Berbagi wawasan
Forum • Persahabatan dan hubungan
-
8 Juni
Yuk berbagi pengetahuan
Berbagi pandangan
Sharing mengenai hal apapun untuk mengetahui lebih dalam
Seketika terbesit di benakku mengenai kepemimpinan dalam jemaat seperti halnya Pastor,DantePendeta,Pinandita/Pemangku, Ulama
Ulama, Pinantita dan Pendeta kan boleh nikah berketurunan
Kenapa Dante dan Pastor tidak boleh menikah secara keseluruhan di kepemimpinan keagamaan?
Okelah Alkitab menjelaskan ayat terkait hidup selibat
1 Korintus 7:7
1 Korintus 7:32-34
Matius 19:10-12
secara Alkitabiah itu kan bagi yang mau terbuka hatinya (yang saya pertanyaan sebagai Katolik dan Budha berarti itu menyeluruh gitu kan sebagai keharusan) [Namun demikian, alangkah baiknya kalau semua orang seperti aku[selibat]; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunia-karunianya yang khas, yang seorang begini, yang lain begitu]
*dulu ada berita heboh di tipi tentang Dante homo.. Lupa tahun berapa itu pernah nonton(Dan mungkin untuk sebagian juga ada kali ya yang sembunyi tidak diketahui orang maksudnya hanya sesama mereka yang tahu gitu)
Dan untuk sebagian negara udah disah kan homo or lesbi seperti halnya negara seberang freedom county dan beberapa negara lainnya mensahkan perbuatan kekejian itu secara gereja (boleh searching gereja tersesat di Eropa) [agar tidak salah informasi demikian maksud saya]
Sebagai mana Indonesia negara pancasila
Ketuhanan Yang Maha Esa
Jan² di Indonesia juga banyak juga kali ya gereja yang tersesat yang tidak dominasi[tidak booming tidak familiar] seperti kisah cerita @Mong*l str*ss
Kalau dipikir² itu sama juga dengan penyesatan pikiran . Benar ga sih. terjerumus oleh tindakan yang melenceng oleh perbuatan sendiri seperti kisah cerita Sodom & Gomora
Dalam hal ini berarti tidak keharusan secara menyeluruh benar ga si dimana ayat yang digaris bawahi diatas @Kalau
nyata nya kan ga semua bisa
Itulah cara untuk menambah keturunan
1 Timotius 3:2
Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
Rasul Petrus saja pun menikah Matius 8:14
1 Korintus 9:5
Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?
Rasul Paulus pun demikian
*Jika tidak berkenan mohon di ralat
Semakin banyak yang kita ketahui semakin banyak ha yang tidak kita mengerti
1 Korintus 8:2
Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu ”pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
8 Juni diubah oleh LISNARINAA355
-
8 Juni
Menurut aku balik lagi ke kemampuan, kesanggupan seseorang dalam menjalankan panggilan hidupnya dan terkait dengan institusi atau denominasi nya (saya kurang paham untuk 'melabelkan' pastor Katolik dan pendeta Kristen).
Bagi seorang pastor Katolik (kita bicara mengenai pengikut Kristus dulu ya bukan saudara kita dari keyakinan sebelah-Budha), mewajibkan dirinya hidup selibat karena sudah mengikrarkan dirinya bahwa dia mampu hidup selibat dan berbakti, melayani dan mengabdi sama Tuhan saja dan gereja Katolik jg mewajibkan hal itu supaya fokus dengan pelayanannya saja. Sementara di gereja Kristen Protestan memperluas hal itu dengan menganggap bahwa setiap manusia itu memiliki karunia, kemampuan, panggilan yang berbeda. Istilahnya bisa multitasking (bisa melayani Tuhan dan melayani dalam keluarga-lembaga pernikahan), dia butuh pendamping hidup jg dalam melakukan pelayanan.
Intinya balik kepada manusia diberikan kehendak bebas, tp tetap harus tunduk dalam kedaulatan Tuhan.
Mengenai gereja tersesat seperti kisah cerita si stand up comedy artist yang terkenal itu, menurutku bukan gereja. Pekerjaan iblis kan menipu, meniru apa yang sudah Tuhan rancangkan namun ditambah embel-embel kenikmatan duniawi yang menyesatkan. Pun karena manusia punya kecendrungan hal itu. Dan hal yang sama dengan kisah Sodom dan Gomora. Baca kembali kisah Adam dan Hawa krn mereka terperdaya tipuan iblis untuk menjadi seperti Allah. CMIIW.
LISNARINAA355 tulis:
Yuk berbagi pengetahuan
Berbagi pandangan
...Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu ”pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
9 Juni diubah oleh JODOHKRISTEN
-
8 Juni
Menarik untuk dibahas...
Oke saya garis bawahi untuk yang selibatyaa
Dalam konteks spiritual
selibat adalah pilihan untuk tidak menikah dan berpantang dari hubungan seksual seumur hidup, dengan tujuan murni untuk mempersembahkan seluruh hidup, waktu, juga hati sepenuhnya dalam pelayanan kepada Tuhan
Makna dan Tujuan Utama Penyerahan Total Membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa keterikatan pada keluarga atau pasangan, sehingga bisa lebih fokus pada pelayanan umat dan Kerajaan Allah. Baik di bidang kerohanian
Dan sosial rasa kepedulian akan hasih sesama
Yang dipandang sebagai karunia khusus dari Tuhan 1 Korintus 7:7 yang dijalani dengan sukarela, bukan karena paksaan atau menolak pernikahan
Tapi karna kelayakan dan kesanggupan
Maka itu karena tidak semua bisa demikian jadi memilih untuk beranak cucu
Siapa yang Menjalani Selibat?
paling umum ditemukan dalam Gereja Katolik oleh:Imam (Pastor) dan Biarawan/Biarawati
Selibat merupakan syarat dan bentuk pembaktian diri bagi mereka yang melayani umat di dalam keagamaan
Selibat memilih untuk tidak menikah demi mendedikasikan hidup bagi pelayanan sosial, karya amal, dan persekutuan dengan Tuhan.
Nah Jika selibat itu menaruh hati , tubuh roh dan jiwanya sepenuhnya untuk Tuhan dengan tindakan:perbuatan untuk kebaikan macam sufilah kan
berarti dari kemurnian hati toh (untuk sebagian karena pelarian dan kekecewaan mungkin atas nama: cinta, keluarga, persahabatan goncangan hidup maybe ya)
Kenapa saya katakan demikian
Kebetulan beberapa waktu lalu saya ada ngobrol dengan biarawati(tanpa menyebut nama ya) Maka itu saya angkat topik ini
Untuk menjawab rasa penasaran ku jadi saya tanyakan langsung sama beliau
Apakah itu murni selibat? saya tanya demikian
Responnya untuk sebagian murni
Untuk sebagian datang menjadi selibat karna yaa ... mungkin ada alasan tertentu yaa makanya jadi selibat
Nah dan yang lebih patalnya ada juga yang selibat itu ga bertahan, keluar,. Dan menikah (untuk kepastiannya boleh saudara/i Katolik meresponii hal ini) agar tidak salah informasi
Jadi... Seperti halnya "tidak ada yang sempurna dibumi"
Bahkan Alkitab yang sudah diilhamkan pun terjadi perpecahan belahan tidak murni seperti semua untuk di mengerti dan dipahami bagi khalayak umat Kristen tetap juga menurut penafsiran masing masing
Demikian halnya kepastoran yang saya pertanyaan diatas itu bukan menjadi ketentuan utama menjadi dasar kepemimpinan rohani yang di cetuskan
Itu juga dari konsep kemanusiaan yang dibentuk tooh yaa
Cuma menurut ku itu menimbulkan pertanyaan baru dalam hati yang terasa janggal(Pastor memberkati pernikahan kudus lselama ia menjadi pimpinan keagamaan) yang nyatanya ia tidak bisa berasa dibagian itu"pernikahan/kekeluargaan "
Secara kita melihat orang yang ganteng bening semriwing pasti terkesima saya pikir lelaki juga demikian yaa aga bersinar aja cewe ditatapin terus(hasrat dalam hati) [ini konsepnya positif ya jangan Victoria secret]
SAURIA580 tulis:
Menurut aku balik lagi ke kemampuan, kesanggupan seseorang dalam menjalankan panggilan hidupnya dan terkait dengan institusi atau denominasi nya (saya kurang paham untuk 'melabelkan' pastor Katolik dan pendeta Kristen).
Bagi seorang pastor Katolik (kita bicara mengenai pengikut Kristus dulu ya bukan saudara kita dari keyakinan sebelah-Budha), mewajibkan dirinya hidup selibat karena sudah mengikrarkan dirinya bahwa dia mampu hidup selibat dan berbakti, melayani dan mengabdi sama Tuhan saja dan gereja Katolik jg mewajibkan hal itu supaya fokus dengan pelayanannya saja. Sementara di gereja Kristen Protestan memperluas hal itu dengan menganggap bahwa setiap manusia itu memiliki karunia, kemampuan, panggilan yang berbeda. Istilahnya bisa multitasking (bisa melayani Tuhan dan melayani dalam keluarga-lembaga pernikahan), dia butuh pendamping hidup jg dalam melakukan pelayanan.
Intinya balik kepada manusia diberikan kehendak bebas, tp tetap harus tunduk dalam kedaulatan Tuhan.
Mengenai gereja tersesat seperti kisah cerita si stand up comedy artist yang terkenal itu, menurutku bukan gereja. Pekerjaan iblis kan menipu, meniru apa yang sudah Tuhan rancangkan namun ditambah embel-embel kenikmatan duniawi yang menyesatkan. Pun karena manusia punya kecendrungan hal itu. Dan hal yang sama dengan kisah Sodom dan Gomora. Baca kembali kisah Adam dan Hawa krn mereka terperdaya tipuan iblis untuk menjadi seperti Allah. CMIIW.
