Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

tipe laki2 suka perempuan bekerja atau hanya IRT

ForumPersahabatan dan hubungan

76 – 93 dari 93    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4Kirim tanggapan

  • 13 September

    NOVA294 tulis:

    sbg wanita wirausaha mmng enak...

    Tapi smua itu tdak smudah yg dipikirkan, aplagi klo status kt sbg single mother.. ad tanggungjwb bsar yg kta pikul... disaat bnyak kerjaan masuk kta bersyukur krn ksmpatan un mngumpulkn duit.. dngn resiko wktu kta hbs dkrjaan.. alih2 mau ngatur wktu yg ad malah terasa wktu g cukup krn ad tnggungjwb dikerjaan n tnggungjwb di RT.. n disaat memilih, tetap jg sllu  mengorbankan kluarga...

    Beda dngn wanita single at yg punya suami..

    Bener Sist, gak semua semudah yg dipikirkan, di dunia ini semua ada plus minusnya buat setiap pilihan

    Gak cuma yg single parent, jd istri merangkap wirausahawati, pasti akan menghadapi banyak " obstacles" juga, contoh misal bidang usaha dia EO (event organizer) yg mengharuskan dia buat bertemu / meeting dng client2 ( ini bicara situasi normal non pandemi), dan kadang itu harus dilakukan di malam hari dng lawan jenis, dan bagi suami yg gak bs menerima ini, ini akan jd satu masalah tersendiri dlm rumah tangga.

    Point is, semua pilihan ada enak dan gak enaknya, tinggal gmn kesiapan para "pelakunya" dlm menerima semua sisi gak enaknya itu

  • 13 September

    REGINA262 tulis:

    Bener banget, bahkan terlalu nyaman sehingga ga bsa menghargai

    Iya, cuma Tuhan yg bisa mengubah laki2 tsb. Tapi kalau laki2 nya tidak mau berubah dr dlm dirinya sdr (kehendak bebas) akan menyulitkan dirinya sdr dan keluarga kalau menikah.

  • 14 September

    Bicara mengenai harta/aset memang ga akn ada habisnya. Semua tergantung 'Anugerah' Tuhan kita dapat jodohnya yg gimana. Jika dpt jodoh yg takut akan Tuhan pasti tdk akn berani melakukan hal2 yg sist ceritakan disini. Kdg aku ga habis pikir, saat beli rumah/aset, lalu istri menuntut agar di atas namakan dia. Ku yakin utk beli rumah berikutnya pasti suami bilang atas nama dia. Begitu seterusnya. Dikasih berkat oleh Tuhan, blm apa2 sdh mulai curiga mencurigai. Kalau ga dikasih berkat, mengeluh hidup susah...😁

    Aku seh blm pernah berpikiran sejauh yg sist sarankan. Doaku semoga bertemu jodoh, pria yg takut akan Tuhan saja. Jadi tidak akan ada muncul dlm pikiran dia akn tindakan perselingkuhan dan lain2 yg tidak baik.

    Tunggu ktemu jodoh dululah, baru nanti kita lihat situasi dan kondisi dilapangan bagaimana.😁

    TILLIE769 tulis:

    Bukan saya kak. Sodara sepupu sama bude.

    Ada yg di tikung sama rekan bisnis (laki2 ya) suaminya. Ada juga yg ditikung WIL. 🙈

    Kurleb gt.

    14 September diubah oleh ECHY268

  • 14 September

    ECHY268 tulis:

    Kdg aku ga habis pikir, saat beli rumah/aset, lalu istri menuntut agar di atas namakan dia. Ku yakin utk beli rumah berikutnya pasti suami bilang atas nama dia.

    Secara hukum notariat, setelah menikah resmi ( secara negara), segala harta dan atau hutang yang dibuat oleh suami atau istri kan menjadi milik bersama, lepas dr siapapun nama pemegang aset tsb, bukannya begitu Sist?

  • 14 September

    Kukoreksi ya bro... bkn hukum notariat tetapi hukum di Indonesia. Betul sekali. Dulu sdh pernah ada topik ttg ini dan dsana aku sdh jelaskan dgn detail ttg aturan hukumnya.

    Semua harta dan hutang yg diperoleh/timbul sepanjang perkawinan atau selama dlm ikatan pernikahan akn menjadi harta/hutang bersama suami dan istri. Pengecualian jika ada perjanjian harta perkawinan/prenup/perjanjian kawin atau apalah namanya yg intinya di dlm perjanjian tsb diatur tentang pemisahan harta/hutang/penghasilan antara suami dan istri.

    Harta ini jika cerai langsung dibuat pembagian harta gono gini spy nanti kl mau di jual tidak perlu cari2 eks suami/istri utk minta tandatangannya (persetujuannya).

    Harta bersama jika mau dijual, maka harus ada persetujuan dari pasangan nikah. Bisa ikut hadir saat tanda tangan akta jual beli dihadapan PPAT atau pakai surat persetujuan dibawah tangan yg dilegalisasi oleh Notaris.

    Kalau ada suami/istri berani menjual rumah (yg merupakan harta bersama) tanpa persetujuan pasangan nikahnya karna merasa itu miliknya karna atas nama dia di sertipikat, pasangan nikah tsb bisa menuntut si suami/istri tsb bahkan PPAT yg berani buat akta jual beli tsb bisa juga dituntut.

    VINCENT012 tulis:

    Secara hukum notariat, setelah menikah resmi ( secara negara), segala harta dan atau hutang yang dibuat oleh suami atau istri kan menjadi milik bersama, lepas dr siapapun nama pemegang aset tsb, bukannya begitu Sist?

    14 September diubah oleh ECHY268

  • 14 September

    ECHY268 tulis:

    Bicara mengenai harta/aset memang ga akn ada habisnya. Semua tergantung 'Anugerah' Tuhan kita dapat jodohnya yg gimana. Jika dpt jodoh yg takut akan Tuhan pasti tdk akn berani melakukan hal2 yg sist ceritakan disini. Kdg aku ga habis pikir, saat beli rumah/aset, lalu istri menuntut agar di atas namakan dia. Ku yakin utk beli rumah berikutnya pasti suami bilang atas nama dia. Begitu seterusnya. Dikasih berkat oleh Tuhan, blm apa2 sdh mulai curiga mencurigai. Kalau ga dikasih berkat, mengeluh hidup susah...😁

    Aku seh blm pernah berpikiran sejauh yg sist sarankan. Doaku semoga bertemu jodoh, pria yg takut akan Tuhan saja. Jadi tidak akan ada muncul dlm pikiran dia akn tindakan perselingkuhan dan lain2 yg tidak baik.

    Tunggu ktemu jodoh dululah, baru nanti kita lihat situasi dan kondisi dilapangan bagaimana.😁

    Iyah, kak.

    Beda orang, beda pemikiran beda pengalaman hidup.

  • 16 September

    Saya bilang flexible saja. Klo yg laki mampu juga pada sepakat istri tdk kerja jg tdk masalah. Bila sepakat keduanya kerja entah karena ingin atau keharusan jg harusnya tdk masalah. Klo anak jg hrsnya tanggung jawab bersama, tdk seharusnya ada pembagian tugas utk urusan anak menurut saya.

  • 16 September

    Bagian ini sangat sepakat.

    Karena ada andil sel sperma dan sel telur di dalamnya, so pihak pria dan wanita sebagai bapak dan mamak sudah sepatutnya bermitra bersama dalam mengurus, mengajar, dan mengayomi anak-anak. Bukan urusan wanita atau takdir wanita karena takdir wanita adalah menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Selebihnya bisa dikerjakan bersama. Wanita bisa cari cuan sendiri, tentu pihak pria bisa jg lah bantu2 ngurus Rumah Tangga termasuk anak-anak. Unless punya duit yang tidak punya seri lagi, maka hire lah ART, atau personal assistant bahkan untuk anaknya sedari dini. Hehehee....

    ARIEF965 tulis:

    Klo anak jg hrsnya tanggung jawab bersama, tdk seharusnya ada pembagian tugas utk urusan anak menurut saya.

  • 16 September

    ROCKY356 tulis:

    Hmmm ..

    Terserah perempuan sih, klo initiative nya bantu suami.. it's ok..

    Tpi kembali lagi, istri sebagai tulang rusuk, bukan tulang punggung.. 😁😁😁

    Manis sekali jawabannya. 😁🤭

  • 16 September

    Setuju sis, makanya agak males dgn cowo yg kental bgt adat istiadat patrilinealnya dmn jatuhnya jd arogan dan mengkotak2 kn tugas istri & suami. Padahal kn kita itu partner bukan atasan dan bawahan. Semua jg tau suami itu kepala rumah tangga, tp y g jd raja yg minta dilayani terus jg dong, bijak lihat sikon nape, itu terkadang yg buat jd capcay deh...🤐🥱

    SAURIA580 tulis:

    Bagian ini sangat sepakat.

    Karena ada andil sel sperma dan sel telur di dalamnya, so pihak pria dan wanita sebagai bapak dan mamak sudah sepatutnya bermitra bersama dalam mengurus, mengajar, dan mengayomi anak-anak. Bukan urusan wanita atau takdir wanita karena takdir wanita adalah menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Selebihnya bisa dikerjakan bersama. Wanita bisa cari cuan sendiri, tentu pihak pria bisa jg lah bantu2 ngurus Rumah Tangga termasuk anak-anak. Unless punya duit yang tidak punya seri lagi, maka hire lah ART, atau personal assistant bahkan untuk anaknya sedari dini. Hehehee....

  • 16 September

    Klo dasar saya sih, karena dulu mereka 2 tetapi sekarang 1. Tugas istri utk mengasihi suami dan tugas suami juga untuk mengasihi istri. Karena sekarang mereka adl 1. Karena 1 maka mereka sama.

    Kecuali anda masochist yg suka menyiksa diri sendiri, maka pastilah anda tdk akan menyiksa apa yg menjadi bagian dari diri anda. Anda pasti akan berusaha memberikan yg terbaik utk keseluruhan diri anda.

  • 16 September

    Alright. Thank you for sharing your insights.

    ARIEF965 tulis:

    Klo dasar saya sih, karena dulu mereka 2 tetapi sekarang 1. Tugas istri utk mengasihi suami dan tugas suami juga untuk mengasihi istri. Karena sekarang mereka adl 1. Karena 1 maka mereka sama.

    Kecuali anda masochist yg suka menyiksa diri sendiri, maka pastilah anda tdk akan menyiksa apa yg menjadi bagian dari diri anda. Anda pasti akan berusaha memberikan yg terbaik utk keseluruhan diri anda.

  • 17 September

    ARIEF965 tulis:

    Klo dasar saya sih, karena dulu mereka 2 tetapi sekarang 1. Tugas istri utk mengasihi suami dan tugas suami juga untuk mengasihi istri. Karena sekarang mereka adl 1. Karena 1 maka mereka sama.

    Kecuali anda masochist yg suka menyiksa diri sendiri, maka pastilah anda tdk akan menyiksa apa yg menjadi bagian dari diri anda. Anda pasti akan berusaha memberikan yg terbaik utk keseluruhan diri anda.

    Tp kenyataannya dunia manusia, daging tetap 2.

  • 17 September

    Yups. Physically. Klo menurut saya, kembali ke kita sih. Dasar apa yg kita pakai. Kembali ke landasan berpikir/pedoman kita.

    Ga ada yg sempurna. At least jika kita berusaha, mungkin masih bisa dapat 50% nya 😁. Krn semua kembali ke sikon juga.

    Klo kita berpikir sebagai 1, yg sono berpikir sebagai 2 ya akhirnya ttp tidak bisa 1. Harus ada kompromi.

    Sy lebih suka berpikir dengan landasan sempurna menurut saya, jadi sy mempunyai target terbaik.

    Klo kembali ke iman, sy peecaya itu yg Tuhan mau. Tapi sebagai manusia ya cm bisa diusahain sebisanya.

  • 17 September

    Right. Agree with you.

    Prepare for schenario A, B, C. :up:

    ELISA652 tulis:

    Dari semua kisah2 dapat diambil kesimpulan, sebaiknya wanita harus bisa bekerja dan menghasilkan uang agar bisa menghadapi hidup ini bila suatu saat menjadi orang tua tunggal.

    Salah satu wali murid memiliki anak 5, jaraknya juga setahun 1, suatu saat suaminya meninggal, dia adalah ibu RT yang tidak pernah bekerja karena pendidikan cuma tamat SD. Rumah dan mobil terpaksa dijual untuk biaya sekolah dan kehidupan. Tuhan baik dia bisa jadi pembantu dari rumah ke rumah, sy bangga padanya karena sebagai ibu tunggal dia bisa memilih dan membagi waktu untuk keluarga. Sampai sekarang mereka bisa hidup tercukupi dari usaha jual kue dan prt.

    Mungkin akan berbeda jika waktu suaminya meninggal iya bisa bekerja tentu tidak perlu jual rumah dan mobil. Tapi semua sudah Tuhan atur indah pada waktuNya.

  • Hari Sabtu pukul 17:59

    Saya setuju aja klo istri kerja,malah kebanyakan wanita sekarang kariernya lebih menanjak dari suaminya. Ujung"nya komitment dari awal sih,pembagian tugasnya gmn,krn klo istri 100% di pekerjaan/wirausaha dan masih juga di tuntut 100% di rumah kyknya ga fair. Klo sudah berfikir mengizinkan istri kerja/usaha berarti si suami harus siap berbagi/ mengambil alih tugas RT.

  • Hari Minggu pukul 12:59

    1. Andaikan tdk ada perjanjian pranikah utang selama pernikahan, andaikan surat hutangnya hanya ditandatangani suami apakah juga menjadi kewajiban istri utk membayarnya?  

    2. Jika jawaban no 1 adalah ya, apakah penagih utang berhak menyita harta istri misalnya perhiasan istri yg diperoleh sblm pernikahan?

    ECHY268 tulis:

    Kukoreksi ya bro... bkn hukum notariat tetapi hukum di Indonesia. Betul sekali. Dulu sdh pernah ada topik ttg ini dan dsana aku sdh jelaskan dgn detail ttg aturan hukumnya.

    Semua harta dan hutang yg diperoleh/timbul sepanjang perkawinan atau selama dlm ikatan pernikahan akn menjadi harta/hutang bersama suami dan istri. Pengecualian jika ada perjanjian harta perkawinan/prenup/perjanjian kawin atau apalah namanya yg intinya di dlm perjanjian tsb diatur tentang pemisahan harta/hutang/penghasilan antara suami dan istri.

    Harta ini jika cerai langsung dibuat pembagian harta gono gini spy nanti kl mau di jual tidak perlu cari2 eks suami/istri utk minta tandatangannya (persetujuannya).

    Harta bersama jika mau dijual, maka harus ada persetujuan dari pasangan nikah. Bisa ikut hadir saat tanda tangan akta jual beli dihadapan PPAT atau pakai surat persetujuan dibawah tangan yg dilegalisasi oleh Notaris.

    Kalau ada suami/istri berani menjual rumah (yg merupakan harta bersama) tanpa persetujuan pasangan nikahnya karna merasa itu miliknya karna atas nama dia di sertipikat, pasangan nikah tsb bisa menuntut si suami/istri tsb bahkan PPAT yg berani buat akta jual beli tsb bisa juga dituntut.

    Hari Minggu pukul 13:00 diubah oleh ANITA089

  • Hari Rabu pukul 11:52

    Kalo saya sih gak mikirin pasangan saya mau kerja atau gak. Yang penting, saya pasti akan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga nanti. Tapi gak bisa janji untuk memenuhi semua keinginannya. Kalau mau lebih ya mungkin bisa bantu2 kali. Hehehe

76 – 93 dari 93    Ke halaman:  Sebelumnya  1  2  3  4Kirim tanggapan