Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Teachers... Let's discuss here ⬇️

ForumCampur-campur

51 – 69 dari 69    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3Kirim tanggapan

  • RIRIIEN028

    16 Mei 2020

    Bingung. Pinoy itu artinya apa ya? Adakah yg bs menjelaskan?

  • HANA953

    21 Mei 2020

    Mungkin ada yg pingin mendalami...

    Let US try, thats free, you Would get e.certificate...

    global.oup.com/education/conte ... cess/?region=uk

  • HANA953

    21 Mei 2020

    Jika tidak salah sis R028.

    Pilipine x yahhhhhh

    RIRIIEN028 tulis:

    Bingung. Pinoy itu artinya apa ya? Adakah yg bs menjelaskan?

  • ZEGA376

    22 Mei 2020

    RIRIIEN028 tulis:

    Bingung. Pinoy itu artinya apa ya? Adakah yg bs menjelaskan?

    Orang Filipina

    (dalam bahasa gaul).

  • RIRIIEN028

    26 Mei 2020

    Oh gitu ya. Trima kasih penjelasannya bro Zega376 dan sis Hana953. Salam kenal.

  • 10 November

    So happy finding this thread ...Ternyata ada bnyak member JK yang jadi guru. Sharing donk selama pandemi gimana ngajar nya. Sudah PTM atau masih blended learning?

  • 10 November

    Guru2 jaman ini dipaksa harus beradaptasi. Kenyataannya itu tidak mudah. (not a teacher here but once being an aducator myself in academic realm).

    Banyak hal yang masih memprihatinkan dalam sistem kita yang tidak mendorong suatu ekosistem pendidkan yang memadai dan diharapkan. Pada saat 'dipaksa' oleh pandemik untuk berubah, maka banyak yang belum siap, bahkan terseok2.(yang paling banyak terdampak adalah orang tua, murid dan para guru itu sendiri)

    Lebih dari 10 tahun yang lalu (jauh sebelum pandemik) kami bersama teman2 di suatu institusi telah menyadari hal ini dan coba mengatisipasinya. Olehnya bagi kami situasi ini tidak terlalu mengagetkan. Sayangnya penerapannya sangat terbatas pada level tertentu dan komunitas tertentu pula. (karena belum di endorse olh pemerintah dlm sistem pendidikan kita.)  Memang sangat memprihatinkan, tapi para guru punya tanggung harus segera mengupgrade diri (I know there are much talks about it.. but IT is easier SAID than DONE !) O:)      

    11 November diubah oleh CRISTIANO501

  • 11 November

    Peran orang tua dalam pendidikan memang sangat penting bahkan menentukan karena pendidikan awal anak itu dimulai dari rumah, dan "gurunya" adalah orang tua.
    Tapi ketika anaknya diberi tindakan disekolah karena melanggar,orang tua protes bahkan ngamuk, alasan perlindungan anak. Mereka lupa bahwa dlm uu perlindungan anak itu orang tua wajib dan bertanggungjawab memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti kepada anak yang mana itu menjadi salah satu poin utama kurikulum pendidikan d Indonesia skrg.
    Tp mindset org tua siswa itu jg berbeda,trbukti ketika anak mereka "dihukum", ada org tua yg protes dan tidak terima,tp ada juga yg "berterimakasih" karena telah membantu mendidik anaknya.
    Di awal-awal masa pandemi ketika harus belajar dari rumah,kita bisa menyaksikan betapa banyak kejadian orang tua yang "kewalahan" untuk mengajar,mendidik,dan membinmbing "anaknya sendiri" sehingga harus melakukan tindakan kekerasan kepada anaknya.
    Dari kejadian itu harusnya orang tua menyadari bahwa tugas seorang guru itu bukanlah hal yang remeh dan sepele.
    Tapi yg terjadi, banyak yg menganggap bhwa pendidikan dan kualitas seorang anak itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab guru dan sekolah, sehingga menganggap peran orang tua adalah hanya utk memenuhi kebutuhan "keuangan" anaknya.
    Semoga kedepannya "semua" orang tua sepemahaman bahwa tanggungjawab itu harus ditanggung "bersama" oleh semua pemangku kepentingan,bukan hanya sekolah-khususnya guru-.

    RONNY542 tulis:

    Ini topik menarik tentang pendidikan. Saya bukan guru, tapi saya mau share sedikit mengenai perbedaan cara didikan guru dan ortu jadul dibandingkan dengan didikan guru dan ortu jaman now.

    Kenapa guru dan ortu jadul banyak yang didikannya keras dan disiplin ? Karena mereka punya kesamaan visi : untuk anak sampai usia pubertas, disamping nasehat juga harus disiplin dan disertai punisment (karena seusia itu mereka susah/belum mengerti arti hidup yang sesungguhnya). Hal ini juga saya alami sedari kecil terutama mengenai ibadah ( ga ke gereja kena rotan). Manfaatnya saya baru mengerti sdan rasakan setelah dewasa dan saya sangat bersyukur dengan cara begitu setelah dewasa, saya rajin dan jarang telat ke Gereja .Guru jaman dulu berani menghukum murid dengan "Penggaris"/ dengan keras karena memang dikasih " Angin" oleh ortunya. Mindset ortu dulu, biar anak sendiri kalau salah/ bandel ya harus dihukum. Mindset ortu zaman now : Biar anak salah tetap dibela, jadi anak zaman now banyak yang manja dan besar kepala dan Guru takut kasih punishment.

    Setelah dewasa saya baru menyadari dan terharu akan jasa seorang guru ( Dulu saya  waktu SMP nakal banget, sering melecehkan guru, nyesel banget saya sekarang), padahal merekalah yang pertama mengajari kita berhitung, membaca, dll.

    Untuk semua guru di forum ini : Kalian adalah benar benar Pahlawan tanda jasa yang terkadang sering dilupakan orang. Teruslah mengabdi dengan tulus dan biarlah Tuhan di atas sana yang membalas segala kebaikan kalian.

    Salam Damai

    Tuhan Memberkati

  • 11 November

    Masuk ke forum ini karena ingin menyampaikan kata salut kepada para bapak / ibu guru semua. Kalian luar biasa.

    Pernah beberapa bulan (7-8 bulan) menjadi guru, tapi ngga kuat. Ngga sabaran dalam mengajar. Pengennya sekali-dua kali diajarkan harus dan wajib mengerti (otak dipakek), plus yang badung-badung ngga mau alias malas belajar. Ada celetukan dulu waktu saya sekolah dari guru "Ketawa ketawa belajar bodoh" sangkin kesalnya guru tersebut kepada kami siswa-siswanya dan saat itu pengen mengatakan hal itu lagi ke siswa-siswa tp masih ngga sampai hati jg.:-D

    Saat pandemic ini, orang tua pun bertindak sebagai guru bagi anak-anaknya. Saban hari mendengar orang tua yang marah-marah sama anak-anaknya pada saat ngajar anaknya. Mengerti sih, ibu nya udah capek masak, nyuci, ngurus dagangan atau yang laen dan harus ngajar pula anak-anaknya yang mungkin sebenarnya masih pengen maen bukan serius belajar. Ngga semua anak sih yang pengen dan ngotot belajar.

    Sekalagi lagi terima kasih para guru-guru.

  • 11 November

    Absolutely right....

    Sejak pandemi pertengahan tahun lalu hingga sekarang, segala cara dilakukan supaya anak2 mendapatkan pendidikan yang layak, dan kami (guru) dituntut untuk mampu berinovasi agar anak2 tidak jenuh. Tapi bersyukur dari sini jadi belajar banyak. Selama pandemi mau ga mau harus otak-atik aplikasi powtoon, canva, fillmora, sketch, animaker dan masih bnyak lagi hanya untuk membuat video pembelajaran, mengoperasikan LMS, belum lagi menggunakan 2 kamera dan clip on mic selama blended learning karena sekali mengajar, harus bisa menjangkau siswa yang dirumah dan dikelas sekaligus. Trkadang kasihan sama guru2 senior jadi harus extra sabar ngajarin satu2.

    CRISTIANO501 tulis:

    Guru2 jaman ini dipaksa harus beradaptasi. Kenyataannya itu tidak mudah. (not a teacher here but once being an aducator myself in academic realm).

    Banyak hal yang masih memprihatinkan dalam sistem kita yang tidak mendorong suatu ekosistem pendidkan yang memadai dan diharapkan. Pada saat 'dipaksa' oleh pandemik untuk berubah, maka banyak yang belum siap, bahkan terseok2.(yang paling banyak terdampak adalah orang tua, murid dan para guru.)

    Lebih dari 10 tahun yang lalu (jauh sebelum pandemik) kami bersama teman2 di suatu institusi telah menyadari hal ini dan coba mengatisipasinya. Olehnya bagi kami situasi ini tidak terlalu mengagetkan. Sayangnya penerapannya sangat terbatas pada level tertentu dan komunitas tertentu pula. (karena belum di endorse olh pemerintah dlm sistem pendidikan kita.)  Memang sangat memprihatinkan, tapi para guru punya tanggung harus segera mengupgrade diri (I know much talk about this.. but IT is easier SAID than DONE !) O:)      

  • 11 November

    Huge thanks for the compliment, kak 🤗

    Yap...As the homeroom teacher, I know the parents' burden. They have long working hours but still need to watch over their kids tapi ya kembali lagi, keberhasilan pendidikan anak bukan tanggung jawab salah satu pihak aja tapi btuh ada kerjasama antara guru dan ortuSAURIA580 tulis:

    Masuk ke forum ini karena ingin menyampaikan kata salut kepada para bapak / ibu guru semua. Kalian luar biasa.

    Pernah beberapa bulan (7-8 bulan) menjadi guru, tapi ngga kuat. Ngga sabaran dalam mengajar. Pengennya sekali-dua kali diajarkan harus dan wajib mengerti (otak dipakek), plus yang badung-badung ngga mau alias malas belajar. Ada celetukan dulu waktu saya sekolah dari guru "Ketawa ketawa belajar bodoh" sangkin kesalnya guru tersebut kepada kami siswa-siswanya dan saat itu pengen mengatakan hal itu lagi ke siswa-siswa tp masih ngga sampai hati jg.:-D

    Saat pandemic ini, orang tua pun bertindak sebagai guru bagi anak-anaknya. Saban hari mendengar orang tua yang marah-marah sama anak-anaknya pada saat ngajar anaknya. Mengerti sih, ibu nya udah capek masak, nyuci, ngurus dagangan atau yang laen dan harus ngajar pula anak-anaknya yang mungkin sebenarnya masih pengen maen bukan serius belajar. Ngga semua anak sih yang pengen dan ngotot belajar.

    Sekalagi lagi terima kasih para guru-guru.

  • 11 November

    NATALIE402 tulis:

    Absolutely right....

    Sejak pandemi pertengahan tahun lalu hingga sekarang, segala cara dilakukan supaya anak2 mendapatkan pendidikan yang layak, dan kami (guru) dituntut untuk mampu berinovasi agar anak2 tidak jenuh. Tapi bersyukur dari sini jadi belajar banyak. Selama pandemi mau ga mau harus otak-atik aplikasi powtoon, canva, fillmora, sketch, animaker dan masih bnyak lagi hanya untuk membuat video pembelajaran, mengoperasikan LMS, belum lagi menggunakan 2 kamera dan clip on mic selama blended learning karena sekali mengajar, harus bisa menjangkau siswa yang dirumah dan dikelas sekaligus. Trkadang kasihan sama guru2 senior jadi harus extra sabar ngajarin satu2.

    Like it or not.. that is the way the system goes in the current learning process. Ini lah disrupsi yang paling 'menakutkan' bagi para guru2 yg kurang siap.  Beban bawaan dari sistem sebelumnya, menghasilkan kualitas guru2 yang memang harus berbenturan dengan kesulitan2 pendidikan jaman ini. Istilah garbage in garbage out masih sedang terjadi. Mau gak mau harus intervensi dalam perekrutan.

    Sebagai contoh: suatu saat aku perjalanan kesuatu tempat, kecapean aku mengajak ponakan ku membantu menjadi driver. Saat itu jam belajar online (ponakan yg sangat baik ku ini tidak pernah menolak jika urusan dimintai bantuan), maka dia memasang handphone nya di dashboard dpn.. nyetir sambil ikuti pelajaran.. 2 thumps up for him,  I was sitting at the front seat. Jadi sepanjang perjalanan, tak bisa dihindari aku juga mengikuti proses belajar yang berlangsung, tanpa di ketahui guru tentunya. Hampir sepanjang jalan aku hrs banyak geleng2 kepala 8-o. Is that the 'frontpage' of teachers in Indonesia?

    Dalam situasi itu aku belajar dan merenungkan sesuatu hal berharga yang blm ku jumpai dalam tulisan2 tentang pendidikan masa kini. Sistem yg memaksa utk dunia pendidikan beradaptasi dengan suatu sistem dgn paradigma baru yang bisa menyurutkan nyali para guru yang tidak siap. Siapa tau saat presentasi pembelajaran mu di ujung sana sedang duduk sorg profesor Adragogi yg turut merancang sistem yg sedang anda ajarkan (just a piece of an example). This surely be a bit intimidating unless you are determined to upgrade in various areas of teaching..  

    Wish teachers all the best.  

    11 November diubah oleh CRISTIANO501

  • 11 November

    Biar pada ketawa ketiwi:😂😂

    11 November diubah oleh SAURIA580

  • 11 November

    Nah, gimana lagi ya bapak / ibu guru yang juga punya anak-anak daring dari rumah, ngga kebayang rempongnya.

    Contoh dari kaum ku wanita: pagi² kudu bangun lebih awal lanjut masak, nyuci, nyiapin suami dan anak²nya makan lalu online ngajarin anak² di sekolahnya. Dan pasti anaknya juga akan minta perhatian diajarin sama mama nya belajar. Anak kan cuma ngerti lah mama kan guru, ajarin saya dong. Nah loh.... Ok nyambi ajarin anak²nya lanjut ngajar lagi dan memeriksa hasil murid²nya balik lagi ngajarin anaknya. Besok pagi bangun lebih awal lagi dan begitulah ritme si ibu setiap hari.

    Si ibu ngga sempat dandan, ngga sempat perawatan sementara suami ngotot minta istrinya tampil cantik dan menawan.

    Nah loh...

    Makanya as I said early salut ku buat para guru² di dunia. Kalian luar biasa. Krn sdh merasakan jadi guru dan for me it is pain, menguras tenaga, psikis.

    TOMAANI541 tulis:

    Peran orang tua dalam pendidikan memang sangat penting bahkan menentukan karena pendidikan awal anak itu dimulai dari rumah, dan "gurunya" adalah orang tua.

    Tapi ketika anaknya diberi tindakan disekolah karena melanggar,orang tua protes bahkan ngamuk, alasan perlindungan anak. Mereka lupa bahwa dlm uu perlindungan anak itu orang tua wajib dan bertanggungjawab memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti kepada anak yang mana itu menjadi salah satu poin utama kurikulum pendidikan d Indonesia skrg.

    Tp mindset org tua siswa itu jg berbeda,trbukti ketika anak mereka "dihukum", ada org tua yg protes dan tidak terima,tp ada juga yg "berterimakasih" karena telah membantu mendidik anaknya.

    Di awal-awal masa pandemi ketika harus belajar dari rumah,kita bisa menyaksikan betapa banyak kejadian orang tua yang "kewalahan" untuk mengajar,mendidik,dan membinmbing "anaknya sendiri" sehingga harus melakukan tindakan kekerasan kepada anaknya.

    Dari kejadian itu harusnya orang tua menyadari bahwa tugas seorang guru itu bukanlah hal yang remeh dan sepele.

    Tapi yg terjadi, banyak yg menganggap bhwa pendidikan dan kualitas seorang anak itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab guru dan sekolah, sehingga menganggap peran orang tua adalah hanya utk memenuhi kebutuhan "keuangan" anaknya.

    Semoga kedepannya "semua" orang tua sepemahaman bahwa tanggungjawab itu harus ditanggung "bersama" oleh semua pemangku kepentingan,bukan hanya sekolah-khususnya guru-.

  • 11 November

    Shalom, saya mengajar di tingkat paud usia 3-4 tahun. Metode saya untuk mengajarkan anak usia dini, harus dengan contoh. Terutama untuk mengajarkan tentang karakter. Misal nya untuk mengajarkan murd saya agar membuang sampah pada tempat nya, saya sebagai guru harus kasih contoh duluan, dengan membuang sampah di tempat sampah. Karna anak kecil jaman sekarang, lebih mudah diajarkan lewat tindakan dibanding dengan kata-kata saja. Karna pengaruh jaman yg makin maju, terutama jaman gadget ini

    CHARDE962 tulis:

    Shalom

    Happy Sunday 🙏

    Haiiii JKers

    Kalau kamu seorang pendidik Sharing dunk pengalamannya

    Pengalaman sekolah jaman dulu dgn sekarang katanya beda.

    Sharing gimana caranya ngajarin anak jaman now ....

    Dulu w sekolah msh ngerasain yg namanya penggaris mendarat di jemari kl kukunya panjang dll

    Oiya sebutin jg yaa kamu ngajar ditingkatan apa krn beda jenjang beda metode pengajaran nya ....

    Kl w ngajar di tingkatan SD

  • 11 November

    Saya bukan guru.

    Tapi karena pandemi, jadi guru dadakan dirumah. 😄.

    Rencana tinggal rencana. Sy tidak kasih hp, walau anak2 lain ada. Karena contoh kk sepupunya, sampai berkaca mata sblm kelas 4 SD krn mainan pad selalu.

    1 tahun awal PJJ, sy trial anak daring tetap menggunakan hp saya. Alias semua tugas, PR sampai ujian harian, uts dan uas dikerjakan kl sy sudah di rumah. Puji Tuhan gurunya mengerti. Pulang kantor. setelah bebenah dan makan malam atau sambil saya suapin, semua tugas sekolah di kerjakan.

    Puji Tuhan anak sy cepat mengerti setiap yg diajarkn gurunya dan mudah membaca instruksi dari buku Tema.

    Karena akhirnya diwajibkan ikut zoom dr sekolah. Saya sediakan 1 hp. Sy ajarkan ke anak, utamakan semua tugas diselekaikan dahulu baru bermain dll. Bisa saya cek apakah sudah dikerjakan/ belum dari histori gmailnya. Dan semua tugas dikumpulkan pada jam sekolah.

    Untuk mengontrol penggunaan hp berlebih. Setelah saya dirumah dan Sabtu Minggu, dilarang main hp. Kec. Sekolah Minggu. Jadi deh sy mulu digangguin. 😂😂😂

    Sempat anak sy dijadikan contoh ternyata oleh guru2nya. Kl sy kena meeting dan pulang malam,  tugas tetao dikerjakan sampai jam 12mlm. “Mami mandi aja, aku kerjakan tugas spt biasa. Kl tunggu besok malam nambh banyak, Mi.” Kt anak saya. Sedangkan teman2nya banyak beralasan banyak les, jadi tugas tidak bisa dikerjakan semua.

    Skr sudah mulai PTM, tp belum saya ijinkan. Semoga pandemi segera berakhir, jadi bisa sekolah lagi.

    Untuk teman2 para guru disini, TETAP SEMANGAT!!! 🦾💪🦾

  • Hari Kamis pukul 2:46

    Selamat Hari Guru buat para bapak / ibu guru yang ada di JK.

    Semangat yaaaa demi mendidik anak² negeri ini.

  • Hari Kamis pukul 2:51

    Thank you kakak 🤗🤗

    SAURIA580 tulis:

    Selamat Hari Guru buat para bapak / ibu guru yang ada di JK.

    Semangat yaaaa demi mendidik anak² negeri ini.

  • Hari Kamis pukul 3:09

    Happy Teacher's day for all teacher in JK

    Especially for my mom😍😘🌷

51 – 69 dari 69    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3Kirim tanggapan