Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

No Kid.. Apakah normal? Atau abnormal?

ForumCampur-campur

26 – 50 dari 110    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3 ... 5  Selanjutnya Topik ditutup

  • 22 Mei 2020

    Sejak usia masuk 40 tahun lebih saya juga sudah mulai melepaskan keinginan untuk memiliki anak. Buat saya itu pilihan saya, salah satu karena faktor usia yang beresiko. Itu menjadi hak dan pilihan menurut saya. Yang menjadi masalah bila seseorang ingin memiliki anak lalu ada hal tentang masalah kehamilan/persalinan/pengasuhan anak,  yang menghalangi keinginan tersebut, maka tentu  akan ada persiapan untuk mencapai keinginannya itu. Namun bila benar tidak ada keinginan ya..tidak ada yang harus diselesaikan. Jalani saja dan yg paling penting pasangan hidup nantinya juga memiliki pandangan yang sama tentang keinginan untuk tidak.memiliki anak.

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

  • ECHY268

    22 Mei 2020

    Kl baca ceritamu de ttg temanmu yg paranoid itu sepertinya dia terkena Psikosomatis atau gangguan cemas (anxiety) bahkan lbh parah karena takut pacarnya bunuh dia.

    Kl bisa, sarankan dia utk konsultasi ke psikiater segera sebelum berlarut-larut.

    Ke Psikiater bkn berarti gila lho...

    ECHA124 tulis:

    Paranoid sering membuat seseorang merasakan cemas, takut yang nerlebihan, kadang2 mau bunuh diri..saya dengar ceruta kakak yang parno karena covid bahkan saking anxietynya hanya ada membaca rrg suatu penyakit aja dia bisa ke dokter utk memeriksakan kesehatan nya, dan kawan saya yang suka parno dgn cowok yang sedang dekat dengannya khawatir mau mbunuhnya..sekilas kayak saya ga percaya dengan ini..tapi its real...karena saya kita bisa mengendalikan rasa paranoid itu sendiri..kita lah yang mengendalikan pemikiran2 kearah yg positif..walaupun kadang2 paranoid bisa disebabkan karena adanya trauma di masa kecil..contoh kawan saya sering dipukulin bapaknya paai rotan sedari kexil..sehingga dia merasa tertekan dan sampe skrg teringat itu..ada bekas luka yg tertinggal..

    Sist Mei harus banyak sharing sama saudara, teman yang membantu kamu utk pulih dr rasa paranoid itu..mana tau mereka bisa sharing kalo punya anak itu membhagiakan..shg sist mei jadi pingin lagi utk punya anak..

    Kalo saya punya anak ato ga punya anak bukan masalah..semua itu anugerah kok..tapi kalo pun sist mei mau meniah tp ga mau punya anak lebih prefer cari pasangan yang sama2 ga mau punya anak..apakah ini artinya ini pasangan yg sepadan? Bisa iya , kan sama2 menerima pasangan nya utk tidak punya anak..

    Hehehe panjang yahh..

    MEI240 tulis:

    Begitu ya... Memang secara umum pndpt org seperti itu..

    Berarti sy msk kat abnormal dong..

    Tp sy suka anak2.. hny sejak SMP  sy melihat film dokumenter persalinan paranoid smp skrg..😅😅

  • 22 Mei 2020

    Benarkah? Apakah hanya anak yang akan membuat manusia punya alasan untuk bertahan hidup? Lebih termotivasi bekerja? Tidak ada hal lain? Lalu bagaimana(andai saja) Anda benar2 tak bertemu belahan jiwa anda dan tak menikah? Anda tidak akan bisa bertahan hidup? Tidak termotivasi untuk bekerja? Tetapi ya balik lagi ke pandangan hidup masing2 orang tentang anak. Ini berarti Anda wajib memiliki istri dan istri anda wajib bisa memberikan anak(agar Anda bisa bertahan hidup).

    DEDI280 tulis:

    Tidak ingin punya anak ?  Sudah pasti abnormal, dengan adanya anak akan membuat manusia punya alasan kuat kenapa harus bertahan hidup di tengah masyarakat. Dengan adanya anak akan membuat manusia semakin termotivasi untuk lebih giat bekerja. Melihat tingkah lucu anak setelah pulang kerja akan membuat rasa capek hilang. Melihat tingkah lucu anak setelah pulang kerja akan menyebabkan apa yang telah dikerjakan selama ini menjadi tidak sia sia. Jangan lupa, setelah mbak MEI240 mencapai umur lanjut usia pasti mbak MEI240 akan banyak membutuhkan pertolongan orang muda karena orang orang lanjut usia rentan terkena banyak penyakit jika tidak punya anak lalu akan minta tolong pada siapa ?

  • 22 Mei 2020

    menurutku ya kak, trauma masa kecil yang menyebabkan tidak ingin punya anak, itu sudah harus nyari yang ahli seperti ke psikolog, kalau casenya berat dirujuk ke psikiater kak. ga bs sembuh sendiri. betul dibantu dengan si pasien juga dari dalam dirinya. karna bagi kita mngkin ini hal sepele karna takut diberani2in aja juga bisa. padahal apa yang dia lihat ketika masih remaja bs membekas ketika dia dewasa.

    beberapa hari lalu aku nonton sharing dari yura yunita, dimana dia cerita kesulitan menyanyikan lagu intuisi, padahal dia bilang gada masalah apa2 tapi emosinya ga dapet dalam lagu itu. akhirnya dia konsul, dikuliklah ternyata masa kecilnya dulu pernah membekas dimana ketika main piano abangnya, dia teriak2 dan akhirnya tetiba abangnya dateng n marahin dia. jadi si mbak konselor ini ngajak yura utk berdamai dengan dia dimasa lalunya. slese itu si yura ini bisa recording lagu intuisi. coba lihat aja di YouTube chanel yura. barangkali ada yanh butuh tim ahli.

    dari case yura kita lihat, hal yang awalnya spele buat dia n abangnya dimasa itu bisa berdampak fatal dimasa yang akan datang.

    kalau aku baca dari sharing kak mei, walau kak mei merasa itu bukan trauma 😊 menurutku sih tergolong di trauma masa kecil. dimana butuh bantuan yang ahli. karna masalah psikologi gini bisa merembet ke yang lain.

    eh jadi panjang 😁 maap ya kalau bosen.

    ECHA124 tulis:

    Paranoid sering membuat seseorang merasakan cemas, takut yang berlebihan, kadang2 sampe mau bunuh diri..saya dengar cerita kakak kandung yang parno karena covid bahkan saking anxietynya , hanya  membaca ttg suatu penyakit aja dia bisa ke dokter utk memeriksakan kesehatan nya. Dan kawan saya yang suka parno dgn cowok yang sedang dekat dengannya khawatir mau membunuhnya..sekilas kayak saya ga percaya dengan ini..tapi its real...karena menurut saya paranoid ini bisa dikendalikan oleh diri sendiri..kita lah yang mengendalikan pemikiran2 kearah yg positif..walaupun kadang2 paranoid bisa disebabkan karena adanya trauma di masa kecil..contoh kawan saya sering dipukulin bapaknya pakai rotan sedari kecil..sehingga dia merasa tertekan dan sampe skrg teringat itu..ada bekas luka yg tertinggal..

    Sist Mei harus banyak sharing sama saudara, teman yang membantu kamu utk pulih dr rasa paranoid itu..mana tau mereka bisa sharing kalo punya anak itu membahagiakan sekli loh tidak seperti dibayangkan .shg sist mei jadi pingin lagi utk punya anak..

    Kalo saya pribadi ,  punya anak ato ga punya anak bukan masalah..semua itu anugerah kok..tapi kalo pun sist mei mau berniat menikah tp ga mau punya anak,  lebih prefer cari pasangan yang sama2 ga mau punya anak..apakah ini artinya ini pasangan yg sepadan? Bisa iya , kan sama2 menerima pasangan nya utk tidak punya anak..

    Hehehe panjang yahh..

    MEI240 tulis:

    Begitu ya... Memang secara umum pndpt org seperti itu..

    Berarti sy msk kat abnormal dong..

    Tp sy suka anak2.. hny sejak SMP  sy melihat film dokumenter persalinan paranoid smp skrg..😅😅

  • DEDI280

    22 Mei 2020

    KATHARINA781 tulis:

    Benarkah? Apakah hanya anak yang akan membuat manusia punya alasan untuk bertahan hidup? Lebih termotivasi bekerja? Tidak ada hal lain? Lalu bagaimana(andai saja) Anda benar2 tak bertemu belahan jiwa anda dan tak menikah? Anda tidak akan bisa bertahan hidup? Tidak termotivasi untuk bekerja? Tetapi ya balik lagi ke pandangan hidup masing2 orang tentang anak. Ini berarti Anda wajib memiliki istri dan istri anda wajib bisa memberikan anak(agar Anda bisa bertahan hidup).

    Punya anak tidak harus hamil dan melahirkan tapi juga bisa melalui proses adopsi anak. Seiring dengan kemajuan jaman akan semakin aneh melihat orang orang yang tidak ingin punya anak mengingat sudah banyak kemudahan kemudahan yang diberikan untuk memiliki anak. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian karena umur manusia pada akhirnya akan mencapai umur lanjut usia yang mana umur lanjut usia rentan terkena banyak penyakit.

  • ECHA124

    22 Mei 2020

    Psikosimatis / anxiety itu nama penyakit nya kawan saya kak Echy...betul yang kk bilang..jadi sebelum parah dia skrg dibawa ortunya ke psikiater.. Dia sudah berobat ke psikiater dan dalam tahap pengobatan sampe sekarang..semoga dia bisa pulih..kasihan lihatnya..sampe secemas itu kakak..sdh ga sehat kurasa kejiwaan kayak gt..dia minum obat bbrp macam spy dia ga terlalu cemas bahkan dikasi obat tidur..

    Lucu nya kan kak Echy ,, awal nya saya berteman dan mengenal dia , sy menganggap dia ini sehat..tetapi saya lama2 berteman dgnnya ada sikap nya yg jadi aneh ketika dia bilang bahwa pacarnya mau membunuhnya bahkan ortunya aja pun disangka mau mbunuhnya juga..saya bingung mana ada ortu mau membunuh anaknya sendiri ,, saya bilang gt ke dia..aahh kk ini ga percaya samaku lah buktinya aku disuruh ke psikiater kk disangka mereka aku gila..tapi setelah aku sharing ke saudaraku , barulah aku tau dia emang psikomatis , dr gejala nya sdh kelihatan...kata sauadraku mana ada loh seorang dokter kejiwaan meberikan obat kalo orang itu ga menderita suatu penyakit..ada kode etik kedokteran..

    Jadi, skrg saya sdh paham bahwa ada penyakit ini..dari teman saya ini saya belajar bahwa trauma dimasa kecil yang sering dipukulin ortunya bisa berdampak buruk ke kejiwaan si anak...ntar kelak kalo saya jd ortu utk mendidik anak dgn mberikan perhatian dan kasih sayang Tuhan.

    ECHY268 tulis:

    Kl baca ceritamu de ttg temanmu yg paranoid itu sepertinya dia terkena Psikosomatis atau gangguan cemas (anxiety) bahkan lbh parah karena takut pacarnya bunuh dia.

    Kl bisa, sarankan dia utk konsultasi ke psikiater segera sebelum berlarut-larut.

    Ke Psikiater bkn berarti gila lho...

    ECHA124 tulis:

    Paranoid sering membuat seseorang merasakan cemas, takut yang nerlebihan, kadang2 mau bunuh diri..saya dengar ceruta kakak yang parno karena covid bahkan saking anxietynya hanya ada membaca rrg suatu penyakit aja dia bisa ke dokter utk memeriksakan kesehatan nya, dan kawan saya yang suka parno dgn cowok yang sedang dekat dengannya khawatir mau mbunuhnya..sekilas kayak saya ga percaya dengan ini..tapi its real...karena saya kita bisa mengendalikan rasa paranoid itu sendiri..kita lah yang mengendalikan pemikiran2 kearah yg positif..walaupun kadang2 paranoid bisa disebabkan karena adanya trauma di masa kecil..contoh kawan saya sering dipukulin bapaknya paai rotan sedari kexil..sehingga dia merasa tertekan dan sampe skrg teringat itu..ada bekas luka yg tertinggal..

    Sist Mei harus banyak sharing sama saudara, teman yang membantu kamu utk pulih dr rasa paranoid itu..mana tau mereka bisa sharing kalo punya anak itu membhagiakan..shg sist mei jadi pingin lagi utk punya anak..

    Kalo saya punya anak ato ga punya anak bukan masalah..semua itu anugerah kok..tapi kalo pun sist mei mau meniah tp ga mau punya anak lebih prefer cari pasangan yang sama2 ga mau punya anak..apakah ini artinya ini pasangan yg sepadan? Bisa iya , kan sama2 menerima pasangan nya utk tidak punya anak..

    Hehehe panjang yahh..

    MEI240 tulis:

    Begitu ya... Memang secara umum pndpt org seperti itu..

    Berarti sy msk kat abnormal dong..

    Tp sy suka anak2.. hny sejak SMP  sy melihat film dokumenter persalinan paranoid smp skrg..😅😅

    22 Mei 2020 diubah oleh ECHA124

  • ECHA124

    22 Mei 2020

    Betul sekali eda junita..jangan sepele dgn trauma dimasa lalu/ masa kecil..harus segera diobati rasa trauma itu spy bisa sembuh..seperti terapi atau apalah istilah medis..nah , peran keluargalah yg paling penting dlm membantu proses pemulihan..dan lingkungan sosial seerti teman2..

    Saya awalnya mau menghindar dr kawan saya yg sakit psikomatis itu..tapi ketika saya sharing sm saudara sy , sy di bilangin gini kamu tetap berteman sm dia ajak dia utk periksa ke psikiater dan motivasi spy dia bisa sembuh...sebagai teman nya saya merasa sedih dan kasihan kalo dia lagi kumat cemas nya..tp sering kami ikut komsel atau gereja bareng..spy dia ga merasa sendiri ..karena dia pernah bilang ke saya, memang ga akan ada orang yang mau berteman denganku lagi didunia ini yaa Tuhan..semua orang menjauhiku dan ga suka denganku..pacarku pun begitu hanya memanfaatkan aku saja..jadi saya merasa sedih..saya mau menerima nya kembali sbg teman..sampe skrg selalu saya kasi motivasi..memang ga mudah tapi saya percaya perlahan2 dia bisa menerima keadaannya dan pulih

    Wahh panjang deh..

    JUNITA694 tulis:

    menurutku ya kak, trauma masa kecil yang menyebabkan tidak ingin punya anak, itu sudah harus nyari yang ahli seperti ke psikolog, kalau casenya berat dirujuk ke psikiater kak. ga bs sembuh sendiri. betul dibantu dengan si pasien juga dari dalam dirinya. karna bagi kita mngkin ini hal sepele karna takut diberani2in aja juga bisa. padahal apa yang dia lihat ketika masih remaja bs membekas ketika dia dewasa.

    beberapa hari lalu aku nonton sharing dari yura yunita, dimana dia cerita kesulitan menyanyikan lagu intuisi, padahal dia bilang gada masalah apa2 tapi emosinya ga dapet dalam lagu itu. akhirnya dia konsul, dikuliklah ternyata masa kecilnya dulu pernah membekas dimana ketika main piano abangnya, dia teriak2 dan akhirnya tetiba abangnya dateng n marahin dia. jadi si mbak konselor ini ngajak yura utk berdamai dengan dia dimasa lalunya. slese itu si yura ini bisa recording lagu intuisi. coba lihat aja di YouTube chanel yura. barangkali ada yanh butuh tim ahli.

    dari case yura kita lihat, hal yang awalnya spele buat dia n abangnya dimasa itu bisa berdampak fatal dimasa yang akan datang.

    kalau aku baca dari sharing kak mei, walau kak mei merasa itu bukan trauma 😊 menurutku sih tergolong di trauma masa kecil. dimana butuh bantuan yang ahli. karna masalah psikologi gini bisa merembet ke yang lain.

    eh jadi panjang 😁 maap ya kalau bosen.

    22 Mei 2020 diubah oleh ECHA124

  • ECHA124

    22 Mei 2020

    Pilihan hidup orang berbeda2.. Adopsi anak bagi pasangan yg menikah karena memang sulit utk punya keturunan bisa dilakukan..ada kok junior saya menikah dgn dosen sy yg mengadopsi anak..itulah pilihan yg diambil mereka..mungkin itu yg membuat mereka bahagia , anak contohnya..dan ada yg memilih menikah tp ga mau punya anak..ada alasan yg membuatnya dan itu membahagiakan baginya..ada yg memilih tidak menikah/ lajang karena alasan tertentu tapi dia bahagia dgn hidupnya..pilihan hidup seseorang yang berbeda dgn kita,  jgn dianggap abnormal dl..pasti ada alasan nya..

    DEDI280 tulis:

    Punya anak tidak harus hamil dan melahirkan tapi juga bisa melalui proses adopsi anak. Seiring dengan kemajuan jaman akan semakin aneh melihat orang orang yang tidak ingin punya anak mengingat sudah banyak kemudahan kemudahan yang diberikan untuk memiliki anak. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian karena umur manusia pada akhirnya akan mencapai umur lanjut usia yang mana umur lanjut usia rentan terkena banyak penyakit.

    22 Mei 2020 diubah oleh ECHA124

  • ECHY268

    22 Mei 2020

    Setuju....

    Tinggal cari yg satu pemikiran dg kita. Remember this, JANGAN  pernah memaksakan pandangan kita ke orang lain jd berantem terus nantinya. Aplg sampe menikahi org yg tdk satu pandangan dg kita bisa berabe tuh..

    Heheheee...

    ECHA124 tulis:

    Pilihan hidup orang berbeda2.. Adopsi anak bagi pasangan yg menikah karena memang sulit utk punya keturunan bisa dilakukan..ada kok junior saya menikah dgn dosen sy yg mengadopsi anak..itulah pilihan yg diambil mereka..mungkin itu yg membuat mereka bahagia , anak contohnya..dan ada yg memilih menikah tp ga mau punya anak..ada alasan yg membuatnya dan itu membahagiakan baginya..ada yg memilih tidak menikah/ lajang karena alasan tertentu tapi dia bahagia dgn hidupnya..pilihan hidup seseorang yang berbeda dgn kita,  jgn dianggap abnormal dl..pasti ada alasan nya..

    DEDI280 tulis:

    Punya anak tidak harus hamil dan melahirkan tapi juga bisa melalui proses adopsi anak. Seiring dengan kemajuan jaman akan semakin aneh melihat orang orang yang tidak ingin punya anak mengingat sudah banyak kemudahan kemudahan yang diberikan untuk memiliki anak. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian karena umur manusia pada akhirnya akan mencapai umur lanjut usia yang mana umur lanjut usia rentan terkena banyak penyakit.

  • INES428

    22 Mei 2020

    [Hmmmm depend on person sih ka, ga bisa bilang normal Dan abnorm. Temen2ku Ada ko yg penganut childfree, alasan mereka bumi ini sudah banyak bayi2 yg lahir dari org tua yg tdk siap mennaggung biaya hidup anak hingga ke jenjang pendidikan, kata kasarnya asal punya anak aja. Dan jg mereka ingin menikmati hidup dgn bebas, Dan kalo pengen punya anak bisa adopt juga.  Di  Facebook ada kok page ttg childfree. Discuss nya lebih rame hihihi

    Tp..Kalo masalah ketakutan melahirkan, itu udh kodrat wanita yaaa, Dan tdk semenakutkan itu kok kak :), gua dulu bantuin bibik nanganin org lahiran itu dari usia 16 thn. momy2 itu Sakitnya cuma sebentar, pas mau lahiran nya aja, pas liat anknya di taro didadanya ...sumringah banget, Sakitnya ilang katanyaaaa.

    Mungkin Kaka bisa sharing2 jg sama temen Kaka yg udh pernah  lahiran biar feelnya lebih dapet juga.

    Semangat sist.

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Itu... mah... ab*rs*.... Itu dosa.....😱

    RAYZ042 tulis:

    Ada juga yg bisa punya anak (sdh ada janin) , tapi digugurkan karena faktor "X" (non klinis) tanpa sepengetahuan suaminya. Itu bukan abnormal tapi kriminal.

    and you already know who 😎

  • DANIEL384

    22 Mei 2020

    normal apa nggk .  ???   mksdnya?    

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Jwbn yg pinter 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    WILLYS569 tulis:

    klo ga nikah itu normal

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Iya bener sis. Biasanya org kan jg mikirnya mau merid krn ingin membentuk keluarga. Kl sdh msk 40, semakin lama semakin ga kepingin. Life begins at 40. Wah capek2in diri rasanya. RS jg menakutkan.

    Lagian...banyak anak2 yg kasihan...dibuang ortunya. Bagusan gw perhatiin anak2 panti asuhan.

    Mkny udah susah skrg. Kl merid pun paling2 hny utk life companion. Hny segelintir org yg pny mindset seperti itu.

    KATHARINA781 tulis:

    Sejak usia masuk 40 tahun lebih saya juga sudah mulai melepaskan keinginan untuk memiliki anak. Buat saya itu pilihan saya, salah satu karena faktor usia yang beresiko. Itu menjadi hak dan pilihan menurut saya. Yang menjadi masalah bila seseorang ingin memiliki anak lalu ada hal tentang masalah kehamilan/persalinan/pengasuhan anak,  yang menghalangi keinginan tersebut, maka tentu  akan ada persiapan untuk mencapai keinginannya itu. Namun bila benar tidak ada keinginan ya..tidak ada yang harus diselesaikan. Jalani saja dan yg paling penting pasangan hidup nantinya juga memiliki pandangan yang sama tentang keinginan untuk tidak.memiliki anak.

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Memang bener sih. Ga bs hidup sendiri jg. Tp stereotype turun temurun adalah, hrs berkeluarga dan pny anak spy ketika sdh tua ada yg menjaga. Waduh. Di sisi lain sy berpikir, kl pny anak tujuannya spy ada pembantu di masa tua agak gmn jg ya...

    DEDI280 tulis:

    Punya anak tidak harus hamil dan melahirkan tapi juga bisa melalui proses adopsi anak. Seiring dengan kemajuan jaman akan semakin aneh melihat orang orang yang tidak ingin punya anak mengingat sudah banyak kemudahan kemudahan yang diberikan untuk memiliki anak. Manusia tidak akan bisa hidup sendirian karena umur manusia pada akhirnya akan mencapai umur lanjut usia yang mana umur lanjut usia rentan terkena banyak penyakit.

  • 22 Mei 2020

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

    Normal normal aja sih klo menurut ku ..apa lg dalam kasus ini sis ketakutan berlebihan karena melihat proses melahirkan. Tapi pasti ada jalan untuk melewati nya, bisa dengan sc saat persalinan jadi bius total aja, skrng jg banyak obat2 yg bagus untuk menutup luka bekas sc. Atau mungkin cari yg duda sudah punya anak jadi kan ga terlalu menuntut untuk punya anak. Klo misal suami nti dapet yg masi lajang bicarakan baik2 aja kekuatiran sis. punya anak kan gak harus selalu lewat rahim qta, bisa juga adopsi anak di panti asuhan itu sekaligus menyelamatkan jiwa jg memberi kehangatan dan kasih sayang untuk anak yatim piatu

  • MEI240

    22 Mei 2020

    *** Coba konsultasikan ke pasangan*.

    *if you had one 🤣🤣🤣🤪****

    Dangadong bro. Gak punya lah. Yg lalu2 pd pengen pny anak, I ran for my life. Yg merid sm org lain itu nyesel jg tp mrk semua manusia normal yg ingin pny anak. Ga fair jg kl dptnya org kayak sy. 🤣

    ****

    Pemikiranmu sangat logical. Km bener. But sadly things r getting hard bro. Not that easy.

    Hahaha

    LUKAS244 tulis:

    Saya punya temen bule, wanita, yang emang udah terang2an bilang ga mau punya anak. Biar bisa bener2 fully nikmatin hidup. & untungnya ketemu sama pasangan yang mindset-nya sama.

    Kalo ada yang bilang, suruh cari pasangan yang duda sudah punya anak, saya kog rada2 ga setuju. Ngurus anak sendiri itu repot & melelahkan; ngurus bukan anak sendiri bakal jauh lebih melelahkan & bikin emosian. 💆‍♂️ Menurut saya lebih masuk akal kalau cari pasangan yang sama2 ga mau punya anak, meski rasanya rada2 sulit. Tapi ga ada yang mustahil sih. Goodluck! 🙃

  • 22 Mei 2020

    Hmmm . .

    Sepertinya ini harus dilihat kasus per kasus / case by case, karena personalisasi mendetail tiap individu berbeda pastinya dan itu poin banget buat ku, secara pribadi !

    Aku melihatnya cukup begini saja :

    Saudari @MEI240 hingga kini jelas jelas belum punya tambatan hati toh ?

    Nah . . Tentu saja di posisi seperti yang kita, disini alami bersama sebagai zomlo, tidak memungkinkan punya anak dalam jangka waktu ini, setidaknya hingga tahun 2020 berakhir.

    Kondisi akan sedikit berbeda jika mulai ada titik cerah sudah menemukan yang betul betul klik, hal ini pun mampu ku pahami, karena akupun tipe yang punya pola pikir selangkah demi selangkah / step by step, jadi selama aku belum punya istri sah, sulit sekali membayangkan punya anak, darah dagingku sendiri tapi jika ditanya seperti pada pertanyaan pencocokan : Apakah anda mau punya anak( lagi )? tetap ku jawab : "Tentu saja ! (mau) namun ada embel embelnya nanti setelah di beri istri sama Bapa yang di Surga

    Berbeda jika sedikit diubah jadi begini : Apakah anda mau punya istri (khusus yang ini tanpa embel embel lagi lho) ? SANGAT AMAT MAU SEKALI

    Jadi bukannya aku adalah sosok pria yang tidak memikirkan( apalagi tak punya persiapan sama sekali jika ternyata dikasi momongan nantinya ) untuk tidak punya anak kelak setelah menikah dengan satu satunya istri, hanya saja jika belum dapat istri, bagiku punya anak hanya khayalan semata

    Prinsipku :

    Cuma Allah BAPA saja tetap, kekal, abadi selama lamanya, sebaliknya manusia lemah seperti aku ini bisa berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya, masih ditambahi lagi syarat dan ketentuan berlaku

    Sudah segitu saja dari aku.

  • 22 Mei 2020

    Hmmmmmm..

    Jomblo karena ga mau punya anak. Unik juga. 🙄 Rada make sense sih, karena banyak yang ga mau donor darah gara2 takut sama jarum. Takut jarum rasanya ga ada apa2nya dibanding dengan takut melahirkan. 🙄 Tapi melahirkan kan bisa cesar juga (meski tetep ada sakit2nya juga).

    Ada yang bilang married & punya anak itu 2/3 bagian dari hidup kita lho. Klo masih memungkinkan untuk dikejar, ga ada salahnya untuk dikejar. Tapi kalo udah bisa nrimo, yo wes lah.

    Saya kebanyakan nonton youtube, jadi pikiran2 saya terpengaruh dari sana. Pokoknya dibilang, ibu tiri berpotensi untuk abussive ke anak tirinya ketimbang anak kandung, dll. Tapi klo mau adopt dari baby, mungkin case-nya berbeda.

    MEI240 tulis:

    *** Coba konsultasikan ke pasangan*.

    *if you had one 🤣🤣🤣🤪****

    Dangadong bro. Gak punya lah. Yg lalu2 pd pengen pny anak, I ran for my life. Yg merid sm org lain itu nyesel jg tp mrk semua manusia normal yg ingin pny anak. Ga fair jg kl dptnya org kayak sy. 🤣

    ****

    Pemikiranmu sangat logical. Km bener. But sadly things r getting hard bro. Not that easy.

    Hahaha

  • ESTER168

    22 Mei 2020

    yg bilang abnormal sih mungkin perlu ke panti asuhan yg isinya anak2 kecil yg dibuang ortunya. sy berpikir, kenapa gak mereka aja di adopsi kalo toh emang gk mau mengandung dan melahirkan?? kan tanggungjawab kita yg ditanya Sang Pencipta atas anak yg dititipkan, udh bener blm kita membesarkannya. Kalo utk anjing/kucing aja banyak gerakan utk adopsi bukan membeli, kenapa utk anak, yg notabenenya manusia di panti asuhan dibiarkan?? "kan beda anak sendiri dgn anak orang", lahh kan sama2 manusia, knp harus dibeda2kan?? disitu sy merasa heran dg org2 yg pnya pemikiran spt itu.

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

  • 22 Mei 2020

    Bila sudah demikian, tinggal mencari seseorang yg punya pandangan yang sama tentang pernikahan tanpa anak. Saya juga mencari seseorang yg punya pandangan seperti itu. 🙂

    MEI240 tulis:

    Iya bener sis. Biasanya org kan jg mikirnya mau merid krn ingin membentuk keluarga. Kl sdh msk 40, semakin lama semakin ga kepingin. Life begins at 40. Wah capek2in diri rasanya. RS jg menakutkan.

    Lagian...banyak anak2 yg kasihan...dibuang ortunya. Bagusan gw perhatiin anak2 panti asuhan.

    Mkny udah susah skrg. Kl merid pun paling2 hny utk life companion. Hny segelintir org yg pny mindset seperti itu.

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Begini bro, memang agak rumit. Dl sy bbrp x pcrn. Dan yg kmrn sy cerita yg akhirnya doi merid sm org lain, cm 1 itu yg sy agak serius. Tp mau diblg serius jg gmn ya, susah diblg, krn di kepala sy jelas tidak mau pny anak. Tp kl dia lbh intense seriusnya mungkin lain cerita ya. Merid dl, topik anak belakangan.

    Dan kl direka2, seandainya jd pun seperti itu, ke depannya pasti bermasalah.

    Slh 1 penyebab relationship lain yg gagal bbrp x jg slh 1nya adalah perkara anak. Sy kan ga mungkin cerita 100 % ya semua pengalaman sy haha. Ini kan forum umum. Sy cerita yg konteksnya berhubungan dgn pembahasan ttg anak ya. Dl slh 1 mantan jg asik2 bicara proyeksi masa depan mau pny anak min 2. Anak anak anak terus pembahasannya smp sy hampir nyerah.

    Tp akhirnya prinsip sy lbh keras, ya bubar. Trus ada yg asik2 tunjukin foto anak2 gt. Ya sdhlah ogah2an sy.

    Takut.

    Tmn2 sy blg sy weirdo krn pemikiran sy yg aneh. Pemikiran tsb membuat sy jg ga bs bnr2 serius.

    Bnyk wkt terbuang.

    Skrg sy kebingungan lg mikir, arahnya ke mana. Apakah sy ikut jejak seorang saudari yg memilih utk tidak merid dan pelayanan anak2 yatim atau sy ikuti saran seorang tmn sy. Tmn sy mau mencomblangkan sy dgn, sebut si A, tmn lama sy jg. Si A jg sering sy hindari di zaman dl. Skrg sy jg menghindar lg.

    Krn di posisi kebingungan, sy iseng join site ini nyari tmn ngobrol. Mkny sy males balesin email2 yg ga jelas.

    Kepikiran ttg mslh tsb, sy buat thread ini. Penasaran apakah ada yg seperti sy pemikirannya.

    VEKA741 tulis:

    Hmmm . .

    Sepertinya ini harus dilihat kasus per kasus / case by case, karena personalisasi mendetail tiap individu berbeda pastinya dan itu poin banget buat ku, secara pribadi !

    Aku melihatnya cukup begini saja :

    Saudari @MEI240 hingga kini jelas jelas belum punya tambatan hati toh ?

    Nah . . Tentu saja di posisi seperti yang kita, disini alami bersama sebagai zomlo, tidak memungkinkan punya anak dalam jangka waktu ini, setidaknya hingga tahun 2020 berakhir.

    Kondisi akan sedikit berbeda jika mulai ada titik cerah sudah menemukan yang betul betul klik, hal ini pun mampu ku pahami, karena akupun tipe yang punya pola pikir selangkah demi selangkah / step by step, jadi selama aku belum punya istri sah, sulit sekali membayangkan punya anak, darah dagingku sendiri tapi jika ditanya seperti pada pertanyaan pencocokan : Apakah anda mau punya anak( lagi )? tetap ku jawab : "Tentu saja ! (mau) namun ada embel embelnya nanti setelah di beri istri sama Bapa yang di Surga

    Berbeda jika sedikit diubah jadi begini : Apakah anda mau punya istri (khusus yang ini tanpa embel embel lagi lho) ? SANGAT AMAT MAU SEKALI

    Jadi bukannya aku adalah sosok pria yang tidak memikirkan( apalagi tak punya persiapan sama sekali jika ternyata dikasi momongan nantinya ) untuk tidak punya anak kelak setelah menikah dengan satu satunya istri, hanya saja jika belum dapat istri, bagiku punya anak hanya khayalan semata

    Prinsipku :

    Cuma Allah BAPA saja tetap, kekal, abadi selama lamanya, sebaliknya manusia lemah seperti aku ini bisa berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya, masih ditambahi lagi syarat dan ketentuan berlaku

    Sudah segitu saja dari aku.

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Sis, aku ga tau cara quote 2 reply sekaligus..

    Memang aneh ya pemikiran sy. Posisi skrg ya jelas jomblo. Tp krn perkara tsb yg sering jd batu sandungan mknya gw join situs ini utk cari pencerahan jg.( Sekalian nhnggu covid selesai..ruang gerak terbatas...)

    Sy ada tulis pas di atas reply sy ini, yg ke bro Veka.. kira2 begitu mslhnya.

    ECHY268 tulis:

    Orang yg sdh nikah dan berpotensi besar utk dpt punya anak tapi ga mau dg alasan repot itu terkadang mnrtku mereka RUGI lho sebenarnya.

    Melahirkan anak, merawatnya dari bayi sampai tumbuh menjadi dewasa menurutku itu tak merepotkan jika dilakukan dgn senang hati.

    Aku belajar dari keluarga dan lingkungan sekitarku, aku lihat segala keribetan dan kerepotan mereka dari sejak ngidam, melahirkan, merawat si bayi sampai si anak besar TIDAK ADA yg sia-sia. Saat kita capek, lalu lihat tawa renyah si anak seketika rasa capek hilang. Itu ku alami sendiri even bkn anakku. Lihat anak tetanggaku aja, pas capek lihat dia dan panggil namanya dia lgsg ketawa rasanya senang bgtt... Tiba" pengen main ama dia pdhl td rasanya di kantor mumet, capek. Hilang tuh..😁

    Gimana kl itu anakku sendiri..🤗🤗

    Saat kubaca tulisan ucapan ultah dari ponakanku yg sdh SMU ke mamanya membuatku terharu. Wooww..kl punya anak yg mengasihi kita rasanya begitu ya..

    Anak bayi yg dl lucu dll skrg sdh besar dan bisa menyayangi mama dan papanya.

    Mungkin ngaruh ya ke prinsip orang batak :

    Anakkon hi do hamoraon di au

    Artinya Bagiku Anakkulah Hartaku.

    LUKAS244 tulis:

    Coba konsultasikan ke pasangan*.

    *if you had one 🤣🤣🤣🤪

    Saya punya temen bule, wanita, yang emang udah terang2an bilang ga mau punya anak. Biar bisa bener2 fully nikmatin hidup. & untungnya ketemu sama pasangan yang mindset-nya sama.

    Kalo ada yang bilang, suruh cari pasangan yang duda sudah punya anak, saya kog rada2 ga setuju. Ngurus anak sendiri itu repot & melelahkan; ngurus bukan anak sendiri bakal jauh lebih melelahkan & bikin emosian. 💆‍♂️ Menurut saya lebih masuk akal kalau cari pasangan yang sama2 ga mau punya anak, meski rasanya rada2 sulit. Tapi ga ada yang mustahil sih. Goodluck! 🙃

  • MEI240

    22 Mei 2020

    Krn stereotype turun temurun sis. Dan berdasarkan Alkitab...bertambah banyaklah...

    Tp kl mau dipikir dari segi zaman....pd masa itu kan bumi blm penuh dan semak ya...😂

    ESTER168 tulis:

    yg bilang abnormal sih mungkin perlu ke panti asuhan yg isinya anak2 kecil yg dibuang ortunya. sy berpikir, kenapa gak mereka aja di adopsi kalo toh emang gk mau mengandung dan melahirkan?? kan tanggungjawab kita yg ditanya Sang Pencipta atas anak yg dititipkan, udh bener blm kita membesarkannya. Kalo utk anjing/kucing aja banyak gerakan utk adopsi bukan membeli, kenapa utk anak, yg notabenenya manusia di panti asuhan dibiarkan?? "kan beda anak sendiri dgn anak orang", lahh kan sama2 manusia, knp harus dibeda2kan?? disitu sy merasa heran dg org2 yg pnya pemikiran spt itu.

    MEI240 tulis:

    Ane nyari2 topik begini ga nemu.. kl emang udah ada, thread ini boleh dihapus aja ya sis/bro admin, thanks.

    Begini, sy penasaran, bila kita tidak ingin pny anak, apakah itu normal atau abnormal?

    Mayoritas tmn2 sy mengatakan itu pikiran abnormal.. 😅

    Adakah yg jg tidak ingin pny anak/melahirkan?

    Mintalah pencerahan.. Takasi gopek tar... Thanks. 😁

  • JOHANNES459

    22 Mei 2020

    Yang bisa aku kasih saran utk km coba bicarakan dahulu dengan keluarga agar keluarga juga tahu masalahmu biar bisa dikonsultasikan dengan para ahli, serta pendeta karena pada case ini km butuh pendekatan secara emosional atau rohani serta Agama. Jadi apapun itu minumnya tetap teh botol sosro😁

    22 Mei 2020 diubah oleh JOHANNES459

26 – 50 dari 110    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3 ... 5  Selanjutnya Topik ditutup