Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Sebuah Hipotesis : Bagaimana jika (khusus wanita)

ForumPersahabatan dan hubungan

1 – 25 dari 82    Ke halaman:  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan

  • 25 Januari

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    Ini kayaknya si cewek tipe cewek galak dan si laki2 tipe laki2 yg rada lembut ya? Makanya si cewek berani ngelawan dan meremehkan suaminya.

    Si pria perlu bersikap rada2 serem sih misalnya dng bersuara keras utk menunjukkan ketegasannya. Ya, dia perlu memebritahukan si wanita utk menghormatinya sbg kepala keluarga. Ga papa sih ngegebrak meja sedikit, melotot dan rada teriak. Di saat yg sama, ada baiknya si pria membatasi memberikan uang pd si wanita krn takutnya uang tsb dipake jg oleh si wanita utk membiayai perselingkuhannya (mentraktir selingkuhannya, membelikan baju2 utk selingkuhannya dll).

    Agak sulit mengambil keputusan bagi laki2 itu. Dia perlu waktu utk berpikir apakah mau langsung cerai, mau pisah rumah saja dulu atau mempertahankan pernikahannya namun dng peraturan2 baru mis jika si istri KDRT atau selingkuh si suami akan melaporkannya pd orgtua si istri.

    25 Januari diubah oleh ANITA089

  • 25 Januari

    Pengalaman pribadikah?

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    MEI525 tulis:

    Pengalaman pribadikah?

    Belum mbak, mudah-mudahan tidak kejadian. Btw saya menanyakan hal ini sebagai langkah antisipasi saja, supaya tidak salah melangkah, dan bersikap.

  • 25 Januari

    ANITA089 tulis:

    Ini kayaknya si cewek tipe cewek galak dan si laki2 tipe laki2 yg rada lembut ya? Makanya si cewek berani ngelawan dan meremehkan suaminya.

    Si pria perlu bersikap rada2 serem sih misalnya dng bersuara keras utk menunjukkan ketegasannya. Ya, dia perlu memebritahukan si wanita utk menghormatinya sbg kepala keluarga. Ga papa sih ngegebrak meja sedikit, melotot dan rada teriak. Di saat yg sama, ada baiknya si pria membatasi memberikan uang pd si wanita krn takutnya uang tsb dipake jg oleh si wanita utk membiayai perselingkuhannya (mentraktir selingkuhannya, membelikan baju2 utk selingkuhannya dll).

    Agak sulit mengambil keputusan bagi laki2 itu. Dia perlu waktu utk berpikir apakah mau langsung cerai, mau pisah rumah saja dulu atau mempertahankan pernikahannya namun dng peraturan2 baru mis jika si istri KDRT atau selingkuh si suami akan melaporkannya pd orgtua si istri.

    Noted.

  • 25 Januari

    DANIEL510 tulis:

    Belum mbak, mudah-mudahan tidak kejadian. Btw saya menanyakan hal ini sebagai langkah antisipasi saja, supaya tidak salah melangkah, dan bersikap.

    Lha, jadi sbnrnya ini berdasarkan kisah siapa? Atau cuma andai2 saja?

  • 25 Januari

    Namanya juga Sebuah Hipotesis. Jadi bukan kisah siapa-siapa. Tapi sebuah pengandaian.

    Seandainya...... Soalnya, yang namanya selingkuh itu gak kenal jenis kelamin. Emangnya cuma laki-laki saja yang bisa selingkuh, Perempuan bisa saja. Nah pertanyaannya, gimana seandainya terjadi pada kita.

    25 Januari diubah oleh DANIEL510

  • 25 Januari

    Semoga ngga terjadi spt itu..sakit bingits yg jadi korban WIL or PIL.. Jgn terlampau jauh berandainya.. Kita yg tdk pernah memikirkan hal tsb aja bisa terjadi pa lagi kuasa semer mesem bisa membuat seseorang berubah yg tadinya baik menjadi aneh gitu.. Oleh sbb itu kamu yg berniat mo membentuk bahtera RT kuatkan Doa dan Puasa minta yg spesifik sama Tuhan.. Dan Tuhan Akan kabulkan harapan kamu Bro.

    Yach kalo terjadi ada perubahan dlm sikap pasanganmu coba kamu konselor ke pada orang yg berkompeten utk membantu kesehatan dan keutuhan rumah tangga kalian.. Krn biasanya kalo Pohon Sdh menjulang tinggi byk terpaan angin yg akan mengguncang ☺

    DANIEL510 tulis:

    Namanya juga Sebuah Hipotesis. Jadi bukan kisah siapa-siapa. Tapi sebuah pengandaian.

    Seandainya...... Soalnya, yang namanya selingkuh itu gak kenal jenis kelamin. Emangnya cuma laki-laki saja yang bisa selingkuh, Perempuan bisa saja. Nah pertanyaannya, gimana seandainya terjadi pada kita.

  • 25 Januari

    Konselor ya mbak ? Lalu bisa sejujur apakah dia nantinya kepada konselor.

  • 25 Januari

    Memang ada sih yg spt ini, dan kemungkinan besar ybs memiliki kelainan kepribadian/kejiwaan seperti (mungkin) personal disorder,
    Disorder ini banyak jenisnya. Bisa googling saja yaa.. dan ada ciri2nya. Makanya saat pacaran butuh sekali waktu untuk saling mengenal pribadi dan keluarga masing2.
    Lebih baik lagi bila saling konsultasi ke psikiater untuk mengetahui kesehatan kejiwaan masing2 calon mempelai. Ini sih lebih untuk sekedar preventif. Kalau nantinya salah satu bilang : "Saya cinta dia dan akan menerima dia apa adanya", itu namanya ya DERITA LOE wkwk...
    Tidak ada obat untuk menyembuhkan disorder ini. Obat hanya bisa menekan perasaan/halusinasi si penderita.

    Apakah saya punya pengalaman pribadi? TIDAK

    Tetapi banyak teman2 saya yang mengalaminya. Dan mereka mengetahuinya setelah menikah. Ada 1 yg saya kenal memilih untuk melepas calonnya karena dirasa tidak akan mampu menjalani hiruk pikuk dunia pernikahan dengan pasangannya yang jelas2 seorang penderita disorder. Tidak cinta?? What everlah.. kalau belum merasakan lelahnya menjadi caregiver, kita tidak bisa menghakiminya.

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

    25 Januari diubah oleh MEI525

  • 25 Januari

    Kayak di drakor ceritanya..

    Tapi jika Pria itu baik, dia akan tetap mengalah karena sudah berkomitmen. Setiap perahu rumah tangga tergantung dari nahkodanya.

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    DANIEL510 tulis:

    Namanya juga Sebuah Hipotesis. Jadi bukan kisah siapa-siapa. Tapi sebuah pengandaian.

    Seandainya...... Soalnya, yang namanya selingkuh itu gak kenal jenis kelamin. Emangnya cuma laki-laki saja yang bisa selingkuh, Perempuan bisa saja. Nah pertanyaannya, gimana seandainya terjadi pada kita.

    Kalau jaman saya sekolah dulu mas dan.. hipotesis adalah jawaban sementara yg harus dibuktikan dengan penelitian.. jadi bukan sebuah pengandaian..

    jadi cerita nya kalau mas dan pingin membuat sebuah tesis.. atau karya ilmiyah.. lha baru boleh pake hipotesis.

    Saya kasih contoh ya.. hipotesis: faktor pria tidak selingkuh dan tidak KDRT berpengaruh terhadap sikap wanita untuk melakukan selingkuh dan KDRT pada sebuah hubungan pernikahan.

    Sebenarnya mau ikut menjawab, tp tryata kuisioner dan angket nya hanya untuk wanita..

    Sebenarnya ga pingin komen juga, tp judulnya bikin mata berkedut kedut dan jari pingin ngetik..

    yowis mas dan,lanjutkan

  • 25 Januari

    So pasti mrk akan mengemukakan terhadap konselor tsb. . Krn konselor yg berkompeten itu sdh mengikrarkan diri merka utk mencari solusi ats stiap permasalahan para kliennya .

    Simple aja ora muluk2 sing ptg tahu kiblatnya 🙏

    DANIEL510 tulis:

    Konselor ya mbak ? Lalu bisa sejujur apakah dia nantinya kepada konselor.

  • 25 Januari

    🤣🤣🤣

    PAGI985 tulis:

    Kalau jaman saya sekolah dulu mas dan.. hipotesis adalah jawaban sementara yg harus dibuktikan dengan penelitian.. jadi bukan sebuah pengandaian..

    jadi cerita nya kalau mas dan pingin membuat sebuah tesis.. atau karya ilmiyah.. lha baru boleh pake hipotesis.

    Saya kasih contoh ya.. hipotesis: faktor pria tidak selingkuh dan tidak KDRT berpengaruh terhadap sikap wanita untuk melakukan selingkuh dan KDRT pada sebuah hubungan pernikahan.

    Sebenarnya mau ikut menjawab, tp tryata kuisioner dan angket nya hanya untuk wanita..

    Sebenarnya ga pingin komen juga, tp judulnya bikin mata berkedut kedut dan jari pingin ngetik..

    yowis mas dan,lanjutkan

  • 25 Januari

    Wkwk.. sangat detail dan masuk akal

    PAGI985 tulis:

    Kalau jaman saya sekolah dulu mas dan.. hipotesis adalah jawaban sementara yg harus dibuktikan dengan penelitian.. jadi bukan sebuah pengandaian..

    jadi cerita nya kalau mas dan pingin membuat sebuah tesis.. atau karya ilmiyah.. lha baru boleh pake hipotesis.

    Saya kasih contoh ya.. hipotesis: faktor pria tidak selingkuh dan tidak KDRT berpengaruh terhadap sikap wanita untuk melakukan selingkuh dan KDRT pada sebuah hubungan pernikahan.

    Idem

    Sebenarnya ga pingin komen juga, tp judulnya bikin mata berkedut kedut dan jari pingin ngetik..

    yowis mas dan,lanjutkan

  • 25 Januari

    Hadeeuh kalian ini. 🫣🫣🫣

  • 25 Januari

    habis2an bagaimana ini?. Apakah ini sudah nikah contoh kasusnya?

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    Mata kedut2, jari semutan yak 🤣🤣

    Coba jawab aja dulu mas, kan tiap2 orang ada pembagian presentase feminim dan maskulin

    maybe dengan ada nya pertanyaan ini sesi feminim kamu bergejolak. Ditandai dengan mata kedutan 🤣🤣

    PAGI985 tulis:

    Kalau jaman saya sekolah dulu mas dan.. hipotesis adalah jawaban sementara yg harus dibuktikan dengan penelitian.. jadi bukan sebuah pengandaian..

    jadi cerita nya kalau mas dan pingin membuat sebuah tesis.. atau karya ilmiyah.. lha baru boleh pake hipotesis.

    Saya kasih contoh ya.. hipotesis: faktor pria tidak selingkuh dan tidak KDRT berpengaruh terhadap sikap wanita untuk melakukan selingkuh dan KDRT pada sebuah hubungan pernikahan.

    Sebenarnya mau ikut menjawab, tp tryata kuisioner dan angket nya hanya untuk wanita..

    Sebenarnya ga pingin komen juga, tp judulnya bikin mata berkedut kedut dan jari pingin ngetik..

    yowis mas dan,lanjutkan

  • 25 Januari

    Si wanita ini tiba2 melakukan itu atau ada trigger sebelumnya?

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    DANIEL510 tulis:

    Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Klo aq jd laki nya, dan terlanjur begitu, aq tinggalin. Buat apa kita mengorbankan diri klo ga ada balasan,

    Tp klo mau tetep bertahan dgn dalih cinta tulus ya gpp sih klo tetep mau berjuang, tp siap Terima konsukensi aja...

    Tp klo boleh saran, selama belom menikah jgn terlalu royal ma pasangan.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

    Wanita itu beda² sifat dan karakternya, klo wanita nya minta di nafkahin wlopun blm nikah dan laki nya ga keberatan ya why not... Royal ma pacar itu kewajiban tp jgn terlalu royal, msh dlm batasan wajar.

    Tp jg jgn pelit² amat. Seganteng apapun mu klo kmu pelit, wanita jg akan pikir² lg, apalagi menggantungkan hidupnya pd wanita, astaghfirullah 🤭

    Tp klo aq pribadi sih ga mau begitu,

    Nama nya pacaran hrs pke batasan, batasan dlm memadu kasih, batasan dlm perasaan, juga batasan dlm keuangan 😁👌

  • 25 Januari

    Sbenarnya pria & wanita sama aja, keduanya pasti butuh komitmen dan kesetiaan dan lg suatu hubungan wajib diusahakan oleh kedua belah pihak agar terus bertumbuh dgn sehat. Klo hanya berusaha sndirian mending mundur aja dan cari yg lain yg mau bersama2 membangun hubungan, ngapain menghabiskan waktu dgn yg tidak jelas sedang yg jelas msh bnyak yg penting motivasi nya baik dan caranya benar.

    Semongko..👌😁

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    Syallom.<3

    Selamat malam kakak - kakak,

    Bagaimana jika laki - laki yang mendekati adalah seseorang yang punya trauma di masa lalu, begitu sebaliknya si wanita pun belum siap membuka hati padahal sudah merasa perlu dan waktunya untuk menjalin hubungan?

    Boleh minta pendapatnya Kakak - Kakak?

    God bless all.:-)

  • 25 Januari

    Sudah masuk dalam fase pernikahan apa masih berpacaran? Dari sisi saya adalah seorang laki - laki tersebut sebelum memulai komitmen dengan wanita harus bisa mengenal sikap secara keseluruhan dan paling utama adalah keterbukaan

    Tapi, apabila memang sudah terjadi dalam fase hubungan pernikahan harus dan patut ditanyakan alasan wanita melakukan hal tersebut dan juga harus menjelaskan dampak di kemudian hari yang terjadi kepada kedua belah pihak terutama apabila sudah memiliki anak.

    Intinya, jangan terlalu cepat untuk mengatakan komitmen.

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    Sudah masuk dalam fase pernikahan apa masih berpacaran? Dari sisi saya adalah seorang laki - laki tersebut sebelum memulai komitmen dengan wanita harus bisa mengenal sikap secara keseluruhan dan paling utama adalah keterbukaan

    Tapi, apabila memang sudah terjadi dalam fase hubungan pernikahan harus dan patut ditanyakan alasan wanita melakukan hal tersebut dan juga harus menjelaskan dampak di kemudian hari yang terjadi kepada kedua belah pihak terutama apabila sudah memiliki anak.

    Intinya, jangan terlalu cepat untuk mengatakan komitmen.

    DANIEL510 tulis:

    Pertanyaan ini untuk para JK-ers wanita. Bagaimana jika seandainya seorang Pria sudah menunjukkan komitmennya, dalam artian sudah meanfkahi, sudah berbuat baik, sudah habis-habisan demi pasangannya, bahkan berkomitmen jangka panjang untuk tidak selingkuh dan KDRT, tapi ternyata perempuan pasangannya justru yang melakukan kedua hal itu. Dengan alasan yang dibuat-buat, dan tampak masuk akal, akhirnya hubungan keduanya menjadi renggang. Bagaimana sikap yang harus diambil laki-laki itu, apakah harus terus melanjutkan komitmennya atau stop sampai disitu saja.

    Dan bagaimana menurutmu tentang wanita seperti itu. Monggo pendapatnya.

  • 25 Januari

    Pertanyaan itu dalam situasi mereka sudah menikah. Disini laki-lakinya bertipe setia bahkan bersumpah kepada pasangannya 50 tahun bebas KDRT dan Selingkuh. Sudah tahu siapa orangnya ? Nah ternyata setelah bertahun-tahun sang istri mulai berubah dan berulah dengan Selingkuh kepada laki-laki lain. Anggap saja wanita itu tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih karena sudah punya suami yang setia. Lalu bagaimana kah jawaban mu.

    25 Januari diubah oleh DANIEL510

1 – 25 dari 82    Ke halaman:  1  2  3  4  Selanjutnya Kirim tanggapan