Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pendamping Seorang Hambah Tuhan....

ForumPersahabatan dan hubungan

1 – 18 dari 18Kirim tanggapan

  • NDAVIT349

    6 Juli 2015

    Mohon sheringkan pendapat suadara saudari mengenai hal ini.....

    1. Ada yg merasa pacaran dengan hamnah Tuhan itu akan jadi miskin secara jasmani
    2. Akan selalu ada cerama dan cerama...
    3. Sangat senang karena bisa membimbing diri kita kepada Tuhan lebih dekat

    Dari tiga poin di atas boleh ditambah atau dikoreksi...
    namun ada baiknya kalau anda memilih satu atau dua bahkan ketiga poin lalu memberikan tanggapan...
    Tuhan memberkati ....

    6 Juli 2015 diubah oleh NDAVIT349

  • YANPIETER911

    6 Juli 2015

    Pendapat aja ya bro...

    1. Gk juga, cuma pasti gk mau korupsi, hehehe...

    Gk semua hamba Tuhan miskin harta. Ayub, Hamba Tuhan banyak ternaknya kok

    2. Gk semua Hamba Tuhan tukang ceramah

    Semoga ketemu sama Hamba Tuhan ya...

    Itu aja ya bro....:-)

  • NDAVIT349

    7 Juli 2015

    Shalom...

    thanks utk tangkapan dan juga masukanya...
    semoga anda dpat seorg hamba Tuhan ya...

  • 22 Juli 2015

    Kalo saya mah engga keberatan dapetin pendeta. Malah bisa numpang ngetop ! hahaha.... Becanda. Hmm... engga ah, engga miskin. Sederhana sih iya, tetapi saya engga permasalahkan itu asalkan suami tetap menafkahiku dan engga memintaku bekerja. Saya biasa kok, masak/makan tahu tempe, sayur asem, kangkung dll masakan sederhana. Bikin ketoprak yg murah meriah jg pun bisa. Saya juga engga terlalu suka jalan2 ke luar kota yg ngabisin duit. Lagian keluarga pendeta kalo sakit kan ditanggung gereja. Jadi....amanlah...

    Soal diceramahin justru saya suka, krn saya butuh sosok yg bisa menceramahi saya (demi kebaikan saya).

    22 Juli 2015 diubah oleh ANITA089

  • 22 Juli 2015

    Mas Yanpieter,

    Sedikit komentar untuk point 1. Sebenarnya gereja bisa saja dijadikan sebagai tempat untuk mencari keuntungan ataupun korupsi. Mungkin source ini sebagai bahan pertimbangan www.jawaban.com/read/article/i ... ja-City-Harvest.

    Kalau yang saya perhatikan sekarang ini hamba Tuhan sudah tidak murni lagi dari panggilan hati namun menjadikannya sebagai profesi atau mata pencaharian. Lihat saja penampilan para hamba Tuhan sekarang ini yang pada necis, wajah good looking bak porselein. Mungkin ada budget tertentu untuk hal itu yang diambil dari persembahan para anggota jemaat. CMIIW. Sah-sah aja sih asalkan nantinya tidak menyalahgunakan potensi atau talent yang telah dipercayakan kepadanya.

    YANPIETER911 tulis:

    Pendapat aja ya bro...

    1. Gk juga, cuma pasti gk mau korupsi, hehehe...

    Gk semua hamba Tuhan miskin harta. Ayub, Hamba Tuhan banyak ternaknya kok

    2. Gk semua Hamba Tuhan tukang ceramah

    Semoga ketemu sama Hamba Tuhan ya...

    Itu aja ya bro....:-)

    22 Juli 2015 diubah oleh SAURIA580

  • 22 Juli 2015

    Ya zaman sekarang memang ada peluang utk korupsi di gereja2  yang jemaat besar dan menerapkan perpuluhan. Dana gereja bisa milyaran bahkan puluhan milyar.

    Sudah seharusnya ada team audit keuangan dari luar atau dari internal yg independen (dari jemaat).

    Tiap tahun ada laporan keuangan yang bisa dilihat oleh jemaat kemana saja dana gereja keluar. Sehingga jemaat tetap percaya terhadap gereja tsb dalam memberi perpuluhan.

    Sayangnya, banyak  gereja tidak melakukan hal tsb sehingga peluang /  godaan korupsi itu besar.

    Bagi saya aneh, jika gereja punya saving sampai puluhan milyar, sudah seharusnya dana itu segera dimanfaatkan utk diakonia, penginjilan, dll utk kemuliaan nama Tuhan

    Tidak salah hamba Tuhan itu kaya contoh Abraham, Ishak, Ayub, Tuhan Yesus (disupport oleh wanita2 kaya yg pernah disembuhkan/dilepaskanNya), Paulus (pengusaha tenda), dll

    Tapi Hamba Tuhan tetaplah seorang manusia yg bisa tergoda dan jatuh dalam dosa termasuk dosa korupsi.

    Tugas tambahan pendamping seorang hamba Tuhan utk zaman skrg adalah menjaga suaminya dari dosa korupsi  :)

  • 22 Juli 2015

    Agree bro! :up:

    DONNYSAM914 tulis:

    Ya zaman sekarang memang ada peluang utk korupsi di gereja2  yang jemaat besar dan menerapkan perpuluhan. Dana gereja bisa milyaran bahkan puluhan milyar.

    Sudah seharusnya ada team audit keuangan dari luar atau dari internal yg independen (dari jemaat).

    Tiap tahun ada laporan keuangan yang bisa dilihat oleh jemaat kemana saja dana gereja keluar. Sehingga jemaat tetap percaya terhadap gereja tsb dalam memberi perpuluhan.

    Sayangnya, banyak  gereja tidak melakukan hal tsb sehingga peluang /  godaan korupsi itu besar.

    Bagi saya aneh, jika gereja punya saving sampai puluhan milyar, sudah seharusnya dana itu segera dimanfaatkan utk diakonia, penginjilan, dll utk kemuliaan nama Tuhan

    Tidak salah hamba Tuhan itu kaya contoh Abraham, Ishak, Ayub, Tuhan Yesus (disupport oleh wanita2 kaya yg pernah disembuhkan/dilepaskanNya), Paulus (pengusaha tenda), dll

    Tapi Hamba Tuhan tetaplah seorang manusia yg bisa tergoda dan jatuh dalam dosa termasuk dosa korupsi.

    Tugas tambahan pendamping seorang hamba Tuhan utk zaman skrg adalah menjaga suaminya dari dosa korupsi  :)

  • EVITA546

    22 Juli 2015

    Setuju..

    malah saya pernah bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang beristri seorang lulusan teologia tapi sang istri tidak jadi pendeta tapi jadi guru di salah satu sekolah kristen ternama di jakarta..

    sang istri yg nota bene lulusan S1 teologia, makanannya firman Tuhan tidak segan-segan membohongi jemaatnya seperti memberikan janji-janji palsu..

    dan sang istri yang menjadi pemimpin paduan suara di gereja, tidak pernah sungguh-sungguh berusaha menyanyikan lagu-lagu pujian dengan benar..

    malah sang istri tidak suka lagu amazing grace...karena pernah suatu kali dia menjadi organis dan mengiringi lagu amazing grace, dia main pianonya asal-asalan sampai nadanya lari sana sini dan jemaat tidak menyanyi malah terdiam..

    sebagai seorang hamba Tuhan, menurut anda bagaimana jemaat harus berurusan dengan pasangan pendeta ini?

    SAURIA580 tulis:

    Mas Yanpieter,

    Sedikit komentar untuk point 1. Sebenarnya gereja bisa saja dijadikan sebagai tempat untuk mencari keuntungan ataupun korupsi. Mungkin source ini sebagai bahan pertimbangan www.jawaban.com/read/article/i ... ja-City-Harvest.

    Kalau yang saya perhatikan sekarang ini hamba Tuhan sudah tidak murni lagi dari panggilan hati namun menjadikannya sebagai profesi atau mata pencaharian. Lihat saja penampilan para hamba Tuhan sekarang ini yang pada necis, wajah good looking bak porselein. Mungkin ada budget tertentu untuk hal itu yang diambil dari persembahan para anggota jemaat. CMIIW. Sah-sah aja sih asalkan nantinya tidak menyalahgunakan potensi atau talent yang telah dipercayakan kepadanya.

  • NELLYRG056

    22 Juli 2015

    Mnurut aku yaa,krn aku pny mntan pndt hkbp,jg ada lg yg ngejar pendeta...hahaha(laris amat)

    1.Menjadi pendeta ga prnh miskin lah,aku tau gaji mereka itu bisa sampe 3x umr,blum lagi yg dterima dari jemaat dll pelayanan lain,,berlimpah bgt.Kcuali mereka pndt yg di desa terpencil,kurang bgt perhatian gereja besar,,apalagi pndta yg pelayanan hny mengandalkan tekad,bahaya itu tnp gaji malah..otomatis ga ada perempuan nglirik dia.

    2.Pendeta itu manusia.Kalo dibilang dia tukang ceramah,ga lah.

    Mereka lbh bnyk sifat"nya hri seprti kita,bcanda,ngbrol,santai,hanya biasanya kdg biasanya fokus untuk kreatif dalam pelayanan sbgai pendeta muda jadi lebih pendiam,pemikir.Jadi kalo ada sbelahnya slh ngomng itu kyk mau ceramahin mulu biar bener,haha...

    3.Kalo membimbing itu blum tentu jg pendeta sperti itu,kalo udah bapak" mngkin yaa.Istri dan anaknya ga bener ya ngomel" trus.Klo masih anak muda,lajang biasanya kelakuan biasa aja.

  • 22 Juli 2015

    Wah Amazing Grace merupakan salah satu lagu rohani kesukaanku.

    Menurut aku salah satu anggota gereja harusnya menegur si istri pendeta itu. Namu bukan dengan bahasa yang kasar.

    EVITA546 tulis:

    Setuju..

    malah saya pernah bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang beristri seorang lulusan teologia tapi sang istri tidak jadi pendeta tapi jadi guru di salah satu sekolah kristen ternama di jakarta..

    sang istri yg nota bene lulusan S1 teologia, makanannya firman Tuhan tidak segan-segan membohongi jemaatnya seperti memberikan janji-janji palsu..

    dan sang istri yang menjadi pemimpin paduan suara di gereja, tidak pernah sungguh-sungguh berusaha menyanyikan lagu-lagu pujian dengan benar..

    malah sang istri tidak suka lagu amazing grace...karena pernah suatu kali dia menjadi organis dan mengiringi lagu amazing grace, dia main pianonya asal-asalan sampai nadanya lari sana sini dan jemaat tidak menyanyi malah terdiam..

    sebagai seorang hamba Tuhan, menurut anda bagaimana jemaat harus berurusan dengan pasangan pendeta ini?

  • ZEFANYA874

    22 Juli 2015

    Jawab:

    1. Miskin secara jasmani? Kata siapa, justru makmur secara jasmani.. aplg di daerah sy Manado, wah banyak yg rebutan ngejar gelar pendeta dan yg cwe2 ngejar si calon pendeta haha

    2. Banyak ceramah bukannya itu bagus? Bisa saling menasehati dan membangun iman msg2

    3. Ya pastilah senang bisa membimbing pribadi kita lebih dekat dgn Tuhan

    So, banyak manfaatnya.. bisa dibilang makmur secara jasmani dan rohani hehe

    Tapi kalo sy pribadi hmm blm berminat dpt pasangan calon pendeta.. :)

  • HARYATIE307

    22 Juli 2015

    @INDAVIT349
    Ada yg merasa pacaran dengan hambah Tuhan itu akan jadi miskin secara jasmani,:-) Sebenarnya jika seorang hamba Tuhan itu gajinya tidak sebanyak dibanding profesi lain setinggi apa pun sekolah dari hamba Tuhan itu,makanya banyak istri2 hamba TUhan memilih bekerja part time untuk membantu perekonomian keluarganya :up:. memilih pacaran dengan hamba Tuhan miskin secara materi itu benar  jika dilihat dari gajinya :-D.namun jika kita sudah memilihnya sebagai pacar <3berarti kita sudah terlebih dulu berkomitmen dengan Tuhan.jika tujuan kita mencari pasangan yg kaya secara materi suatu hari kita akan mengeluh dan banyak merasa menderita,namun jika tujuan kita berpacaran atau berjodoh dengan hambaNYA karna Tuhan berarti kita ingin hidup kaya secara Rohani.jika kita dan pasangan kita bersama2 hidup untuk Tuhan,jangan khawtir Tuhan akan selalu memberikan berkat2NYA melalui jemaat2 NYA.
    2. ceramah selalu ada heee..menurutku pacaran dngn Hamba Tuhan itu gak segitunya ttp enjoy kok yg penting pacaran saling mengingatkan dalam doa dan tingkah laku.3.biasanya jika kita pacaran dengan siapapun apa lagi sedang keasmaran dan hangat2nya pasti lebih kreatif dan ingi menyepadankan hidup kita dengan orang yg kita cintai.apa lagi dengan hambaNYA wah..kita lebih rajin baca ALKITAB,BERDOA,IBADAH.namun jika bukan untuk Tuhan semua itu akan bisa jadi kebalikannya.
    intinya ,wanita/pria berlutlah dihadapan Tuhan sebelum engakau "berlutut"dihadapan pasanganmu.krna jangan membangun Pernikahan diatas dasar perasaan,penampilan maupun keuangan.tapi bangunlah Pernikan diatas dasar yg kuat yaitu KRISTUS
    Gbu

  • YANPIETER911

    23 Juli 2015

    SAURIA580 tulis:

    Mas Yanpieter,

    Sedikit komentar untuk point 1. Sebenarnya gereja bisa saja dijadikan sebagai tempat untuk mencari keuntungan ataupun korupsi. Mungkin source ini sebagai bahan pertimbangan www.jawaban.com/read/article/i ... ja-City-Harvest.

    Kalau yang saya perhatikan sekarang ini hamba Tuhan sudah tidak murni lagi dari panggilan hati namun menjadikannya sebagai profesi atau mata pencaharian. Lihat saja penampilan para hamba Tuhan sekarang ini yang pada necis, wajah good looking bak porselein. Mungkin ada budget tertentu untuk hal itu yang diambil dari persembahan para anggota jemaat. CMIIW. Sah-sah aja sih asalkan nantinya tidak menyalahgunakan potensi atau talent yang telah dipercayakan kepadanya.

    Kalau yg melakukan korupsi itu mah bukan hamba Tuhan :-)

    Iya sis, sekarang gereja jadi lahan bisnis.

  • SIMON132

    13 Agustus 2015

    setuju banget sama Non manis Sauria.

    Hamba Tuhan sejati akan memperlengkapi diri:

    1. Pendidikan yang memadai

    2. Berorientasi kepada nalai dan kemuliaan yang utama (baca bervisi)

    3. Akan terus mengkualitas diri

    4. Mengutamakan jemaat maju dan berprestasi

    5. Pegang prinsip bahwa pelayanan adalah pengorbanan

    6. Setia sampai ke garis akhir menjaga iman dan integritas

    7. Yakin bahwa Tuhan akan mencukupi kehidupannya, tanpa harus menjual firman ke mana mana, fokus pada jemaat gembalaannya

    bila ketujuh kreteria itu ada pada hamba Tuhan....akan dengan pasti ia akan menemukan pasangan yang tepat...sebagai pendampingnya

    13 Agustus 2015 diubah oleh SIMON132

  • HUI203

    13 Agustus 2015

    mnjadi psgan Hamba Tuhan, ini kmbali lg ke panggilan hati , klo ak pribadi mrsa lbh berat di beban mental.

    siap ga mnjadi teladan buat jemaat , istri HT tentunya lbh disorot kamera hahaha , sdikit  lalai bs jd pergunjingan. ini tanggungjwb yg berat. hrs digumulkan dlm2 n mnguji diri sndri apakah jlas panggilan Tuhan, jika yakin dgn panggilan Tuhan, melangkahlah...Tuhan yg akan memberi hikmat n kekuatan.

  • SIMON132

    13 Agustus 2015

    jemaat juga harus menjadi teladan bagi masyarakat...ingat...hidup Kristen harus berkesaksian Kristus...ibarat surat terbuka yang dibaca oleh semua orang...

  • ALEX807

    13 Agustus 2015

    EVITA546 tulis:

    Setuju..

    malah saya pernah bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang beristri seorang lulusan teologia tapi sang istri tidak jadi pendeta tapi jadi guru di salah satu sekolah kristen ternama di jakarta..

    sang istri yg nota bene lulusan S1 teologia, makanannya firman Tuhan tidak segan-segan membohongi jemaatnya seperti memberikan janji-janji palsu..

    dan sang istri yang menjadi pemimpin paduan suara di gereja, tidak pernah sungguh-sungguh berusaha menyanyikan lagu-lagu pujian dengan benar..

    malah sang istri tidak suka lagu amazing grace...karena pernah suatu kali dia menjadi organis dan mengiringi lagu amazing grace, dia main pianonya asal-asalan sampai nadanya lari sana sini dan jemaat tidak menyanyi malah terdiam..

    sebagai seorang hamba Tuhan, menurut anda bagaimana jemaat harus berurusan dengan pasangan pendeta ini?

    kalau ada orang farisi pasti akan menyeruhkan: salibkan dia...salibkan dia...:-D

  • SIMON132

    14 Agustus 2015

    "banyak hamba Tuhan 'palsu' itu sebabnya banyak jemaat kristen yang tidak berkualitas secaraa rohani....hamba Tuhan "palsu" akan dengan pasti memegang 'teologi kemakmuran'. dalam teologi ini...anda sebagai orang kristen....anak raja...harus sukses....kalau tidak sukses...dianggap gagal menjadi orang kristen..."

    14 Agustus 2015 diubah oleh SIMON132

1 – 18 dari 18Kirim tanggapan