Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Jika Dpt Janda/Duda, Maukah Kamu Ikut Nafkahi Anak Tiri?

ForumPersahabatan dan hubungan

351 – 375 dari 380    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 14  15  16  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 16 Mei

    Total Self-Giving Gift to the other?
    I am, giving my love a self gift to my wife.”
    We can experience true love through sincere acts of self gift.<3:-)

    MAE309 tulis:

    Betul Bro Sergy...assuming pasangan katolik yg dinikahi jg bener2 tulus dan PUNYA Hati Nurani.

    ...

    What do I gain if, humanly speaking,I fought with beasts at Ephesus? If the dead are not raised,“Let us eat and drink, for tomorrow we die).

    16 Mei diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 16 Mei

    INNE351 tulis:

    Dari hasil  diskusi/pendapat  dng dilengkapi  penjabaran yg cukup puuaaanjang berdasarkan Hukum & Alkitabiah.. kesimpulannya apa ya... berkaitan dng topik ini 😌 mumet sayahnya ✌Ada yg bisa Bantu memberikan kesimpulannya? 🙏

    Kesimpulannya: Sangat mengejutkan. Sebagian besar cowok dan bahkan cewek berpendapat bhw jika mereka nikah dng janda/duda beranak, mereka bersedia menafkahi anak tiri meski secara hukum orangtua tiri TIDAK WAJIB menafkahi anak tiri. Alasan mereka bersedia nafkahi anak tiri: hati nurani.

  • 16 Mei

    ANITA089 tulis:

    Kesimpulannya: Sangat mengejutkan. Sebagian besar cowok dan bahkan cewek berpendapat bhw jika mereka nikah dng janda/duda beranak, mereka bersedia menafkahi anak tiri meski secara hukum orangtua tiri TIDAK WAJIB menafkahi anak tiri. Alasan mereka bersedia nafkahi anak tiri: hati nurani.

    Good point 👍 Hati Nurani 👏❤️

    c.tenor.com/Cl3Ib1VsDUUAAAAC/spread-the-love.gif

    It's  solved and case closed ? :-D

    16 Mei diubah oleh INNE351

  • 16 Mei

    INNE351 tulis:

    Good point 👍 Hati Nurani 👏❤️ c.tenor.com/Cl3Ib1VsDUUAAAAC/spread-the-love.gif It's  solved and case closed ? :-D

    Oh teman2 tetap boleh dong terus berpendapat, mengomentari pendapat. Sbnrnya topik ini bukan masalah jadi ga ada yg perlu dipecahkan (di solved). Ga perlu ditutup pula kasusnya.  Yg bs mengunci suatu topik hanyalah admin JK.

    16 Mei diubah oleh ANITA089

  • 16 Mei

    iya lah .. tpi case closed browsing2 ttg hukum :-D ga ush repot2 lagi browsing tentang hukum, ditunggu saja yg expert di bidang hukum di JK ini untuk menjelaskan lebih jauh, walaupun yahhh wasting time ga sih jelasin puanjang lebar sudah ada kesimpulannya untuk beberapa teman2, yang mau tetap berpendapat lanjooot no problem at all of this matter for me  :up:

    ANITA089 tulis:

    Oh teman2 tetap boleh dong terus berpendapat, mengomentari pendapat. Sbnrnya topik ini bukan masalah jadi ga ada yg perlu dipecahkan (di solved). Ga perlu ditutup pula kasusnya.  Yg bs mengunci suatu topik hanyalah admin JK.

    16 Mei diubah oleh INNE351

  • FERRY719

    17 Mei

    Secara hukum alam itu so pasti maka kita para lelaki harus siap menafkaginya. Makanya biasanya saya suka tanya brp anaknya dan umur brp anaknya, untuk mengukur kemampuan saya kelak di kemudian hari. Karena pada prinsipnya kalo kita mencintai ibunya, begitu juga anak2nya dong suka tidak suka iti bulan piluhan untuk tidak menafkahinya. :-)

  • FERRY719

    17 Mei

    ANITA089 tulis:

    Kalo kita ingin bantu keuangan anak tiri, bs jg kita pilih cara ini: Jangan memberikan ikan, melainkan kailnya. Jangan ngasih duitnya, melainkan ajarkan mereka cara mencari duitnya.

    Yg punya bisnis sendiri misalnya toko pakaian, mungkin kalo pas butuh penjaga toko pakaian bs pekerjakan anak tiri. Ya kalo dia part-time krn sambil sekolah/kuiah, gajinya tentu ga sebanyak yg full-time. Ini klo berkenan loh.

    Itu jaman dulu punya prinsip Anita :-):-)

    Jaman sekarang kasih ikannya terus mereka jual, hasil penjualan ikan beli kailnya kemudian ajak saudara saudaranya pergi mancing ikan dan hasilnya akan jauh lebih banyak dapatnya ikan itu dan dijual dapat lg uang beli kail lg :-):-)

  • 17 Mei

    Berharap mau ....

    🤣🤣🤣😁😁 ngimpi

    Jujurly (sok jaksel...) ini jadi momok terbesarku (udh pake momok besar lg) utk mencari pasangan hdup lg.

    Krn ready or not aku pny buntut yg biaya hdupnya gk murah cm makan nasi sm garem dibumbui cinta cukup 😁 (real).  Tapi banyak lho teman saya ( mayoritas muslim sih) yg memang mencari janda dgn anak demi visimenafkahi anak2 n ibunya dan misi mencari pahala dan saya salut semua komenan diatas baik lelaki maupun perempuan yg mau menafkahi calon anak tirinya. Krn menurut saya, gak munafik itu berat lho .... serius berat 😁. Rasanya Double kill (menurut mereka yg sdh mengalaminya ) utk menerima itu semua butuh tujuan yg bkn hny melihat keduniawian (keren bgt).

    Ini spt curhatan2 video yg sy lg sliweran di medsos Celine dan Marshel itu.

    Dan sy juga membayangkan diri saya bila menikahi duda mempunyai anak. Menikahi janda/duda dgn anak tanggungjawab n p3ertimbangannya panjang dan banyak tapi mumgki seru😁. Kemampuan fisik, finansial, dllnya yg tdk bs bilang "dimulai dr nol ya" (menurut aku) krn sdh ada kehidupan yg trs lari di depan.

    (Walau sdh case close saya boleh kan berpendapat?. Saya salut dgn bpk n ibu yg memberi pendapat/komentar disni😁. Kalian memiliki hati yg seluas samudra 😁👍)

    17 Mei diubah oleh SWARRY836

  • 17 Mei

    Maaf numpang tanya sys:-)
    1. Kok pada mencari janda, istrinya pada kemana?
    2. Janda nya muda, cantik, menarik atau tidak menarik secara fisik yg dicari??
    3. Apakah kita mesti menikahi ibunya utk membantu anaknya???


    Kalau mau menafkahi anak yatim piatu...banyak di panti asuhan, mulai dr yg masih baby sampai yg udah sekolah SMK/SMU.
    Banyak cara utk membantu...yg disekitar kita aja dululah, sesuai kemampuan /profesi kita
    Begitu sih pendapat saya...gak selalu harus mencari janda utk jln ke surga.

    SWARRY836 tulis:

    Berharap mau ....

    🤣🤣🤣😁😁 ngimpi

    Jujurly (sok jaksel...) ini jadi momok terbesarku (udh pake momok besar lg) utk mencari pasangan hdup lg.

    Krn ready or not aku pny buntut yg biaya hdupnya gk murah cm makan nasi sm garem dibumbui cinta cukup 😁 (real).  Tapi banyak lho teman saya ( mayoritas muslim sih) yg memang mencari janda dgn anak demi visimenafkahi anak2 n ibunya dan misi mencari pahala dan saya salut semua komenan diatas baik lelaki maupun perempuan yg mau menafkahi calon anak tirinya. Krn menurut saya, gak munafik itu berat lho .... serius berat 😁. Rasanya Double kill (menurut mereka yg sdh mengalaminya ) utk menerima itu semua butuh tujuan yg bkn hny melihat keduniawian (keren bgt).

  • 18 Mei

    Iya ANITA...temen2ku yg punya anak2 pada sharing, di Jkt biaya2 anak2 u/ keperluan dasar (baju, sepatu, sendal, tas, buku, makanan, sakit ke dokter, beli obat di apotek, beli vitamin, dsb) itu gak murah lho...pedahal bukan yg nge-brand2 gituh...dan anak2 mereka itu anak2 yg sehat2 semua...bukan yg ada sakit kelaenan lho...

    sama saja temen2 yg di US yg punya anak, jg pada cerita gitu...itu biaya yg di Google itu bener2 cuman keperluan dasar juga...dan jg bukan barang2 brand...udah beli di tmpt obral...dan anak2 mereka jg sehat2...bukan yg perlu biaya tambahan krn special needs gitu...mmg dunia jaman skrg apa2 mahal yah...

    apalageh ditambah pandemi....harga2 lebih menjulang lageh...idup makin susah...

    ANITA089 tulis:

    Ya, kita perlu berpikir realistis. Banyak anak banyak rejeki itu kepercayaan di dunia pertanian jaman dulu krn di dunia tsb semakin banyak anak semakin banyak tanah pertanian yg bs dikelola anak2 tsb. Mungkin anak2 tsb jg engga sekolah, dan jika sakit jg ga ke dokter. Ke mal? Jarang sekali mungkin. Jadi pengeluaran masyarakat tsb sedikit kali ya?

    Ga tau ya gmn jika diterapkan di Jakarta, di mana biaya hidup sangat tinggi dan anak2 yg msh tumbuh setauku jadi hrs sering beli baju, celana, sendal dan sepatu baru.

  • 18 Mei

    masak cuman yg kaya ajah yg perlu bikin surat wasiat? BTW definisi kaya/banyak harta itu apa yah? sepertinya yg punya bisnis besar ya??

    klo cuman pegawai kan cuman makan gaji...gimana bisa didefinisikan kaya? tapi gak kaya bukan berarti gak bisa proteksi diri dari tabungan buat hari tua (from those liars who just want to rip you off) lho...siapa saja berhak protect diri sndr dulu...kalo diri sndr aja gak bisa ditolong, gimana mau nolong org laen? itu mah bo chai...besar ngomongnya doank....

    TALK  IS CHEAP, ACTIONS SPEAK LOUDER THAN WORDS....wkwkwk..

    BTW, kok malah pada ngomongin kaya/tidak (bnyk harta/tidak) seh...

    Balek lagi ke kodrat nya:

    Man -- to provide and to protect.

    Woman -- [after being receptor/receiving provision and protection], to nurture and to care family.

    Kalo kodratnya di balik, itu bisa jadi masalah bnyk...konsisten sama yg diajarkan Alkitab sejak Adam/Hawa...dan dijelaskan oleh St JP2...

    UCI245 tulis:

    Setau aku, orang yg punya harta banyak,akan membuat surat wasiat di depan notaris dengan saksi2. Jadi kalaupun ia menikah lagi belum tentu pasangan barunya akan mendapat bagian seperti halnya ahli waris (berdasarkan golongan darah), kecuali bila pasangan barunya meninggalkan anak bersama.

  • 18 Mei

    Secara Teorinya, itu ajaran Gereja Katolik -- tapi prakteknya, berapa umat yg pernah diajarkan itu? tau ajah kagak, gimana mau menerapkan teorinya?!

    Sudah ngerti pun, gak gampang melaksanakannya, apalagi dari awal kagak diajarin...ibaratnya di suruh grow-up/tumbuh sendiri atau reset sendiri...siapa yg sanggup?! wkwkwk...

    SERGY895 tulis:

    Total Self-Giving Gift to the other?
    I am, giving my love a self gift to my wife.”
    We can experience true love through sincere acts of self gift.<3:-)

  • 24 Mei

    Boleh juga, Fer. Yg pasti mereka harus berjuang juga sih.  

    FERRY719 tulis:

    Itu jaman dulu punya prinsip Anita :-):-)

    Jaman sekarang kasih ikannya terus mereka jual, hasil penjualan ikan beli kailnya kemudian ajak saudara saudaranya pergi mancing ikan dan hasilnya akan jauh lebih banyak dapatnya ikan itu dan dijual dapat lg uang beli kail lg :-):-)

  • 24 Mei

    Jadi Ferry mau nafkahi anak tiri? Semoga anak tsb memang sdh yatim krn jika ayahnya msh hidup sbnrnya ayahnyalah yg seharusnya menafkahinya semampunya.

    FERRY719 tulis:

    Secara hukum alam itu so pasti maka kita para lelaki harus siap menafkaginya. Makanya biasanya saya suka tanya brp anaknya dan umur brp anaknya, untuk mengukur kemampuan saya kelak di kemudian hari. Karena pada prinsipnya kalo kita mencintai ibunya, begitu juga anak2nya dong suka tidak suka iti bulan piluhan untuk tidak menafkahinya. :-)

    24 Mei diubah oleh ANITA089

  • 24 Mei

    DANIEL510 tulis:

    Walaupun bukan kewajiban, tapi kan kita punya nurani. Gunakanlah itu untuk menolong orang lain.

    Idealnya anak tirimu tsb emang sdh yatim. krn jika ayah kandungnya masih hidup namun dia malas nafkahin anaknya ya kasihan kamunya.

    24 Mei diubah oleh ANITA089

  • 27 September

    Sy pilih tidak mau kak. Alasannya sederhana krn umur sy udah setua ini mau hidup damai tentram 😊

    Jd duda punya anak bukan untukku.

    ANITA089 tulis:

    Dlm mencari jodoh, ada kemungkinan kamu (cewek cowok) pdkt sm janda/duda yg punya anak. Anak tsb mungkin mash SD-kuliah (blm bs kerja, msh butuh uang sekolah/kuliah, makan/minum/pakaian, uang les dll).

    1. Jika pasanganmu itu janda/duda cerai (jadi mantan pasangannya masih hidup) maukah kamu ikut bantu nafkahin anak tiri? Setauku itu bkn tanggungjawabmu sbg ayah tiri/ibu tiri sih scr hukum.

    2. Jika pasanganmu itu janda/duda yg suami/istrinya meninggal, maukah kamu ikut nafkahin anak tiri? setauku itu pun bukan tanggungjawab kamu sbg ayah tiri/ibu tiri scr hukum.

  • 27 September

    Setuju ✌️.. memang sudah seharusnya demikian

    jangan sampe dogeng ibu/bapak tiri itu jadi nyata 😥.. seperti lagu 🎼 ibu tiri, hny cinta kpd ayahku saja 😭😭

    q]

    VINCENT012 tulis:

    In my case, "bukan ada kemungkinan" lagi Anita, tp kl utk pdkt saya ( stlh jd duda) selalu pdkt sama janda ( entah cerai hidup atau krn meninggal) dan saya selalu menghindari utk pdkt dng single women ( entah muda, sedang, atau tua) / yg blm pernah menikah.

    And in my experience, mayoritas punya anak(2) dr pernikahan mereka sblmnya.

    And for me, ibu dan anak(2) ini come as one package dan kl anak2 tiri (sambung) itu tinggal bareng dng saya dan ibunya ( misal saya menikah dng ibunya), ya jelas segala kebutuhan anak (2) tsb ( gak cuma biaya sekolah ya) akan menjadi tanggung jawab saya, lepas dr apakah ayah kandungnya ( kl msh hidup) masih bersedia membiayai atau gak

  • 27 September

    Walaupun katanya janda selalu didepan,gwsih ogah deketin tapi kalo soal nafkahin anak,mampir ke kosan peliharaan gw 2biji ini satu SMU kelas 3 satu lagi kelas 6sd dah kaya anak sendiri,kadang kalo lagi libur nambah lagi 2 jadi 4 biasa aja.

  • 1 Oktober

    Kecuali kalo anak si duda itu sdh bekerja dan ga tergantung lg pd papanya ya Cibink?

    CIBINK654 tulis:

    Sy pilih tidak mau kak. Alasannya sederhana krn umur sy udah setua ini mau hidup damai tentram 😊

    Jd duda punya anak bukan untukku.

  • 1 Oktober

    Wajib lah, apa lagi anak2 blm pada kerja

  • 18 Oktober

    CHRIS764 tulis:

    Wajib lah, apa lagi anak2 blm pada kerja

    Scr hukum/undang2 sih engga wajib. Jadi, ayah tiri ga wajib nafkahin anak tiri. Ibu tiri jg ga wajib nafkahin anak tiri. Kalo ragu, silakan di google aja ya.

    Kalo boleh tahu, apakah mnrt mu suami barumu /ayah tiri dari anak2mu sebaiknya menafkahi anak2mu?

  • 19 Oktober

    ANITA089 tulis:

    Scr hukum/undang2 sih engga wajib. Jadi, ayah tiri ga wajib nafkahin anak tiri. Ibu tiri jg ga wajib nafkahin anak tiri. Kalo ragu, silakan di google aja ya.

    Kalo boleh tahu, apakah mnrt mu suami barumu /ayah tiri dari anak2mu sebaiknya menafkahi anak2mu?

    Secara moral, wajib menafkahi anak tiri selama anak tirinya belum dewasa umur. Kalau udah dewasa mah, jangankan anak tiri, anak kandung aja gak perlu dibiayain.

    Logikanya, kita nemu anjing siberian husky beserta 2 ekor anaknya yg masih kecil terlantar dijalan. Trus kita pengen bawa pulang dan pelihara mereka. Sampai dirumah, masa iya cuma salah satu aja dirawat tapi yg lain ditelantarin. Kalo ngerasa gak mampu pelihara husky yg biayanya mahal, ya biarin aja orang lain yg pelihara. Mungkin bisa ngasih anak2 anjing ke orang lain, tapi emang gampang ngasih anak orang ke orang lain? :-m

    Jadi tiap keputusan akan ada tanggung jawab moralnya...

    Kita gak bisa berpikir hukum atau undang2 (apalagi indonesia) akan selalu benar. Masih banyak kelemahan, pasal karet, manipulasi atau permainan didalamnya

    ^^

  • 24 Oktober

    Mnrt aku sih.. msl kl Tuhan memberi jalan aku knl bhkn smp nikah ama cew(janda) pny anak..

    mskpn scr hukum bkn tanggunanku.. tp pst aku besarkan & tentunya aku biayain lah.. prinsip KASIH ajalah yg dipegang.

    ANITA089 tulis:

    Dlm mencari jodoh, ada kemungkinan kamu (cewek cowok) pdkt sm janda/duda yg punya anak. Anak tsb mungkin mash SD-kuliah (blm bs kerja, msh butuh uang sekolah/kuliah, makan/minum/pakaian, uang les dll).

    1. Jika pasanganmu itu janda/duda cerai (jadi mantan pasangannya masih hidup) maukah kamu ikut bantu nafkahin anak tiri? Setauku itu bkn tanggungjawabmu sbg ayah tiri/ibu tiri sih scr hukum.

    2. Jika pasanganmu itu janda/duda yg suami/istrinya meninggal, maukah kamu ikut nafkahin anak tiri? setauku itu pun bukan tanggungjawab kamu sbg ayah tiri/ibu tiri scr hukum.

  • 26 Oktober

    Hi Fan, kalo kamu nikah sm janda beranak dan mantan suaminya masih hidup apakah kamu mau nafkahin anak2 dia yg blm dewasa? padahal kan seharusnya ayah kandungnyalah yg nafkahin. Apa ga keenakan tuh laki2?

    FANDY756 tulis:

    Secara moral, wajib menafkahi anak tiri selama anak tirinya belum dewasa umur. Kalau udah dewasa mah, jangankan anak tiri, anak kandung aja gak perlu dibiayain.

    Logikanya, kita nemu anjing siberian husky beserta 2 ekor anaknya yg masih kecil terlantar dijalan. Trus kita pengen bawa pulang dan pelihara mereka. Sampai dirumah, masa iya cuma salah satu aja dirawat tapi yg lain ditelantarin. Kalo ngerasa gak mampu pelihara husky yg biayanya mahal, ya biarin aja orang lain yg pelihara. Mungkin bisa ngasih anak2 anjing ke orang lain, tapi emang gampang ngasih anak orang ke orang lain? :-m

    Jadi tiap keputusan akan ada tanggung jawab moralnya...

    Kita gak bisa berpikir hukum atau undang2 (apalagi indonesia) akan selalu benar. Masih banyak kelemahan, pasal karet, manipulasi atau permainan didalamnya

    ^^

  • 26 Oktober

    Halo Robert di Surabaya, makasih sdh mampir. Andai kamu nikah sm janda beranak yg bapaknya masih hidup, apa kamu mau nafkahi anak itu dan membiarkan bapaknya tdk menafkahi si anak? Mungkin kalo bapaknya sdh meninggal, bisa dimaklumi kamu akan lbh iklas menafkahi anak tsb. Persoalannya adalah jika bapaknya blm meninggal.

    ROBERT678 tulis:

    Mnrt aku sih.. msl kl Tuhan memberi jalan aku knl bhkn smp nikah ama cew(janda) pny anak..

    mskpn scr hukum bkn tanggunanku.. tp pst aku besarkan & tentunya aku biayain lah.. prinsip KASIH ajalah yg dipegang.

    ANITA089 tulis:

    Dlm mencari jodoh, ada kemungkinan kamu (cewek cowok) pdkt sm janda/duda yg punya anak. Anak tsb mungkin mash SD-kuliah (blm bs kerja, msh butuh uang sekolah/kuliah, makan/minum/pakaian, uang les dll).

    1. Jika pasanganmu itu janda/duda cerai (jadi mantan pasangannya masih hidup) maukah kamu ikut bantu nafkahin anak tiri? Setauku itu bkn tanggungjawabmu sbg ayah tiri/ibu tiri sih scr hukum.

    2. Jika pasanganmu itu janda/duda yg suami/istrinya meninggal, maukah kamu ikut nafkahin anak tiri? setauku itu pun bukan tanggungjawab kamu sbg ayah tiri/ibu tiri scr hukum.

351 – 375 dari 380    Ke halaman:  Sebelumnya  1 ... 14  15  16  Selanjutnya Kirim tanggapan