Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Apa arti mahar / sinamot(batak) bagi para wanita dan Pria JK?

ForumGaya hidup Kristen

51 – 75 dari 513    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4 ... 21  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • NEA510

    5 Agustus 2015

    i agree with u sist :'(:'(

    DIANA100 tulis:

    Menurut saya siy, Sinamot/Mahar itu untuk biaya pesta, walaupun pesta/acaranya di pihak laki2, tetap aja pihak perempuan butuh biaya utk undang sodara2/tumpak dari pihak mempelai perempuan, biaya transportasi, biaya2 lain. Tapi intinya Sinamot itu adalah kesepakatan kita berdua. Kamu tinggal bilang "Dek, abg sanggupnya segini, gimana menurutmu?" kl aku terima tinggal bilang sama ortu "Pa/Ma, kmi berdua sdh sepakat sekian, kl ortunya tlp tawar menawar bilang aja angkanya segitu, si abg akan ngomong sama orgtuanya", selesai. Kalau ga ketemu/deal? ya udah ngapain dilanjutin. Dengan catetan: si cowo sdh pikir matang2, tidak asal ngomong berapa angkanya dan tidak juga terlalu tinggi gengsinya mengakui kemampuannya yg terbatas (Banyak jg cowo2 tuh, specially cowo2 Batak gengsinya tinggi kan hahaha...JK  :-D:-D:-D)

  • SOWOKIR377

    9 Agustus 2015

    Pentingkah sebuah mahar? Pentingkah sebuah event pesta nikah yg mewah? Atau lebih penting focus after event pernikahan? Hayooo heheheh

  • DEBORA588

    9 Agustus 2015

    1. Pertanyaan penting kah mahar, yang bisa jawab orangtua saya. Buat saya sendiri tidak penting. Tapi bukan saya yang menentukan nya, bahkan besar kecil nya tergantung diskusi keluarga.

    2. Bukan penting atau tidak penting, banyak berpendapat pernikahan sekali seumur hidup, kalau punya uang kenapa tidak dibuat pesta yang berkesan yang akan diingat seumur hidup. Buat saya selaku orang batak sesederhana apapun pesta asalkan sudah terlaksana adat, more than enough. Balik lagi normal nya di Indonesia, pernikahan anak adalah pesta orangtua.

    3. Seperti yang orang bilang pernikahan itu awal kehidupan baru, pasti nya akan lebih penting memikirkan life after the ceremony.

    Happy sunday good people

  • NEA510

    9 Agustus 2015

    Mahar dan pesta sangatlah penting tp tidak harus dengan yg mahal & mewah.....sehingga kehidupan setelah pesta pernikahan bisa berjalan dengan baik (tidak perlu mikirin utang sana sini :-))

    Untuk biayanya bisa di bicarakan antara ke2 belah pihak....

  • ANTHON825

    9 Agustus 2015

    Sinamot besar = pesta cukup

    Sinamot kecil.  = pesta cukup

    Gada beda'a mau sinamot besat.atw kecil.

    Yg penting kesiapan pasangan dan ada pasangan buat di nikahin

  • ARI351

    9 Agustus 2015

    Kasihan kalau gara2 adat/sinamot bnyk perawan tua, sy sendiri tdk mau menikah dg cara adat

    Dari Tuhan anak tersebut, dari Tuhan kekayaan utk memelihara anak tersebut, Tuhan jg yg membuat anak tersebut memiliki pekerjaan yg baik. Jika segalanya adalah kasih karunia mengapa memberi nilai utk orang yg hendak menkahi?

  • HENRIKO283

    9 Agustus 2015

    :up::-D

    ARI351 tulis:

    Kasihan kalau gara2 adat/sinamot bnyk perawan tua, sy sendiri tdk mau menikah dg cara adat

    Dari Tuhan anak tersebut, dari Tuhan kekayaan utk memelihara anak tersebut, Tuhan jg yg membuat anak tersebut memiliki pekerjaan yg baik. Jika segalanya adalah kasih karunia mengapa memberi nilai utk orang yg hendak menkahi?

  • ANTHON825

    9 Agustus 2015

    Masalah buka di seberapa besar atw kecil sinamot yg kita punya atw dipersiapkan,,,,tp seberapa besar ego yg harus dimiliki

  • HENRIKO283

    9 Agustus 2015

    Yalaahh...jangan sampe ngutang "hanya" supaya dianggep "mampu" ngadain pesta besar.Tapi besok-besok merana.:-D

    Sesuai kemampuan ajee..

    Klo mampunya segini,ya udah.Ngga usah dipaksain lebih.Klo pihak sana ngga mau,apa boleh buat.Ngga jadi..?;-)

    Kehidupan usai pesta jauh lebih penting.

    Salam semua!

    :-)

  • NEA510

    9 Agustus 2015

    Agree

    ANTHON825 tulis:

    Sinamot besar = pesta cukup

    Sinamot kecil.  = pesta cukup

    Gada beda'a mau sinamot besat.atw kecil.

    Yg penting kesiapan pasangan dan ada pasangan buat di nikahin

  • SIHOL182

    11 Oktober 2015

    Sinamot adalah sejumlah uang yang disiapkan keluarga laki-laki untuk disampaikan / diberikan kepada keluarga perempuan. Sejumlah uang tersebut biasanya digunakan oleh keluarga wanita tersebut untuk pesta kawin....

    Maka marhata sinamot adalah membicarakan jumlah uang yang akan diserahkan pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga wanita untuk biaya pesta perkawinan. Apabila pesta itu dilakukan di tempat orang tua si wanita maka dalam istilah adat disebut dialap jual, maka jumlah sinamot akan lebih besar bila dibandingkan dengan bila pesta adat itu dilakukan di tempat si pemuda yang dalam istilah adat disebut taruhon jual...


    menurut adat, uang sinamot yang diterima orang tua si wanita harus dibagi kepada :
    Sijalo bara atau pamarai, yaitu abang atau adik orang tua si wanita .
    Tulang, yaitu saudara laki-laki dari ibu si wanita.
    Pariban, yaitu kaka si wanita yang sudah bersuami, kalau tidak maka posisi itu digantikan oleh namboru, yaitu saudara perempuan ayah si wanita yang sudah berkeluarga pula.
    Dalam istilah adat ke-empat penerima sinamot ini, yaitu suhut ( orang tua si wanita ), sijalo bara ( pamarai ), tulang, dan pariban disebut suhi ni ampang na opat. Di lain tempat , suhut ( orang tua si wanita ) tidak termaksud dalam suhi ni ampang na opat, karena itu simandokhon yatitu saudara laki-laki si wanita yang sudah berkeluarga termaksud suhi ni ampang na opat dan menerima jambar atau bagian dari sinamot...

    sebenarnya intinya SINAMOT Itu adalah bentuk penghargaan dari pihak cowok ke kekeluarga pihak cewek karena telah membesarkan si cewek..dan masalah nominalnya sebenarnya itu kesepakatan kok...bisa aja nilainya besar didepan orang banyak namun nominalnya nga sesuaiyang dikasih...

    Syalom..

    God Bless,,

  • ETI697

    11 Oktober 2015

    Hidup baru setelah menikah perlu biaya, lebih baik fokus untuk itu daripada pesta besar/mewah tapi pihak pria harus berhutang hanya untuk memenuhi keinginan pihak wanita & keluarganya. Buatlah pesta pernikahan sesuai budget yg tidak memberatkan, bukankah ini acara bahagia. Ke 2 keluarga harus bahagia. Jangan sampai gagal menikah hanya karna tidak sepakat besarnya harga mahar. Buatku penghargaan pada wanita & keluarganya tidak hanya ditentukan oleh besarnya mahar saja, ketulusan dan kesungguhan pria dan keluarganya untuk mengusahakan yang terbaik tapi jangan sampai berhutang atau membuat keluarga pria ngada ngadain yg ga ada. Saya akan senang jika keluarga pria menghargai saya tidak hanya sebatas mahar tapi setelah menikah saya diperlakukan sebagai anggota kesayangan keluarga mereka. Menerima saya apa adanya dan tidak mencampuri urusan rumah tangga saya dan suami nantinya, bagaimana kami mengatur rumah tangga, pola asuh anak. Keputusan dalam rumah tangga ditangan saya dan suami sebagai pemimpin. Nasihat dari orang tua pria baik tapi jangan sampai jika nasihat mereka tidak disetujui lalu mereka tersinggung dan ngadu ke anak laki*nya, akibatnya suami istri bertengkar.  Teman* saya berkata bahwa mereka seakan dibeli dengan adanya sinamot, apalagi jika maharnya besar sekali seringkali keluarga pria merasa bahwa menantu perempuannya harus tunduk pada mereka. Tidak hanya orangtua pria tapi saudara orangtua priapun ikut memusuhi menantu klo perkataan dari orang tua pria tidak di lakukan. Keluarga pria merasa punya kuasa untuk mengatur menantunya. Menantunya tertekan, sampai kapan akan seperti itu? Itu bukan hidup pernikahan dan hubungan keluarga yg indah. Saya hanya taat pada suami dan tunduk pada Tuhan Yesus. Orangtua pria adalah orang tua saya juga, saya berharap mendapat suami yang sayang saya dan komitmen pada janji nikah dan mendapat mertua yang ingin saya dan suami hidup bahagia, rukun, bebas mengatur rumah tangga sesuai keinginan kami. Menikah karna itu baik kata Tuhan, berdua lebih baik daripada sendiri. Dan biarlah Tuhan yang menjadi pondasi pernikahan dan bukan besarnya mahar. Menikah untuk bahagia dan jadi berkat untuk keluarga dengan membuat hati orang tua bahagia melihat anaknya bahagia menjalani pernikahan yang bahagia. ‎​✽̤̈ Ǧ☺Θ ßLΕŠŠ YºÜ ✽̤̈ all

  • FLEMMING786

    11 Oktober 2015

    Saya suka membaca ini..

    ETI697 tulis:

    Hidup baru setelah menikah perlu biaya, lebih baik fokus untuk itu daripada pesta besar/mewah tapi pihak pria harus berhutang hanya untuk memenuhi keinginan pihak wanita & keluarganya. Buatlah pesta pernikahan sesuai budget yg tidak memberatkan, bukankah ini acara bahagia. Ke 2 keluarga harus bahagia. Jangan sampai gagal menikah hanya karna tidak sepakat besarnya harga mahar. Buatku penghargaan pada wanita & keluarganya tidak hanya ditentukan oleh besarnya mahar saja, ketulusan dan kesungguhan pria dan keluarganya untuk mengusahakan yang terbaik tapi jangan sampai berhutang atau membuat keluarga pria ngada ngadain yg ga ada. Saya akan senang jika keluarga pria menghargai saya tidak hanya sebatas mahar tapi setelah menikah saya diperlakukan sebagai anggota kesayangan keluarga mereka. Menerima saya apa adanya dan tidak mencampuri urusan rumah tangga saya dan suami nantinya, bagaimana kami mengatur rumah tangga, pola asuh anak. Keputusan dalam rumah tangga ditangan saya dan suami sebagai pemimpin. Nasihat dari orang tua pria baik tapi jangan sampai jika nasihat mereka tidak disetujui lalu mereka tersinggung dan ngadu ke anak laki*nya, akibatnya suami istri bertengkar.  Teman* saya berkata bahwa mereka seakan dibeli dengan adanya sinamot, apalagi jika maharnya besar sekali seringkali keluarga pria merasa bahwa menantu perempuannya harus tunduk pada mereka. Tidak hanya orangtua pria tapi saudara orangtua priapun ikut memusuhi menantu klo perkataan dari orang tua pria tidak di lakukan. Keluarga pria merasa punya kuasa untuk mengatur menantunya. Menantunya tertekan, sampai kapan akan seperti itu? Itu bukan hidup pernikahan dan hubungan keluarga yg indah. Saya hanya taat pada suami dan tunduk pada Tuhan Yesus. Orangtua pria adalah orang tua saya juga, saya berharap mendapat suami yang sayang saya dan komitmen pada janji nikah dan mendapat mertua yang ingin saya dan suami hidup bahagia, rukun, bebas mengatur rumah tangga sesuai keinginan kami. Menikah karna itu baik kata Tuhan, berdua lebih baik daripada sendiri. Dan biarlah Tuhan yang menjadi pondasi pernikahan dan bukan besarnya mahar. Menikah untuk bahagia dan jadi berkat untuk keluarga dengan membuat hati orang tua bahagia melihat anaknya bahagia menjalani pernikahan yang bahagia. ‎​✽̤̈ Ǧ☺Θ ßLΕŠŠ YºÜ ✽̤̈ all

  • NANA985

    11 Oktober 2015

    Daftar Harga Sinamot Tuhor Ni Boru :

    1. Tamatan SD ..... Rp. 3jt

    2. Tamatan SMP ......  Rp. 8jt

    3. Tamatan SMA ......  Rp. 15jt

    4. Tamatan SM /S1 ......  Rp. 85jt

    5. Tamatan S2. ...... Rp. 120jt

    6. Tamatan S3 ........ Rp. 315Jt

    7. Hitungan Berat Badan  ..... Rp. 1jt/KG  

    Additional :

    1. Boru Sasada ..... + Rp. 10jt

    2. Boru Panggoaran .... + Rp. 5jt

    3. Boru Siapudan ..... + Rp. 8jt

    4. Cantik ...... + Rp. 15jt

    5. Etc

    Nb : harga dpt berubah sewaktu2  efek kurs dollar yg naik turun

    • Bahan renungan kita hari ini  .. Jd udh pd bisa ngitung sendiri tuhornya kan hehehee ... Happy Sunday all .. GBU all #peluk2memberJK&mince

  • HENDRA249

    11 Oktober 2015

    wuiiihh galak amat......to the point langsung....ha3

    oke oke hebat jempol buat nana....ha2

    NANA985 tulis:

    Daftar Harga Sinamot Tuhor Ni Boru :

    1. Tamatan SD ..... Rp. 3jt

    2. Tamatan SMP ......  Rp. 8jt

    3. Tamatan SMA ......  Rp. 15jt

    4. Tamatan SM /S1 ......  Rp. 85jt

    5. Tamatan S2. ...... Rp. 120jt

    6. Tamatan S3 ........ Rp. 315Jt

    7. Hitungan Berat Badan  ..... Rp. 1jt/KG  

    Additional :

    1. Boru Sasada ..... + Rp. 10jt

    2. Boru Panggoaran .... + Rp. 5jt

    3. Boru Siapudan ..... + Rp. 8jt

    4. Cantik ...... + Rp. 15jt

    5. Etc

    Nb : harga dpt berubah sewaktu2  efek kurs dollar yg naik turun

    • Bahan renungan kita hari ini  .. Jd udh pd bisa ngitung sendiri tuhornya kan hehehee ... Happy Sunday all .. GBU all #peluk2memberJK&mince

  • NANA985

    11 Oktober 2015

    HENDRA249 tulis:

    wuiiihh galak amat......to the point langsung....ha3

    oke oke hebat jempol buat nana....ha2

    He'eh galakkkk ...?? Dmn nya yach om henhen ??  #disitusyamerasabingung

    Baca yg bener ngomongin sinamot, itu udh ada ratenya silahkan ngitung sendiri sinamot yg layak utk pujaan hati cowk batak dan hrg sinamot utk cewk wkwkwkwkkk ... harga nego wkwkwkwkkkk .... #disitusyamerasaasakitperutketawageliseriusbangetomhehen

  • ETI697

    11 Oktober 2015

    Dalam adat jawa uang yang diberikan pihak pria murni dipakai untuk biaya pernikahan dan besarnya ditentukan sendiri oleh pihak pria. Keluarga wanita hanya mengelola uang tersebut untuk biaya pernikahan sesuai uang yang diberikan.Wanita juga mendapat serahan berupa keperluannya dari ujung rambut sampai ujung kaki dan besar serta apa saja ditentukan oleh pihak pria sendiri. Dalam adat batak uang sinamot yang diterima orang tua wanita nantinya akan dibagi dengan saudara orang tua dan saudaranya yang sudah bersuami. Menurut saya jika uang sinamot tinggi dan memberatkan maka kasihan baik pria maupun wanitanya. Berdasarkan curhat an teman* batak saya baik pria maupun wanita...teman pria bilang "nelangsa jadi laki* batak klo ga berduit alias kere, ga direstui sama orang tua wanita karna ga bisa memenuhi biaya sinamot yang ditentukan, ga jadi nikah deh" dan teman wanita cerita kalau dia sampe bertengkar dengan mamanya karna gagal nikah sama pacarnya melulu karna mamanya menilai pacarnya ga cukup layak karna ga bisa memenihi biaya sinamot yang diminta, bahkan suruh putusin pacarnya dan mamanya berusaha cari pria batak yang tajir atau setidaknya menyanggupi biaya sinamot yang diminta. Mamanya bilang anak perempuan tidak dapat bagian warisan seperti pembagian warisan atas rumah/tanah dan hanya dapat perhiasan yang di kasih mamanya karna itu kapan lagi kamu mau hidup enak, carilah yang bisa memenuhi biaya sinamot. Maaf jika apa yang saya tulis ini tidak disukai dan membuat tersinggung tapi jujurlah itu kenyataan yang terjadi. Temanku sedih karna cinta dan ketulusannya tidak dipandang oleh keluarga wanita. Buat saya seharusnya Firman Tuhan di atas adat dan bukan adat di atas Firman Tuhan, jangan mengatas namakan bentuk penghargaan pada keluarga wanita dengan dalil adat tapi membuat merana dan gagal nikah. Kita sudah di beli oleh darah Yesus yang mahal, bukan sinamot yang membeli cinta dan ketulusan. Buntut sinamot juga bisa panjang, temanku bercerai karna mertuanya terlalu mengatur hidup rumah tangganya dan mengungkit besarnya biaya sinamot yang dikeluarkan, kasihan anak*nya. Saya pernah pacaran dengan orang batak tapi dia juga pacaran dengan wanita lain saat masih pacaran denganku. Tidak happy ending. Saat ini pria yang kirim surat ke saya banyak juga yang batak. Saya mengasihi suku batak dan membuka diri dengan pria batak, tapi rada takut, bukan takut sama dia tapi takut dengan keluarganya dan campur tangan keluarga besarnya dan ribetnya adat heheheeee...Tuhan tau yang terbaik untuk saya, saya belajar untuk percaya pada waktu Tuhan. GBU

  • SIHOL182

    11 Oktober 2015

    Jangan terlalu menyalahkan Sinamot...Sinamot itu sebenarnya baik karena bentuk penghargaan kepada  pihak cewek karena membesarkan cewek...Sinamot juga bagian adat dan Tuhan sendiri menghargai adat yahudi semasa beliau masih ada didunia ini....masalah  gagal nikah karena sinamot tinggi itu nga semuanya didepan mataku banyak kok sinamotnya yang rendah meskipun orangtuanya kaya..itu kemungkinan ketemu aja ama orangtuanya matre dan masalah gagal nikah karena orangtuanya mengatur itu sih banyak aq temui juga di  suku suku yang lainnya...itu sih tergantung cowoknya kalau cowoknya punya pendirian pasti hal itu nga terjadi. ..dan masalah trauma dengan orang batak karena adatnya ribet itu sih saya serahkan pada keputusan  anda...Kami juga orang batak mengasihi anda..karena kita adalah sama sama anak Tuhan..God Bless..

    ETI697 tulis:

    Dalam adat jawa uang yang diberikan pihak pria murni dipakai untuk biaya pernikahan dan besarnya ditentukan sendiri oleh pihak pria. Keluarga wanita hanya mengelola uang tersebut untuk biaya pernikahan sesuai uang yang diberikan.Wanita juga mendapat serahan berupa keperluannya dari ujung rambut sampai ujung kaki dan besar serta apa saja ditentukan oleh pihak pria sendiri. Dalam adat batak uang sinamot yang diterima orang tua wanita nantinya akan dibagi dengan saudara orang tua dan saudaranya yang sudah bersuami. Menurut saya jika uang sinamot tinggi dan memberatkan maka kasihan baik pria maupun wanitanya. Berdasarkan curhat an teman* batak saya baik pria maupun wanita...teman pria bilang "nelangsa jadi laki* batak klo ga berduit alias kere, ga direstui sama orang tua wanita karna ga bisa memenuhi biaya sinamot yang ditentukan, ga jadi nikah deh" dan teman wanita cerita kalau dia sampe bertengkar dengan mamanya karna gagal nikah sama pacarnya melulu karna mamanya menilai pacarnya ga cukup layak karna ga bisa memenihi biaya sinamot yang diminta, bahkan suruh putusin pacarnya dan mamanya berusaha cari pria batak yang tajir atau setidaknya menyanggupi biaya sinamot yang diminta. Mamanya bilang anak perempuan tidak dapat bagian warisan seperti pembagian warisan atas rumah/tanah dan hanya dapat perhiasan yang di kasih mamanya karna itu kapan lagi kamu mau hidup enak, carilah yang bisa memenuhi biaya sinamot. Maaf jika apa yang saya tulis ini tidak disukai dan membuat tersinggung tapi jujurlah itu kenyataan yang terjadi. Temanku sedih karna cinta dan ketulusannya tidak dipandang oleh keluarga wanita. Buat saya seharusnya Firman Tuhan di atas adat dan bukan adat di atas Firman Tuhan, jangan mengatas namakan bentuk penghargaan pada keluarga wanita dengan dalil adat tapi membuat merana dan gagal nikah. Kita sudah di beli oleh darah Yesus yang mahal, bukan sinamot yang membeli cinta dan ketulusan. Buntut sinamot juga bisa panjang, temanku bercerai karna mertuanya terlalu mengatur hidup rumah tangganya dan mengungkit besarnya biaya sinamot yang dikeluarkan, kasihan anak*nya. Saya pernah pacaran dengan orang batak tapi dia juga pacaran dengan wanita lain saat masih pacaran denganku. Tidak happy ending. Saat ini pria yang kirim surat ke saya banyak juga yang batak. Saya mengasihi suku batak dan membuka diri dengan pria batak, tapi rada takut, bukan takut sama dia tapi takut dengan keluarganya dan campur tangan keluarga besarnya dan ribetnya adat heheheeee...Tuhan tau yang terbaik untuk saya, saya belajar untuk percaya pada waktu Tuhan. GBU

  • ETI697

    11 Oktober 2015

    Trima kasih untuk tanggapannya, tidak bermasuk menyalahka sinamot/adat, hanya memcoba agar kita bisa lebih open minded dan berharap agar para orang tua juga lebih open minded sehinnga tidak ada yang gagal menikah karna hal ini. Jodoh di tangan siapa? Jodoh di tangan kita sendiri dengan tuntunan yang sudah Tuhan berikan. Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih pasangan dengan mengingat dan berpegang pada Firmannya, seperti seiman dll. Tuhan memberi kita hak untuk memilih sendiri supaya kelak kita tidak menyalah nyalahkan Tuhan. Sangat di sayangkan jika jodoh yang dari Tuhan dan yang tepat untuk kita itu adalah yang di tolak/tidak disetujui oleh orang tua karna tidak bisa memenuhi biaya yang ditentukan. Kehilangan jodoh yang dari Tuhan itu sangat di sayangkan bukan?  

  • 11 Oktober 2015

    saya punya tmn putus krn gagal soal sinamot, ironis skali sgtu pentingnyakah uang itu? skrg dia jalin hub sma cwe jawa, rencana nikah akhir thn ini klo dah gini pasti dia gk akan repot soal nego2 mahar..

  • CEBIA462

    11 Oktober 2015

    pemikiran yang sangat bijak dan dewasa, bawahan sy dl cewe batak dapat suami juga batak

    mereka menikah dengan pesta yang melebihi kemampuan suaminya, setelah menikah kesulitan

    keuangan menghadang, bawahan saya sampai berkata dia tidak menginginkan adik laki lakinya

    menikah dengan cewe batak, karena tidak ingin melihat adiknya dapat kesulitan seperti suaminya

    ETI697 tulis:

    Hidup baru setelah menikah perlu biaya, lebih baik fokus untuk itu daripada pesta besar/mewah tapi pihak pria harus berhutang hanya untuk memenuhi keinginan pihak wanita & keluarganya. Buatlah pesta pernikahan sesuai budget yg tidak memberatkan, bukankah ini acara bahagia. Ke 2 keluarga harus bahagia. Jangan sampai gagal menikah hanya karna tidak sepakat besarnya harga mahar. Buatku penghargaan pada wanita & keluarganya tidak hanya ditentukan oleh besarnya mahar saja, ketulusan dan kesungguhan pria dan keluarganya untuk mengusahakan yang terbaik tapi jangan sampai berhutang atau membuat keluarga pria ngada ngadain yg ga ada. Saya akan senang jika keluarga pria menghargai saya tidak hanya sebatas mahar tapi setelah menikah saya diperlakukan sebagai anggota kesayangan keluarga mereka. Menerima saya apa adanya dan tidak mencampuri urusan rumah tangga saya dan suami nantinya, bagaimana kami mengatur rumah tangga, pola asuh anak. Keputusan dalam rumah tangga ditangan saya dan suami sebagai pemimpin. Nasihat dari orang tua pria baik tapi jangan sampai jika nasihat mereka tidak disetujui lalu mereka tersinggung dan ngadu ke anak laki*nya, akibatnya suami istri bertengkar.  Teman* saya berkata bahwa mereka seakan dibeli dengan adanya sinamot, apalagi jika maharnya besar sekali seringkali keluarga pria merasa bahwa menantu perempuannya harus tunduk pada mereka. Tidak hanya orangtua pria tapi saudara orangtua priapun ikut memusuhi menantu klo perkataan dari orang tua pria tidak di lakukan. Keluarga pria merasa punya kuasa untuk mengatur menantunya. Menantunya tertekan, sampai kapan akan seperti itu? Itu bukan hidup pernikahan dan hubungan keluarga yg indah. Saya hanya taat pada suami dan tunduk pada Tuhan Yesus. Orangtua pria adalah orang tua saya juga, saya berharap mendapat suami yang sayang saya dan komitmen pada janji nikah dan mendapat mertua yang ingin saya dan suami hidup bahagia, rukun, bebas mengatur rumah tangga sesuai keinginan kami. Menikah karna itu baik kata Tuhan, berdua lebih baik daripada sendiri. Dan biarlah Tuhan yang menjadi pondasi pernikahan dan bukan besarnya mahar. Menikah untuk bahagia dan jadi berkat untuk keluarga dengan membuat hati orang tua bahagia melihat anaknya bahagia menjalani pernikahan yang bahagia. ‎​✽̤̈ Ǧ☺Θ ßLΕŠŠ YºÜ ✽̤̈ all

  • 17 Juni 2016

    O serius nih? Apakah harga yg sama berlaku jika si cewek bukan org Batak?  misalnya si cewek tsb org Ambon. ehm.... mengkhayal.com melulu deh.

    NANA985 tulis:

    Daftar Harga Sinamot Tuhor Ni Boru :

    1. Tamatan SD ..... Rp. 3jt

    2. Tamatan SMP ......  Rp. 8jt

    3. Tamatan SMA ......  Rp. 15jt

    4. Tamatan SM /S1 ......  Rp. 85jt

    5. Tamatan S2. ...... Rp. 120jt

    6. Tamatan S3 ........ Rp. 315Jt

    7. Hitungan Berat Badan  ..... Rp. 1jt/KG  

    Additional :

    1. Boru Sasada ..... + Rp. 10jt

    2. Boru Panggoaran .... + Rp. 5jt

    3. Boru Siapudan ..... + Rp. 8jt

    4. Cantik ...... + Rp. 15jt

    5. Etc

    Nb : harga dpt berubah sewaktu2  efek kurs dollar yg naik turun

    • Bahan renungan kita hari ini  .. Jd udh pd bisa ngitung sendiri tuhornya kan hehehee ... Happy Sunday all .. GBU all #peluk2memberJK&mince

    17 Juni 2016 diubah oleh ANITA089

  • FERNANDO207

    17 Juni 2016

    Saya suka dan setuju komment lae ini, lae ini gak liat bungkusnya tp isinya :v

    marhata Sinamot itu bagian prosesi dlm "meloby" anak perempuan yg ingin dinikahi, klo gk ngerti culture biasa akan liat value dr Sinamot itu, disini saya bahas Sinamot bukan mahar, krn dlm culture kami (Batak) bkn mahar. Dalam prosesi marhata Sinamot ada bagian loby-meloby, itu udah tugas Raja Parhata, kunci dari Marhata Sinamot itu bagaimana seorang Pria yg ingin melamar ini bisa meyakinkan pihak org tua jika dia bisa brtanggung jawab atas Putrinya diwaktu mulai awal berhubungan smpai ingin melamarnya, bs gak si Pria ini ambil hati fmly wanita ini? bs gak si Pria ini mngikuti aturan yg ada dlm fmly wanita ini? Krn jika mereka menikah tugas yg utama seorg Pria itu adalah tidak memutuskan hubungan si wanita dgn kluarganya apalgi jd besar kepala stlh mampu memenuhi nilai Sinamot perempuan itu, itu knp org2 melihat Sinamot jd mahal. Biar kalian tau, smakin tua org tua kita, mreka biasanya smakin dekat ke anak perempuannya/borunya.

    Ts kalo bukan etnis Batak sbaiknya jgn buat thread diluar kompentensinya, diThread harusnya ada sedikit pengetahuan Ts tentang Sinamot dan Mahar yg Ts tau, karna kasian klo etnis lain cm tau bungkusnya bukan isinya.

    HENRIKO283 tulis:

    Saya Batak nih.Tinggal di Medan dan da sering liat pesta dan bahkan ikut terlibat ngadain pesta buat adik perempuan saya sendiri.Sekedar info.

    Gini bro/sis.

    Sinamot ga bisa juga dianggap "biaya" besarin anak perempuan dari kecil sampe besar.

    Itu biaya buat pesta.Pesta Batak mahal atau tidaknya itu sih relativ aja.Tergantung kemampuan pihak pria juga.Siapa bilang klo cewe yang PNS sinamotnya gede?Ga jugalah.Tapi ga juga berarti kecil.

    Sinamot buat biaya pesta.Ga menunjukkan "kualitas" si penerima mahar/sinamot.

    Pesta memang cukup mahal.Gedung/wisma,catering,bunga hias,musik/gondang,pakaian,rental mobil bahkan bis dan "sisa" nya buat beli kain/kebaya dan perhiasan si wanitaaa dan perabotan rumah tangga..So,memang sih "makan" biaya.

    Naaah..kan jauh sebelum hari H ada "marhata sinamot".Kayak "rapat" keluarga getuuu....Di situ tuh ada "bargaining" alias tawar menawar.Pihak pria mampu berapa,wanita maunya berapa.

    Singkatnya.(Tinggi/mahal/"murah"nya) sinamot ga melulu menunjukkan "kualitas" si calon pengantin wanita.Itu lebih kepada "gimana" nanti pesta itu dibuat.Besar,kecil atau standar aja.

    Salam semua.

    :-)

  • ELS562

    17 Juni 2016

    sebuah acara pernikahan perlu, klo mmg ada berkat Tuhan lebih/kemampuan keuangannya knp ga bikin aja acara, dan semua tergantung kesepakatan mau bikin mewah atau sederhana...kalau mmg keuangannya berkecukupan ya biasa aja bikinnya krn mmg lbh penting nntnya biaya setelah menikah..

    SOWOKIR377 tulis:

    Pentingkah sebuah mahar? Pentingkah sebuah event pesta nikah yg mewah? Atau lebih penting focus after event pernikahan? Hayooo heheheh

  • BORUMADUM905

    17 Juni 2016

    Setuju dg fernando....

    Yg gak ngerti urusan adat batak gak usah byk ngomong walaupun batak juga....

    FERNANDO207 tulis:

    Saya suka dan setuju komment lae ini, lae ini gak liat bungkusnya tp isinya :v

    marhata Sinamot itu bagian prosesi dlm "meloby" anak perempuan yg ingin dinikahi, klo gk ngerti culture biasa akan liat value dr Sinamot itu, disini saya bahas Sinamot bukan mahar, krn dlm culture kami (Batak) bkn mahar. Dalam prosesi marhata Sinamot ada bagian loby-meloby, itu udah tugas Raja Parhata, kunci dari Marhata Sinamot itu bagaimana seorang Pria yg ingin melamar ini bisa meyakinkan pihak org tua jika dia bisa brtanggung jawab atas Putrinya diwaktu mulai awal berhubungan smpai ingin melamarnya, bs gak si Pria ini ambil hati fmly wanita ini? bs gak si Pria ini mngikuti aturan yg ada dlm fmly wanita ini? Krn jika mereka menikah tugas yg utama seorg Pria itu adalah tidak memutuskan hubungan si wanita dgn kluarganya apalgi jd besar kepala stlh mampu memenuhi nilai Sinamot perempuan itu, itu knp org2 melihat Sinamot jd mahal. Biar kalian tau, smakin tua org tua kita, mreka biasanya smakin dekat ke anak perempuannya/borunya.

    Ts kalo bukan etnis Batak sbaiknya jgn buat thread diluar kompentensinya, diThread harusnya ada sedikit pengetahuan Ts tentang Sinamot dan Mahar yg Ts tau, karna kasian klo etnis lain cm tau bungkusnya bukan isinya.

51 – 75 dari 513    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4 ... 21  Selanjutnya Kirim tanggapan