Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

WhatsApp, Telegram, Signal, or ?

ForumCampur-campur

26 – 50 dari 87    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 12 Januari

    Oo ya baru dengar. Kalah pamor dengan Facebook bersifat komersil sementara Telegram bersifat open source sama dengan Signal jg.

    So far sy sdh pakai Signal, dan ngga aneh², suka aja, simple ngga perlu update² atau baca² status orang. Kepoooo...wkwkwkk..mengurangi keinginan kepo kondisi orang lain. Jagalah hati...la la la...😊

    LIEZT708 tulis:

    Kecenderungannya sih kesitu, Sist. Anyway, baru dapat info kalau Telegram bakal ditutup/blokir, mungkin karena terbaca kecenderungan banyak orang akan beralih kesana? 🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️

  • 12 Januari

    Hahahahha mantaapp, Siiist..

    Aku masih suka sih, hiburan di kala penat. Apalagi klo yang galau gumilau gitu wkwkwkk

    Entah nih, masih go with the flow aja gimana nantinya dan akan memilih yang mana pada akhirnya. Sementara masih menenangkan hati dan menata perasaan yang masih keberatan dengan policy yang gak bijak menurutku 🙃

    SAURIA580 tulis:

    Oo ya baru dengar. Kalah pamor dengan Facebook bersifat komersil sementara Telegram bersifat open source sama dengan Signal jg.

    So far sy sdh pakai Signal, dan ngga aneh², suka aja, simple ngga perlu update² atau baca² status orang. Kepoooo...wkwkwkk..mengurangi keinginan kepo kondisi orang lain. Jagalah hati...la la la...😊

  • 12 Januari

    12 Januari diubah oleh SAURIA580

  • 12 Januari

    baik mba liezt, lagi nga focus 😀

    Kaya twitter dong pukul mati acc. donald trump dan di blacklist di bebrpa media platform agar nga "bersuara"

    LIEZT708 tulis:

    MAS HEEEERRRRRRRR!!!!!! 👋🖖👋🖖👋🖖👋😁😁😁😁😁😁😁😁

    Akhirnya muncul jugaaaaaaa.... Apa kabaaaarrrr???

    Anyway, it's all about business indeed. Semakin bisa mengontrol privasi banyak orang, semakin besar potensi menguasai dalam hal sosial ekonomi dsb. Really hate this condition. 😐

  • 12 Januari

    ya begitulah, setidaknya adanya WA sudah membantu minimal mengurangi cost SMS hahaha... soal keamanan ya namanya aplikasi semua ada potensi rentan, seiring jumlah penggunanya cukup besar.

    SAURIA580 tulis:

    Terima kasih, Mas Heri atas tanggapannya.

    Masuk akal juga, semua karena urusan bisnis. Dan namanya aplikasi pasti ada lubang atau celah untuk disisipi.

    Tapi menurutku kalau untuk urusan biasa, kerabat, teman, keluarga pakai WhatsApp masih bolehlah. Emang pihak WhatsApp mau tau gitu urusan keluarga.😁😀

    Lain hal kalau urusan kerja, bisnis, agreement, transaksi, dll mungkin cari option aplikasi laik pakai yang pastinya lebih aman. Jeff Bezos kabarnya account WA nya pernah diretas/disusupin, dan if not mistaken, salah satu pangeran Arab, jg pernah disusupin account WA nya. Riskan kan?

  • 12 Januari

    WA adl salah satu sarana media komunikasi dan mgkn sebagian besar orang sudah nyaman dgn WA ini, khususnya yg sudah memakai lebih lama, dan mungkin kita tidak bisa memaksakan apa yg kita mau terlebih ini platform gratis dan seandainya tidak mau, kitapun tidak dipaksakan, kita dibebaskan mau ikut teruskan atau tidak.

    Disaat kita tidak ingin ikuti/ merasa sudah tidak nyaman lagi, alternatif jalan lain, pindah kelain hati platform lain, dan pertimbangannya adl apakah kita juga bisa membujuk relasi/teman/family kita untuk mengikuti langkah kita ini, pindah ke lain hati? terlebih misalnya jumlah kontak kita yg cukup banyak, kembali tujuan memakai awal WA itu untuk apa dulu, mungkin masing masing orang bisa berbeda tujuannya kenapa harus WA, atau kenapa saya lebih memilih telegram atau platform signal, Wechat atau lainnya, Platform dgn konsep yg sama, saling unjuk gigi menonjolkan kelebihannya masing masing. Dan apakah ada platform media ternama yg belum tersentuh karena kebocoran data?

    Mengenai security platform/aplikasi, semakin punya nama, dan teknologi canggih, terkadang bisa saja ada lubang yg memang belum diketahui, atau seseorang dgn kepiawaian kemampuannya bid. teknologi yg tertantang untuk menerebos masuk, disebarluaskan hingga adanya kebocoran data, tentunya pemilik platform merka akan terus mempersenjatai keamanan mereka seiring perkembangan jaman.

    dan sudah ada klarifikasi dr pihak Whatsapp diharapkan jangan berpindah ke lain hati 😀

    masih situasi pandemi #stay rumahaja dot com

  • 12 Januari

    Saya ga ada masalah sih, wong apa jg yg mau diintip sm pihak Facebook dari chat WA saya, pihak Facebook mgkn bakal nyesel pas ngintip history chat saya hihihi

    Lagian ya, saat prtama kali kita sign in/daftar/instal aplikasi2 tsb, bkn hanya FB ato WA namun semua aplikasi2 berbasis android / apple, bahkan saat kita akses ke Google (dgn brbagai produk turunan nya, Gdrive, Gmail, Youtube, Maps) pasti kita diminta utk klik 'Setuju' agar aplikasi tsb bs akses ke bagian2 tertentu dari gadget/Hp kita, jd sharus ny resiko2 tsb sdh aware dari awal ya..

    SAURIA580 tulis:

    Dear Folks,

    Mungkin anda semua sudah mengetahui kabar kalau pihak WhatsApp akan memperbaharui policy mereka di layanan dan privacynya di tanggal 08 Feb 2021 nanti. Dan sebagian dari anda mungkin sudah mendapatkan notifikasi tersebut kemarin, 07 Januari 2021 langsung dr WhatsApp pada saat anda membuka aplikasinya.

    Ada tiga poin persyaratan baru yang ditampilkan, termasuk masalah keharusan data pengguna WhatsApp diteruskan ke Facebook. Pengguna mesti menyetujui syarat baru tersebut kalau ingin tetap bisa menggunakan WhatsApp. Resek kan? 😏😫😌 Walau sudah nyaman menggunakan WhatsApp >5 tahun.

    Informasi yang dibagikan ke Facebook termasuk informasi registrasi akun pengguna (berikut nomor telepon), data transaksi, informasi terkait layanan, informasi interaksi Anda dengan orang lain," tulis WhatsApp dalam sebuah laman di situsnya.

    Melihat kondisi ini, menggelitik untuk mengganti aplikasi perpesanan ini ke platform lainnya misalnya telegram, dan saat cek ricek ke salah satu news ternyata abang tampan, seksi, cerdas dan menggoda Ellon Musk 😍😘menyarankan aplikasi Signal yang konon dikabarkan banyak digunakan oleh pakar keamanan, peneliti privasi, akademisi, dan jurnalis di seluruh dunia.

    Menurut kalian bagaimana teman-teman? Pls share your thoughts. Apakah mau tetap pakai WhatsApp, atau menggantinya ke platforms lainnya, if so, which one do you prefer? Appreciate if you come with IT expericence, knowledge to elaborate it more. 😊

    Source:

    1.tekno.kompas.com/read/2021/01/ ... akukan-pengguna

    2.www.viva.co.id/amp/digital/dig ... m_medium=page-2

    Thank you.

    Best

  • 13 Januari

    jangan2 dignal punya babang ellon musk sampe dia getol iklanin 🙊

  • 13 Januari

    Haha, biasa lah, bujuk2 manis biar calon pengguna gamang dan galau 😆

    SAURIA580 tulis:

    Semoga saja benar.

    Source: www.viva.co.id/amp/digital/dig ... kin-klarifikasi cdn.imgpaste.net/2021/01/13/UOnpp.jpg

  • 13 Januari

    Iya bisa jadi sis.

    Ya aku pikir memang tak ada yang aman di dunia ini. Bahkan issue data customer yang bisa dibongkar oleh staff / karyawannya bs sj terjadi dan akhirnya maju ke persidangan. 😎😌

    LIEZT708 tulis:

    Haha, biasa lah, bujuk2 manis biar calon pengguna gamang dan galau 😆

  • 13 Januari

    Masak...??

    Aku baru dpt notif kl pengguna telegram saat ini mencapai 500 jt yg aktif.

    Ktnya 25 jt pengguna baru msk kurun waktu 72 jam.

    Aku sdh pake telegram sejak 4 thn yg lalu kl ga salah.  

    LIEZT708 tulis:

    Kecenderungannya sih kesitu, Sist. Anyway, baru dapat info kalau Telegram bakal ditutup/blokir, mungkin karena terbaca kecenderungan banyak orang akan beralih kesana? 🤷‍♀️🤷‍♀️🤷‍♀️

  • 13 Januari

    Agak susah ya bagiku kl ga pake WA. Klien dan org2 yg ku kenal mayoritas taunya WA. WA sdh merakyat sdgkan telegram kurang dikenal.

    Aku pya telegram sejak 2016 dan jarang dipake komunikasi utk individual. Yg aktif cuma group di telegram.

    Aku jg pernah telp pake telegram kyknya mkn kuota boros dech. Bicara 2 jam kok tiba2 keputus, pas tak cek abis kuotanya. WA seh ga pernah gitu. Tapi ga tau jg ya apa mgkn wkt itu mmg kuotaku dikit ga tak cek.

    Telegram cuma bisa 1 utk 1 hp. WA bisa 2 asal yg dual kartu. Jd bisa dipisah antara privasi dan yg lain tanpa hrs pya 2 hp, coz ribet bawa2 hp lbh dari satu.

  • 13 Januari

    Pernah pakai telegram hanya karena mau memantau situasi terkini perihal suatu pajak eh suatu pasar (masih kebawa hawa Medan) 😁😀 tapi cepat nyedot baterai menjadi cepat lemah. Akhirnya uninstall si Telegram.😊

    Kalau Signal masih baru seumur jagung, tp kecepatan penerimaan messages nya masih kalah dibandingkan WhatsApp. Kalau WhatsApp real time (sender mengirim jam 3 atau 4, receipient langsung menerima notif di saat itu juga) atau paling tidak ngga sampai berjam² unless ada masalah di server mereka, sementara kalau Signal, si sender mengirim pesan jam 3 atau 4, receipient pas buka aplikasinya 2 jam kemudian, baru menerima pesannya.

    ECHY268 tulis:

    Agak susah ya bagiku kl ga pake WA. Klien dan org2 yg ku kenal mayoritas taunya WA. WA sdh merakyat sdgkan telegram kurang dikenal.

    Aku pya telegram sejak 2016 dan jarang dipake komunikasi utk individual. Yg aktif cuma group di telegram.

    Aku jg pernah telp pake telegram kyknya mkn kuota boros dech. Bicara 2 jam kok tiba2 keputus, pas tak cek abis kuotanya. WA seh ga pernah gitu. Tapi ga tau jg ya apa mgkn wkt itu mmg kuotaku dikit ga tak cek.

    Telegram cuma bisa 1 utk 1 hp. WA bisa 2 asal yg dual kartu. Jd bisa dipisah antara privasi dan yg lain tanpa hrs pya 2 hp, coz ribet bawa2 hp lbh dari satu.

    13 Januari diubah oleh SAURIA580

  • 13 Januari

    WA mmg msh terdepan. Aplg aku byk pake whats up web saat kerja karna sdh mls buka email. Semua dokumen aku minta dan klien jg lbh senang kirim by WA dan terkirim saat itu jg ga pake lama.

    Telegram kirim data dan kterima real time jg seh. Cuma sayangnya msh blm merakyat aja. Kurang populer dibanding WA.

    Signal kl baru terima 2 jam kmdn bisa modarr....😅😅

    SAURIA580 tulis:

    Pernah pakai telegram hanya karena mau mengikuti situasi terkini perihal suatu pajak eh suatu pasar (masih kebawa hawa Medan) 😁😀 tapi cepat nyedot baterai menjadi cepat lemah. Akhirnya uninstall si Telegram.😊

    Kalau Signal masih baru seumur jagung, tp kecepatan penerimaan messages nya masih kalah dibandingkan WhatsApp. Kalau WhatsApp real time (sender mengirim jam 3 atau 4, receipient langsung menerima notif di saat itu juga) atau paling tidak ngga sampai berjam² unless ada masalah di server mereka, sementara kalau Signal, si sender mengirim pesan jam 3 atau 4, receipient pas buka aplikasinya 2 jam kemudian, baru menerima pesannya.

  • 13 Januari

    Telegramku msh dilestarikan hingga saat ini karna ada group penting dsana.

    Dulu buat group saat ujian profesi eehhh pd awet sampai sdh pd jadi. Akhirnya bisa group diskusi saat ada permasalahan terkait profesi.

    Rugilah kl sampe left...

    SAURIA580 tulis:

    Pernah pakai telegram hanya karena mau memantau situasi terkini perihal suatu pajak eh suatu pasar (masih kebawa hawa Medan) 😁😀 tapi cepat nyedot baterai menjadi cepat lemah. Akhirnya uninstall si Telegram.😊

  • 13 Januari

    Kalo gak punya akun Facebook, msh bisakah pake WhatsApp?

  • 13 Januari

    We will see aja lah. Kalau WA sdh mulai riskan, mgkn aja akan ditinggalkan perlahan-lahan.😁😀

    Seperti dulunya friendster mulai ditinggalkan krn adanya facebook, dan facebook mulai ditinggalkan karena ada instagram.

    ECHY268 tulis:

    WA mmg msh terdepan. Aplg aku byk pake whats up web saat kerja karna sdh mls buka email. Semua dokumen aku minta dan klien jg lbh senang kirim by WA dan terkirim saat itu jg ga pake lama.

    Telegram kirim data dan kterima real time jg seh. Cuma sayangnya msh blm merakyat aja. Kurang populer dibanding WA.

    Signal kl baru terima 2 jam kmdn bisa modarr....😅😅

  • 13 Januari

    Ya silahkan saja, mana yang menurut sis baiknya. 😂

    ECHY268 tulis:

    Telegramku msh dilestarikan hingga saat ini karna ada group penting dsana.

    Dulu buat group saat ujian profesi eehhh pd awet sampai sdh pd jadi. Akhirnya bisa group diskusi saat ada permasalahan terkait profesi.

    Rugilah kl sampe left...

  • 13 Januari

    Saya pikir ada bbrp items terkait:

    1. Ga usah jadi orang terkenal, tersukses, terkaya karena berpotensi akan berusaha disusupin oleh orang. Ngga di dunia nyata ngga di dunia maya.😀😁😂

    2. Tetap berhati² dalam mengirimkan sesuatu di platforms medsos apapun. 😇

    HERI771 tulis:

    WA adl salah satu sarana media komunikasi dan mgkn sebagian besar orang sudah nyaman dgn WA ini, khususnya yg sudah memakai lebih lama, dan mungkin kita tidak bisa memaksakan apa yg kita mau terlebih ini platform gratis dan seandainya tidak mau, kitapun tidak dipaksakan, kita dibebaskan mau ikut teruskan atau tidak.

    Disaat kita tidak ingin ikuti/ merasa sudah tidak nyaman lagi, alternatif jalan lain, pindah kelain hati platform lain, dan pertimbangannya adl apakah kita juga bisa membujuk relasi/teman/family kita untuk mengikuti langkah kita ini, pindah ke lain hati? terlebih misalnya jumlah kontak kita yg cukup banyak, kembali tujuan memakai awal WA itu untuk apa dulu, mungkin masing masing orang bisa berbeda tujuannya kenapa harus WA, atau kenapa saya lebih memilih telegram atau platform signal, Wechat atau lainnya, Platform dgn konsep yg sama, saling unjuk gigi menonjolkan kelebihannya masing masing. Dan apakah ada platform media ternama yg belum tersentuh karena kebocoran data?

    Mengenai security platform/aplikasi, semakin punya nama, dan teknologi canggih, terkadang bisa saja ada lubang yg memang belum diketahui, atau seseorang dgn kepiawaian kemampuannya bid. teknologi yg tertantang untuk menerebos masuk, disebarluaskan hingga adanya kebocoran data, tentunya pemilik platform merka akan terus mempersenjatai keamanan mereka seiring perkembangan jaman.

    dan sudah ada klarifikasi dr pihak Whatsapp diharapkan jangan berpindah ke lain hati 😀

    masih situasi pandemi #stay rumahaja dot com

  • 13 Januari

    nah, semua kembali pada personal masing masing sih tingkat kebutuhannya sejauh mana, karena masing masing aplikasi menunjukan kelebihannya masing masing, ada pula fitur yg tidak dimiliki antar aplikasi, batasan dll. semisal pembatasan group untuk WA member dibatasi tertentu, lain dgn telegram dimana msmber group bisa lebih banyak. Misalnya sy sudah miliki WA, suatu kali berniat ikut perbincangan pembahasan ttg group pajak, saham dll. yg menggunakan telegram, mau tidak mau karena itu, sy pun  menjadi punya telegram.

    Jika saat ini baik telegram maupun signal yg sedang naik daun, dasarnya menurut saya karena limpahan member yg mgkn sebagian ada yg kadung kecewa adanya tambahan policy yg dikhawatirkan merubah privacy, segmen pasar terbagi, ditambah mereka merrka sebagai kompetitor WA yg kebetulan ada kesempatan mengambil momentum untuk mempromosikan aplikasinya, dengan cara membandingkan aplikasi WA no. 1 pengguna terbanyak. Apakah WA membalasnya? WA sudah diatas angin, dia hanya butuh maintenance membernya tetap stabil, salah satunya klarifikasi transparant dan menyakinkan membernya, jika konteksnya karena privacy plus jika nilai tambah apa yg bisa didapatkan dari penambahan kebijakan baru ini.

    Semakin tinggi pohon anginnya makin kuat 😀

    13 Januari diubah oleh HERI771

  • 13 Januari

    Kunaon atuh teu pokus ☺

    Hehe masih perlu nyali dan beberapa pertimbangan ya sepertinya untuk mengambil langkah seperti twitter 😜

    HERI771 tulis:

    baik mba liezt, lagi nga focus 😀

    Kaya twitter dong pukul mati acc. donald trump dan di blacklist di bebrpa media platform agar nga "bersuara"

  • 13 Januari

    Ya sih.. Cuma klo terang2an minta itu rasanya piye ya. Macem ditodong pake senyuman gitu 😅

    SAURIA580 tulis:

    Iya bisa jadi sis.

    Ya aku pikir memang tak ada yang aman di dunia ini. Bahkan issue data customer yang bisa dibongkar oleh staff / karyawannya bs sj terjadi dan akhirnya maju ke persidangan. 😎😌

  • 13 Januari

    Info dari temenku sih digertak begitu karena sebelumnya Telegram gak mau patuh ketentuan dari Kominfo. Tapi sekarang udah deal, jadi masih lanjut berTele2 😁

    Sekitar 2013 pakai Tele untuk jualan. Tapi non aktif akhirnya karena ganti hp dan jualan jadi via WA

    ECHY268 tulis:

    Masak...??

    Aku baru dpt notif kl pengguna telegram saat ini mencapai 500 jt yg aktif.

    Ktnya 25 jt pengguna baru msk kurun waktu 72 jam.

    Aku sdh pake telegram sejak 4 thn yg lalu kl ga salah.  

  • 13 Januari

    ya setuju mba, seseorang yg telah menjadi public figur seyogyanya akan mencari sorotan, terlebih jika mempunyai banyak followernya, implikasi bisa menjadi positip atau malah menjadi sasaran, diretas demi berkepntingan tertentu

    SAURIA580 tulis:

    Saya pikir ada bbrp items terkait:

    1. Ga usah jadi orang terkenal, tersukses, terkaya karena berpotensi akan berusaha disusupin oleh orang. Ngga di dunia nyata ngga di dunia maya.😀😁😂

    2. Tetap berhati² dalam mengirimkan sesuatu di platforms medsos apapun. 😇

  • 13 Januari

    Infonya masih bisa, Sist. We'll see perkembangannya gimana ☺

    BETSY458 tulis:

    Kalo gak punya akun Facebook, msh bisakah pake WhatsApp?

26 – 50 dari 87    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan