Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Sosial Ekonomi, keuangan, wiraswasta hingga ekonomi Keluarga

ForumCampur-campur

26 – 35 dari 35    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2Kirim tanggapan

  • 7 September 2018

    preview.ibb.co/c0A8Sz/IMG_20180907_094513.jpg

    saya melihat kronologisnya secara umum:

    Jika melihat graphic tsb diatas pelemahan rupiah yg pernah mendekati rp. 14800 juga sekitar september 2015, disebabkan masih putaran isu lama global market

    1. munculnya awal perang dagang China - US

    2. Transaksi berjalan defisit kisaran US$ 1.8 milyar puncaknya saat itu, dan itu bukan sekalinya defisit, sebelumnya juga defisit tapi tdk separah itu.

    Yang menyebabkan defisit, transaksi import jauh lebih besar dibanding eksport kita , dollar milik kita devisa hasil Eksport masih terparkir di luar  (DHE).

    Solusi yg diambil di akhir thun 2015, pemerintah mengambil kebijakan penurunan import dan memperbesar eksport, dan tampaknya masih belum cukup. + kebijakan fiskal moneter (menaikan suku bunga) + menaikan serta menambah penerimaan pajak lewat amnesti pajak dan banyak lagi. Solusi ini tetap belum bisa menutupi permasalahan Import > Eksport

    Saat ini:

    Gejolak perang dagang China-US lebih serius target hingga januari 2019 CMIIW.. diberlakukan di US. Dan ini bukan China saja beberapa negara lainnya seperti Uni Eropa, dimana US pun membatasi import dr luar dgn rencana naikan pajak barang tertentu, kini negara lainnya seperti Venezuela, Turki,  Argentina.. ntah negara mana lagi. (Eksternal)

    Indonesia, masih terbelenggu masalah eksport/import ini, daya saing produk kita masih kalah dgn barang luar yg membanjiri masuk ke kita. Penduduk Indonesia kisaran 260 juta menjadi makanan empuk dari barang yg masuk ke kita.

    Eksport kita jika dulu cenderung bahan baku/ mentah SDA seperti hasil tambang, pertanian dll. Dan akan lebih baik jika eksport dalam waktu produk jadi.

    Terlihat seiring waktu mulai jan 2018 tetap pelemahan RP atau dollar menguat terus hingga saat ini, bahkan Agustus '18 kemarin kita defisit lagi hingga 2 Milyar dollar (cukup tinggi) dan kurang baik.

    Kembali, kini yg dilakukan bagaimana kita intropeksi kedalam seperti menaikan pajak import barang yg tdk diperlukan guna membatasi barang masuk, dan diharapkan daya saing produk Indonesia terus di perjuangkan (perbesar Eksport) dan itu butuh proses dan inovatif produk& sistem, menguatkan SDM, teknologi dan pengetahuannya.

    Tahapan kebijakan Pemerintah yg dilakukan kemarin ini saya melihat nya hanya jangka pendek, untuk "mengerem" laju kenaikan yg cepat, seperti membatasi import dgn katrol pajak import dinaikkan, kebijakan menaikkan suku bunga.

    Kedepan, saya melihat US$ yg terus naik perlahan dan bisa jadi tetap akan merangkak naik perlahan hingga ada kejadian2x yg belum diketahui.

    Patokan kurs US$ untuk APBN 2019 awal disepakati 14.000 dan terjadi revisi jasi 14.400 dan dgn kejadian akan fenomena yg terjadi saat ini, mgkn terjadi revisi lagi kisaran 14.800, namun faktanya dimungkinkan harga spot dimarket bisa lebih tinggi yaitu > 15.000, pertimbangan hutang jangka pendek di tahun 2019 juga bisa menjadi sorotan, + politik, seperti dikatakan Sri Mulyani ekonomi kita siaga waspada. (tapi berbeda dgn tahun 1998)

    Dampak :

    Seiring waktu perlahan barang dan jasa ikut naik, dan bagi pengusaha yg terbebani atas utang dollar, sejauh mana mereka bisa bertahan, multiplayer efect ya dikhawatirkan salah satunya mengurangan tenaga kerja, lapangan kerja berkurang, ini menjadi PR pemerintah dan kitanya secara umum.... 🙂

    CHRISTIAN701 tulis:

    bagaimana kondisi ekonomi RI setelah nilai Rupiah berada di hampir Rp15.000,-  dan apa dampak nya ? bisa dijawab bebas oleh seluruh anggota disini.

    7 September 2018 diubah oleh HERI771

  • RICARDO981

    7 September 2018

    sudah ada dari jaman dulu mas.

    dokumen identitas diri mas lengkap (pt cv, firma dll)

    dokumen serta sertifikasi , keanggotaan organisasi dll lengkap (perindag dll)

    produk baik,,,,tinggal jualan mas.....(gk sulit dipahamikan bahasa sy)

    nanum smua itu harus mengikuti proses serta tata tertib di ke2belah pihak negara

    SURANTA247 tulis:

    awesome.... ide yang cemerlang... trims sarannya mas ricardo.

    sekedar sharing mas, apakah pemerintah tidak menyediakan platform yang kekinian untuk membuka peluang ekspor bagi petani ato peternak skala kecil? semisal goeksporindo gt? didalamnya sudah terintegrasi bagi petani ato peternak skala kecil yang hasil produksinya sudah terakreditasi kemerindag gt? sehingga sumber daya Indonesia dapat dijual ke LN?

  • 7 September 2018

    Nice sharing 🙏🙏🙏

  • CHRISTIAN701

    7 September 2018

    mas Heri, kalau ada acara, seminar, gathering dari mana saja yang membahas seputar ekonomi diadaain di jakarta di bulan september s/d desember ini. mau dong turut diposting disini.

    HERI771 tulis: preview.ibb.co/c0A8Sz/IMG_20180907_094513.jpg

  • 9 September 2018

    jadwalevent.web.id/wp-content/uploads/2018/07/The-12th-AGRINEX.jpg

    baru mengetahui dan sayang mas Suranta, hari ini terakhir 9 September 2018

    Performax bekerjasama dengan IPB (Institute Pertanian Bogor) menghadirkan kembali pameran tahunan Agrinex Expo untuk kali ke 12. Event ini bukan sekedar menjadi akses pasar tapi telah menjadi ajang pengembangan produk, kreatifitas dan langkah berkelanjutan dalam pengembangan dunia Agribisnis Indonesia.

    Dengan mengusung tema Food Security and Social Agroforestry in Millennial Generation Era, diharapkan akan lahir sistem pertanian yang menguntungkan petani generasi muda yang juga mengikuti perkembangan teknologi dengan SDM dan SDA yang produktif dan efesien.

    Saat ini teknologi kini sudah mempermudah Petani dan pelaku agribisnis muda (startup) sehingga dapat dengan mudah mewujudkan idenya dalam wadah digital. Mulai dari persiapan lahan, benih, pengolahan lahan, penanaman, panen, pasca panen, pengolahan hasil panen sampai ke pasar telah dipermudah oleh aplikasi teknologi.

    Selain itu, pemasaran hasil pertanian juga sudah semakin mudah. Mulai banyak startup bermunculan untuk menjadi wadah pemasaran online produk-produk pertanian. Gebrakan yang identik dilakukan oleh kaum milenial ini mampu menjadi citra positif bahwa pertanianan modern memiliki peluang besar menjadi sektor menguntungkan yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Untuk itulah event ini diselenggarakan guna menyoroti hal pemanfaatan teknologi....

    sumber: jadwalevent.web.id/the-12th-ag ... 18#.W5T1BKAxU0M

    referensi untuk event lainnya :

    www.kemenperin.go.id/pameran/

    SURANTA247 tulis:

    awesome.... ide yang cemerlang... trims sarannya mas ricardo.

    sekedar sharing mas, apakah pemerintah tidak menyediakan platform yang kekinian untuk membuka peluang ekspor bagi petani ato peternak skala kecil? semisal goeksporindo gt? didalamnya sudah terintegrasi bagi petani ato peternak skala kecil yang hasil produksinya sudah terakreditasi kemerindag gt? sehingga sumber daya Indonesia dapat dijual ke LN?

  • 9 September 2018

    👍👍

    CHRISTIAN701 tulis:

    mas Heri, kalau ada acara, seminar, gathering dari mana saja yang membahas seputar ekonomi diadaain di jakarta di bulan september s/d desember ini. mau dong turut diposting disini.

  • 12 September 2018

    motivation :

    China dan Indonesia sama sama memiliki jumlah penduduk yg banyak, kita tidak bicara angkanya, sama sama mempunyai UMKM sampai ke pelosok negeri, dan memiliki SDA kurang lebih sama ex. Timah, batu bara dll. (tidak bicara jumlah)

    Baik China dan Indonesia saling mengisi baik eksport dan import, bila kita eksport barang UMKM kita ke sana, kalah jauh, malah justru barang dari sana yg kemari.

    Lalu barang apa yg dominan dieksport ke sana.? Kemampuan pendanaan China mampu menyerap SdA kita, misalnya coal( batu bara), China punya juga coal, tapi tidak diolah maximal, mereka lebih baik import dari luar, karena view China cadangan SDA disana sbg "tabungan".

    China mampu membuat bahan baku menjadi product jadi, yg langsung punya nilai jual/ nilai lebih, pemasarannya? dunia high tech internet yg bantu..  kita juga mampu dan banyak, hanya sayang dari sisi promosinya...

    Kakau sbg bahan baku coklat, yg saya ketahui kakau lebih banyak dieksport sbg bahan baku ketimbang dilakukan fermentasi hingga menjadi coklat jadi, sehingga diharapkan menjadi nilai tambah nilai ekonomisnya, sisanya promosi...

    jika bahan baku pertanian diarahkan pada fermentasi produk, lain lagi bila hasil tambang mereka menyebutnya smelter, semacam pemurnian untuk kadarnya. Dan mgkn yg berkaitan lebih paham dari saya.

    Bagaimana kita punya lahan yg cukup besar tapi masih import beras dari Thailand, dn negara lainnya, salah satunya  SDA pembebasan lahan dan pergantian lahan pertanian menjadi lahan sawit.

    Menurutku, kita bisa optimis dan mampu, kita bisa belajar juga.. bagaimana China bisa sebagai negara maju.

    ☺️

  • 19 Februari

    Tahun 2020 yang lalu pabrikan briket kalang kabut karena kekurangan bahan baku areng batok kelapa, akibat dari adanya eksport langsung buah kelapa dari daerah-daerah penghasil kelapa di Indonesia.

    Jika keadaan terus begitu, maka lama kelamaan banyak pabrik briket areng batok di Indonesia yang gulung tikar. Sementara negara yang mengimport kelapa dari Indonesia, akan menikmati berbagai keuntungan dari pengolah bagian-bagian biji kelapa, menjadi produk jadi yang dijual dengan harga lebih tinggi tentunya.

    Semoga di tahun 2021 ini tidak ada lagi izin diberikan untuk mengeksport kelapa keluar dari negara Indonesia.

  • 19 Februari

    DAMAS641 tulis:

    Tahun 2020 yang lalu pabrikan briket kalang kabut karena kekurangan bahan baku areng batok kelapa, akibat dari adanya eksport langsung buah kelapa dari daerah-daerah penghasil kelapa di Indonesia.

    Jika keadaan terus begitu, maka lama kelamaan banyak pabrik briket areng batok di Indonesia yang gulung tikar. Sementara negara yang mengimport kelapa dari Indonesia, akan menikmati berbagai keuntungan dari pengolah bagian-bagian biji kelapa, menjadi produk jadi yang dijual dengan harga lebih tinggi tentunya.

    Semoga di tahun 2021 ini tidak ada lagi izin diberikan untuk mengeksport kelapa keluar dari negara Indonesia.

    Mirip kasus diberikannya ijin atas ekspor bauksit ke PT Aneka Tambang, Bang.

    Mereka dapat ijin per akhir Januari 2021.

    Makin lama makin banyak bahan yang dalam kondisi mentah diekspor, berujung kita mengimpor hasil dari pengolahan bahan mentah tersebut.

    Untungnya larangan ekspor nikel diberlakukan tahun lalu, dan akhirnya Tesla terpaksa mempertimbangkan konstruksi pabrik untuk pembuatan baterai di Indonesia.

  • 19 Februari

    Dan mirip lagi negara-negara lain import kopi dari Indonesia, dan oleh salah satu coffeehouse company terkenal meracik, mengolah dan menjual nya dengan sentuhan tangan barista dan suasana cozy interiornya menghasilkan secangkir kopi yang cukup merogoh kantong jika diminum tiap hari. :-D

    DIMAS604 tulis:

    Mirip kasus diberikannya ijin atas ekspor bauksit ke PT Aneka Tambang, Bang.

    Mereka dapat ijin per akhir Januari 2021.

    Makin lama makin banyak bahan yang dalam kondisi mentah diekspor, berujung kita mengimpor hasil dari pengolahan bahan mentah tersebut.

    Untungnya larangan ekspor nikel diberlakukan tahun lalu, dan akhirnya Tesla terpaksa mempertimbangkan konstruksi pabrik untuk pembuatan baterai di Indonesia.

26 – 35 dari 35    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2Kirim tanggapan