Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Pacaran seumur hidup, mungkinkah?

ForumPersahabatan dan hubungan

101 – 125 dari 159    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6  7  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 14 Mei

    Kata "Tujuan yang dicapai" anda buat sendiri bukan dari KBBI.

    Di situ jelas di tulis esensinya, "Pengetahuan dan penyelidikan", pengetahuan dan penyelidikan dalam filsafat  tidak ada jawaban tunggal, karena tergantung konteksnya itupun gak cukup, karena perkembangan ilmu pengetahuan, seperti misal einstein menyanggah teori dari newton, itupun belum ditambah berbagai aliran filsafat yang satu sama lain yang satu sama lain bisa saling kontra.

    Misal aliran empirisme dan aliran rasionalisme, lebih dulu rasio atau empiris ?

    Di situ artinya menjadikan "lebih dulu rasio atau empiris" untuk dijadikan objek pemikiran. Ini diskusi yang bisa panjang lebar dan tidak ada ujungnya.

    Belum lagi ditambah secara etimologis, filsafat berarti cinta kebijaksanaan.

    "Aku tahu bahwa aku tidak mengetahui apa pun" adalah suatu perkataan dari tulisan Plato tentang filsuf Yunani kuno Socrates yang juga merupakan gurunya.

    Apakah itu kesimpulan? Apakah dia benar-benar tidak mengetahui apa pun?

    Jika di agama sebelah juga tidak ada pacaran, namanya taaruf, jika di kristen, ada namanya tunangan misal Yusuf dan Maria bertunangan, sebenarnya istilahnya ada untuk bertunangan di kristen ataupun di yahudi.

    Kata menurut argumen para warga JK seakan-akan warga JK seperti itu, padahal tidak, banyak kok yang mungkin, bahkan ada yang memberikan kesaksian ada, contohnya dari SWARRY836.

    Jangan membawa-bawa warga JK, itu menurut anda, bukan menurut waga JK. Belajar berpikir mandiri, tidak bawa-bawa mengatasnamakan warga JK.

    Pacaran seumur hidup masih kontroversi, karena bisa tergantung apa motivasinya.

    MEN624 tulis:

    Masa sih om berfilsafat tidak punya harapan atau tujuan yg dicapai.

    Menurut KBBI

    Fil.sa.fat

    • Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal dan hukumnya.

    • Teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan

    Berfilsafat artinya berteori

    Te.o.ri

    • Penyelidikan eksperimental yg mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi

    • Pendapat, caracara dan aturan untuk melakukan

    Dari semua pengertian diatas jawabannya? Filsafat itu ada tujuan yg ingin dicapai bukan tentang menjadikan sesuatu hanya jadi objek pemikiran tanpa punya tujuan untuk menghasilkan sesuatu.

    Nah itu om tau klau dalam Kekristenan istilah pacaran tidak ada dasarnya.

    Klau mau berpikir lebih kritis, menurut argumen para warga JK klau pasangan (pacaran) seumur hidup dalam Kekristenan ditentang karena tidak ada ikatannya lalu orang berpacaran itu dasar ikatannya apa? Bukankah di awal kejadian penciptaan pria (adam) dan wanita (hawa) disatukan Tuhan dlm satu ikatan menjadi pasangan yg dimaksud adalah pasangan pernikahan suami-istri menjadi satu daging bukan pasangan pacaran.

    Kejadian 2:24

    Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

    Matius 19:5

    Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    14 Mei diubah oleh YUDISAJA095

  • MEIRISNA703

    14 Mei

    MEN624 tulis:

    Pelan2 saja sis jangan buru2, kan yg penting bisa nyampe 😅😂✌

    Udah pelan pelan bro bahkan kata per kata dibaca sambil dihayat tapi otaknya memang gak sanggup menelaah. 😅😅😅 biarlah gak usah nyampe2. Biarin keliling2 aja tuh otak. 😂😂😂😅

  • 14 Mei

    Memang jarang mgkn langka utk di indonesia kasus spt ini tapi bukan berarti tidak ada.

    Org2 yg membuat keputusan tidak menikah di indonesia skrg2 ini mulai show out juga.

    Yang bisa saya nilai dr org2 yg mempunyai keputusan tidak menikah, mereka ini org2 yg tidak memikirkan dirinya sendiri.

    Memang aneh tapi.... saya bs bilang mereka org2 berani yg sama sekali tidak ada rasa "egois".

    Mereka org2 yg mapan, kerja keras dan hidup utk org lain. Jadi salah ketika ada yg bilang; "egois dan tidak memikirkan org lain "jika ada yg berkeputusan utk tidak menikah.

    Kita gak bs judge org hanya karena mereka mempunyai keputusan yg berbeda spt org kebanyakan.

    Judging; utk apa jd org sukses klo gak nikah/punya keturunan?. Kelihatan bodoh dan seolah egois lho.

    Org2 yg saya kenal utk tidak menikah, 100% (org yg saya kenal lho ya) org yg sukses di bidangnya, mereka punya plan masa tua A B C sampai Z yg semuanya plannya tidak akan merepotkan keluarganya, persiapan asuransi yg matang, bahkan ada yg sdh mendaftarkan ahli waris di balai harta peninggalan dan lain sebagainya hal2 yg tidak terpikirkan oleh org2 kebanyakan. Intinya, memang tidak seperti org pada umumnya, yg menjalani hidup ikuti prosesnya, mereka betul2 merencanakan masa depan dan masa tua nya dgn baik, hubungan dengan keluarga besarnya pun juga sangat2 baik (kalau analisa saya mereka hidup utk menjadi berkat utk keluarganya), dan streotip2 buruk ttg org yg memutuskan utk tdk menikah itu tidak ada di mereka.

    Hidup gak melulu ttg menikah atau tidak. Ada hubungan2 yg luarbiasa kita bs ambil pelajaran.

    Sekali lagi ....   kembali ke kesepakatan berdua.

    Menikah pun toh juga kesepakatan berdua (kecuali menikahnya dipaksa).

    YUDISAJA095 tulis:

    Jika pertanyaan anda sebenarnya ingin tahu apakah ada orang seperti itu, maka cerita dari SWARRY836 sudah menjawabnya.

  • 14 Mei

    Pacaran seumur hidup, mungkinkah?

    Wah ini spt jalin hubungan tanpa ikatan..bahaya g sesuai dg budaya kita.. dsb

    Klu sdh menikah enaknya dijalani spt masa kita berpacaran itu sj !? Dah gitu sj kok repot...?! Suka² ini pendapatku !!😁😁

  • 14 Mei

    Sebut kursi itu meja juga boleh kok bang, santai aja :-D

    ISMU915 tulis:

    Pacaran seumur hidup, mungkinkah?

    Wah ini spt jalin hubungan tanpa ikatan..bahaya g sesuai dg budaya kita.. dsb

    Klu sdh menikah enaknya dijalani spt masa kita berpacaran itu sj !? Dah gitu sj kok repot...?! Suka² ini pendapatku !!😁😁

  • 14 Mei

    Ya ini sama kontroversinya dengan memilih single seumur hidup yang kita ga tau dia digariskan punya pasangan sebenarnya atau ga. Secara teologia (tolong koreksi kalo salah), manusia itu punya yg namanya hak prerogatif. Bisa jadi digariskan, bisa jadi itu pilihan manusia itu sendiri.

    Lalu ga menikah dan ga menjalankan arahan di kitab Kejadian dan Matius seperti yang disebutkan itu dosa atau ga? Tau darimana itu merupakan jalan yang diminta Bapa? Yakin itu dari Bapa? Apa Bapa menampakkan diri atau berfirman? Yakin penampakan / suara itu dari Bapa dan bukan lainnya?

    Sama kontroversinya ga?

    Aku malah kaget si TS ngambil peran devil's advocate.

  • 14 Mei

    Setuju 👍👍👍👍

    Aseksual sebenarnya menurut saya tidak masuk dalam kategori orientasi seks. Krn m pelaku aseksual tidak mempunyai gairah (orientasi) seks thdp sesama jenis, lawan jenis, atau trans sekalipun

    Ini sebenarnya gak ada kaitannya dgn orientasi.

    Menurut saya, ini hanya perilaku sesaat saja, kecuali org2 yg dituntut utk menjadi aseksual (org2 yg hidup "selibat")

    Jadi beda konteks ketika kita bicara tidak menikah dengan aseksual.

    Aseksual tidak menginginkan romantisme cinta (konteks apapun), lbh pada ketertarikan emosional atau ketertarikan lain non seksual, atau bahkan sama sekali tidak ada ketertarikan (dalam jangka waktu tertentu).

    Knp hanya perilaku sesaat?. Manusia di anugerahi oleh Tuhan hati dan kasih. Iman dan pengharapan dan kasih, dan yg paling besar adalah KASIH.

    Sedangkan keputusan utk tidak menikah *hanya berpacaran saja*, tidak bs disingkirkan adanya kasih dan romantisme di dalamnya. Sekali Lagi ... ini bentuk sebuah keputusan dan kesepakatan diluar orientasi org tsb.

    NOVA294 tulis:

    ASEKSUAL... Bingung jg sebnarnya sih...

    Krn orientasi seksualnya sm dngn homo dan lesbi ttapi merka bukan kelainn seks...

    Dalam hal ini klo dikaitkan dengan dosa sya rasa g akan berpotnsi melakukan dosa perzinahan karn aseksual tidak tertarik dngn seks scara fisk. Bahkn ada yg sama skli tidak mau bersentuhan secara fisik..

    Saya cuma melihat aseksual ini cuma mau memberi, memberi n memberi kepada pasngnnya tanpa mngharap kmbalian...

    Klo psngn senng n bhagia dia jg ikut bahagia...

    Cuma yg saya bingungkan orientasi seksualnya bukan kelainn seks at prnyimpangn seks hanya penurunan gairah seks at bhkan sdh tdk bergairh lg yg bsa disebbkn olh hal2 trtntu yg mrka almi dlm hdupnya...

    Klo kbtulan pasngn aseksual in ktmu n pacran, bisa jadi merka akan pacran seumur hidup krn g ad tuntuntan krn mrk cma berlomba2 un saling mmberi bkn mmnta...

    Maaf klo sy salh mngartikn Aseksual in...🙏😊

  • 14 Mei

    DIMAS604 tulis:

    Ya ini sama kontroversinya dengan memilih single seumur hidup yang kita ga tau dia digariskan punya pasangan sebenarnya atau ga. Secara teologia (tolong koreksi kalo salah), manusia itu punya yg namanya hak prerogatif. Bisa jadi digariskan, bisa jadi itu pilihan manusia itu sendiri.

    Lalu ga menikah dan ga menjalankan arahan di kitab Kejadian dan Matius seperti yang disebutkan itu dosa atau ga? Tau darimana itu merupakan jalan yang diminta Bapa? Yakin itu dari Bapa? Apa Bapa menampakkan diri atau berfirman? Yakin penampakan / suara itu dari Bapa dan bukan lainnya?

    Sama kontroversinya ga?

    Aku malah kaget si TS ngambil peran devil's advocate.

    benar Tuhan berfirman un memenuhi bumi n mnjadi psngn dlm iktan pernikahan...

    Tetapi ada jg yg sudah digariskan un hidup sndiri tanpa pasngn n itu ad ayatnya sy jg lupa dmna ttapi sy pernah mmbacanya...

    Cuma dlm hal in berbicara tntang Aseksual...

    Dimana yg awalnya merka penuh gairah seksual ttapi krn ada bbrapa fktor yg merka alami sehingga mrka mnjadi aseksual, penurunn gairah seks.. Apkah itu smntara at slamanya...

    Merka bsa mmbuat kputusan un tdk menikah krn g ad kertarikn seks scra fisik..

    N un kputusan g menikah kt perlu hargai,.

    Apkh dngn tidak menikah itu sebuah dosa n melnggr firman Tuhan...

    Itu urusan mrka dngn Tuhan...

    14 Mei diubah oleh NOVA294

  • 14 Mei

    Bangun hubungan/pacaran itu udah termasuk memuliakan TUHAN bro. Karna dalam masa bangun hubungan/pacaran itu ada tindakan2 kasih yg dilakukan para pelaku bangun hubungan/pacaran tsb. Karna hukum TUHAN jaman sekarang adalah hukum kasih, dengan kita lakukan tindakan2 tsb itu jg udah termasuk memuliakan TUHAN. Ya gak melulu harus penyembahan melalui ibadah2. Disekitar kita jg kalau kita lakukan hukum kasih tsb itu jg udah termasuk memuliakan TUHAN, karena dgn begitu tindakan tsb udah melakukan ajaran alkitab.

    Kalau mnurut saya sih ada emang org2 yg kayak bro sebut diatas, yg mungkin daya perasaannya lebih kuat, hingga mereka2 itu lebih mengedepankan emosi2 mereka lewat2 perasaan aja, dan gak mau terlibat dgn kontak fisik misalnya atau hal2 lain.

    Tapi menurut saya sih itu penyakit. Karena menurut saya emosi dan perasaan itu pasti terkoneksi jg dgn tubuh, dan dgn adanya koneksi antara emosi dan perasaan tercipta jg adanya hubungan seksual.

    Karna TUHAN udah ciptain tubuh kita ini untuk saling terkoneksi, ya istilah kerennya bersinergi satu dgn yg lain.

    Makanya dgn adanya banyak teori2 menyimpang bikin kita rentan jadi ikut2 an, apalagi bisa aja ditambah masa lalu sang pelaku yg bikin mereka jadi kayak gitu.

    Dgn banyaknya teori akan melemahkan iman kita. Kayak teori tentang sifat2 manusia dan karakternya yg misal saya kasih contoh kayak teori sifat2 melankolis, koleris, sanguin, plegmatik aja itu blum 100% bener. Sifat melankolis gak sepenuhnya bisa disebut melankolis. Ada jg sifat melankolis yg sedikit koleris dan ditambah sanguin. Teori kayak gitu aja bahkan bisa gak 100% akurat, karna sejatinya manusia itu unik, bukan kayak malaikat atau iblis. Malaikat cuma punya sifat baik, dan iblis cuma punya sifat buruk/jahat. Tapi manusia, semua sifat dan karakter kita ada. Bahkan sifat2/karakter TUHAN pun kita punya, baca alkitab kita yg diciptakan serupa dgn gambaran-Nya.

    Jadi menurut saya teori alkitab lah yg paling bener. Jgn lg mengacu dgn teori2 yg lain, apalagi sampe menganut teori darwin.🤭🤭

    YUDISAJA095 tulis:

    meninggoy ? Meninggal mungkin maksudnya.

    Begini misal orang pacaran 1 bulan, pacarnya meninggal, bisa saja to, jika dijadikan objek pemikiran bisa panjang bro hahahahah.

    Oke kita coba

    Apa sih yang membedakan pacaran sampai meninggal lama dan tidak lama, jawabanya adalah waktu.

    Jika waktu yang jadi acuan, maka waktunya berapa lama yang benar?

    Ada yang pacaran lama sekali, ada yang pacaran sebentar.

    Belum lagi ditambah semua orang pasti akan meninggalkan?

    Jadi pertanyaan anda yang bermasalah, karena yang benar seharusnya motivasi apa yang benar dalam hubungan pria dan wanita?

    Itu lebih tepat.

    Jika mau jawaban rohani ya jawabnya untuk memuliakan Tuhan.

    Apakah bisa menikah untuk memuliakan Tuhan? Tentu saja.

    Apakah hanya menikah jika memuliakan Tuhan?

    Ya tidak, banyak cara memuliakan Tuhan.

    Oke, kita coba urai lagi

    Apakah bisa pacaran itu bisa untuk memuliakan Tuhan?

    Nah ini pertanyaan finalnya, jika pacaran tidak memuliakan Tuhan, maka kenapa banyak orang kristen pacaran sebelum menikah?

    Ya tentu jawaban biasanya untuk saling mengenal satu sama lain.

    Apakah mengenal satu sama lain bisa untuk memuliakan Tuhan?

    Hmmm..........

    Mungkin lebih tepatnya untuk mengenal satu sama lain sebelum menikah kali....

    Oke, lanjut

    Jadi pacaran bisa memuliakan Tuhan tidak?

    Anda jawab sendiri saja ya hahahahaha

    14 Mei diubah oleh BEBEN182

  • 14 Mei

    Mungkin (tp bukn dr cnth pribadi sy), sy py team kerja (di perush sbelumnya pernh juga) yg hidup spt kasus ini. mrk ada cewe ada cowo dr agama nasrani, muslim, konghucu. Mrk sehat jasmani n rohani sampe skrg msh hidup, usia rata2 uda lebih 50 tahunan. Ibadah mrk taat bahkn puasapun dlm ajaran agamanya dijalankn, loyalitas kerjanya mantap (krn sy suka ambil prinsip2 hidup n prìnsip kerja mrk yg baik). Komit mereka sungguh luarbiasa utk kputusn ini n setau sy ini juga bukn suatu pyakit krn mrk hidup secara kudus.

    YUDISAJA095 tulis:

    Pacaran seumur hidup

    Tidak ada tuntutan, tidak ada tanggung jawab, karena semua digerakkan oleh cinta

    Hubungan isinya saling memberi yang terbaik, tidak ada saling menuntut

    Hubungan isinya saling mendukung

    Hubungan isinya saling ingin membahagiakan

    Mungkinkah?

  • 14 Mei

    Yg dibahas kan konteksnya masa pacaran mbak, bukan untuk bener2 memuliakan TUHAN. Ya kalau di masa pacaran dgn yg dibawa cuma perasaan aja itu jg kan udah termasuk keinginan daging, beda hal nya dgn biarawati atau kayak temen2 nya mbak, mereka udah melepaskan keinginan duniawi mungkin.

    Tapi apa mbak udah yakin betul kalau temen2 mbak gak terlibat perasaan satu ama yg lainnya? Karna hati2 jg, iblis pun bisa nyamar jdi malaikat terang. Iblis bisa rubahin pola pikir manusia.

    ETHEFRIDAY551 tulis:

    Mungkin (tp bukn dr cnth pribadi sy), sy py team kerja (di perush sbelumnya pernh juga) yg hidup spt kasus ini. mrk ada cewe ada cowo dr agama nasrani, muslim, konghucu. Mrk sehat jasmani n rohani sampe skrg msh hidup, usia rata2 uda lebih 50 tahunan. Ibadah mrk taat bahkn puasapun dlm ajaran agamanya dijalankn, loyalitas kerjanya mantap (krn sy suka ambil prinsip2 hidup n prìnsip kerja mrk yg baik). Komit mereka sungguh luarbiasa utk kputusn ini n setau sy ini juga bukn suatu pyakit krn mrk hidup secara kudus.

    YUDISAJA095 tulis:

    Pacaran seumur hidup

    Tidak ada tuntutan, tidak ada tanggung jawab, karena semua digerakkan oleh cinta

    Hubungan isinya saling memberi yang terbaik, tidak ada saling menuntut

    Hubungan isinya saling mendukung

    Hubungan isinya saling ingin membahagiakan

    Mungkinkah?

  • 14 Mei

    Maaf om, saya tidak ada bilang filsafat jawabannya harus tunggal. Yg saya garis bawahi berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin diharapkan atau dicapai bukan tanpa tujuan. Itu buktinya om bilang sendiri misal teori Einstein menyanggah teorinya Newton dan pasti tujuannya ada dong om 😁.

    Pernyataan itu bukan hanya dari saya saja kok om. Bukankah ada warga JK rata2 yg koment bahwa hubungan itu butuh komitmen lho om. Komitmen itu apa sih? Komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu apalagi kalau mau dikaitkan dengan ajaran Kekristenan 😇.

    Ikatan hubungan pasangan (pernikahan) dalam Kekristenan ajaran Tuhan Yesus itu indah dan sempurna om. Bukan seperti kebalikannya yg mengatakan seperti transaksi, saling menuntut dst sehingga ada yg tersakiti itu karena kelakuan dari oknumnya yg keliru 😁. Bukankah yg benar itu saling mengasihi, saling memberi dalam ikatan hubungan satu daging dan satu hati om. Kecuali kalau itu hubungan pertemanan atau persahabatan seumur hidup beda kasus 😁. Kan ada tuh namanya kasih Agape, kasih Eros dst 😇.

    Nah itu om tau dan saya juga sepakat kok om dengan istilah ta'aruf atau tunangan dalam ajaran Kekristenan dengan tujuan supaya bisa lebih intens dan lebih dalam saling mengenal satu sama lain dan juga keluarga sebelum menikah.

    Di dalam Alkitab, ada tiga langkah yang harus diambil orang Yahudi untuk menikah. Keluarga dari kedua pihak harus menyetujui persatuan itu, kemudian suatu pernyataan umum disampaikan. Setelah itu, pasangan itu bertunangan. Pada akhirnya, mereka dinikahkan secara resmi dan mulai hidup bersama. Sayangnya, seringkali masyarakat jaman sekarang tidak menekankan betapa seriusnya pertunangan seperti jaman dahulu. ( www.jodohkristen.com/topic/521/ ).

    Ketika pasangan Yahudi bertunangan pada jaman Alkitab, mereka telah diikat oleh komitmen atau perjanjian yang hanya dapat diputus oleh kematian.

    Menurut om dlm ajaran Kekristenan apakah hubungan pacaran itu samakah dengan tunangan 😁? Dan menurut om klau berbeda, bisa tidak atau mungkinkah terjadi dari hubungan pertemanan/persahabatan kemudian bertunangan dan menikah?

    YUDISAJA095 tulis:

    Kata "Tujuan yang dicapai" anda buat sendiri bukan dari KBBI.

    Di situ jelas di tulis esensinya, "Pengetahuan dan penyelidikan", pengetahuan dan penyelidikan dalam filsafat  tidak ada jawaban tunggal, karena tergantung konteksnya itupun gak cukup, karena perkembangan ilmu pengetahuan, seperti misal einstein menyanggah teori dari newton, itupun belum ditambah berbagai aliran filsafat yang satu sama lain yang satu sama lain bisa saling kontra.

    Misal aliran empirisme dan aliran rasionalisme, lebih dulu rasio atau empiris ?

    Di situ artinya menjadikan "lebih dulu rasio atau empiris" untuk dijadikan objek pemikiran. Ini diskusi yang bisa panjang lebar dan tidak ada ujungnya.

    Belum lagi ditambah secara etimologis, filsafat berarti cinta kebijaksanaan.

    "Aku tahu bahwa aku tidak mengetahui apa pun" adalah suatu perkataan dari tulisan Plato tentang filsuf Yunani kuno Socrates yang juga merupakan gurunya.

    Apakah itu kesimpulan? Apakah dia benar-benar tidak mengetahui apa pun?

    Jika di agama sebelah juga tidak ada pacaran, namanya taaruf, jika di kristen, ada namanya tunangan misal Yusuf dan Maria bertunangan, sebenarnya istilahnya ada untuk bertunangan di kristen ataupun di yahudi.

    Kata menurut argumen para warga JK seakan-akan warga JK seperti itu, padahal tidak, banyak kok yang mungkin, bahkan ada yang memberikan kesaksian ada, contohnya dari SWARRY836.

    Jangan membawa-bawa warga JK, itu menurut anda, bukan menurut waga JK. Belajar berpikir mandiri, tidak bawa-bawa mengatasnamakan warga JK.

    Pacaran seumur hidup masih kontroversi, karena bisa tergantung apa motivasinya.

  • 14 Mei

    Menurut sy sih shebat iblis merubah pola pikir manusia, itu tgantung dr iman, krn iblis tdk py kekuatan mguasai hati n pikiran klu kita sndiri tdk mberi tpt baginya.

    BEBEN182 tulis:

    Yg dibahas kan konteksnya masa pacaran mbak, bukan untuk bener2 memuliakan TUHAN. Ya kalau di masa pacaran dgn yg dibawa cuma perasaan aja itu jg kan udah termasuk keinginan daging, beda hal nya dgn biarawati atau kayak temen2 nya mbak, mereka udah melepaskan keinginan duniawi mungkin.

    Tapi apa mbak udah yakin betul kalau temen2 mbak gak terlibat perasaan satu ama yg lainnya? Karna hati2 jg, iblis pun bisa nyamar jdi malaikat terang. Iblis bisa rubahin pola pikir manusia.

  • 14 Mei

    YUDISAJA095 tulis:

    Pacaran seumur hidup

    Tidak ada tuntutan, tidak ada tanggung jawab, karena semua digerakkan oleh cinta

    Hubungan isinya saling memberi yang terbaik, tidak ada saling menuntut

    Hubungan isinya saling mendukung

    Hubungan isinya saling ingin membahagiakan

    Mungkinkah?

    Shalom,

    Maaf ikut berpendapat 🙏

    Jika pertanyaannya ini, menurut opini saya jawabannya tidak mungkin (bagi saya).

    Tidak ada tuntutan, tidak ada tanggung jawab, karena semua digerakkan oleh cinta.

    Hubungan isinya saling mendukung

    Hubungan isinya saling ingin membahagiakan.

    Jawab:

    Cinta memang tidak menuntut, cinta yg tulus murni tidak menuntut, lebih lagi kasih (1 Korintus 13:4-7). Kasih di sini konteksnya bukan kasih dalam hal romantis. Bicara kasih di sini nilainya lebih tinggi dari cinta (romantis).

    Namun bila yg dimaksud sdr adalah cinta dlm hal romatis, hal yg digerakkan oleh cinta pun bila benar2 cinta pasti tidak lepas dari tanggung jawab. Bayangkan saat kita mencintai seseorang apakah kita tidak punya rasa bertanggung jawab utk menjaga rasa cinta itu tetap terjaga dengan baik dan menjaga hubungan tetap penuh kasih? Itu jg bentuk tanggung jawab sih saya rasa. Cinta tanpa tanggung jawab sepertinya kurang lengkap. Cinta itu bertanggung jawab.

    Hubungan isinya saling memberi yang terbaik, tidak ada saling menuntut.

    Jawab:

    Oke lah mungkin dgn pacaran maka bisa saling memberi yg terbaik bagi pasangan. Tapi terbaik dengan tujuan apa? Saling membahagiakan? Ya pasti semua kita ingin keadaan ini yaitu ada seseorang yg bisa membahagiakan kita dan kita bahagiakan. Tapi apa hidup ini hanya milik berdua saja?

    Mungkin kedua orang yg menjalaninya tidak ada saling menuntut, tapi bagaimana dengan lingkungan dan terutama keluarga?

    Karena kita ini hidup sebagai mahluk sosial, minimal dlm keluarga. Sepertinya akan sulit utk bisa menjalani hal seperti itu.

    Dukungan bukan hanya perlu dari seseorang (yaitu orang yg dicintai), perlu dukungan jg dari lingkungan dan keluarga. Dan bagi keluarga Kristen, saya rasa hal itu kemungkinan besar tidak akan mendapat dukungan, terutama jg di Indonesia. Apalagi keluarga yang berpegang pada kebenaran firman. Tidak pula membahagiakan saya rasa jika tanpa disertai dukungan orang2 sekitar minimal keluarga terdekat.

    Tuhan Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

    (Kejadian 2:18)

    Lengkapnya bisa dibaca ayat 18-24.

    Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28)

    "Hubungan isinya saling ingin membahagiakan" bukan kehendak Allah pada mulanya. Allah menghendaki manusia seperti dlm Kej 1:28.

    Artinya pacaran saja tidak akan melaksanakan kehendak Allah.

    Selain itu Tuhan juga mau kita menjadi kesaksian-Nya.

    Mengambil jalan hidup seperti yg digambarkan sdr, kemungkinan besar tidak akan bisa menjadi kesaksian bagi Tuhan, malah mungkin akan menjadi batu sandungan.

    Tuhan tidak mau hidup kita menjadi batu sandungan.

    Matius 17:27 = Tuhan saja tidak membiarkan dirinya menjadi batu sandungan.

    Roma 14:13-23, 1 Korintus 8:9,13 = Para rasul jg memberi teladan dan nasihat (sebagai contoh).

    Jadi jika memutuskan tidak menikah, tetapi tetap ada hubungan romantis antar pria dan wanita (meskipun aseksual), bila itu menjadi batu sandungan lebih baik jangan.

    Mengapa mereka yg hidup selibat itu tidak memiliki hubungan dengan lawan jenis (dlm hal ini pacaran)? Kalau tidak akan ada masalah dan menghambat pekerjaan Tuhan harusnya boleh2 saja dunk ya.. Mereka yg mengenal kasih hidup utk mengasihi bukan mencintai saja. Kasihnya beda, bukan karena ketertarikan secara emosional antara laki2 dan perempuan, tapi general mengasihi sesama manusia.

    Tuhan juga menggambarkan hubungan-Nya dengan jemaat (gereja/tubuh Kristus) dengan gambaran Kristus sebagai mempelai laki2 dan gereja(jemaat) sebagai mempelai perempuan.

    Bukan hanya laki2 dan perempuan, tetapi mempelai. Artinya adanya pernikahan adalah sesuai kehendak Tuhan. Mempelai itu perlu bersatu di situlah baru rampung kehendak Allah. Allah dan gereja bersatu dalam Yerusalem Baru.

    Dalam Alkitab di Efesus 5:22-33

    (Boleh dibaca jika berkenan)

    Kristus sebagai kepala gereja digambarkan dalam hubungan suami dan istri dalam kehidupan berumah tangga. Dalam hal itu lah maka kehidupan rumah tangga bisa menjadi berkat dan kesaksian bagi orang2.

    Jadi untuk bisa jadi berkat pacaran tidak menggenapkan tujuan itu, pernikahan lah yang bisa menggenapkannya.

    Di sana lah unit gereja (jemaat) yg terkecil, yaitu kehidupan berkeluarga, di sana lah realitas bagaimana belajar mengasihi, tunduk dan menghormati, meski tidak sesuai ekspektasi. Di situlah praktek mengasihi diuji. Dengan orang yang setiap hari kita temui, satu atap, beda opini, tiap hari ketemu, sudah pilihan tidak bisa dibatalkan.

    Kalau pacaran kan nggak mungkin bisa seperti itu keadaannya. Heehhe...(khususnya di Indonesia)

    Untuk perihal karunia membujang (selibat):

    Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. (1 Korintus 7:7‭-‬9)

    Jika memang karunia dari Tuhan atau panggilan dari Tuhan untuk tidak menikah itu baik saja. Tapi tujuannya adalah agar bisa lebih fokus utk melayani Tuhan, memberikan hidup sepenuhnya untuk melayani Tuhan, bukan dialihkan kepada mencintai seseorang dari lawan jenis, tetapi utk mencintai Allah dengan tulus hati dan mutlak. Dan tentu saja bagi sesama adalah kasih (kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri),  bukan romantisme semata, tapi kasih dari Bapa, kasih seperti Tuhan mengasihi manusia. Semua manusia bukan hanya satu. Dan itu lebih mulia daripada hanya membahagiakan satu orang.

    Di situ lah baru bisa jadi kesaksian dan berkat baik bagi yang memilih pernikahan atau pun memilih tidak menikah.

    Cinta bisa cemburu, kasih tidak ada kecemburuan di dalamnya.

    Andai pacaran (romantisme) tidak ada hal2 yg bisa membingungkan maka mereka yg hidup selibat boleh dunk ya memiliki keadaan yg demikian (pacaran), tapi selibat di sini tidak ada hal2 romantisme, cintanya bukan cinta seperti itu, adanya adalah kasih.

    Kasih dan cinta berbeda menurut saya. Kasih lebih tinggi standar nya dari cinta.

    Dan memberkati itu bukan membahagiakan, tapi membawa Tuhan kepada orang dan membawa orang kepada Tuhan supaya orang2 itu dapat mengalami kebahagiaan dan damai sejahtera yg sejati yg berasal dari Tuhan.

    Ya jalannya dengan kesaksian hidup kita dan mulut kita yang mempersaksikan Tuhan.

    Andai hidup kita menjadi batu sandungan akan sulit utk bisa menjadi kesaksian Tuhan.

    Sebelumnya maaf kalau tulisan atau bahasanya berantakan, kurang tersusun rapi 🙏

    Biasanya jadi silent reader saja.

    Karena blm fasih menulis dgn runtun jadinya ya seadanya saja, dan mungkin beberapa out of context jadi kepanjangan 😁

    Mohon maaf bila ada kata2 atau pendapat yg kurang berkenan.

    Salam kenal semuanya, dan salam damai dalam kasih Kristus.

    God bless us. Semoga kita semua bisa jadi berkat.

    14 Mei diubah oleh YULIANE943

  • 14 Mei

    Intinya yang mau disampaikan adalah emosi dan perasaan itu pasti terkoneksi jg dgn tubuh, dan dgn adanya koneksi antara emosi dan perasaan tercipta jg adanya hubungan seksual.

    Pertama harus diketahui dahulu, manusia punya kehendak bebas, apakah bisa dipengaruhi oleh emosi dan perasaan dan akhirnya terjadi hubungan seksual? Oo jelas bisa, tp bisa gak orang mengontrolnya? Ya bisa saja, tapi bisa gak sekarang bisa mengontrol, besoknya tidak, ya bisa saja.

    Oke kita harus lihat secara realitas, jika bicara yang ideal saja sih ya semua juga banyak tahu, jika dunia ini isinya orang baik, gak perlu dunia ini ada polisi, sesederhana itu.

    Orang memilih hidup melajang jelas cobaannya banyak, bahkan hamba Tuhanpun belum tentu bisa melawan, udah rahasia umumkan banyak yang jatuh bukan.

    Orang yang menikah, woooo yang selingkuh juga banyak, yang diam-diam ya juga banyak, yang cerai juga banyak, gimana dengan orang kristen di JK apakah semuanya lum pernah menikah? ya udah hal yang biasa lihat profile wanita di JK dalam status cerai.

    Itulah realitas.

    Gimana dengan pacaran seumur hidup ya jelas akan memberikan resiko bagi yang normal, semua punya potensi resiko untuk jatuh.

    Apakah jika bertobat bisa mengulangi perbuatan dosa lagi, ya jelas bisa.

    Jadi apapun yang anda mau katakan, ujung-ujungnya semua kembali ke realitas, karena jika hanya bicara apa yang ideal juga banyak orang yang bisa.

    BEBEN182 tulis:

    Bangun hubungan/pacaran itu udah termasuk memuliakan TUHAN bro. Karna dalam masa bangun hubungan/pacaran itu ada tindakan2 kasih yg dilakukan para pelaku bangun hubungan/pacaran tsb.

    ....

    Jadi menurut saya teori alkitab lah yg paling bener. Jgn lg mengacu dgn teori2 yg lain, apalagi sampe menganut teori darwin.🤭🤭

    14 Mei diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 14 Mei

    Faktanya apa kmu bro udah bisa tau jg kalau yg cuma berpacaran aja yg gak mau terlibat ini itu, bisa gak bubaran? Lihat 2 sisi, realitasnya jg kalau asumsi saya ya bisa bubar jg. Karna kmu kan berasumsi apa yg saya jabarkan bisa aja terjadi kayak yg kmu omongin tentang realitas/fakta nyata.

    Tapi apa kmu tau yg kmu omongin tentang realitas tsb banyak kawin cerai dsb tsb, cuma sedikit sekali daripada apa yg bener2 kita lakuin sesuai firman TUHAN? Bahkan atheis pun yg banyak yg menikah dan punya anak, lebih banyak dari apa yg kmu ceritakan.

    Tapi itu kan tergantung pilihan manusia. Mau pacaran seumur hidup silahkan, atau yg mau menikah dan berkeluarga ya silahkan.

    Itulah kenapa saya bilang ada mungkin hal2 atau bisa jadi yg bikin manusia yg kmu omongin tsb ngelakuin hal2 kayak gitu, bisa masa lalu atau cuma ikutin tren teori aja, atau karna takut karna melihat org lain yg menikah dan ada yg cerai. Karna sgala kemungkinan kan bisa aja.

    Ya sebenernya simpel aja, pilih aja yg menurut kmu yakin, jalani. Kalau disini fakta dan realitasnya gak ada org2 yg punya keinginan/sifat kayak yg kmu sebut. Itu terbukti dgn komentar2 para member disini.🤗🤗

    YUDISAJA095 tulis:

    Intinya yang mau disampaikan adalah emosi dan perasaan itu pasti terkoneksi jg dgn tubuh, dan dgn adanya koneksi antara emosi dan perasaan tercipta jg adanya hubungan seksual.

    ....

    Jadi apapun yang anda mau katakan, ujung-ujungnya semua kembali ke realitas, karena jika hanya bicara apa yang ideal juga banyak orang yang bisa.

    14 Mei diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 14 Mei

    Teori Einstein menyanggah teorinya Newton itu dalam konteks filsafat, dalam konteks menjadikan objek pemikiran, bagaimana mungkin anda bisa melepaskan keluar dari konteks filsafat padahal bahasannya filsafat, bukan fisika yang mempunyai disipin ilmu sendiri.

    Jadi udah berubah, nanti berubah lagi ga, sebelumnya omong A sekarang jadi B, berubah-ubah, rata-rata itu tidak mewakili, seperti Indonesia mayoritas islam, bukan berarti kata bangsa indonesia ya kata islam, di Indonesia ada kristen, budha, hindhu, konghucu, lagi pula kebenaran tidak ditentukan oleh mayoritas.

    Anda mengagungkan komitmen, bukan hal yang salah, memang begitu kok idealnya, sayangnya dunia ini sudah sangat kompleks masalahnya, seperti www.google.com/search?q=bunuh+ ... +tidak+direstui

    Anda lihat dari halaman ke halaman isinya banyak

    Daripada kumpul kebo dan sebagainya, PGI bersikap mendukung pernikahan beda agama, www.tribunnews.com/nasional/20 ... ahan-beda-agama

    Jika mau bicara yang ideal dalam kristen secara umum orang juga tahu, tapi dunia saat ini sudah sangat kompleks dan rumit.

    MEN624 tulis:

    Maaf om, saya tidak ada bilang filsafat jawabannya harus tunggal. Yg saya garis bawahi berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin diharapkan atau dicapai bukan tanpa tujuan. ....

    Menurut om dlm ajaran Kekristenan apakah hubungan pacaran itu samakah dengan tunangan 😁? Dan menurut om klau berbeda, bisa tidak atau mungkinkah terjadi dari hubungan pertemanan/persahabatan kemudian bertunangan dan menikah?

    14 Mei diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 14 Mei

    Dari perceraian disitulah manusia itu dituntut untuk berpikir untuk harus bisa hidup lebih baik lagi, bukan malah tambah jatuh kedalam dosa dgn berbuat dgn cuma bangun hubungan pacaran seumur hidup. Ya itu malah tambah penyakit namanya. Makanya ini kan disebut Jodoh Kristen bukan jodoh Atheis, atau Jodoh Pacaran Seumur Hidup.🤔😁

    Makanya penjabaran kmu salah kalau kamu sharing yg begituan disini.

    Harusnya sharing sama akademisi sekuler, atau pemikir2 sekuler.

    Disini mah cuma ada pemikir2 jomblo yg benar2 mau cari pasangan hidup sesuai dgn kehendak TUHAN.🤭😅

  • 14 Mei

    Ya tinggal dtambah

    berpacaran aja gak mau terlibat ini itu, bisa gak bubaran? ya bisa saja

    Begitu saja dipusingin hehehe

    Komentar para member juga ada kok sebagian yang melihat mungkin kok pacaran seumur hidup, ada juga yang lain dengan pemikiran lain yang berhubungan dengan mungkin dibuat yayasan tapi bukan pacaran seumur hidup.

    Jika kamu hanya mau melihat apa yang kamu mau ya susah.

    BEBEN182 tulis:

    Faktanya apa kmu bro udah bisa tau jg kalau yg cuma berpacaran aja gak mau terlibat ini itu, bisa gak bubaran? Lihat 2 sisi, realitasnya jg kalau asumsi saya ya bisa bubar jg. Karna kmu kan berasumsi apa yg saya jabarkan bisa aja terjadi kayak yg kmu omongin tentang realitas/fakta nyata.

    Tapi apa kmu tau yg kmu omongin tentang realitas tsb banyak kawin cerai dsb tsb, cuma sedikit sekali daripada apa yg bener2 kita lakuin sesuai firman TUHAN? Bahkan atheis pun yg banyak yg menikah dan punya anak, lebih banyak dari apa yg kmu ceritakan.

    Tapi itu kan tergantung pilihan manusia. Mau pacaran seumur hidup silahkan, atau yg mau menikah dan berkeluarga ya silahkan.

    Itulah kenapa saya bilang ada mungkin hal2 atau bisa jadi yg bikin manusia yg kmu omongin tsb ngelakuin hal2 kayak gitu, bisa masa lalu atau cuma ikutin tren teori aja, atau karna takut karna melihat org lain yg menikah dan ada yg cerai. Karna sgala kemungkinan kan bisa aja.

    Ya sebenernya simpel aja, pilih aja yg menurut kmu yakin, jalani. Kalau disini fakta dan realitasnya gak ada org2 yg punya keinginan/sifat kayak yg kmu sebut. Itu terbukti dgn komentar2 para member disini.🤗🤗

    14 Mei diubah oleh YUDISAJA095

  • 14 Mei

    Tentang mereka yang telah bercerai, saya tidak menghubungkan dengan pacaran seumur hidup, itu dalam konteks berbeda, bahwa ada sesuatu ideal dan ada yang namanya realitas yang tidak ideal.

    Jodohkristen ini bukan milik anda, toh juga yang punya santai-santai aja kok hehehehe

    Lagi pula ak tidak mengkampanyekan pacaran seumur hidup, jadi tidak perlu sampai mengatakan "Jodoh Pacaran Seumur Hidup", jadi santai aja bro hehehe.

    Topik ini hanya pertanyaan mungkin atau tidak, sesederhana itu, jika mungkin ya itu pendapat orang itu, jika ada yang bilang tidak ya itu pendapatnya.

    Sebagai tambahan, anda memulai diskusi kita dari isi diskusi saya dengan DIMAS604, yang sebenarnya tidak untuk anda, ditambah lagi anda tidak menjawab pertanyaan apa yang ada di topik, tapi pada hal lain yang bisa berakibat banyak OOT.

    Tidak salah mengatakan di sini isinya pemikir2 jomblo yg benar2 mau cari pasangan hidup sesuai dgn kehendak TUHAN, tapi bukan berarti mereka semua bilang tidak mungkin, sekian orang ada kok yang bilang mungkin.

    Mereka punya hak untuk berpendapat sendirikan. :-D


    BEBEN182 tulis:

    Dari perceraian disitulah manusia itu dituntut untuk berpikir untuk harus bisa hidup lebih baik lagi, bukan malah tambah jatuh kedalam dosa dgn berbuat dgn cuma bangun hubungan pacaran seumur hidup. Ya itu malah tambah penyakit namanya. Makanya ini kan disebut Jodoh Kristen bukan jodoh Atheis, atau Jodoh Pacaran Seumur Hidup.🤔😁

    Makanya penjabaran kmu salah kalau kamu sharing yg begituan disini.

    Harusnya sharing sama akademisi sekuler, atau pemikir2 sekuler.

    Disini mah cuma ada pemikir2 jomblo yg benar2 mau cari pasangan hidup sesuai dgn kehendak TUHAN.🤭😅

    14 Mei diubah oleh YUDISAJA095

  • 14 Mei

    Bukankah om sendiri yg bilang dlm konteks berfilsafat 🤔 dan orang berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin dicapai termasuk topik yg sedang dibahas 😁.

    Secara tersirat om sedang berusaha menggiring opini dari realitas yg ada bahwa pasangan kekasih yg bundir karena tidak direstui ortu maka om bilang mungkinkah pacaran seumur hidup sebagai solusinya.

    Meskipun dunia ini sudah kompleks dengan permasalahannya, semestinya kita tidak ikut terbawa arus didalamnya om dan jangan menjadi sama dengan dunia. Jelas itu konsep duniawi om. Dan semestinya solusi yg ditawarkan untuk mengatasi permasalahan itu dalam ajaran Kekristenan (karena ini forum kristen) bukan dengan pacaran seumur hidup ya om, itu yg tidak ada dasarnya.

    Klau masalah daripada kumpul kebo dan sebagainya PGI mendukung beda agama itu menurut ku tidak salah dan itu bisa dikritisi. Apakah Tuhan beragama dan bersuku tertentu? Kan tidak 😁😁😁. Karena pada dasarnya setiap manusia hasil ciptaan Allah dari rupa dan gambarNya sendiri bukan dari agama tertentu dst dan itu bisa dilihat dari buah2 roh ada didalam setiap diri manusia yg memiliki kasih, sukacita, kebaikan dst 😇😇😇.

    Yg membuat dunia ini tidak ideal siapa? Kan manusia itu sendiri dengan lebih memilih dengan keinginan dagingnya. Dan pasti beda klau mau mengikuti kehidupan yg ideal dari Tuhan.

    Oh iya om ada belum jawab pertanyaan saya 😁😁😁✌

    YUDISAJA095 tulis:

    Teori Einstein menyanggah teorinya Newton itu dalam konteks filsafat, dalam konteks menjadikan objek pemikiran, bagaimana mungkin anda bisa melepaskan keluar dari konteks filsafat padahal bahasannya filsafat, bukan fisika yang mempunyai disipin ilmu sendiri.

    Jadi udah berubah, nanti berubah lagi ga, sebelumnya omong A sekarang jadi B, berubah-ubah, jika rata-rata itu harus anda hitung siapa saja dan disampaikan secara jelas, bukan klaim, selain itu juga tidak mewakili, seperti Indonesia mayoritas islam, bukan berarti kata bangsa indonesia ya kata islam, di Indonesia ada kristen, budha, hindhu, konghucu, lagi pula kebenaran tidak ditentukan oleh mayoritas.

    Anda mengangungkan komitmen, bukan hal yang salah, memang begitu kok idealnya, sayangnya dunia ini sudah sangat kompleks masalahnya, seperti www.google.com/search?q=bunuh+ ... +tidak+direstui

    Anda lihat dari halaman ke halaman isinya banyak

    Daripada kumpul kebo dan sebagainya, PGI bersikap mendukung pernikahan beda agama, www.tribunnews.com/nasional/20 ... ahan-beda-agama

    Jika mau bicara yang ideal dalam kristen secara umum orang juga tahu, tapi dunia saat ini sudah sangat kompleks dan rumit.

  • 14 Mei

    Coba tunjukkan aku bilang dlm konteks berfilsafat  dan orang berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin dicapai, apalagi termasuk topik. copy paste di sini.

    Jangan suka ngarang sendiri.

    Gak juga, itukan asumsi anda, itu konteksnya ada fakta itu, bukan menggiring ke pacaran seumur hidup, jika ikuti diskusiku dengan member lain pasti paham maksudku.

    Anda berasumsi sendiri terus bicara ke sana kemari, padahal bukan itu yang dibahas.

    Karena yang dibahas ditopik inikan hanya pertanyaan sederhana, mungkin gak pacaran seumur hidup, hanya pertanyaan itu, sesederhana itu.

    MEN624 tulis:

    Bukankah om sendiri yg bilang dlm konteks berfilsafat 🤔 dan orang berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin dicapai termasuk topik yg sedang dibahas 😁.

    Secara tersirat om sedang berusaha menggiring opini dari realitas yg ada bahwa pasangan kekasih yg bundir karena tidak direstui ortu maka om bilang mungkinkah pacaran seumur hidup sebagai solusinya.

    Meskipun dunia ini sudah kompleks dengan permasalahannya, semestinya kita tidak ikut terbawa arus didalamnya om dan jangan menjadi sama dengan dunia. Jelas itu konsep duniawi om. Dan semestinya solusi yg ditawarkan untuk mengatasi permasalahan itu dalam ajaran Kekristenan (karena ini forum kristen) bukan dengan pacaran seumur hidup ya om, itu yg tidak ada dasarnya.

    Klau masalah daripada kumpul kebo dan sebagainya PGI mendukung beda agama itu menurut ku tidak salah dan itu bisa dikritisi. Apakah Tuhan beragama dan bersuku tertentu? Kan tidak 😁😁😁. Karena pada dasarnya setiap manusia hasil ciptaan Allah dari rupa dan gambarNya sendiri bukan dari agama tertentu dst dan itu bisa dilihat dari buah2 roh ada didalam setiap diri manusia yg memiliki kasih, sukacita, kebaikan dst 😇😇😇.

    Yg membuat dunia ini tidak ideal siapa? Kan manusia itu sendiri dengan lebih memilih dengan keinginan dagingnya. Dan pasti beda klau mau mengikuti kehidupan yg ideal dari Tuhan.

    Oh iya om ada belum jawab pertanyaan saya 😁😁😁✌

    14 Mei diubah oleh YUDISAJA095

  • 14 Mei

    Bapak ini punya pendapat sendiri adekku...

    Biarkan saja..

    MEN624 tulis:

    Bukankah om sendiri yg bilang dlm konteks berfilsafat 🤔 dan orang berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin dicapai termasuk topik yg sedang dibahas 😁.

    Secara tersirat om sedang berusaha menggiring opini dari realitas yg ada bahwa pasangan kekasih yg bundir karena tidak direstui ortu maka om bilang mungkinkah pacaran seumur hidup sebagai solusinya.

    Meskipun dunia ini sudah kompleks dengan permasalahannya, semestinya kita tidak ikut terbawa arus didalamnya om dan jangan menjadi sama dengan dunia. Jelas itu konsep duniawi om. Dan semestinya solusi yg ditawarkan untuk mengatasi permasalahan itu dalam ajaran Kekristenan (karena ini forum kristen) bukan dengan pacaran seumur hidup ya om, itu yg tidak ada dasarnya.

    Klau masalah daripada kumpul kebo dan sebagainya PGI mendukung beda agama itu menurut ku tidak salah dan itu bisa dikritisi. Apakah Tuhan beragama dan bersuku tertentu? Kan tidak 😁😁😁. Karena pada dasarnya setiap manusia hasil ciptaan Allah dari rupa dan gambarNya sendiri bukan dari agama tertentu dst dan itu bisa dilihat dari buah2 roh ada didalam setiap diri manusia yg memiliki kasih, sukacita, kebaikan dst 😇😇😇.

    Yg membuat dunia ini tidak ideal siapa? Kan manusia itu sendiri dengan lebih memilih dengan keinginan dagingnya. Dan pasti beda klau mau mengikuti kehidupan yg ideal dari Tuhan.

    Oh iya om ada belum jawab pertanyaan saya 😁😁😁✌

  • 14 Mei

    Aku dasarnya bertanya sih, bukan berpendapat di topik ini karena dari judul topiknya aja isinya pertanyaan.

    YOHANA140 tulis:

    Bapak ini punya pendapat sendiri adekku...

    Biarkan saja..

    14 Mei diubah oleh YUDISAJA095

  • 14 Mei

    Kan saya fokus menanggapi dan menyanggah setiap pernyataan om.

    Dri pertanyaan om yg sederhana om kembangkan ke realitas kehidupan duniawi yg kompleks dengan permasalahannya dan om juga tampilkan data dari sepasang kekasih yg bundir karena tidak direstui ortu kan. Saya berargument menanggapi pernyataan om juga ada dasarnya dari ajaran Kekristenan, ini diluar dari pembahasan filsafat ya om ✌.

    Om kok malah balik bertanya ke saya yah 😁😁😁

    YUDISAJA095 tulis:

    Coba tunjukkan aku bilang dlm konteks berfilsafat  dan orang berfilsafat pasti ada tujuan yg ingin dicapai, apalagi termasuk topik. copy paste di sini.

    Jangan suka ngarang sendiri.

    Gak juga, itukan asumsi anda, itu konteksnya ada fakta itu, bukan menggiring ke pacaran seumur hidup, jika ikuti diskusiku dengan member lain pasti paham maksudku.

    Anda berasumsi sendiri terus bicara ke sana kemari, padahal bukan itu yang dibahas.

    Karena yang dibahas ditopik inikan hanya pertanyaan sederhana, mungkin gak pacaran seumur hidup, hanya pertanyaan itu, sesederhana itu.

    Memang apa bedanya pacaran seumur hidup yang  juga sama-sama dikritisi?

101 – 125 dari 159    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 4  5  6  7  Selanjutnya Kirim tanggapan