Surga
-
23 April 2025
Kalau kita meninggal, apakah kita yakin pasti masuk Surga???
Trus kalau yakin jaminan masuk Surga apa,?????
-
23 April 2025
TANYA : apakah kita yakin pasti masuk Surga ?
JAWAB : Yakin
TANYA : kalau yakin jaminan masuk Surga apa ?
JAWAB : Sabda Tuhan Yesus sendiri pada bagian PERIKOP berjudul Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia dari Kitab ditulis oleh Tabib / dokter Lukas Pasal ke 9
Ayat 22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Ayat 23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Ayat 24
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
-
23 April 2025
Yakin. Jaminannya: Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yg tunggal supaya yang percaya pada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal. Yohanes 10:28: Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Inilah jaminan Yesus bagi setiap org percaya, dan sbg bukti Roh Kudus telah dikaruniakan bagi setiap org percaya spt disebutkan di Efesus 1:13-14
RESTI951 tulis:
Kalau kita meninggal, apakah kita yakin pasti masuk Surga???
Trus kalau yakin jaminan masuk Surga apa,?????
-
23 April 2025
Kalau detik ini saya mati, saya yakin masuk surga.
Jaminannya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Maka saya menerima Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat saya, sampai saat ini.
bible.com/bible/306/jhn.14.6.TB
RESTI951 tulis:
Kalau kita meninggal, apakah kita yakin pasti masuk Surga???
Trus kalau yakin jaminan masuk Surga apa,?????
-
26 April 2025
Lah bukannya pas kita meninggal belum langsung ke surga atau ke neraka ya..bukannya Nunggu dulu Tuhan Yesus datang ke bumi yang kedua kalinya ya..baru nanti pengangkatan ke surga orang masih hidup dan yang sudah mati akan terbang ke awan awan
-
26 April 2025
Ketika kita meninggal sebelum kedatangan Tuhan Yesus kita di "Surga" jika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus (Yoh.3:16)
Kalau kita ingat juga peristiwa Yesus di Salib Luk. 23:42
penjahat yg di sebelah Yesus berkata ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja"
Lukas 23:43
Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Maka terkait pengangkatan saya lebih percaya
Orang yang masih hidup (ada pengangkatan)
Orang yg sudah mati??? (Tidak ada pengangkatan) Yang ada Kebangkitan daging.
-
26 April 2025
Nah yang udah mati hidup lagi kaya orang matinya bunuh diri atau orang belum percaya Tuhan..pokoknya pas hari hari itu..orang yang coba bunuh diri gak bakalan bisa mati
-
21 Maret
Dalam diskusi filsafat, teologi, maupun psikologi, keyakinan (belief/faith) dan kepastian (certainty) sering kali berjalan beriringan, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda. Mereka bisa sejajar (paralel), tetapi tidak selalu identik.
Berikut adalah perbedaannya:
1. Keyakinan (Faith/Belief)
Sifat: Subjektif dan relasional.
Sumber: Kehendak, pengalaman batin, dan kepercayaan pada otoritas (misalnya Tuhan atau Kitab Suci).
Karakteristik: Keyakinan justru ada karena adanya "ketidakpastian" secara empiris. Seperti kata Ibrani 11:1, iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat.
Contoh: Anda yakin sahabat Anda tidak akan mengkhianati Anda. Ini adalah keyakinan berdasarkan hubungan, bukan bukti laboratorium.
2. Kepastian (Certainty)
Sifat: Objektif dan intelektual.
Sumber: Bukti logis, fakta empiris, atau demonstrasi matematis.
Karakteristik: Kepastian sering kali menutup ruang untuk keraguan karena "buktinya sudah ada di depan mata."
Contoh: 2 + 2 = 4. Ini adalah kepastian; Anda tidak perlu "beriman" pada angka 4, karena secara logis itu mutlak.
Apakah Keduanya Paralel?
Dalam konteks kehidupan kekristenan, keduanya dianggap paralel dalam tujuan, tetapi berbeda dalam proses:
Paralel (Sejalan): Seseorang bisa memiliki Kepastian Iman (Certitudo Fidei). Ini adalah kondisi di mana keyakinan seseorang begitu dalam sehingga ia merasa "pasti" akan kebenarannya, melebihi kepastian matematis.
Perbedaan Fokus: Kepastian sering kali menuntut "melihat baru percaya," sedangkan keyakinan adalah "percaya maka akan melihat."
Mengapa Keduanya Tidak Selalu Sama?
Kepastian Tanpa Keyakinan: Seseorang bisa "pasti" secara logika bahwa Tuhan itu ada (melalui argumen filosofis), tetapi ia tidak memiliki "keyakinan" (kepercayaan personal/penyerahan diri) kepada-Nya.
Keyakinan Tanpa Kepastian Empiris: Seseorang bisa sangat yakin pada janji Tuhan meskipun situasi di sekitarnya sangat kacau dan tidak memberikan kepastian apa pun secara logika manusia.
Analogi Pandangan dalam 1 Korintus 10:13
Kepastiannya: Allah itu setia (fakta teologis yang tidak berubah).
Keyakinannya: kita percaya bahwa dalam pencobaan saat ini, Allah sedang bekerja (sikap batin Anda).
Kesimpulan Sementara:
Keyakinan dan kepastian adalah dua sayap. Kepastian memberikan landasan yang kokoh (kebenaran), sementara keyakinan memberikan dorongan untuk melangkah di atas landasan tersebut, bahkan ketika jalan di depan masih berkabut. -
21 Maret
Keselamatan bukanlah "transaksi sekali jadi" atau "tiket yang sudah dipegang," melainkan sebagai proses penyembuhan dan persatuan terus-menerus dengan Tuhan.
Berikut adalah jawaban mengenai "jaminan" surga:
1. Tidak Ada "Sertifikat" Kepastian Mutlak
Jadi lebih baik berkata, "Saya sedang diselamatkan" (I am being saved) ketimbang "Saya pasti masuk surga."
Alasannya: Mengklaim jaminan mutlak dianggap sebagai bentuk kesombongan spiritual (prelest). Manusia memiliki kehendak bebas hingga nafas terakhir; seseorang bisa saja berbalik dari Tuhan di akhir hidupnya.
Ayat rujukan: "Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." (Matius 24:13).2. Jaminannya adalah Kristus, Bukan Perasaan Kita
Jika ditanya apa dasar pengharapannya, jawabannya bukan pada "doa penyerahan" yang pernah diucapkan, melainkan pada Realitas Kebangkitan Kristus.
Jaminannya adalah kasih setia Allah yang tak berubah dan kemenangan Kristus atas maut.
Percayalah bahwa Allah ingin semua orang selamat, namun manusia harus terus bekerja sama dengan rahmat Allah tersebut.3. Sakramen sebagai "Uang Muka" Kerajaan Surga
Meskipun tidak ada jaminan hukum yang kaku, Gereja memberikan sarana kepastian melalui sakramen:
- Baptisan & Pengurapan Roh Kudus: Menjadi pintu masuk resmi ke dalam hidup baru.
- Perjamuan Kudus: Dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus, seseorang secara fisik dan spiritual mulai mencicipi kehidupan surga di dunia ini.4. Keselamatan adalah Relasi, Bukan Status
Bayangkan pernikahan. Anda tidak bertanya, "Apa jaminan saya akan tetap menikah 20 tahun lagi?" Karena jaminannya adalah seberapa setia Anda menjaga relasi tersebut setiap hari.
"Jaminan" itu terlihat dari sejauh mana seseorang hidup dalam pertobatan yang berkelanjutan. Selama seseorang tetap berada dalam persekutuan dengan Gereja dan terus bertobat, ia berada dalam jalan keselamatan.5. Pengharapan yang Teguh (Firm Hope)
Alih-alih menggunakan kata "Jaminan", mungkin istilah "Pengharapan yang Teguh" jauh lebih cocok.
Kita percaya pada rahmat Tuhan yang tanpa batas. Kita tidak tahu apakah kita layak, tetapi kita tahu bahwa Tuhan itu baik dan mencintai manusia.Kesimpulan Sementara:
Saya tidak memiliki jaminan hukum karena saya bisa jatuh kapan saja, tetapi saya memiliki pengharapan penuh kepada Kristus yang telah mengalahkan maut dan terus memanggil saya untuk bersatu dengan-Nya melalui Gereja-Nya. -
26 Maret
Apakah yakin masuk Surga itu pertanyaan yg harus ditanya ke diri kita, tiap hari, dari saat ke saat (supaya peka diri):
apakah diri kita "in the state of Grace" (alias, dalam keadaan Rahmat)? Artinya apakah kita tidak berdosa/menyinggung Tuhan? Kalo ada yg membuat Tuhan tidak berkenan, kita harus reparasi/perbaiki hubungan itu [sakramen pengakuan dosa/rekonsiliasi] untuk kembali "berkenan" di mata Tuhan, lagi...itu prosesnya tiap hari, tiap saat, sampai akhir hayat. Sebab, kalo tidak, akan seperti Yudas Iskariot, walopun dia dibaptis, ikut Tuhan tiap hari, selama 3 tahun (seperti 11 murid lainnya), tapi hatinya tidak bersih, tidak peka, tidak interospeksi/ubah diri tiap hari, untuk berkenan di mata Tuhan...lama2 tidak peka, tidak bertobat, akhirnya jatuh ke tangan Iblis dan tidak masuk ke Surga. Sedangkan Petrus, walo jatuh dosa, dia peka untuk reparasi/perbaiki hubungan dengan Tuhan Yesus lagi, Tuhan berkenan lagi, dan akhir hayat Petrus masuk Surga.
Jaminannya: Mercy (Belas Kasihan Tuhan).
[Tanpa pertobatan yg sungguh2 dari lubuk hati, tak ada Mercy, dan tidak ada pengampunan]. Selama 3 tahun bersama Yesus itu, si Yudas ngapain saja? tidak pernah bertobat, lama2 dosa itu kayak kanker (merenggut nyawa/jiwa bertahap-tahap, tiap hari), malah hatinya makin serakah, korupsi uang yg dipercayakan ke dia, sampe sekongkol menjerumuskan Yesus...itu artinya Yudas tidak "Trust in Jesus' Mercy" sepenuh jiwa/hatinya.
RESTI951 tulis:
Kalau kita meninggal, apakah kita yakin pasti masuk Surga???
Trus kalau yakin jaminan masuk Surga apa,?????
26 Maret diubah oleh MAE309
-
28 Maret
Pernah di mimpi in orang yang sudah meninggal (engkong saya 1 bulan setelah meninggal) di taman firdaus itu indah banyak bunga bunga cantik ibaratnya kayak taman teletubies tapi beda kalo taman teletubies terlihat kaku..
-
29 Maret
SETUJU
EDO073 tulis:
Keselamatan bukanlah "transaksi…”
Kesimpulan Sementara:
saya memiliki pengharapan penuh kepada Kristus yang telah mengalahkan maut dan terus memanggil saya untuk bersatu dengan-Nya.
-
29 Maret
Orang yang percaya Yesus Kristus adalah pilihan bukan kehendak, orang yang mau bertobat atas pertolongan Roh Kudus, tanpa pertolongan Roh Kudus mustahil bisa bertobat.
