Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Apa arti mahar / sinamot(batak) bagi para wanita dan Pria JK?

ForumGaya hidup Kristen

401 – 425 dari 511    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 16  17  18 ... 21  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • LIA050

    18 Agustus 2018

    Oke, tenang dulu sist dan bro... Sy yakin admin JK pasti bertindak... Jgn sampai terpancing emosi, apalagi pake acara debat kusir krn disini tempat cari jodoh... Yg pasti kita smua hrs SMART dlm berpikir dan bertindak, jgn sampai tertipu dan menipu...

    Back to topic... Sinamot ya? Kadang sy jg mikir ttg sinamot... Bnyk pria berat memikirkan mslh sinamot... Padahal klo dijalani mungkin gak seberat yg di pikirkan... Adat juga ada yg mahal, ada yg sederhana... Tinggal kitanya aja ikhlas atau tidak menjalani pernikahan yg sederhana tanpa memikirkan omongan orang?

    Kadang si pria berat memikirkan soal Sinamot... Tp pernahkah kita berpikir, setelah menikah, kebanyakan para suami batak rela mengeluarkan uang utk adat tanpa memikirkan istri dan anak? Contohnya org yg sy kenal mengeluh krn suami nya rela keluarin uang banyak utk punguan ini dan itu, sumbang sana dan sini, kasih tupak yg tdk sedikit... padahal istri dan anaknya blm tentu diperhatikan... Bahkan anaknya sampai nunggak uang sekolah... Yg penting namanya hebat di mata punguan... Jujur itu yg saya takutkan jika menikah dg pria batak. Padahal sy sndiri suku batak.

    Walau demikian, kembali lg ke masing2 pribadi... Tdk semua kluarga batak spt itu... Kita hanya perlu mengatasi ketakutan pikiran kita sndiri... Baik itu tentang sinamot atau biaya yg berkaitan dg punguan, kewajiban memberi tupak, dll... Semua hanya perlu dikomunikasikan...

  • MARBUN996

    18 Agustus 2018

    mahar atau sinamot menurut gw tradisi atau bagian dari acara adat bro

  • MARBUN996

    18 Agustus 2018

    goodness ini sangat bijak

    LIA050 tulis:

    Oke, tenang dulu sist dan bro... Sy yakin admin JK pasti bertindak... Jgn sampai terpancing emosi, apalagi pake acara debat kusir krn disini tempat cari jodoh... Yg pasti kita smua hrs SMART dlm berpikir dan bertindak, jgn sampai tertipu dan menipu...

    Back to topic... Sinamot ya? Kadang sy jg mikir ttg sinamot... Bnyk pria berat memikirkan mslh sinamot... Padahal klo dijalani mungkin gak seberat yg di pikirkan... Adat juga ada yg mahal, ada yg sederhana... Tinggal kitanya aja ikhlas atau tidak menjalani pernikahan yg sederhana tanpa memikirkan omongan orang?

    Kadang si pria berat memikirkan soal Sinamot... Tp pernahkah kita berpikir, setelah menikah, kebanyakan para suami batak rela mengeluarkan uang utk adat tanpa memikirkan istri dan anak? Contohnya org yg sy kenal mengeluh krn suami nya rela keluarin uang banyak utk punguan ini dan itu, sumbang sana dan sini, kasih tupak yg tdk sedikit... padahal istri dan anaknya blm tentu diperhatikan... Bahkan anaknya sampai nunggak uang sekolah... Yg penting namanya hebat di mata punguan... Jujur itu yg saya takutkan jika menikah dg pria batak. Padahal sy sndiri suku batak.

    Walau demikian, kembali lg ke masing2 pribadi... Tdk semua kluarga batak spt itu... Kita hanya perlu mengatasi ketakutan pikiran kita sndiri... Baik itu tentang sinamot atau biaya yg berkaitan dg punguan, kewajiban memberi tupak, dll... Semua hanya perlu dikomunikasikan...

  • MELLY459

    18 Agustus 2018

    Jiaaahhh sdh merah aj broo..

    Pdhl mo tny apa te pay sm dg phang te, tp Sprtny sm Coz bro katakan klo jumlahnya bs dikit ato bnyk ssi dg jmlh anggota keluarga n kekayaannnya.. Krn emang tradisi phang te (minum teh) d lakukan pagi hari sblm acara pernikahan d lakukan, d mn kedua mempelai memberikan teh kpd orang tua n anggota keluarga stlh itu mereka yg d beri teh akan membalas dg memberikan angpao yg isinya bs uang bs jg perhiasan..

    Slain phang te tradisi yg sy tau jg ada “ Shang pia n kecheng..” 😊

    BLVCKZ210 tulis:

    kalo di tradisi saya juga mirip tapi ga wajib cowo kasih mahar karena pada saat married pagi hari sebelum pesta pernikahan sudah di adakan te pay dan jumlahnya bisa banyak bisa dikit tergantung jumlah anggota keluarga dari dua belah pihak dan kekayaan masing2 hehehe

  • JOHANNES459

    18 Agustus 2018

    Sinamot itu bisa dibicarakan dan sy sendiri bangga bs menikahi boru ni raja i dgn adat batak ...

  • JOHANNES459

    18 Agustus 2018

    Punguan sbnrnya utk nominal gak terlalu dipaksakan..

    LIA050 tulis:

    Oke, tenang dulu sist dan bro... Sy yakin admin JK pasti bertindak... Jgn sampai terpancing emosi, apalagi pake acara debat kusir krn disini tempat cari jodoh... Yg pasti kita smua hrs SMART dlm berpikir dan bertindak, jgn sampai tertipu dan menipu...

    Back to topic... Sinamot ya? Kadang sy jg mikir ttg sinamot... Bnyk pria berat memikirkan mslh sinamot... Padahal klo dijalani mungkin gak seberat yg di pikirkan... Adat juga ada yg mahal, ada yg sederhana... Tinggal kitanya aja ikhlas atau tidak menjalani pernikahan yg sederhana tanpa memikirkan omongan orang?

    Kadang si pria berat memikirkan soal Sinamot... Tp pernahkah kita berpikir, setelah menikah, kebanyakan para suami batak rela mengeluarkan uang utk adat tanpa memikirkan istri dan anak? Contohnya org yg sy kenal mengeluh krn suami nya rela keluarin uang banyak utk punguan ini dan itu, sumbang sana dan sini, kasih tupak yg tdk sedikit... padahal istri dan anaknya blm tentu diperhatikan... Bahkan anaknya sampai nunggak uang sekolah... Yg penting namanya hebat di mata punguan... Jujur itu yg saya takutkan jika menikah dg pria batak. Padahal sy sndiri suku batak.

    Walau demikian, kembali lg ke masing2 pribadi... Tdk semua kluarga batak spt itu... Kita hanya perlu mengatasi ketakutan pikiran kita sndiri... Baik itu tentang sinamot atau biaya yg berkaitan dg punguan, kewajiban memberi tupak, dll... Semua hanya perlu dikomunikasikan...

  • LINSI201

    19 Agustus 2018

    Karna lahir dr 2 etnis yg berbeda, aku memandang sinamot bukan hal yg mutlak. Mungkin itu bagian dr adat yg harus dilestarikan. Tapi kembali lagi ke kemampuan masing2 pasangan. Semua bisa dikomunikasikan.

  • LIA050

    19 Agustus 2018

    Iya, seharusnya memang seperti itu... Rata2 demi gengsi akhirnya memaksakan nominal yg melebihi kemampuan... Hal ini berlaku juga utk jumlah sinamot... Tdk ada ketetapan nominal, yg penting keduabelah pihak mau rendah hati menerima dilakukannya acara adat sederhana...

    JOHANNES459 tulis:

    Punguan sbnrnya utk nominal gak terlalu dipaksakan..

  • JANGAN506

    19 Agustus 2018

    LIA050 tulis:

    Rata2 demi gengsi akhirnya memaksakan nominal yg melebihi kemampuan...

    maaf kalau saya ikut nimbrung ya sis,akan lebih baik kalau menulisnya "sebagian kecil"

    sehingga tidak menimbulkan image jelek terhadap suku batak.

    *jika image suku batak jelek yang rugi siapa?

    (termasuk sis sendiri ya kan?)

    *😀✌

    19 Agustus 2018 diubah oleh JANGAN506

  • LIA050

    19 Agustus 2018

    Yup... Sebagian kecil :)

    Klo boleh usul, jika ingin mengutip kalimat itu jangan sebagian2 atau di Potong2... Supaya org bs menyimpulkan tulisan secara keseluruhan... Hehehe...

    JANGAN506 tulis:

    maaf kalau saya ikut nimbrung ya sis,akan lebih baik kalau menulisnya "sebagian kecil"

    sehingga tidak menimbulkan image jelek terhadap suku batak.

    *jika image suku batak jelek yang rugi siapa?

    (termasuk sis sendiri ya kan?)

    *😀✌

    19 Agustus 2018 diubah oleh LIA050

  • JANGAN506

    19 Agustus 2018

    LIA050 tulis:

    Yup... Sebagian kecil :)

    Klo boleh usul, jika ingin mengutip kalimat itu jangan sebagian2 atau di Potong2... Supaya org bs menyimpulkan tulisan secara keseluruhan... Hehehe...

    ok

  • 19 Agustus 2018

    Sinamot itu bisa dibicarakan atau dirunding antara kedua keluarga, yang tersulit itu masalah hati, saat hati tidak bisa menerima, mungkin selamanya hati takkan bisa menerima.

    Karnanya yang utama itu bukan mengejar sinamot, saat kau telah mendapatkan hatinya, sinamot pasti bisa dibicarakan setelahnya.

  • 19 Agustus 2018

    Benar kali yg dikatakan Raja parhata ini bah... 😂😄

    LISTON872 tulis:

    Sinamot itu bisa dibicarakan atau dirunding antara kedua keluarga, yang tersulit itu masalah hati, saat hati tidak bisa menerima, mungkin selamanya hati takkan bisa menerima.

    Karnanya yang utama itu bukan mengejar sinamot, saat kau telah mendapatkan hatinya, sinamot pasti bisa dibicarakan setelahnya.

  • JEFRY811

    19 Agustus 2018

    Apa arti mahar / sinamot(batak) bagi para wanita dan Pria JK?

    Menurut saya sih sinamot itu unik karena banyak orang yg berangapan sinamot tinggal minta sama ortu.

    Tapi saya punya prinsip sinamot di cari sendiri agar lebih menghargai wanita.

    Begitu juga wanita kalau minta sinamot ya mikir dong di sesuaikan sama si pria kan menikah untuk seumur hidup kalau mau sinamot banya nikah aja sama tukang kredit.

  • JANGAN506

    20 Agustus 2018

    LISTON872 tulis:

    Sinamot itu bisa dibicarakan atau dirunding antara kedua keluarga, yang tersulit itu masalah hati, saat hati tidak bisa menerima, mungkin selamanya hati takkan bisa menerima.

    Karnanya yang utama itu bukan mengejar sinamot, saat kau telah mendapatkan hatinya, sinamot pasti bisa dibicarakan setelahnya.

    luar biasa pemikiran abang inilah.

  • IWANXS553

    20 Agustus 2018

    Semoga tabungan saya cukup untuk sinamot :-D

  • 20 Agustus 2018

    Nyimak lagi

  • FRISKA968

    20 Agustus 2018

    Sinamot itu kan cm simbol orang2 tua jaman dulu.

    Emang penting gitu

    Hmmm

    Gag penting sih mnrt aku...

  • 20 Agustus 2018

    ROSAOCHA736 tulis:

    Benar kali yg dikatakan Raja parhata ini bah... 😂😄

    😀😀😀

  • 20 Agustus 2018

    JANGAN506 tulis:

    luar biasa pemikiran abang inilah.

    Iya apa lae??

  • 20 Agustus 2018

    FRISKA968 tulis:

    Sinamot itu kan cm simbol orang2 tua jaman dulu.

    Emang penting gitu

    Hmmm

    Gag penting sih mnrt aku...

    Sinamot itu bukan simbol orang tua dulu ito, sinamot itu merupakan tradisi turun temurun yang berlangsung dari generasi ke generasi selanjutnya yang artinya betapa berharganya keluarga perempuan (parboru) di mata keluarga laki laki (paranak)

    Dulunya orang batak di TOBA (Tempat Orang Batak Asli), menggantungkan hidupnya dari bertani sawah. Dan biasanya semua anggota keluarga bahu membahu mengerjakan pekerjaan tani tersebut, tidak perduli pria atau wanita.

    Pada saat seorang wanita batak dilamar oleh seorang laki laki dan mereka menikah, otomatis wanita itu meninggalkan keluarga ayahnya dan diboyong ke rumah keluarga pria. Saat itu pula berarti tenaga untuk mengerjakan sawah mereka berkurang karna wanita itu sudah tinggal di tempat keluarga laki laki yang menjadi suaminya. Disini pihak keluarga laki laki (paranak) berkewajiban mengganti tenaga wanita yang telah mereka boyong ssbagai nenantu (parumahen) mereka kepada pihak wanita (parboru).

    Dulunya sinamot (tuhor ni boru) berbentuk kerbau. Jadi kerbau kerbau tadi wajib di berikan pihak paranak untuk dijadikan pengganti tenaga wanita tersebut dalam mengerjakan pekerjaan sawah. Banyaknya jumlah kerbau yang diserahkan sebagai sinamot tergantung kesepakatan kedua belah pihak pada saat acara perundingan sinamot (marhata sinamot).

    Karna proses perjalanan waktu, pola hidup, dan penyesuaian keadaan, perlahan lahan sinamot yang awalnya berbentuk hewan pemberian, berngsur angsur diganti dengan uang.

    Kira kira seperti itu ito cerita yang kudengar dari orang orang yang aku tanya kenapa harus ada sinamot.

    Tapi semua tergantung kita, mau kita pertahankan atau kita tinggalkan budaya leluhur, semua kembali kepada kita. Tapi selama kita masih mengaku sebagai orang batak, dan masih memakai marga batak, tidak salah juga untuk melestarikan dan mempertahankan budaya leluhur kita.

    IMO

    CMIIW.

    😊😊

  • EKO789

    21 Agustus 2018

    :-) $inamot

  • 21 Agustus 2018

    Widih sepertinya calon adek ku ini boru batak neh 😉😄

    EKO789 tulis:

    :-) $inamot

  • FRISKA968

    21 Agustus 2018

    Nah dr kata tante yg di medan sieh...

    Itu persembahan berhala gitu

    Jd mereka gag pake gt2 .

    LISTON872 tulis:

    Sinamot itu bukan simbol orang tua dulu ito, sinamot itu merupakan tradisi turun temurun yang berlangsung dari generasi ke generasi selanjutnya yang artinya betapa berharganya keluarga perempuan (parboru) di mata keluarga laki laki (paranak)

    Dulunya orang batak di TOBA (Tempat Orang Batak Asli), menggantungkan hidupnya dari bertani sawah. Dan biasanya semua anggota keluarga bahu membahu mengerjakan pekerjaan tani tersebut, tidak perduli pria atau wanita.

    Pada saat seorang wanita batak dilamar oleh seorang laki laki dan mereka menikah, otomatis wanita itu meninggalkan keluarga ayahnya dan diboyong ke rumah keluarga pria. Saat itu pula berarti tenaga untuk mengerjakan sawah mereka berkurang karna wanita itu sudah tinggal di tempat keluarga laki laki yang menjadi suaminya. Disini pihak keluarga laki laki (paranak) berkewajiban mengganti tenaga wanita yang telah mereka boyong ssbagai nenantu (parumahen) mereka kepada pihak wanita (parboru).

    Dulunya sinamot (tuhor ni boru) berbentuk kerbau. Jadi kerbau kerbau tadi wajib di berikan pihak paranak untuk dijadikan pengganti tenaga wanita tersebut dalam mengerjakan pekerjaan sawah. Banyaknya jumlah kerbau yang diserahkan sebagai sinamot tergantung kesepakatan kedua belah pihak pada saat acara perundingan sinamot (marhata sinamot).

    Karna proses perjalanan waktu, pola hidup, dan penyesuaian keadaan, perlahan lahan sinamot yang awalnya berbentuk hewan pemberian, berngsur angsur diganti dengan uang.

    Kira kira seperti itu ito cerita yang kudengar dari orang orang yang aku tanya kenapa harus ada sinamot.

    Tapi semua tergantung kita, mau kita pertahankan atau kita tinggalkan budaya leluhur, semua kembali kepada kita. Tapi selama kita masih mengaku sebagai orang batak, dan masih memakai marga batak, tidak salah juga untuk melestarikan dan mempertahankan budaya leluhur kita.

    IMO

    CMIIW.

    😊😊

  • TEREHALOHO803

    21 Agustus 2018

    👍👍👍👍

    LISTON872 tulis:

    Sinamot itu bukan simbol orang tua dulu ito, sinamot itu merupakan tradisi turun temurun yang berlangsung dari generasi ke generasi selanjutnya yang artinya betapa berharganya keluarga perempuan (parboru) di mata keluarga laki laki (paranak)

    Dulunya orang batak di TOBA (Tempat Orang Batak Asli), menggantungkan hidupnya dari bertani sawah. Dan biasanya semua anggota keluarga bahu membahu mengerjakan pekerjaan tani tersebut, tidak perduli pria atau wanita.

    Pada saat seorang wanita batak dilamar oleh seorang laki laki dan mereka menikah, otomatis wanita itu meninggalkan keluarga ayahnya dan diboyong ke rumah keluarga pria. Saat itu pula berarti tenaga untuk mengerjakan sawah mereka berkurang karna wanita itu sudah tinggal di tempat keluarga laki laki yang menjadi suaminya. Disini pihak keluarga laki laki (paranak) berkewajiban mengganti tenaga wanita yang telah mereka boyong ssbagai nenantu (parumahen) mereka kepada pihak wanita (parboru).

    Dulunya sinamot (tuhor ni boru) berbentuk kerbau. Jadi kerbau kerbau tadi wajib di berikan pihak paranak untuk dijadikan pengganti tenaga wanita tersebut dalam mengerjakan pekerjaan sawah. Banyaknya jumlah kerbau yang diserahkan sebagai sinamot tergantung kesepakatan kedua belah pihak pada saat acara perundingan sinamot (marhata sinamot).

    Karna proses perjalanan waktu, pola hidup, dan penyesuaian keadaan, perlahan lahan sinamot yang awalnya berbentuk hewan pemberian, berngsur angsur diganti dengan uang.

    Kira kira seperti itu ito cerita yang kudengar dari orang orang yang aku tanya kenapa harus ada sinamot.

    Tapi semua tergantung kita, mau kita pertahankan atau kita tinggalkan budaya leluhur, semua kembali kepada kita. Tapi selama kita masih mengaku sebagai orang batak, dan masih memakai marga batak, tidak salah juga untuk melestarikan dan mempertahankan budaya leluhur kita.

    IMO

    CMIIW.

    😊😊

401 – 425 dari 511    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 16  17  18 ... 21  Selanjutnya Kirim tanggapan