Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Apa yang membuat kalian akhirnya memutuskan untuk menikah?

ForumPersahabatan dan hubungan

26 – 44 dari 44    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2Kirim tanggapan

  • 1 Januari

    1.Ada org berjuang keras,namun hanya rezekinya tidak sehebat kerja kerasnya sehingga kemapanan belum menjadi miliknya.pria seperti ini type pria yg mantap untuk pernikahan.mungkin saja rezekinya meningkat setelah berkeluarga

    2.Ada org berjuang keras dan memiliki penghasilan yg mapan namun managemen keuangan sangat buruk juga bisa berhasil setelah menikah dan menyerahkan managemen kepada istrinya.

    3.ada org yg berjuang keras dan penghasilan mapan namun tidak punya apa2 sebab gaya hidup yg buruk misal.tukang judi,mabuk,dll...berfikir keras utk menikah dgn pria type ini.

    4.ada org hidup pas2an karena memang malas berjuang.seorang yg hanya mengandalkan kata2 romantis utk mencapai pernikahan.wanita yg menikah dgn nya siap2 jadi Bapak sekaligus ibu rumah tangga yg tiap hari makan hati.Siap2 banting tulang,banting lemak,banting pintu,jendela,piring dan sebagainya.

    Setiap kali anda menanyakan kenapa tidak bekerja?pasti jawabannya adalah jawaban klise pria2 pemalas seantero dunia.begini jawabannya."dari awal kan kamu sudah aq beritahu kalo aq tidak punya apa2 dan tidak punya penghasilan". Percaya gaes....ini tuh lebih seram dr kuburan.😜😜

    Nah....silahkan pilih tipe mapan mana yg akan dicari?🙄🙄🙄

  • 1 Januari

    ANTONIUSRG534 tulis:

    1001 cwe kayak gitu om bos,palg cantik wah penuh tanda tanya???

    Klo cwe bicara kayak gitu harus tanda ??

    Klo bs pelajari dl sifatnya mas dan kasih keluar sifat aslinya,baik anda dan pasangan dgn cara situ,apakah anda mampu nantinya menjalani sifat jeleknya saat brumah tangga krn rumah tangga saya lihat penuh dengan keegoisan dan kecemburuan????

    Biar tdk gagal dlm pernikahan..

    Krn cinta itu buta...

    Maaf pangalaman dr teman

    Klo pribadi blom pernah menikah,hehe

    Setiap manusia pasti punya kekurangan mas anton, betul banget. Cuma ya kembali kita cari pasangan itu kan bukan cuma menerima kelebihan tapi juga kekurangan, otomatis selama kekurangannya sebatas wajar yang bisa diterima seharusnya sih tidak masalah.

    Saya tau kekurangannya, yang mungkin saya tidak bisa ungkapkan disini karena bersifat private namun saya masih bisa menerima itu.

    Mungkin bisa dishare mas pengalamannya klo ga keberatan, siapa tau bisa jadi pembelajaran juga buat teman-teman JK disni

  • 1 Januari

    LINDA299 tulis:

    1.Ada org berjuang keras,namun hanya rezekinya tidak sehebat kerja kerasnya sehingga kemapanan belum menjadi miliknya.pria seperti ini type pria yg mantap untuk pernikahan.mungkin saja rezekinya meningkat setelah berkeluarga

    ..

    Nah....silahkan pilih tipe mapan mana yg akan dicari?🙄🙄🙄

    Wah mba Linda udah bikin klasifikasi tertentu buat pria ya, saya tidak tau masuk kategori yang mana. Karena bukan saya yang seharusnya menilai diri saya tapi saya meyakini bukan termasuk Pria ke 3 atau ke 4 hehee.

    1 Januari diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 1 Januari

    Tambahan..mengandalkan kata2 romantis dan kata2 rohani 😅😅. Mangnya ada ya to cwek (apalagi cewek batak) yg milih cwok tipe ini, yg tidak bekerja 😓😓

    LINDA299 tulis:

    4.ada org hidup pas2an karena memang malas berjuang.seorang yg hanya mengandalkan kata2 romantis utk mencapai pernikahan.wanita yg menikah dgn nya siap2 jadi Bapak sekaligus ibu rumah tangga yg tiap hari makan hati.Siap2 banting tulang,banting lemak,banting pintu,jendela,piring dan sebagainya.

    Setiap kali anda menanyakan kenapa tidak bekerja?pasti jawabannya adalah jawaban klise pria2 pemalas seantero dunia.begini jawabannya."dari awal kan kamu sudah aq beritahu kalo aq tidak punya apa2 dan tidak punya penghasilan". Percaya gaes....ini tuh lebih seram dr kuburan.😜😜

    Nah....silahkan pilih tipe mapan mana yg akan dicari?🙄🙄🙄

  • 2 Januari

    Mantap

    STEFANUS482 tulis:

    Wah mba Linda udah bikin klasifikasi tertentu buat pria ya, saya tidak tau masuk kategori yang mana. Karena bukan saya yang seharusnya menilai diri saya tapi saya meyakini bukan termasuk Pria ke 3 atau ke 4 hehee.

  • 2 Januari

    Memilih calon pasangan hidup itu cewek harus rela repot2 menjadi detektif untuk cari informasi mengenai si pria dr berbagai narasumber😜

    MANUNTUN864 tulis:

    Tambahan..mengandalkan kata2 romantis dan kata2 rohani 😅😅. Mangnya ada ya to cwek (apalagi cewek batak) yg milih cwok tipe ini, yg tidak bekerja 😓😓

  • 2 Januari

    kalo lelakinya udah jelas.. jelas wujudnya.. ahh sudahlah..

  • 2 Januari

    LINDA299 tulis:

    Memilih calon pasangan hidup itu cewek harus rela repot2 menjadi detektif untuk cari informasi mengenai si pria dr berbagai narasumber😜

    MANUNTUN864 tulis:

    Tambahan..mengandalkan kata2 romantis dan kata2 rohani 😅😅. Mangnya ada ya to cwek (apalagi cewek batak) yg milih cwok tipe ini, yg tidak bekerja 😓😓

    Laki-laki perlu melakukan hal yang sama ga Mba ?

  • 2 Januari

    SRI684 tulis:

    kalo lelakinya udah jelas.. jelas wujudnya.. ahh sudahlah..

    Jadi yang penting jelas saja wujudnya dulu ya, hehehe

  • 2 Januari

    Utk membuktiken rasa penasaran atas kata chrisye ttg keindahan n kenikmatan malam pertama,bukan malam ngelanjutin lho ya..

    ** Malam pertama - chrisye **

    Ku tidur didalam pelukmu diantara rambut yg terurai..

    Kau berikan semua sepenuh jiwa..dirimu cintamu dan segalanya untukku...

  • 2 Januari

    Hehehe.. Yaa ga cuma itu aja sih.. selain jelas wujudnya banyak hal jg yg harus jelas dan diperjelas..

    STEFANUS482 tulis:

    Jadi yang penting jelas saja wujudnya dulu ya, hehehe

  • 2 Januari

    Perlu jg tpi bukan detektif perilaku dan kemapanan sebab seyogianya tulang punggung itu laki2.wanita perlu di cari informasi nya tentang kemampuan sebagai seorang ibu rumah tangga yg baik dalam managemen dan kepengurusan rumah tangga 😁😁😁

    STEFANUS482 tulis:

    Laki-laki perlu melakukan hal yang sama ga Mba ?

  • 2 Januari

    Apa yg membuat akhirnya sy yakin untuk menikah....nyambung pembicaraan, hati udah cocok, pas pdkt orgnya baik jujur dan setia juga perhatian...dan stlh di bw dlm doa dan Tuhan memberikan petunjuk bahwa dialah jodohku....saya mau utk diajak menikah........

  • 2 Januari

    Kalau saya lihat dari 3 pertanyaan tsb, diskusinya tidak jauh diarahkan soal materi atau kemapanan (ekonomi), saya coba kembangkan, apakah hal itu harus menjadi persyaratan mutlak untuk memutuskan menikah?

    Kiranya siapa yg bisa menilai kemapanan seseorang, jika sang pria merasa dirinya cukup mapan, tapi mungkin bagi sang wanita merasa si dia belum mapan. Apakah wanita tsb juga dapat mewakili penilaian semua wanita?

    Apa sih kategori dikatakan seseorang itu mapan?

    Apakah kemapanan ada nominalnya?

    Tujuannya agar tidak bias, dan mas Stef tidak terkurung semata mata hanya diukur harus memiliki rumah atau/dan kendaraan, (ceritanya lain lagi apa baru atau bekas), contoh sederhana misalnya orang tsb didesanya telah memiliki rumah, kendaraan dan sawah, dll.  Saat dirinya mengklaim merasa cukup mapan dilingkungannya, apakah akan dianggap mapan oleh calon pasangannya, dengan mempertimbangkan gaya hidup ybs, calonnya sbg kaum urban, biaya hidup antara kota dan kota lain pun bisa berbeda, dll. Jadi tolak ukur mapan yg bagaimana seharusnya, atau ada sesuatu hal lain yg mungkin bisa meyakinkan calonnya, untuk membuang keragu-raguan mas Stef tsb diatas soal mapan/materi.

    STEFANUS482 tulis:

    Ketika ada sebuah keputusan;

    “Pernah ada seorang wanita menilai: Saya memilih kamu tanpa melihat materi ataupun keadaan kamu, yang terpenting adalah komitmen dalam membangun rumah tangga sesuai dengan jalan tuhan”

    ...

    3. Bagaimana pandangan kalian tentang perempuan tersebut?

    2 Januari diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 2 Januari

    sukak komen ini..

    walaupun agak menafsirkan sendiri beberapa istilahnya..hahaha

    Mau kasih pandangan sedikit dari topiknya, perempuan seperti itu ada hanya aja kurang dari 1% dan balik lg ke usia dan tingkat kemapanannya si perempuan..

    Coba kalau pasangan yg sdh mengenal dari jaman kuliah/sekolah,lalu bekerja dan melanjutkan ke tingkat pernikahan biasanya yah gak terlalu byk kriteria krn sama2 menapaki semua dri awal yg penting saling kasih&bertanggung jawab..

    Beda dgn yg baik pria/wanita yg baru mengenal stelah mereka sdh lebih mapan secara gak sadar akan pasang standard kriterianya jg,walaupun kadang di mulut suka bilang gak lah kan aku jg sdh bekerja gpp kalau psanganku biasa aja,tapi nyatanya gak semuanya akan seperti itu..Tapi sekali lg bukannya gak ada hanya saja sangat sedikit..Ini gak hnya berlaku pada wanita yah,pada pria pun jg loh,gak jarang pria yg jg menilai wanita dri sisi income nya jg, supaya gak merepotkan dirinya sebagai kepala rumah tangga mungkin.. :) tapi buatku kasih, komitmen n tanggung jawab itu udah cukup sih..Sebenernya ada aj kok yg udah bener2 kasih (entah itu ketertarikan atau rasa syg) bisa menerima kekurangan pasangannya, walaupun kesannya ada yg bilang tolol mgkin ya,tapi yah kalau merekanya bahagia,ngapain pusingin pandangan org kan...Gbu all,maaf kalau ada perbedaan pandangan,hehe

    VEKA741 tulis:

    Di saat santuy nan gabut, terlebih selagi aku senggang, aku mau jawab ataupun berkomentar sehubungan dengan pernyataan dan pertanyaan yang diajukan saudara

    ...

    Planet pribadi ? Sepele ! Tapi kalau di pikir buat apa juga aku minta planet pribadi, mau jadi adam yang baru dalam kisah lama yang terulang sama pada akhirnya.

    Nah . . Apalah artinya jika aku cuma minta pasangan hidup pada Bapa Sorgawi ?

    Dimana letak tingkat kesusahannya bagi Bapa Sorgawi jika sudah waktuNYA ?

    2 Januari diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 2 Januari

    Junior mà menyimak sajalaa"👀

    MAREL651 tulis:

    sukak komen ini..

    walaupun agak menafsirkan sendiri beberapa istilahnya..hahaha

    ...

    ..Sebenernya ada aj kok yg udah bener2 kasih (entah itu ketertarikan atau rasa syg) bisa menerima kekurangan pasangannya, walaupun kesannya ada yg bilang tolol mgkin ya,tapi yah kalau merekanya bahagia,ngapain pusingin pandangan org kan...Gbu all,maaf kalau ada perbedaan pandangan,hehe

    2 Januari diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 2 Januari

    kalau menurut saya, siap menikah ketika masa single-ness yg dijalani sudah full happy dan yg isi full "the empty space" itu Tuhan. jgn ada sakit hati, jgn ada dendam masa lalu. what is done, its done.

    proses yg Tuhan kasih utk bikin saya happy and make me full of His presence sejauh ini cukup membuat saya inhale exhale sih.

    kapan seseorang dikatakan siap utk menikah ya ketika dia berani quote - ing itu dari awal. krn gak mungkin manusia normal berkata tanpa berpikir. artinya pikiran sudah ada, perkataan sudah ada, tinggal perbuatan nya yang ditunggu.

    harus kita nya yg memantaskan diri untuk layak masuk dalam ranah pernikahan. memantaskan diri secara jasmani, rohani, materi. kitanya dulu yg berubah, nanti Tuhan pasti kasih yg sepadan. misal : saya gak mau pria saya nanti tangannya bandel suka raba raba ~ yaa pihak wanitanya memantaskan diri berpakaian, mulai jaga kualitas diri baik. saya mau pria yg suka olahraga ~ lah kamu aja males malesan, masa ntr dia olahraga kamu malah jajan makanan.

    kadang orang suka dengan mudahnya bilang "takut akan Tuhan" tapi lupa secara spesifik takut akan Tuhan yg seperti apa sih. takut Tuhan pasti tanggung jawab, dia menjauhi dosa (ingat Yusuf sewaktu digodai istri raja di jamannya, istri raja gak mungkin jelek, pasti sgt cantik ~ tapi dia tau klo dia diam yaa bakal jatoh juga, jdi dia buat aksi), gak selalu harus kaya raya tapi saya yakin kalo dia rajin, ulet, pekerja keras maka ada hari dimana dia akan tuai apa yg dia tabur. jadi harus bikin spesifik value takut akan Tuhan yg seperti apa. misal saya gak bisa tolerir sedikitpun sifat : msh suka nonton video / media porno, pemalas, perokok. tapi sifat hmm...suka telat, over protective, kurang sabar / suka marah itu saya masih bisa tolerir di batas tertentu. kita yg tau kita bisa/ngga sama org yg model A - B - C.

    the last but not least, DOA. sepele tp ini yg punya pengaruh paling besar. bukan lagi doa yg "Tuhan klo ini jodohku dekatkan yaa, klo bukan hempaskan" ~ eh pas dihempaskan malah nangis sendiri. ganti doanya dgn tanya "God is he/she the one for me? lead me...give me Your favor...teach me..." asking Him everytime, dan Tuhan pasti bertindak. banyak hal, bisa lewat mimpi, lewat sifat aslinya, lewat masa lalunya, lewat tingkah lakunya.

    biar gak salah pilih orang utk temani kita seumur hidup. krn pasangan dan hubungan yg baik pasti God be the center of their relationship. bukan artinya nanti gak ada masalah di hubungan yaa, tapi setiap masalah bakal terlalui lebih smooth dibanding orang yg gak takut Tuhan.

    harus sama sama dewasa pikiran (tau bahwa inti pacaran utk menikah, bukan buat aneh2 ~ dating his/her character, buka mata lebar2 di masa ini) dan perbuatan sih, dan harus ketemu chemistry nya dulu.

    gitu kira2. klo kepanjangan atau beda pendapat, sorry yaa. good luck semuanya. God bless us 😇😇😇

  • 2 Januari

    Sejalan dengan cara berpikir mba yg sudah matang dan sepertinya sudah siap dilamar.

    Betul sekali mba karena setiap orang punya pilihan berbeda dan kita sendiri yg tau ada sifat yg bisa ditolerir dan ada yg tidak bisa. Misal saya, sifat manja, tampil modis, cemburu dan moody masih bisa ditolerir dibatas tertentu tpi tidak untuk sifat jabiron, kegatelan, mudah percaya gosip daripada tabayun atau mencari tau info yg sebenarnya dan susah dibilangin atau diarahkan 😆😅. Ya benar karena saat pacaran disarankan buka mata lebar2 dan ketika sudah menikah tutup mata rapat2.

    GABYS080 tulis:

    kalau menurut saya, siap menikah ketika masa single-ness yg dijalani sudah full happy dan yg isi full "the empty space" itu Tuhan. jgn ada sakit hati, jgn ada dendam masa lalu. what is done, its done.

    ...

    gitu kira2. klo kepanjangan atau beda pendapat, sorry yaa. good luck semuanya. God bless us 😇😇😇

    2 Januari diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 14 Januari

    MANUNTUN864 tulis:

    Sejalan dengan cara berpikir mba yg sudah matang dan sepertinya sudah siap dilamar.

    Betul sekali mba karena setiap orang punya pilihan berbeda dan kita sendiri yg tau ada sifat yg bisa ditolerir dan ada yg tidak bisa. Misal saya, sifat manja, tampil modis, cemburu dan moody masih bisa ditolerir dibatas tertentu tpi tidak untuk sifat jabiron, kegatelan, mudah percaya gosip daripada tabayun atau mencari tau info yg sebenarnya dan susah dibilangin atau diarahkan 😆😅. Ya benar karena saat pacaran disarankan buka mata lebar2 dan ketika sudah menikah tutup mata rapat2.

    Mas nya siap melamar ga ??

26 – 44 dari 44    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2Kirim tanggapan