Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

mengapa begini tuhan?

ForumGaya hidup Kristen

1 – 11 dari 11Kirim tanggapan

  • 14 Mei

    ceritakan tentang kehidupan mu ketika engkau larut dalam kesedihan dan amarah dan mungkin sampai kecewa sama Tuhan. dan bagaimana bisa sampai dititik engkau kembali mengucap syukur kepada Tuhan. monggo🙏

  • 15 Mei

    Trus Tuhan jawab "Kalau memang begitu kenapa rupanya? Mau protes kau?":-D

  • 15 Mei

    Tabur Tuai.

    Jikalau ingin dikasihi, duluanlah kamu mengasihi, dst,dst...

    Jangan kamu maunya nipu orang tapi kamu ga mau ditipu orang, itu sudah melanggar hukum Tabur Tuai.

    GBU all 🙏

  • 15 Mei

    Yang buat kita kecewa adalah diri kita sendiri. Tuhan tak pernah ingin buat kita kecewa. Bersyukur, berserah setulusnya kepada Tuhan, minta terus bimbingan dan tuntunanNya, pemeliharaanNya, mengikuti kehendakNya, maka kita pasti akan mendapatkan DAMAI SEJAHTERA 🙏

  • 17 Mei

    Pernah dek, 20 th an yg lalu. Duh pedih. Jadi saat itu aku lg hepi2nya krn lamaranku di sebuah lembaga pelatihan calon2 guru bhs inggris  di Jak Sel.  Itu pekerjaan impianku.

    Job desc nya  intinya aku pembantu umum yg ngetik, kirim email, ngatur2 kursi2 di kelas. Seniornya ada yg kasar, ada yg nyindir aku pas aku mau ambil kue (dikiranya aku mau abisin 1 loyang  pdhl aku bermaksud ambil 1 potong), sekretarisnya kerap mendiamkanku dan kepala divisinya jg kok tidak setiap hari masuk ktr. TAu2 akulah yg dipecat, dng alasan ga bs bergaul. Yg ngomong jg semacam supervisor, bukan si kepala divisi. Lha di mana peranan si kepala divisi?

    Di situ aku sangat marah dan sakit hati, meski ga sampe marah sm Tuhan. Akhirnya aku bs menerima kenyataan tsb 10 th kemudian dng berlalunya waktu.

    17 Mei diubah oleh ANITA089

  • YUNI869

    17 Mei

    Hal ini terjadi ketika perjanjian pekerjaan tidak sesuai kenyataan.Awal perjanjian kerja, penempatan kota A Dan posisi a,kenyataannya saya di kota B,dan posisi b.

    Bisa kembali mengucap syukur ketika pandemi mulai social distancing.Banyak orang terdampak ,mulai wfh, pengurangan gaji bahkan ada yg di PHK.Sedangkan saya masih aman,tetap bekerja dan gaji seperti biasa.Akhirnya pergumulan satu tahun setelah penempatan di kota B terjawab juga.Tuhan tidak ingin melihat saya susah lagi.Krn sebelumnya saya menganggur 6 bln di Jakarta sampai tabungan habis tak bersisa (maklum nomaden,kontraktor🤭 ).

    Kuasa Allah memang luar biasa😍

    EDWIN565 tulis:

    ceritakan tentang kehidupan mu ketika engkau larut dalam kesedihan dan amarah dan mungkin sampai kecewa sama Tuhan. dan bagaimana bisa sampai dititik engkau kembali mengucap syukur kepada Tuhan. monggo🙏

  • 17 Mei

    Jadi maksd nya Yuni di masa pandemi bertahan di kota B dng posisi B? Knpa mereka melanggar perjanjian kerja?

    YUNI869 tulis:

    Hal ini terjadi ketika perjanjian pekerjaan tidak sesuai kenyataan.Awal perjanjian kerja, penempatan kota A Dan posisi a,kenyataannya saya di kota B,dan posisi b.

    Bisa kembali mengucap syukur ketika pandemi mulai social distancing.Banyak orang terdampak ,mulai wfh, pengurangan gaji bahkan ada yg di PHK.Sedangkan saya masih aman,tetap bekerja dan gaji seperti biasa.Akhirnya pergumulan satu tahun setelah penempatan di kota B terjawab juga.Tuhan tidak ingin melihat saya susah lagi.Krn sebelumnya saya menganggur 6 bln di Jakarta sampai tabungan habis tak bersisa (maklum nomaden,kontraktor🤭 ).

    Kuasa Allah memang luar biasa😍

  • YUNI869

    17 Mei

    Iya kak,saya bertahan di kota b besserta posisinya.

    Saya tidak tahu alasannya kak.Karena perjanjian kerja kami hanya secara lisan.Karena bukan perusahaan besar.Dan karena saat itu saya sangat butuh pekerjaan,makanya saya jalani walaupun hati sakit krn merasa dibohongi.

    Tapi saya sudah ikhlaskan kejadian itu.Karena sudah tahu maksud Tuhan mengapa si pemberi kerja tidak menepati kesepakatan awal.

    ANITA089 tulis:

    Jadi maksd nya Yuni di masa pandemi bertahan di kota B dng posisi B? Knpa mereka melanggar perjanjian kerja?

    17 Mei diubah oleh YUNI869

  • 19 Agustus

    EDWIN565 tulis:

    ceritakan tentang kehidupan mu ketika engkau larut dalam kesedihan dan amarah dan mungkin sampai kecewa sama Tuhan. dan bagaimana bisa sampai dititik engkau kembali mengucap syukur kepada Tuhan. monggo🙏

    Pernah ngalemin hal.begini sih. Makin kesini makin sadar kalau segala perasaan yang kita alami harus kita akui kepada Tuhan. Marah kesal sedih kalut. Dan pada akhirnya Roh kudus akan ingetin aku lagi buat minta ampun dan bersyukur kpd Tuhan

  • 19 Agustus

    Mengapa begini begitu indah cara-Mu, Tuhanku? 😅🙏

    Flashback.

    Sejak keluar dari SOM di GBI Rock Denpasar, aku sempat ikut doa syafaat, menara doa jg ikut team pemetaan rohani di GBI ROCK lembah pujian Denpasar Bali.

    Awal hidupku tdk seperti org bs naik terkatung-katung tanpa kepastian. Padahal hatiku ingin kembali menekuni usaha rintisan orangtuaku, namun selalu ada halangan dan penghalang sebesar tembok bagai batu ditimpa hrs bertumbuh kuat dan mengakar ditgh situasi TDK pasti. Aku justru didorong untuk merantau ke Bali.

    Yang paling berat adalah ketika aku harus bekerja pada seorang bos di Restauran Bakmi Ahong. Setahun kerja di sana penuh dengan rasa sakit dan tekanan Krn boss sbnrnya org baik cmn kerasnya ampun2 deh😅 tp ad rasa damai Krn disiplin disitu ketat skli smua dipoles mirip Yusuf  dijual kyk budak dimesir😅✊ puji Tuhan merangkap smua bisa saya lakukan. Rasanya kerja sm org sm kluargaku dibali benar gak enak aku berjalan seperti mayat hidup di lembah kekelaman, persis seperti penglihatan Yehezkiel tentang tulang-tulang kering. Namun di sanalah ilmu itu mahal kedisiplinan aku belajar: berpikir lebih kompleks, melatih kepribadian dg Hikmat dlm kedewasaan, dan ditempa untuk rajin bekerja keras hrs smart. Inilah nnti bekal buat sy nnti.. jujur sj mau nolak tp hati terasa damai yah Krn itulah bertahan disitu

    Lalu datang peristiwa besar — Bom Legian Bali. Seolah masa depanku diputus begitu saja. Aku harus pulang, lalu kembali bekerja dengan paman selama empat tahun, stlh itu menikah, memiliki anak, dan tetap melewati banyak hal yang Tuhan singkapkan. Kadang aku merasa proses kehidupan itu “sadis”, jauh melebihi perkiraanku sendiri. Bahkan sampai tersingkap dalam penglihatan ibuku, bahwa istriku pun akan dipanggil Tuhan pulang harapan diputus begitu sj. 😭

    Namun kini aku mulai mengerti: semua itu adalah cara Tuhan menuntun langkahku. Proses pahit dipakai-Nya untuk membentukku, agar siap ketika tiba waktunya membuka usaha sendiri dg meneruskan usaha yg sy ambil alih nntinya.. Dari luka demi luka, DTG Akhirnya Tuhan menanamkan hikmat-Nya kpd ku hari demi hari di mazmur 139 ini. Apa yang dulu ku doakan ternyata sudah dikerjakan-Nya sejak tahun-tahun sebelumnya.

    Seringkali aku bertanya: Mungkinkah aku harus menyerah, menutup mata, dan mengakhiri semua dengan iri dan kecewa? Tapi justru di titik terendah, Firman Tuhan menyala terang, dan Mazmur 139:13-17 mengingatkanku bahwa sejak dalam kandungan aku sudah dikenal dan dibentuk dengan rencana yang ajaib.

    > “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” (Mazmur 73:26)

    “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31-38)

    “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20)

    Seperti emas yang harus dimurnikan dalam api ribuan derajat di perut bumi, demikian pula hidupku. Gempa, tekanan, retakan, bahkan panas yang “sadis” sekalipun — semua hanya mungkin dilewati karena Hikmat-Mu dan Roh-Mu yang setia menyertaiku sampai selama-lamanya. ✨

    19 Agustus diubah oleh KLIE139

  • 20 Agustus

    EDWIN565 tulis:

    ceritakan tentang kehidupan mu ketika engkau larut dalam kesedihan dan amarah dan mungkin sampai kecewa sama Tuhan. dan bagaimana bisa sampai dititik engkau kembali mengucap syukur kepada Tuhan. monggo🙏

    Didiagnosa memiliki mental health issue 2016.

    Kondisi mental Up and down. Trial obat bertahun-tahun. Jalani psikoterapi rutin. Proses yang tidak sebentar, harus minum obat seumur hidup.

    Selalu bertanya, why me?

    Tuhan balas dengan jawaban why not?

    Bersyukur masih hidup sampai saat ini. Banyak sekali pertolongan Tuhan dalam hidup saya. Tuhan itu sangat baik.

1 – 11 dari 11Kirim tanggapan