Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Jodoh: takdir apa pilihan kita sendiri??

ForumPersahabatan dan hubungan

101 – 125 dari 146    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 13 april

    Pilihan kita :-)

    MARCELLA959 tulis:

    Takdir

  • 13 april

    Tuhan tdk menjadikan kita seperti robot kamu sama dia Sy jodohkan atau si c dengan f, tapi Dia memberi kehendak bebas untuk kita memilih dengan siapa kita memilih pasangan kita seperti hal adam ditaman eden, tapi Dia akan campur tangan ketika kita menemukan si doi dan Dia akan memberkati kita jika kita tinggal didalamNya, seperti perkataan Yesus jika kamu tinggal didalam aku dan firmanKu tinggal didalam kmu maka apasaja yg kamu minta akan diberikan...

    Jadi mari kita berdoa supaya kita menemukan si doi, hahah... Gbu

    13 april diubah oleh RUSTON812

  • 14 april

    bisa takdir dan pilihan , om pembuat judul.

  • 15 agustus

    Mengartikan jodoh itu sesuai dgn pola pikir dan wawasan kita melihatnya.

    Manusia ini begitu banyak ragamnya, sesuai dgn yang saya ketahui dari berbagai sumber dpt dikategorikan kedalam 7000 jenis yg sdh baku, belum lagi latar belakang pendidikan, pengalaman hidup, dsb.

    Kalau masih berpatokan hanya diri sendiri atau seorang ahli, bahkan yg sdh bersifat umum pun masih sering salah. Intinya keragaman manusia secara fisik, karakter, dan sifat adalah dari Tuhan, jadi semua itu baik. Belajar tiada henti adalah semangat kita bersama, salam.

  • 15 agustus

    Orang Kristen mana ada istilah takdir.

    Tuhan memberikan keinginan bebas kita untuk memilih.

    Klo kita hidup di dalam Tuhan pasti memilih sesuai kehendak Tuhan. Dan hidup kita penuh damai sejahtera.

    Klo kita hidup diluar Tuhan pasti salah ambil keputusan tidak sesuai kehendak Tuhan. Sehingga hidup kita penuh masalah dan tidak damai sejahtera.

    Namun Allah tidak pernah meninggalkan kita, ketika kita bertobat dgn hidup di dalamNya pasti hidup kita penuh perubahan yg baik dan indah.

  • 15 agustus

    Pilihan kita sendiri bersama si calon suami/istri. Kalo salah 1 pihak mundur, ya ga bisa nikah. Tuhan engga mengatur jodoh kita. Memang, kisah org2 yg sdh dpt jodoh itu indah skl. Indah dong, ktmu nya di gereja pas sama2 aktif pelayanan. Indah dong, mula2 ortu ga setuju tapi lama2 ortu mau menerima si calon. Indah dong, pernah putus, lose contact, ktmu lg trus nikah. Kenapa indah sekali? Bukan krn Tuhanlah yg mengatur kisah itu, melainkan krn kisah asmara apapun jg ya indah.

    Bhw di jaman perjanjian lama atau baru ada kisah di mana Tuhan memberikan jodoh pd bbrp org tertentu, mungkin itu terjadi di jaman itu sj, terhadap tokoh2 Alkitab.

    15 agustus diubah oleh ANITA089

  • 15 agustus

    Pilihan kita sendiri.

  • 15 agustus

    Tuhan punya rencana, tetapi keputusan dan pilihan ada di tangan kita sendiri

  • 15 agustus

    Iya, kalau menurutku Tuhan punya rencana mempertemukan kita dengan orang di sekitar kita. Dan kalau kita mau, kita bisa pilih siapa saja sebagai jodoh kita. Jangan lupa, cari orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus ya. :-)

  • 22 agustus

    Orang Kristen sebenarnya gakda takdir, Tuhan memberikan kepada kita kehidupan, dan pilihan hidup

  • 22 agustus

    Jodoh mana,. Jodoh mana.. dimana... Jreeng

    Aih.. ini bahas apa ya, takdir

    Takdir memang kejam...

    sendiri itu ok, berdua lebih baik

    Itu pilihanku,kalau pilihan kita sama berarti kita jodoh jadi saya tidak sendiri

  • 11 september

    Jodoh sbnrnya ada di tangan manusia (bisa di tangan org yg pacaran maupun di tangan orgtua yg menjodohkan).

    Di Indonesia jodoh gagal datang seringkali krn perbedaan agama sehingga sulit diperjuangkan di saat orgtua ga setuju atau di saat kedua calon menolak pindah agama. Itulah derita kita sbg kaum minoritas. Cinta engga bisa diatur. Yg seiman ga ada yg mendekat malah ada yg bikin kita nagis berember2, eh malah yg beda iman dan baik hatilah yg suka pd kita. Udah ah, jadi mau nangis kalo inget ini semua...:'(

    11 september diubah oleh ANITA089

  • 11 september

    NUGRA917 tulis:

    Aku pernah baca tulisan seorang pemimpin jemaat yg mengatakan yg kira2 aku tangkap begini: bahwa pasangan kita/jodoh kita itu takdir yang ada campur tangan kita. ....

    Jadi Tuhan tidak memaksa si A itu jodohnya si B.....

    kalau yang dijodohkan bagaimana?_ dipaksa orang tua. tryata si pasangan sekalipun secara materi mencukupi tapi sifatnya tidak baik. berantem terus atau suka sekingkuh. nah jadi tidak baik nasibnya . bagaimana jika begitu?

    11 september diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 11 september

    Aku mau bagi cerita nih teman" semua.

    Td aku lg main ke kantor mantan bosku.

    Kbtln karna udh umur 60 mantan bosku ini saat telp speakernya di aktifin. Jd terdengarlah olehku dan staff lain pembicaraan mereka. Suaminya marah"in dia, suaminya ngomong : kamu denger dl aku blm selesai bicara udh nyahut aj. Pdhl istrinya cuma bertanya.

    Aku sampe kaget dengernya. Mantan bosku itu, sabar berusaha ngomong lembut, akhirnya obrolan mereka jd ga tegang. Eh, ada lg masalah lain yg dibahas kembali lg suaminya nge gas, bahkan suaminya tega bilang ke istrinya " dasar kerdil".

    Kembali aku kaget.

    Dari luar terlihat. Istrinya seorang Notaris (terpelajar), suaminya seorang pebisnis terlihat berkharisma. Punya harta lumayan. Mau kmana-mana ada supir yg siap antar jemput. Fasilitas lengkap, segala macam kartu kredit dikoleksi. Mw mkn ini itu tinggal pilih kartu kredit mana, yg pasti sllu terisi. Semua pakaian, tas branded. Jalan" ke luar negeri. Anak semua kuliah di luar negeri.

    Tp hati ini rasanya miris mendengar komunikasi mereka mirip atasan dg bos aj.

    Aku ga kepo lho, coz kejadiannya di depan mataku. Itu bkn yg pertama. Suaminya ga segan" bilang istrinya dasar bego kamu. Terkadang ku pikir kok bosku yg kbtln wanita ga malu di depanku seperti itu. tp dia mmg sdh ga peduli karna mgkn dah ga kuat mendampingi suami yg sllu ingin dituruti dan dilayani.

    Abis itu, byk hal aku bahas dg mantan bosku itu termasuk ttg akta perjanjian nikah.

    Dia, bilang ia sbg wanita kita hrs cerdas. Saat ini byk pria" jahat (dlm hati bilang, apakah suami ibu jg termasuk?)

    Dia cerita, ada klien yg punya saudara yg suaminya tega memakai nama istrinya utk ajuin utang di bank. Istrinya karna ga tau apa" disuruh tanda tangan ya tanda tangan aj, karna manut ama suami. Suaminya itu jg kasar, suka mukulin istrinya. Mereka pake perjanjian pisah harta. Jd istrinya itu yg menanggung semua utang tsb. Saat suaminya meninggal, ninggalin byk hutang.

    Si istri ga pernah dikasih tau almarhum suami asetnya apa saja dan dimana saja.

    Mknya si klien ini, dtg mau buat akta perjanjian kawin, dg catatan setelah menikah apabila membeli aset berupa apapun hrs atas nama berdua suami istri.

    Dan msh byk lg yg kami bahas dan hal itu  membuatku berpikir, kami yg blm menikah ini siap ga ya masuk ke pernikahan? Jika org yg sdh menikah byk yg tdk bahagia seperti itu?

    Punya harta dan jabatan jg tdk jaminan dlm pernikahan akn bahagia. Semua fasilitas lengkap, tp ga boleh salah dikit. Salah dikit dibentak bentak. Buat apalah pya harta byk, terlihat seperti org terpandang tp ga happy.

  • 11 september

    Pilihan kita sendiri

  • 12 september

    Itulah pernikahan sist... bgtu msk kePernikahan Qta bkn lg bicara ttng CiNTA tp sdh bicara ttng Tanggung Jwb, masalah kecil aj bisa jd besar.. 😊 Apalg prnikahan yg sdh brtahun2 Suami Istri ud kyk sodara aj.. 😀 jd spanjang Prnikahan itu ada yg Tetap Brtahan dan ada yg menyerah..

    ECHY268 tulis:

    Aku mau bagi cerita nih teman" semua.

    Td aku lg main ke kantor mantan bosku.

    Kbtln karna udh umur 60 mantan bosku ini saat telp speakernya di aktifin. Jd terdengarlah olehku dan staff lain pembicaraan mereka. Suaminya marah"in dia, suaminya ngomong : kamu denger dl aku blm selesai bicara udh nyahut aj. Pdhl istrinya cuma bertanya.

    Aku sampe kaget dengernya. Mantan bosku itu, sabar berusaha ngomong lembut, akhirnya obrolan mereka jd ga tegang. Eh, ada lg masalah lain yg dibahas kembali lg suaminya nge gas, bahkan suaminya tega bilang ke istrinya " dasar kerdil".

    Kembali aku kaget.

    Dari luar terlihat. Istrinya seorang Notaris (terpelajar), suaminya seorang pebisnis terlihat berkharisma. Punya harta lumayan. Mau kmana-mana ada supir yg siap antar jemput. Fasilitas lengkap, segala macam kartu kredit dikoleksi. Mw mkn ini itu tinggal pilih kartu kredit mana, yg pasti sllu terisi. Semua pakaian, tas branded. Jalan" ke luar negeri. Anak semua kuliah di luar negeri.

    Tp hati ini rasanya miris mendengar komunikasi mereka mirip atasan dg bos aj.

    Aku ga kepo lho, coz kejadiannya di depan mataku. Itu bkn yg pertama. Suaminya ga segan" bilang istrinya dasar bego kamu. Terkadang ku pikir kok bosku yg kbtln wanita ga malu di depanku seperti itu. tp dia mmg sdh ga peduli karna mgkn dah ga kuat mendampingi suami yg sllu ingin dituruti dan dilayani.

    Abis itu, byk hal aku bahas dg mantan bosku itu termasuk ttg akta perjanjian nikah.

    Dia, bilang ia sbg wanita kita hrs cerdas. Saat ini byk pria" jahat (dlm hati bilang, apakah suami ibu jg termasuk?)

    Dia cerita, ada klien yg punya saudara yg suaminya tega memakai nama istrinya utk ajuin utang di bank. Istrinya karna ga tau apa" disuruh tanda tangan ya tanda tangan aj, karna manut ama suami. Suaminya itu jg kasar, suka mukulin istrinya. Mereka pake perjanjian pisah harta. Jd istrinya itu yg menanggung semua utang tsb. Saat suaminya meninggal, ninggalin byk hutang.

    Si istri ga pernah dikasih tau almarhum suami asetnya apa saja dan dimana saja.

    Mknya si klien ini, dtg mau buat akta perjanjian kawin, dg catatan setelah menikah apabila membeli aset berupa apapun hrs atas nama berdua suami istri.

    Dan msh byk lg yg kami bahas dan hal itu  membuatku berpikir, kami yg blm menikah ini siap ga ya masuk ke pernikahan? Jika org yg sdh menikah byk yg tdk bahagia seperti itu?

    Punya harta dan jabatan jg tdk jaminan dlm pernikahan akn bahagia. Semua fasilitas lengkap, tp ga boleh salah dikit. Salah dikit dibentak bentak. Buat apalah pya harta byk, terlihat seperti org terpandang tp ga happy.

  • 12 september

    Pilihan kita.

  • 12 september

    Wdh merasa beruntng belum menikah.. :-D mengkonfirmasi keraguanku bahwa emang 'being selective' bkn dosa ya... Senyam-senyum baca yg kyk ginian.. aku pingin happy family deh :-D

    Happy plus !  :-)  

    ECHY268 tulis:

    Aku mau bagi cerita nih teman" semua.

    Td aku lg main ke kantor mantan bosku.

    Kbtln karna udh umur 60 mantan bosku ini saat telp speakernya di aktifin. Jd terdengarlah olehku dan staff lain pembicaraan mereka. Suaminya marah"in dia, suaminya ngomong : kamu denger dl aku blm selesai bicara udh nyahut aj. Pdhl istrinya cuma bertanya.

    Aku sampe kaget dengernya. Mantan bosku itu, sabar berusaha ngomong lembut, akhirnya obrolan mereka jd ga tegang. Eh, ada lg masalah lain yg dibahas kembali lg suaminya nge gas, bahkan suaminya tega bilang ke istrinya " dasar kerdil".

    Kembali aku kaget.

    Dari luar terlihat. Istrinya seorang Notaris (terpelajar), suaminya seorang pebisnis terlihat berkharisma. Punya harta lumayan. Mau kmana-mana ada supir yg siap antar jemput. Fasilitas lengkap, segala macam kartu kredit dikoleksi. Mw mkn ini itu tinggal pilih kartu kredit mana, yg pasti sllu terisi. Semua pakaian, tas branded. Jalan" ke luar negeri. Anak semua kuliah di luar negeri.

    Tp hati ini rasanya miris mendengar komunikasi mereka mirip atasan dg bos aj.

    Aku ga kepo lho, coz kejadiannya di depan mataku. Itu bkn yg pertama. Suaminya ga segan" bilang istrinya dasar bego kamu. Terkadang ku pikir kok bosku yg kbtln wanita ga malu di depanku seperti itu. tp dia mmg sdh ga peduli karna mgkn dah ga kuat mendampingi suami yg sllu ingin dituruti dan dilayani.

    Abis itu, byk hal aku bahas dg mantan bosku itu termasuk ttg akta perjanjian nikah.

    Dia, bilang ia sbg wanita kita hrs cerdas. Saat ini byk pria" jahat (dlm hati bilang, apakah suami ibu jg termasuk?)

    Dia cerita, ada klien yg punya saudara yg suaminya tega memakai nama istrinya utk ajuin utang di bank. Istrinya karna ga tau apa" disuruh tanda tangan ya tanda tangan aj, karna manut ama suami. Suaminya itu jg kasar, suka mukulin istrinya. Mereka pake perjanjian pisah harta. Jd istrinya itu yg menanggung semua utang tsb. Saat suaminya meninggal, ninggalin byk hutang.

    Si istri ga pernah dikasih tau almarhum suami asetnya apa saja dan dimana saja.

    Mknya si klien ini, dtg mau buat akta perjanjian kawin, dg catatan setelah menikah apabila membeli aset berupa apapun hrs atas nama berdua suami istri.

    Dan msh byk lg yg kami bahas dan hal itu  membuatku berpikir, kami yg blm menikah ini siap ga ya masuk ke pernikahan? Jika org yg sdh menikah byk yg tdk bahagia seperti itu?

    Punya harta dan jabatan jg tdk jaminan dlm pernikahan akn bahagia. Semua fasilitas lengkap, tp ga boleh salah dikit. Salah dikit dibentak bentak. Buat apalah pya harta byk, terlihat seperti org terpandang tp ga happy.

  • 12 september

    Di satu sisi, kita yg msh single merasa beruntung msh single. Di sisi lain, ada jg ruginya sering kesepian dan kyk ga jelas tujuan hidup.

    Semoga apa yg menjadi keinginan dan harapanmu  brother terkabul.

    Amin...

    CRISTIANO501 tulis:

    Wdh merasa beruntng belum menikah.. :-D mengkonfirmasi keraguanku bahwa emang 'being selective' bkn dosa ya... Senyam-senyum baca yg kyk ginian.. aku pingin happy family deh :-D

    Happy plus !  :-)  

  • 6 oktober

    Jodoh

    Seorang laki-laki menyukai seorang perempuan. Ia mendekatinya, mencoba mengenalnya lebih jauh, dan membuat dirinya dikenal. Mereka menjadi lebih dekat, kemudian pacaran. Akhirnya mereka menikah. Mereka berjodoh.

    Ada 2 orang yang sudah pacaran lama, sudah bertunangan, bahkan sudah mencetak undangan, tapi akhirnya tak jadi menikah. Mereka tak berjodoh.

    Jadi, kalau menikah artinya mereka berjodoh? Ternyata tidak juga. Orang yang sudah menikah, ternyata akhirnya bercerai. “Ternyata dia bukan jodoh saya,” katanya. Lhaaa, lalu jodoh itu apa?

    Orang percaya jodoh itu sudah diatur. Asam di gunung, garam di laut, bertemu di dalam panci. Kalau jodoh tak lari ke mana. Kalau sudah ditentukan, apakah dengan diam saja seseorang akan dapat jodoh? Ternyata tidak juga. Harus ada usaha agar dipertemukan dengan jodoh. Lho, kalau sudah ditetapkan, bukankah seharusnya pertemuan pun diatur oleh yang menetapkan?

    Sebaliknya, seperti cerita di atas tadi, 2 orang sudah berdua, berencana menikah, eh ada saja halangannya. Itu karena mereka tidak berjodoh. Yang mengatur tadi tidak akan membiarkan orang-orang tak berjodoh itu bersatu.

    Sebenarnya bagaimana sih? Konsep jodoh lahir dari kesimpulan bias manusia atas kejadian di sekitar ruang hidupnya. Ada banyak kejadian yang mereka anggap tidak masuk akal, tapi terjadi juga. Nah, penjelasannya, karena ada yang mengatur.

    Tapi apa itu yang disebut tidak masuk akal? Sebenarnya kebanyakan yang disebut begitu adalah sesuatu yang di luar wawasan dia saja. Manusia melihat banyak kejadian, lalu menyimpulkan pola tentang kejadian-kejadian itu. Tapi selalu saja ada kejadian yang berbeda dari pola umum itu. Itu disebut penyimpangan. Sering pula disebut tak masuk akal tadi. Nah, hal-hal semacam itu disebut tak masuk akal. Di situ biasanya danggap ada yang mengatur.

    Hal-hal yang menyimpang itu biasanya menarik perhatian manusia, dianggap ajaib. Matahari terbit itu biasa. Gerhana matahari, itu luar biasa. Karena itu manusia menciptakan mitos-mitos tentang kejadian itu, juga menciptakan ritual-ritual ibadah terkait peristiwa itu. Padahal matahari terbit dan gerhana matahari terjadi mengikuti suatu pola yang sama, mengikuti hukum gravitasi.

    Orang menikah karena ada interaksi. Interaksi ini ditentukan oleh mobilitas manusia. Mobilitas itu ditentukan oleh teknologi. Dulu orang menikah dengan orang yang sekampung dengan dia. Orang di kampung yang terisolir, tidak mungkin menikah dengan orang kampung lain.

    Saat ada interaksi dengan kampung lain, orang bisa menikah dengan orang kampung lain. Maka jangkauan pernikahan makin luas. Di kota pergaulan manusia jadi lebih luas, pola-pola pertemuan jadi jauh lebih luas. Kini, manusia bisa terhubung dan berkomunikasi tanpa harus bertemu. Kini 2 orang dari tempat berjauhan bisa memutuskan untuk menikah tanpa bertemu terlebih dahulu. Seabad yang lalu hal itu mustahil terjadi.

    Pernikahan itu mirip dengan makanan. Zaman dulu orang Minang hanya tahu masakan Minang. Mereka tentu tak mengenal spageti. Sebaliknya, orang Aljazair tak mengenal rendang. Kini orang Minang tetap makan rendang, tapi cukup banyak dari mereka yang suka spageti.

    Adakah yang mengatur siapa makan apa? Tidak. Demikian pula soal siapa kawin dengan siapa. Itu hanyalah produk pilihan yang dibuat manusia saat merespon situasi yang ia hadapi.

    Seorang pemuda melihat seorang gadis dalam sebuah perjalanan di kereta. Ia menyukai gadis itu. Itu adalah situasi biasa yang terjadi dalam setiap detik. Apa yang membuat keduanya bisa menikah? Kalau pemuda itu berinisiatif mendekat, mengajak kenalan. Itu pun tergantung tanggapan dari si gadis. Kalau ia menganggap itu gangguan, cerita tidak akan berlanjut.

    Yang terjadi hanyalah hal-hal biasa saja. Semua bisa dijelaskan. Hanya saja lebih banyak orang yang tidak mau berpikir untuk mencari penjelasan logis. Lebih banyak orang yang nyaman dengan rumusan yang dibuat orang di masa lalu. Ringkas, tak menghabiskan energi pikir. Pragmatis.

    Doesn’t it sound familiar !

    sumber: kang HA

    smoga membuka cakrawala bpikir kita ✌️

  • 6 oktober

    👌👌👌

    Mantapp.

    LIAN865 tulis:

    Jodoh

    Seorang laki-laki menyukai seorang perempuan. Ia mendekatinya, mencoba mengenalnya lebih jauh, dan membuat dirinya dikenal. Mereka menjadi lebih dekat, kemudian pacaran. Akhirnya mereka menikah. Mereka berjodoh.

    ....

    Doesn’t it sound familiar !

    sumber: kang HA

    smoga membuka cakrawala bpikir kita ✌️

    6 oktober diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 6 oktober

    Semua udh jadi jalan Hidup

  • 26 oktober

    Siap mencintai siap disakiti n ditinggalkan. Hidup tak seindah yg kau harapkan praduga tak seburuk yg kau kira.😄

  • 26 oktober

    Pilihan kita

  • ANDRIANNA814

    27 oktober

    Kak ANITA089 semuanya indah dengan perjalanan yang Tuhan tentukan. Pengalaman ini pernah terjadi, punya pacar SMP,putus dengan waktu yg cukup lama Tuhan mempertemukan kembali. Berharap bisa menyatakan perasaannya namun aku nya terlanjur pindah kekota lain dan lose contact. Tapi Tuhan mempertemukan kami kembali setelah cukup waktu yg lama tidak ada komunikasi namun keadaan telah berubah (ketika proses perceraian), awalnya dia mau menyatakan perasaannya namun kecewa setelah mengetahui aq telah gagal dalam pernikahan,. Akhirnya kami kembali kehilangan komunikasi,tapi terulang kembali setelah beberapa tahun tidak komunikasi Tuhan mempertemukan kita kembali dengan keadaan yg berbeda (aku putus dengan pacar), dia kembali kecewa namun tidak pernah menyatakan perasaannya. Hubungan kami cukup baik bahkan perhatiannya jauh lebih dari seorang pacar,aku merasa nyaman dan berharap dia menjadi pasangan hidup. Tapi ternyata dia masih kecewa dan menyesal dengan keadaan yg ada sehingga takut untuk menyatakan perasaannya. Sampai suatu hari datang seorang pria yg mau mengajak untuk berkomitmen hubungan serius ke jenjang pernikahan, disitulah baru dia kembali menyatakan perasaan dia ke aq seperti apa,tapi dia takut untuk menjalin suatu hubungan serius denganku.  Setelah menjalin hubungan dengan pria yg mau berkomitmen itu ternyata aq dibohongi, pria itu hanya memanfaatkan aku. Lagi lagi Tuhan mengirimkan dia untuk menghibur aq. Sampai berpikir apakah ini pria yg Tuhan berikan kepadaku,tapi kenapa selalu seperti ini disaat aku kecewa dan Tuhan mengirimkannya kepadaku. Perasaannya ga pernah berubah kepadaku tapi kami ga pernah disatukan Tuhan.  Berarti jodoh dari Tuhan atau pilihan aku sendiri belum berpihak dalam hidup aku.😁

    ANITA089 tulis:

    Pilihan kita sendiri bersama si calon suami/istri. Kalo salah 1 pihak mundur, ya ga bisa nikah. Tuhan engga mengatur jodoh kita. Memang, kisah org2 yg sdh dpt jodoh itu indah skl. Indah dong, ktmu nya di gereja pas sama2 aktif pelayanan. Indah dong, mula2 ortu ga setuju tapi lama2 ortu mau menerima si calon. Indah dong, pernah putus, lose contact, ktmu lg trus nikah. Kenapa indah sekali? Bukan krn Tuhanlah yg mengatur kisah itu, melainkan krn kisah asmara apapun jg ya indah.

    Bhw di jaman perjanjian lama atau baru ada kisah di mana Tuhan memberikan jodoh pd bbrp org tertentu, mungkin itu terjadi di jaman itu sj, terhadap tokoh2 Alkitab.

101 – 125 dari 146    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6  Selanjutnya Kirim tanggapan