Dating site Kristen pertama dan terbesar di Indonesia

Daftar sekarang secara gratis

Patriarki

ForumPersahabatan dan hubungan

1 – 24 dari 24Kirim tanggapan

  • 24 Maret

    Ketika 2 insan saling mendukung

    bersama membangun fondasi kesetaraan yang kokoh untuk hubungan yang solid

    dalam menciptakan masa depan yang adil dan harmonis.

    ❓🙋

    Bagaimana pandangan; tanggapan saudara saudari terhadap orang yang patriarki?

  • 24 Maret

    Ku bertanya kepada M365 Copilot ttg Patriarki itu apa. Begini katanya:

    Copilot

    Patriarki adalah sebuah sistem sosial di mana laki‑laki memegang posisi kekuasaan yang dominan, baik dalam keluarga, masyarakat, politik, maupun ekonomi. Dalam sistem patriarki, norma dan struktur sosial cenderung menempatkan laki‑laki sebagai pihak yang lebih berkuasa, sementara perempuan sering kali mengalami pembatasan peran, kesempatan, atau haknya.

    Berikut penjelasan yang lebih ringkas dan mudah dipahami:
    ✅ Ciri-ciri utama patriarki

    Dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan.
    Pembagian peran gender yang kaku, misalnya laki-laki bekerja di ranah publik, perempuan di ranah domestik.
    Norma budaya yang mengutamakan laki-laki, seperti pewarisan nama keluarga atau warisan.
    Akses perempuan yang lebih terbatas terhadap pendidikan, pekerjaan, atau posisi kepemimpinan.

    ✅ Dampak patriarki

    Ketidaksetaraan gender
    Stereotip gender yang membatasi potensi individu
    Ketidakadilan dalam keluarga, pekerjaan, atau hukum

    ✅ Apakah patriarki masih ada saat ini?
    Ya, meski banyak negara dan masyarakat mengalami kemajuan dalam kesetaraan gender, jejak patriarki masih terlihat dalam:

    Perbedaan upah
    Representasi politik
    Kekerasan berbasis gender
    Ekspektasi sosial terhadap peran laki-laki dan perempuan

  • 24 Maret

    If you explore for further information and its implementation in Indonesia:

    Contoh Patriarki dalam Konteks Indonesia

    Patriarki di Indonesia tidak tunggal bentuknya—ia muncul dalam budaya, hukum, kebiasaan sosial, hingga struktur ekonomi. Tingkatnya berbeda-beda di tiap daerah, tetapi ada pola umum yang sering ditemukan.

    1. Pembagian Peran Domestik yang Tidak Setara
    Dalam banyak keluarga Indonesia, masih ada anggapan bahwa:

    Laki-laki adalah kepala rumah tangga, pembuat keputusan utama.
    Perempuan bertanggung jawab penuh pada urusan domestik, seperti memasak, mengurus anak, dan mengelola rumah, meskipun mereka juga bekerja di luar rumah.

    Konsekuensinya:

    Beban kerja domestik perempuan menjadi “beban ganda”.
    Laki-laki sering tidak diharapkan terlibat dalam pekerjaan rumah tangga.

    2. Tekanan Sosial terhadap Perempuan untuk Menikah dan Mengurus Rumah
    Dalam budaya Indonesia, perempuan kerap mendapat:

    Tekanan untuk menikah di usia muda.
    Penilaian negatif jika belum menikah di usia tertentu (stigma perawan tua).
    Ekspektasi untuk “mengurus suami” sebagai tanda keberhasilan perempuan.

    Sementara laki-laki lebih sering dinilai dari pekerjaan atau pencapaian ekonomi.

    3. Preferensi Anak Laki-Laki dalam Keluarga
    Di sejumlah daerah:

    Anak laki-laki dianggap penerus garis keluarga.
    Warisan atau tanah sering lebih diprioritaskan untuk anak laki-laki.
    Dalam budaya tertentu (misalnya di beberapa komunitas patrilineal di Sumatra, Jawa, Bali), laki-laki memiliki peran adat lebih dominan.

    Walaupun Indonesia juga memiliki budaya matrilineal (seperti Minangkabau), dalam praktik umum nasional patriarki tetap lebih dominan.

    4. Representasi Gender dalam Dunia Kerja
    Contohnya:

    Posisi kepemimpinan (manager, direktur, pejabat tinggi) masih didominasi laki-laki.
    Perempuan lebih banyak berada di sektor pekerjaan yang dianggap “feminim” (administrasi, layanan, pendidikan) dibandingkan bidang teknis atau strategis.
    Perempuan sering menghadapi penilaian berbasis gender, seperti pertanyaan tentang rencana menikah atau punya anak saat wawancara.

    5. Perempuan sebagai Korban Ketimpangan di Ranah Publik
    Contoh yang umum:

    Pelecehan di ruang publik sering distigmatisasi: perempuan didorong “menjaga diri”, bukan menyoroti perilaku pelaku.
    Victim blaming masih umum terjadi.
    Keterlibatan perempuan dalam politik masih rendah, meski ada kuota 30% dalam aturan pemilu.

    6. Norma Budaya yang Mengatur Perilaku Perempuan
    Dalam berbagai komunitas, perempuan sering dibatasi dalam:

    Cara berpakaian (dituntut sopan secara lebih ketat dibanding laki-laki).
    Cara berbicara (perempuan harus lemah lembut).
    Mobilitas (perempuan tidak boleh pulang malam atau bepergian tanpa izin keluarga).

    7. Pengaruh Media dan Narasi Populer
    Media Indonesia masih sering memperkuat stereotip:

    Tokoh laki-laki sebagai pemimpin, kuat, rasional.
    Tokoh perempuan sebagai sosok emosional, pengasuh, atau objek romantisasi.
    Iklan rumah tangga hampir selalu menampilkan perempuan sebagai pengurus rumah.

    8. Peraturan Lokal yang Mengontrol Perilaku Perempuan
    Beberapa daerah memiliki:

    Aturan pakaian tertentu untuk perempuan.
    Jam malam yang lebih ketat untuk perempuan dibandingkan laki-laki.

    Meskipun alasan yang dikemukakan biasanya terkait “moralitas” atau “keamanan”, struktur pengaturannya cenderung bersifat patriarkal.

    🧩 Kesimpulan
    Patriarki di Indonesia hadir dalam bentuk:

    Budaya (norma, adat, harapan sosial)
    Ekonomi (pembagian kerja, kepemimpinan)
    Hukum dan kebijakan
    Kehidupan sehari-hari (keluarga, pendidikan, pekerjaan)

    Tidak semua masyarakat Indonesia sama, dan perubahan menuju kesetaraan terus berkembang, tetapi pola patriarki masih nyata di banyak aspek kehidupan.

  • 24 Maret

    Jadi penjabaran dan penafsiran nya tergantung letak dan kondisi nya gitu lah ya

    (Sebab sering dikaitkan dengan pria patriaki)

    menurut ku orang dengan tipikal patriaki saya rasa itu tidak patut dalam membina hubungan dengan kebiasaan yang terbawa berkesan buruk tidak baik

    [wanita nya terbatin]{wong batak bilang tarmalitoddi]

    Exs. (Ntah lah di etnis lain juga ada ga begitu. Kurang tahu) [disini kita boleh berbagi cerita ]

    🌼dalam budaya adat Batak: anak lelaki adalah penerus marga >belum ada anak cowok bikin anak lah terus sampe banyak anaknya

    kerna belum ada anak cowok nya jadi nya cerai

    🌼wanita [istri] {pernijabu> dalam bahasa batak}

    Tugasnya menyediakan dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga juga menjaga kenyamanan kebersihan rumah

    karena beranggapan bahwa itu bagian dari perempuan yang dalam kondisi rumah kotor mis. lelaki ga mau nyapu rumah atau ga mau nyimpen piring nya ketempat piring kotor dalam mindset nya itu tugas perempuan

    🌼 dikota juga adalah ya tapi lebih banyak di huta/kampung orang parmitu/minum tuak<>nira

    Yang dikota kelasnya club or cafe lah yaa

    yang berkeluarga : suaminya minum katanya hal biasa  

    🌼wanita  3R

    Pandai didapuR[masak, mencuci, menjemur, dll)

    Pandai dikasuR[fahamlah ya udah 17+]

    Pandai di Ruang (segala sudut ruang rumah dalam pemantauan yang tercontrol)

    tapi tidak didukung terhadap yang menyangkut ke hal tersebut

    Dsb., teman teman boleh tambahkan yang lainya

    Kenapa ya kebiasaan ini dinobatkan;diturunkan dan gpp dan biasa aja jadi hal yang lumrah gitu

    Kembali lagi ga semua pria seperti itu bijak menanggapi  jika ada kata yang salah dan kurang berkenan mohon di koreksi dan ingatkan kembali

    24 Maret diubah oleh LISNARINAA355

  • 6 April

    Waspada! Inilah Lima Ciri-Ciri Laki-Laki Patriarki, Bisa Jadi Pasanganmu!

    Patriarki merupakan sistem sosial di mana laki-laki memiliki kedudukan atau kekuasaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Di Indonesia sendiri, budaya patriarki masih banyak dilakukan. Ternyata, budaya patriarki sudah ada sejak generasi nenek moyang dan telah diturunkan kepada generasi berikutnya hingga di era modern seperti sekarang.

    Budaya patriarki ini membuat kedudukan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, sehingga membuat para perempuan tidak mendapatkan kesempatan dan hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan. Selain itu, budaya patriarki membuat para perempuan rentan mendapatkan kekerasan verbal.

    Patriarki berasal dari kata patriarkat, yang berarti struktur yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kendali atau peran utama. Maka dari itu, perempuan dianggap lebih rendah yang tidak bisa melampaui kedudukan seorang laki-laki.

    Lalu, apa saja ciri-ciri pria yang menganut budaya patriarki dan cara menanganinya? Berikut adalah ciri-ciri pria penganut patriarki, yang bisa saja terdapat ciri-ciri pasanganmu dibawah ini!

    1. Tidak Menyukai Wanita Karir

    Pria yang menganut budaya patriarki, cenderung tidak suka dengan wanita karir atau wanita yang memiliki kedudukan karir yang lebih tinggi dibandingkan dirinya. Pria dengan penganut budaya patriarki akan terus nyinyir dan berkomentar dengan apa yang dilakukan perempuan.

    Mereka akan melontarkan kalimat-kalimat negatif yang dapat membuat mental di perempuan jatuh. Mereka biasanya akan memberikan kalimat seperti “Kenapa kerja tinggi-tinggi kalau ujungnya bersih-bersih rumah”, ataupun “Wanita karir seperti kamu biasanya ga becus ngurus suami”.

    2. Suka Memandang Rendah Wanita

    Pria yang menganut budaya patriarki akan suka memandang rendah apapun yang dilakukan seorang wanita. Terlebih lagi ketika seorang perempuan melakukan kesalahan, mereka akan terus-menerus menyalahkan si perempuan.

    Contohnya adalah ketika seorang wanita sedang mengerjakan suatu pekerjaan dan terdapat beberapa kesalahan, pria penganut budaya patriarki akan berkomentar negatif, seperti “Wajar banyak banget salahnya, kalau cowok yang ngerjain pasti beres semua”.

    3. Tidak Mendengarkan Saran dari Wanita

    Pria penganut budaya patriarki, seringkali merasa dirinya tahu segalanya dan lebih pintar dibandingkan dengan wanita. Maka dari itu, para pria ini suka menolak atau tidak mendengarkan saran yang diberikan oleh wanita atau pasangannya.

    Walaupun saran yang diberikan masuk akal atau logis, pria penganut budaya patriarki akan tetap keras kepala dan tidak mau menerima masukan dari wanita. Alih-alih mendengarkan saran atau masukan dari wanita, mereka lebih memilih untuk mendengarkan saran dari temannya.

    4. Kerap Melakukan KDRT Bahkan Mewajarkannya

    Karena mereka menganggap diri mereka lebih tinggi dibandingkan para perempuan, membentak bahkan memukul pasangannya merupakan hal yang wajar. Mereka menganggap kekerasan tersebut bagian cara mendidik wanita agar lebih baik.

    Selain itu, mereka juga menormalisasikan atau mewajarkan kekerasan tidak hanya kepada pasangannya, tetapi juga kepada sang anak perempuan. Mereka juga menganggap hal tersebut sebagai proses mendidik kepada anak perempuannya.

    5. Pekerjaan Rumah Adalah Kewajiban Wanita

    Para pria penganut budaya patriarki biasanya menganggap bahwa urusan domestic adalah kewajiban wanita, seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, dan mencuci pakaian.

    Para pria patriarki beranggapan bahwa urusan rumah adalah urusan atau kewajiban dari seorang istri atau wanita. Mereka hanya berpikir untuk memberi nafkah atau mencari uang untuk istri atau pasangannya.

    Sumber : radarmojokerto.jawapos.com/ber ... jadi-pasanganmu

    Apakah ada kaitannya kalau perempuan (istri) wajib submit kepada pria (suami)? Bagaimana jika suami tidak menjalankan perannya sebagai pria yang mengasihi istrinya, seperti Kristus mengasihi umatNya?

  • 6 April

    Nah ini yang perlu di hindari dalam menjalin hubungan ikatan keluarga yang mana sudah dijelaskan diatas  poin 1 s/d 5 untuk tidak terlena dan terbui akan perkenalkan satu sama lain (Pria-wanita) yang mengakibatkan putus ikatan  sebagaimana setelah menjalin hubungan mesti kuat dan kokoh dalam janji pernikahan

    Karena kita tahu pernikahan  ada kehidupan selanjutnya

    Suami istri mesti menjalankan tugasnya

    Filipi 2:3

    Efesus 4:32

            Tugas Suami:

    💚Kepala Keluarga(Efesus 5:23)

    💚Mengasihi Istri(Efesus 5:25, 28).

    💚Penyedia & Pelindung (1 Timotius 5:8)

    💚Hidup Bijaksana (1 Petrus 3:7).

    💚Setia (Kejadian 2:24).

              Tugas Istri

    💚Penolong yang Sepadan(Kejadian 2:18).

    💚Hormat dan Tunduk (Efesus 5:22, Kolose 3:18).

    💚Mengelola Rumah Tangga (Amsal 31:10-31).

    💚Mendidik Anak(Amsal 31:26-28).

            Tugas Bersama:

    💚Saling Mengasihi & Menghormati:(1 Korintus 13).

    💚Saling Memenuhi Kewajiban (1 Korintus 7:3-5).

    💚Menjaga Kekudusan Pernikahan(Ibrani 13:4).

         Saling mendukung:

    💚Roma 15:7

    💚Roma 14:19

    💚Titus 3:2

    Jika ini sudah terpenuhi dengan tidak melihbatkan perbuatan tindakan tradisi yang salah tidak ada perceraian hanya karena emosi yang besar dengan (nga songoni bohabe baenon<tindakan yang salah >(udah kek gitu ya udahlah) heiy habit buruk jan di bawa bawa/jan di ikutin benar ga sich

    Dengan meneladani pernikahan yang baik berarti membangun rumah tangga yang baik  

    komitmen yang baik

    Komunikasi yang baik

    Kejujuran

    untuk ibadah yang baik

    Itulah .Prinsip utamanya  amanah, tanggung jawab suami sebagai imam

    & ketaatan  sebagai istri,

    Pernikahan bukan hanya cinta, melainkan penyatuan dua insan. 2 keluarga

    Dan berbagai perbedaan

    yang memerlukan kesabaran dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan

    @bersama kita bertumbuh

    @Rumah keluarga yang dikasihi

    SAURIA580 tulis:

    Apakah ada kaitannya kalau perempuan (istri) wajib submit kepada pria (suami)? Bagaimana jika suami tidak menjalankan perannya sebagai pria yang mengasihi istrinya, seperti Kristus mengasihi umatNya?

  • 6 April

    Intinya cari seseorang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juruslamat dan Tuhan bukan sekadar suka ke gereja dan suka berdoa saja.

    LISNARINAA355 tulis:

    Nah ini yang perlu di hindari dalam menjalin hubungan ikatan keluarga yang mana sudah dijelaskan diatas  poin 1 s/d 5 untuk tidak terlena dan terbui akan perkenalkan satu sama lain (Pria-wanita) yang mengakibatkan putus ikatan  sebagaimana setelah menjalin hubungan mesti kuat dan kokoh dalam janji pernikahan

    ....

    @bersama kita bertumbuh

    @Rumah keluarga yang dikasihi

    Hari Selasa pukul 6:11 diubah oleh JODOHKRISTEN

  • 6 April

    Nah ini harapan anak muda seperti kamu, saya kita semua yang ada disini dan mungkin yang dilanda perceraian akibat patriarki tentunya

    Punya Tiga dimensi yang membentuk integritas spiritual Akal, Iman, dan Doa.

    Yang mana ini merupakan satu kesatuan sistematis di mana akal menuntun pemahaman, iman mendasari keyakinan, dan doa menjadi bentuk permohonan & penyerahan diri.

    Kita imani, percaya dan yakin akan harapan yang kita nantikan "jodoh"

    Yaa semoga kita kita yang disini terhindar dari Orang yang di belengu patriaki

    @ini sudah dijabarin diatas oleh saudari SAURIA580             ikebetulan ini saya baca👇

    @pkbi-jatim.or.id/hari-gerakan- ... i-di-indonesia/

    DENOVIS582 tulis:

    Intinya cari seseorang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juruslamat dan Tuhan bukan sekadar suka ke gereja dan suka berdoa saja.

  • Hari Sabtu pukul 11:33

    Berkaitan dgn tema diatas, jangalah sekedar urai fenomena2 sosial saat ini. Jgnlah kita lupakan dalil mula2 riwayat penciptaan langit dan bumi beserta isinya yang tercatat di Alkitab.

    Sudah sewajarnya laki2 itu dominan dan tanggung jawabnya besar dan penting. Lihat kepada siapa Bapa memberikan tugas mengurus taman Eden, bahkan kepada siapa diberi kewenangan memberikan tiap2 nama binatang2 mula2 dan berkuasa atasnya. Memang disaat Adam sibuk bekerja, diakui ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia (Kej 2:20) Tapi Adam tidak protes ke Bapa. Ia tidak merasa iri karena tidak punya pasangan. Nah pada ayat sebelum nya jelas Siapakah yang menginisiasi perkawinan.

    Kejadian 2:18 (TB)  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

    Dan jangan lupakan dan remehkan ayat selanjutnya. Kejadian 2:23 (TB)  Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki".

    Statemen Adam tegas sekali dihadapan sang Pencipta. Apakah Bapa marah? ENgga khan?

    Jadi maksud saya, yah gk usah heran atau lebay lihat dominasi laki2 di beberapa aspek kehidupan. Kalau positif yah apresiasi dong. Kalau keliru yah di nasehati. Yang miris kalau laki2 gak mau  bertanggung jawab atau malah gak dikasih peran apa2.

  • Hari Minggu pukul 23:10

    Jujur, saya merasa kurang nyaman dengan adanya patriakhi. kenapa? Dampak patriakhi: wanita melulu yg disalahkan dan si lelakinya kurang disalahkan padahal dua2nya bersalah. Misal:

    1. Jika ada perselingkuhan, yg lebih sering disalahkan netizen cuma pelakornya. padahal dalam kenyataannya, si suami juga bersalah ga menurut kamu? Suami justru lbh jahat daripada pelakor krn suami menghianati istri sah, menjadi ayah yg buruk bagi anak, menantu ga tau diri.

    2.jika ada wanita hamil di luar nikah, yg disorot si ceweknya doang. dibilang cewek murahan. Yg lakinya jarang dikomentari, jarang disalahkan. Padahal, org cerdas akan menyalahkan keduanya.

    Jadi intinya saya muak dengan patriakhi dan ga betah tinggal di negara yg masih ada budaya patriakhinya.

  • Hari Senin pukul 22:59

    Saya tidak heran

    Kerna untuk sebagian orang tua tua aja ada yang bilang udah lah,.udah kek gitu ya gimana lagi

    Seolah meluruskan kebiasaan buruk yang fatal

    Saya Berharap semua wanita wanita disini terhindar dari pria pria patriaki demikian juga dengan lelaki terhindar dari wanita patriaki(kebiasaan buruk yang turun temurun)

    MANIAR098 tulis:

    Jadi maksud saya, yah gk usah heran atau lebay lihat dominasi laki2 di beberapa aspek kehidupan. Kalau positif yah apresiasi dong. Kalau keliru yah di nasehati. Yang miris kalau laki2 gak mau  bertanggung jawab atau malah gak dikasih peran apa2.

  • Hari Selasa pukul 10:47

    Nah, itulah perlu nya masa penjajakan sblm terikat hub perpacaran. Spy gk nyesal. Terlanjur pacaran jg gpp sampaikan aja minta putus krn sifat patriaki nya.

  • Hari Selasa pukul 22:02

    Harus Ada Pemimpin Dan Yang Dipimpin

    Penelitian menunjukkan adanya perbedaan potensi dalam mewujudkan VISI antara pria dan wanita:

    Wanita cenderung lebih visioner secara kolaboratif (Transformational): Wanita sering kali dikaitkan dengan kepemimpinan transformasional, yang melibatkan empati, hubungan interpersonal, dan pemberdayaan tim untuk mencapai visi bersama.

    Studi menunjukkan wanita lebih unggul dalam berpikir holistik (menyeluruh) dan sering kali lebih baik dalam menciptakan visi jangka panjang yang inklusif.

    Pria cenderung lebih visioner secara terstruktur (Transactional/Directing):

    Pria cenderung lebih fokus pada tugas, hasil yang terukur, dan pendekatan langsung (directing) dalam mewujudkan visi.

    Mereka sering kali berfokus pada eksekusi teknis dan efisiensi.

  • Hari Selasa pukul 22:10

    Suka sama opininya, ditambah lagi ketikannya apik

    ANTONIO198 tulis:

    Harus Ada Pemimpin Dan Yang Dipimpin

    Penelitian menunjukkan adanya perbedaan potensi dalam mewujudkan VISI antara pria dan wanita:

    Wanita cenderung lebih visioner secara kolaboratif (Transformational): Wanita sering kali dikaitkan dengan kepemimpinan transformasional, yang melibatkan empati, hubungan interpersonal, dan pemberdayaan tim untuk mencapai visi bersama.

    Studi menunjukkan wanita lebih unggul dalam berpikir holistik (menyeluruh) dan sering kali lebih baik dalam menciptakan visi jangka panjang yang inklusif.

    Pria cenderung lebih visioner secara terstruktur (Transactional/Directing):

    Pria cenderung lebih fokus pada tugas, hasil yang terukur, dan pendekatan langsung (directing) dalam mewujudkan visi.

    Mereka sering kali berfokus pada eksekusi teknis dan efisiensi.

  • Hari Rabu pukul 9:24

    Nah ini

    Betul

    Iya kan

    Kenali pasangan

    Mesti jeli dan teliti sebelum mengikat janji

    MANIAR098 tulis:

    Nah, itulah perlu nya masa penjajakan sblm terikat hub perpacaran. Spy gk nyesal. Terlanjur pacaran jg gpp sampaikan aja minta putus krn sifat patriaki nya.

  • Hari Rabu pukul 9:37

    Adanya pimpinan dan bawahan bukan sekedar sebagai atasan dan suruhan

    Tetapi pertalian kasih yang saling terhubung untuk Vidi dan misi

    Kerja sama yang baik

    Team work

    Betul bukan

    Efesus 5:22-....

    #iklan yang suka nonton flim Famly sweet (menurut ku romansa kekeluargaan)

    ANTONIO198 tulis:

    Harus Ada Pemimpin Dan Yang Dipimpin

    Penelitian menunjukkan adanya perbedaan potensi dalam mewujudkan VISI antara pria dan wanita:

    Wanita cenderung lebih visioner secara kolaboratif (Transformational): Wanita sering kali dikaitkan dengan kepemimpinan transformasional, yang melibatkan empati, hubungan interpersonal, dan pemberdayaan tim untuk mencapai visi bersama.

    Studi menunjukkan wanita lebih unggul dalam berpikir holistik (menyeluruh) dan sering kali lebih baik dalam menciptakan visi jangka panjang yang inklusif.

    Pria cenderung lebih visioner secara terstruktur (Transactional/Directing):

    Pria cenderung lebih fokus pada tugas, hasil yang terukur, dan pendekatan langsung (directing) dalam mewujudkan visi.

    Mereka sering kali berfokus pada eksekusi teknis dan efisiensi.

    Hari Rabu pukul 10:06 diubah oleh LISNARINAA355

  • Hari Rabu pukul 20:13

    Obrolan dengan ibu ibu diserambi

    Sore tadi

    .. Ketika bahasan udah basi bahas sana bahas sini

    seketika itu juga ibu ibu itu cerita (ya gitulah penyakit lelaki, kalo ga merokok, maen judi, mabuk"minum tuak/ato bir lah" Maen perempuan)

    Tapi biar pun begitu gpp minum (bir/tuak) asal jangan yang lain aja katanya gesh

    Cobalah ini aja pun dah macam dinormalisasi kan

    Gpp katanya dibanding dengan perbuatan yang lain itu "dalam kurung diatas"

    Berharap jangan lah ketemu dengan habit Yang beginian disamping menjaga kesehatan tubuh juga untuk kesehatan generasi berikutnya (anak)

    Kesehatan dompet juga tentu  perlu dijaga tooh untuk kehidupan jangka panjang

    Kebayang ga ketemua ama pria model beginian pasti jawaban dan responnya (aku yang cari uang)

    And bla bla bla panjang kali lebar kali bisa

    Sangat disayangkan jika ini menjadi hal yang lumrah

    Untuk yang model beginian memang tidak bisa langsung stop. ya paling tidak minimal kurangi bertahap perlahan dan berhenti

    Dengar cerita ibu ibu itu mau mau heran tapi dah hal biasa baginya, mau kasihan tapi tak patut dikasihani sebab itu dah hal yang lazim mungkin baginya

    Nah seketika itu juga jadi perbincangan muncul sesaat dan langsung di suarakan : gimana lagi penyakit yang gila motoran (cinta &sayang sama motor) katanya gesh..

    Itu lah yaa pasangan RT ini ingin di mengerti tapi ta faham

    Bagaimana lagi dengan saya yang masih..

    Aah sudah lah. Kita nantikan saya di episode yang mendatang(setelah menikah) 😬🙂

  • Hari Rabu pukul 20:31

    ANITA089 tulis:

    Jujur, saya merasa kurang nyaman dengan adanya patriakhi. kenapa? Dampak patriakhi: wanita melulu yg disalahkan dan si lelakinya kurang disalahkan padahal dua2nya bersalah. Misal:

    1. Jika ada perselingkuhan, yg lebih sering disalahkan netizen cuma pelakornya. padahal dalam kenyataannya, si suami juga bersalah ga menurut kamu? Suami justru lbh jahat daripada pelakor krn suami menghianati istri sah, menjadi ayah yg buruk bagi anak, menantu ga tau diri.

    (Iya kan,. Macam cewe lewat di jalan ada   sekumpulan cowo lah misalnya suit suit katanyakan) [didiemin sicewe; dibilangnya sombong nian ni cewe] {kalo disahutin cewe: cap main ni cewe katanya gesh)

    2.jika ada wanita hamil di luar nikah, yg disorot si ceweknya doang. dibilang cewek murahan. Yg lakinya jarang dikomentari, jarang disalahkan. Padahal, org cerdas akan menyalahkan keduanyajangan main gelap gelapan itu berbahaya gitu kan lebih baik ini

    Jejak perempuan membekas luka tak kelihatan ampe taon monyet pun bisa diingat yaa

    lelaki maa bebas yaa hmmm

    Jadi intinya saya muak dengan patriakhi dan ga betah tinggal di negara yg masih ada budaya patriakhinya.(Negara Konoha wakanda masalah bisa jadi berjilid jilid)

    Mau pindah negara bagusnya kemana yaa😬🙂

    Hari Rabu pukul 20:35 diubah oleh LISNARINAA355

  • Hari Kamis pukul 0:23

    LISNARINAA355 tulis:

    Mau pindah negara bagusnya kemana yaa😬🙂

    Ke Israel 😄

  • Hari Kamis pukul 10:19

    Ke negara nya Toro kayaknya perekonomiannya bagus ehh ke negara Toronto jika ditelusuri disana tidak ada diskriminasi gender dan isi isu miring

    Kalau pun ada mungkin minim ga seperti negara Konoha wakanda banyak orang sakit mental di dunia manapun

    TORO617 tulis:

    Ke Israel 😄

    Israel boleh lah untuk event holy city

  • Hari Kamis pukul 17:52

    LISNARINAA355 tulis:

    Ke negara nya Toro kayaknya perekonomiannya bagus ehh ke negara Toronto jika ditelusuri disana tidak ada diskriminasi gender dan isi isu miring

    Kalau pun ada mungkin minim ga seperti negara Konoha wakanda banyak orang sakit mental di dunia manapun

    Israel boleh lah untuk event holy city

    Israel masih menganut patriarki juga kah?

  • Hari Kamis pukul 18:19

    Menurut yang saya ketahui

    Israel menganut patriaki

    Dilihat dari kitab perjanjian Lama

    Baik berupa dalam konteks hukum keagamaan, keluarga, dan budaya tradisional bahkan makanan

    Apalagi untuk keagamaan tentunya

    Tapi untuk edisi moderen sekarang seperti nya saya kurang tahu mungkin untuk sobat sobit saudara saudari yang pernah berkunjung kesana event the holy city  bisa berbagi di mari untuk menambah wawasan baru bagi kita yang rindu kota suci tanah perjanjian

    Demikian info terkini dari saya

    Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai Israel

    Mungkin saudara ToRo bisa langsung  hubungi MBAH Google mendapatkan info ter update "Israel'

    Cukup Sekian dan.. Selamat beraktivitas 😬🙂

    TORO617 tulis:

    Israel masih menganut patriarki juga kah?

  • Hari Kamis pukul 21:55

    Patriaki salah,

    gk bs jadi provider lagi di tinggalkan,

    Sibuk kerja diluar terus dibilang tidak syg keluarga, mhhh..

    Tapi kyknya misal, si laki2 patriaki dan selalu sibuk kerja diluar terus.. Asal ttp jadi provider..jgn2 hubungan tetap langgeng kah? 😅😬

  • Hari Kamis pukul 22:51

    MANIAR098 tulis:

    Patriaki salah,

    gk bs jadi provider lagi di tinggalkan,

    Sibuk kerja diluar terus dibilang tidak syg keluarga, mhhh..

    yang bilang itu kemungkinan bukan bagian dari keluarga inti RT itu

    dan kemungkinan lain itu bisa jadi bini nya sendiri dikarenakan tidak berkabar dalam waktu yang cukup lama di tambah dana tidak masuk atau kirim tidak ada dan bisa jadi kemungkinan lain nya prianya ini bukan cabang lain untuk mengisi kekosongan  ruang hati

    Untuk kejelasan nya saya kurang tahu dan kurang faham juga mengenai ini

    Biarkan pria yang bercerita

    Tapi kyknya misal, si laki2 patriaki dan selalu sibuk kerja diluar terus.. Asal ttp jadi provider..jgn2 hubungan tetap langgeng kah? 😅😬

    Saya rasa pasti aman dan nyaman kalo di provider semua dan  langgeng tetap terhubung satu sama lain dengan pasangan asal yang prianya jangan buka cabang biasanya yang khawatir dengan yang di khawatir kan perbuatan nya lebih gatal eeh lebih fatal kokom katanya begitu

    Ntah lah

    Kadang kasihan juga lihat kondisi dan cerita ibu ibu yang di tinggal suami lama semisal pekerja laut, udara atau dinas luar kota dalam hitungan waktu yang tidak dapat di jangkau

    Konon katanya model beginian ada juga yang jajan tambahan di luar(untuk ini saya juga kurang faham ya kerna belum pernah jadi ibu ibu soalnya

    Semoga saja segera jadi ibu ibu iya kan biar tahu lika liku drama bahtera keluarga

1 – 24 dari 24Kirim tanggapan