Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Mengetahui dosa, kebiasaan dan pemikiran buruk

ForumPersahabatan dan hubungan

1 – 25 dari 114    Ke halaman:  1  2  3 ... 5  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 6 Desember

    Buat para JKer,

    Saya rasa salah satu kenapa banyak dari kita di sini karena lingkup pergaulan yang semakin sempit dan pekerjaan yg semakin banyak seiring bertambahnya usia

    Akan tetapi pencarian pasangan hidup online kekurangannya adalah semua org di sini masa lalunya tidak bisa diketahui. Apakah org2 yg kita anggap menarik atau tertarik dengan kita bener2 masa lalunya sesuai dengan yg dia bilang atau banyak dosa, kebiasaan dan pemikiran buruk yg disembunyikan

    Kalau itu semua dibeberkan tentu saja pada takut calon langsung menghilang, bisa sharing apa strategi para JKer untuk menyikapi ini?

    Kalau usul dari saya adalah, sebisa mungkin buka bbrp kartu dan keunggulan kita di profil. Kalau ada yg blg tertarik sama kita tapi profilnya kosong atau cuma sebaris dua baris gitu, ga usah diladenin supaya tidak beli kucing dalam karung

  • 6 Desember

    Perkenalan tentu ada prosesnya, setahu saja makin kenal seseorang maka dia bisa lebih terbuka bercerita termasuk masa lalu dan kekurangannya. Pada dasarnya semua org py kelebihan dan kelemahan, setelah tahu itu, pertanyaannya adalah apa kita bisa menerimanya? Dlm hal kelemahan, apa dia mau memperbaiki diri? Demikian sebaliknya. Kalau iya, bisa dilanjutkan relasi tapi kalau tidak ya pertimbangkan lagi.

  • 6 Desember

    Setahu saya... typo

  • 6 Desember

    Ini bener. Biar waktu yang proses.

    Karena isian di JK juga bisa nipu, baik essai maupun pertanyaan pencocokan. Jadi buka mata bener2.

    WELLYN308 tulis:

    Perkenalan tentu ada prosesnya, setahu saja makin kenal seseorang maka dia bisa lebih terbuka bercerita termasuk masa lalu dan kekurangannya. Pada dasarnya semua org py kelebihan dan kelemahan, setelah tahu itu, pertanyaannya adalah apa kita bisa menerimanya? Dlm hal kelemahan, apa dia mau memperbaiki diri? Demikian sebaliknya. Kalau iya, bisa dilanjutkan relasi tapi kalau tidak ya pertimbangkan lagi.

  • 6 Desember

    Setidaknya kalau nipu, itu nipu yang niat. Karena kalau dia tulis A, tapi stlh dicek ternyata bukan A maka ketauan bohongnya. Dia harus pastikan yg dia omong itu siap ditanya, pada saat yg sama bisa membuat org tertarik

    Saya kalau ngaku ada pernah ke Singapur, tapi kalau nga tau apa itu singapur flyer, garden by the bay, esplanade, kan ketauan bohongnya

    Kalau tidak nulis apa2, kesan ku adalah org malas sih

    LUKAS244 tulis:

    Ini bener. Biar waktu yang proses.

    Karena isian di JK juga bisa nipu, baik essai maupun pertanyaan pencocokan. Jadi buka mata bener2.

  • YOSAFABILI105

    6 Desember

    EDWIN244 tulis:

    Buat para JKer,

    Saya rasa salah satu kenapa banyak dari kita di sini karena lingkup pergaulan yang semakin sempit dan pekerjaan yg semakin banyak seiring bertambahnya usia

    Akan tetapi pencarian pasangan hidup online kekurangannya adalah semua org di sini masa lalunya tidak bisa diketahui. Apakah org2 yg kita anggap menarik atau tertarik dengan kita bener2 masa lalunya sesuai dengan yg dia bilang atau banyak dosa, kebiasaan dan pemikiran buruk yg disembunyikan

    Kalau itu semua dibeberkan tentu saja pada takut calon langsung menghilang, bisa sharing apa strategi para JKer untuk menyikapi ini?

    Kalau usul dari saya adalah, sebisa mungkin buka bbrp kartu dan keunggulan kita di profil. Kalau ada yg blg tertarik sama kita tapi profilnya kosong atau cuma sebaris dua baris gitu, ga usah diladenin supaya tidak beli kucing dalam karung

    Terserah klu mau umbar masalalumu di sini, tapi tdk semua org mau seperti yg Anda pikirkan, klu yg bersifat pribadi apakah Anda mau umbar disini juga? Bahkan saat pacaran pun blm tentu terbuka, kecuali ada kesepakatan, bisa dipercaya, mengakui dan terbuka di hadapan Tuhan itu harus dan beberapa terbuka di hadapan pemimpin, para konseling yg memang membantu kita untuk menyelesaikan persoalan pribadi dan bisa menemukan solusinya, tapi dlm hal mencari jodoh disini Anda minta member cewek untuk beberkan masalalunya di profil, sy kira gk ada yg mau, rata2 gk mau umbar, jika diumbar blm tentu Anda mendukungnya untuk menjadi lebih baik jangan sampai dijadikan bahan untuk menggosipkan, klu bisa jgn dijadikan salah satu tolak ukur dlm mencari jodoh,

    Anda bikin topik kadang agak aneh menurut saya, tp emang kepribadian Anda ya sedikit tidaknya terbaca disini,

  • 6 Desember

    Orang nipu ya sudah pasti diniatin lah. Cuma ya biasanya yang suka nipu rada ga pinter, ujung2nya kesandung sama kebohongannya sendiri.

    “If you tell the truth, you don't have to remember anything.” ― Mark Twain

    contoh: berhubung saya cowo, yang saya paling concern soal cewe ya masa lalu-nya (*seberapa jauh gaya berpacarannya dulu2). Ada 2 cewe mantan anggota JK, keduanya single, dari pertanyaan pencocokannya, harusnya belum pernah melakukan seks. Kenyataan yang 1 sudah punya anak, dan yang satu lagi mungkin mantan teman tidur-nya sudah setengah lusin lebih. [Dari admin: Mohon untuk tidak memposting sesuatu berdasarkan prasangka dan terlebih secara negatif. Gunakanlah kalimat yang ramah] Kedua ini bisa terbuka, bukan di awal, tapi setelah ngobrol lebih jauh, dan makan waktu untuk itu. Ya itung2 resiko online dating.

    Btw, IMO, pertanyaan pencocokan menurut saya cukup krusial. Untuk orang yang nge-promote "buka kartu", menurut saya anda masih minimalis di bagian tsb.

    [Dari admin: Kami menghargai curhatan dan pendapat Anda, namun juga ingin mengingatkan bahwa setiap orang memiliki masa lalu dan memerlukan pengampunan. Anda telah mendapatkan kemurahan dan pengampunan dari Tuhan, anggota lainnya juga membutuhkan kemurahan dan pengampunan setiap harinya. Tuhan memberkati.]

    EDWIN244 tulis:

    Setidaknya kalau nipu, itu nipu yang niat. Karena kalau dia tulis A, tapi stlh dicek ternyata bukan A maka ketauan bohongnya. Dia harus pastikan yg dia omong itu siap ditanya, pada saat yg sama bisa membuat org tertarik

    Saya kalau ngaku ada pernah ke Singapur, tapi kalau nga tau apa itu singapur flyer, garden by the bay, esplanade, kan ketauan bohongnya

    Kalau tidak nulis apa2, kesan ku adalah org malas sih

    7 Desember diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 6 Desember

    LUKAS244 tulis:

    Btw, IMO, pertanyaan pencocokan menurut saya cukup krusial. Untuk orang yang nge-promote "buka kartu", menurut saya anda masih minimalis di bagian tsb.

    Mnrt sy, pertanyaan2 sprt itu sbnrny bisa didiskusikan jikalau ada keterbukaan dan niat untuk penyesuaian. Karena sering kali yg kita anggap mutlak, jikalau dihadapkan pada kasus yg ekstrim ternyata bisa gugur juga....

    Kaya yg sering dibilang kalau ortu sama istri tenggelam perahu cuma muat satu pilih selamatin siapa, ini mnrt saya pertanyaan yg konyol yg tidak ada jawaban benarnya

    Sama jg kyk ada kasus satu keledai, dua org dan barang bawaan. Nga peduli mau gimana nyusun nya ada aja org komentar miring

    Karena untuk pertanyaan yg sama meski jawabannya sama, bkn bearti pikirannya sama. Bisa jadi jawaban sama krn alasan berbeda... Kl alasannya salah meski kesimpulannya sama ya ttp tidak sepaham bearti

  • 6 Desember

    Pemikiran yg baik, bro Lukas😁

    Kebohongan lambat laun akan terungkap, pengalamanku dia "keceplosan" mengatakan yg benar, resiko kenal online ya kita cm py 1 sumber yaitu perkataan/pengakuannya. Butuh waktu dan hikmat 😇

  • 6 Desember

    Bukan hanya pencarian secara online, lewat makcomblang pun banyak yg disembunyikan. 😀 Lakukan pendekatan dengan doa dan puasa, semua rahasia akan Tuhan bukakan.

    EDWIN244 tulis:

    Akan tetapi pencarian pasangan hidup online kekurangannya adalah semua org di sini masa lalunya tidak bisa diketahui. Apakah org2 yg kita anggap menarik atau tertarik dengan kita bener2 masa lalunya sesuai dengan yg dia bilang atau banyak dosa, kebiasaan dan pemikiran buruk yg disembunyikan

  • 6 Desember

    Ketika membaca isi forum ini ternyata tidak sesuai dengan bayangan saya akan makna judul forumnya.

    Meskipun demikian, ijinkan saya untuk berkontribusi juga.

    Setiap kita punya kesalahan (dosa) masing-masing, dan memang kita adalah manusia berdosa. Justru karena kita berdosalah, maka Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan kita.

    Saya setuju dengan pendapat Umbu Yos: tidak perlu mengumbar dosa atau aib sendiri. Karena itu bisa menjadi bahan pergunjingan saja, dan malah bukan untuk kebaikan. Memang di dalam kitab Yakobus ada tertulis agar kita saling mengakui dosa dan mendoakan satu dengan yang lain agar kita sembuh. Tapi bukan berarti diumbar di khalayak ramai apalagi online.

    Tentang dosa dan kesalahan kita, orang yang paling berhak untuk tahu adalah calon pasangan (atau pasangan bagi yang sudah menikah). Dan dalam pernikahan itulah, sanctification atau proses pemurnian diri di dunia terjadi. Kejujuran dan kerendahan hati untuk bertobat dan bertobat sangat dibutuhkan.

    Saya setuju dengan kutipan mas Lukas. Orang yang jujur akan lebih tenang dan santai karena tidak perlu mengingat2 perkataan (baca:kebohongan)nya.

    Saya setuju juga dengan memperhatikan gaya pacaran orang yang sedang dijajaki. Tapi bukan berarti untuk menghakimi orang tsb apalagi memberi label atas kehidupannya. Kalau memang tidak bisa menerima dia apa adanya, cukup sampaikan dengan "sangat jelas dan sopan", bahwa tidak akan melanjutkan penjajakan karena gaya hidup (pola pacaran) tsb tidak sesuai dengan gaya hidup kita.

    Saya masih ingat yang alm.ibu saya katakan berulang-ulang "Setidaknya kita memberi warna baik dalam kehidupan setiap orang yang kita temui, terlepas bagaimana masa lalu atau pilihan hidup orang tsb."

    Menurut saya, setiap orang berhak mendapat kesempatan "bertobat". Bisa jadi lewat perjumpaan dengan Mas Lukas, perempuan tsb kembali ke jalan Tuhan. Karena cara Tuhan bekerja di dalam hidup setiap orang berbeda-beda dan luar biasa.

    Mungkin Mas Edwin menuliskan topik ini, karena frustrasi akan apa yang dialami berulang kali dalam pertemanan lewat JK. Apa yang Mas Edwin harapkan belum terwujud juga. Namun kita tidak bisa memaksakan setiap orang untuk terbuka apa adanya, karena karakter orang berbeda-beda. Semoga Mas Edwin segera menemukan orang yang tepat yah... Tetap semangat mas. Saya percaya masih ada orang yang apa adanya dan tidak berbelat belit seperti "Susi di persidangan kasus pembunuhan Brigradir J".

    6 Desember diubah oleh KAKNONA645

  • 6 Desember

    Tujuannya tau masa lalu memang bukan untuk menghakimi, tapi untuk ambil keputusan, lanjut ke jenjang yang lebih serius atau tidak. Dalam case saya, saya ditipu di awal & pertengahan, dan baru tau semuanya di bulan ke 5 hubungan. Buang2 waktu & uang; kalau tau di awal saya pasti tidak mau melanjutkan.

    KAKNONA645 tulis:

    Saya setuju juga dengan memperhatikan gaya pacaran orang yang sedang dijajaki. Tapi bukan berarti untuk menghakimi orang tsb apalagi memberi label atas kehidupannya. Kalau memang tidak bisa menerima dia apa adanya, cukup sampaikan dengan "sangat jelas dan sopan", bahwa tidak akan melanjutkan penjajakan karena gaya hidup (pola pacaran) tsb tidak sesuai dengan gaya hidup kita.

    Gak, fix masih bebal itu. 😅🤣

    Kalau pertobatannya genuine pasti masih saya pertimbangin. Ini pola pikirnya udah ketularan nilai2 modern (jauh dari nilai kristen).

    Hati2 punya mental savior complex. Berharap (*ngarep) pasangan suatu saat bisa berubah. Gambling jatuhnya.

    KAKNONA645 tulis:

    Menurut saya, setiap orang berhak mendapat kesempatan "bertobat". Bisa jadi lewat perjumpaan dengan Mas Lukas, perempuan tsb kembali ke jalan Tuhan. Karena cara Tuhan bekerja di dalam hidup setiap orang berbeda-beda dan luar biasa.

  • 6 Desember

    Tiada jalan lain selain komunikasi intens sih ka, baca kitab suci dan doa tiap hari jga bisa membntu kk untuk mengikuti mau Tuhan "apakah dia apakah bukan, apakah jujur apakah tidak 😁🙏🙏.

    Keterbukan hanya saya lakukan dengan orang yg nyaman dengan saya, 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

    Tertarik karna pencapain seseorang itu mudah tpi bagaimana tetap bertahan kalo seseorang itu "cacat" hanya hati yg penuh cinta yg mampu.

    Kaaa, kadang cinta tak butuh logika, karna ketika logika berperan sangat besar maka cinta mati perlahan #tsaaaaaahhh

    "

    EDWIN244 tulis:

    Kalau itu semua dibeberkan tentu saja pada takut calon langsung menghilang, bisa sharing apa strategi para JKer untuk menyikapi ini?

    Kalau usul dari saya adalah, sebisa mungkin buka bbrp kartu dan keunggulan kita di profil. Kalau ada yg blg tertarik sama kita tapi profilnya kosong atau cuma sebaris dua baris gitu, ga usah diladenin supaya tidak beli kucing dalam karung

  • 6 Desember

    Mending ka 5 bulan udah ketauan ada yg ampe nikah baru tau, *nah ini Allah hadir bagi kk*, padahal konon katanya tidak ada "gigi mundur" dalam pernikahan. CMIIW

    Iya ga sih aku jga ska ngerasa "egois" berharap pasangan berubah, jd kaya klo ngobrol ga nyambung mending bubar dah drpd maksa, atau kalo emg ketemu gemoy yaudh jng d paksa langsing kesel aku tuh 😂😂😂😂

    LUKAS244 tulis:

    Tujuannya tau masa lalu memang bukan untuk menghakimi, tapi untuk ambil keputusan, lanjut ke jenjang yang lebih serius atau tidak. Dalam case saya, saya ditipu di awal & pertengahan, dan baru tau semuanya di bulan ke 5 hubungan. Buang2 waktu & uang; kalau tau di awal saya pasti tidak mau melanjutkannya

    Hati2 punya mental savior complex. Berharap (*ngarep) pasangan suatu saat bisa berubah. Gambling jatuhnya.

  • 6 Desember

    Setuju dengan yang kak Lukas sampaikan seperti yang saya kutip di bawah ini.

    Saya pun akan dengan sopan dan jelas sekali menyampaikan kepada orang yang mendekati saya, "Maaf mas, pilihan hidup kita berbeda. Saya tidak bisa melanjutkan penjajakan ini."

    Maksud saya adalah dari cara Kak Lukas menyampaikan kekecewaan kk atau ketidaksetujuan kk terhadap pola hidup orang tsb, itu bisa menjadi titik awal dia bertobat. Siapa tahu setelah kk putuskan, tanpa kk ketahui akhirnya dia cari pastor dan mengakui dosa2nya. Kita ga tahu kak perjalanan hidup selanjutnya setiap orang yang pernah mampir di hati kita, kita ga tahu bagaimana cara Tuhan bekerja dalam diri mereka.

    Jika Kak Lukas berkata2 seperti di atas tentang orang tsb (penuh penghakiman dan labeling), itu pastilah karena kk masih sangat terluka. Semoga Kak Lukas bisa segera pulih, dan siap membuka hati lagi.

    Saya setuju sekali yang disampaikan Kak ULLIL, memang perlu intens ngobrolnya, minta hikmat Tuhan untuk menyadari ini orang jujur atau tidak. Satu hal yang pasti, perlindungan TUHAN itu nyata.

    LUKAS244 tulis:

    Hati2 punya mental savior complex. Berharap (*ngarep) pasangan suatu saat bisa berubah. Gambling jatuhnya.

    Note: hanya tambahan. Di kolom forum lainnya, saya ada menulis tentang mantan saya. Setelah 10 bulan semenjak per-putus-an kami, dia mengirimkan pesan pembelajaran hidup dari pertemanan kami. Kami memang tidak bersatu, tapi setidaknya saya pernah memberi warna baik dalam kehidupan dia.

    6 Desember diubah oleh KAKNONA645

  • YOSAFABILI105

    6 Desember

    LUKAS244 tulis:

    Orang nipu ya sudah pasti diniatin lah. Cuma ya biasanya yang suka nipu rada ga pinter, ujung2nya kesandung sama kebohongannya sendiri.

    “If you tell the truth, you don't have to remember anything.” ― Mark Twain

    Kenyataan yang 1 sudah punya anak, dan yang satu lagi mungkin mantan teman tidur-nya sudah setengah lusin lebih.

    Mantan ttnya mungkin sudah 1/2 lusin? Emang dia cerita begitu, atau hanya Anda yg mengklaim 😁, n maksud Anda cerita di forum ini tentang cewek berdua spy apa? Spy tobat ya😁, atau malah mereka gk nyaman, apalagi Anda hanya berkata mungkin berarti blm tentu itu benar dan bisa disebut fitnah loh, sekalipun Anda sudah ditipu apakah Anda berhak membalas dgn cara yg sama? Dgn menceritakan kejelekannya menurut versi Anda, klu hanya 1 pihak yg diceritakan bisa aja yg menceritakan dgn berlebihan alias fitnah 😁, kecewa boleh, mengampuni pilihan, menceritakan kejelekannya masih dendam ya hehehe.

    Jika kita sempat kenal dgn gebetan yg ternyata gk cocok ya pasti mereka akan meninggalkan kita, dgn sendirinya akan pergi, ya kitanya gk nyaman setelah kenali pribadinya, klu kita ditipu ya mungkin ada hikmahnya juga sih, mungkin kita hars peka, jgn mudah ditipu lg nantinya, jk dlm mencari jodoh kita sering minta campur tangan Tuhan, berarti kita hrs belajar ngikutin caranya Tuhan, bkn cara kita, emang selera kita bisa tentukan tp kadang kita tertipu ya krn menurut Tuhan tipe seperti dia gk cocok dgn karakter, kepribadian kita.

    Klu kita cari pasangan yg mulus2 menurut standar kita kecuali kita juga orgnya ya tanpa cacat, kadang ego kita terbaca hehehe

  • 6 Desember

    keduanya sudah deaktif akun.

    maksud saya cerita ya mau nunjukkin, apa yang ditulis di Essai dan dijawab di pertanyaan pencocokan belum tentu benar, tapi masih harus diuji kembali.

    jawaban anda di setiap forum kayanya rada2 bucin ke cewe. tobat mas. 😶

    ini bukan masalah bisa nerima kekurangan orang lain atau bukan, tapi masalah kejujuran di awal.

    Dan berlaku bukan hanya ke cewe, tapi ke cowo juga. Di luar sana ada cowo yang ngaku masih bujang, tapi selidik punya selidik, ternyata sudah pernah menikah di luar negri dan punya anak 3. Cerai, anak ikut mantan istri. Di indo pacaran sama cewe single. Ortu si cewe jelas keberatan waktu tau kalau pacar si anak duda anak 3 yang ngaku-nya single. Jelas2 si cowo mau nipu.

    Kalo kasusnya seperti itu, apa bisa dihakimi kalau si cewe terus mengakhiri hubungannya tsb? Mau ngebilang si cewe maunya cuma sama yang sempurna?

    Kalo standard anda mau nerima yang seperti itu (nipu di awal), tidak perlu menghakimi orang yang ga bisa menerimanya. ✌

    YOSAFABILI105 tulis:

    Mantan ttnya mungkin sudah 1/2 lusin? Emang dia cerita begitu, atau hanya Anda yg mengklaim 😁, n maksud Anda cerita di forum ini tentang cewek berdua spy apa? Spy tobat ya😁, atau malah mereka gk nyaman, apalagi Anda hanya berkata mungkin berarti blm tentu itu benar dan bisa disebut fitnah loh, sekalipun Anda sudah ditipu apakah Anda berhak membalas dgn cara yg sama? Dgn menceritakan kejelekannya menurut versi Anda, klu hanya 1 pihak yg diceritakan bisa aja yg menceritakan dgn berlebihan alias fitnah 😁, kecewa boleh, mengampuni pilihan, menceritakan kejelekannya masih dendam ya hehehe.

    Jika kita sempat kenal dgn gebetan yg ternyata gk cocok ya pasti mereka akan meninggalkan kita, dgn sendirinya akan pergi, ya kitanya gk nyaman setelah kenali pribadinya, klu kita ditipu ya mungkin ada hikmahnya juga sih, mungkin kita hars peka, jgn mudah ditipu lg nantinya, jk dlm mencari jodoh kita sering minta campur tangan Tuhan, berarti kita hrs belajar ngikutin caranya Tuhan, bkn cara kita, emang selera kita bisa tentukan tp kadang kita tertipu ya krn menurut Tuhan tipe seperti dia gk cocok dgn karakter, kepribadian kita.

    Klu kita cari pasangan yg mulus2 menurut standar kita kecuali kita juga orgnya ya tanpa cacat, kadang ego kita terbaca hehehe

  • YOSAFABILI105

    6 Desember

    LUKAS244 tulis:

    jawaban anda di setiap forum kayanya rada2 bucin ke cewe. tobat mas. 😶

    ini bukan masalah bisa nerima kekurangan orang lain atau bukan, tapi masalah kejujuran di awal.

    Kalo kasusnya seperti itu, apa bisa dihakimi kalau si cewe terus mengakhiri hubungannya tsb? Mau ngebilang si cewe maunya cuma sama yang sempurna?

    Kalo standard anda mau nerima yang seperti itu (nipu di awal), tidak perlu menghakimi orang yang ga bisa menerimanya. ✌

    Jawaban aku disetiap forum rada2 bucin ya🤦😅 menurutmu ya okelah tp aku gk merasa bucin dech,

    Kita beda, punya pengalaman pasti beda, aku tdk punya standar pengen yg nipu diawal seperti pengalamanmu, menerima yg nipu di awal itu bkn standar cowok klu ada standar itu aneh, gk ada yg berharap seperti itu, itu pengalamanmu.

    Menurutku sy blm menghakimimu, tp klu menurutmu sudah menghakimi ya itu perasaanmu saja😁, tobat ya, jgn salah paham 😁, seperti anda menyuruh saya u tobat spy jgn bucin, aku tdk merasa bucin kok disuruh tobat menurutku aneh aja hhhhhh,

    Cerita tentang kejujuran diawal, ya kita juga sudah jujur belum, atau kita juga pernah melakukan hal yg sama🤣, ya kita koreksi diri juga perlu menurutku, ada hikmah dr setiap pengalaman.

  • 6 Desember

    Kalau dalam kasus dan pengalaman saya, sepertinya banyak cewe di sini terutama yang masih single umur 30-an yang cukup berkualitas mempunyai sifat dan pemikiran yang tidak realistis. Seperti yang dibilang saudara Lukas sebelumnya, banyak cewe beranggapan kita harus jadi cowo tradisional tapi dia sendiri mau jadi cewe modern.

    Ada yang sudah jadi wanita karir level manajer, tapi tetap mau cari pasangan yang nafkahin sediain rumah, tapi tidak mau punya anak atau ngurus rumah tangga.

    Lalu dari segi sifat, biasanya kalau nga terlampau picky (pengen cari yang sesuku, single, bergaji tinggi, dan mau 'menerima dia apa adanya' - alias tidak mau dikritik dalam segala hal termasuk dosa2nya masa kini dan masa lalu) atau terlampau cuek (anggapan kalau cowok yang harus inisiatif ngajak ngobrol SETIAP KALI dan SETIAP WAKTU)

    Yang terakhir ini saya kurang pengalaman sih, soalnya sering orang menghilang bilang sibuk kerjaan (dan memang banyak kali kerjaan sibuk), tapi kalau selama 1, 3, 6 bulan selalu alasannya kurang lebih sama, bearti baru tau kalau memang adatnya kaya gitu. Makanya ga dapet2 pasangan, pengen ulur2 waktu selama mungkin harapan dengan dalih dia penuh kesusahan, sifat dan pemikiran dia yang tidak realistis itu bisa kita tolerir

    Sepertinya memang di online dating ini kl nga orang2 buangan secara karakter (bagi yg cewe) kalau nga bagi orang2 yang kena musibah (kyk saya, pasangan meninggal dini), atau orang2 berada di kota terpencil yang tidak banyak orang Kristennya

    LUKAS244 tulis:

    Dan berlaku bukan hanya ke cewe, tapi ke cowo juga. Di luar sana ada cowo yang ngaku masih bujang, tapi selidik punya selidik, ternyata sudah pernah menikah di luar negri dan punya anak 3. Cerai, anak ikut mantan istri. Di indo pacaran sama cewe single. Ortu si cewe jelas keberatan waktu tau kalau pacar si anak duda anak 3 yang ngaku-nya single. Jelas2 si cowo mau nipu.

    Kalo kasusnya seperti itu, apa bisa dihakimi kalau si cewe terus mengakhiri hubungannya tsb? Mau ngebilang si cewe maunya cuma sama yang sempurna?

    Kalo standard anda mau nerima yang seperti itu (nipu di awal), tidak perlu menghakimi orang yang ga bisa menerimanya. ✌

    6 Desember diubah oleh EDWIN244

  • 6 Desember

    Yang keburu nikah, bisa dicancel sebenernya, based on westminster*. 😶 Tapi kayanya ini lebih praktikal untuk cowo, bukan untuk cewe.

    *Tapi ini tergantung denom gereja-nya deh. Setau saya gereja reformed pakai ini. cmiiw.

    V. Adultery or fornication committed after a contract, being detected before marriage, giveth just occasion to the innocent party to dissolve that contract, (Mat 1:18-20). In the case of adultery after marriage, it is lawful for the innocent party to sue out a divorce, (Mat 5:31-32): and, after the divorce, to marry another, as if the offending party were dead, (Mat 19:9; Rom 7:2-3).

    www.blueletterbible.org/study/ ... and_divorce.cfm

    ULLIL035 tulis:

    Mending ka 5 bulan udah ketauan ada yg ampe nikah baru tau, *nah ini Allah hadir bagi kk*, padahal konon katanya tidak ada "gigi mundur" dalam pernikahan. CMIIW

  • 6 Desember

    Semakin kita bercerita tentang problem kita di situs ini maka hasilnya adalah kita dianggap berkarakterr lemah dan akhirnya kita jadi obyek hinaan diantara sesama anggota  di JK ini.  Karakter kita tercermin dari apa yg  kita tulis di forum he he ==> kalimat ini bukan untuk KAKNONA645 ==> kalau KAKNONA645 saya bisa baca dari wajah nya adalah wanita yg berkarakter kuat dan penuh kasih ..:up::-)

    KAKNONA645 tulis:

    Ketika membaca isi forum ini ternyata tidak sesuai dengan bayangan saya akan makna judul forumnya.

    Meskipun demikian, ijinkan saya untuk berkontribusi juga.

    Setiap kita punya kesalahan (dosa) masing-masing, dan memang kita adalah manusia berdosa. Justru karena kita berdosalah, maka Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan kita.

    Saya setuju dengan pendapat Umbu Yos: tidak perlu mengumbar dosa atau aib sendiri. Karena itu bisa menjadi bahan pergunjingan saja, dan malah bukan untuk kebaikan. Memang di dalam kitab Yakobus ada tertulis agar kita saling mengakui dosa dan mendoakan satu dengan yang lain agar kita sembuh. Tapi bukan berarti diumbar di khalayak ramai apalagi online.

    Tentang dosa dan kesalahan kita, orang yang paling berhak untuk tahu adalah calon pasangan (atau pasangan bagi yang sudah menikah). Dan dalam pernikahan itulah, sanctification atau proses pemurnian diri di dunia terjadi. Kejujuran dan kerendahan hati untuk bertobat dan bertobat sangat dibutuhkan.

    Saya setuju dengan kutipan mas Lukas. Orang yang jujur akan lebih tenang dan santai karena tidak perlu mengingat2 perkataan (baca:kebohongan)nya.

    Saya setuju juga dengan memperhatikan gaya pacaran orang yang sedang dijajaki. Tapi bukan berarti untuk menghakimi orang tsb apalagi memberi label atas kehidupannya. Kalau memang tidak bisa menerima dia apa adanya, cukup sampaikan dengan "sangat jelas dan sopan", bahwa tidak akan melanjutkan penjajakan karena gaya hidup (pola pacaran) tsb tidak sesuai dengan gaya hidup kita.

    Saya masih ingat yang alm.ibu saya katakan berulang-ulang "Setidaknya kita memberi warna baik dalam kehidupan setiap orang yang kita temui, terlepas bagaimana masa lalu atau pilihan hidup orang tsb."

    Menurut saya, setiap orang berhak mendapat kesempatan "bertobat". Bisa jadi lewat perjumpaan dengan Mas Lukas, perempuan tsb kembali ke jalan Tuhan. Karena cara Tuhan bekerja di dalam hidup setiap orang berbeda-beda dan luar biasa.

    Mungkin Mas Edwin menuliskan topik ini, karena frustrasi akan apa yang dialami berulang kali dalam pertemanan lewat JK. Apa yang Mas Edwin harapkan belum terwujud juga. Namun kita tidak bisa memaksakan setiap orang untuk terbuka apa adanya, karena karakter orang berbeda-beda. Semoga Mas Edwin segera menemukan orang yang tepat yah... Tetap semangat mas. Saya percaya masih ada orang yang apa adanya dan tidak berbelat belit seperti "Susi di persidangan kasus pembunuhan Brigradir J".

    6 Desember diubah oleh BAGUS885

  • 7 Desember

    Jadi kayak baca curhatan kekecewaan masa lalu dan gosip masa lalu orang lain.

  • 7 Desember

    WELLYN308 tulis:

    Perkenalan tentu ada prosesnya, setahu saja makin kenal seseorang maka dia bisa lebih terbuka bercerita termasuk masa lalu dan kekurangannya. Pada dasarnya semua org py kelebihan dan kelemahan, setelah tahu itu, pertanyaannya adalah apa kita bisa menerimanya?

    Setuju

    IMO, mengenal seseorang ( even yg dikenal di real life) itu perlu step dan waktu, its like peeling the onion,mengupas lapisan demi lapisan and setiap "kupasan" akan membawa kita ke "new layer" which might lead us to new discovery of someone's personality or background or someone's past.

    And karena manusia pada dasarnya adalah makhluk yg kompleks dan dinamis, sometimes kadang seseorang yg udh kita kenal sangat lama pun bisa mengejutkan kita dengan sisi personality dia yg tiba2 muncul, yg tidak pernah terlihat sebelumnya, makanya ada ujaran: we can never really know someone"

    So, there's simply NO guarantee.

    Jadi dalam kaitan dengan proses "getting to know someone deeply" di dunia dating online, apalah artinya bbrp kalimat di online profile seseorang ?

    Bagaimana kl setelah menghabiskan banyak waktu,screening, tenaga, dan biaya ternyata ujungnya kita menemukan fakta bahwa seseorang yg kita harapkan akan menjadi pasangan hidup ternyata tidak seperti yg kita harapkan dan hubungan tidak bisa dilanjutkan?

    Yah, gak ada lagi yg bisa dikerjakan selain move on, and pencarian dimulai lagi dr awal, krn utk semua hal di dunia ini ada resiko and there's simply no guarantee bahwa semua usaha yg telah kita kerjakan akan membawa hasil spt yg diharapkan.

    In a nutshell,IMO, dalam proses pencarian "The One", I believe the Universe will light the way and all we can do is just keep on walking and ( try to) enjoy the process along the way

    7 Desember diubah oleh VINCENT012

  • 7 Desember

    Haha. Di trit yang apakah cewe wajib bisa masak, yang kontra (cewe) kalau diliatin pertanyaan pencocokannya terkait apakah cowo pencari nafkah, seingat saya cuma 1 yang jawabnya 'tidak harus, tapi wanita juga bisa memberi sumbangan', sisanya menjawab iya. Yang mana buat saya ini rada halu. (*ini kalau lihat 2-3 halaman terakhir).

    Yang saya tau, di keluarga tradisional, cowo tugas-nya providing, sementara cewe nurturing. Kalo sama2 providing, jelas kerjaan-nya nurturing juga harus dikerjakan sama2. Tapi kalo cewe nurturing-nya ogah2an, providing-nya juga ga turut serta, jelas ini ada princess syndrome, atau menganggap dirinya sebagai prize. Sah2 saja sih, free will. Tiap orang bebas halu. haha

    Sementara cowo yang kontra, rada kurang jelas apakah mau jadi breadwinner (cowo pencari nafkah) atau tidak. Haha.

    EDWIN244 tulis:

    Kalau dalam kasus dan pengalaman saya, sepertinya banyak cewe di sini terutama yang masih single umur 30-an yang cukup berkualitas mempunyai sifat dan pemikiran yang tidak realistis. Seperti yang dibilang saudara Lukas sebelumnya, banyak cewe beranggapan kita harus jadi cowo tradisional tapi dia sendiri mau jadi cewe modern.

    Ada yang sudah jadi wanita karir level manajer, tapi tetap mau cari pasangan yang nafkahin sediain rumah, tapi tidak mau punya anak atau ngurus rumah tangga.

    Buat saya ini ga salah, setiap orang punya preferensi masing2. Tidak perlu maksain orang lain untuk masuk ke dalam cetakan yang kita mau. Kalau memang ga sesuai yang kita mau, move on, cari yang lain.

    EDWIN244 tulis:

    Lalu dari segi sifat, biasanya kalau nga terlampau picky (pengen cari yang sesuku, single, bergaji tinggi, dan mau 'menerima dia apa adanya' - alias tidak mau dikritik dalam segala hal termasuk dosa2nya masa kini dan masa lalu) atau terlampau cuek (anggapan kalau cowok yang harus inisiatif ngajak ngobrol SETIAP KALI dan SETIAP WAKTU)

    Wah ini siap2 diamuk massa. :'/

    Saya ga setuju. Sama hal-nya kaya cewe yang bilang, semua cowo sama aja (*sama2 brengs*k). Ada teori 80:20. 100% cewe nyari top 20% cowo (finansial, fisik, dll), sementara 80% cowo yang lain ga laku. Jadi waktu ada cewe yang nge-define kalau semua cowo saja (*sama2 brengs*k), sebenernya dia cuma involve sama yang 20% aja (yang kelakuannya memang tipikal seperti, karena punya opsi terhadap 100% cewe). Sebenernya kalau si cewe membuka hati ke yang 80%, ada juga tuh cowo yang mau bucin. Cowo yang mau ngebucin tentu kelakuannya ga kaya yang top 20%, ga brengs*k. :-D

    Vice versa berlaku untuk cowo ke cewe. Jadi saya ga setuju untuk generalisasi baik ke cewe ataupun ke cowo.

    Note: *Tentu ada pengecualin untuk teori ini, semacam data2 pencilan. Tapi secara overall, saya cukup setuju akan teori ini.

    EDWIN244 tulis:

    Sepertinya memang di online dating ini kl nga orang2 buangan secara karakter (bagi yg cewe) kalau nga bagi orang2 yang kena musibah (kyk saya, pasangan meninggal dini), atau orang2 berada di kota terpencil yang tidak banyak orang Kristennya

    7 Desember diubah oleh LUKAS244

  • 7 Desember

    ohh gituuu...

    tapi kalau banyak diumbar di profil, gada kepo2nya jadinya kureng aja gituh 😁 kecuali dia emang tipe cowo humoris. wkwkw dulu pernah suka bgt ama cowo jk yg isian profilnya seruuuu abisss...tp begitu chatting. saya jd meredup 😬

    hmmm..

    kalau utk isian profil,

    saya tipe yg ga bs cerita ke banyak orang. jd garis besar aja dispill. kek misal suka apaan.

    utk keunggulan pribadi, ga mau ntar jd overclaim deh

    lebih baik saling mengenal semisal ngobrol.

    ketika ngobrol terbukalah pintu yang berabad abad ituhhh

    ketahuan dia cocok ga nih dibawa dalam doa. klo cucok gaslah berproses.

1 – 25 dari 114    Ke halaman:  1  2  3 ... 5  Selanjutnya Kirim tanggapan