Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Apakah orang mental ilness bs mempunyai pasangan wanita normal?

ForumPersahabatan dan hubungan

1 – 25 dari 157    Ke halaman:  1  2  3 ... 7  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 8 April

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

  • 8 April

    Aku ngga tau ya aku punya penyakit mental atau ngga. Cuma sering overthinking dan punya pemikiran yang buruk. Mau curhat tetapi orang tidak paham kondisiku. Tetapi aku yakin bisa kok km nemu yang normal. Ada yg namanya unconditional love. Semangat ☺

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

    8 April diubah oleh VARIANI828

  • 8 April

    Mental illness/ physical illness juga bermacam2 tingkatannya ...ringan, sedang n berat dan banyak yg bisa normal dg obat.
    Sbg contoh orang sakit maag...ada yg hanya beberapa kali minum obat sdh baik, ada yg harus minum obat terus supaya bisa aktifitas normal.
    Siapa saja bisa mengidap mental illness...sama spt physical illness.
    Kalau trauma penyebabnya jelas biasanya relatif lebih mudah drpd yg stressor nya tdk jelas
    Yg bikin berat biasanya stigma negatif...tetap semangat bro Yudisaja:-)

  • TILLIE769

    8 April

    Bisa, tp wanitanya wajib memiliki Kasih yg tak terhingga.

    Bisa sembuh juga dengan Kuasa Allah Bapa. Tapi proses sembuh dgn Kuasa Allah Bapa akan jauh lbh sakit dr skr. Kita butuh berserah total kepada-Nya.

    Kalau 4 tahun lalu baik2 saja, berarti bukan bawaan genetik. Boleh share garis besar mulainya bagaimana 4 th lalu itu?

  • 8 April

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

    Semangattt bro 👍

    Percaya dan Imani!

    Tak ada yg mustahil bagi Tuhan Kesembuhan & Jodoh 🙏

    #edisirockhani ✌

    8 April diubah oleh INNE351

  • 8 April

    Tetap semangat dan berpikir positif, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, karena Tuhan sudah memiliki rencana indah di hidup setiap umat nya.👍

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

  • 8 April

    Jgn lupa mas Yudis, slogan favorit

    "Hati yg gembira adalah obat"

    Gws yah 🙏🏻

    8 April diubah oleh EZTY822

  • 8 April

    Hmm....selama wanita tsb mengagumi kelebihan2mu (misalnya kepribadianmu yg tegas, periang), kecerdasanmu yg memukau, kehebatanmu sbg calon imam dlm rumahtangga, dia bisa memahamimu, engga ketakutan ketika terjadi serangan, dan kamu tetap bisa menafkahinya dng lbh dari cukup sih mestinya dia bisa menerimamu.  Yg terpenting, dia optimis bhw kondisimu terkendali dan ada kemungkinan suatu saat dosis obat penenang dll itu bs dikurangi.

    Maaf, aku ga paham akan soal ini:

    1. selama pandemi sbnrnya kan bs konseling dng psikolog tsb via zoom/google meet dll (scr online). Kenapa engga diteruskan?

    2. kalo engga keberatan, bs tolong dijelaskan mengapa hubunganmu dng beberapa wanita sesama penderita tsb harus berakhir jg? Kan ada cewekmu yg bipolar, ada jg yg PTSD dll. Jadi sdh ada bbrp cewek kan ya? Nah, mnrt pengamatanmu setelah jalani hub dng mrk apakah putusnya itu krn kalian sulit utk saling memahami dan menerima kondisi masing2?Atau...apa putusnya krn kondisi2 yg umum misalnya beda agama, ada org ke 3, orgtua mrk ingin punya menantu laki yg lbh kaya?

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

    8 April diubah oleh ANITA089

  • 8 April

    ANITA089 tulis:

    Hmm....selama wanita tsb mengagumi kelebihan2mu (misalnya kepribadianmu yg tegas, periang), kecerdasanmu yg memukau, kehebatanmu sbg calon imam dlm rumahtangga, dia bisa memahamimu, engga ketakutan ketika terjadi serangan, dan kamu tetap bisa menafkahinya dng lbh dari cukup sih mestinya dia bisa menerimamu.  Yg terpenting, dia optimis bhw kondisimu terkendali dan ada kemungkinan suatu saat dosis obat penenang dll itu bs dikurangi.

    Maaf, aku ga paham aka soal ini:

    1. selama pandemi sbnrnya kan bs konseling dng psikolog tsb via zoom/google meet dll (scr online). Kenapa engga diteruskan?

    2. kalo engga keberatan, bs tolong dijelaskan mengapa hubunganmu dng beberapa wanita sesama penderita tsb harus berakhir jg? Kan ada cewekmu yg bipolar, ada jg yg PTSD dll. Jadi sdh ada bbrp cewek kan ya? Nah, mnrt pengamatanmu setelah jalani hub dng mrk apakah putusnya itu krn kalian sulit utk saling memahami dan menerima kondisi masing2?Atau...apa putusnya krn kondisi2 yg umum misalnya beda agama, ada org ke 3, orgtua mrk ingin punya menantu laki yg lbh kaya?

    Ini sih bukan ttg bisa menafkahi tpi yg paling utama adalah  pada penerimaan diri

    Untuk bro Yudi saat ini fokuskan pada therapy, ya usaha cari jodoh ga masalah sih tpi dihidup ini ada skala prioritas juga kan.. intine semangattt 👏👏👏👍

  • 8 April

    Barangkali overthinking dan punya pemikiran yg buruk itu normal sih. Denger2 sih penyebabnya krn ketika kita anak2, di saat kita ada masalah seringkali orangtua kita engga mampu menghibur/menguatkan/menenangkan kita. Akibatnya, kita cenderung sering berpikiran buruk, kuatir (overthinking).

    Mnrt ku jg sih org yg kepribadiannya melankolis (perasa, serius, pemikir) emang ada kecenderungan overthinking dan berpikiran buruk.

    Melankolis biasanya menarik di mata sanguin (sosok yg periang, suka ngobrol, bercanda). Krn "jodoh" kita sbnrnya adalah sosok yg BERLAWANAN temperamennya dng kita, sangin inilah yg mampu menerima si melankolis.

    VARIANI828 tulis:

    Aku ngga tau ya aku punya penyakit mental atau ngga. Cuma sering overthinking dan punya pemikiran yang buruk. Mau curhat tetapi orang tidak paham kondisiku. Tetapi aku yakin bisa kok km nemu yang normal. Ada yg namanya unconditional love. Semangat ☺

    8 April diubah oleh ANITA089

  • 8 April

    Bisa sembuh kan?

    Jika masih sakit, mending diobati dulu aja..

    Kl bisa atau tidak dengan cewek normal, menurutku lebih baik jangan..

    Ntar lu malah merusak anak org yg baik menjadi depresi sepertimu..#maaf..ada kasus nyata tmanku, bapaknya menderita penyakit mental (sering marah, emosi labil) sehingga sering KDRT dengan istri yg merupakan ibu Dr temanku, dikarenakan hampir setiap hari dipukuli, membuat temanku ini cenderung ketakutan melihat pria# sekarang bapaknya masuk RSJ#

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

  • 8 April

    Thanks supportnya, sebenarnya ak bkn sering marah, malah sebaliknya isinya banyak ketakutan dan cemas tanpa sebab yang jelas hehe...

    Ak kasi tahu aja, di psikiater RS pertama di diagnosa GAD (Generalized Anxiety Disorder), di psikiater RS ke 2 diagnosanya Agoraphobia dengan Panic Atack.

    Bisa dibilang aku sosok extreme introvert sejak kena penyakit ini heheh..

    Awal kena Desember 2017, panic attack berkali-kali dan akhirnya masuk UGD, dari dokter UGD diresepkan obat penenang alprazolam

    Di tahun 2018 baru ke psikiater, tahun 2019 baru ke psikolog gereja.

    Obatku dari psikiater RS obat penenang racikan alprazolam (pagi), obat antidepresan Sentraline (pagi), obat penenang clobazam (Malam), obat anti depresan Sandepril (malam)

    Jika awal-awal sih parah, karena sering panic attack, tahun 2018 juga, baru agak lebih baik di tahun 2019

    Sampai saat ini masih minum obat sih..

  • 8 April

    Apa saja stigma negatif bagi penyandang kelainan mental, dr Sergy?

    SERGY895 tulis:

    Mental illness/ physical illness juga bermacam2 tingkatannya ...ringan, sedang n berat dan banyak yg bisa normal dg obat.
    Sbg contoh orang sakit maag...ada yg hanya beberapa kali minum obat sdh baik, ada yg harus minum obat terus supaya bisa aktifitas normal.
    Siapa saja bisa mengidap mental illness...sama spt physical illness.
    Kalau trauma penyebabnya jelas biasanya relatif lebih mudah drpd yg stressor nya tdk jelas
    Yg bikin berat biasanya stigma negatif...tetap semangat bro Yudisaja:-)

  • 8 April

    Orang yang bisa diagnosa psikiater atau psikolog sih. Thanks

    VARIANI828 tulis:

    Aku ngga tau ya aku punya penyakit mental atau ngga. Cuma sering overthinking dan punya pemikiran yang buruk. Mau curhat tetapi orang tidak paham kondisiku. Tetapi aku yakin bisa kok km nemu yang normal. Ada yg namanya unconditional love. Semangat ☺

  • JEFFRY626

    8 April

    Penyakit mu sama bro dengan ku..

    Kalo aku bipolar 10 tahunan ini lah,tadi nya normal,mood bener bener engga stabil.ini salah satu penyebab aku jomblo 12 tahun.

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

    8 April diubah oleh JEFFRY626

  • 8 April

    Untuk saat-saat ini cemas, gelisah, takut, bisa datang tanpa diminta, tanpa sebab yang jelas, misal ada tamu, secara random, sensasi itu bisa datang, bisa juga ga, jika keluar di keramaian bisa ada rasa sesak nafas, cemas, gelisah, tegang, pernah ke puskesmas yang sepi ditensi 158 karena ramai, tapi saat di klinik yang sepi, tensi 120. Jika panic attack tahun 2018 pernah tensi sampai 180, rasanya mengerikan sekali.

    Jika gak terpaksa gak keluar rumah, karena rasanya gak nyaman, banyakan di rumah aja hehe

    Meskipun begitu ak kerja, direksi PT, punya karyawan-karyawan, semua cewek sih..

    Thanks


    SERGY895 tulis:

    Mental illness/ physical illness juga bermacam2 tingkatannya ...ringan, sedang n berat dan banyak yg bisa normal dg obat.
    Sbg contoh orang sakit maag...ada yg hanya beberapa kali minum obat sdh baik, ada yg harus minum obat terus supaya bisa aktifitas normal.
    Siapa saja bisa mengidap mental illness...sama spt physical illness.
    Kalau trauma penyebabnya jelas biasanya relatif lebih mudah drpd yg stressor nya tdk jelas
    Yg bikin berat biasanya stigma negatif...tetap semangat bro Yudisaja:-)

    8 April diubah oleh YUDISAJA095

  • JEFFRY626

    8 April

    Kalo mau curhat harus sama org org tertentu,contoh temen gereja.jangan sembarang orang,karna bisa membuat mental kita tambah down kalo curhat salah sasaran,itu sih yg pernah kualami.

    VARIANI828 tulis:

    Aku ngga tau ya aku punya penyakit mental atau ngga. Cuma sering overthinking dan punya pemikiran yang buruk. Mau curhat tetapi orang tidak paham kondisiku. Tetapi aku yakin bisa kok km nemu yang normal. Ada yg namanya unconditional love. Semangat ☺

  • 8 April

    Mulainya lagi makan bakso, setelah makan bakso, lalu kena panic attack parah, rasanya kayak mau end, sangat mengerikan, sulit dibahasakan atau dijelaskan..

    TILLIE769 tulis:

    Bisa, tp wanitanya wajib memiliki Kasih yg tak terhingga.

    Bisa sembuh juga dengan Kuasa Allah Bapa. Tapi proses sembuh dgn Kuasa Allah Bapa akan jauh lbh sakit dr skr. Kita butuh berserah total kepada-Nya.

    Kalau 4 tahun lalu baik2 saja, berarti bukan bawaan genetik. Boleh share garis besar mulainya bagaimana 4 th lalu itu?

  • 8 April

    Thanks

    INNE351 tulis:

    Semangattt bro 👍

    Percaya dan Imani!

    Tak ada yg mustahil bagi Tuhan Kesembuhan & Jodoh 🙏

    #edisirockhani ✌

  • 8 April

    Ada overthingking juga, ak sendiri juga bingung hehe

    ANITA089 tulis:

    Barangkali overthinking dan punya pemikiran yg buruk itu normal sih. Denger2 sih penyebabnya krn ketika kita anak2, di saat kita ada masalah seringkali orangtua kita engga mampu menghibur/menguatkan/menenangkan kita. Akibatnya, kita cenderung sering berpikiran buruk, kuatir (overthinking).

    Mnrt ku jg sih org yg kepribadiannya melankolis (perasa, serius, pemikir) emang ada kecenderungan overthinking dan berpikiran buruk.

    Melankolis biasanya menarik di mata sanguin (sosok yg periang, suka ngobrol, bercanda). Krn "jodoh" kita sbnrnya adalah sosok yg BERLAWANAN temperamennya dng kita, sangin inilah yg mampu menerima si melankolis.

  • TILLIE769

    8 April

    YUDISAJA095 tulis:

    Thanks supportnya, sebenarnya ak bkn sering marah, malah sebaliknya isinya banyak ketakutan dan cemas tanpa sebab yang jelas hehe...

    Ak kasi tahu aja, di psikiater RS pertama di diagnosa GAD (Generalized Anxiety Disorder), di psikiater RS ke 2 diagnosanya Agoraphobia dengan Panic Atack.

    Bisa dibilang aku sosok extreme introvert sejak kena penyakit ini heheh..

    Awal kena Desember 2017, panic attack berkali-kali dan akhirnya masuk UGD, dari dokter UGD diresepkan obat penenang alprazolam

    Di tahun 2018 baru ke psikiater, tahun 2019 baru ke psikolog gereja.

    Obatku dari psikiater RS obat penenang racikan alprazolam (pagi), obat antidepresan Sentraline (pagi), obat penenang clobazam (Malam), obat anti depresan Sandepril (malam)

    Jika awal-awal sih parah, karena sering panic attack, tahun 2018 juga, baru agak lebih baik di tahun 2019

    Sampai saat ini masih minum obat sih..

    I see, kyk ADHD juga ya.

    SEMANGAT!!! Dalam nama Tuhan Yesus kak Yudi sembuh! Amen.

    Berkumpul dengan orang-orang yg berpikiran positif, vibenya positif, terutama orang2 yg sayang kk dan sangat supportif mempercepat self confidence kk.

    8 April diubah oleh TILLIE769

  • 8 April

    Thanks

    ROSE184 tulis:

    Tetap semangat dan berpikir positif, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, karena Tuhan sudah memiliki rencana indah di hidup setiap umat nya.👍

  • 8 April

    Thanks

    EZTY822 tulis:

    Jgn lupa mas Yudis, slogan favorit

    "Hati yg gembira adalah obat"

    Gws yah 🙏🏻

  • 8 April

    Gak tahu bisa sembuh gak..

    RIKA891 tulis:

    Bisa sembuh kan?

    Jika masih sakit, mending diobati dulu aja..

    Kl bisa atau tidak dengan cewek normal, menurutku lebih baik jangan..

    Ntar lu malah merusak anak org yg baik menjadi depresi sepertimu..#maaf..ada kasus nyata tmanku, bapaknya menderita penyakit mental (sering marah, emosi labil) sehingga sering KDRT dengan istri yg merupakan ibu Dr temanku, dikarenakan hampir setiap hari dipukuli, membuat temanku ini cenderung ketakutan melihat pria# sekarang bapaknya masuk RSJ#

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

  • 8 April

    Lama jg jomblo 12 thn, itu bener bipolar krn salah satunya jomblo 12 thn ?

    JEFFRY626 tulis:

    Penyakit mu sama bro dengan ku..

    Kalo aku bipolar 10 tahunan ini lah,tadi nya normal,mood bener bener engga stabil.ini salah satu penyebab aku jomblo 12 tahun.

    YUDISAJA095 tulis:

    Aku penderita mental ilness (Penyakit jiwa hehe), info diagnosanya aku simpen sendiri aja ya hehe, tapi bukan skizo kok, rutin minum obat penenang dan obat antidepresan dari psikiater RS, sudah 3,5 tahun lebih tiap bulan ke psikiater RS..

    Selain ke psikiater juga ke psikolog gereja, tapi sejak pandemi sudah gak ke psikolog gereja lagi..

    Sudah 4 tahun lebih menderita ini, sebelumnya normal sih..

    Pernah juga selama kena penyakit ini, pacaran dengan seorang bipolar, anxiety disorder dan PTSD, aku pacaran dengan sesama mental ilness, dia bisa memahami aku selama pacaran, aku juga bisa memahami dia..

    Aku sendiri gak tahu apakah aku bisa berhubungan dengan wanita normal dan bisa bahagia..

1 – 25 dari 157    Ke halaman:  1  2  3 ... 7  Selanjutnya Kirim tanggapan