumah Tangganya damai,akur dan selalu di dalam Tuhan.

  • 23 Maret 2017

    DEV648 tulis:

    kalau yang lakukan pria kita dibilang merendahkan wanita..

    tapi kalau posisi dibalik wanita yang melakukannya kepada pria ya biasa2 saja:-D

    Pria mapan yg meminta wanitanya menandatangani perjanjian pemisahan harta sbnrnya hanya ingin yakin bhw dirinya disayang apa adanya bkn krn ada apanya. Saya juga punya beberapa teman pria mapan yg kuatir saya tdk tulus (terutama krn saya sdh berbulan2 ga kerja, ga nabung, ga punya rumah, ga punya apa2). Ketika mereka bilang bhw saya hrs tandatangani perjanjian pemisahan harta agar rumah, mobil, tanah mereka aman dari saya saya sih malah dukung banget. Saya ga melihatnya sbg penghinaan melainkan sarana agar orgtua mereka yakin saya engga ada niat mengambil uang dan tanah anaknya.

  • 23 Maret 2017

    RONNY542 tulis:

    Saya mau tanya sist2 disini....

    Sekedar Ilustrasi aja (Tapi bisa jadi kenyataan juga)

    Kalau sang calon suami adalah seorang Konglomerat mau menikah dengan calon istri yang sangat sederhana yang betul-betul mencintai calon suaminya bukan karena "Konglomerat"nya. Si calon suami keukeh ingin buat Perjanjian Pra Nikah dan bilang pada calon istrinya seperti ini  : Pokoke, kalau ga buat Perjanjian,Pranikah kita batal nikah. Gimana ya perasaan calon istrinya itu ?

    Kalo aku jadi calon istrinya, aku sih justru semakin merasa tertantang utk menandatangani perjanjian pranikah itu utk membuktikan bhw aku tulus mencintainya.

    23 Maret 2017 diubah oleh ANITA089

  • 23 Maret 2017

    ANITA089 tulis:

    Kalo aku jadi calon istrinya, aku sih justru semakin merasa tertantang utk menandatangani perjanjian pranikah itu utk membuktikan bhw aku tulus mencintainya.

    Kalau pasangan sudah berkeyakinan dan mau berkomitmen untuk tetap berstatu dalam suka dan duka,menerima pasangan apa adanya, sampai maut memisahkan, apalah artinya buat Perjanjian Pra Nikah...Semua berbalik lagi kepada motivasi yang terdalam di hati masing-masing individu untuk menikah.

    Ada yang melihat dari harta...ada yang melihat dari Ketulusan hati...terserah mana yang kita pilih.

    Kalau saya jadi calon istrinya, setelah menimbang memakai hati...pasangan calon suami seperti ini (walaupun kayanya selangit),kurang ada keyakinan untuk membina hubungan yang langgeng. Pandangan saya ini mungkin terpengaruh dari iman saya yang Katolik (Ga ada alasan untuk cerai).

    Tuhan memberkati kita semua....

  • 23 Maret 2017

    iya, benar Sist Anita.

    ANITA089 tulis:

    Kalo aku jadi calon istrinya, aku sih justru semakin merasa tertantang utk menandatangani perjanjian pranikah itu utk membuktikan bhw aku tulus mencintainya.

  • 23 Maret 2017

    Bagus juga topik ini dibuat. Dari tanggapan tanggapan Bro's and Sist's, secara tanpa sadar kita masing-masing dapat menilai satu sama lain tentang  pemahaman Nilai/arti Perkawinan itu sendiri.

    Terlepas dari semua itu, saya tetap mengapresiasi kejujuran dari Bro's and Sist's dalam menanggapi topik ini...

    Keep Peace forever....

    Tuhan memeberkati kita semua...

  • 23 Maret 2017

    KATHARINA781 tulis:

    iya, benar Sist Anita.

    ANITA089 tulis:

    Kalo aku jadi calon istrinya, aku sih justru semakin merasa tertantang utk menandatangani perjanjian pranikah itu utk membuktikan bhw aku tulus mencintainya.

    Sist Kath, Saya tidak akan bisa menyalahkan jika kamu tulus mencintainya. Tapi apakah kamu yakin dia juga tulus mencintaimu ? Dua-duanya kudu tulus saling mencintai jika mau nikah dan langgeng.

  • ALIANA233

    23 Maret 2017

    Setujuh dech dgn kamu,, klo tulus koq pke ancaman sgala,koq takut ampe sgitunya.

    Tp kembali lg pd pribadi masing2,, tiap orng khan pnya PW (posisi wuenak) msing2,, klo udah PW dgn cara begitu,, ya silakan, toh yg mnjalani khan pd akhirnya diri kita sndiri. Jgn sampe jalan tanpa keyakinan,nanti ilang arah loch :-p

    RONNY542 tulis:

    Sist Kath, Saya tidak akan bisa menyalahkan jika kamu tulus mencintainya. Tapi apakah kamu yakin dia juga tulus mencintaimu ? Dua-duanya kudu tulus saling mencintai jika mau nikah dan langgeng.

  • 23 Maret 2017

    AMBAR842 tulis:

    Inilah jaman sekarang harta yg dipikirkan segala sesuatu ujung2 nya uang yg bicara makanya utk mencari kebahagiaan itu semakin sulit krn ada uang penghalangnya, tdk ada lg keikhlasan dan cinta suci semua memikirkan untung rugi alhasil ya dpt  justru rugi,  rugi dr segi usia jd lajang tua dan perawan tua hanya krn takut hartanya dibagi dgn orang yg dicintainya, pdhal dlm undang-undang perkawinan sdh jelas diatur tentang harta perkawinan,  klu harta yg ada dicari bersama baru kan jd harta gono gini jd knp harus takut dgn harta yg dibawa sblum pernikahan,  kecuali klu dlm perkawinan kita memiliki keturunan berarti yg nikmati semua harta kita jg anak cucu kita kan,  sbnrnya yg harus kita jaga dan hindari itu adalah percairan dan itu sangat sesuai dgn perintah di agama kristen kan,  maka nya berusaha utk selalu setia dgn pasangan, jgn saling mengambil keuntungan dari pasangan hidupla seturut kehendak Allah niscaya kita pasti bahagia dan harta adalah pelengkap yg membuat keluarga kita bisa kokoh dr segi ekonomi.

    Harta jg tdk kita bawa mati,  dan harta jg tdk menjamin kebahagian kita seutuhnya,  bahkan dlm Alkitab disebut bahwa Orang kaya masuk kedlm kerajaan sorga bagai gajah masuk dalam lubang jarum.

    Perlu ditambahi lagi Sist, Prinsip ini harus tetap dijaga dan harus tetap Konsisten ( Walaupun saat kita diberi Berkat berlimpah dari Tuhan). Semua ini hanya titipan, bukan punya kita, apalah artinya kita memegahkan diri dengan harta dan kemampuan kita.

    Tapi biasanya saat di "Atas" manusia suka lupa diri, makanya ada kiasan : Lebih susah orang kaya  masuk ke dalam surga daripada Ikan Paus masuk ke lubang jarum.

  • 23 Maret 2017

    DEV648 tulis:

    pacaran aja belom gan kenalan aja juga belom cuma cek2 dulu buat situasi kondisi .. kalau calon minta begitu hahaha

    Berarti kamu org nya penuh persiapan ya? blm punya pacar udah mikirin katekisasi pranikah dan perjanjian pranikah menyangkut pemisahan harta.:up:

  • 23 Maret 2017

    DEV648 tulis:

    :-D cuma tanya aja gan... siapatau barangkali gan nanti ketemu jodoh milyuner ...:-D jadi bisa jawab haha

    Dev, gimana sih cara mendeteksi seseorang itu milyoner atau bukan?

  • 23 Maret 2017

    Setiap orang bisa saja punya sudut pandang yg berbeda. Sdr memang A dan saya memandangnya B. Bagaimana orang lain menilai? mereka juga menilai dr sudut masing2. Boleh berbeda.

    RONNY542 tulis:

    Sist Kath, Saya tidak akan bisa menyalahkan jika kamu tulus mencintainya. Tapi apakah kamu yakin dia juga tulus mencintaimu ? Dua-duanya kudu tulus saling mencintai jika mau nikah dan langgeng.

  • ROBBY238

    23 Maret 2017

    Menurut sy semua tergantung dr dasar apa qt mau membangun suatu keluarga,klo memang berlandaskan cinta kasih sy rasa tdk akan ada embel"apapun baik itu harta/apapun.toh klo sdh berkomitmen n menikah semua jd milik bersama .klo msh ada embel" nya berarti bkn berlandaskan cinta kasih,patut dipertanyakan itu???

  • DEV648

    24 Maret 2017

    ntah ya saya juga bingung...

    tapi milyoner yang baik  ga pernah bilang dirinya milyoner ke orang2...

    jadi rada susah dikenalin...

    kecuali u ada kenalan orang pajak cek data wajib pajak baru bisa..

    karena milyoner yang baik biasanya taat pajak...wkkkk wkkk

    ANITA089 tulis:

    Dev, gimana sih cara mendeteksi seseorang itu milyoner atau bukan?

  • DEV648

    24 Maret 2017

    tanya aja pengen tau aja....:-D

    sales kan ga tetap penghasilannya makanya mau hitung dulu biaya observasi PDKT n hunting berapa n  budget berapa operasional  pacaran lalu hitung lagi biaya nikah n pestanya n biaya operasional setelah berkeluarga..:-*:-D

    tapi setelah gw hitung besar juga biayanya jadi gw cari aja nanti yang terima apa adanya..:-D

    sementara kerja dulu soalnya belom ada satu pun tuch yang terkumpul dananya...wkkk wkkk wkk

    ANITA089 tulis:

    Berarti kamu org nya penuh persiapan ya? blm punya pacar udah mikirin katekisasi pranikah dan perjanjian pranikah menyangkut pemisahan harta.:up:

  • 11 April 2017

    DEV648 tulis:

    ntah ya saya juga bingung...

    tapi milyoner yang baik  ga pernah bilang dirinya milyoner ke orang2...

    jadi rada susah dikenalin...

    kecuali u ada kenalan orang pajak cek data wajib pajak baru bisa..

    karena milyoner yang baik biasanya taat pajak...wkkkk wkkk

    Waktu aku masih jadi kerja dulu sbg karyawan kecil  aku amati kustomer2 si bos. Yg 'milyoner; biasanya keliatan sih dari penampilannya. Kulitnya halus mulus (ber make up maupun tidak), pakaiannya berkelas. Gaya bicaranya jg menunjukkan mereka itu berpendidikan (pernah kuliah).

    11 April 2017 diubah oleh ANITA089

  • MICHO684

    20 April 2017

    Kalau kata saya jika ada perempuan/laki2 yang berpendapat seperti ini sebelum menikah kayanya pikirkan kembali tentang menikahi pasangan Anda itu

    DEV648 tulis:

    mau tanya nich.. pendapat kawan2 di JK soal pisah harta atau gono gini sebelum menikah.. karena banyak dilakukan ya pasangan kristen saat ini. bukankah menikah mengatasnamakan cinta dan Tuhan tetapi kenapa menjadikan Harta sebagai persoalan..

    1. logika menikah saling percaya dan memiliki. kenapa harus dilakukan perjanjian pisah harta atau gono gini..??

    2. Perjanjian harta sebelum menikah kadang juga dilakukan jika sih suami  selingkuh maka harta harus diberikan kepada isteri atau sebaliknya?? bukankah harus saling percaya tetapi kenapa harus mengikat perjanjian dan kepercayaan dengan harta??

    ya kalau pribadi saya kurang tertarik ...haha

    jika menikah ya jalan saja tanpa mempersoalkan harta karena menikah menjadi satu dan semuanya adalah milik bersama...hehe

26 – 50 dari 88    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan